Apresiasi Sastra Gelar Wicara dan Pagelaran Sastra dalam Semarak Kemerdekaan

Dalam semarak perayaan kemerdekaan Republik Indonesia, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU) bersama Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sukses menggelar kegiatan “Apresiasi Sastra Gelar Wicara dan Pagelaran Sastra dalam Semarak Kemerdekaan.” Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin, 25 Agustus 2025 di Gedung Rektorat UMSU dan disiarkan secara langsung pada kanal YouTube UMSU TV. Bukan sekadar menjadi ajang pertunjukan seni, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang peran sastra dan bahasa dalam membangun identitas bangsa, khususnya dengan mengenang jasa-jasa tokoh sentral bahasa Indonesia, Sanusi Pane dan Muhammad Tabrani.
Kegiatan dibuka dengan penuh khidmat, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Mubarik Ritonga yang menaungi kegiatan dalam suasana spiritual. Setelah itu, panggung sastra dibuka dengan musikalisasi puisi yang membangkitkan semangat oleh SMA Negeri 2 Binjai. Momen ini menjadi jembatan awal yang menghubungkan hadirin dengan kekayaan ekspresi sastra Indonesia.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UMSU, Dr. Rudianto M.Si, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi strategis antara dunia pendidikan dan lembaga kebahasaan. Beliau menyampaikan, “Kegiatan apresiasi sastra ini bukan hanya sebatas perhelatan seni, melainkan komitmen kita untuk terus melestarikan dan mengembangkan bahasa serta sastra Indonesia. Kegiatan ini secara khusus didedikasikan untuk mengenang kontribusi besar Sanusi Pane melalui karyanya yang menginspirasi.”
Dr. Marianto M.Hum dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dalam pidatonya memaparkan peran vital Sanusi Pane dan Muhammad Tabrani dalam menyatukan bangsa melalui bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Dr. Marianto menjelaskan bahwa Sumpah Pemuda 1928, yang mengikat persatuan bahasa, tidak lepas dari gagasan visioner para tokoh tersebut. Sanusi Pane dan Muhammad Tabrani adalah dua pilar penting dalam sejarah bahasa Indonesia. Melalui pemikiran mereka, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga fondasi ideologis yang mempersatukan ratusan suku bangsa. Sumpah Pemuda adalah bukti keberhasilan mereka dalam meyakinkan generasi muda untuk mengakui bahasa persatuan, yaitu Bahasa Indonesia,” jelas Dr. Marianto.
Kepala BBPSU, Dr. Asrif, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBPSU, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, akan terus mendampingi pemerintah daerah dan pihak lain termasuk perguruan tinggi guna memastikan Sanusi Pane, sosok inspiratif, sosok dengan pemikiran kebangsaan yang luar biasa mendapatkan kehormatan sebagai pahlawan nasional. Selanjutnya Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sumatera Utara, Drs. H. Muhammad Subandi, S.T., M.M., membuka kegiatan ini secara resmi dan menyampaikan harapannya agar tiap perpustakaan sekolah dan perpustakaan daerah kita memperbanyak karya-karya Sanusi Pane guna meningkatkan literasi generasi muda, menambah pengetahuan sastra, dan lebih mengenal sastrawan Sumatera Utara, Sanusi Pane.
Gelar wicara ini menghadirkan empat empu yang memaparkan pandangannya terhadap sosok Sanusi Pane, peran dan pemikiran Sanusi Pane, serta alasan kuat yang menjadikan Sanusi Pane sebagai pahlawan nasional. Empat empu tersebut ialah H. Jafar Syahbuddin Ritonga, M.B.A., D.B.A. (Wakil Bupati Tapanuli Selatan), Dr. Maryanto, M.Hum. (Perwakilan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa) Prof. Dr. Khairil Ansari, M.Pd. (Ketua PKBM UMSU) dan Bersihar Lubis (Sastrawan dan Jurnalis) yang dipandu oleh sastrawan Sumatera Utara, Hasan Al Banna, S.S.
Kegiatan apresiasi sastra ini juga dihiasi penampilan monolog “Rahasia yang Kita Perjuangkan” oleh Mutiara Pramudya Putri, mahasiswa UMSU dan penampilan Medan Teater bertajuk Menatap Kedalaman Diri dari Muara Sipongi sampai ke Bahasa Persatuan. Sebagai penutup kegiatan ini, BBPSU menyerahkan sertifikat, plakat, dan hadiah kepada pemenang Festival Musikalisasi Puisi Digital tahun 2025, SMA Negeri 2 Binjai (Pemenang 1), SMA Islam Plus Adzkia Medan (Pemenang 2), dan SMA Swasta Santa Maria Kabanjahe (Pemenang 3).
Kegiatan ini ditutup dengan pesan kuat dari pembawa acara yang menekankan pentingnya peran setiap individu dalam melestarikan bahasa dan budaya. Seluruh hadirin diajak untuk terus mengapresiasi dan mencintai sastra sebagai jantung budaya bangsa. Kegiatan ini tidak hanya sukses mengenang masa lalu, tetapi juga menginspirasi langkah-langkah baru dalam mengembangkan sastra Indonesia di masa depan.
#BBPSUTerusBergerak!
#ApresiasiSastra
#SumutBermartabat






Apresiasi Sastra Gelar Wicara dan Pagelaran Sastra dalam Semarak Kemerdekaan Read More »













































