Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara

Berita

KABAR SASTRA DARI DOLOKSANGGUL:FESTIVAL MUSIKALISASI PUISI PENYAIR BATAK

Minggu 30 November 2025, ratusan pelajar dan masyarakat memadati aula Sopo HKBP Pargodungan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Di aula Sopo HKBP Pargodungan Doloksanggul yang cukup luas itu, ratusan pelajar menggunakan pakaian dan atribut khas Batak Toba. Hari itu, mereka berkumpul untuk menggelar Festival Musikalisasi Puisi Penyair Batak. Giat yang dihelat oleh Sanggar Maduma Doloksanggul.

Sejak pukul 14.00 waktu setempat, silih berganti pertunjukan musikalisasi puisi, pembacaan puisi, lagu, dan tari memeriahkan dan meriuhkan panggung pertunjukan. Berbagai penampilan dari Sanggar Maduma, Sanggar Seni Nalago, We Make it, Sarune Art, Sibundong Etnik, dan Fosil Manajemen sangat mengesankan. Hujan deras yang sempat mengguyur gedung pertunjukkan tidak menyurutkan antusiasme pelajar dan masyarakat yang menonton pertunjukan. Hari Minggu itu, di aula Sanggar Maduma Doloksanggul. Festival Musikalisasi Puisi Penyair Batak benar-benar menarik animo pelajar dan masyarakat.

Festival Musikalisasi Puisi Penyair Batak didukung oleh Kementerian Kebudayaan melalui program prioritas Manajemen Talenta Nasional Indonesia di bidang seni budaya. Hadir Citra Arindi mewakili Irini Dewi Wanti selaku Direktur Bina SDM, Lembaga Pranata Kebudayaan. Citra Arindi memotivasi agar generasi muda senantiasa mengembangkan talenta. Citra Arindi mengatakan bahwa program MTN merupakan program prioritas yang akan fokus pada pengembangan talenta anak muda. Menurutnya, program ini telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Dari ruang yang sama, hadir Dr. Asrif, M.Hum. (Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatra Utara), Lambok Andreas Simamora, (Anggota DPRD Provinsi Sumatra Utara), juga sejumlah perwakilan dari Dinas Pendidikan, dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Humbang Hasundutan.

KABAR SASTRA DARI DOLOKSANGGUL:FESTIVAL MUSIKALISASI PUISI PENYAIR BATAK Read More »

Balai Bahasa Sumut Sukses Gelar Giat Sastra, Tawa Riang Siswa Merekah Lewat Membaca Nyaring, Berdongeng, dan Krida Kebahasaan

Balai Bahasa Sumut Sukses Gelar Giat Sastra, Tawa Riang Siswa Merekah Lewat Membaca Nyaring, Berdongeng, dan Krida Kebahasaan

MEDAN – Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU) sukses menyelenggarakan kegiatan “Giat Sastra” untuk pertama kalinya. Kegiatan yang ditujukan bagi para siswa di Sumatera Utara ini digelar selama dua hari, 10–11 November 2025, dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra.

Selama dua hari pelaksanaan, tawa riang dan senyum manis terus merekah di wajah para siswa yang datang dari berbagai sekolah di Sumatera Utara.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Dr. Arif, M.Hum. menyambut hangat seluruh peserta dan guru pendamping. Ia merasa sangat bahagia ketika melihat para siswa berkumpul di Balai Bahasa Sumatera Utara dan berharap untuk membuat kegiatan Giat Sastra yang lebih besar lagi untuk tahun-tahun berikutnya. “Tahun depan kita harus buat lebih besar lagi dengan persiapan yang lebih matang,” ujar Dr. Arif dalam sambutannya.

Rangkaian acara Giat Sastra dirancang secara khusus untuk menjadi interaktif dan memikat. Sesi “Membaca Nyaring” yang dibawakan secara ekspresif oleh Ibu Juliana, S.S., M.Si. berhasil menyita perhatian penuh para siswa.

Suasana semakin semarak saat materi dongeng dibawakan oleh Bapak Hasan Al Banna. Dengan gaya penceritaan yang khas dan menarik, Bapak Hasan Al Banna sukses mengemas materi dongeng tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sarat akan pesan moral.

Kemeriahan dilanjutkan dengan partisipasi aktif dari Duta Bahasa Sumatera Utara. Mereka memandu sesi Krida Kebahasaan yang diberi nama “Harta” (Hakikat Kerajaan Kata). Sesi permainan ini berhasil membuat para siswa berpikir kritis untuk menemukan sebuah kata dari beberapa suku kata.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan demi menjaga kelestarian bahasa dan sastra Indonesia.

Balai Bahasa Sumut Sukses Gelar Giat Sastra, Tawa Riang Siswa Merekah Lewat Membaca Nyaring, Berdongeng, dan Krida Kebahasaan Read More »

Mendikdasmen Siap Kirim Tenaga Pengajar Bahasa Indonesia ke Universitas Al Azhar Mesir

Mendikdasmen Siap Kirim Tenaga Pengajar Bahasa Indonesia ke Universitas Al Azhar Mesir

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 764/sipers/A6/XI/2025

Mendikdasmen Siap Kirim Tenaga Pengajar Bahasa Indonesia ke Universitas Al Azhar Mesir

Jakarta, 8 November 2025 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, siap mengirim tenaga pengajar bahasa Indonesia ke Mesir. Hal tersebut ia sampaikan guna menindaklanjuti pembukaan program studi Bahasa Indonesia di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.

Abdul Mu’ti berjanji akan segera berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo serta Badan Bahasa Kemendikdasmen. “Kami memiliki program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang dikola Badan Bahasa Kemendikdasmen di 57 negara di dunia. Ini merupakan bagian penting dari gerakan penginternasionalan bahasa Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti, Sabtu (8/11).

Ia menambahkan, bahasa bukan sekadar alat komunikasi. Bahasa merupakan jembatan yang mempererat hubungan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, budaya dan bidang lainnya antarnegara.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin maupun Dubes RI untuk Mesir Lutfi Rauf menyatakan kesiapan mereka menjaga kelangsungan program studi bahasa Indonesia di Al Azhar Kairo.

“Ini merupakan momentum bersejarah. Penggunaan Bahasa Indonesia di sidang UNESCO beberapa waktu lalu, dan pembukaan prodi Bahasa Indonesia di Al Azhar merupakan pengakuan yang membanggakan dan mesti kita jaga kelangsungannya,” tandas Hafidz.

Sebelumnya, pada Kamis 6 November 2025, Mendikdasmen mewakili pemerintah Indonesia menandatangani naskah perjanjian kerja sama dengan Rektor Universitas Al Azhar, Syaikh Salamah Daud.

Dalam naskah tersebut, kedua pihak sepakat menjalin sejumlah kerja sama. Pertama mengembangkan bahan ajar bahasa Indonesia. Kedua, melakukan kajian bahasa dan sastra terhadap manuskrip-manuskrip Indonesia yang ada di Mesir. Ketiga, menyelenggarakan uji kemahiran bahasa Indonesia.

Keempat, mengembangkan bahan ajar bahasa Indonesia. Kelima, bertukar dan menerjemahkan buku-buku tentang Indonesia dan Mesir. Selain itu, kedua negara juga bersepakat untuk saling menyelenggarakan kegiatan akademik dan bertukar ahli.

Menurut Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Mesir, Abdul Muta’ali, bahasa Indonesia sudah digunakan sejak 2016 di Al Azhar Kairo. Namun, masih sebatas program pilihan di Fakultas Bahasa dan Terjemahan. “Namun, sejak awal 2024, mata kuliah ini nyaris ditutup. Kami lalu menganalisis berbagai kemungkinan. Hasil analisis kami, bahasa Indonesia harus dinaikkan levelnya dari sekadar mata kuliah pilihan menjadi program studi tersendiri,” paparnya.

Ia dan tim KBRI lalu berkoordinasi dengan dekan, rektor, hingga Grand Syeikh Al Azhar (GSA), Ahmad Muhammad Ahmad At-Thayyeeb, selama lebih dari satu tahun. Lalu, terbitlah Keputusan Majelis Tinggi Al Azhar Nomor 343 tanggal 12 Juli 2025 yang memberi izin pembukaan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al Azhar tahun akademik 2025/2026.

Bahasa Indonesia telah digunakan lebih dari 275 juta penutur di Indonesia dan juga diajarkan di 57 negara. Jumlah pemelajar bahasa Indonesia mencapai 170 ribu orang, serta dituturkan 3,3 persen penduduk dunia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Mendikdasmen Siap Kirim Tenaga Pengajar Bahasa Indonesia ke Universitas Al Azhar Mesir Read More »

Kemendikdasmen Dukung Pengajuan Aksara Daerah ke UNESCO Lewat Peta Kebinekaan dan Digitalisasi Unicode

Kemendikdasmen Dukung Pengajuan Aksara Daerah ke UNESCO Lewat Peta Kebinekaan dan Digitalisasi Unicode

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 747/sipers/A6/XI/2025

Kemendikdasmen Dukung Pengajuan Aksara Daerah ke UNESCO Lewat Peta Kebinekaan dan Digitalisasi Unicode

Jakarta, 6 November 2025 – Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan strategi terpadu untuk mendorong pengakuan aksara daerah sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) UNESCO. Melalui kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Kebudayaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa),memainkan peran kunci dalam menguatkan fondasi ilmiah, kebijakan, dan teknologi pelindungan aksara Nusantara mulai dari pemetaan melalui Peta Kebinekaan Bahasa, Sastra, dan Aksara hingga digitalisasi aksara ke dalam sistem global unicode.

Langkah strategis ini tidak hanya menegaskan komitmen Indonesia dalam pelestarian warisan budaya, melainkan juga memperkuat posisi bahasa dan aksara Nusantara di kancah diplomasi budaya dunia. Sebagai tindak lanjut langkah tersebut, Badan Bahasa mengadakan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) yang mempertemukan para ahli bahasa, pegiat aksara, akademisi, dan pemangku kepentingan lintas lembaga untuk menyusun langkah konkret menuju pengusulan bersama ke UNESCO.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengatakan bahwa upaya pelestarian bahasa, sastra dan aksara daerah menjadi komitmen Badan Bahasa merupakan wujud nyata menjaga kekayaan budaya bangsa. Pemetaan bahasa, sastra, dan aksara dilakukan untuk mendapatkan data yang akurat dan terkini. Berdasarkan data tersebut akan menjadi bahan analisis untuk perencanaan kebijakan selanjutnya.

“Ini merupakan komitmen kami di Badan Bahasa dalam upaya pelestarian bahasa, sastra dan aksara daerah, dan hasilnya akan menjadi perencanaan kebijakan selanjutnya. Salah satu upaya selama ini adalah pengenalan sastra dan aksara daerah melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di satuan pendidikan dasar dan menengah,” ungkap Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam keterangannya, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Senada dengan Hafidz, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menyebut bahwa pengusulan aksara daerah untuk masuk ke dalam daftar WBTB UNESCO merupakan salah satu wujud nyata dari pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Bahasa Kemendikdasmen dalam program pelindungan bahasa dan sastra daerah. Oleh karena itu, Badan Bahasa mengambil peran yang sangat penting dalam upaya pengusulan ini bersama-sama dengan Kementerian Kebudayaan.

“Badan Bahasa telah melakukan berbagai langkah pelindungan bahasa dan sastra daerah, meskipun tidak semuanya terkait langsung dengan proses pengusulan ke UNESCO. Tentunya hal tersebut menjadi program prioritas kami, terutama pada tahun ini dengan dimulainya proyek besar bernama Peta Kebhinekaan, yang terdiri atas tiga peta utama: Peta Bahasa, Peta Sastra, dan Peta Aksara yang akan di digitalisasikan,” jelas Dora.

Dora berharap melalui integrasi ke dalam Unicode, aksara Nusantara tidak hanya lestari di ruang budaya, namun juga hidup dan digunakan di ruang digital global. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Kemendikdasmen untuk memperkuat diplomasi budaya, literasi digital, dan identitas kebangsaan melalui pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah.

Unicode sebagai Wadah Pelestari Digitalisasi Aksara
Senada dengan hal tersebut, pentingnya digitalisasi aksara melalui Unicode juga disoroti oleh, Direktur Eksekutif Yayasan Budaya Nusantara Digital, Heru Nugroho. Menurutnya, digitalisasi aksara akan dapat terus digunakan dalam perangkat digital dan tidak punah. Saat ini jelasnya bahwa baru sembilan aksara Nusantara yang masuk ke Unicode, termasuk Pegon dan Kawi. Ke depan, Heru ingin lebih banyak aksara daerah bisa hidup di ruang digital.

Lebih dalam, ia menjelaskan strategi pengusulan praktik menulis aksara tradisional Nusantara ke UNESCO yang dilakukan secara multinasional bersama Suriname, dengan kemungkinan bergabungnya Malaysia dan Filipina. “Kami ingin menegaskan bahwa masyarakat Indonesia mendukung hal ini, tidak hanya menulis dengan huruf Latin, tetapi juga masih mempraktikkan aksara leluhur di berbagai daerah,” kata Heru.

Dalam forum tersebut, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antarlembaga, Kementerian Kebudayaan, Ismunandar, menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga dan partisipasi publik dalam memperkuat diplomasi kebudayaan Indonesia. “Kita sudah memiliki modal sosial dan akademik yang kuat. Kini saatnya memperkuat koordinasi agar pengusulan aksara daerah ke UNESCO menjadi gerakan nasional yang melibatkan masyarakat luas,” ujarnya.

Selanjutnya, peneliti naskah kuno, Ilham Nurwansyah menegaskan bahwa pelestarian aksara harus berbasis riset ilmiah. Ia mencontohkan sejumlah daerah seperti Bali, Jawa Barat, dan Yogyakarta yang telah mengintegrasikan aksara daerah ke dalam kurikulum dan ruang publik. “Kajian epigrafi, filologi, dan linguistik menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan warisan ini. Aksara bukan hanya sebuah artefak, melainkan tradisi hidup yang diwariskan lintas generasi,” ucap Ilham.

Melalui forum ini, Kemendikdasmen menegaskan bahwa Peta Kebinekaan Bahasa, Sastra, dan Aksara bukan sekadar proyek pendataan, melainkan langkah strategis menuju diplomasi budaya global. Dengan dukungan berbagai pihak, pemerintah berharap terwujud basis data kebahasaan dan keberaksaraan yang kuat, terintegrasi, serta menjadi pijakan kebijakan, pendidikan, dan inovasi digital ke depan.

Program Peta Kebinekaan merupakan bagian dari rencana strategis Badan Bahasa periode 2025–2029. Setelah pada 2019 memetakan 718 bahasa daerah dan mendokumentasikan 452 karya sastra lisan dan tulisan, kini cakupan diperluas untuk meliputi aksara daerah. Program ini diharapkan menjadi fondasi ilmiah dan administratif bagi pelestarian serta pengusulan warisan budaya takbenda Indonesia di tingkat internasional.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Dukung Pengajuan Aksara Daerah ke UNESCO Lewat Peta Kebinekaan dan Digitalisasi Unicode Read More »

Indonesia Tegaskan Peran Global pada Sidang Umum UNESCO ke-43

Indonesia Tegaskan Peran Global pada Sidang Umum UNESCO ke-43

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 737/sipers/A6/XI/2025

Indonesia Tegaskan Peran Global pada Sidang Umum UNESCO ke-43

Samarkand, Uzbekistan, 4 November 2025 — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan Pernyataan Nasional pada Sidang Umum UNESCO ke-43 di Kota Samarkand, Uzbekistan. Dalam forum internasional ini, Mendikdasmen membuka pidato dalam bahasa Inggris dan melanjutkannya dalam bahasa Indonesia. Ini menjadi momen bersejarah setelah bahasa Indonesia diresmikan sebagai bahasa kerja ke-10 pada Sidang Umum UNESCO.
 
Sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Nusantara, Mendikdasmen juga membuka dan menutup pidatonya dengan pantun; tradisi lisan Indonesia dan Malaysia yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda sejak tahun 2020.
 
Indonesia Menjawab Tantangan Global
Sidang Umum ini berlangsung di tengah krisis iklim, konflik berkepanjangan, kesenjangan pendidikan, sains, dan digital yang semakin melebar. Dalam konteks ini, Mendikdasmen menegaskan kembali peran UNESCO sebagai penuntun moral, sumber pengetahuan global, dan kompas etika peradaban dunia. Indonesia memberikan contoh baik di Asia Tenggara dengan melaksanakan pertemuan tentang Pendidikan untuk Perdamaian di Jakarta, bekerja sama dengan ASEAN, UNESCO Regional and Representative Office di Jakarta, dan UNESCO Apceiu Korea.
 
Indonesia menyuarakan perlindungan tanpa syarat atas hak-hak manusia di wilayah konflik, khususnya di Gaza, tempat pelajar, guru, jurnalis, fasilitas pendidikan, dan warisan budaya menghadapi ancaman kehancuran total. Indonesia menyerukan pemulihan penuh fasilitas pendidikan dan kebudayaan sebagai pertaruhan martabat kemanusiaan.
 
Komitmen Indonesia terhadap Pendidikan Berkualitas
Dalam pidatonya, Mendikdasmen menekankan bahwa solusi atas tantangan global tidak bergantung pada kekuasaan atau ekonomi, tetapi pada manusia yang tercerahkan melalui pendidikan, sains, kebudayaan, serta komunikasi dan informasi.
 
Beberapa capaian dan kebijakan strategis yang disampaikan antara lain Angka Partisipasi Sekolah usia 7–12 tahun mencapai 99,19% dan usia 13–15 tahun mencapai 96,17%, serta peluncuran kebijakan “Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
 
Adapun fokus kebijakan pendidikan nasional meliputi 1) pembelajaran mendalam dan menyenangkan, 2) integrasi kecerdasan buatan, coding, dan pendidikan karakter; 3) kesejahteraan guru; 4) pemenuhan gizi anak sekolah; 5) Sekolah Rakyat bagi masyarakat miskin; serta 6) digitalisasi pembelajaran dan Rumah Pendidikan untuk daerah terpencil
 
Selain itu, Indonesia juga aktif dalam program Man and the Biosphere (MAB). Pada tahun 2024, Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggara the 15th Meeting of the Southeast Asian Biosphere Reserves Network (SeaBRnet) di Wakatobi, Global Geopark, dan World Heritage Sites. Indonesia juga menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10 pada 2024, menegaskan pentingnya tata kelola air dunia. Mendorong penerapan Open Science dan etika kecerdasan artifisial di UNESCO.
 
 
Peran Indonesia dalam Dewan Eksekutif UNESCO
Indonesia kembali terpilih menjadi anggota Dewan Eksekutif UNESCO periode 2023–2027, memperoleh 154 dari 181 suara (85%). Ini merupakan keanggotaan kesembilan sejak 1954, memperkuat kontribusi Indonesia dalam 1) merumuskan kebijakan global; 2) mendorong pendidikan inklusif; 3) melestarikan warisan budaya dunia; 4) mendukung riset dan inovasi; dan 5) memperjuangkan kepentingan negara berkembang.
 
Bahasa Indonesia di Panggung UNESCO
Penggunaan bahasa Indonesia dalam forum tertinggi UNESCO ini merupakan implementasi resmi keputusan Sidang Umum UNESCO ke-42 pada 20 November 2023 di Paris, yang menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa kerja Sidang Umum UNESCO.
 
Bahasa Indonesia kini digunakan dalam dokumen resmi UNESCO, pidato Sidang Umum, serta diterjemahkan dalam catatan sidang, konstitusi, dan arsip resmi UNESCO. Selain itu, Bahasa Indonesia diabadikan di dinding batu “Tolerance Square” di Markas Besar UNESCO di Paris bersama sembilan bahasa dunia lainnya. Penetapan ini semakin menumbuhkan kebanggaan nasional, sembari meningkatkan minat penutur asing di lebih dari 54 negara untuk mempelajari Bahasa Indonesia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: http://kemendikdasmen.go.id
X: http://x.com/Kemdikdasmen
Instagram: http://instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: http://facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: http://ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: http://kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Indonesia Tegaskan Peran Global pada Sidang Umum UNESCO ke-43 Read More »

Badan Bahasa Jalin Kerja Sama dengan 13 Universitas untuk Perkuat SDM Kebahasaan dan Kesastraan

Badan Bahasa Jalin Kerja Sama dengan 13 Universitas untuk Perkuat SDM Kebahasaan dan Kesastraan

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 700/sipers/A6/X/2025

Badan Bahasa Jalin Kerja Sama dengan 13 Universitas untuk Perkuat SDM Kebahasaan dan Kesastraan

Yogyakarta, 30 Oktober 2025 – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), menjalin kerja sama strategis dengan 13 universitas di Indonesia. Penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) ini bertujuan memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) bidang kebahasaan dan kesastraan serta memperluas jejaring kolaborasi akademik lintas lembaga.

Sekretaris Badan Bahasa, Ganjar Harimansyah, yang hadir mewakili Kepala Badan Bahasa, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada tataran administratif semata; harus diwujudkan dalam kerja nyata yang berdampak.

“Kata W.S. Rendra, perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. Setelah menandatangani perjanjian ini, mari kita implementasikan secara sinergis agar manfaat nyata. Kerja sama ini harus bermanfaat, bermartabat, dan berdampak,” tegas Ganjar, Rabu (29/10).

Sebanyak 13 perguruan tinggi yang menandatangani PKS meliputi Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Universitas Bina Nusantara, Universitas Udayana, Universitas Sumatera Utara, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Islam Negeri K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.

Ganjar menambahkan bahwa perjanjian ini merupakan bentuk pengukuhan atas kemitraan yang telah lama berjalan antara Badan Bahasa dan perguruan tinggi di berbagai daerah.

“Nota kesepahaman ini bukan sekadar dokumen administratif, tetapi pengukuhan atas kolaborasi dan sinergi yang telah lama terjalin antara Badan Bahasa dan universitas mitra. Melalui perjanjian ini, kita menegaskan kembali komitmen untuk bekerja sama secara nyata,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ganjar mencontohkan berbagai kolaborasi yang telah berhasil dijalankan sebelumnya. “Kami sudah banyak belajar dari praktik baik, seperti pengembangan aplikasi Senarai Istilah Jawa bersama Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Kolaborasi semacam ini menunjukkan bahwa kerja sama tidak selalu berbasis anggaran, tetapi juga bisa tumbuh dari partisipasi dan kepedulian,” tuturnya.

Ganjar juga menegaskan bahwa Badan Bahasa menempatkan pengembangan SDM sebagai investasi jangka panjang lembaga. “Investasi terbesar kami adalah sumber daya manusia. Melalui kerja sama ini, kami menyiapkan pegawai Badan Bahasa untuk belajar dan berkontribusi bersama universitas mitra,” terangnya.

Pada kesempatan sebelumnya, Ketua Tim Kerja Layanan Hukum, Tata Laksana, dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Badan Bahasa, Sunardi, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting untuk menyiapkan pegawai Badan Bahasa agar memiliki akses lebih luas dalam meningkatkan kompetensi melalui pendidikan formal.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari perjalanan bersama membangun SDM yang tangguh, berdaya saing, dan adaptif terhadap perubahan,” ujarnya, pada Selasa malam (28/10).

Menurut Sunardi, nota kesepahaman ini berlaku selama lima tahun dan akan ditindaklanjuti dalam tiga bulan ke depan melalui perjanjian teknis di perguruan tinggi mitra masing-masing. Kerja sama tersebut mencakup bidang pengembangan dan pelindungan bahasa dan sastra, peningkatan kompetensi SDM, uji kemahiran berbahasa Indonesia, internasionalisasi bahasa, serta pendidikan dan penelitian.

Dukungan Perguruan Tinggi untuk Implementasi Nyata dan Penguatan Bahasa Indonesia

Pada kesempatan tersebut, Rektor Universitas Udayana, I Ketut Sudarsana, menyambut baik kerja sama tersebut. “Kami siap mendukung pengembangan SDM kebahasaan melalui riset dan pendidikan. PKS ini tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberi dampak bagi kemajuan bangsa,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Ridwan, menambahkan bahwa kolaborasi ini penting untuk memperkuat program internasionalisasi kampus melalui pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

“Kami berharap kerja sama ini menjadi momentum untuk memperluas jejaring dan memperkuat kapasitas SDM kami, khususnya dalam penguasaan dan pengajaran Bahasa Indonesia di tingkat global,” ungkapnya.

Ganjar menutup dengan ajakan kolaboratif kepada seluruh mitra perguruan tinggi agar kerja sama ini menjadi gerakan nasional penguatan SDM kebahasaan dan kesastraan.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Penguatan kebahasaan dan kesastraan membutuhkan dukungan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Semoga kerja sama ini menjadi awal bagi gerakan bersama dalam melahirkan SDM bermutu, berintegritas, dan berdaya saing global,” tandasnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Badan Bahasa Jalin Kerja Sama dengan 13 Universitas untuk Perkuat SDM Kebahasaan dan Kesastraan Read More »

Capaian Nyata Kemendikdasmen dalam Satu Tahun Perjalanan Hadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Capaian Nyata Kemendikdasmen dalam Satu Tahun Perjalanan Hadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Capaian Nyata Kemendikdasmen dalam Satu Tahun Perjalanan Hadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 681/sipers/A6/X/2025

Jakarta, 22 Oktober 2025 —  Dalam satu tahun perjalanan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mengakselerasi berbagai program prioritas untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh anak Indonesia. Melalui beragam inisiatif strategis di bidang pemerataan akses, peningkatan mutu pembelajaran, hingga penguatan tata kelola, Kemendikdasmen mencatat sejumlah capaian signifikan yang telah berdampak langsung bagi masyarakat.
 
Dalam Taklimat Media bertajuk “Gerak Cepat Pendidikan Bermutu untuk Semua” di Jakarta, Rabu (22/10), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memaparkan berbagai capaian dan terobosan yang telah dilakukan kementerian dalam satu tahun terakhir. “Prinsipnya, satu tahun ini adalah landasan kami untuk bekerja lebih baik lagi, modal kami untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, memperbaiki yang kurang, dan menyempurnakan yang sudah berjalan,” ujar Mendikdasmen.
 

Capaian Nyata Kemendikdasmen dalam Satu Tahun Perjalanan Hadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua
Capaian Nyata Kemendikdasmen dalam Satu Tahun Perjalanan Hadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua


Salah satu capaian utama Kemendikdasmen adalah program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Dari anggaran Rp16,9 triliun yang awalnya dialokasikan untuk 10.440 satuan pendidikan, kini telah tercapai perjanjian kerja sama dengan 16.140 satuan pendidikan, melampaui target semula. Sebagian pembangunan bahkan telah rampung 100 persen. Melalui sistem swakelola, program ini juga berhasil menyerap lebih dari 350 ribu tenaga kerja, yang tidak hanya memperkuat sarana belajar tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata di berbagai daerah.
 
Selain revitalisasi, Kemendikdasmen juga fokus mendorong digitalisasi pembelajaran. Melalui distribusi Interactive Flat Panel (IFP), pelatihan guru, serta penyediaan materi yang dapat diakses melalui platform Rumah Pendidikan, kementerian membangun ekosistem pembelajaran yang modern dan partisipatif. Platform Rumah Pendidikan sendiri mendapatkan banyak penghargaan karena menjadi terobosan yang memperkuat komunikasi dengan masyarakat, serta membuka ruang partisipasi publik dalam mendukung kebijakan pendidikan.
 
Kemendikdasmen juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualifikasi dan kesejahteraan guru. Untuk pertama kalinya, diberikan beasiswa bagi 12.500 guru yang belum memiliki kualifikasi D-IV/S-1, masing-masing sebesar Rp3 juta per semester. Tahun depan, jumlah penerima beasiswa tersebut akan ditingkatkan menjadi 150 ribu guru. Di sisi lain, program Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2025 dengan target 600 ribu guru telah terpenuhi dan tahun depan akan menjangkau hingga 808 ribu guru di seluruh Indonesia.
 
Dari sisi kesejahteraan, Kemendikdasmen juga melakukan pembenahan signifikan dalam mekanisme penyaluran tunjangan sertifikasi guru. Kini, tunjangan disalurkan langsung ke rekening masing-masing guru, memotong rantai birokrasi agar lebih efisien dan transparan. Tunjangan sertifikasi guru non ASN adalah sebesar Rp2 juta per bulan, dan guru ASN sebesar gaji pokok. Selain itu, insentif bagi guru honorer juga menjadi perhatian. Tahun ini, sebanyak 300 ribu guru honorer telah menerima insentif sebesar Rp300 ribu per bulan, yang pada tahun depan akan dinaikkan menjadi Rp400 ribu per bulan.
 
Dalam penguatan kompetensi guru dan siswa, Kemendikdasmen telah melatih 14.822 fasilitator pembelajaran mendalam yang akan membimbing 211.844 guru di 65.300 sekolah. Untuk menjawab kebutuhan pendidikan di era industri 4.0 dan masyarakat 5.0, pembelajaran berbasis teknologi seperti coding dan kecerdasan buatan juga terus dikembangkan. Sebanyak 2.915 fasilitator nasional telah melatih 62.898 guru di 53.568 sekolah di seluruh Indonesia agar mampu mengintegrasikan literasi digital, pemrograman, dan etika kecerdasan buatan dalam kegiatan belajar mengajar.
 
Kemendikdasmen juga tengah menyiapkan program Wajib Belajar 13 Tahun yang akan mulai diimplementasikan pada tahun depan bekerja sama dengan Kementerian Desa. Untuk mendukung program tersebut, Kemendikdasmen juga menyiapkan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi taman kanak-kanak.
 
Selain itu, Kemendikdasmen akan menyelenggarakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMA pada 3 s.d. 9 November 2025 yang akan diikuti oleh 3,5 juta siswa, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus. Tes ini dirancang inklusif, ramah, dan humanis. “Ini adalah upaya kami untuk meningkatkan semangat belajar di kalangan para murid, memetakan mutu pendidikan, meningkatkan prestasi serta upaya untuk menciptakan pendidikan bermutu bagi semua,” ucap Mendikdasmen.
 
Di bidang kebahasaan, Kemendikdasmen turut memperkuat posisi bahasa Indonesia di kancah global. Setelah ditetapkan sebagai bahasa resmi dalam Sidang Umum UNESCO, Mendikdasmen akan hadir pada forum UNESCO bulan November mendatang untuk menyampaikan pidato resmi dalam bahasa Indonesia. Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) juga terus berkembang dan kini telah hadir di 57 negara.
 
Menutup paparannya, Mendikdasmen menyampaikan apresiasi kepada insan media yang telah menjadi mitra penting dalam penyebaran informasi dan membangun komunikasi publik yang efektif. “Berkat publikasi teman-teman media, Kemendikdasmen oleh berbagai lembaga dinilai sebagai kementerian yang memiliki komunikasi publik yang sangat baik,” tutup Mendikdasmen.
 

Capaian Nyata Kemendikdasmen dalam Satu Tahun Perjalanan Hadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua


Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, turut menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian Kemendikdasmen selama satu tahun terakhir. Ia menilai Kemendikdasmen merupakan salah satu kementerian dengan komunikasi dan penyampaian informasi terbaik. “Saya merasa bahwa salah satu kementerian terbaik dalam hal komunikasi adalah Kemendikdasmen,” ucapnya.
 
Ia juga menyoroti terobosan nyata Kemendikdasmen, salah satunya dalam program revitalisasi satuan pendidikan. “Pak Menteri sudah berhasil membuktikan, dan saya melihat langsung di lapangan betapa senangnya mereka. Metodenya juga diubah, bukan hanya sekadar memberikan revitalisasi, tapi juga memberikan kepercayaan kepada satuan-satuan pendidikan,” pungkas Hetifah.
 
Satu tahun perjalanan Kemendikdasmen menjadi bukti nyata komitmen untuk memperluas akses, meningkatkan mutu, dan mewujudkan layanan pendidikan yang lebih inklusif. Dengan fondasi yang telah kuat, Kemendikdasmen bertekad melanjutkan langkah menuju pendidikan yang memberdayakan setiap anak Indonesia untuk tumbuh, belajar, dan berdaya saing di masa depan.

Capaian Nyata Kemendikdasmen dalam Satu Tahun Perjalanan Hadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua
Capaian Nyata Kemendikdasmen dalam Satu Tahun Perjalanan Hadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: http://kemendikdasmen.go.id
X: http://x.com/Kemdikdasmen
Instagram: http://instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: http://facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: http://ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: http://kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Capaian Nyata Kemendikdasmen dalam Satu Tahun Perjalanan Hadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua Read More »

Sastra Bersuara, Bahasa Berdaya: Kemendikdasmen Hidupkan Semangat Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2025 Melalui Pentas Sastra

Sastra Bersuara, Bahasa Berdaya: Kemendikdasmen Hidupkan Semangat Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2025 Melalui Pentas Sastra

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 673/sipers/A6/X/2025

Jakarta, 19 Oktober 2025 – Dalam semangat memperingati Bulan Bahasa dan Sastra 2025, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, menghadirkan perayaan kreatif yang menghidupkan denyut kesastraan Indonesia. Kegiatan bertajuk Pentas Sastra di Badan Bahasa Tahun 2025 ini berlangsung pada 13—17 Oktober 2025 di Panggung Terbuka W.S. Rendra, Kantor Badan Bahasa, Rawamangun, Jakarta Timur, dengan mengusung tema “Sastra Bersuara, Bahasa Berdaya.”

Pentas Sastra tahun ini menjadi penanda penting karena merupakan kegiatan perdana yang diinisiasi oleh Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra bekerja sama dengan Ikatan Duta Bahasa Nasional. Meskipun baru pertama kali digelar, antusiasme masyarakat begitu besar. Lebih dari 350 pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia turut serta, mulai dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, hingga Jawa Timur, bahkan ada yang datang dari Lampung dan Jawa Tengah. Setiap hari, sekitar 55 penampil dan peserta terpilih turut meramaikan kegiatan ini. Para peserta berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari pelajar sekolah dasar hingga mahasiswa, Duta Bahasa, komunitas sastra, dan sastrawan lintas generasi.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menyebut bahwa perayaan Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2025 terasa semakin meriah dengan inisiasi kegiatan baru berupa Pentas Sastra di Badan Bahasa. Perhelatan ini menjadi wujud nyata partisipasi masyarakat dalam pembangunan di bidang bahasa dan sastra.

“Alhamdulillah, animo dari sastrawan muda, pegiat sastra, komunitas sastra, dan para siswa sungguh luar biasa, tampil mempesona di Panggung Terbuka Badan Bahasa. Insyaallah, perhelatan ini tidak hanya hadir pada Bulan Bahasa dan Sastra, tetapi juga akan berlanjut dalam berbagai kegiatan dan gelaran sastra lainnya di seluruh Nusantara yang kaya akan karya sastra,” ungkap Hafidz.

Lebih lanjut, Duta Bahasa DKI Jakarta sekaligus panitia kegiatan, Nadhira Khalisaha menuturkan bahwa semangat para peserta sangat luar biasa. “Setiap harinya kami melakukan kurasi sehingga hanya sekitar 30-40 penampil yang tampil di panggung. Menariknya, meskipun pendaftaran kami buka untuk lingkup Jabodetabek, banyak peserta dari luar daerah seperti Malang, Pasuruan, dan Lampung yang datang dengan biaya sendiri. Mereka menanggung transportasi dan penginapan secara mandiri. Ini menunjukkan betapa besarnya kecintaan masyarakat terhadap sastra Indonesia,” ujar Nadhira.

Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi yang hangat, mempertemukan para pecinta sastra dari berbagai usia dan latar belakang. Sri Asih, peserta asal Pasuruan, Jawa Timur, yang berusia 62 tahun, mengaku sangat terharu bisa tampil di panggung sastra. “Saya senang sekali dengan acara ini karena mempertemukan penampil dari berbagai generasi, mulai dari anak-anak hingga yang sudah sepuh seperti saya. Sastra itu indah, bisa membentuk karakter manusia menjadi lebih baik. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan oleh Badan Bahasa,” katanya penuh semangat.

Kesan serupa disampaikan oleh Habibul Malik, siswa SMA Tridaya Tunas Bangsa, Cimahi. Ia menyebut bahwa Pentas Sastra menjadi ajang belajar dan berbagi yang menyenangkan. “Melihat banyak teman yang berbakat di bidang sastra membuat saya makin bersemangat. Acara ini menjadi bukti bahwa sastra adalah bagian penting dari kemajuan bahasa Indonesia di masa depan. Semoga kegiatan seperti ini terus ada dan semakin besar,” tutur Habibul.

Pentas Sastra menghadirkan berbagai bentuk ekspresi seni yang memadukan keindahan kata dan kekuatan suara. Para penampil mempersembahkan musikalisasi puisi, baca puisi, deklamasi, monolog, teater, hingga dongeng yang diangkat dari karya sastra klasik maupun modern. Melalui penampilan tersebut, mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan artistik, tetapi juga menyampaikan pesan moral, sosial, dan kebangsaan yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Selain berbagai penampilan, Pentas Sastra di Badan Bahasa juga dimeriahkan dengan gelar wicara yang menghadirkan pembicara dari kalangan pegiat literasi, pemengaruh di bidang literasi dan sastra, praktisi teater atau seni pertunjukan, serta penulis.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga wadah pembelajaran bagi generasi muda untuk mencintai dan mengapresiasi karya sastra Indonesia. Sastra menjadi medium yang menumbuhkan empati, membangun karakter, dan memperkaya wawasan. Melalui sastra, nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan ditanamkan secara halus, tetapi mendalam.

Peringatan Bulan Bahasa dan Sastra setiap bulan Oktober menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk mengenang tonggak sejarah Sumpah Pemuda 1928, ketika bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa persatuan. Tema nasional Bulan Bahasa dan Sastra tahun ini, “Bahasa Indonesia Berdaulat, Indonesia Maju,” menjadi dasar bagi Badan Bahasa dalam memperkuat peran bahasa dan sastra sebagai pilar pembangunan karakter dan budaya bangsa.

Dengan antusiasme yang tinggi dan partisipasi lintas generasi, Pentas Sastra di Badan Bahasa Tahun 2025 diharapkan dapat menjadi tradisi tahunan dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra. Melalui kegiatan ini, Badan Bahasa menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang bagi kreativitas, literasi, dan kesastraan. Sebab, ketika sastra bersuara, bahasa Indonesia pun berdaya untuk menghidupkan jiwa bangsa dan menuntun langkah menuju Indonesia yang maju, berbudaya, dan berkarakter.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Sastra Bersuara, Bahasa Berdaya: Kemendikdasmen Hidupkan Semangat Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2025 Melalui Pentas Sastra Read More »

Kemendikdasmen Dongkrak Kreativitas Komunitas Literasi dan Sastra Berkarya Lewat Majalah Liris dan Bantuan Pemerintah

Kemendikdasmen Dongkrak Kreativitas Komunitas Literasi dan Sastra Berkarya Lewat Majalah Liris dan Bantuan Pemerintah

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 649/sipers/A6/X/2025

Kemendikdasmen Dongkrak Kreativitas Komunitas Literasi dan Sastra Berkarya Lewat Majalah Liris dan Bantuan Pemerintah

Jakarta, 12 Oktober 2025— Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berperan penting dalam pembinaan, pengembangan, pelindungan, dan pemartabatan bahasa serta sastra Indonesia. Sejak Juli 2025, melalui Majalah Liris, Badan Bahasa secara berkala menerbitkan Majalah Liris sebagai ajang berkreativitas dan menuangkan ide dalam bersastra untuk anak-anak dan para guru.

Liris adalah sebuah majalah sastra sebagai wadah inspirasi dan aspirasi bagi komunitas literasi dan sastra karena masih terbatasnya ruang kreativitas bagi siswa dan guru untuk menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk karya sastra. “Melalui media ini, harapannya masyarakat terdorong untuk terus menulis karya sastra dan menumbuhkan kebanggaan dalam memperkenalkan sastra kepada anak-anak sejak dini,” tutur Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin dalam Dialog Publik yang bertajuk “Kecakapan Bahasa, Keterampilan Literasi, dan Apresiasi Sastra dalam Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah” di ruang baca “Baca di Tebet”, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dialog ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal berbagai program dan kebijakan kebahasaan dan kesastraan yang dijalankan Badan Bahasa, sekaligus menjadi ruang diskusi dan penyampaian masukan terkait perkembangan kebahasaan dan kesastraan terkini, termasuk berbagai keresahan masyarakat terhadap isu-isu bahasa dan sastra.

Selain itu, Badan Bahasa juga berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI untuk memperkuat bidang kebahasaan dan kesastraan bagi guru, komunitas literasi, serta komunitas sastra melalui program bantuan pemerintah. Pada 2025 bantuan pemerintah untuk komunitas literasi telah disampaikan senilai Rp5 miliar untuk 50 komunitas literasi dan Rp5,4 miliar untuk 35 komunitas sastra dan 65 tokoh sastra di seluruh wilayah Indonesia. Bantuan tersebut digunakan untuk meningkatkan kompetensi SDM, mengembangkan berbagai kegiatan literasi, dan apresiasi di bidang sastra.

Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa Badan Bahasa memiliki empat program prioritas terkait kecakapan literasi, menjaga kedaulatan bahasa Indonesia sebagai pilar penting mempersatukan bangsa Indonesia melalui bahasa, pelestarian bahasa daerah sebagai sumber kekayaan Indonesia, serta penginternasionalan bahasa Indonesia. “Berbagai program Badan Bahasa diharapkan mampu memberikan manfaat luas serta mendorong sinergi dengan berbagai pihak sebagai upaya meningkatkan fungsi bahasa Indonesia secara sistematis dan keberlanjutan,” ujarnya.

Menyambut pernyataan tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, menekankan bahwa Komisi X DPR RI akan mendukung program pendidikan dari segi apapun untuk kebaikan rakyat. “DPR berkomitmen menjalankan undang-undang terkait kebahasaan dan kesastraan. DPR mendukung upaya kedaulatan bahasa dengan mengutamakan bahasa Indonesia,” ujar Himmatul di hadapan 100 orang yang hadir secara luring.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Perhimpunan Literasi Indonesia, Wien Muldian menyampaikan bahwa kekuatan berbahasa sangat dekat dengan dunia informasi dan pengetahuan sebagai wujud identitas diri. “Intervensi teknologi yang begitu cepat memengaruhi cara kita berkomunikasi, sehingga kemampuan berbahasa menjadi penting agar dapat dipahami oleh manusia di seluruh dunia dan diterima sebagai bahasa internasional,” ujarnya.

“Bahasa Indonesia maupun bahasa daerah dikenal dunia karena munculnya kreativitas dalam cara berkomunikasi dan berbahasa yang unik. Bahasa merupakan kekuatan besar untuk mendorong perubahan, tidak hanya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, tetapi juga dalam membangun kapasitas masyarakat Indonesia. Setiap individu perlu memiliki kapasitas identitas dalam berbahasa itu sendiri,” tambah Wien.

Kegiatan diseminasi kebahasaan dan kesastraan ini merupakan wujud nyata perhatian terhadap pengembangan kebahasaan dan kesastraan bagi masyarakat. Pemanfaatan kegiatan dan pengelolaan sumber daya manusia yang baik tentu memerlukan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah sebagai pembuat kebijakan, komunitas sebagai penggerak, maupun masyarakat umum sebagai penerima manfaat.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanbermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Dongkrak Kreativitas Komunitas Literasi dan Sastra Berkarya Lewat Majalah Liris dan Bantuan Pemerintah Read More »

Kemendikdasmen Perkuat Akses Layanan Kebahasaan yang Inklusif melalui UKBI Adaptif Bagi Disabilitas Rungu

Kemendikdasmen Perkuat Akses Layanan Kebahasaan yang Inklusif melalui UKBI Adaptif Bagi Disabilitas Rungu

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 644/sipers/A6/IX/2025

Kemendikdasmen Perkuat Akses Layanan Kebahasaan yang Inklusif melalui UKBI Adaptif Bagi Disabilitas Rungu

Jakarta, 10 Oktober 2025 — Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan kebahasaan yang setara, modern, dan inklusif.
Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif bagi Disabilitas Rungu menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa untuk semua, tanpa batas kemampuan, wilayah, atau latar belakang.

Sebagai bagian dari transformasi layanan kebahasaan nasional, pengembangan UKBI Adaptif bagi disabilitas rungu menjadi terobosan penting agar layanan kebahasaan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan peningkatan posisi bahasa Indonesia di dunia internasional, yaitu bahasa Indonesia kini menjadi bahasa resmi kesepuluh yang digunakan dalam sidang UNESCO dan telah diajarkan di lebih dari 57 negara.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa UKBI merupakan sarana penting untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia sehingga perlu terus dikembangkan agar menjangkau semua lapisan masyarakat.

“Seiring dengan transformasi digitalisasi layanan kebahasaan dan kesastraan, pengembangan aplikasi UKBI bagi disabilitas rungu selaras dengan visi Kemendikdasmen mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Saya menyampaikan apresiasi atas inovasi dan kreativitas yang terus dikembangkan ini. Semoga melalui uji coba aplikasi UKBI bagi disabilitas rungu ini akan diperoleh masukan yang konstruktif,” ujarnya dalam kegiatan Uji Coba Soal UKBI Adaptif dan Uji Coba UKBI Disabilitas Rungu.

UKBI merupakan instrumen resmi untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia bagi seluruh pengguna bahasa Indonesia, baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing. UKBI terus dikembangkan dari waktu ke waktu hingga kini menjadi UKBI Adaptif, sebuah sistem digital yang memungkinkan peserta untuk mengikuti ujian dari mana saja dan kapan saja. UKBI Adaptif bagi Disabilitas Rungu menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua dan mendukung pendidikan yang inklusif agar setiap pengguna bahasa Indonesia, termasuk disabilitas rungu, dapat memiliki kesempatan yang sama untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia mereka.

Balai dan Kantor Bahasa Provinsi Selenggarakan Uji Coba UKBI Adaptif bagi Disabilitas Rungu

Badan Bahasa, Kemendikdasmen telah melaksanakan UKBI Adaptif bagi Disabilitas Rungu pada tanggal 8–9 Oktober 2025. Khusus bagi peserta disabilitas rungu, kegiatan ini digelar serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 9 Oktober 2025 melalui balai dan kantor bahasa di setiap provinsi dan diikuti 222 peserta.

Kegiatan ini terdiri atas dua bagian utama, yaitu uji coba soal UKBI Adaptif secara umum dan uji coba aplikasi UKBI Adaptif bagi disabilitas rungu. Uji coba soal secara umum telah dilaksanakan di tujuh provinsi, yaitu Kepulauan Riau, Yogyakarta, NTB, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, dan DKI Jakarta. Tujuannya untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua dan pendidikan yang inklusif.

“Kami ingin memastikan soal dan aplikasi ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna disabilitas rungu. Harapannya, UKBI dapat dimanfaatkan masyarakat luas untuk pemetaan kemampuan, peningkatan kompetensi, atau seleksi karier, dan ke depan dapat digunakan pula di sekolah-sekolah bagi peserta didik difabel,” jelas Hafidz.

Uji coba ini tidak hanya mengujikan soal, tetapi juga mengukur validitas dan reliabilitas instrumen UKBI Adaptif serta menguji kinerja aplikasi digital agar aplikasi UKBI Adaptif benar-benar ramah dan mudah diakses oleh difabel. Hasil kegiatan ini akan menjadi dasar pengembangan lebih lanjut supaya UKBI Adaptif makin inklusif, akurat, dan andal.

Salah satu peserta uji coba aplikasi UKBI Adaptif bagi disabilitas rungu, Dame, mengungkapkan pengalamannya, “Hari ini saya pertama kali ikut ujian. Bahasa itu berbeda karena kita punya budaya, bahasa Indonesia, dan bahasa isyarat. UKBI ini menyesuaikan kemampuan masing-masing. Jadi, jangan takut mencoba. Tes ini bisa bermanfaat untuk masa depan untuk kerja, kuliah, dan lainnya,” ujarnya dalam bahasa isyarat.

Dua peserta warga negara asing, Maram Al Arnab (Suriah) dan Chiara (San Marino), menilai bahwa UKBI sangat penting bagi penutur asing. “Sertifikat UKBI membantu kami untuk mendapatkan pekerjaan di Indonesia dan memudahkan kami memperoleh beasiswa,” tutur mereka.

Sementara itu, Haikal dari MTsN 9 Jakarta menyampaikan bahwa UKBI menjadi motivasi bagi pengguna bahasa Indonesia untuk terus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanbermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Perkuat Akses Layanan Kebahasaan yang Inklusif melalui UKBI Adaptif Bagi Disabilitas Rungu Read More »