Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara

Artikel

Hari Pertama Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Disperpusip Sergai

Hari Pertama Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Disperpusip Sergai

Salah satu bentuk pelayanan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dalam memenuhi permintaan layanan kebahasaan dari berbagai instansi atau lembaga, juga komunitas adalah pemenuhan permintaan sebagai narasumber. Baru-baru ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Disperpusip) Kabupaten Serdang Bedagai melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal  Tahun 2026 di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 23 s.d. 25 Juni 2026 dengan mengikutkan peserta terpilih dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, mahasiswa, pelajar, pegiat literasi, pegiat Taman Bacaan Masyarakat, dll. dengan jumlah peserta 50 orang. Dana kegiatan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Perpustakaan Nasional RI. Kegiatan ini melibatkan tiga orang narasumber yang kompeten di bidangnya, baik dari kalangan penulis, penerbit, dan juga budayawan.

Ketiga narasumber tersebut adalah Tengku Ahmad Syafi’i, Raja Negeri Bedagai, seorang tokoh adat dan budayawan Serdang Bedagai dengan gelar Tengku Pangeran Nara Kelana. Beliau memberikan materi terkait dengan adat, budaya, sejarah, toponimi atau rupa bumi, dan hal-hal lain yang khas dan unik dari Serdang Bedagai. Narasumber kedua Bapak Iskandar Zulkarnain, S. Pd., M. Hum., seorang dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Alwashliyah Medan. Materi beliau terkait penulisan, kiat menulis, kiat mengembangkan tulisan, dan segala yang terkait dengan seluk-beluk tulisan. Narasumber ketiga, Syaiful Bahri Lubis, widyabasa dari Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara memberikan materi penerbitan, dengan topik khusus Gaya Selingkung dan Proses Penerbitan Naskah. Pengalaman beliau sebagai narasumber, juri, pembimbing, dalam Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Lokal yang dilaksanakan olah Perpustakaan Nasional RI semasa bertugas di Jakarta menjadi modal beliau untuk direkomendasikan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara sebagai narasumber pada kegiatan Bimtek Berbasis Konten Lokal yang dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sumatera Utara bulan Mei lalu dan pada kegiatan Bimtek yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Serdang Bedagai ini.

Pemenuhan permintaan  narasumber seperti ini merupakan salah satu bentuk pelayanan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara dalam memenuhi permintaan masyarakat dalam layanan kebahasaan.

Selamat untuk Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Serdang Bedagai yang telah bergandeng tangan dengan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara dan berbagai komunitas dan pegiat untuk menyalakan api literasi di Provinsi Sumatera Utara. Salam Literasi!

#BalaiBahasaTerusBergerak
#BadanPengembangandanPembinaanBahasa
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
#DisperpusipSerdangBedagai

Hari Pertama Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Disperpusip Sergai Read More »

MDirektur Politeknik Negeri Medan Siap Bentuk Unit BIPA, Perkuat Internasionalisasi Bahasa Indonesia di Sumatera Utara

Direktur Politeknik Negeri Medan Siap Bentuk Unit BIPA, Perkuat Internasionalisasi Bahasa Indonesia di Sumatera Utara

Medan—Upaya memperluas internasionalisasi bahasa Indonesia di Sumatera Utara terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Politeknik Negeri Medan (Polmed) menyatakan komitmennya untuk membentuk Unit Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebagai bagian dari penguatan layanan internasional di lingkungan perguruan tinggi. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Dr. Asrif, M.Hum., dengan Direktur Politeknik Negeri Medan, Dr. H. M. Syahril, S.T., M.T., di Kampus Politeknik Negeri Medan pada Kamis (9/7).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara dan Politeknik Negeri Medan untuk menghadirkan layanan BIPA yang berkualitas bagi warga negara asing (WNA) yang belajar, bekerja, maupun menjalankan aktivitas profesional di Kota Medan dan sekitarnya. Selain itu, pembentukan Unit BIPA juga dipandang sebagai salah satu strategi mendukung internasasionalisasi perguruan tinggi dan peningkatan kualitas akreditasi institusi.

Direktur Politeknik Negeri Medan, Dr. H. M. Syahril, S.T., M.T., menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan institusinya untuk segera membentuk Unit BIPA dengan pendampingan dari Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara.

“Kami menyambut baik program BIPA yang diinisiasi Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara. Kehadiran Unit BIPA akan memperkuat layanan internasional di Politeknik Negeri Medan, memberikan manfaat bagi warga negara asing yang berada di Medan, sekaligus menjadi nilai tambah dalam pengembangan mutu institusi dan peningkatan akreditasi perguruan tinggi. Kami siap bekerja sama dengan Tim BIPA Balai Bahasa agar unit ini dapat segera diwujudkan,” ujar Syahril.

Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak juga membahas berbagai bentuk kerja sama, antara lain pendampingan pembentukan Unit BIPA, penyusunan tata kelola kelembagaan, peningkatan kompetensi pengajar BIPA, hingga pelaksanaan program pembelajaran bahasa Indonesia sesuai dengan standar yang ditetapkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Dr. Asrif, M.Hum., mengapresiasi komitmen Politeknik Negeri Medan dalam mendukung pengembangan BIPA di Sumatera Utara. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam memperluas layanan pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing sekaligus memperkuat diplomasi kebahasaan Indonesia.

“Internasionalisasi bahasa Indonesia tidak dapat dilakukan oleh Balai Bahasa sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang erat dengan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Komitmen Politeknik Negeri Medan untuk membentuk Unit BIPA merupakan langkah strategis yang akan memperkuat ekosistem pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing di Sumatera Utara,” kata Asrif.

Ia menambahkan bahwa Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara melalui Tim BIPA siap memberikan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi program, sehingga Unit BIPA Politeknik Negeri Medan dapat berkembang menjadi pusat layanan pembelajaran bahasa Indonesia yang profesional dan berkelanjutan.

“Semakin banyak perguruan tinggi yang memiliki Unit BIPA, semakin luas pula jangkauan internasionalisasi bahasa Indonesia. Kehadiran Unit BIPA bukan hanya mendukung kebutuhan akademik, tetapi juga menjadi wujud nyata kontribusi Indonesia dalam memperkenalkan bahasa dan budaya bangsa kepada masyarakat dunia,” tambahnya.

Pembentukan Unit BIPA di Politeknik Negeri Medan diharapkan menjadi model kolaborasi yang dapat diikuti oleh perguruan tinggi lain di Sumatera Utara. Dengan semakin banyaknya institusi yang menyediakan layanan BIPA, akses pembelajaran bahasa Indonesia bagi warga negara asing akan semakin terbuka, sejalan dengan meningkatnya mobilitas internasional di bidang pendidikan, investasi, industri, dan ketenagakerjaan.

Kolaborasi Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara dengan Politeknik Negeri Medan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat posisi bahasa Indonesia di tingkat global. Melalui sinergi antarlembaga, internasionalisasi bahasa Indonesia di Sumatera Utara diharapkan dapat berjalan semakin optimal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat serta dunia pendidikan.

#BalaiBahasaTerusBergerak
#BIPA
#PendidkanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Direktur Politeknik Negeri Medan Siap Bentuk Unit BIPA, Perkuat Internasionalisasi Bahasa Indonesia di Sumatera Utara Read More »

Balai Bahasa Sumatera Utara Dukung Deklarasi Sanusi Pane sebagai Pahlawan Nasional

Balai Bahasa Sumatera Utara Dukung Deklarasi Sanusi Pane sebagai Pahlawan Nasional

Medan – Dukungan terhadap pengusulan tokoh kebangsaan Sanusi Pane sebagai Pahlawan Nasional kembali menguat. Pada Malam Panggung Budaya Tapanuli Selatan dalam rangka Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) di Medan, Sabtu, 4 Juli 2026, Bupati Tapanuli Selatan mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah untuk memperjuangkan pengangkatan Sanusi Pane sebagai Pahlawan Nasional. Deklarasi tersebut dibacakan langsung Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu pada Malam Pagelaran Kesenian Kabupaten Tapanuli Selatan di ajang Pekan Raya Sumatera Utara ke-50, Sabtu, 4 Juli 2026. Deklarasi tersebut disampaikan di hadapan masyarakat, budayawan, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya menghormati jasa tokoh kelahiran Muara Sipongi itu bagi bangsa Indonesia.

Deklarasi itu menjadi puncak acara yang dihadiri Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga bersama Ketua TP PKK Tapsel, Murni Gus Irawan dan jajaran Forkopimda Tapsel. Dalam deklarasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bersama tokoh masyarakat dan pemuda memohon kepada Presiden Republik Indonesia agar menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Sanusi Pane atas jasa besarnya sebagai sastrawan, tokoh Pujangga Baru, serta penggerak perkembangan bahasa dan kebudayaan Indonesia. “Perjuangan mengusulkan putra terbaik Tapanuli Selatan itu merupakan bentuk penghormatan terhadap tokoh bangsa yang telah memberi kontribusi besar bagi perjalanan sastra dan kebudayaan Indonesia,” kata Gus Irawan

Deklarasi tersebut memperoleh dukungan dari Balai Bahasa Sumatera Utara yang sejak beberapa tahun terakhir secara konsisten menginisiasi berbagai langkah akademik dan kelembagaan untuk mengangkat kembali peran Sanusi Pane dalam sejarah Indonesia. Dukungan itu bukanlah langkah baru, melainkan kelanjutan dari ikhtiar yang telah dimulai sejak 2020 melalui seminar nasional, kajian ilmiah, penyusunan dokumen pendukung, hingga advokasi kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Bagi Balai Bahasa Sumatera Utara, Sanusi Pane bukan hanya dikenal sebagai sastrawan angkatan Pujangga Baru, tetapi juga sebagai salah satu penggerak lahirnya bahasa persatuan Indonesia. Dalam Kongres Pemuda I tahun 1926, Sanusi Pane termasuk tokoh yang memperjuangkan penggunaan bahasa persatuan yang kemudian berkembang menjadi Bahasa Indonesia. Gagasannya menjadi salah satu fondasi penting yang mengantarkan lahirnya ikrar Sumpah Pemuda tahun 1928. Selain itu, pada tahun 1938 ia turut menggagas berdirinya Institut Bahasa Indonesia sebagai lembaga yang berperan dalam pengembangan bahasa Indonesia. Atas jasa tersebut, banyak kalangan menilai kontribusi Sanusi Pane tidak hanya berada di bidang sastra, tetapi juga dalam pembangunan identitas nasional melalui bahasa.

Komitmen Balai Bahasa Sumatera Utara terlihat melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Sang Penggerak Bahasa Persatuan Indonesia yang menghadirkan para ahli bahasa, sejarawan, akademisi, dan pemerintah daerah. Forum ilmiah tersebut menghasilkan berbagai rekomendasi yang memperkuat argumentasi historis bahwa Sanusi Pane memiliki jasa luar biasa dalam perjuangan kebangsaan melalui politik bahasa Indonesia. Seminar tersebut juga menjadi momentum untuk mengusulkan Sanusi Pane sebagai Pahlawan Penggerak Bahasa Indonesia, sebuah penyematan yang menegaskan perannya sebagai pelopor lahirnya bahasa persatuan sekaligus memperkuat usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional.

Upaya tersebut kemudian berlanjut dengan penyempurnaan dokumen administrasi dan kajian akademik. Balai Bahasa Sumatera Utara bersama pemerintah daerah menghimpun berbagai bukti sejarah, dokumen pendukung, serta rekomendasi dari para pakar agar usulan memenuhi persyaratan penetapan Pahlawan Nasional. Pada 2022, Balai Bahasa menyampaikan bahwa dokumen pengusulan telah dinyatakan lengkap dan siap diproses lebih lanjut sesuai mekanisme yang berlaku di tingkat nasional.

Deklarasi yang dikumandangkan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan pada PRSU 2026 menjadi energi baru bagi perjuangan tersebut. Kehadiran pemerintah daerah, masyarakat, budayawan, akademisi, dan Balai Bahasa Sumatera Utara menunjukkan bahwa pengusulan Sanusi Pane tidak hanya menjadi kepentingan daerah asalnya, tetapi juga merupakan bentuk penghargaan terhadap tokoh yang berkontribusi besar dalam memperkokoh persatuan bangsa melalui bahasa Indonesia. “Sanusi Pane tidak hanya layak dikenang sebagai sastrawan Pujangga Baru, tetapi juga sebagai tokoh penting dalam sejarah lahirnya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan,” ujar Asrif, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara.

Momentum ini diharapkan mampu memperluas dukungan publik sekaligus mempercepat terwujudnya pengakuan negara terhadap jasa Sanusi Pane. Sebagai tokoh yang menjembatani sastra, kebudayaan, dan perjuangan bahasa Indonesia, Sanusi Pane dinilai telah memberikan warisan yang terus hidup dalam kehidupan berbangsa hingga saat ini. Deklarasi di panggung budaya Tapanuli Selatan menjadi pengingat bahwa sejarah bangsa perlu terus dirawat, termasuk melalui penghormatan kepada tokoh-tokoh yang meletakkan dasar persatuan Indonesia melalui bahasa.

#BalaiBahasaSumut
#BalaiBahasaTerusBergerak
#SanusiPane
#PahlawanNasional
#SastraIndonesia
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Balai Bahasa Sumatera Utara Dukung Deklarasi Sanusi Pane sebagai Pahlawan Nasional Read More »

Balai Bahasa Sumatera Utara Raih Penghargaan dari Perpustakaan Nasional

Balai Bahasa Sumatera Utara Raih Penghargaan dari Perpustakaan Nasional

Depok, 24 Juni 2026 — Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Penghargaan Kontributor Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) Tahun 2025 pada Rapat Koordinasi Pengelolaan Perpustakaan di Lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Dr. Asrif, M.Hum., Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, dalam acara yang berlangsung di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, Rabu (24/6).

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara dalam melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. Melalui pelaksanaan serah simpan, berbagai hasil penerbitan dan karya rekam yang dihasilkan lembaga didokumentasikan sebagai bagian dari upaya pelestarian pengetahuan, bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia.

Kegiatan penyerahan penghargaan menjadi salah satu agenda penting dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Perpustakaan di Lingkungan Kemendikdasmen yang mengusung tema “Transformasi Perpustakaan Kemendikdasmen sebagai Pusat Pengetahuan, Mendukung Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Rakor diikuti oleh pengelola perpustakaan dari berbagai unit utama dan unit pelaksana teknis Kemendikdasmen sebagai forum memperkuat sinergi, meningkatkan mutu layanan perpustakaan, serta mengoptimalkan pelaksanaan serah simpan karya cetak dan karya rekam.

Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis dalam mendukung terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua. Menurutnya, perpustakaan tidak hanya menjadi pusat informasi di lingkungan kementerian, tetapi juga harus mampu memberikan akses pengetahuan seluas-luasnya kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarpengelola perpustakaan, penguatan layanan digital, serta inovasi yang menjadikan perpustakaan sebagai sumber rujukan dalam penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan berbasis data.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Prof. E. Aminudin Aziz, mengajak seluruh pengelola perpustakaan untuk melakukan transformasi layanan agar perpustakaan semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, perpustakaan tidak cukup hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan buku, tetapi harus berkembang menjadi pusat pengetahuan, ruang pengembangan kreativitas, sekaligus wahana yang mendorong lahirnya gagasan, pemikiran kritis, dan solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Transformasi tersebut menjadi kunci agar perpustakaan tetap menjadi institusi yang hidup, adaptif, dan memberi manfaat nyata bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

#BalaiBahasaTerusBergerak
#BadanBahasa
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
#PerpustakaanNasionalRepublikIndonesia

Balai Bahasa Sumatera Utara Raih Penghargaan dari Perpustakaan Nasional Read More »

Perkuat Pendidikan dan Literasi, Kemendikdasmen Petakan Kemahiran Berbahasa Indonesia lebih Inklusif

Perkuat Pendidikan dan Literasi, Kemendikdasmen Petakan Kemahiran Berbahasa Indonesia lebih Inklusif

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 514/sipers/A6/VI/2026

Perkuat Pendidikan dan Literasi, Kemendikdasmen Petakan Kemahiran Berbahasa Indonesia lebih Inklusif

Jakarta, 23 Juni 2026 — Upaya memperkuat kualitas pendidikan, literasi, dan pembinaan kebahasaan di Indonesia kini semakin didukung oleh data yang terukur. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) terus memperluas pemetaan kemahiran berbahasa Indonesia melalui Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Diseminasi Nasional Kemahiran Berbahasa Indonesia yang digelar di Jakarta. Melalui kegiatan ini, Badan Bahasa mempublikasikan hasil UKBI Adaptif yang dirangkum dalam Buku Peta Kemahiran Berbahasa Indonesia, sebuah rujukan yang memotret tingkat kemahiran berbahasa masyarakat Indonesia secara nasional maupun provinsi.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa hasil UKBI tidak sekadar menjadi data statistik, melainkan instrumen penting untuk memahami kondisi kemahiran berbahasa masyarakat di berbagai jenjang pendidikan, profesi, dan wilayah. “Data kemahiran berbahasa Indonesia merupakan informasi penting terkait tingkat kemahiran berbahasa Indonesia di berbagai jenjang pendidikan, kalangan profesional, dan wilayah tertentu. Para pemangku kepentingan dapat menjadikannya sebagai bahan evaluasi, bahkan sebagai dasar pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan kemahiran berbahasa Indonesia,” ujar Hafidz.

Hasil pemetaan tahun 2025 menunjukkan Angka Kemahiran Berbahasa Indonesia secara nasional berada pada skor 64,23. Sepanjang tahun tersebut, UKBI Adaptif diikuti 321.383 peserta dari 38 provinsi dan 493 kabupaten/kota. Partisipasi juga datang dari 243 warga negara asing yang berasal dari 51 negara.

Data tersebut memperlihatkan semakin luasnya pemanfaatan UKBI sebagai alat ukur kemahiran berbahasa Indonesia. Namun, Hafidz menilai partisipasi mahasiswa masih perlu ditingkatkan. Dari total peserta UKBI Adaptif tahun 2025, sebanyak 84,9 persen merupakan pelajar, sedangkan mahasiswa baru mencapai 10,3 persen atau 33.080 peserta. “Hal ini perlu menjadi perhatian perguruan tinggi agar kemahiran berbahasa Indonesia menjadi bagian penting dalam peningkatan literasi mahasiswa,” katanya.

Selain memperluas cakupan pemetaan, Kemendikdasmen juga memastikan layanan kebahasaan dapat diakses secara inklusif. Salah satunya melalui pengembangan UKBI Adaptif Disabilitas Rungu yang dirancang untuk memberikan kesempatan setara bagi penyandang disabilitas rungu dalam mengukur kemahiran berbahasa Indonesia.

“Kemendikdasmen berkomitmen menjembatani hak atas pendidikan dan kebahasaan yang inklusif sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang memuat hak berekspresi, berkomunikasi, dan memperoleh informasi,” ujar Hafidz.
Pengembangan layanan tersebut telah dimulai sejak 2024 dan diuji secara nasional pada Oktober 2025 dengan melibatkan 222 peserta penyandang disabilitas rungu dari berbagai daerah. Materi ujian disesuaikan dengan pengalaman berbahasa peserta yang lebih banyak bertumpu pada informasi visual dan tulis tanpa mengurangi mutu pengukuran.

Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Pendidikan, Moch. Abduh, mengatakan bahwa layanan ini akan terus dikembangkan agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Kami akan terus menyiapkan berbagai bentuk adaptasi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Melalui pemetaan kemahiran berbahasa yang semakin luas dan inklusif, Kemendikdasmen berharap hasil UKBI dapat menjadi fondasi pengembangan pembelajaran, peningkatan literasi, serta penyusunan kebijakan kebahasaan dan pendidikan yang lebih efektif, berbasis data, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Perkuat Pendidikan dan Literasi, Kemendikdasmen Petakan Kemahiran Berbahasa Indonesia lebih Inklusif Read More »

Di Tengah Transformasi Digital, Indonesia, Brunei, dan Malaysia Perkuat Diplomasi Bahasa

Di Tengah Transformasi Digital, Indonesia, Brunei, dan Malaysia Perkuat Diplomasi Bahasa

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 513/sipers/A6/VI/2026

Di Tengah Transformasi Digital, Indonesia, Brunei, dan Malaysia Perkuat Diplomasi Bahasa

Sentul, Bogor, 22 Juni 2026 – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, bahasa tetap menjadi jembatan yang menghubungkan bangsa-bangsa serumpun. Semangat itulah yang kembali diteguhkan dalam Musyawarah Sekretariat Ke-28 Majelis Bahasa Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia (MABBIM), yang mempertemukan delegasi dari Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia dalam satu forum kerja sama kebahasaan. Meski untuk pertama kalinya dalam sejarah Musyawarah Sekretariat MABBIM diselenggarakan secara daring, semangat diplomasi bahasa yang telah dibangun selama lebih dari lima dekade tetap terasa kuat.

Ketua MABBIM Indonesia, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa forum ini merupakan ruang strategis untuk menjaga kesinambungan diplomasi bahasa antarnegera. “Forum ini merupakan panggung penting untuk merajut kembali tali komitmen, memperdalam ikatan persaudaraan, serta memperpanjang estafet kerja sama kebahasaan yang telah kita bangun bersama dengan penuh dedikasi. Jarak boleh saja membatasi fisik kita untuk saling menjabat, tetapi agenda kerja sama kebahasaan MABBIM tetap dapat berlangsung di ruang digital ini,” ujarnya.

Hafidz bahkan menyebut Musyawarah Sekretariat sebagai “dapur utama” organisasi. “Musyawarah Sekretariat menempati posisi yang sangat krusial. Ini adalah ruang perumusan garis depan, atau ‘dapur utama’ MABBIM.” Menutup sambutannya, Hafidz menyampaikan optimisme terhadap masa depan bahasa serumpun. “Saya optimis setiap butir pemikiran kita hari ini akan melahirkan resolusi yang tajam, berdampak nyata, dan bermaslahat luas bagi eksistensi bahasa serumpun.”

Sejak dikukuhkan pada 1972, MABBIM telah menjadi lebih dari sekadar forum kebahasaan. Ia menjadi sarana diplomasi budaya yang mempererat hubungan Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia, sekaligus memastikan bahasa serumpun terus berkembang sebagai bahasa ilmu, budaya, dan komunikasi di tengah perubahan dunia yang semakin cepat.

Sekretaris MABBIM Indonesia, Dora Amalia, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan bahasa serumpun. “Pertemuan ini menjadi momentum yang sangat berharga untuk memperkuat komitmen, mempererat persahabatan, dan melanjutkan kerja sama kebahasaan yang telah terjalin dengan baik selama ini,” ujar Dora.

Menurutnya, penyelenggaraan secara virtual menjadi bukti bahwa kerja sama kebahasaan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Terdapat hal yang sedikit berbeda dalam penyelenggaraan Musyawarah Sekretariat Ke-28 kali ini. Untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan Musyawarah Sekretariat MABBIM, kegiatan dilaksanakan secara daring dan diikuti secara maya oleh Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia,” katanya.

“Melalui pertemuan ini, mari kita tunjukkan bahwa kolaborasi yang telah terjalin erat selama puluhan tahun mampu beradaptasi dengan berbagai situasi dan tetap berjalan secara produktif,” tambah Dora.

Apresiasi terhadap semangat kolaborasi tersebut juga disampaikan Sekretaris MABBIM Brunei Darussalam, Dayang Hajah Annisa binti Haji Moksin. “Di kesempatan ini, saya ingin merakamkan setinggi-tinggi penghargaan dan tahniah kepada negara Indonesia selaku tuan rumah yang berkerja keras bagi mengungkayahkan persidangan maya Mesyuarat Sekretariat Ke-28 pada tahun ini,” ujarnya.

Baginya, komitmen negara anggota menunjukkan bahwa bahasa terus menjadi perekat hubungan kawasan. “Sesungguhnya, kehadiran yang penuh komitmen dan kesungguhan yang tidak berbelah bahagi daripada setiap negara anggota adalah bukti utuhnya kebersamaan kita dalam mendaulatkan bahasa serumpun,” katanya.

Ia berharap forum ini melahirkan gagasan baru yang memperkuat peran bahasa Indonesia dan Melayu di masa depan. “Besarlah harapan saya agar mufakat kita pada hari ini mampu mencetuskan idea, kreativiti, dan inovasi baharu yang signifikan buat MABBIM dalam usaha memartabatkan bahasa Melayu dan bahasa Indonesia,” ungkapnya.

Pandangan serupa disampaikan Sekretaris MABBIM Malaysia, Encik Mohd Riduwan bin Wahab. “Kerja sama yang dibangun melalui MABBIM bukan sahaja memperkukuh bahasa serumpun, tetapi juga mempererat hubungan persaudaraan dan saling pengertian antara negara anggota,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, tantangan era digital menuntut MABBIM terus berinovasi. “Dalam era digital yang berkembang dengan begitu pesat, MABBIM perlu terus bergerak seiring perubahan zaman dengan memperkukuh kerja sama, memperluas inovasi kebahasaan, serta memastikan bahasa Melayu dan bahasa Indonesia kekal relevan sebagai bahasa ilmu, bahasa budaya, dan bahasa komunikasi masyarakat serantau,” pungkasnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/berita

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Di Tengah Transformasi Digital, Indonesia, Brunei, dan Malaysia Perkuat Diplomasi Bahasa Read More »

Bahasa Indonesia Diutamakan, Bahasa Daerah Dilestarikan, Jawa Barat Perkuat Tata Kelola Kebahasaan

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 515/sipers/A6/VI/2026

Bahasa Indonesia Diutamakan, Bahasa Daerah Dilestarikan, Jawa Barat Perkuat Tata Kelola Kebahasaan

Bandung, 23 Juni 2026 — Upaya implementasi kebijakan kebahasaan nasional dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) mendorong terbentuknya tata kelola pengawasan penggunaan Bahasa Indonesia yang lebih kuat, terkoordinasi, dan berkelanjutan melalui kegiatan Konsolidasi Daerah yang mengangkat topik “Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Daerah di Provinsi Jawa Barat”.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.4/7446/SJ Tahun 2025 tentang Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia di daerah.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa penguatan penggunaan Bahasa Indonesia merupakan bagian dari upaya menjaga identitas dan kedaulatan bangsa menjelang satu abad Sumpah Pemuda pada 2028. “Bahasa Indonesia bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga simbol negara yang harus dihormati, dibanggakan, dan digunakan secara baik dan benar. Pengutamaan Bahasa Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkuat eksistensi bangsa, memajukan peradaban nasional, serta meningkatkan pendidikan yang bermutu,” ujar Hafidz di Bandung.

Menurutnya, posisi Bahasa Indonesia di tingkat global terus menguat. Saat ini Bahasa Indonesia telah dipelajari di 61 negara, menjadi bahasa resmi Sidang Umum UNESCO, dan telah hadir sebagai program studi di Universitas Al-Azhar Kairo. Namun, di dalam negeri masih ditemukan penggunaan bahasa asing yang berlebihan pada nama kawasan, produk, badan usaha, maupun ruang publik.

“Regulasi kebahasaan diperlukan untuk membangun kesamaan pemahaman dan kepatuhan bersama. Penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik, dokumen resmi, dan lingkungan pemerintahan telah memiliki landasan hukum yang jelas melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019, serta diperkuat dengan Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025,” jelasnya.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Herawati, menekankan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan kebahasaan memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. “Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas dukungan dan kolaborasi yang diberikan. Pengawasan penggunaan Bahasa Indonesia dan pelindungan bahasa serta sastra daerah tidak dapat berjalan sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Komitmen tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Barat, Asep Sukmana, menilai pembentukan Tim Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia di tingkat provinsi dan kabupaten/kota menjadi langkah strategis untuk memastikan kebijakan berjalan efektif. “Regulasi yang telah diterbitkan perlu segera ditindaklanjuti melalui pembentukan kelembagaan, pelaksanaan pengawasan, dan kegiatan pembinaan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” kata Asep.

Ia menambahkan bahwa pengawasan bahasa lebih mengedepankan pembinaan, edukasi, pendampingan, dan rekomendasi perbaikan daripada pendekatan penindakan. Sebagai wujud komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan penandatanganan Komitmen Bersama Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia di Wilayah Provinsi Jawa Barat.

Melalui konsolidasi ini, Jawa Barat diharapkan menjadi contoh penguatan ekosistem kebahasaan yang tertib, sekaligus mendorong implementasi kebijakan kebahasaan nasional yang berkelanjutan untuk mengutamakan Bahasa Indonesia dan melindungi bahasa daerah.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua#
#KemendikdasmenRamah#

Bahasa Indonesia Diutamakan, Bahasa Daerah Dilestarikan, Jawa Barat Perkuat Tata Kelola Kebahasaan Read More »

Kemendikdasmen Gandeng Kampus Perluas Gerakan Pemartabatan Bahasa Indonesia

Kemendikdasmen Gandeng Kampus Perluas Gerakan Pemartabatan Bahasa Indonesia

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 488/sipers/A6/VI/2026

Kemendikdasmen Gandeng Kampus Perluas Gerakan Pemartabatan Bahasa Indonesia

Medan, 12 Juni 2026 — Pengembangan bahasa dan sastra Indonesia tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Melainkan membutuhkan kolaborasi yang luas agar bahasa Indonesia semakin kuat di dalam negeri dan makin dikenal di dunia internasional. Berangkat dari semangat itulah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) memperkuat kemitraan dengan perguruan tinggi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Universitas Prima Indonesia (UNPRI). Lebih dari sekadar penandatanganan dokumen, kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pembangunan kebahasaan dan kesastraan yang semakin dekat dengan masyarakat melalui peran kampus.

Perguruan tinggi dipandang memiliki posisi yang unik. Selain menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, kampus juga memiliki kemampuan menjangkau masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Karena itu, keterlibatan kampus menjadi bagian penting dalam memperluas dampak berbagai program kebahasaan dan literasi yang dijalankan pemerintah.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa sinergi dengan perguruan tinggi merupakan bentuk nyata semangat partisipasi semesta dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.
“Naskah yang telah kita tandatangani bersama antara Badan Bahasa dan UMSU menjadi wujud komitmen, kolaborasi, dan sinergi antara Kemendikdasmen dan perguruan tinggi dalam berbagai bidang, seperti BIPA, peningkatan dan penguatan literasi, pemartabatan bahasa, serta pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Hafidz, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi fondasi pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pembentukan karakter. Karena itu, penguatan bahasa Indonesia perlu berjalan beriringan dengan pelestarian bahasa daerah dan penguasaan bahasa asing.

“Melalui kolaborasi ini, kampus diharapkan mampu menciptakan ruang-ruang akademik yang menempatkan bahasa sebagai fondasi pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pembentukan karakter. Penguasaan bahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa daerah perlu tumbuh secara seimbang dalam lingkungan pendidikan tinggi,” tambahnya.

Di lingkungan kampus, optimisme terhadap masa depan bahasa Indonesia juga terus tumbuh. Rektor UMSU, Akrim, meyakini bahasa Indonesia memiliki peluang semakin besar untuk memperluas pengaruhnya di tingkat internasional.

“Bahasa Indonesia telah menunjukkan pengaruh yang semakin luas di tingkat internasional melalui jumlah penuturnya yang terus berkembang. Kami optimistis pada masa yang akan datang bahasa Indonesia akan memperoleh posisi yang semakin kuat dalam pergaulan dunia,” ujarnya.

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan karena selama ini UMSU telah aktif mengembangkan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan melahirkan sejumlah pengajar yang bertugas di berbagai negara. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mendukung upaya internasionalisasi bahasa Indonesia.

Semangat yang sama juga disampaikan Wakil Rektor I Universitas Prima Indonesia, Abdi Darma. Menurutnya, kerja sama dengan Badan Bahasa membuka ruang baru bagi penguatan program kebahasaan sekaligus mendukung visi internasionalisasi kampus. “Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata, terutama dalam upaya mengutamakan bahasa Indonesia di lingkungan kampus. Di sisi lain, sebagai kampus yang mengembangkan perspektif internasional, kami juga menjadikan program BIPA sebagai salah satu program unggulan,” kata Abdi.

Kolaborasi antara Badan Bahasa, UMSU, dan UNPRI menunjukkan bahwa pembangunan bahasa dan sastra Indonesia merupakan kerja bersama. Ketika pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat berjalan beriringan, bahasa Indonesia tidak hanya semakin bermartabat di negeri sendiri, tetapi juga memiliki peluang yang semakin besar untuk hadir dan dikenal di panggung dunia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Gandeng Kampus Perluas Gerakan Pemartabatan Bahasa Indonesia Read More »

Wamendikdasmen Fajar Dorong Trigatra Bangun Bahasa dan Transformasi Digital Pendidikan di Dumai

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 467/sipers/A6/VI/2026

Dumai, Riau, 6 Juni 2026 – Suasana pagi di Sekolah Maitreyawira, Kota Dumai, Provinsi Riau, terasa hangat dan menggembirakan. Seluruh warga sekolah bersemangat menyambut Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, bersama Walikota Dumai, Paisal, yang hadir di momen pentas seni sekolah.
 
Di hadapan ratusan murid Sekolah Maitreyawira, Wamen Fajar memberikan motivasi dan mendorong sekolah untuk terus mengembangkan Trigatra Bangun Bahasa serta melakukan transformasi digital pendidikan. Wamen Fajar menilai praktik pendidikan multikultural seperti yang diterapkan Sekolah Maitreyawira menjadi modal penting dalam membangun karakter murid. Kehadiran warga sekolah dari berbagai latar belakang budaya dan penggunaan bahasa asing memberikan ruang untuk tumbuhnya sikap toleransi, empati, serta kemampuan berinteraksi murid dalam masyarakat yang majemuk.
 
“Kita hidup di tengah masyarakat yang beragam. Semakin dini murid dikenalkan pada keragaman bahasa dan budaya, maka semakin kuat kemampuan mereka untuk menghargai perbedaan dan hidup berdampingan secara harmonis,” ungkap Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, di Kota Dumai, Jumat (5/6).
 
Selanjutnya, Wamen Fajar turut memaparkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia. Kebijakan tersebut melingkupi konsep Trigatra Bangun Bahasa dengan poin yaitu mengutamakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan identitas nasional, melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa, serta menguasai bahasa asing sebagai sarana komunikasi global.

Keseimbangan tiga aspek itu dijelaskannya sangat penting agar murid memiliki identitas kebangsaan yang kuat sekaligus modal bersaing di tingkat internasional. “Jangan sampai kita kehilangan jati diri karena terlalu berorientasi pada bahasa asing. Sebaliknya, kita juga tidak boleh menutup diri dari perkembangan dunia global. Oleh karena itu, Trigatra Bangun Bahasa menjadi panduan untuk menjaga keseimbangan itu,” tutur Wamen Fajar. 

Menutup sambutannya, Wamen Fajar mengungkapkan bahwa indikator pendidikan di Kota Dumai menunjukkan perkembangan yang positif. Rata-rata lama sekolah masyarakat Dumai juga telah melampaui batas minimum nasional, berikut dengan angka harapan lama sekolah yang juga terus meningkat.

Apresiasi Pemerintah Kota Dumai

Pada kesempatan yang sama, Walikota Dumai, Paisal, mengapresiasi kehadiran Wamen Fajar sebagai momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan serta pembangunan sumber daya manusia. Lebih lanjut, hadirnya Wamen Fajar di Kota Dumai juga menjadi bentuk perhatian nyata Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terhadap perkembangan pendidikan di daerah yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama. 

Paisal menambahkan, Kota Dumai sangat dikenal sebagai daerah yang heterogen dengan keberagaman harmonis di tengah masyarakat. Kondisi tersebut juga tercermin dalam dunia pendidikan, di mana sekolah-sekolah negeri maupun swasta tumbuh berkembang secara bersama, melayani murid dari berbagai latar belakang. 

“Keberadaan sekolah-sekolah swasta yang semakin berkembang menunjukkan bahwa kini masyarakat memiliki banyak pilihan untuk mendapatkan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka. Ini juga menjadi simbol bahwa kualitas pendidikan di Dumai terus meningkat,” terang Paisal.

Di bidang pendidikan karakter, Pemerintah Kota Dumai memiliki program Hikmat Pendidikan dengan menempatkan pembentukan adab dan akhlak sebagai fondasi utama murid. Program tersebut telah diterapkan di seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta.
 
“Kami ingin anak-anak Dumai tumbuh menjadi generasi yang beradab, berakhlak mulia, dan memiliki kompetensi yang unggul. Dengan karakter yang baik, kelak mereka akan menjadi dokter, guru, polisi, maupun profesi lainnya yang memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia,” pungkas Paisal.
 
 
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
 
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook:  facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
 

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Wamendikdasmen Fajar Dorong Trigatra Bangun Bahasa dan Transformasi Digital Pendidikan di Dumai Read More »

Perkuat Literasi di NTT, Badan Bahasa Dorong Gerakan Partisipasi Semesta

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 447/sipers/A6/V/2026

Kupang, NTT, 30 Mei 2026—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua melalui penguatan partisipasi semesta dalam Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang berfokus pada peningkatan literasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), upaya tersebut dilakukan bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, komunitas, dan mitra pembangunan untuk membangun ekosistem pendidikan yang literat, inklusif, dan berkelanjutan. Salah satu implementasinya adalah penyelenggaraan Bimbingan Teknis Literasi Generasi Muda dan Gelar Wicara Praktik Baik Literasi di NTT dalam rangka Hari Buku Nasional pada Selasa (26/5). Mengusung tema “Dari Bumi Flobamorata Menyemai Benih Menebar Pijar Literasi”, kegiatan ini adalah wujud kerja sama antara Pemerintah Daerah NTT, INOVASI, dan Bank Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa peningkatan kualitas literasi bangsa tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, literasi memerlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat agar dapat tumbuh menjadi budaya yang hidup di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. “Partisipasi semesta menjadi kunci untuk membangun ekosistem pendidikan yang bermutu dan berkeadilan,” ujar Hafidz.

Ia menjelaskan bahwa hasil berbagai asesmen pendidikan menunjukkan perlunya penguatan budaya membaca dan kemampuan literasi peserta didik secara lebih masif. Oleh karena itu, Kemendikdasmen melalui Badan Bahasa terus memperluas akses bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan dan jenjang usia anak. Menurutnya, Provinsi NTT menjadi salah satu daerah prioritas penguatan literasi nasional pada tahun 2026. Badan Bahasa akan mendistribusikan masing-masing 200 eksemplar buku bacaan bermutu ke 1.294 sekolah dasar dan masing-masing 300 eksemplar pada 393 sekolah menengah pertama di NTT.

“Anak-anak harus memiliki akses terhadap buku-buku yang bermutu, menarik, sesuai usia dan jenjang pendidikan mereka. Dari sanalah kebiasaan membaca dan kemampuan berpikir kritis dapat tumbuh,” tandasnya.

Selain bantuan buku ke sekolah, Badan Bahasa juga menyerahkan sebanyak 5.400 buku bacaan bermutu kepada Bunda Literasi NTT untuk didistribusikan ke berbagai daerah di provinsi tersebut. Badan Bahasa turut memberikan diska keras eksternal yang memuat 1.400 judul buku digital untuk diperbanyak dan dimanfaatkan oleh Bunda Literasi kabupaten/kota di seluruh NTT.

Peningkatan Kemampuan Literasi Generasi Muda

Balai Bahasa Provinsi NTT bersama dengan Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) melakukan penguatan literasi pada generasi muda. Para peserta didik dilibatkan secara langsung dalam kegiatan membaca dan pembelajaran literasi. Sebanyak 700 siswa dari jenjang SD hingga SMA mengikuti aktivitas literasi sesuai tingkat pendidikan masing-masing. Siswa sekolah dasar mengikuti kegiatan mengulas buku, siswa SMP dibekali keterampilan membaca cepat, sedangkan siswa SMA diajak melakukan pembacaan kritis terhadap cerita yang dipaparkan narasumber.

Hafidz menilai antusiasme peserta menunjukkan bahwa anak-anak memiliki minat belajar yang tinggi ketika diberikan ruang dan bahan bacaan yang menarik dan tepat.

“Ada siswa yang merasa cerita yang dibaca sangat dekat dengan kehidupan mereka. Ini menunjukkan bahwa membaca bukan sekadar memahami teks, tetapi juga membangun empati. Mereka belajar memahami isi bacaan dan mengembangkan imajinasi serta berpikir kritis,” ujarnya.

Para peserta sangat antusias saat membaca buku cerita bergambar yang menarik perhatian mereka. Keceriaan dan kebersamaan tumbuh dalam aktivitas membaca bersama teman seusianya. Saat diminta menceritakan kembali buku cerita yang dibacanya, mengalir dengan lancar dengan pemahaman yang utuh apa yang dibacanya.

Staf Ahli Gubernur NTT, Henderina Laiskodat, menyampaikan sambutan Gubernur NTT pada kegiatan ini menekankan budaya membaca masyarakat NTT menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan Survei Tingkat Kegemaran Membaca Tahun 2025 dari Perpustakaan Nasional, tingkat kegemaran membaca masyarakat NTT mencapai 62,05 atau berada di atas rata-rata nasional sebesar 54,80. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di NTT.

“Kita harus menjaga semangat membaca ini dengan menghadirkan bahan bacaan yang berkualitas dan mudah diakses masyarakat,” ujarnya.

Bunda Literasi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, juga menegaskan pentingnya gerakan literasi yang berangkat dari keluarga. Ia menyebut dukungan dan kolaborasi bersama Badan Bahasa membantu memperkuat gerakan literasi hingga tingkat daerah.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Gerakan literasi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Perkuat Literasi di NTT, Badan Bahasa Dorong Gerakan Partisipasi Semesta Read More »