Laporan SKM Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara
Laporan SKM Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara Read More »
Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara
Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Nomor: 323/sipers/A6/IV/2026

Banda Aceh, 28 April 2026 – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terus memperkuat ekosistem kebahasaan, kesastraan, dan literasi di daerah melalui kolaborasi lintas sektor.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat pengetahuan dan inovasi. Oleh karena itu, kolaborasi dengan kampus perlu terus diperluas agar program kebahasaan semakin berdampak luas. “Ini adalah bentuk partisipasi semesta dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, di mana Kemendikdasmen terus meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi,” ujar Hafidz dalam rangkaian kegiatan strategis di Banda Aceh, Senin (20/4).
Ia menambahkan bahwa terdapat empat fokus utama yang perlu diperkuat bersama, yaitu peningkatan literasi, penguatan kedaulatan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, serta internasionalisasi bahasa Indonesia. “Dalam konteks kedaulatan bahasa, kita masih melihat penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan tata naskah dinas yang belum baik dan benar. Ini menjadi perhatian bersama untuk terus diperbaiki,” kata Hafidz dalam kegiatan yang dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi, instansi pendidikan, komunitas literasi, serta mitra strategis lainnya, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh dan para kepala dinas pendidikan kabupaten/kota.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di kalangan generasi muda. “Pelestarian bahasa daerah perlu terus didorong melalui penguatan vitalitasnya kepada generasi muda agar tingkat kepunahan dapat ditekan,” tambahnya.
Tak hanya itu, Kemendikdasmen melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Rektor IAIN Takengon, Rektor UIN Ar-Raniry, dan Rektor Universitas Syiah Kuala. Penandatanganan tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa serta sastra Indonesia dan daerah. Ruang lingkup kerja sama mencakup penguatan tridarma perguruan tinggi, riset kebahasaan dan kesastraan, peningkatan literasi masyarakat, pelatihan kebahasaan, revitalisasi bahasa daerah, pengembangan bahan ajar, serta pelibatan mahasiswa dan dosen dalam program strategis kebahasaan.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Muhammad Irsan, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan capaian yang telah dibangun sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. “Kami akan terus berdiskusi dan berupaya meningkatkan kinerja Balai Bahasa Provinsi Aceh. Kami mohon dukungan dari seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengajak sekaligus tantangan Kota Banda Aceh untuk dapat melaksanakan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) secara masif kepada seluruh murid di Banda Aceh. Menurutnya, gerakan bersama ini berpotensi mencatat sejarah rekor MURI melalui pelaksanaan UKBI serentak dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia. “Banda Aceh memiliki semangat pendidikan yang kuat. Jika dilaksanakan bersama-sama, saya optimistis Banda Aceh dapat menjadi pelopor dan bahkan memecahkan rekor MURI sebagai kota pelaksana UKBI serentak terbanyak di Indonesia,” ujar Kepala Badan Bahasa.
Senada dengan hal itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal menyatakan dukungan penuh terhadap program-program Badan Bahasa. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh siap menindaklanjuti melalui Dinas Pendidikan serta Sekretaris Daerah untuk memperkuat pengawasan penggunaan bahasa Indonesia di wilayahnya. “Kota Banda Aceh adalah kota kolaborasi. Kami siap bersinergi dengan Badan Bahasa dan seluruh pihak untuk kemajuan Kota Banda Aceh, termasuk dalam penguatan bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah,” ujar Wali Kota Banda Aceh.

Badan Bahasa menegaskan bahwa penguatan bahasa, sastra, dan literasi memerlukan kerja bersama lintas sektor. Perguruan tinggi, sekolah, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun ekosistem kebahasaan yang sehat dan berkelanjutan. Banda Aceh merupakan contoh bahwa sinergi kelembagaan dapat diwujudkan melalui kerja sama strategis, penguatan organisasi, serta perhatian terhadap budaya baca di sekolah.
Ke depan, Badan Bahasa berharap kolaborasi yang terbangun di Aceh dapat semakin memperkuat peran bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, menjaga kelestarian bahasa daerah, serta menumbuhkan generasi muda yang literat, berkarakter, dan bangga terhadap identitas bangsanya.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Badan Bahasa Gandeng Kampus dan Pemda, Perkuat Literasi dan Bahasa di Aceh Read More »
Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Nomor: 322/sipers/A6/IV/2026

Banda Aceh, 27 April 2026 – Sebagai bagian dari penguatan ekosistem literasi nasional, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memastikan pemanfaatan bantuan buku bacaan bermutu berjalan optimal di sekolah penerima manfaat. Hal tersebut dilakukan melalui peninjauan langsung oleh Kepala Badan Bahasa di SDN 54 Banda Aceh, beberapa waktu lalu.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, bersama Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh periode 2023–2026, Umar Solikhan, melakukan peninjauan pemanfaatan buku bahan bacaan bermutu di SDN 54 Banda Aceh. SDN 54 Banda Aceh merupakan salah satu sekolah di Provinsi Aceh yang menerima hibah buku bacaan bermutu dari Badan Bahasa pada tahun 2024.
Program bantuan buku bacaan bermutu merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kemendikdasmen dalam memperluas akses bahan bacaan berkualitas bagi peserta didik di berbagai daerah. Semakin dekat anak dengan buku, semakin kuat budaya membaca sebagai bekal masa depan. Kegiatan ini bertujuan melihat langsung pemanfaatan buku yang telah disalurkan. Peninjauan ini memastikan program literasi di sekolah berjalan optimal.

Dalam kunjungannya, Hafidz mengapresiasi pihak sekolah atas pengelolaan dan pemanfaatan buku-buku tersebut. Menurutnya, kegemaran membaca murid SDN 54 Banda Aceh merupakan salah satu perwujudan dari kebiasaan gemar belajar dalam tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat. “Buku bacaan bermutu memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat baca serta meningkatkan kemampuan literasi anak sejak dini,” ucap Hafidz.
Lebih lanjut, Hafidz Muksin juga menyerahkan tambahan koleksi buku bacaan bermutu untuk Perpustakaan Cerdas Ceria milik SDN 54 Banda Aceh. Penambahan koleksi ini diharapkan dapat memperkaya pilihan bacaan murid serta mendorong tumbuhnya minat membaca sejak usia dini. Kehadiran buku baru ini diharapkan memperkuat fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyenangkan dan dekat dengan keseharian anak.
Suasana penuh antusias tampak saat para murid melihat buku-buku baru yang diserahkan. Mereka berkumpul di sekitar rak buku dan segera membuka halaman demi halaman penuh rasa ingin tahu yang tinggi. Sejumlah murid mengungkapkan kegembiraannya karena buku-buku tersebut menurut mereka menarik, penuh gambar berwarna, dan menyenangkan untuk dibaca. Respons spontan murid menunjukkan bahwa bahan bacaan sesuai usia dan menarik mampu menumbuhkan kebiasaan membaca.

Pada kesempatan yang sama, Umar Solikhan menyampaikan bahwa SDN 54 Banda Aceh telah menunjukkan praktik baik dalam memanfaatkan bahan bacaan, baik sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran maupun aktivitas literasi harian murid. Dampaknya, sekolah tersebut menjadi contoh bagi sekolah lain dalam meningkatkan budaya literasi.
Buku yang baik, perpustakaan yang aktif, serta dukungan guru dan orang tua merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi pembelajar sepanjang hayat. Kepala SDN 54 Banda Aceh, Teuku Muthalla, menyampaikan apresiasi atas dukungan fasilitas buku bacaan bermutu yang diberikan oleh Badan Bahasa, Kemendikdasmen. “Kami sangat mendukung program bantuan buku ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah guna memperkuat budaya literasi di Indonesia,” ungkap Teuku.
“Buku-buku yang diberikan sebelumnya sangat menarik minat baca anak-anak. Hal itu terlihat dari meningkatnya kunjungan murid ke perpustakaan. Anak-anak kini semakin senang datang dan membaca,” tambahnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Diserbu Murid, Buku Bermutu Hidupkan Perpustakaan Sekolah di Banda Aceh Read More »
Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Nomor: 306/sipers/A6/IV/2026
Jakarta, 22 April 2026 – Bertepatan dengan momen peringatan pemberdayaan perempuan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menyelenggarakan Gelar Wicara “Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan untuk Meningkatkan Literasi” di Jakarta, Selasa (21/4). Acara ini menyoroti peran krusial perempuan, khususnya para ibu dan pendidik dalam membangun fondasi kecerdasan anak bangsa dari wilayah pelosok.

Kegiatan ini secara khusus menghadirkan para pejuang literasi dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui program Inovasi Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) yang merupakan kemitraan pendidikan antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Australia, para narasumber berbagi kisah inspiratif mengenai perubahan pola pikir dan peningkatan kemampuan baca-tulis murid sekolah dasar di wilayah terpencil melalui pendekatan yang lebih kontekstual dan bermakna.

“Kegiatan ini adalah rangkaian perayaan untuk menguatkan peran perempuan dalam pendidikan. Kami menghadirkan tokoh-tokoh dari NTT untuk berbagi praktik baik tentang bagaimana ekosistem daerah, mulai dari Bunda Literasi, kepala sekolah, guru, hingga forum taman bacaan bahu-membahu menumbuhkan minat baca,” ujar Hafidz saat ditemui usai acara.
Hafidz menambahkan bahwa penguatan literasi harus menyentuh tiga ranah utama, yaitu sekolah, masyarakat, dan keluarga. Ia menilai peran perempuan sangat sentral dalam menghidupkan budaya tutur dan baca di rumah sebelum anak-anak memasuki jenjang formal.
Hafidz juga menyampaikan harapannya agar praktik baik kolaborasi di Provinsi NTT juga dapat dilanjutkan di daerah-daerah lain. “Pada bulan Februari yang lalu, kami juga menggelar acara dengan tema penggunaan bahasa ibu atau bahasa daerah di kelas awal untuk meningkatkan proses pembelajaran. Kebetulan narasumbernya juga dari NTT, ada bupati, kepala sekolah, dan Duta Bahasa dari Bali,” tambah Hafidz.
Kepala Badan Bahasa juga mengapresiasi INOVASI sebagai mitra pembangunan di bidang pendidikan dan juga pemerintah daerah Provinsi NTT yang telah mendukung peningkatan literasi di daerahnya melalui berbagai program dan pendekatan.

Pada gelar wicara, Bunda Literasi Provinsi NTT periode 2025—2030, Mindriyati Astiningsih Laka Lena memaparkan bahwa kunci utama peningkatan literasi di daerahnya adalah ketersediaan buku bacaan yang bermutu dan menarik. Ia secara aktif melakukan advokasi kepada pemerintah daerah serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT untuk mengoptimalkan penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dalam pengadaan buku yang telah dikurasi oleh Badan Bahasa. Mindriyati juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas para pendidik, terutama guru PAUD dan SD kelas awal agar proses belajar membaca tidak menjadi trauma bagi murid.
“Kami ingin memastikan proses belajar menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi murid. Oleh karena itu, kami mendorong adanya asesmen menyeluruh di kelas awal agar anak yang belum lancar membaca tidak merasa minder. Kami juga berencana bergerak melalui gerakan ‘Satu ASN, Satu Buku Layak Baca’ serta berjejaring untuk membawa oleh-oleh berupa Pojok Baca di setiap kunjungan kerja di desa-desa. Di NTT, buku bacaan yang berwarna dan bergambar adalah sebuah kemewahan yang sangat dinantikan oleh anak-anak,” ungkap Mindriyati.
Langkah ini diperkuat dengan kolaborasi bersama Kelompok Kerja (Pokja) Literasi dan Forum Taman Bacaan Masyarakat untuk menyortir buku sesuai jenjang usia sehingga distribusi literasi tepat sasaran. Menurut Mindriyati, sinergi antara peran ibu melalui PKK dan dukungan mitra pembangunan seperti INOVASI menjadi fondasi penting dalam membangun budaya membaca yang berkelanjutan di bumi Flobamora.

Momentum ini juga menjadi refleksi untuk memakani semangat Kartini melalui pemberdayaan perempuan di sektor pendidikan. Bunda Literasi NTT, Mindriyati Astaningsih Leka Lana, menekankan bahwa perempuan adalah tiang keluarga dan pokok kehidupan bagi sekitarnya. Ia berpendapat bahwa kemajuan sebuah daerah dan negara sangat bergantung pada kesejahteraan dan keberdayaan perempuannya. Mindriyati juga memperluas cakupan literasi tidak hanya pada kemampuan membaca, tetapi juga literasi digital dan finansial guna membentengi keluarga dari dampak negatif seperti pinjaman dan judi online .
“Perempuan harus proaktif memberdayakan diri. Jika perempuan berdaya, keluarganya maju, daerahnya sejahtera, dan Indonesia pun akan maju. Kami terus mendorong ibu-ibu di desa, bahkan melalui kader PKK dan Posyandu untuk menjadi teladan literasi bagi anak-anaknya. Jika ibunya suka membaca, ruang bagi anak untuk mencintai buku akan terbuka lebar di rumah,” tegas Mindriyati.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikdasmen, Neni Ruhaeni, memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya pemberian panggung bagi perempuan-perempuan hebat dari daerah. Ia berharap semangat literasi ini menular kepada seluruh pengurus dan anggota DWP untuk terus meningkatkan kualitas diri sebagai agen perubahan di masyarakat.
“Saya berharap seluruh anggota DWP Kemendikdasmen memiliki semangat untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan dan literasi tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai istri dan ibu. Perempuan yang berpendidikan akan mampu memaksimalkan potensinya sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan bangsa,” pungkas Neni.
Penguatan literasi nasional dapat tercapai melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, berbagai kelompok penggerak, dan mitra pembangunan. Pemberdayaan perempuan dalam ekosistem pendidikan juga menjadi salah satu kunci penting mengingat peran ibu dan guru perempuan sebagai pendidik utama bagi anak-anak. Dengan kolaborasi yang inklusif dan berkelanjutan, upaya peningkatan literasi ini diharapkan dapat melahirnya sumber daya manusia yang unggul dan kompeten demi mewujudkan visi Indonesia maju yang bermartabat dan berkarakter.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Pemberdayaan Perempuan Jadi Kunci Literasi, Praktik Baik dari NTT Menginspirasi Nasional Read More »
Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Nomor: 285/sipers/A6/IV/2026
Kab. Bangka Tengah, Provinsi Kep. Bangka Belitung, 16 April 2026 –– Bukan hanya sarana dan prasarana di satuan pendidikan yang menjadi prioritas kerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) namun pemenuhan fasilitas yang memadai guna mendukung pengembangan dan pembinaan bahasa di Indonesia juga tak luput dari perhatian.
Beberapa waktu lalu, Kemendikdasmen melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meresmikan Gedung Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Langkah ini sekaligus menandai kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam memajukan pembangunan sarana dan prasarana di bidang bahasa dan sastra. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya dan tokoh daerah setempat, aula utama gedung ini diberi nama “Hamidah”. Nama tersebut diambil dari penulis novel ternama asal Bangka Belitung.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muhammad Irsan, menjelaskan bahwa proses pembangunan gedung ini telah dimulai sejak tahun 2024 dan selesai pada akhir tahun 2025. Ia juga menyampaikan harapan besar agar fasilitas baru ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. “Kami berharap gedung ini nantinya bisa menjadi pusat kebahasaan, kesastraan, dan literasi sebagai wujud pengabdian kami bagi pembangunan pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ungkapnya pada Senin (13/4).
Selain peresmian gedung, acara ini juga menjadi momen penting di mana kepemimpinan Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi berganti dari Muhammad Irsan kepada Afriyendy Gusti.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyebutkan bahwa gedung ini merupakan fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai elemen masyarakat guna mendukung ekosistem pendidikan dan kebudayaan. “Kami mengajak pemerintah daerah, komunitas, mahasiswa, dan pelajar untuk menggunakan (fasilitas baru ini) dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, yang turut hadir dalam acara ini memberikan apresiasi kepada Badan Bahasa atas selesainya pembangunan fasilitas ini. “Saya sampaikan terima kasih atas (dibangunnya) gedung ini. Gedung ini untuk rakyat, untuk masyarakat, untuk anak-anak kita ke depan. Mudah-mudahan gedung ini bisa kita pelihara dan jaga dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan gedung Kantor Bahasa merupakan cerminan dari martabat dan kehormatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. “Gedung ini adalah martabat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Saya yakin gedung ini bermanfaat untuk masyarakat dalam pengajaran,” imbuhnya.
Sinergisitas Pemerintah Pusat dan Daerah Bantu Sukseskan Terwujudnya Trigatra Bangun Bahasa
Seiring dengan pengadaan fasilitas di bidang bahasa dan sastra yang kian memadai, Gubernur Arsani juga mengingatkan pentingnya menjaga bahasa persatuan sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2024 tentang pengutamaan bahasa Indonesia serta pelindungan bahasa dan sastra daerah. “Dengan adanya perda bahasa ini, penggunaan bahasa Indonesia dapat diutamakan dan bahasa dan sastra daerah dapat dipertahankan serta dilestarikan,” jelasnya.
Menambahkan, Hafidz Muksin mengingatkan akan pentingnya gerakan Trigatra Bangun Bahasa sebagai pilar identitas bangsa Indonesia. “Trigatra Bangun Bahasa kita canangkan sebagai gerakan agar masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang bangga, mahir, dan maju dengan bahasa Indonesia, dengan mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing,” imbuhnya.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Nomor: 284/sipers/A6/IV/2026
Kab. Bangka Tengah, Provinsi Kep. Bangka Belitung, 16 April 2026 –– Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) melakukan pemberdayaan bagi seluruh ekosistem pendidikan. Khusus pada bidang kebahasaan dan kesastraan daerah, Badan Bahasa berupaya meningkatkan kolaborasi bersama pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
Kerja sama ini ditandai dengan prosesi penandatanganan nota kesepakatan dan perjanjian kerja sama (PKS) antara Badan Bahasa dengan sejumlah mitra strategis. Adapun mitra strategis yang terlibat dalam kerja sama ini meliputi Pemerintah Kabupaten Bangka, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, serta IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung

Dalam lingkup kerja sama dengan pemerintah daerah, fokus diarahkan pada pengutamaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Hal ini mencakup agenda penyuluhan bahasa Indonesia, pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), serta pengutamaan bahasa Indonesia di ruang publik.
Langkah ini dibarengi dengan upaya pembinaan, pengembangan, serta pelindungan bahasa dan sastra daerah, juga dorongan bagi masing-masing spemerintah daerah untuk menyusun peraturan paerah (Perda). Regulasi ini nantinya akan menjadi payung hukum dalam mengatur Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Indonesia serta Daerah.

Di sisi lain, kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti IAIN SAS Bangka Belitung difokuskan pada pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. peningkatan kecakapan literasi, pemartabatan bahasa Indonesia, serta penginternasionalan bahasa Indonesia. Selain itu, pelestarian bahasa dan sastra daerah menjadi agenda yang tidak kalah penting guna menjaga kekayaan budaya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi mampu melindungi kelestarian bahasa dan sastra daerah. “Melalui penandatanganan kerja sama ini, harapannya sinergi dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi tidak hanya memartabatkan bahasa Indonesia, tetapi menjadi pelindung utama kelestarian bahasa dan sastra daerah di masa yang akan datang,” tandasnya

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Bangka Barat, Markus; Rektor IAIN SAS Bangka Belitung, Irawan; Bunda Literasi Kabupaten Bangka Barat, para guru dan tenaga kependidikan, komunitas literasi, komunitas sastra, serta perwakilan pemerintah daerah yang siap mengawal implementasi kerja sama ini ke depan.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Medan, 14 April 2026—Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BB Sumut) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat melalui penyelenggaraan kegiatan Pembekalan Fasilitator Literasi Baca Tulis pada 13—14 April 2026 di Aula Sanusi Pane. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung peningkatan capaian asesmen literasi di satuan pendidikan, khususnya di wilayah Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang yang masih menghadapi tantangan dalam aspek literasi baca tulis.
Pembekalan ini dirancang sebagai upaya penguatan kapasitas fasilitator literasi yang nantinya akan terjun langsung ke sekolah-sekolah untuk mendampingi proses peningkatan literasi. Dengan adanya kegiatan ini, fasilitator diharapkan tidak hanya memahami konsep literasi secara teoretis, tetapi juga mampu mengimplementasikan strategi pembelajaran yang efektif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di berbagai jenjang pendidikan.

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Ketua Tim Kerja Pembinaan, Yolferi, S.S., M.Hum., yang menegaskan bahwa pembekalan fasilitator literasi baca tulis merupakan program rutin tahunan yang diselenggarakan oleh BB Sumut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam menjawab permasalahan rendahnya capaian literasi di beberapa daerah. “Kegiatan ini merupakan bentuk upaya berkelanjutan yang dilakukan Balai Bahasa untuk meningkatkan kemampuan literasi di sekolah-sekolah, khususnya di Kota Medan dan Deliserdang yang nilai asesmen literasinya masih tergolong rendah,” ujarnya.
Selanjutnya, Kepala BB Sumut, Dr. Asrif, M.Hum., memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam meningkatkan literasi. Ia juga menyampaikan harapan besar agar kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata di lapangan. “Kami berharap melalui kegiatan ini, kemampuan literasi di sekolah-sekolah Sumatera Utara, khususnya di Medan dan Deliserdang, dapat mengalami peningkatan yang signifikan. Terima kasih kepada para fasilitator yang telah berkomitmen untuk terlibat dalam upaya ini. Ayo bergerak bersama untuk menaikkan asesmen literasi Sumatera Utara,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan rangkaian bimbingan teknis literasi baca tulis oleh Wartono, S.S. Dalam paparannya, ia menjelaskan secara rinci mengenai struktur program bimbingan teknis yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Ia menyebutkan bahwa terdapat tiga fokus utama dalam kegiatan ini, yakni mengulas buku untuk jenjang sekolah dasar (SD), membaca cepat untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP), dan membaca kritis untuk jenjang sekolah menengah atas (SMA).
Wartono menekankan bahwa pada jenjang SD, kemampuan mengulas buku menjadi fondasi penting dalam membangun literasi peserta didik. Ia menjelaskan bahwa dalam kegiatan mengulas buku, siswa perlu memahami terlebih dahulu unsur-unsur dasar buku, seperti judul, nama penulis, serta ilustrator. Pemahaman ini menjadi langkah awal untuk melatih siswa dalam menyampaikan kembali isi bacaan secara runtut dan sistematis, sekaligus menumbuhkan minat baca sejak dini.
Materi berikutnya disampaikan oleh Yolferi, S.S., M.Hum., yang membahas tentang membaca cepat. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa membaca cepat merupakan keterampilan membaca yang mengutamakan kecepatan tanpa mengabaikan pemahaman terhadap isi bacaan. Ia menambahkan bahwa kemampuan ini sangat penting untuk membantu siswa dalam menyerap informasi secara efisien, terutama di tengah arus informasi yang semakin cepat. “Inti dari membaca cepat adalah melatih koordinasi antara mata dan pikiran agar mampu menangkap informasi secara optimal dalam waktu yang singkat,” jelasnya.



Sementara itu, materi membaca kritis disampaikan oleh Hasan Al Banna dengan pendekatan yang interaktif dan menarik. Ia memanfaatkan teka-teki gambar sebagai media untuk melatih kemampuan analisis peserta. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa membaca kritis merupakan kemampuan membaca yang tidak hanya berhenti pada pemahaman teks, tetapi juga melibatkan proses berpikir mendalam, analitis, dan evaluatif. “Membaca kritis adalah kemampuan membaca yang mampu memberikan nilai tambah bagi pembaca karena di dalamnya terdapat proses menafsirkan, menilai, dan mengaitkan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki,” ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung aktif dan partisipatif. Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi materi, berdiskusi, serta berlatih menerapkan teknik-teknik literasi yang telah disampaikan. Interaksi yang terjalin antara narasumber dan peserta menjadi salah satu indikator keberhasilan kegiatan ini dalam membangun pemahaman yang mendalam mengenai literasi baca tulis.
Melalui kegiatan pembekalan fasilitator literasi baca tulis ini, BB Sumut berharap dapat menciptakan agen-agen perubahan yang mampu mendorong peningkatan kualitas literasi di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi dalam merancang langkah-langkah konkret untuk meningkatkan capaian literasi di daerah.
#BalaiBahasaSumut
#LiterasiBacaTulis
#GerakanLiterasi
#BanggaBerbahasaIndonesia
Pembekalan Fasilitator Literasi Baca Tulis Read More »
Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Nomor: 242/sipers/A6/IV/2026

Jakarta, 2 April 2026 – Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan harus menjadi wahana sinergi dan jejaring kerja lintas kementerian dan lembaga. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, meyakini bahwa pendidikan adalah kerja bersama yang memerlukan partisipasi semesta dari pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, media, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi perempuan, dan komunitas.

“Kegiatan bulan pemberdayaan ini harus menjadi sarana membangun jejaring kerja yang lebih kuat antara Kemendikdasmen, Kemenko PMK, Kementerian PPPA, Perpustakaan Nasional, serta para mitra strategis lainnya,” ujar Menteri Mu`ti, Rabu (1/4). “Sinergi tersebut penting agar isu pendidikan, perlindungan perempuan, perlindungan anak, literasi, karakter, dan pembangunan manusia bergerak dalam satu arah kebijakan yang saling menyambung dan saling menguatkan,” imbuhnya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno menyampaikan apresiasi atas langkah strategis Kemendikdasmen berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui sektor pendidikan. Kolaborasi dan sinergi menjadi arah kebijakan Presiden kepada para Menteri dalam pelaksanaan tugasnya.
“Tidak ada kementerian maupun lembaga yang bisa suskes dan jalan sendiri. Semuanya harus berkolaborasi, bersinergi dan bekerja sama,” ujarnya Pratikno mengutip arahan Presiden Prabowo beberapa waktu lalu.
Pratikno menyampaikan , “Pendidikan perempuan tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada kualitas keluarga, ketahanan sosial, dan pembangunan ekonomi. Saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pencanangan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan. Ini adalah sinergi lintas kementerian/lembaga (K/L) yang luar biasa. Terima kasih atas kolaborasi bersama ini dan mari kita kerjakan ini secara serius,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak, Arifah menilai, pencanangan ini adalah titik kolaborasi dan gerakan bersama yang terukur dan terarah dalam mewujudkan kesetaraan gender yang inklusif dan berkeadilan. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendidikan dan perlindungan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. “Lingkungan pendidikan yang berkualitas harus menjadi lingkungan yang aman bagi anak. Prinsipnya jelas tidak boleh ada satupun anak yang tertinggal dan tidak aman di lingkungan sekolah,” terangnya.
Keberhasilan pemberdayaan perempuan dan anak melalui pendidikan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Melainkan perlu kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan. “Kami di Kemen-PPA berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor, mendorong implementasi pengarusutamaan gender hingga ke tingkat daerah serta memastikan pemberdayaan perempuan dan anak sebagai prioritas dalam pembangunan nasional,” katanya.
“Saya harap pencanangan ini menjadi awal dari gerakan besar yang bekelanjutan dan tidak berhenti di seremoni tapi diwujudkan dalam aksi nyata kebijakan yang berpihak pada masyarakat. Sebab, tidak ada pembangunan yang berkualitas tanpa kesetaraan gender,” tegas Menteri Arifah.
Pencanangan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan sebagai gerakan kolaboratif sepanjang April 2026 yang memadukan dialog kebijakan, kampanye edukatif, penguatan literasi, diseminasi praktik baik, aktivasi edukatif, bedah buku, serta kegiatan pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam laporannya, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Hafidz Muksin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana membangun jejaring kerja lintas kementerian dan lembaga. “Kemendikdasmen bersama kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, media, perguruan tinggi, dunia usaha, serta organisasi perempuan didorong untuk bergerak dalam satu arah kebijakan yang saling terhubung dan saling menguatkan,” ucapnya.
Adapun rangkaian kegiatan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan akan diisi dengan berbagai program, antara lain lomba menulis cerpen “Bahasa Berdaya”, lomba video kreatif mendongeng bagi guru, penyusunan antologi cerpen berbahasa daerah, sayembara Cerita Anak Indonesia tentang Ibu Kartini, serta siniar Hari Kartini.
“Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan tumbuh ruang-ruang edukatif yang mendukung anak perempuan untuk belajar, berprestasi, dan memimpin, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan partisipasi publik dalam memaknai Hari Kartini secara substantif,” ujar Hafidz.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Jejaring Lintas K/L Perkuat Implementasi Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Read More »
Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Nomor: 239/sipers/A6/IV/2026

Jakarta, 1 April 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencanangkan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan pada Rabu (1/4) di Kantor Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Jakarta. Kemendikdasmen menempatkan pencanangan ini sebagai respons atas berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan, seperti keterbatasan akses pendidikan, belum meratanya dukungan untuk bercita-cita tinggi, stereotip gender, hingga ancaman kekerasan di ruang fisik maupun digital.
Dalam konteks ini, pendidikan dipandang sebagai sarana utama pemberdayaan perempuan melalui penguatan karakter, literasi, dan kesetaraan gender agar perempuan dapat berpartisipasi secara penuh di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan bahasa.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan melalui pendidikan merupakan bagian penting dari visi besar pendidikan nasional. Menurutnya, pemberdayaan perempuan melalui pendidikan sejalan dengan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua.
“Komitmen ini harus sungguh-sungguh menjangkau anak perempuan di desa, di kota, di pesisir, di pegunungan, di wilayah terdepan, serta di keluarga yang menghadapi berbagai keterbatasan. Pendidikan tidak boleh diskriminatif, tidak boleh membatasi cita-cita anak perempuan, dan tidak boleh membiarkan stereotip ataupun rasa takut menghambat potensi mereka,” tutur Menteri Mu’ti.
“Kita ingin lahir perempuan Indonesia yang cerdas, sehat, tangguh, berkarakter, mandiri, rendah hati, dan mampu menjadi penggerak kemajuan bangsa. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan perlu ditopang oleh literasi yang utuh—baca-tulis, digital, hukum, dan literasi kritis—agar perempuan mampu mengambil keputusan, melindungi diri, dan menentukan arah hidupnya,” lanjutnya.

Tentang Pencanangan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan
Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan: Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin menjelaskan, tema tersebut dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa pendidikan merupakan jalan utama dalam membuka akses perempuan terhadap pengetahuan, membangun kepercayaan diri, mengembangkan keterampilan hidup, serta memperluas kepemimpinan dan ruang pengambilan keputusan. “Melalui pendidikan, kualitas sumber daya manusia diperkuat, partisipasi perempuan dalam pembangunan diperluas, serta keluarga dan masyarakat didorong menjadi lebih berpengetahuan, berdaya, dan berkeadaban,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hafidz menyampaikan bahwa bahasa dan sastra memiliki peran strategis sebagai medium pembentuk kesadaran, pengasah daya pikir kritis, serta ruang refleksi atas posisi dan kontribusi perempuan dalam kehidupan sosial, pendidikan, budaya, dan kebangsaan. Oleh karenanya, pemberdayaan perempuan, penguatan literasi, serta penguatan nilai kebersamaan merupakan fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul, inklusif, dan berdaya saing.
Adapun kegiatan ini yang bertepatan momentum Hari Kartini, dimaknai sebagai agenda pendidikan dan penguatan karakter bangsa yang berkelanjutan. Kemendikdasmen menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini perlu dihadirkan kembali melalui gerakan gemar belajar, penguatan literasi, kehidupan bermasyarakat, serta aksi nyata. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 1993—1995, Wardiman Djojonegoro menilai pendidikan adalah kunci utama pemberdayaan perempuan, perempuan sebagai subjek pembangunan, pelaku perubahan, dan kekuatan kemajuan bangsa.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Kemendikdasmen Canangkan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Read More »
Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Nomor: 221/sipers/A6/III/2026

Jakarta, 17 Maret 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan (Badan Bahasa) gencar mengedukasi masyarakat untuk makin menyadari pentingnya literasi sejak usia dini. Lewat kegiatan Mudik Asyik Baca Buku Tahun 2026, Badan Bahasa kembali menjadikan momentum mudik lebaran untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya budaya membaca buku bacaan berkualitas khususnya kepada anak-anak.
Selain menyediakan buku cetak, Badan Bahasa juga membuka akses bacaan digital bagi masyarakat. Ribuan buku dapat diakses secara gratis melalui kanal digital Kemendikdasmen. “Kami juga menyediakan kanal digital. Buku versi digitalnya dapat diakses di budi.kemendikdasmen.go.id. Di sana tersedia ribuan buku yang bisa diunduh dan dibaca secara gratis,” tambahnya.

Lokasi yang menjadi titik MABB tahun ini adalah Pelabuhan Tanjung Priok. Di sana, Badan Bahasa membagikan 1.700 eksemplar buku bacaan yang menjadi rebutan oleh sekitar 2 ribuan pemudik yang kebanyakan menggunakan moda transportasi bis. Salah satu penerima buku bacaan di Pelabuhan Tanjung Priok adalah Rohanatus Sholeha. Ia merasa senang mendapatkan buku bacaan bermutu untuk perjalanan mudiknya tahun ini. Ia mengapresiasi langkah tepat Kemendikdasmen untuk membagikan buku bacaan bermutu untuk menemani perjalanan dan menjadi media peningkatan literasi untuk anak-anak.
“Setelah saya lihat, buku ini banyak terdapat gambar-gambar dan cerita yang sangat menarik. Sangat tepat untuk menemani anak-anak saat melakukan perjalan mudik. Sesampainya saya di kampung nanti, saya akan memberikan buku ini kepada keluarga saya supaya mereka senang dan bersemangat untuk membaca buku,” ujar Rohana.

Penerima buku lainnya, yaitu Putra Mahardika, siswa SD Pantai 01, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengucapkan terima kasih kepada Tim Badan Bahasa Kemendikdasmen atas empat buku bacaan yang diterimanya. “Di bis nanti saya akan membaca buku ini bersama adik dan orang tua saya. Saya melihat banyak gambar dan cerita menarik pada buku ini, semoga buku ini bisa bermanfaat dan membuat mudik ini semakin berkesan,” tutup Putra.
Sementara itu, di Terminal Kampung Rambutan, antusiasme juga terlihat dari para pemudik yang membawa anak-anak. Devi, pemudik yang akan pulang ke Palembang bersama anak balitanya, tampak mengunjungi gerai Mudik Asyik Baca Buku dan mengambil beberapa buku bergambar untuk anaknya. “Menurut saya kegiatan ini sangat membantu karena jika ada buku, selama perjalanan bisa diisi dengan kegiatan membaca. Lebih bermanfaat. Anak saya juga suka gambar-gambar hewan dan mewarnai,” ujarnya.
Sementara itu, di Terminal Kampung Rambutan, antusiasme juga terlihat dari para pemudik yang membawa anak-anak. Devi, pemudik yang akan pulang ke Palembang bersama anak balitanya, tampak mengunjungi gerai Mudik Asyik Baca Buku dan mengambil beberapa buku bergambar untuk anaknya. “Menurut saya kegiatan ini sangat membantu karena jika ada buku, selama perjalanan bisa diisi dengan kegiatan membaca. Lebih bermanfaat. Anak saya juga suka gambar-gambar hewan dan mewarnai,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Komariah, pemudik yang akan menuju Lampung bersama putranya yang berusia empat tahun. Ia menilai pembagian buku gratis ini memberikan kegiatan edukatif bagi anak-anak selama perjalanan. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk anak-anak dan orang tua yang mendampingi, karena selama perjalanan jadi ada kegiatan yang edukatif. Anak-anak suka buku yang ada gambar dan karakternya,” katanya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pengelola Terminal Kampung Rambutan. Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, menilai program tersebut sangat membantu para pemudik yang membawa anak-anak. Menurutnya, keberadaan stan Mudik Asyik Baca Buku memberikan alternatif kegiatan yang bermanfaat bagi anak-anak selama menunggu keberangkatan atau saat perjalanan mudik. “Kami harapkan kegiatan ini terus berlanjut supaya masyarakat yang datang ke terminal merasa nyaman dan mendapatkan buku bacaan gratis yang nantinya berguna untuk anak-anaknya,” ungkap Revi.
Ia juga mengajak para pemudik untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia di stan tersebut. “Kami mengajak para pemudik untuk tidak ragu-ragu mendatangi stan Mudik Asyik Baca Buku ini, karena buku-buku berkualitas ini diberikan secara gratis,” tambahnya.

Hal senada juga diutarakan Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo yang menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut dan menilai bahwa kegiatan membaca dapat menjadi alternatif positif bagi anak-anak yang menunggu keberangkatan mudik. “Kami menyambut baik kegiatan ini karena dapat mengalihkan perhatian anak-anak dari penggunaan telepon genggam ke buku. Kebutuhan literasi membaca buku memang perlu terus didorong,” ujar Nur Prasetyo.
Ia menambahkan bahwa Terminal Kalideres juga berencana mengembangkan fasilitas literasi bagi penumpang. “Ke depan kami akan mengembangkan area bermain anak sekaligus pojok membaca di area terminal, termasuk di area food court. Harapannya, para orang tua yang membawa anak dapat memanfaatkan waktu menunggu bus dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti membaca,” tambahnya.
Ketua Komisi III DPD RI, Filep Wamafma menyampaikan apresiasi atas kegiatan MABB. “Ini merupakan program yang perlu kita dukung bersama-sama, dan tentu kami siap sekali untuk berkolaborasi dan mendukung semua program kementerian dalam rangka memastikan bahwa semua anak-anak kita sambil mudik bisa membaca buku. Mudah-mudahan dengan membaca buku, anak-anak kita bertambah wawasannya,” ucapnya mantap.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah