Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara

Berita

Leksikografi dan Kecerdasan Artifisial: Adaptasi Teknologi untuk Kedaulatan BangsaBerkomitmen Perkuat Kedaulatan Bahasa Indonesia di Ruang Pubik

Mendikdasmen dan Pemangku Kepentingan Berkomitmen Perkuat Kedaulatan Bahasa Indonesia di Ruang Pubik

Siaran Pers
Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 406/sipers/A6/VIII/2025

Surabaya, 2 Agustus 2025 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengawasan penggunaan bahasa Indonesia pada kegiatan Konsolidasi Daerah tentang Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia yang digelar di Provinsi Jawa Timur, Jumat (1/8). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kedaulatan bangsa melalui Bahasa Indonesia, sekaligus implementasi atas Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa juga mengingatkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar harus menjadi disiplin kolektif. “Komitmen kita untuk bangga, mahir dan maju dengan bahasa Indonesia harus menjadi komitmen kolektif dari seluruh komponen bangsa terutama dengan kedispilinan menggunakan bahasa Indonesia di ruang-ruang publik,” tegas Abdul Mu’ti dalam arahannya, di Surabaya, Jumat (1/8).

Bahasa Indonesia tidak hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga simbol jati diri dan kedaulatan bangsa. Penguatan kedaulatan bahasa Indonesia di ruang publik harus terus digalakkan bersama. “Kita telah memiliki deklarasi budaya dalam Sumpah Pemuda, deklarasi politik melalui Proklamasi, dan deklarasi wilayah melalui Deklarasi Djuanda. Maka sudah semestinya kita kuatkan juga deklarasi kedaulatan bahasa. Bahasa Indonesia harus menjadi kebanggaan dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, prinsip Trigatra Bangun Bahasa—Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing—disampaikan sebagai dasar kebijakan kebahasaan yang inklusif dan adaptif terhadap dinamika global. Selain pengutamaan bahasa Indonesia, pelindungan bahasa dan sastra daerah juga menjadi prioritas, melalui regulasi, pendidikan, dan revitalisasi budaya lokal.

Mendikdasmen mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bangga, mahir, dan maju bersama bahasa Indonesia. Jawa Timur diharapkan menjadi teladan nasional dalam pelaksanaan kebijakan kebahasaan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berpihak pada penguatan budaya bangsa. “Kita perlu membiasakan diri, termasuk di ruang digital. Karena kebiasaan itulah yang akan meneguhkan bahasa sebagai jati diri dan daya saing bangsa,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kementerian, perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur, lembaga kebahasaan, pendidik dan tenaga pendidikan, organisasi profesi, dan pihak swasta.

Penandatanganan Komitmen Bersama Wujud Partisipasi Semesta Awasi Penggunaan Bahasa Indonesia
Pada kegiatan tersebut, dilakukan penandatanganan komitmen bersama oleh pemerintah daerah dari Kota Madiun, Kabupaten Kediri, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Sumenep, sebagai wujud konkret dukungan terhadap pelaksanaan pengawasan bahasa Indonesia. Selain itu, diserahkan pula draf Surat Keputusan pembentukan Tim Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia yang akan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah dan didukung unit kerja terkait di masing-masing pemerintah provinsi/kabupaten/kota.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menjelaskan bahwa konsolidasi ini bertujuan menyamakan persepsi lintas sektor terhadap pelaksanaan pengawasan penggunaan bahasa Indonesia, baik di ruang publik, dalam dokumen resmi, maupun dalam komunikasi kelembagaan. Ia juga menyampaikan pentingnya dukungan aktif dari pemerintah daerah melalui sosialisasi, pemantauan, pendampingan, dan evaluasi secara berkelanjutan.

Senada dengan itu, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah IV Kemendagri, Paudah, menyatakan bahwa bahasa Indonesia adalah simbol persatuan dan harus mendapat perhatian serius di tingkat daerah. “Bahasa Indonesia adalah identitas nasional. Pengawasannya bukan semata urusan regulasi, tetapi soal keteguhan kita menjaga marwah bangsa,” ujarnya.

Kemendagri mendukung penuh atas upaya Kemendikdasmen dalam mengawal implementasi regulasi pengawasan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan tata naskah dinas di instansi pemerintah dapat berjalan dengan baik. Ia menegaskan agar seluruh pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota segera membentuk tim pengawasan penggunaan bahasa Indonesia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X:x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Mendikdasmen dan Pemangku Kepentingan Berkomitmen Perkuat Kedaulatan Bahasa Indonesia di Ruang Pubik Read More »

Empat Inovasi Kemendikdasmen Tembus Final Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2025

Empat Inovasi Kemendikdasmen Tembus Final Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: /sipers/A6/VII/2025

Empat Inovasi Kemendikdasmen Tembus Final Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2025

Jakarta, 30 Juli 2025 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Empat inovasi pelayanan publik dari lingkungan Kemendikdasmen berhasil melaju ke babak final Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional Tahun 2025. Pencapaian ini menjadi bukti nyata dari komitmen Kemendikdasmen dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan, khususnya di sektor pendidikan dasar dan menengah.

Keempat inovasi tersebut adalah Kareta Sobat dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat, UKBI Adaptif dari Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, SIMFAL dari Balai Besar Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bidang Pertanian, serta Dasbor Verifikasi dan Validasi Anak Tidak Sekolah (ATS). Keberhasilan keempat inovasi ini mencerminkan hasil kerja kolektif seluruh unsur di Kemendikdasmen, serta sinergi yang terbangun dengan ekosistem pendidikan di berbagai daerah.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan masuk ke tahap final kompetisi merupakan bentuk nyata dari semangat perubahan yang selama ini terus digaungkan di dalam kementerian. “Kami sangat mengapresiasi pencapaian ini, yang merupakan bukti nyata dari upaya kolektif kami dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik dan inovatif. Keempat inovasi yang berhasil masuk babak final ini merepresentasikan komitmen kami untuk terus beradaptasi dengan perkembangan organisasi, baik dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan maupun dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital guna menghadirkan pelayanan publik yang relevan dan efektif,” ujar Suharti dalam keterangan resminya.

Kereta Sobat: Inovasi untuk Layanan Pendidikan yang Terintegrasi dan Menjangkau Pelosok

Kareta Sobat merupakan inovasi yang dirancang untuk menjangkau wilayah terpencil dengan membawa layanan pendidikan yang terintegrasi untuk siswa, guru, dan masyarakat, menggunakan kendaraan mobil pendidikan. UKBI Adaptif menawarkan pendekatan baru dalam mengukur kemahiran berbahasa Indonesia secara lisan maupun tulis melalui sistem digital berbasis teknologi adaptif, sehingga lebih efisien dan personal.

Sementara itu, SIMFAL telah dikembangkan sejak 2017 sebagai sistem pendukung pelatihan vokasi di bidang pertanian, dengan pendekatan paperless dan integrasi teknologi komunikasi yang memudahkan interaksi antara pengguna dan sistem. Inovasi terakhir, Dasbor ATS, memanfaatkan data dari sistem Dapodik dan EMIS untuk memetakan anak tidak sekolah secara akurat dan real-time, sehingga memudahkan pemerintah dalam merancang kebijakan intervensi pendidikan yang tepat sasaran dan hemat biaya.

Tentang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional

Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional yang diselenggarakan setiap tahun ini diikuti oleh ribuan inovasi dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta BUMN dan BUMD. Tahun ini, sebanyak 2.378 proposal inovasi masuk dalam sembilan kategori yang dikompetisikan. Setelah melalui serangkaian tahapan penilaian yang ketat, meliputi aspek dampak, kebaruan, keberlanjutan, dan potensi replikasi, hanya sebagian kecil yang dinyatakan layak melaju ke babak final—dan empat di antaranya berasal dari Kemendikdasmen.

Suharti menambahkan, keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran Kemendikdasmen untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat pendidikan. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk senantiasa terlibat aktif dalam mendukung peningkatan kualitas layanan publik di sektor pendidikan.

Para finalis akan memasuki tahap akhir berupa penilaian publik melalui partisipasi masyarakat pengguna layanan. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada bulan Agustus 2025. Kemendikdasmen pun optimistis bahwa langkah inovatif ini akan membuahkan hasil terbaik bagi pendidikan Indonesia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntuksemua
#KemendikdasmenRamah

Empat Inovasi Kemendikdasmen Tembus Final Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2 Read More »

Kemendikdasmen Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor, Cegah Kepunah

Kemendikdasmen Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor, Cegah Kepunahan Bahasa Daerah

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 392/sipers/A6/VII/2025

Kemendikdasmen Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor, Cegah Kepunahan Bahasa Daerah

Jakarta, 27 Juli 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), bekerja sama dengan Wacana Universitas Indonesia serta Universitas Leiden menggelar kuliah umum bertajuk “Keanekaragaman dan Kelestarian Bahasa di Indonesia: Mengeksplorasi Variasi Regional dan Pelindungan Bahasa”.

Acara yang diselenggarakan secara hibrida di Aula Sasadu, Gedung M. Tabrani Badan Bahasa dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Badan Bahasa ini, berhasil menarik partisipasi lebih dari 700 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, mahasiswa, pegiat budaya, hingga masyarakat luas. Melalui acara ini, Kemendikdasmen tekankan kolaborasi menjadi kunci dalam mencegah kepunahan bahasa daerah.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, dan lembaga pendidikan sebagai kunci utama dalam memperkuat upaya pelestarian bahasa dan sastra daerah di Indonesia. “Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini, kolaborasi sangat penting dalam upaya pelestarian bahasa daerah, agar warisan leluhur kita tidak punah,” tegasnya di Jakarta.

Pada kesempatan ini, Hafidz juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas antusiasme peserta serta kehadiran para narasumber, termasuk Nazarudin, akademisi sekaligus pegiat pelestarian bahasa dari Universitas Indonesia, dan Marian Klamer, profesor bahasa rumpun Papua dan Austronesia dari Universitas Leiden. Hal ini menandakan bahwa perhatian dan kepedulian masyarakat kita terhadap upaya pelestarian bahasa daerah telah tumbuh.

Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki keanekaragaman bahasa daerah, tercatat sebanyak 718 bahasa daerah. Bahasa daerah tersebut tidak hanya menjadi alat komunikasi, melainkan juga cerminan kekayaan budaya dan identitas bangsa. Keanekaragaman bahasa ini diibaratkan sebagai ‘taman kota’ yang penuh aneka warna, di mana setiap warna melambangkan karakter unik dari masyarakat di berbagai penjuru nusantara.

Dalam kuliah umum ini, Hafidz juga menekankan peran generasi muda sebagai pilar pelestarian bahasa daerah, yang idealnya berperan aktif melalui berbagai kegiatan budaya, lomba berbahasa daerah, serta pemanfaatan media digital dalam mengembangkan bahasa lokal melalui berbagai wadah ekspresi kekinian.

“Keberagaman bahasa di Indonesia seperti taman kota yang penuh aneka warna, masing-masing warna melambangkan karakter masyarakat dari berbagai penjuru nusantara. Generasi muda adalah kunci utama pelestari bahasa daerah, mereka perlu ditanamkan agar memiliki kecintaan terhadap bahasa ibu melalui aktivitas sehari-hari, ruang kreativitas dan apresiasi, program budaya, dan media digital,” tambahnya.

Peran Strategis Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Pemersatu Bangsa

Pada sesi diskusi menyoroti peran strategis Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa sejak Sumpah Pemuda 1928, serta gerakan “Bangga Berbahasa Indonesia, Mahir Berbahasa Indonesia, dan Maju Bersama Bahasa Indonesia”. Dominasi bahasa nasional ini juga membawa tantangan bagi keberlangsungan bahasa daerah yang mulai tergeser penggunaannya, terutama di ranah formal dan pendidikan.

Salah satu isu penting yang diangkat adalah keterbatasan pembelajaran bahasa daerah di sekolah yang masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan bahasa asing, serta kurangnya sumber daya pengajar yang kompeten di daerah terpencil. Namun, inovasi dan upaya pelestarian terus dilakukan, seperti pengembangan platform digital, permainan edukatif berbasis budaya lokal, dan sistem penerjemah otomatis yang tengah dikembangkan oleh komunitas pemuda di beberapa daerah.

Marian Klamer memaparkan betapa kompleks dan kaya ekologi linguistik Indonesia yang meliputi tidak hanya bahasa daerah dan bahasa Indonesia, melainkan juga lingua franca lokal dan ragam Melayu yang telah berkembang selama berabad-abad. Ia mencontohkan fenomena di Pulau Pantar yang kecil namun memiliki 11 bahasa lokal, menandakan keberagaman yang sangat tinggi meskipun dalam wilayah terbatas.

Selanjutnya, Nazarudin membagikan studi kasus tentang bahasa Oirata di Pulau Kisar, Maluku, yang menghadapi tantangan penurunan jumlah penutur, namun terus dilestarikan melalui inisiatif lokal dan dokumentasi intensif. Kajian dan penelitian yang telah dilakukan bertahun-tahun tersebut, telah memantik semangat dan kreativitas tokoh masyarakat setempat untuk menciptakan kamus bahasa daerah yang ada di wilayahnya agar menjadi dokumentasi penting dan media pembelajaran bagi generasi mereka.

Pada sesi tanya jawab, peserta mengajukan pertanyaan terkait dinamika bahasa di Indonesia, termasuk hubungan bahasa lokal Papua dengan bahasa Australia. Diskusi tentang strategi penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa ibu dalam keluarga multibahasa, serta pengembangan konten digital budaya yang semakin kreatif juga turut diperbincangkannya bersama nara sumber.

Kuliah umum ini dipandu oleh Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia. Di akhir sesi Dora berharap, semangat kolaborasi, inovasi, dan cinta terhadap bahasa ibu maupun bahasa nasional dapat terus dijaga oleh seluruh pemangku kepentingan. “Dengan begitu, bahasa daerah dan bahasa Indonesia tidak hanya terlestarikan tetapi juga berkembang maju sebagai warisan tak ternilai bagi bangsa,” pungkasnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X:x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor, Cegah Kepunahan Bahasa Daerah Read More »

Antusiasme Warga Rusia Pelajari Bahasa Indonesia, 149 Orang Ikuti Pembukaan Program BIPA

Antusiasme Warga Rusia Pelajari Bahasa Indonesia, 149 Orang Ikuti Pembukaan Program BIPA

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 374/sipers/A6/VII/2025

Moskow, 22 Juli 2025 —Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) membuka kembali program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Rusia. Sebanyak 149 orang pemelajar BIPA dari berbagai kalangan di Rusia akan mengikuti program pembelajaran secara daring pada level BIPA 1—BIPA 6 hingga akhir 2025.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat membuka kegiatan menekankan peran strategis bahasa Indonesia di kancah internasional. “Bahasa Indonesia kini menjadi salah satu bahasa resmi Sidang Umum UNESCO. Dengan adanya program BIPA, kita berharap makin banyak warga negara asing yang mengenal Indonesia melalui bahasanya yang nantinya akan bermanfaat untuk kepentingan pariwisata, ekonomi, budaya, dan diplomasi,” ujarnya pada Senin (21/7).

Mendikdasmen juga menyinggung semangat Trigatra Bangun Bahasa: utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing. Ia berharap BIPA menjadi wadah strategis untuk mempererat hubungan Indonesia dan Rusia yang telah terjalin erat sejak era Presiden Soekarno. “Dengan penguasaan bahasa Indonesia oleh warga Rusia dan sebaliknya, kita dapat memperkuat fondasi hubungan persahabatan kedua negara yang kaya akan sejarah dan budaya,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan pentingnya keberlanjutan program BIPA sebagai bagian dari upaya pemerintah menginternasionalkan bahasa Indonesia. Menurutnya, minat belajar bahasa Indonesia terus tumbuh secara global. Sejak 2015, Pemerintah Indonesia memberikan dukungan penuh melalui fasilitasi penyediaan pengajar dan materi ajar BIPA. Hingga Juni 2025, sebanyak 2.213 penugasan pengajar telah dilakukan untuk memfasilitasi lebih dari 200 ribu pemelajar pada 772 lembaga BIPA yang tersebar di 57 negara.

ebih lanjut, Hafidz mengatakan, peningkatan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional merupakan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 dan diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2014. Fasilitasi program BIPA kini dilakukan melalui tiga skema penugasan pengajar, yaitu penugasan pengajar dari Indonesia untuk pembelajaran secara luring (tatap muka), penugasan pengajar dari Indonesia untuk pembelajaran secara daring, dan penugasan pengajar lokal. Fasilitasi pengembangan program BIPA untuk KBRI Moskow telah dilaksanakan pada periode 2017—2020 untuk memfasilitasi lembaga penyelenggara program BIPA di Rusia yang meliputi KBRI Moskow, Lomonosov Moscow State University, dan Kazan Federal University. Kini, dengan dukungan tujuh pengajar BIPA yang akan mengajar secara daring, kelas BIPA di KBRI Moskow dibuka kembali untuk periode 21 Juli hingga 31 Desember 2025.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Jose Antonio Morato Tavares, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan minat besar terhadap bahasa Indonesia. “Saya sangat menghargai semangat para siswa. Belajar bahasa Indonesia adalah langkah awal yang penting dalam mempererat hubungan Indonesia dan Rusia. Terima kasih kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, dan semua pihak atas dukungan berkelanjutan untuk program ini. Kita semua sedang membangun jembatan persahabatan antara Indonesia dan Rusia,” ujar Dubes.

Antusiasme peserta tampak jelas saat salah satu pemelajar dari level BIPA 4 menyampaikan kesan dan harapannya. “Saya senang bisa belajar bahasa Indonesia walaupun secara online. Saya harap suatu hari nanti kami bisa bertemu langsung dengan guru dari Indonesia. Ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk lebih mengenal budaya Indonesia,” ucapnya.

Beberapa guru BIPA untuk periode Juli—Desember 2025 turut diperkenalkan dalam acara pembukaan ini, antara lain, Hilda Septriani yang mengajar kelas BIPA 1 C, Mutia Rahmatia yang mengajar kelas 1 D, Ardi Fajar yang mengajar kelas BIPA 3 dan BIPA 4, dan Wita Septiani yang mengajar kelas BIPA 5 dan BIPA 6. Acara pembukaan kelas BIPA Moskow terasa sangat lebih hangat dengan dihidangkannya sajian khas Indonesia, yaitu bakso untuk pemelajar BIPA yang hadir secara luring di KBRI Moskow. Selain itu, yang lebih membanggakan, acara itu dipandu dengan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Rusia oleh pemelajar BIPA dari Rusia yang telah fasih berbahasa Indonesia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Antusiasme Warga Rusia Pelajari Bahasa Indonesia, 149 Orang Ikuti Pembukaan Program BIPA Read More »

Kepala Badan Bahasa Dorong Generasi Muda Jaga Bahasa Indonesia

Siaran PersKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 

Nomor: 328/sipers/A6/VII/2025

Jakarta, 8 Juli 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong peran generasi muda di Indonesia dalam meningkatkan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, maupun bahasa asing. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), melalui Kantor Bahasa Provinsi Banten, menggelar Pemilihan Duta Bahasa Tingkat DKI Jakarta Tahun 2025 pada Minggu (6/7) di Balai Kota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemilihan Duta Bahasa tingkat provinsi diselenggarakan di 31 provinsi. Setelah itu, kegiatan akan dilanjutkan ke tingkat nasional di bulan Oktober 2025.

Para finalis Pemilihan Duta Bahasa Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025 menerima pembekalan berbagai materi, seperti Keterampilan Berbicara di Depan Publik, Berbahasa Indonesia yang Baik dan Benar, Dasar-Dasar Pembuatan Konten Kebahasaan dan Kesastraan di Media Sosial, Kesantunan Berbahasa di Ruang Publik, Teknik Penulisan Artikel Kebahasaan dan Kesastraan, serta Upaya Pelestarian Bahasa Daerah bagi Generasi Muda.
 
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa ajang pemilihan duta bahasa tidak sekadar sebagai rutinitas tahunan, tetapi merupakan program penting dalam mengawal upaya pengutamaan bahasa Indonesia. Generasi muda saat ini harus terus diberdayakan agar menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bahasa Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa Duta Bahasa diharapkan menjadi agen untuk melestarikan bahasa daerah sebagai kekayaan budaya bangsa agar tidak punah.
 
“Tentu upaya-upaya tersebut tidak mungkin dapat dilaksanakan oleh Badan Bahasa sendiri sehingga dukungan dan partisipasi nyata dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, terutama dari para duta bahasa, sebagai mitra dengan Badan Bahasa,” tutur Hafidz.
 
Selanjutnya, Hafidz Muksin berpesan kepada para Duta Bahasa agar tidak pernah putus asa jika belum menjadi pemenang pertama. “Karena sejatinya pemenang itu bukan hanya hadir di sini untuk mendapatkan trofi, tetapi dalam implementasi dan aktivitas nyata program krida kebahasaan dan kesastraan berikutnya. Sehingga apresiasi malam hari ini menjadi motivasi untuk terus menginspirasi aktivitas di masa yang akan datang,” lanjutnya.
 
Turut hadir dalam acara ini Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual, Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, Fajar Eko Satrio. Mewakili Gubernur DKI Jakarta, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting dan merupakan kewajiban bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menyukseskan gelaran Malam Penganugerahan Duta Bahasa Tingkat Provinsi DKI Jakarta. “Pemilihan Duta Bahasa Provinsi DKI Jakarta ini diadakan agar generasi muda aktif dalam menjaga dan memajukan bahasa negara dan daerah, sekaligus mengembangkan kebinekaan dan kemampuan global secara nyata dan berkelanjutan, termasuk selain bahasa Indonesia, ada bahasa daerah dan bahasa asing,” ujar Fajar.
 
Fajar juga menjelaskan bahwa usia Jakarta dua tahun lagi akan mencapai 500 tahun. Hal ini bisa menjadi momentum penting bahwa anak muda harus berani tampil, berinovasi, dan mampu menjadi tuan rumah, khususnya di wilayah DKI Jakarta. “Diharapkan nanti adik-adik mampu membawa bangsa ini lebih maju lagi, menjadi kebanggaan dari orang tua dan lingkungan masyarakat, dan Pemprov DKI Jakarta sangat berkepentingan menghasilkan generasi-generasi muda yang penuh semangat dan berprestasi.” Ujarnya
 
Proses Penjurian
Pemilihan Duta Bahasa Tingkat DKI Jakarta Tahun 2025 dilaksanakan dalam bentuk hibrida, dengan tahapan kegiatan yang berlangsung pada  26 April s.d. 11 Mei 2025. Setelah membuka pendaftaran, panitia melaksanakan seleksi administrasi untuk 100 pendaftar dan sebanyak 74 pendaftar lolos dalam seleksi tersebut. Selanjutnya, sebanyak 40 semifinalis dipilih untuk mengikuti seleksi UKBI dan wawancara. Setelah itu, ditetapkan 20 finalis untuk mengikuti penyusunan krida kebahasaan dan kesastraan, pembekalan, dan penilaian. Para finalis tersebut berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Bina Nusantara, Universitas Padjadjaran, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Gajah Mada, Politeknik Ketenagakerjaan, Politeknik Karya Husada, dan MAN 12 Jakarta.
 
Dalam pemilihan ini, ada beberapa tahapan penilaian finalis, yakni teknik wicara publik (pengetahuan umum kebahasaan dan kesastraan), kemampuan berbahasa asing (lisan), serta penampilan seni dan budaya. Beberapa juri yang terlibat dalam penilaian tersebut di antaranya adalah David Rizal, Liliana Muliastuti, Rika Agusmelda, Linda Cahya Wibawa, Singgih Sasongko, Intan Qomariah, dsb.
 
Malam Puncak Duta Bahasa Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025
Dalam puncak acara yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta tersebut, telah terpilih tiga pemenang terbaik dan satu pemenang terfavorit, yaitu (1) Terbaik I Putra: Dimas Cahya Ramadhan dan Terbaik I Putri: Shabrina Yasmin, (2) Terbaik II Putra: Muhammad Dzulfiqar dan Terbaik II Putri: Athallah Farah Putri,  (3) Terbaik III Putra: Gathan Razidy Malik dan Terbaik III Putri: Queena Citra, serta (4) Terfavorit Putra: Sirhan Muhammad Deyha dan Terfavorit Putri: Andi Belva Deany.

Selanjutnya, sejumlah 31 pemenang terbaik I pemilihan duta bahasa tingkat provinsi di Indonesia akan mengikuti seleksi Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2025 yang akan dihelat pada Oktober 2025.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
 
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
 

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Kepala Badan Bahasa Dorong Generasi Muda Jaga Bahasa Indonesia Read More »

Perkuat Pendidikan di Sumatera Utara, Kemendikdasmen dan Komisi X DPR RI Kunjungi Sekolah Dasar di Deliserdang

Perkuat Pendidikan di Sumatera Utara, Kemendikdasmen dan Komisi X DPR RI Kunjungi Sekolah Dasar di Deliserdang

Oleh : Agus Mulia

Deliserdang—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) gandeng Komisi X DPR RI pada Kunjungan Kerja (Kunker) Reses Masa Persidangan Sidang III Tahun Sidang 2024-2025 yang dilaksanakan di Kantor Bupati Deliserdang pada Rabu (28/5). Rapat ini membahas mengenai berbagai kondisi Provinsi Sumatera Utara, terutama mendapatkan data-data faktual bidang pendidikan, kebudayaan, pemuda, olahraga, perpustakaan, riset, dan inovasi serta statistik.

“Kunker (Komisi X DPR RI) tentunya merupakan momen yang sangat penting bagi kami,” ungkap Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan. Asri Ludin menambahkan tercatat di tahun 2024, Kabupaten Deliserdang memiliki jumlah populasi penduduk sebanyak 2.048.480 jiwa dan merupakan kabupaten dengan Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) terbesar ketiga di Sumatera Utara.

Di bidang Pendidikan, Asri menguraikan telah menjalankan program “Guru Senyum” (Guru Sejahtera, Nyaman Mengajar, Berkualitas, dan Membanggakan) yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, guru dapat mengajar dengan nyaman, dan siswa memperoleh pendidikan berkualitas serta meningkatkan kesejahteraan guru. “Kiranya hasil kunjungan ini dapat memperkuat arah pembangunan daerah selaras dengan prioritas nasional,” jelasnya.

Tak ketinggalan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Deliserdang, Mukti Ali Harahap menuturkan salah satu strategi yang telah dilakukan dalam hal mendorong literasi baca masyarakat yaitu lewat program DIBACA (Deliserdang Membaca) yang terus digalakkan oleh Pemda.

“Dengan semakin banyak dibukanya Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Deliserdang, diperlukan dukungan tambahan buku cerita cetak maupun digital terutama untuk anak-anak usia sekolah,” ujar Mukti.

Pada kesempatan itu, Anggota Komisi X DPR-RI selaku Ketua Tim Kunjungan Kerja, Sofyan Tan menyatakan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara lewat Pemerintah Daerah Kabupaten Deliserdang yang telah menyambut baik Kunker.

“Saat ini sebagian besar kementerian/lembaga telah memperoleh atau sedang mengajukan relaksasi anggaran untuk mendukung pelaksanaan program prioritas atau strategis di tengah keterbatasan anggaran,” sebut Sofyan Tan.

Sofyan juga menambahkan Komisi X DPR RI telah membentuk 2 (dua) Panja yaitu Panja Perguruan Tinggi Kementerian dan Lembaga (PTKL), serta Panja Pendidikan di Daerah 3T dan Daerah Marginal. “Lewat kolaborasi bersama Kementerian/Lembaga, khususnya Kemendikdasmen, Komisi X DPR-RI juga sedang melaksanakan proses revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, kiranya lewat Kunker ini, kami mendapat masukan yang sigifikan tentang proses revisi tersebut,” tegasnya.

Ditemui terpisah, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nomor 105334, Tanjungmorawa, salah satu sekolah yang menjadi tujuan Kunker, Lukman Hakim Saragih menceritakan permasalahan tentang sekolah yang dipimpinnya. “Permasalahan tentang kebutuhan air bersih menjadi isu utama di sekolah kami. Selain itu, kami berharap Kemendikdasmen memberikan perhatian kepada beberapa bangunan ruang kelas di sekolah yang rusak,” pungkasnya. 

Selain SDN Nomor 105334, kunjungan juga dilakukan di SDN Nomor 105855 PTPN 2 Tanjungmorawa, dan Komplek Sport Center Sumatera Utara di Deliserdang. Turut hadir mendampingi Anggota Komisi X DPR-RI dalam Kunker, Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK), Kepala Balai Besar Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bangunan dan Listrik (BBPPMPV BBL), dan Kasubbag Umum Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara.

Perkuat Pendidikan di Sumatera Utara, Kemendikdasmen dan Komisi X DPR RI Kunjungi Sekolah Dasar di Deliserdang Read More »

FTBIN 2025, Wujud Komitmen Pelestarian Bahasa Daerah melalui Upaya Kolaboratif Segenap Elemen Bangsa

FTBIN 2025, Wujud Komitmen Pelestarian Bahasa Daerah melalui Upaya Kolaboratif Segenap Elemen Bangsa

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 238/sipers/A6/V/2025

FTBIN 2025, Wujud Komitmen Pelestarian Bahasa Daerah melalui Upaya Kolaboratif Segenap Elemen Bangsa

Depok, 26 Mei 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) Tahun 2025 pada tanggal 25–28 Mei 2025. FTBIN bukan sekadar festival tahunan, tetapi juga instrumen strategis dalam kebijakan pelindungan bahasa yang dilakukan oleh Badan Bahasa.

Revitalisasi Bahasa daerah dilakukan melalui kerja sama yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, guru, komunitas, dan keluarga. Program ini bertujuan agar generasi muda kembali mengenali, menggunakan, dan mencintai bahasa ibunya. Seluruh proses dirancang agar mampu membangun sikap positif terhadap bahasa ibu sebagai bagian dari jati diri bangsa.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu`ti, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya peradaban bangsa Indonesia. Penyelenggaraan acara FTBIN Tahun 2025 merupakan rangkaian acara yang diselenggarakan di seluruh tanah air dalam rangka mewariskan nilai-nilai budaya dan kemahiran berbahasa daerah kepada generasi penerus bangsa.

”Penyelenggaraan FTBIN sebagai upaya dalam rangka mewariskan nilai-nilai budaya dan kemahiran berbahasa daerah kepada anak-anak kita. Ini juga sebagai bagian dari upaya kita bersama-sama untuk menjaga, melestarikan, dan bahkan mengembangkan bahasa daerah,” ujarnya di Gedung Merah Putih, Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM), Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat pada Senin (26/5).

Pengembangan Bahasa Daerah Melalui Dua Jalur

Indonesia memiliki lebih dari 718 bahasa daerah yang tersebar di seluruh wilayah nusantara, menjadikannya salah satu negara dengan keragaman bahasa tertinggi di dunia. Namun, sebagian besar bahasa tersebut kini berada dalam kondisi rentan atau terancam punah. Hilangnya satu bahasa berarti hilangnya satu cara pandang, satu pengetahuan lokal, dan satu identitas budaya. Oleh karena itu, pelestarian bahasa daerah menjadi bagian penting dari upaya memperkuat jati diri bangsa Indonesia.

Mendikdasmen menjelaskan, melalui FTBIN, Kemendikdasmen berkomitmen untuk bahasa daerah dapat dikembangkan melalui dua jalur. Pertama, jalur pendidikan formal dalam bentuk kurikulum muatan lokal yang bisa diberikan pelajaran bahasa daerah di masing-masing daerah. Kedua, penggunaan bahasa daerah dan budaya daerah di dalam maupun di luar sekolah yang diintegrasikan sebagai bagian dari kegiatan kokurikuler atau hidden curriculum yang melekat pada 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) khususnya kebiasaan bermasyarakat.

”Nilai dan kemahiran berbahasa daerah bisa ditanamkan melalui keluarga dan masyarakat yang dengan itu anak-anak kita tetap memiliki kemampuan dan kebanggan berbahasa Indonesia, mampu berbahasa daerah, dan menguasai bahasa asing,” ucap Menteri Mu`ti.

Ditambahkan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mengungkap bahwa faktanya, pembelajaran kelas awal yang dilakukan dengan bahasa daerah, dinilai lebih efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran. ”Dalam rangka melestarikan bahasa daerah, saya mengusulkan dan harus dikuatkan agar bahasa daerah dijadikan sebagai bahasa pengantar di tahun pertama karena penelitian membuktikan, pembelajaran dengan bahasa daerah itu jauh lebih efektif sebagai penguatan,” terangnya pada kesempatan yang sama.

Tentang FTBIN 2025

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin menyampaikan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) menjadi bagian dari perayaan Hari Pendidikan Nasional yang berlangsung setiap Mei. Festival ini merupakan ajang selebrasi nasional bagi para juara dan peserta terbaik Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat provinsi yang berasal dari 38 provinsi. “FTBIN menjadi ajang yang sangat dinantikan dan didambakan oleh para tunas bahasa Ibu, untuk menampilkan kreatiivitas dan prestasi berbahasa daerah yang mereka raih di tingkat provinsi” ujar Hafidz

Sebagai bagian dari keberlanjutan program Revitalisasi Bahasa Daerah, FTBIN 2025 menjadi puncak dari proses pembinaan yang dilaksanakan sepanjang tahun 2024. Sebanyak 114 bahasa daerah/dialek dari 38 provinsi telah direvitalisasi melalui pendekatan berbasis komunitas, pendidikan, dan seni pertunjukan. Dari proses tersebut, terpilih 114 peserta terbaik (siswa SD dan SMP) yang menampilkan pertunjukan dalam bahasa daerah mereka. Mereka yang disebut sebagai “tunas bahasa ibu” menjadi simbol generasi pewaris yang siap menjaga dan menghidupkan kembali warisan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.

Apresiasi Komisi X DPR atas Penyelenggaraan FTBIN

Komisi X DPR RI mengapresiasi program FTBIN yang diselenggarakan Badan Bahasa sebagai bentuk perhatian terhadap pelestarian bahasa daerah yang sebagiannya telah mengalami kepunahan karena tidak ada penuturnya. ”Kami mengapresiasi pemerintah daerah yang telah memasukkan mata pelajaran bahasa daerah di dalam muatan lokal. Kami harap ke depannya, apa yang sudah dirintis oleh Badan Bahasa ini juga diikuti dengan pengadaan guru-guru yang cukup dalam melestarikan bahasa daerah di Indonesia. Kami yakin, keberagaman (bahasa) bukan menjadi penghalang melainkan suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia,” tutur Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

FTBIN 2025, Wujud Komitmen Pelestarian Bahasa Daerah melalui Upaya Kolaboratif Segenap Elemen Bangsa Read More »

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 234/sipres/A6/V/2025

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu

Brunei Darussalam, 25 Mei 2025—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) mengikuti Forum Ketua Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (Mabbim) yang resmi dibuka pada 23 Mei 2025 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Perwakilan MABBIM dari Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia serta pemerhati dari Singapura. Suasana pembukaan forum berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Para delegasi hadir dengan tekad mempererat kerja sama kebahasaan di kawasan serantau.

Ketua Mabbim Indonesia dalam hal ini, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum ini. Ia mengungkapkan bahwa forum ini merupakan keberlanjutan dari Sidang Eksekutif Mabbim ke-59/Forum Ketua Mabbim pertama yang dilaksanakan di Bogor pada September 2023. “Forum Ketua Mabbim menjadi bentuk nyata dari kesungguhan tiga negara dalam memperkuat kerja sama trilateral di bidang bahasa. Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam memartabatkan bahasa Indonesia dan bahasa Melayu,” ungkapnya dalam pembukaan yang berlangsung pada Jumat (23/5).

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu

Hafidz menegaskan pentingnya forum ini sebagai wadah strategis untuk menjaga keharmonisan bahasa dan budaya serumpun. Bahasa Indonesia dan bahasa Melayu adalah warisan budaya bangsa yang harus diutamakan di masing-masing negara dan dikembangkan sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang. Kerja sama trilateral melalui diplomasi bahasa menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan global. “Sinergi kebahasaan di negara anggota Mabbim ini diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang sesuai dengan kebutuhan di era digital,” pungkas Hafidz pada Sabtu (24/5).

Berbagai agenda penting dibahas dalam forum ini. Salah satu agenda utama adalah laporan Musyawarah Sekretariat Mabbim Tahun 2024 dan agenda untuk Pertemuan Tiga Menteri yang menjadi forum koordinasi tingkat tinggi. Pernyataan Bersama Mabbim juga dirancang untuk memperkuat arah kebijakan bersama di bidang kebahasaan di masa depan. Selain itu, Forum ini juga mendiskusikan beberapa program baru seperti Penataran Korpus Leksikografi dan Leksikologi yang bertujuan untuk meningkatkan keahlian dalam pengelolaan korpus dan penyusunan kamus. Hal ini sejalan dengan kebutuhan pengembangan ilmu kebahasaan yang mutakhir.

Mabbim Malaysia turut mempresentasikan pembaruan terhadap Tatakerja Mabbim. Dokumen tersebut dimutakhirkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program. Sementara itu, Mabbim Brunei Darussalam menyampaikan pemutakhiran Panduan Penyelenggaraan Forum Ketua Mabbim. Kedua pembaruan ini diharapkan mempermudah koordinasi antarnegara dan efektivitas implementasi program bersama. Program-program Mabbim dirancang untuk mendukung pemajuan bahasa di kawasan serantau.

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu

Ketua Perwakilan Mabbim Malaysia, Tuan Haji Mohammad Johari bin Hasan, dalam sambutannya menekankan pentingnya mengadakan Pertemuan Menteri antarnegara anggota Mabbim. “Pertemuan ini bukan saja berperan sebagai medan untuk mengukuhkan komitmen serta kerjasama serantau dalam bidang kebahasaan, tapi boleh dimanfaatkan sebagai landasan untuk memberikan penerangan menyeluruh berkenaan visi, tujuan, dan program-program utama Mabbim,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dengan pelibatan Menteri dari tiga negara, dukungan terhadap agenda Mabbim akan lebih kuat dan efektif. Langkah ini diharapkan memperkokoh dasar dan arah kebijakan bahasa yang berpadu serta berteraskan jati diri kawasan.

Lebih lanjut, dalam konteks kemajuan teknologi dan globalisasi, Johari menilai kerja sama kebahasaan yang erat menjadi semakin penting. Malaysia menegaskan kesiapannya untuk terus aktif dalam inisiatif bersama yang memajukan bahasa serumpun di pentas antarabangsa.

Ketua Perwakilan Brunei Darussalam, Tuan Haji Awang Suip bin Abdul Wahab, merasa terhormat menjadi tuan rumah Forum Ketua MABBIM dan menyambut hangat kehadiran semua delegasi. Menurutnya, forum ini sebagai langkah penting dalam memperkuat kembali kerja sama bahasa Melayu dan bahasa Indonesia melalui penjenamaan semula MABBIM. “Forum Ketua Mabbim Pertama telah menghasilkan banyak usulan yang bermanfaat, dan kini diperlukan tindakan yang jelas agar hasilnya nyata. Diskusi kali ini diharapkan melahirkan ide segar dalam semangat persaudaraan dan cinta terhadap bahasa,” ujarnya.

Ketua MABBIM Brunei Darussalam menekankan pentingnya forum ini sebagai wadah memperkukuh budaya serumpun dan memerlukan dukungan kebijakan politik serta masyarakat. Ia juga mengajak semua pihak mengembangkan bahasa Melayu dan bahasa Indonesia ke ranah digital secara strategis agar tetap relevan di era modern. Dengan lebih 40 tahun keterlibatan Brunei dalam MABBIM, banyak keberhasilan yang telah diraih, dan kini saatnya melangkah lebih jauh secara objektif dan inklusif. Forum ini diharapkan mencapai mufakat dan menghasilkan keputusan bersama yang kuat untuk masa depan bahasa di kawasan.

Pemerhati dari Singapura, Dr. Nuraini binti Ismail sangat terkesan dengan semangat kebersamaan yang tumbuh di Mabbim. Bahasa tidak sekadar menjadi media komunikasi, namun telah menjadi alat diplomasi di negara serumpun. “Mabbim dapat mengampil peran penting, dalam upaya pengutamaan bahasa negara khususnya pada generasi muda,” ujarnya.

Pertemuan Tiga Menteri yang Menaungi Urusan Kebahasaan

Pertemuan tiga menteri negara anggota Majelis Bahasa Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia (MABBIM) dalam Sidang Pelindung Mabbim 2025 akan menjadi tonggak penting dalam upaya penguatan kerja sama kebahasaan di kawasan serantau. Para Menteri, yakni Menteri Kebudayaan Brunei Darussalam, Menteri Pendidikan Malaysia, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, akan menandatangani Pernyataan Bersama sebagai bentuk komitmen kolektif dalam memajukan serta menginternasionalkan bahasa Indonesia dan bahasa Melayu. Momen ini amat signifikan karena menjadi yang pertama sejak Komunike Bersama terakhir yang ditandatangani hampir dua dekade lalu, tepatnya pada 31 Juli 2006.

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu

Pertemuan para Menteri sekaligus untuk menggelar Sidang Pelindung Mabbim 2025 direncanakan berlangsung pada bulan Oktober 2025 bertepatan dengan perayaan Bulan Bahasa, sekaligus bersinergi mendukung dengan pencanangan kedaulatan bahasa Indonesia. Selain Sidang Pelindung Mabbim akan dilaksanakan pula Seminar antarbangsa Mabbim. Seminar ini menjadi momentum strategis menegaskan posisi dan peran bahasa serumpun di tingkat regional maupun global.

Dukungan penuh dari negara anggota semakin memperkuat optimisme atas hasil sidang ini. Baik Malaysia maupun Brunei Darussalam telah menyatakan kesediaan untuk mengirimkan delegasi tingkat tinggi dari negara masing-masing. Sementara itu, Singapura juga akan turut berpartisipasi melalui kehadiran pakar-pakar bahasa dalam seminar antarbangsa Mabbim. Bersama-sama, negara-negara tersebut menunjukkan kesungguhan dalam memperkuat kerja sama bahasa yang berlandaskan pada sejarah dan jati diri bersama.

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemdikbud.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikbud.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu Read More »

Kebinekaan Bahasa Daerah “Simalungun”

Kebinekaan Bahasa Daerah “Simalungun”

Oleh : Sahril

Dalam buku The Austronesian languages oleh Robert Blust (2013), pada bagian Daftar Bahasa Austronesia, diterakan adanya “Bahasa Batak, Simalungun” sebagai salah satu bahasa dari rumpun austronesia. Di buku ini, tidak dikatakan bahwa bahasa Simalungun merupakan dialek dari bahasa Batak. Jumlah bahasa daerah berdasarkan daerah, di Kabupaten Simalungun terdapat dua bahasa daerah (Statistik Kebahasaan dan Kesastraan 2021). Pada tahun 2023, jumlah penduduk Simalungun adalah sebanyak 1.035.920 jiwa (2023) (laki-laki sebesar 521.262 jiwa, perempuan sebanyak 514.658 jiwa). Kabupaten ini mayoritas dihuni oleh masyarakat suku asli Batak Simalungun. Selain itu Batak Toba, Karo, Mandailing, Angkola, dan Pakpak, suku pendatang Jawa, Minangkabau, Aceh, Tionghoa, Melayu, Nias, Sunda, dan lainnya. Secara administratif Kabupaten Simalungun terdiri atas 32 kecamatan, 386 desa, 27 kelurahan.


Pada kegiatan pengambilan data kebinekaan bahasa daerah ini, yang menjadi lokusnya adalah Desa Sondi Raya Kecamatan Raya di mana jumlah penduduknya sebanyak 2.279 jiwa (telah dilakukan oleh tim KKLP Molinbasra, yaitu Rosliani, Nurelide, dan Lolabora Tarigan pada tgl 2—5 Mei 2025). Selanjutnya, adalah Desa Sarimatondang Kecamatan Sidamanik dengan jumlah penduduk sebanyak 4.579 jiwa. Yang dilakukan pengambilan datanya pada tanggal 10—13 Mei 2025 oleh Tim KKLP Molinbasra, yaitu Sahril, Nurelide, dan Lolabora Tarigan. Sama dengan pengambilan data sebelumnya pada pengambilan data ini juga mengacu pada daftar tanyaan yang terdiri atas 200 kosakata dasar swadesh. Kemudian ditambah dengan kosakata budaya dasar menurut bidang terdiri atas 52 kosakata bagian tubuh, 11 kata ganti sapaan dan acuan, 25 kosakata sistem kekerabatan, 36 kosakata kehidupan desa dan masyarakat, 48 kosakata rumah dan bagian-bagiannya, 40 kosakata peralatan dan perlengkapan, 52 kosakata makanan dan minuman, 68 kosakata tanah, halaman, dan pepohonan, 88 kosakata binatang, 76 kosakata musim, keadaan alam, dan arah, 36 kosakata penyakit dan pengobatan, 87 kosakata kata sifat dan warna, 20 kosakata mata pencaharian, 28 kosakata pakaian dan perhiasan, 9 kosakata permainan, 98 kosakata gerak dan kerja, 52 kosakata bilangan, dan 25 kosakata kata tugas. Selanjutnya, pada bagian struktur frasa, frasa nominal, verbal, adjektiva, dan adverbial, yang terdiri atas 26 kosakata frasa nominal, 9 kosakata frasa verbal, 58 kosakata frasa adjektiva, dan 16 kosakata frasa adverbial. Sehingga jumlah keseluruhan tanyaan untuk kosakata itu sebanyak 1.191 kosakata.

Empat orang responden dipilih yaitu Bapak Rosul Damanik, Syahrial Damanik, Hokkop Jonson Damanik, dan Wilson Sinaga. Sebelum mengisi tanyaan tersebut, tim menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan peta kebinekaan ini, yaitu untuk pemutakhiran, karena selama ini Bahasa Simalungun masih masuk dalam dialek bahasa Batak. Sementara, banyak tuntutan masyarakat dan penutur, termasuk juga dalam Perda No 8 Tahun 2017 tentang Pengutamaan Bahasa Indonesia, Pelindungan Bahasa Daerah dan Sastra Daerah. Bahasa Simalungun sudah merupakan Bahasa tersediri, bukan lagi bagian bahasa Batak, sebagaimana dalam data peta bahasa Badan Bahasa bahwa Sumatera Utara hanya didaftar tiga bahasa, yaitu Batak, Melayu, dan Nias. Sementara dalam Perda ada 8 bahasa, yaitu Melayu, Batak Toba, Nias, Simalungun, Karo, Pakpak, Angkola/Mandailing, dan Pesisir Sibolga-Tapteng.

Jadi, harapan dan maksud dari kegiatan peta kebinekaan ini adalah untuk pemutakhiran data, apakah mungkin “bahasa Simalungun” ini menjadi bahasa, bukan lagi dialek dari bahasa Batak.
Harapan dan maksud ini hanya tercapai bila data yang diperoleh ketika dibandingkan dengan data bahasa selingkungan menunjukkan perbedaan yang signifikan, atau kalau menurut kajian leksikostatistik harus mencapai 80% tingkat perbedaannya.

Kebinekaan Bahasa Daerah “Simalungun” Read More »

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 213/sipers/A6/V/2025

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

Semarang, 12 Mei 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), menggelar rangkaian kegiatan strategis dalam rangka penguatan literasi dan sastra, serta revitalisasi bahasa daerah di Jawa Tengah.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, hadir dan menyapa langsung para pemenang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan komunitas literasi dan sastra. Para tunas muda sangat antusias serta bahagia mendapatkan kejutan kehadiran Wamen Fajar.

Dalam sambutannya, Fajar menekankan pentingnya pemanfaatan media digital dalam pelestarian bahasa daerah. Bahasa daerah menghadapi tantangan serius di era digital, karena anak-anak lebih akrab dengan bahasa gaul. Bahasa daerah juga sudah tidak lagi banyak digunakan di lingkungan keluarga, karena orang tua berasal dari suku yang berbeda, sehingga menggunakan bahasa Indonesia.

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

“Hal ini juga menjadi peluang, dengan cara manfaatkan media sosial, kemas dalam bentuk menarik. Bicarakan isu anak muda dalam bahasa daerah. Itu bisa menjadi gerakan viral yang menyenangkan,” ujar Wamen Fajar di Semarang, Minggu (11/5).

Wamen Fajar juga menyoroti perlunya penggunaan bahasa daerah sebagai pengantar pembelajaran pada kelas awal. Berdasarkan hasil penelitian dan kajian, pembelajaran menggunakan bahasa daerah di kelas dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi lebih baik. “Penggunaan bahasa daerah yang efektif dalam pembelajaran telah menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam pencapaian peserta didik secara keseluruhan,” tegas Wamen Fajar.

Wamen Fajar juga berharap para tunas muda tidak sekadar sebagai tunas, namun bisa tumbuh subur laksana pohon yang akan berbuah dan bermanfaat bagi masyarakat sebagai agen pelestari bahasa daerah ke generasi selanjutnya. “Kita semua punya peran. Pemerintah, sekolah, keluarga, dan komunitas harus bersinergi,” ujarnya.

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

Acara ini juga menjadi panggung penghargaan bagi 28 pemenang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025. Mereka tampil sangat memukau, sekaligus didokumentasikan untuk kampanye nasional jelang dilaksanakannya Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Nasional (FTBIN) yang akan dilaksanakan di Jakarta pada akhir Mei 2024.

Bantuan Pemerintah bagi Komunitas Pegiat Literasi dan Sastra

Selain temu sapa dengan Wamen Fajar, kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi bantuan pemerintah (Banpem) tahun 2025 untuk komunitas literasi dan komunitas sastra. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kapabilitas komunitas, memperluas jangkauan, memperkuat sinergi, serta memberikan apresiasi kepada komunitas yang aktif dan berdampak.

Kegiatan diikuti oleh perwakilan komunitas literasi dan sastra dari Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Demak, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Purbalingga. Hadir pula Dinas Pendidikan, DPRD Kabupaten Semarang, dan mitra strategis lainnya.

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

Di hadapan para komunitas pegiat literasi dan komunitas sastra, Wamen Fajar menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan dukungan komunitas litarasi dan sastra dalam meningkatkan budaya literasi. “Dengan dukungan dari komunitas literasi dan sastra, maka kerja Kemendikdasmen semakin optimal,” imbuhnya.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa sastra dan literasi adalah kekuatan penting dalam pembangunan karakter bangsa. Sastra membentuk nalar dan nilai serta karakter. Komunitas literasi dan sastra adalah pilar penting dalam peran partisipasi semesta mencerdaskan generasi emas. “Bantuan pemerintah ini adalah bentuk dukungan dan kehadiran pemerintah terhadap partisipasi masyarakat dalam peningkatan literasi dan pengembangan sastra. Untuk itu, pengelolaannya harus efisien, efektif, dan tertib administrasi,” pesan Hafidz.

Lebih lanjut, Hafidz mengungkapkan bahwa tahun ini, sebanyak 100 komunitas pegiat literasi akan menerima bantuan dengan total alokasi 50 juta rupiah. Bagi komunitas sastra akan mendapatkan bantuan pemerintah dengan jumlah maksimal 100 juta rupiah, sedangkan sastrawan dengan pengabdian minimal 40 tahun akan mendapatkan bantuan sebesar 25 juta rupiah, dan minimal 50 tahun akan mendapatkan bantuan 40 juta rupiah.

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

Koordinator FTBM Purbalingga, Parimim, menyambut baik program bantuan bagi komunitas literasi. Ia menyampaikan adanya inisiatif program Menulis Desa yang melibatkan masyarakat untuk menulis kisah tentang kampung halamannya. “Kami berharap banpem tersebut dapat digunakan untuk penerbitan karya hasil dari program Menulis Desa. Ini bukan hanya soal menulis, tapi juga melestarikan identitas lokal dan memperkuat kebanggaan terhadap asal-usul,” ungkapnya.

Sementara itu, Norman seorang pegiat literasi dari Salatiga menyoroti pentingnya mengenalkan anak-anak pada buku digital. “Anak-anak sudah akrab dengan gawai, tapi belum terbiasa mengakses buku digital. Sinergi antara komunitas, sekolah, dan orang tua sangat diperlukan untuk menggerakkan literasi digital,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Semarang, Musyarofah menegaskan dukungan legislatif terhadap kegiatan literasi dan sastra di tengah keterbatasan anggaran. Pihaknya akan terus mendukung program-program kreatif yang memberikan manfaat untuk masyarakat.

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah
Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah
Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah Read More »