Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara

Berita

Konsolnas Dikdasmen 2025, Wadah Pemangku Kepentingan Perkuat Komitmen Kolektif Bangun Pendidikan

Konsolnas Dikdasmen 2025, Wadah Pemangku Kepentingan Perkuat Komitmen Kolektif Bangun Pendidikan

Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 182/sipers/A6/IV/2025

Konsolnas Dikdasmen 2025, Wadah Pemangku Kepentingan Perkuat Komitmen Kolektif Bangun Pendidikan

Konsolnas Dikdasmen 2025, Wadah Pemangku Kepentingan Perkuat Komitmen Kolektif Bangun Pendidikan

Depok, 28 April 2025 – Dalam rangka mewujudkan pendidikan dasar dan menengah yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan di seluruh Indonesia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (Konsolnas Dikdasmen) Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan wadah penting bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan, baik di tingkat pusat maupun daerah, mitra pembangunan, sektor swasta, hingga komunitas masyarakat bidang pendidikan, untuk menyamakan persepsi, membangun kerangka kerja bersama, serta memperkuat komitmen kolektif dalam mengatasi tantangan pendidikan nasional.

Melanjutkan pembangunan pendidikan Indonesia sebagai upaya bersama yang berkelanjutan, Konsolidasi Nasional tahun ini mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Tema ini menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen bangsa untuk mengakselerasi peningkatan kualitas pendidikan yang merata di berbagai lapisan masyarakat.

Konsolnas Dikdasmen 2025, Wadah Pemangku Kepentingan Perkuat Komitmen Kolektif Bangun Pendidikan

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya dukungan lintas sektor untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. “Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai bagian dari upaya Kemendikdasmen untuk mendorong partisipasi, peran serta, dan dukungan dari seluruh pihak dalam menyukseskan program-program kami untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ujar Mendikdasmen saat membuka acara di Depok, Jawa Barat, Senin (28/4).

“Mudah-mudahan kehadiran Bapak/Ibu menjadi langkah awal kita untuk bersinergi, saling bekerja, dan mendukung visi Pendidikan Bermutu untuk Semua,” tambah Mendikdasmen.

Konsolnas Dikdasmen 2025, Wadah Pemangku Kepentingan Perkuat Komitmen Kolektif Bangun Pendidikan

Senada dengan itu, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, meyakini bahwa keterlibatan seluruh elemen masyarakat secara aktif dan menyeluruh untuk meningkatkan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi semua orang tentunya membutuhkan kerja sama yang erat.

“Membangun sinergi antarpemangku kepentingan pendidikan dalam upaya mencapai target-target pambangunan, khususnya di bidang pendidikan dasar menengah, sangatlah penting untuk menyatukan visi dan strategi,” ucap Hetifah.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan bahwa Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah tahun ini melibatkan dari berbagai latar belakang, baik pemangku kepentingan pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun organisasi masyarakat dan mitra pembangunan. “Melalui perhelatan besar ini, kami berharap nilai gotong royong dalam membangun pendidikan sudah dapat diwujudkan dengan memberikan masukan untuk kebijakan dan program tahun 2025,” ujarnya.

“Terminologi konsolidasi digunakan karena kita akan fokus pada apa yang akan kita kerjakan ke depan, melalui berbagai kebijakan dan program yang sudah direncanakan. amun masih membutuhkan dukungan dari semua untuk kesuksesan pelaksanaannya,” urai Suharti.

Konsolidasi Nasional ini akan membahas berbagai isu strategis dalam bidang pendidikan, antara lain 1) Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan untuk Semua; 2) Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan; 3) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB); 4) Rapor Pendidikan dan Tes Kemampuan Akademik (TKA); 5) Tata Kelola Guru dan Status Kepegawaian Guru; 6) Layanan Pendidikan di Wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T); 7) Layanan Pendidikan Inklusif; 8) Pendidikan Karakter; 9) Kedaulatan Bahasa Indonesia dan Revitalisasi Bahasa Daerah; serta 10) Rancangan Rencana Strategis Kemendikdasmen 2025–2029.

Kegiatan ini akan berlangsung pada 28 s.d. 30 April 2025 di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, dengan rangkaian acara yang meliputi 1) pameran pendidikan; 2) penyampaian kebijakan strategis dari berbagai narasumber di tingkat nasional; dan 3) sidang komisi dengan 8 isu utama pendidikan dasar dan menengah.

Konsolnas Dikdasmen 2025, Wadah Pemangku Kepentingan Perkuat Komitmen Kolektif Bangun Pendidikan

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Konsolnas Dikdasmen 2025, Wadah Pemangku Kepentingan Perkuat Komitmen Kolektif Bangun Pendidikan Read More »

Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia: Pemerintah Daerah Bersinergi Wujudkan Kedaulatan Bahasa Indonesia

Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia: Pemerintah Daerah Bersinergi Wujudkan Kedaulatan Bahasa Indonesia

Siaran Pers: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 174/sipers/A6/IV/2025

Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia: Pemerintah Daerah Bersinergi Wujudkan Kedaulatan Bahasa Indonesia

Jakarta, 25 April 2025 – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan dukungan penuh terhadap Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia. Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam peluncuran Permendikdasmen di Plaza Insan Pendidikan Berprestasi, Gedung A, Kantor Kemendikdasmen pada Jumat, (24/5). Pedoman ini menjadi tonggak penting dalam upaya menjaga kedaulatan bahasa Indonesia.

Dukungan Kemendagri ini menguatkan peran pemerintah daerah yang sangat penting dalam pengutamaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan identitas nasional. Kemendagri juga mendorong pemerintah daerah dengan menginisiasi para gubernur, bupati, dan walikota dalam menyusun regulasi yang mengatur pengutamaan bahasa Indonesia di dalam dokumen resmi dan ruang publik. “Kegiatan pengawasan penggunaan bahasa Indonesia dapat menjadi program dan diusulkan anggarannya dalam RAPBD di daerah masing-masing” ujar Titi Karnavian.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa  Permendikdasmen ini menjadi landasan kuat bagi pemerintah daerah untuk melaksanakan pengawasan secara sistematis dan terintegrasi sehingga bahasa Indonesia dapat tetap menjadi bahasa pengantar utama dan alat pemersatu bangsa yang efektif di semua lapisan masyarakat. Dengan adanya pedoman ini, pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat budaya berbahasa Indonesia, khususnya di dunia pendidikan dan pelayanan publik agar generasi muda lebih bangga dan mahir menggunakan bahasa Indonesia.

Mendagri juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat memerlukan dukungan dari seluruh daerah untuk menyukseskan kebijakan terkait kedaulatan bahasa Indonesia. “Tantangannya adalah bagaimana cara membawa mereka dalam satu kapal yang sama untuk satu pikiran dalam rangka untuk mengutamakan bahasa Indonesia sekaligus penjaga kedaulatan bangsa, dan jangan sampai kita kehilangan identitas,” ujar Tito Karnavian. 

Tito juga menyoroti pentingnya penghargaan terhadap bahasa-bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Namun, ia menegaskan bahwa bahasa Indonesia tetap harus diutamakan sebagai bahasa resmi dan bahasa pemersatu bangsa, terutama dalam acara formal. 

Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Hetifah Sjaifudian, mengapresiasi upaya pengutamaan dan penertiban penggunaan bahasa Indonesia, terutama melalui peluncuran Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025 yang mempermudah pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009. 

Ia menyoroti percampuran bahasa Indonesia dengan bahasa asing dalam percakapan sehari-hari menyebabkan masyarakat kurang bangga saat berbahasa Indonesia sehingga diperlukan upaya serius untuk mengutamakannya. Oleh karena itu, ia mengajak semua orang menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, khususnya di ruang publik, lembaga pemerintahan, dan dunia usaha.

“Mudah-mudahan kita terus berupaya mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing,” ujar Hetifah Sjaifudian. Ia pun menegaskan, “DPR RI pun siap dalam kunjungan-kunjungan ke daerah untuk bersama melakukan kegiatan sosialisasi maupun pembinaan. Dengan penggunaan bahasa yang mengutamakan bahasa Indonesia. Kita bersama bisa menjaga kedaulatan bangsa ini dengan semangat Trigatra Bangun Bahasa.” 

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat

Sekretariat Jenderal

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemdikbud.go.id

X: x.com/Kemdikdasmen

Instagram: instagram.com/kemendikdasmen

Facebook: facebook.com/kemendikdasmen

YouTube: KEMDIKDASMEN

Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikbud.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua 

#KemendikdasmenRamah

Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia: Pemerintah Daerah Bersinergi Wujudkan Kedaulatan Bahasa Indonesia Read More »

Memaknai Perjuangan Sosok Kartini sebagai Upaya Pemajuan Pendidikan Indonesia

Memaknai Perjuangan Sosok Kartini sebagai Upaya Pemajuan Pendidikan Indonesia

Siaran Pers: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menenga

Nomor: 168/sipers/A6/IV/2025

Memaknai Perjuangan Sosok Kartini sebagai Upaya Pemajuan Pendidikan Indonesia

Jakarta, 22 April 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (Badan Bahasa), menggelar bedah buku Seri Ketiga Inspirasi Kartini dan Kesetaraan Gender di Indonesia. Acara ini merupakan bagian penting dalam memaknai perayaan Hari Kartini dalam rangka memperjuangkan kesetaraan gender bagi perempuan dan pemikirannya untuk pemajuan pendidikan Indonesia.

“Mengenang Kartini laksana api yang terus menyala untuk menerangi ibu pertiwi. Sebagai pahlawan yang memperjuangkan emansipasi, meneladani sosok Kartini menjadi makna penting wanita Indonesia sebagai upaya ikut serta memajukan pendidikan melalui peningkatan budaya literasi,” ungkap Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin saat membuka acara, di Jakarta Senin (21/4).

Melalui bedah buku ini, Hafidz menuturkan bahwa Badan Bahasa ingin mengajak masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda untuk menggali pemikiran, ide cemerlang, dan berbagai karya tulis Kartini sebagai bekal menghadapi era modern dan globalisasi. Lebih lanjut, buku yang ditulis dalam tiga seri ini, menurut Hafidz, patut menjadi referensi dan menjadi sumber inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Kami ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut serta menyukseskan acara ini. Mengingat pentingnya buku Kartini, kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan dari bedah buku seri satu dan dua yang telah diadakan sebelumnya pada awal tahun 2025, dan seri ketiga ini kita laksanakan tepat pada Hari Kartini tahun 2025,” tutur Hafidz.

Dalam sambutan sekaligus membuka acara, Hafidz turut menyoroti tentang peran penting perempuan sebagai agen perubahan pemajuan bangsa. Menurutnya, sosok Kartini merupakan contoh nyata bentuk upaya pendidikan karakter anak bangsa yang tumbuh melalui peran ibu atau perempuan.

“Kartini berprinsip bahwa perempuan dapat meraih potensi tanpa harus meninggalkan identitasnya sebagai seorang perempuan. Selamat mengikuti acara bedah buku dan semoga banyak praktik baik yang dapat kita ambil maknanya serta diimplementasikan untuk memajukan bangsa Indonesia,” pungkas Hafidz.

Sebagai sosok perempuan dalam Kabinet Merah Putih, Sri Mulyani, selaku Menteri Keuangan turut menyampaikan sambutannya melalui rekaman video. Ia mengatakan bahwa buku Trilogi Kartini merupakan tulisan yang diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia. 

“Kehadiran buku ini adalah upaya kita bersama untuk menggali agar terus memotivasi dalam memajukan bangsa melalui sosok Kartini. Dengan mengungkap dan membedah buku ini, kita akan melihat dan merenungi 179 surat dan artikel memo yang sudah di terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia,” ucap Sri Mulyani.

Tentang Buku dan Makna Sosok Kartini

Sebagai penulis buku Trilogi Kartini, Wardiman Djojonegoro, menjelaskan bahwa buku ini merupakan hasil penjelajahannya saat masih SMP yang menemukan buku dalam bahasa Belanda yang memuat surat-surat Kartini. Sejak saat itu, Wardiman memiliki motivasi agar semangat dan cita-cita Kartini harus diteruskan dan menjadi sumber inspirasi untuk bangsa Indonesia.

“Lebih dari 100 surat Kartini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan termuat di buku ini. Peluncuran seri ketiga buku Kartini ini akan menegaskan relevansi perjuangan Kartini dengan masa kini, khususnya tentang kesetaraan gender dan perannya dalam berbagai bidang termasuk bidang pendidikan,” papar Wardiman.

Sementara itu, salah satu narasumber acara, Meutia Hatta, menyampaikan, “Kartini merupakan salah satu tokoh terkemuka dalam Gerakan emansipasi Perempuan Indonesia. Beliau telah memperjuangkan hak Perempuan Indonesia untuk memperoleh Pendidikan agar mampu mandiri, mendobrak tradisi yang mengekang Perempuan pada abad 19 hingga memasuki abad 20,” ujarnya.

Baginya, Kartini memang tidak berumur Panjang, namun pemikirannya menunjukkan peranan beliau sebagai pendekar kemajuan Perempuan dan merintis apa yang sekarang kita sebut pemberdayaan Perempuan Indonesia. “Kartini tepat dijadikan pahlawan nasional Indonesia,” sambung Mantan Menteri Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak era Kabinet Indonesia Bersatu.

Selanjutnya, sebagai generasi muda yang hadir dalam acara bedah buku, Salsabila Amanda Putri, merasa bangga dapat berpartisipasi di acara dengan membaca salah satu surat Kartini. Duta Bahasa Provinsi Sumatera Barat tahun 2023 ini juga mengatakan bahwa acara bedah buku ini sangat menginspirasi dan menggugah semangat dalam membangun percaya diri para kaum wanita muda Indonesia.

“Melihat perkembangan saat ini, perjuangan Kartini bisa kita lakukan dengan menyuarakan konten literasi di sosial media. Dengan konten yang positif tersebut pesan dan makna sosok Kartini dapat tersampaikan dan menjangkau khalayak yang lebih luas,” ujar Amanda.

Terkait pembacaan surat Kartini, ia merasa terharu dengan isi surat tersebut. Menurutnya, perjuangan Kartini masa itu sangatlah tidak mudah dan tentunya perlu keberanian dan tekad yang tinggi untuk menembus cita-cita. “Beruntungnya, kami sebagai generasi muda tidak menghadapi situasi sulit tersebut. Semoga sosok Kartini terus menginspirasi seluruh masyarakat Indonesia di setiap generasi,” tutupnya.

Dalam acara bedah buku ini, turut dilakukan diskusi panel dengan menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu penulis buku Trilogi Kartini, Wardiman Djojonegoro; Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabinet Indonesia Bersatu, Meutia Farida Swasono; dan Sastrawan, Linda Christanty. Selain itu, sebagai rangkaian acara para peserta juga diajak untuk menyanyikan lagu ”Ibu Kita Kartini” dan mendengarkan pembacaan sejumlah surat Kartini oleh perwakilan Duta Bahasa.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Memaknai Perjuangan Sosok Kartini sebagai Upaya Pemajuan Pendidikan Indonesia Read More »

Festival Tunas Bahasa Ibu: Menyemai Cinta dan Warisan Budaya dengan Merawat Bahasa

Oleh: Rizka Aulia

Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, turut mendukung program Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, dengan melaksanakan perayaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Sumatera Utara pada 13—16 November 2024 di Hotel Le Polonia, Medan.

Di tengah derasnya arus globalisasi, FTBI hadir sebagai bentuk kepedulian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU) untuk menyeimbangkan dan menghidupkan kembali rasa bangga terhadap kekayaan bahasa dan budaya di Sumatera Utara. Sumatera Utara dengan keanekaragaman etnis, budaya, dan bahasa menjadi panggung yang tepat bagi tunas bahasa ibu untuk memamerkan kebolehannya.

Sebelum sampai pada tahap FTBI hari ini, berbagai tahapan telah dilaksanakan oleh Kelompok Kepakaran Layanan Profesional Pelindungan dan Pemodernan Bahasa dan Sastra (KKLP Molinbastra) BBPSU. Tahapan dimulai dengan Rapat Koordinasi Antarinstansi, Diskusi Kelompok Terpumpun dengan Pakar dan Maestro, Peningkatan Kompetensi Guru Utama, Pengimbasan oleh Guru-Guru di kabupaten/kota, Pemantauan dan Evaluasi oleh KKLP Molinbastra BBPSU, Pelaksanaan FTBI tingkat kabupaten/kota, hingga sampailah pada Puncak Perayaan FTBI Tingkat Provinsi.

Tahapan yang sama sekali tidak singkat. Oleh karena itu, pada puncak FTBI ini sebanyak 168 siswa sudah seharusnya merayakan dan turut bersenang-senang selama kegiatan berlangsung. “Marilah kita berikan apresiasi kepada anak-anak kita yang telah berbahagia, bersenang-senang, berlatih, dan merevitalisasi bahasa daerah mereka. Karena aktor utama pada revitalisasi bahasa daerah ini adalah tunas muda yang telah menggunakan bahasa daerah dalam berbagai permainan dan media dengan penuh sukacita dan penuh kegembiraan.” Ujar Hidayat Widiyanto, Kepala BBPSU dalam sambutannya. Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, mewakili Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Roedy Fahrizal. Roedy menyampaikan, “Anak-anak, janganlah merasa rendah diri ketika menggunakan bahasa daerah. Karena di suatu masa nanti, bahasa daerah akan semakin langka penggunaannya. Maka, di sinilah peran kalian sebagai tunas bahahsa ibu menjadi tonggak penerus warisan bahasa dan budaya yang ada di Sumatera ini. Banggalah terhadap bahasa dan budaya yang kalian miliki.”

BBPSU bersama 12 kabupaten/kota melaksanakan revitalisasi bahasa daerah Melayu dialek Panai, Melayu dialek Sorkam, Melayu dialek Asahan, Melayu dialek Langkat, Batak dialek Angkola, Batak dialek Toba, Batak Simalungun, dan Bahasa Nias yang juga merupakan daerah yang turut andil dalam FTBI kali ini. Siswa-siswi tunas bahasa ibu menampilkan 7 jenis kegiatan, membaca dan menulis aksara daerah, menulis cerita pendek, membaca dan menulis puisi (sajak), mendongeng, pidato, menyanyi atau tembang tradisi, serta komedi tunggal.

FTBI lebih dari sekadar panggung pertunjukan kebolehan. Dalam kemeriahan dentingan musik, gemuruh puisi, lelucon komedi tunggal, tersirat sebuah harapan bahwa bahasa ibu akan terus hidup dalam percakapan sehari-hari dan terpatri dalam setiap generasi.

Bahasa ibu adalah salah satu jantung dari keberagaman yang ada di Sumatera Utara. Melalui FTBI, harapannya siswa dapat lebih menghargai, bangga, dan turut andil dalam merawat bahasa daerah. Bermodalkan bahasa daerah, para siswa mencetak prestasi bergengsi tingkat provinsi yang nantinya akan tercatat dalam Pusat Prestasi Nasional. Syaiful Bahri, M. Hum., mewakili Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra dalam penguatannya menyampaikan “Anak-anak yang kami banggakan, sebagai tunas bahasa ibu kalian sudah sepatutnya bangga, karena dengan bermodalkan bahasa daerah kalian mampu mencetak prestasi yang akan ditorehkan dalam Pusat Prestasi Nasional.”

Sebagai penutup, FTBI merupakan cermin bagi sebuah bangsa yang sadar akan akar budayanya, yang menyadari bahwa bahasa ibu adalah jembatan penghubung antara masa lalu dan masa depan. Sebuah perjalanan yang tak hanya mengingatkan kita pada kisah nenek moyang, tetapi juga memberi kesadaran untuk terus merawat keberagaman dengan bahasa sebagai petunjuk dan budaya sebagai pijakan.

Festival Tunas Bahasa Ibu: Menyemai Cinta dan Warisan Budaya dengan Merawat Bahasa Read More »

Berbahasa Cerdas untuk Generasi Emas sebagai Dukungan Terhadap Pilar Kedaulatan Indonesia

Salah satu pilar kedaulatan Indonesia dikukuhkan melalui bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia mengawal perjalanan bangsa Indonesia menuju masa generasi emas. Kita akan mengisi kemerdekaan dengan capaian-capaian yang membanggakan, baik untuk kesejahteraan bangsa Indonesia maupun kekuatan yang tangguh dalam berdiplomasi di dunia internasional. Tentu hal tersebut tidak akan hadir dan terjadi jika tidak diikhtiarkan dan diperjuangkan. Kondisi akan terjadi sebaliknya jika bangsa ini tidak akan menyadari untuk bangkit dan menjawab tantangan tersebut. Salah satu ikhtiar sebagai penguatan dan pengukuhan kedaulatan itu diusahakan melalui pembangunan bahasa.

Oktober dimaknai sebagai bulan kesadaran dalam membangun tanah air, membangun bangsa, dan menguatkan bahasa persatuan. Kesadaran ini selalu diterjemahkan oleh Badan Pengebangan dan Pembinaan Bahasa melalui berbagai program untuk mengajak masyarakat terlibat dalam pengukuhan bahasa sebagai pilar kedaulatan bernegara. Pengukuhan ini diupayakan dalam berbagai aktivitas masyarakat, yang salah satunya diejawantahkan dalam perayaan Bulan Bahasa dan Sastra 2024.

Semarak Bulan Bahasa 2024 dipenuhi dengan gelaran kegiatan yang bernuansa kolaborasi dan koordinasi antarmitra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Pelibatan masyarakat dalam berbagai aktivitas dilakukan, di antaranya melalui Pemilihan Duta Bahasa, Lomba Mendongeng bagi Penyandang Disabilitas Netra, Lomba Cerdas Mengulas Buku, Penghargaan Sastra, Apresiasi Giat UKBI, Festival Musikalisasi Puisi, Lomba Monolog Pesan Pujangga, Penghargaan Wajah Bahasa, Festival Handai Indonesia, Menjalin Indonesia, Anugerah Tokoh Cermat Berbahasa Indonesia, Festival Film Pendek Berbahasa Daerah, Malam Puncak Bulan Bahasa 2024.

Pada rangkaian Bulan Bahasa 2024 secara internal dilakukan pula Rapat Koordinasi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang diikuti pimpinan unit kerja, Tim Tata Laksana dan Kepegawaian, Tim Perencanaan dan Pelaporan, serta Tim Porseni. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 26–29 Oktober 2024 di Hotel Sultan, Jakarta dengan topik “Mengukuhkan Program dan Organisasi untuk untuk Kedaulatan Bahasa”. Kehadiran narasumber Kepala Badan Bahasa, E. Aminudin Aziz, Deputi Bidang Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan, Bappenas RI, Amich Alhumami, Vivi Andriani, Kepala Biro Perencanaan Kemendikbudristek, Abdulah Faqih, Kepala Biro Ortala Kemendikbudristek, Perwakilan dari Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu, Avviz Elfarij, menyuplai energi, keyakinan, dan komitmen bahwa dinamika perubahan organisasi tidak menyurutkan langkah Badan Bahasa untuk makin menggelorakan kedaulatan bahasa Indonesia dan kelestarian bahasa daerah. Kehadiran Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Kepala BBPSU, Kasubbag Umum, Tim Penyusun Program, Anggaran dan Pelaporan, Tim Hukum dan Tata Laksana, dan Tim Porseni membuktikan bahwa BBPSU siap menyongsong tahun 2025 dengan komitmen meningkatkan layanan kebahasaan melalui program-program kebahasaan yang berkualitas.

Pada 27 Oktober 2024 Badan Bahasa juga menggelar Pekan Olahraga dan Seni 2024 yang diikuti semua satuan kerja di lingkungan Badan Bahasa. Dalam rangkaian kegiatan tersebut Tim Porseni BBPSU juga memberikan kekuatannya dalam berbagai mata lomba, di antaranya gerak jalan, senam aerobik, futsal, catur, tenis meja, bulu tangkis, menulis puisi dan cerpen, dan berkaraoke. Dalam berbagai mata lomba tersebut Tim BBPSU menunjukkan taringnya,  terlihat dari berbagai kontribusi dalam pemenangan cabang gerak jalan santai, catur, dan drama. Semua pegawai BBPSU yang mendukung langsung kegiatan tersebut memberikan kontribusi positif dalam menyukseskan porseni perdana ini.

Tim BBPSU juga memberikan kekuatannya dalam mengikuti upacara hari Sumpah Pemuda di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, mendukung Pameran Kebahasaan dan Kesastraan 2024 dengan memamerkan produk BBPSU dan menjadi petugas dalam pameran itu. Berbagai buku cerita anak terjemahan dan berbagai kamus berbahasa daerah di wilayah Sumatera Utara turut menjadi materi pameran yang dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Pengguntingan pita dilakukan setelah Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2024. Hidayat sebagai petugas membantu memberikan penguatan kepada pengunjung, khususnya siswa-siswa SD, dalam menerima informasi tentang pengiriman buku bacaan bermutu ke seluruh Indonesia dan pemanfaatannya. Anak-anak SD sangat antusias menerima informasi tersebut yang diselingi dengan berbagai permainan dan penguatan konsep literasi. 

Pada Puncak Bulan Bahasa diumumkan produk dan capaian Badan Bahasa, pemenang berbagai lomba kebahasaan dan kesastraan, serta hadirnya Yura Yunita sebagai pemantik gema BBS 2024.

Ayo, gelorakan semangat “Berbahasa Cerdas bagi Generasi Emas”. (yt/hw)

Berbahasa Cerdas untuk Generasi Emas sebagai Dukungan Terhadap Pilar Kedaulatan Indonesia Read More »

A

“Selamat berjuang, Nak! Tidak perlu khawatir tentang hasil. Kami sudah menyaksikan proses kalian. Kini saatnya kalian menikmati perjalanan baru dan perbanyaklah teman!” demikianlah pesan sederhana yang mengantarkan kami, Agus dan Fatimah, menuju gerbang perjalanan yang baru, Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2024.

Pada tanggal 7 Juni 2024 gema riuh para pendukung setiap jagoan mengudara dalam dekap gemerlap rembang petang penganugerahan pemilihan Duta Bahasa Provinsi Sumatera Utara Tahun 2024. Pada malam itu segala tanggung jawab dan amanah dititipkan kepada kami sebagai pasangan atas nama Agus Salam dan Fatimah Raudatul Fadhilah yang kerap disapa Frasa, dua insan Terbaik I Duta Bahasa Provinsi Sumatera Utara. Kukuh harapan membentang di atas pundak yang mulanya sempat terlihat rapuh sebab menopang kuat setengah mati. Namun, seakan diberi pemantik cahaya api untuk tetap terus mengobarkan semangat oleh puluhan tangan yang merangkul dalam proses tumbuh ini. Kami begitu siap melangkahkan kaki. Setelah resmi dinobatkan, tentu sudah menjadi kewajiban bagi jiwa dan raga untuk mewakili Sumatra Utara melanjutkan estafet perjuangan di kancah nasional. 

Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional dilaksanakan untuk melahirkan generasi muda yang siap menerjemahkan dan menyelaraskan cita-cita pemuda Angkatan 1928 dalam tindakan nyata sesuai dengan dinamika perkembangan zaman. Duta Bahasa diharapkan mampu memantik peran dalam memantapkan fungsi bahasa Indonesia guna memperkuat jati diri dan daya saing bangsa. Pemilihan ini diadakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sejak tahun 2006 yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Penilaian Duta Bahasa Tingkat Nasional tidak hanya dinilai berdasarkan kemampuan berbahasa, tetapi juga meliputi berbagai aspek, yaitu Laporan Krida Kebahasaan dan Kesastraan, Teknik Wicara Publik, Kemampuan Berbahasa Asing, Kepribadian/Psikologi, Penampilan Seni dan Budaya, Penulisan Artikel Kebahasaan dan Kesastraan, serta Pembuatan Konten Kebahasaan dan Kesastraan.

Duta Bahasa diharapkan dapat menjadi teladan dalam berbahasa, memperkenalkan keindahan bahasa Indonesia, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian bahasa dan budaya. Melalui Duta Bahasa generasi muda diharapkan mampu mengeksplorasi makna bahasa dan nilai-nilainya serta menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Pada tahun ini Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional dilakukan di Kota Metropolitan, Jakarta. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Jakarta masih menjadi tempat untuk melaksanakan perhelatan kompetisi berskala nasional ini. Kompetisi Duta Bahasa Tingkat Nasional tidak hanya berfungsi sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana untuk menyalakan lentera bahasa di tengah hiruk-pikuk kehidupan urban.

Bagai memupuk benih dengan seutuh hati, segala hal menuju Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2024 telah dipersiapkan begitu matang, dari pelaksanaan krida kebahasaan dan kesastraan, persiapan substansi teknik wicara publik, pelatihan kemampuan berbahasa asing, pelatihan seni dan budaya, penulisan artikel kebahasaan dan kesastraan, pembuatan konten kebahasaan dan kesastraan, serta busana yang akan dikenakan. Seluruh rangkaian persiapan menuju Dubasnas telah dibantu oleh berbagai pihak, dari Bapak/Ibu Pegawai Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU), Kakak/Abang Ikatan Duta Bahasa Sumatera Utara (Ikadubas Sumut), Rekan Duta Bahasa Sumatera Utara 2024 yang diberi nama Gigit Kuda, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara, serta Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Utara yang kini terikat dalam balutan hangat kata “keluarga”.

Penutup bulan Agustus menjadi saksi kehangatan Dubas Sumut bersama BBPSU. Persiapan keberangkatan Dubasnas dipenuhi isak haru yang tak terbendung kala itu. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, berangkat membawa nama besar Dubas Sumut, BBPSU, dan Provinsi Sumatra Utara dalam dekap kami. Pesan-pesan sederhana yang dititipkan menjadi sokong kuat pijak kaki melewati perjalanan dan kekuatan besar kami untuk melangkah tanpa ragu.

Langkah tegap kami dimulai pada Minggu, 1 September 2024, satu hari sebelum Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2024 dimulai. Keberangkatan kami diantarkan dengan meriah oleh keluarga dan Dubas Sumut 2024. Meski terdapat sedikit pilu pada batas pelepasan, ada kekuatan dari setiap pasang sorot mata dan rangkulan hangat yang diberikan sebagai bekal semangat untuk berjuang. Air mata pun menetes lagi tanpa sengaja saat membaca satu per satu pesan pada ketinggian beribu-ribu kaki di atas permukaan laut yang penuh dengan ucapan semangat, harapan, dan doa baik dari bapak dan ibu pegawai BBPSU, pelatih persiapan Dubasnas, abang dan kakak Ikadubas Sumut, Gigit Kuda, serta teman dan sanak saudara. Jantung pun mulai berdegup kencang saat mendarat di Jakarta. Kami memutuskan untuk menginap satu malam di Hotel Menara Peninsula untuk beristirahat menenangkan pikiran dan beradaptasi dengan hiruk-pikuk keramaian ibu kota.

Tanpa terasa, hari itu pun tiba, di sinilah perjalanan dimulai. Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional  Tahun 2024 dibuka secara resmi pada 2 September 2024 oleh Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si. dan menyampaikan harapan kegiatan ini berjalan lancar sebagaimana mestinya dan melahirkan generasi muda yang siap berkontribusi untuk menjaga bahasa. Dengan disematkannya samir Duta Bahasa Nasional 2024 kepada Pak Lurah dan Bu Lurah Angkatan 2024 sebagai perwakilan, resmi pula seluruh perwakilan dari 31 provinsi menjadi bagian dari Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2024.

Keesokan harinya, kami mengikuti berbagai rangkaian penilaian, yaitu Teknik Wicara Publik, Kemampuan Berbahasa Asing, dan Evaluasi Konten. Pada Teknik Wicara Publik, kami mendapat tema “Cerdas Berbahasa pada Era Digital” dan diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan dari Dewan Juri, Gadis Bianca Anindhita. Setelah memaparkan gagasan dan opini kami pada Teknik Wicara Publik di balai riung, kami langsung diarahkan ke ruangan yang selanjutnya untuk melaksanakan uji Kemampuan Berbahasa Asing. Pada uji Kemampuan Berbahasa Asing, kami diberi kesempatan untuk menjawab seluruh pertanyaan dari dewan juri, yaitu Bapak Tio Noverandi Jonah, Bapak Erdipa Wirengjurit, dan Ibu Endang Nadiasari.

Setelah selesai menjawab pertanyaan dari dewan juri, kami diarahkan kembali untuk memasuki balai riung untuk mendengarkan Evaluasi Konten Kebahasaan di Media Sosial oleh Uda Ivan Lanin, Mas Tri Indira, dan Mas Riza Sukma. Menurut Mas Riza, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan konten, yaitu intonasi, artikulasi, tempo bicara, serta kaidah penulisan sulih teks. Selain itu, catatan penting yang harus diperhatikan adalah dalam pembuatan konten, pesan harus tersampaikan dengan utuh. Menurut Mas Tri Indira, kualitas visual audio, komposisi skrip dan visual, data fakta, resolusi, serta ajakan bertindak yang tidak menggurui, ringan, dan menghibur tak kalah penting dalam pembuatan konten. Uda Ivan menambahkan dalam pembuatan konten sangat dibutuhkan kreativitas yang menghibur untuk menyampaikan informasi  yang ingin disampaikan kepada penonton.

Setelah mendengarkan evaluasi konten dari ketiga dewan juri, kami melanjutkan kegiatan selanjutnya, yaitu persiapan koreografi penampilan malam puncak. Pada persiapan koreografi, kami dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu Canopus, Capella, dan Vega. Fatimah berada pada kelompok Canopus, sedangkan Agus berada pada kelompok Vega. Meski hari itu sungguh begitu padat dan hampir tak ada waktu untuk beristirahat, tetapi kami tetap menjalaninya dengan penuh semangat.

Pada hari ketiga Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2024 dilanjutkan penilaian Laporan Krida Kebahasaan dan Kesastraan serta Evaluasi Artikel Kebahasaan dan Kesastraan. Pada saat pemaparan krida kami mempresentasikan krida yang telah kami laksanakan, yaitu Petualangan Terjemah Kata (Peta) Edisi Bahasa Karo. Kami mendapat pertanyaan dari salah seorang dewan juri, yaitu Ibu Katarina. Setelah seluruh finalis memaparkan krida, ketiga dewan juri artikel, yaitu Bapak Hilmi Faiq, Bapak Setyo Untoro, dan Bapak Maryanto diundang untuk berdiskusi mengenai artikel yang telah dikumpulkan dan dinilai. Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan artikel sebagai berikut.

  1. Paragraf terlalu panjang, dalam satu paragraf tidak boleh lebih dari lima kalimat. Setiap paragraf harus memiliki ide.
  2. Judul dan lead adalah kunci utama untuk menarik pembaca. Usahakan jangan membuat pembaca bosan di awal.
  3. Lebih konsisten dalam penulisan.
  4. Jangan lupa membuat fakta atau fenomena yang terjadi saat ini dan ditambahkan dengan sudut pandang, pendapat, atau teori.
  5. Opini sering terasa klise.
  6. Ide sudah menarik dan harus bisa meyakinkan pembaca.
  7. Jangan menggunakan bahasa yang kaku, gunakanlah bahasa sendiri.
  8. Perhatikan kembali penulisan huruf miring dan huruf kapital.
  9. Aspek kalimat masih tidak efektif, penempatan subjek dan predikat masih keliru.
  10. Tidak perlu memaksakan untuk menghubungkan krida dalam pembuatan artikel.

Setelah selesai mendengarkan pemaparan dari ketiga dewan juri, kami melanjutkan latihan koreografi untuk persiapan malam puncak. Pada malam itu, kami juga saling berbagi bingkisan dari setiap provinsi sebagai tanda kasih yang akan kami ingat selamanya.

Tanpa terasa, sudah tiba hari terakhir penilaian. Tes Kepribadian/Psikologi dan Penampilan Seni dan Budaya adalah penilaian terakhir dari berbagai rangkaian penilaian selama karantina. Pada Penampilan Seni dan Budaya, penampilan dari seluruh finalis disaksikan melalui siaran langsung Youtube dan Instagram. Pada kesempatan tersebut, kami menampilkan sebuah tari kreasi “Mirat Berpantang” yang menceritakan tentang gadis Melayu dengan paras rupawan yang gemar menari. Kecantikan itu membawanya kepada “Mirat Berpantang”, yaitu cermin yang menyimpan mudarat. Ia kerap sekali menatap wajahnya dengan cermin di mana pun dan kapan pun. Hingga pada akhirnya, ia menemukan cermin di suatu tempat. Seperti biasa, sang gadis jelita menatapi wajahnya yang indah dan menari dengan anggun. Tanpa disadari, ia terhasut dan diperdaya oleh pantangan yang sejak lama terkurung dalam cermin. Sang gadis dikendalikan untuk melakukan ritual pembebasan ruh dalam cermin. Setelah pembebasan, ia kembali diperdaya dan jatuh cinta dengan ruh pantangan. Ia merasakan bahagia sampai akhirnya ruh mengikatnya untuk mengambil aura rupawannya. Penampilan tersebut ditonton langsung oleh Bapak Hidayat Widiyanto selaku Kepala BBPSU dan Kak Namira selaku Sekretaris Ikadubas Sumut. Bapak dan ibu pegawai BBPSU, abang dan kakak Ikadubas Sumut, serta Gigit Kuda turut meramaikan siaran langsung dan membagikan keseruannya dalam menyaksikan penampilan kami.

Tiba saatnya di pengujung acara, yaitu Malam Puncak Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2024. Pada malam itu, Kepala BBPSU serta Kakak dan Abang Ikadubas Sumut turut membersamai kami.  Suatu kehormatan bagi kami terpilih menjadi 10 Nomine Duta Bahasa Nasional Terfavorit dan diberi kesempatan untuk menyampaikan gagasan kami di atas panggung yang megah. Pada malam itu kami mendapat pertanyaan dari salah satu dewan juri kehormatan, Dr. H. Dede Yusuf Macan Effendi, S.T., M.I.Pol. Kami yakin dan percaya, kesempatan berharga yang kami dapatkan itu adalah hasil kerja keras bersama dan doa yang tiada henti diucapkan oleh bapak dan ibu pegawai BBPSU, abang dan kakak Ikadubas Sumut, Gigit Kuda, serta sahabat dan keluarga kami yang tak dapat disebutkan satu per satu.

Mewakili Sumatra Utara tentu saja menjadi sebuah kehormatan yang sangat membanggakan. Berdiri bersama 60 Finalis Duta Bahasa Nasional yang merupakan putra dan putri terbaik Duta Bahasa dari seluruh provinsi di Indonesia merupakan pengalaman yang membuat merinding setiap kali mengingatnya. Seluruh kerja keras ini telah dipersiapkan oleh mereka di balik layar yang selalu hangat menunggu kepulangan kami.

“Kali ini hanya sekeping perjuangan yang akan menjadi bagian sejarah hidup kalian. Perjuangan masih panjang dan ini adalah gerbang pintu masuk kalian untuk berkiprah kembali ke pangkuan BBPSU bersama kawan-kawan lain untuk berkarya,” demikianlah pesan yang disampaikan oleh Kepala BBPSU kepada kami. Perasaan yang tidak dapat dideskripsikan oleh kata-kata, bangga dan bersyukur untuk menjadi bagian dari keluarga ini. Terima kasih untuk tidak pernah meninggalkan, selalu mendampingi kami untuk proses bertumbuh bersama.

Menyatukan tali silaturahmi dengan 60 finalis lainnya sebagai tujuan utama sudah dilaksanakan. Bersama dengan mereka, kami menghabiskan detik-detik yang tersisa dengan mengunjungi wisata ibu kota sambil bertukar cerita untuk mempererat ikatan persahabatan dan mengukir kenangan abadi dalam sebuah potret. Adiwarna Bahasa Nusantara (Arwana) adalah nama angkatan yang kami buat untuk dapat terus mengenang perjalanan indah selama pemilihan. Perjalanan singkat penuh makna sudah selesai diakhiri dengan perpisahan. Sungguh pengalaman yang tak pernah terbayang oleh sukma bertemu dengan orang-orang yang memiliki cerita hebatnya masing-masing untuk bisa melangkah menjadi bagian dari Duta Bahasa Nasional. Di pengujung perpisahan, dalam hangatnya malam, kami merasakan kekuatan persatuan dan keberagaman yang telah mengikat kami dalam perjalanan ini. Ucapan selamat tinggal yang dipenuhi rasa syukur menjadi akhir sebuah perpisahan menyalakan sinar kehangatan untuk melanjutkan perjalanan kami kembali ke tempat asal masing-masing.

Sebuah kisah perjalanan yang dipenuhi kehangatan telah mengukir kenangan tak terlupakan selama menuju Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2024. Semoga cahaya ini terus bersinar terang benderang, membawa kami, Agus dan Fatimah menuju masa depan yang cerah dan penuh harapan untuk menjadi generasi yang rupawan karena bahasa. Salam Literasi!

A Read More »

LOBI DAN LOBI-LOBI*

Oleh: Hidayat Widiyanto

Puan dan Tuan yang budiman, topik politik menurut sebagian orang merupakan bahasan yang menarik. Penggunaan kata dalam ranah politik sering kita dapatkan melalui media massa elektronik maupun media massa cetak. Sering ditemukan kata lobi di media massa Indonesia.   Contoh, (1) Fraksi itu melakukan lobi agar calon yang diusung terpilih menjadi ketua. Sering terdengar juga kata lobi yang merujuk pada tempat, seperti contoh (2) Andre menunggu tamunya di lobi hotel. Ranah penggunaan lobi tersebut berbeda. Contoh pertama berhubungan dengan aktivitas politik dalam proses pengambilan keputusan, sedangkan contoh kedua berhubungan dengan tempat atau bagian dari lokasi bangunan. Untuk mengetahui lebih banyak tentang penggunaan kata/istilah lobi, silakan cermati secuil informasi berikut ini.

Jika ditilik maknanya,  kata lobi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tertulis lobi bukan lobby. Kata lobi dalam bahasa Indonesia diserap dari kata lobby dalam bahasa Inggris. Kata itu memiliki dua makna, yaitu (1) ‘ruang teras di dekat pintu masuk hotel, bioskop, dan sebagainya, yang dilengkapi dengan perangkat meja kursi, yang berfungsi sebagai ruang duduk atau ruang tunggu’; (2) ‘kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memengaruhi orang lain dalam kaitannya dengan pemungutan suara menjelang pemilihan ketua suatu organisasi, seperti parlemen dan partai politik’. Jadi, itulah dua pengertian atau makna kata lobidalam bahasa Indonesia.

Setelah mengenal kata lobisebagai sebuah kegiatan, tentu akan diturunkan menjadi kata turunan, melobi, pelobi, pelobian, dan lobian. Kata tersebut diturunakandari kata yang diambil dari makna atau pengertian yang kedua, yaitu ‘kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memengaruhi orang lain dalam kaitannya dengan pemungutan suara menjelang pemilihan ketua suatu organisasi, seperti parlemen dan partai politik’. Kata melobi bermakna ‘melakukan lobi’ atau ‘melakukan pendekatan secara tidak resmi’.  Kata pelobi bermakna ‘orang yang melakukan lobi’.  Kata pelobian memiliki dua makna. Pertama, pelobian bermakna ‘proses, cara, perbuatan menghubungi atau melakukan pendekatan (terhadap pejabat pemerintah atau pemimpin politik) untuk memengaruhi keputusan atau masalah yang  dapat menguntungkan sejumlah orang; usaha untuk mempengaruhi pihak lain dalam memutuskan suatu perkara atau soal, biasanya dengan berunding secara tidak resmi atau secara pribadi’. Kedua, pelobian dalam bidang politik bermakna ‘bentuk partisipasi politik yang mencakup usaha individu atau kelompok untuk menghubungi para pejabat pemerintah atau pemimpin politik dengan tujuan memengaruhi keputusan atau masalah yang dapat menguntungkan sejumlah orang’. Sedangkan, lobian bermakna ‘hasil dari proses melakukan lobi’. Tentu saja, kata yang bermakna pertama ‘ruang teras di dekat pintu masuk hotel, bioskop, dan sebagainya, yang dilengkapi dengan perangkat meja kursi, yang berfungsi sebagai ruang duduk atau ruang tunggu’ tidak memili turunan kata.

Dapat dipastikan bahwa kata lobidengan makna kedua itu muncul karena adanya lobi dengan makna pertama, yaitu lobi sebagai tempat; dengan kategori nomina. Kamus bahasa Inggris Merriam-Webster merekam kata lobby yang berarti ruang terbuka yang luas di dekat dan di luar pintu masuk sebuah bangunan untuk umum, seperti di hotel atau di bioskop itu pertama kali digunakan pada tahun 1593. Kata lobby dengan arti berusaha untuk memengaruhi pejabat pemerintah untuk membuat keputusan tentang sesuatu atau dengan arti berusaha mendapatkan apa yang diinginkan dengan berbicara kepada para pembuat keputusan ini pertama kali digunakan pada tahun 1837. Kata ini berkategori verba.

Penggunaan kata lobi dalam bahasa Indonesia mulai dikenal dalam bahasa Indonesia bersamaan dengan dikenalnya bangunan tertentu di Indonesia, seperti hotel atau bioskop dengan konsep modern. Itu untuk kata lobidalam makna pertama. Kata itu digunakan secara umum. Kata lobidengan makna kedua lebih banyak digunakan dalam ranah politik. Oleh karena itu, muncul istilah lobi politik seperti contoh sebelumnya.

Lantas, bagaimana cara menulis lobi. Kata lobi ditulis dengan l/o/b/i. bukan l/o/b/b/y. Selain itu, kata lobiyang berkategori nomina dituliskan berbeda dengan kata lobi berkategori verba ketika bertemu dengan imbuhan pasif di-. Di sini kita membedakan di sebagai  imbuhan atau sebagai kata depan. Di sebagai imbuhan berhubungan dengan imbuhan me-: melobi-dilobi. Di- yang sebagai imbuhan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Di- pada Agar pembahasan undang-undang itu berjalan dengan cepat, pemerintah telah dilobi oleh DPR ditulis serangkai dengan kata lobi. Di pada Mereka bertemu di lobi sebelum pergi untuk makan malam merupakan kata depan. Penulisannya dipisah atau diberi spasi dengan kata lobi yang mengikutinya. Kata depan di dapat diganti dengan dari dan ke: dari lobi dan ke lobi.

Selanjutnya, dikenal juga lobi-lobi yang bermakna lain. Jika sebelumnya dikenal lobi-lobi dalam ranah politik, berikut ini adalah lobi-lobi dalam ranah dunia ilmu Biologi. Lobi-lobi dalam khazanah ilmu Biologi bermakna ‘pohon yang tingginya 5—15 m, daunnya berbentuk bulat telur, daun mudanya berwarna merah muda, buahnya dapat dimakan; Flacourtia inermis’. Oleh karena itu, kata atau istilah  lobi-lobi juga memiliki dua makna yang berbeda. Yang pertama adalah kata reduplikasi dari kata lobi yang memiliki makna ‘melakukan lobi berkali-kali’ dan makna kedua adalah ‘nama pohon tertentu’. Jadi, jika Tuan atau Puan belajar bahasa Indonesia, selain keakuratan dalam pemaknaan diperlukan juga keakuratan penulisan ejaan. Keakuratan tersebut akan menunjukkan kompetensi Puan dan Tuan dalam berbahasa Indonesia.  Begitu juga, jika Puan dan Tuan sebagai tokoh politik, bisa jadi Tuan dan Puan akan dilobi di lobi hotel yang di tamannya ditanam lobi-lobi.

LOBI DAN LOBI-LOBI* Read More »

SEGARKAN KEMBALI YANG SUDAH LAYU

Kerisauan menyelimuti perasaan guru-guru SMK Negeri 1 Pantai Cermin siang itu. Pasalnya, tuntutan penyelenggaraan program literasi di depan mata, tetapi semangat berliterasi di sekolah ini sudah lama layu. Majalah dinding sudah pernah dibuat, tetapi tidak ada yang melihat. Konten kreatif sudah dijadikan alternatif pembelajaran, tetapi siswa ogah-ogahan. Buku-buku di perpustakaan tersedia, tetapi yang membaca tidak ada. Bagaimana?

“Saat ini rapor pendidikan SMK Negeri 1 Pantai Cermin tentang literasi masih berwarna merah,” ujar Drs. Abdul Malik, M.Pd., Kepala SMK Negeri 1 Pantai Cermin. “Namun, kali ini kita akan mencoba memperbaikinya bersama Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara,” tambahnya.

Untuk menjawab kegelisahan para guru tentang program literasi tersebut, pada Rabu, 7 Agustus 2024, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU) mengirimkan dua narasumber ke SMK Negeri 1 Pantai Cermin. Dua narasumber ini merupakaan Penelaah Teknis Kebijakan BBPSU, Retno Andriani dan Melani Rahmi Siagian. Kedua narasumber ini memberikan penguatan literasi sekaligus pengenalan alat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) kepada 22 orang peserta lokakarya yang terdiri atas guru dan tenaga kependidikan (tendik).

Dalam paparannya, Retno mengajak para guru dan tendik untuk menyegarkan kembali semangat berliterasi di sekolah. Guru dan tendik dapat berkolaborasi dengan siswa untuk membentuk tim literasi sekolah (TLS). TLS dapat membahas program-program yang sekiranya cukup efektif untuk diterapkan di sekolah. “Dengan melibatkan siswa, kita dapat membuat program literasi yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Kalau satu siswa tidak suka menulis, bisa saja ia suka membuat poster atau konten kreatif,” jelas Retno.

Menyambung paparan Retno, Melani juga mengajak peserta lokakarya untuk mengenal UKBI. UKBI dapat mengukur tingkat kemahiran berbahasa Indonesia seseorang. “UKBI mengukur kemampuan sintas, sosial, vokasional, dan akademik penutur bahasa Indonesia,” ungkap Melani. Semakin tinggi predikat yang didapatkan dari UKBI, semakin tinggi pula tingkat literasi orang tersebut. UKBI dapat menjadi langkah awal yang diambil oleh sekolah dalam upaya menyegarkan kembali semangat berliterasi. Para peserta lokakarya cukup antusias dengan paparan dari kedua narasumber. Kepala sekolah berharap kegiatan lokakarya ini bermanfaat dan program literasi di SMK Negeri 1 Pantai Cermin dapat terlaksana dengan baik.

Dokumentasi

SEGARKAN KEMBALI YANG SUDAH LAYU Read More »

Pelatihan Guru Utama Bahasa Batak Dialek Angkola

KKLP Pelindungan dan Pemoderan Bahasa dan Sastra, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara mengadakan Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru Utama Berbahasa Daerah bagi guru untuk bahasa Batak Dialek Angkola. Kegiatan ini diadakan di Hotel Torsibohi, Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan mulai tanggal 23—26 April 2024. Kegiatan ini diikuti sebanyak 51 orang peserta dari tiga wilayah, yaitu dari Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 18 orang guru, Kabupaten Padang Lawas Utara sebanyak 18 orang guru, dan dari Kota Padangsidimpuan sebanyak 15 orang guru.

Kegiatan Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru Utama Berbahasa Daerah bagi guru untuk bahasa Batak Dialek Angkola ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan, Sofyan Adil Siregar didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Daerah Kabupaten Selatan, Arman Pasaribu, dan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara. Dalam sambutan, Sekda mengatakan bahwa “kondisi penggunaan bahasa daerah di tiga wilayah ini memperlihatkan bahwa masyarakat kami cenderung menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi sehari-hari, begitu juga pada dunia pendidikan dan pemerintahan dominan menggunakan bahasa Indonesia, sedangkan bahasa daerah hanya digunakan untuk komunikasi di kampung, dalam keluarga, dan dalam aktivitas adat. oleh sebab itu, saya sangat mendukung adanya program revitalisasi bahasa daerah yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, melalui Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, sekaligus berterima kasih telah memilih Kabupaten Tapanuli Selatan, Padang Lawas Utara, dan Kota Padangsidimpuan sebagai salah satu tujuan pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam sambutannya menyatakan bahwa kondisi penggunaan bahasa daerah di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Padang Lawas Utara, dan Kota Padangsidimpuan ini jika tidak ada upaya untuk melestarikannya, maka dikuatirkan perlahan akan menuju kepunahan. Kondisi ini dikarenakan berbagai faktor, di antaranya kelalaian orangtua untuk mewariskan bahasa kepada anak-anaknya, belum adanya kurikulum muatan lokal di sekolah yang khusus mengajarkan bahasa daerah. Pada kegiatan pelatihan ini disampaikan tujuh materi pembelajaran revitalisasi bahasa daerah, yaitu menulis cerpen,menulis dan membaca puisi, berpidato, mendongeng, menulis dan membaca aksara Batak, nyanyian rakyat, dan stand up comedy. Untuk materi menulis dan membaca aksara Batak disampaikan oleh Budi Hutasuhut, materi pidato disampaikan oleh Sorimuda Harahap, keduanya adalah narasumber dari Kabupaten Tapanuli Selatan. Sedangkan materi lainnya disampaikan oleh para tim KKLP Pelindungan dan Pemodernan Bahasa dan Sastra, yaitu Sahril, Rosliani, Nurelide, Syaifuddin Zuhri Harahap, dan Lolabora Tarigan.

Pada hari Rabu, 24 April 2024 tim KKLP Pelindungan dan Pemodernan Bahasa dan Sastra diwakili oleh Syaifuddin Zuhri Harahap, Sahril, dan Nurelide diundang oleh Bupati Tapanuli Selatan, H. Dolly Putra Parlindungan Pasaribu ke Kantor Bupati Tapanuli Selatan untuk memberikan ucapan terima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara atas pemilihan bahasa Batak Dialek Angkola untuk direvitalisasi mulai dari tahun 2022 dan ucapan terima kasih juga atas pemilihan lokasi pelaksanaan pelatihan. Saat pertemuan tersebut Bupati didampingi oleh Sekda dan Kepala Dinas Pendidikan dan Daerah. Di samping itu, Bupati juga mengucapkan terima kasih atas undangan dari Badan Bahasa untuk menghadiri rapat koordinasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 2—3 Mei 2024 nanti di Jakarta. Bupati Dolly Putra Parlindungan Pasaribu insyaallah akan menghadirinya. Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih atas pemberian penghargaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun 2023 atas perhatian pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan pada kegiatan RBD, beliau mohon maaf saat itu tidak bisa hadir langsung untuk menerimanya, hanya diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Daerah. [Sahril]

Pelatihan Guru Utama Bahasa Batak Dialek Angkola Read More »

Diplomat dan Duta Besar dari Berbagai Negara Ikuti Program Belajar Bahasa Indonesia

Nomor: 29/sipers/A6/II/2024

Jakarta, 21 Februari 2024 – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri akan menyelenggarakan program bahasa Indonesia untuk diplomat negara sahabat pada bulan Maret mendatang. Sebanyak 134 warga asing dari 50 perwakilan negara sahabat dan organisasi internasional akan mengikuti kegiatan tersebut.

Program tersebut merupakan bentuk fasilitasi bahasa Indonesia untuk diplomat negara sahabat yang sedang menjalankan misi di Indonesia, khususnya di Jakarta.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Aminudin Aziz, menyebutkan bahwa program bahasa Indonesia bagi diplomat ini merupakan salah satu cara untuk mengenalkan Indonesia kepada dunia.

“Saya sangat senang dan mengapresiasi keinginan Anda untuk mengikuti program bahasa Indonesia ini. Program ini tidak hanya sekadar belajar bahasa Indonesia, namun lebih daripada itu, ini adalah momentum untuk mengenal Indonesia lebih dalam, baik budaya, wisata, dan kekayaan Indonesia lainnya,” ujar Aminudin kepada para Duta Besar, Diplomat, dan perwakilan organisasi internasional yang hadir saat peresmian program di Jakarta, Selasa (20/2).

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa program ini akan mempererat kolaborasi Indonesia dengan negara sahabat. Saat ini bahasa Indonesia sudah tersebar di 54 negara, dan untuk mendukung diplomasi tersebut pemerintah Indonesia akan menyediakan beasiswa khusus bagi orang asing yang fasih berbahasa Indonesia untuk menjadi guru bahasa Indonesia di negaranya.

“Saya berharap, Anda semua dapat mengikuti dan menikmati proses pembelajaran bahasa Indonesia. Orang Indonesia akan sangat bangga dan sangat terbuka jika Anda menyapa mereka dengan bahasa Indonesia,” ungkap Aminudin.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Duta Besar, Siti Nugraha Mauludiah, menyebut beberapa fakta menarik tentang bahasa Indonesia.

“Ada fakta menarik dari bahasa Indonesia yang harus saya sampaikan, bahwa Wikipedia bahasa Indonesia menempati posisi ke 25 dari 250 wikipedia berbahasa asing di dunia, sekaligus peringkat ketiga di Asia setelah bahasa Jepang dan Mandarin. Selain itu, bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa resmi di sidang umum UNESCO,” jelasnya.

Siti menilai, belajar bahasa Indonesia adalah keputusan yang sangat baik bagi para diplomat. Program ini akan memberikan banyak manfaat. Kemahiran berbahasa Indonesia juga berfungsi sebagai jembatan untuk membina hubungan yang lebih kuat dan saling menghormati antara diplomat dan masyarakat Indonesia.

Hal senada juga diungkapkan oleh Duta Besar Aljazair, Hassane Rabehi, “Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini. Saya pikir bahasa Indonesia sangat penting bagi para diplomat untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal. Saya berharap bisa menulis dan berbicara dalam bahasa Indonesia. Terima kasih atas kolaborasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan Kementerian Luar Negeri dalam menyelenggarakan program ini.”

Dalam momen yang sama, selebgram Kenji atau yang kerap disapa Ken Campur, yang hadir sebagai pewara mengaku bangga bahasa Indonesia dikenalkan kepada para diplomat perwakilan negara sahabat. Pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) asal Jepang ini menilai bahasa Indonesia sangat dibutuhkan terlebih jika memilih tinggal di Indonesia.

“Saya sebagai orang Jepang sangat bangga, para diplomat bisa mengikuti program bahasa Indonesia secara gratis. Hal ini sangat penting jika kita memilih tinggal di Indonesia,” ucapnya.

Kegiatan ini selain dihadiri oleh diplomat perwakilan negara sahabat dan organisasi internasional juga dihadiri oleh para Duta Besar, yakni Duta Besar Argentina, Gustavo Ricardo Coppa; Duta Besar Aljazair, Hassane Rabehi; Duta Besar Armenia, Serob Bejanyan; Duta Besar Belarusia, Raman Ramanouski; Duta Besar Filipina, Gina Alagon Jamoralin; Duta Besar Ukraina, Vasyl Hamianin; dan Duta Besar Kazakhstan, Arnur Tanbay.

Selain pembukaan program, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan tes penempatan yang bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman berbahasa Indonesia. Selanjutnya, para peserta akan mulai mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia pada 4 Maret hingga 30 Agustus 2024 di empat lembaga penyelenggara program BIPA, yaitu Universitas Negeri Jakarta, Universitas Trisakti, Institut Pariwisata Trisakti, dan Lembaga Bahasa LIA.

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

#MerdekaBelajar
#BIPA
#BadanBahasa

Dokumentasi

Lisensi
https://svps17huda.com/
https://christianbundy.com/
https://editorstimes.com/
https://www.sereismistestigos.com/
https://xl.institute/
https://muktobuddhi.com/
https://thehuthotelrwanda.com/
https://casafrankcuba.com/
https://lifemediaproduction.co.za/
https://undangantahetabankkalteng.com/
https://avivcenter.org/
https://heylink.me/bosclarisa
https://heylink.me/skw-slot88

Diplomat dan Duta Besar dari Berbagai Negara Ikuti Program Belajar Bahasa Indonesia Read More »