Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara

pengunggah

KABAR SASTRA DARI DOLOKSANGGUL:FESTIVAL MUSIKALISASI PUISI PENYAIR BATAK

Minggu 30 November 2025, ratusan pelajar dan masyarakat memadati aula Sopo HKBP Pargodungan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Di aula Sopo HKBP Pargodungan Doloksanggul yang cukup luas itu, ratusan pelajar menggunakan pakaian dan atribut khas Batak Toba. Hari itu, mereka berkumpul untuk menggelar Festival Musikalisasi Puisi Penyair Batak. Giat yang dihelat oleh Sanggar Maduma Doloksanggul.

Sejak pukul 14.00 waktu setempat, silih berganti pertunjukan musikalisasi puisi, pembacaan puisi, lagu, dan tari memeriahkan dan meriuhkan panggung pertunjukan. Berbagai penampilan dari Sanggar Maduma, Sanggar Seni Nalago, We Make it, Sarune Art, Sibundong Etnik, dan Fosil Manajemen sangat mengesankan. Hujan deras yang sempat mengguyur gedung pertunjukkan tidak menyurutkan antusiasme pelajar dan masyarakat yang menonton pertunjukan. Hari Minggu itu, di aula Sanggar Maduma Doloksanggul. Festival Musikalisasi Puisi Penyair Batak benar-benar menarik animo pelajar dan masyarakat.

Festival Musikalisasi Puisi Penyair Batak didukung oleh Kementerian Kebudayaan melalui program prioritas Manajemen Talenta Nasional Indonesia di bidang seni budaya. Hadir Citra Arindi mewakili Irini Dewi Wanti selaku Direktur Bina SDM, Lembaga Pranata Kebudayaan. Citra Arindi memotivasi agar generasi muda senantiasa mengembangkan talenta. Citra Arindi mengatakan bahwa program MTN merupakan program prioritas yang akan fokus pada pengembangan talenta anak muda. Menurutnya, program ini telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Dari ruang yang sama, hadir Dr. Asrif, M.Hum. (Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatra Utara), Lambok Andreas Simamora, (Anggota DPRD Provinsi Sumatra Utara), juga sejumlah perwakilan dari Dinas Pendidikan, dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Humbang Hasundutan.

KABAR SASTRA DARI DOLOKSANGGUL:FESTIVAL MUSIKALISASI PUISI PENYAIR BATAK Read More »

Balai Bahasa Sumut Sukses Gelar Giat Sastra, Tawa Riang Siswa Merekah Lewat Membaca Nyaring, Berdongeng, dan Krida Kebahasaan

Balai Bahasa Sumut Sukses Gelar Giat Sastra, Tawa Riang Siswa Merekah Lewat Membaca Nyaring, Berdongeng, dan Krida Kebahasaan

MEDAN – Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU) sukses menyelenggarakan kegiatan “Giat Sastra” untuk pertama kalinya. Kegiatan yang ditujukan bagi para siswa di Sumatera Utara ini digelar selama dua hari, 10–11 November 2025, dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra.

Selama dua hari pelaksanaan, tawa riang dan senyum manis terus merekah di wajah para siswa yang datang dari berbagai sekolah di Sumatera Utara.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Dr. Arif, M.Hum. menyambut hangat seluruh peserta dan guru pendamping. Ia merasa sangat bahagia ketika melihat para siswa berkumpul di Balai Bahasa Sumatera Utara dan berharap untuk membuat kegiatan Giat Sastra yang lebih besar lagi untuk tahun-tahun berikutnya. “Tahun depan kita harus buat lebih besar lagi dengan persiapan yang lebih matang,” ujar Dr. Arif dalam sambutannya.

Rangkaian acara Giat Sastra dirancang secara khusus untuk menjadi interaktif dan memikat. Sesi “Membaca Nyaring” yang dibawakan secara ekspresif oleh Ibu Juliana, S.S., M.Si. berhasil menyita perhatian penuh para siswa.

Suasana semakin semarak saat materi dongeng dibawakan oleh Bapak Hasan Al Banna. Dengan gaya penceritaan yang khas dan menarik, Bapak Hasan Al Banna sukses mengemas materi dongeng tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sarat akan pesan moral.

Kemeriahan dilanjutkan dengan partisipasi aktif dari Duta Bahasa Sumatera Utara. Mereka memandu sesi Krida Kebahasaan yang diberi nama “Harta” (Hakikat Kerajaan Kata). Sesi permainan ini berhasil membuat para siswa berpikir kritis untuk menemukan sebuah kata dari beberapa suku kata.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan demi menjaga kelestarian bahasa dan sastra Indonesia.

Balai Bahasa Sumut Sukses Gelar Giat Sastra, Tawa Riang Siswa Merekah Lewat Membaca Nyaring, Berdongeng, dan Krida Kebahasaan Read More »

Mendikdasmen Siap Kirim Tenaga Pengajar Bahasa Indonesia ke Universitas Al Azhar Mesir

Mendikdasmen Siap Kirim Tenaga Pengajar Bahasa Indonesia ke Universitas Al Azhar Mesir

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 764/sipers/A6/XI/2025

Mendikdasmen Siap Kirim Tenaga Pengajar Bahasa Indonesia ke Universitas Al Azhar Mesir

Jakarta, 8 November 2025 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, siap mengirim tenaga pengajar bahasa Indonesia ke Mesir. Hal tersebut ia sampaikan guna menindaklanjuti pembukaan program studi Bahasa Indonesia di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.

Abdul Mu’ti berjanji akan segera berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo serta Badan Bahasa Kemendikdasmen. “Kami memiliki program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang dikola Badan Bahasa Kemendikdasmen di 57 negara di dunia. Ini merupakan bagian penting dari gerakan penginternasionalan bahasa Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti, Sabtu (8/11).

Ia menambahkan, bahasa bukan sekadar alat komunikasi. Bahasa merupakan jembatan yang mempererat hubungan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, budaya dan bidang lainnya antarnegara.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin maupun Dubes RI untuk Mesir Lutfi Rauf menyatakan kesiapan mereka menjaga kelangsungan program studi bahasa Indonesia di Al Azhar Kairo.

“Ini merupakan momentum bersejarah. Penggunaan Bahasa Indonesia di sidang UNESCO beberapa waktu lalu, dan pembukaan prodi Bahasa Indonesia di Al Azhar merupakan pengakuan yang membanggakan dan mesti kita jaga kelangsungannya,” tandas Hafidz.

Sebelumnya, pada Kamis 6 November 2025, Mendikdasmen mewakili pemerintah Indonesia menandatangani naskah perjanjian kerja sama dengan Rektor Universitas Al Azhar, Syaikh Salamah Daud.

Dalam naskah tersebut, kedua pihak sepakat menjalin sejumlah kerja sama. Pertama mengembangkan bahan ajar bahasa Indonesia. Kedua, melakukan kajian bahasa dan sastra terhadap manuskrip-manuskrip Indonesia yang ada di Mesir. Ketiga, menyelenggarakan uji kemahiran bahasa Indonesia.

Keempat, mengembangkan bahan ajar bahasa Indonesia. Kelima, bertukar dan menerjemahkan buku-buku tentang Indonesia dan Mesir. Selain itu, kedua negara juga bersepakat untuk saling menyelenggarakan kegiatan akademik dan bertukar ahli.

Menurut Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Mesir, Abdul Muta’ali, bahasa Indonesia sudah digunakan sejak 2016 di Al Azhar Kairo. Namun, masih sebatas program pilihan di Fakultas Bahasa dan Terjemahan. “Namun, sejak awal 2024, mata kuliah ini nyaris ditutup. Kami lalu menganalisis berbagai kemungkinan. Hasil analisis kami, bahasa Indonesia harus dinaikkan levelnya dari sekadar mata kuliah pilihan menjadi program studi tersendiri,” paparnya.

Ia dan tim KBRI lalu berkoordinasi dengan dekan, rektor, hingga Grand Syeikh Al Azhar (GSA), Ahmad Muhammad Ahmad At-Thayyeeb, selama lebih dari satu tahun. Lalu, terbitlah Keputusan Majelis Tinggi Al Azhar Nomor 343 tanggal 12 Juli 2025 yang memberi izin pembukaan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al Azhar tahun akademik 2025/2026.

Bahasa Indonesia telah digunakan lebih dari 275 juta penutur di Indonesia dan juga diajarkan di 57 negara. Jumlah pemelajar bahasa Indonesia mencapai 170 ribu orang, serta dituturkan 3,3 persen penduduk dunia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Mendikdasmen Siap Kirim Tenaga Pengajar Bahasa Indonesia ke Universitas Al Azhar Mesir Read More »

Kemendikdasmen Dukung Pengajuan Aksara Daerah ke UNESCO Lewat Peta Kebinekaan dan Digitalisasi Unicode

Kemendikdasmen Dukung Pengajuan Aksara Daerah ke UNESCO Lewat Peta Kebinekaan dan Digitalisasi Unicode

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 747/sipers/A6/XI/2025

Kemendikdasmen Dukung Pengajuan Aksara Daerah ke UNESCO Lewat Peta Kebinekaan dan Digitalisasi Unicode

Jakarta, 6 November 2025 – Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan strategi terpadu untuk mendorong pengakuan aksara daerah sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) UNESCO. Melalui kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Kebudayaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa),memainkan peran kunci dalam menguatkan fondasi ilmiah, kebijakan, dan teknologi pelindungan aksara Nusantara mulai dari pemetaan melalui Peta Kebinekaan Bahasa, Sastra, dan Aksara hingga digitalisasi aksara ke dalam sistem global unicode.

Langkah strategis ini tidak hanya menegaskan komitmen Indonesia dalam pelestarian warisan budaya, melainkan juga memperkuat posisi bahasa dan aksara Nusantara di kancah diplomasi budaya dunia. Sebagai tindak lanjut langkah tersebut, Badan Bahasa mengadakan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) yang mempertemukan para ahli bahasa, pegiat aksara, akademisi, dan pemangku kepentingan lintas lembaga untuk menyusun langkah konkret menuju pengusulan bersama ke UNESCO.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengatakan bahwa upaya pelestarian bahasa, sastra dan aksara daerah menjadi komitmen Badan Bahasa merupakan wujud nyata menjaga kekayaan budaya bangsa. Pemetaan bahasa, sastra, dan aksara dilakukan untuk mendapatkan data yang akurat dan terkini. Berdasarkan data tersebut akan menjadi bahan analisis untuk perencanaan kebijakan selanjutnya.

“Ini merupakan komitmen kami di Badan Bahasa dalam upaya pelestarian bahasa, sastra dan aksara daerah, dan hasilnya akan menjadi perencanaan kebijakan selanjutnya. Salah satu upaya selama ini adalah pengenalan sastra dan aksara daerah melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di satuan pendidikan dasar dan menengah,” ungkap Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam keterangannya, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Senada dengan Hafidz, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menyebut bahwa pengusulan aksara daerah untuk masuk ke dalam daftar WBTB UNESCO merupakan salah satu wujud nyata dari pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Bahasa Kemendikdasmen dalam program pelindungan bahasa dan sastra daerah. Oleh karena itu, Badan Bahasa mengambil peran yang sangat penting dalam upaya pengusulan ini bersama-sama dengan Kementerian Kebudayaan.

“Badan Bahasa telah melakukan berbagai langkah pelindungan bahasa dan sastra daerah, meskipun tidak semuanya terkait langsung dengan proses pengusulan ke UNESCO. Tentunya hal tersebut menjadi program prioritas kami, terutama pada tahun ini dengan dimulainya proyek besar bernama Peta Kebhinekaan, yang terdiri atas tiga peta utama: Peta Bahasa, Peta Sastra, dan Peta Aksara yang akan di digitalisasikan,” jelas Dora.

Dora berharap melalui integrasi ke dalam Unicode, aksara Nusantara tidak hanya lestari di ruang budaya, namun juga hidup dan digunakan di ruang digital global. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Kemendikdasmen untuk memperkuat diplomasi budaya, literasi digital, dan identitas kebangsaan melalui pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah.

Unicode sebagai Wadah Pelestari Digitalisasi Aksara
Senada dengan hal tersebut, pentingnya digitalisasi aksara melalui Unicode juga disoroti oleh, Direktur Eksekutif Yayasan Budaya Nusantara Digital, Heru Nugroho. Menurutnya, digitalisasi aksara akan dapat terus digunakan dalam perangkat digital dan tidak punah. Saat ini jelasnya bahwa baru sembilan aksara Nusantara yang masuk ke Unicode, termasuk Pegon dan Kawi. Ke depan, Heru ingin lebih banyak aksara daerah bisa hidup di ruang digital.

Lebih dalam, ia menjelaskan strategi pengusulan praktik menulis aksara tradisional Nusantara ke UNESCO yang dilakukan secara multinasional bersama Suriname, dengan kemungkinan bergabungnya Malaysia dan Filipina. “Kami ingin menegaskan bahwa masyarakat Indonesia mendukung hal ini, tidak hanya menulis dengan huruf Latin, tetapi juga masih mempraktikkan aksara leluhur di berbagai daerah,” kata Heru.

Dalam forum tersebut, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antarlembaga, Kementerian Kebudayaan, Ismunandar, menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga dan partisipasi publik dalam memperkuat diplomasi kebudayaan Indonesia. “Kita sudah memiliki modal sosial dan akademik yang kuat. Kini saatnya memperkuat koordinasi agar pengusulan aksara daerah ke UNESCO menjadi gerakan nasional yang melibatkan masyarakat luas,” ujarnya.

Selanjutnya, peneliti naskah kuno, Ilham Nurwansyah menegaskan bahwa pelestarian aksara harus berbasis riset ilmiah. Ia mencontohkan sejumlah daerah seperti Bali, Jawa Barat, dan Yogyakarta yang telah mengintegrasikan aksara daerah ke dalam kurikulum dan ruang publik. “Kajian epigrafi, filologi, dan linguistik menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan warisan ini. Aksara bukan hanya sebuah artefak, melainkan tradisi hidup yang diwariskan lintas generasi,” ucap Ilham.

Melalui forum ini, Kemendikdasmen menegaskan bahwa Peta Kebinekaan Bahasa, Sastra, dan Aksara bukan sekadar proyek pendataan, melainkan langkah strategis menuju diplomasi budaya global. Dengan dukungan berbagai pihak, pemerintah berharap terwujud basis data kebahasaan dan keberaksaraan yang kuat, terintegrasi, serta menjadi pijakan kebijakan, pendidikan, dan inovasi digital ke depan.

Program Peta Kebinekaan merupakan bagian dari rencana strategis Badan Bahasa periode 2025–2029. Setelah pada 2019 memetakan 718 bahasa daerah dan mendokumentasikan 452 karya sastra lisan dan tulisan, kini cakupan diperluas untuk meliputi aksara daerah. Program ini diharapkan menjadi fondasi ilmiah dan administratif bagi pelestarian serta pengusulan warisan budaya takbenda Indonesia di tingkat internasional.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Dukung Pengajuan Aksara Daerah ke UNESCO Lewat Peta Kebinekaan dan Digitalisasi Unicode Read More »

Indonesia Tegaskan Peran Global pada Sidang Umum UNESCO ke-43

Indonesia Tegaskan Peran Global pada Sidang Umum UNESCO ke-43

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 737/sipers/A6/XI/2025

Indonesia Tegaskan Peran Global pada Sidang Umum UNESCO ke-43

Samarkand, Uzbekistan, 4 November 2025 — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan Pernyataan Nasional pada Sidang Umum UNESCO ke-43 di Kota Samarkand, Uzbekistan. Dalam forum internasional ini, Mendikdasmen membuka pidato dalam bahasa Inggris dan melanjutkannya dalam bahasa Indonesia. Ini menjadi momen bersejarah setelah bahasa Indonesia diresmikan sebagai bahasa kerja ke-10 pada Sidang Umum UNESCO.
 
Sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Nusantara, Mendikdasmen juga membuka dan menutup pidatonya dengan pantun; tradisi lisan Indonesia dan Malaysia yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda sejak tahun 2020.
 
Indonesia Menjawab Tantangan Global
Sidang Umum ini berlangsung di tengah krisis iklim, konflik berkepanjangan, kesenjangan pendidikan, sains, dan digital yang semakin melebar. Dalam konteks ini, Mendikdasmen menegaskan kembali peran UNESCO sebagai penuntun moral, sumber pengetahuan global, dan kompas etika peradaban dunia. Indonesia memberikan contoh baik di Asia Tenggara dengan melaksanakan pertemuan tentang Pendidikan untuk Perdamaian di Jakarta, bekerja sama dengan ASEAN, UNESCO Regional and Representative Office di Jakarta, dan UNESCO Apceiu Korea.
 
Indonesia menyuarakan perlindungan tanpa syarat atas hak-hak manusia di wilayah konflik, khususnya di Gaza, tempat pelajar, guru, jurnalis, fasilitas pendidikan, dan warisan budaya menghadapi ancaman kehancuran total. Indonesia menyerukan pemulihan penuh fasilitas pendidikan dan kebudayaan sebagai pertaruhan martabat kemanusiaan.
 
Komitmen Indonesia terhadap Pendidikan Berkualitas
Dalam pidatonya, Mendikdasmen menekankan bahwa solusi atas tantangan global tidak bergantung pada kekuasaan atau ekonomi, tetapi pada manusia yang tercerahkan melalui pendidikan, sains, kebudayaan, serta komunikasi dan informasi.
 
Beberapa capaian dan kebijakan strategis yang disampaikan antara lain Angka Partisipasi Sekolah usia 7–12 tahun mencapai 99,19% dan usia 13–15 tahun mencapai 96,17%, serta peluncuran kebijakan “Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
 
Adapun fokus kebijakan pendidikan nasional meliputi 1) pembelajaran mendalam dan menyenangkan, 2) integrasi kecerdasan buatan, coding, dan pendidikan karakter; 3) kesejahteraan guru; 4) pemenuhan gizi anak sekolah; 5) Sekolah Rakyat bagi masyarakat miskin; serta 6) digitalisasi pembelajaran dan Rumah Pendidikan untuk daerah terpencil
 
Selain itu, Indonesia juga aktif dalam program Man and the Biosphere (MAB). Pada tahun 2024, Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggara the 15th Meeting of the Southeast Asian Biosphere Reserves Network (SeaBRnet) di Wakatobi, Global Geopark, dan World Heritage Sites. Indonesia juga menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10 pada 2024, menegaskan pentingnya tata kelola air dunia. Mendorong penerapan Open Science dan etika kecerdasan artifisial di UNESCO.
 
 
Peran Indonesia dalam Dewan Eksekutif UNESCO
Indonesia kembali terpilih menjadi anggota Dewan Eksekutif UNESCO periode 2023–2027, memperoleh 154 dari 181 suara (85%). Ini merupakan keanggotaan kesembilan sejak 1954, memperkuat kontribusi Indonesia dalam 1) merumuskan kebijakan global; 2) mendorong pendidikan inklusif; 3) melestarikan warisan budaya dunia; 4) mendukung riset dan inovasi; dan 5) memperjuangkan kepentingan negara berkembang.
 
Bahasa Indonesia di Panggung UNESCO
Penggunaan bahasa Indonesia dalam forum tertinggi UNESCO ini merupakan implementasi resmi keputusan Sidang Umum UNESCO ke-42 pada 20 November 2023 di Paris, yang menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa kerja Sidang Umum UNESCO.
 
Bahasa Indonesia kini digunakan dalam dokumen resmi UNESCO, pidato Sidang Umum, serta diterjemahkan dalam catatan sidang, konstitusi, dan arsip resmi UNESCO. Selain itu, Bahasa Indonesia diabadikan di dinding batu “Tolerance Square” di Markas Besar UNESCO di Paris bersama sembilan bahasa dunia lainnya. Penetapan ini semakin menumbuhkan kebanggaan nasional, sembari meningkatkan minat penutur asing di lebih dari 54 negara untuk mempelajari Bahasa Indonesia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: http://kemendikdasmen.go.id
X: http://x.com/Kemdikdasmen
Instagram: http://instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: http://facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: http://ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: http://kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Indonesia Tegaskan Peran Global pada Sidang Umum UNESCO ke-43 Read More »

Pidato Mendikdasmen Jadi Awal Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kerja di Sidang Umum UNESCO

Pidato Mendikdasmen Jadi Awal Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kerja di Sidang Umum UNESCO

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 733/sipers/A6/XI/2025

Pidato Mendikdasmen Jadi Awal Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kerja di Sidang Umum UNESCO

Samarkand, Uzbekistan, 4 November 2025 – Dalam Sidang Umum UNESCO ke-43 di Kota Samarkand, Uzbekistan, momen bersejarah telah terjadi saat bahasa Indonesia secara resmi pertama kali digunakan sebagai bahasa kerja dalam Sidang Umum UNESCO. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat menyampaikan Pernyataan Nasional pada Sidang Umum UNESCO ke-43 di Kota Samarkand, Uzbekistan, Selasa (4/11).

Mengawali pernyataannya, Menteri Mu’ti memulai dengan sebuah pantun yang merupakan sebuah budaya takbenda yang telah diakui pada Sidang Umum UNESCO pada tanggal 17 Desember 2020 yang lalu. “Bunga selasih mekar di taman, petik setangkai buat ramuan. Terima kasih saya ucapkan, atas kesempatan menyampaikan pernyataan,” ujar Mendikdasmen.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Mu’ti turut menyampaikan apresiasi atas dukungan dari UNESCO dan semua negara anggota yang telah mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa kerja ke-10 pada Sidang Umum UNESCO pada 20 November 2023.

Menteri Mu’ti mengatakan, bahwa bahasa Indonesia telah lama berfungsi sebagai jembatan kesatuan di seluruh archipelago Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, 700 bahasa lokal, dan 1.300 etnik. Pada hari ini, ucap Menteri Mu’ti, bahasa Indonesia kembali mengukuhkan eksistensinya di dunia internasional sebagai jembatan pengetahuan antara negara.

Di akhir pidatonya, Menteri Mu’ti turut menutupnya dengan sebuah pantun. “Dari Jakarta ke Samarkand, kota bersejarah nan menawan. Jika manusia bergandeng tangan, dunia indah penuh kedamaian,” tandasnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-per

#PendidikanBermutuuntukSemua
#Kemendikdasmen

Pidato Mendikdasmen Jadi Awal Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kerja di Sidang Umum UNESCO Read More »

Mendikdasmen Tegaskan Pendidikan adalah Kunci dalam Menjaga Kedudukan Bahasa Indonesia

Mendikdasmen Tegaskan Pendidikan adalah Kunci dalam Menjaga Kedudukan Bahasa Indonesia

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 707/sipers/A6/X/2025

Jakarta, 31 Oktober 2025—Sejalan dengan semangat peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) kembali menyelenggarakan Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2025 dengan mengusung tema “Bahasa Indonesia Berdaulat, Indonesia Maju”. Acara ini menjadi momentum apresiasi kepada para pelaku bahasa dan sastra terbaik dari berbagai daerah di Indonesia serta menjadi ajang refleksi peran bahasa Indonesia sebagai pilar kebangsaan menuju Indonesia Emas.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa bahasa Indonesia memiliki peran yang sangat penting sebagai simbol kedaulatan bangsa dan identitas nasional. Ia juga menekankan bahwa pendidikan menjadi kunci utama dalam menjaga dan memperkuat kedudukan bahasa Indonesia di tengah perkembangan global. Bahasa Indonesia hadir bukan sekadar sebagai alat komunikasi, melainkan juga sebagai manifestasi dari kedaulatan kita sebagai sebuah bangsa merdeka. Ia menjadi simbol yang menyimpan nilai-nilai kebangsaan, identitas, dan kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia.

“Pendidikan menjadi kunci yang sangat penting dalam upaya menjaga kedaulatan bahasa Indonesia. Sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, saya menegaskan kembali komitmen kami untuk terus memperkuat peran bahasa Indonesia dalam dunia pendidikan,” ujar Mu’ti di Jakarta pada (28/10).

Mendikdasmen juga menambahkan bahwa melalui pendidikan, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat peran bahasa Indonesia agar setiap generasi bangsa mampu berpikir, berbicara, dan berkarya dengan bahasa Indonesia yang bernalar, berkarakter, dan kreatif. Bahasa Indonesia harus menjadi penghela ilmu pengetahuan yang dapat berkontribusi dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa, menjadi alat berpikir dan bernalar, wahana pembentukan nilai dan karakter, serta wadah ekspresi dan kreativitas yang memperkaya pemikiran dan kepribadian anak-anak kita.

“Inilah saatnya kita memastikan bahwa setiap generasi bangsa Indonesia mampu berpikir, berbicara, dan berkarya dengan bahasa Indonesia. Dengan begitu, kita dapat mewujudkan generasi emas yang cerdas, unggul, berkarakter, dan berdaya saing global,” ujar Menteri Mu’ti.

Menteri Mu’ti mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan terhadap bahasa Indonesia. Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan berbahasa yang santun serta mendorong peran bahasa Indonesia agar makin dikenal di dunia internasional. “Mari, kita menjadi generasi yang bangga, mahir, dan maju dengan bahasa Indonesia. Mari, kita dorong anak-anak kita untuk berbahasa dengan santun dan ramah dalam kehidupan sosial sehari-hari, baik secara lisan maupun tulisan, dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Lebih lanjut, kita juga harus bersama-sama membawa bahasa Indonesia untuk bergerak maju ke ranah internasional,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa tema “Bahasa Indonesia Berdaulat, Indonesia Maju” menjadi penegasan penting atas peran bahasa dalam menjaga kedaulatan bangsa. Menurutnya, kedaulatan bahasa harus diposisikan sebagai bagian dari semangat nasional yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. “Kedaulatan bahasa adalah kedaulatan bangsa. Bahasa Indonesia menjadi perekat, penghela, dan penggerak semangat kebangsaan yang menyatukan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Hafidz menambahkan bahwa pada tahun ini Bulan Bahasa dan Sastra diramaikan dengan sembilan kegiatan utama, antara lain Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional, Festival Musikalisasi Puisi, Festival Handai Indonesia, Lomba Cerdas Mengulas Buku, Lomba Mendongeng bagi Penyandang Disabilitas Netra, Sayembara Video Kreatif Pemanfaatan Laman Penjaring, Adu Kreasi Duta Bahasa Se-Indonesia, Menjalin Indonesia, dan Pentas Sastra di Badan Bahasa. Selain itu, juga diadakan pameran, seminar kebangsaan, dan peluncuran produk kebahasaan. Tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi para pelaku bahasa dan sastra, puncak perayaan Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2025 juga diisi dengan peluncuran berbagai produk dan capaian Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang menandai kemajuan program kebahasaan dan kesastraan di tingkat nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meraih Penghargaan Adibahasa Tahun 2025. Penghargaan ini ditujukan untuk mengapresiasi pemerintah provinsi yang berhasil dalam pembangunan kebahasaan dan kesastraan. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menekankan pentingnya pengembangan literasi dan sastra yang tidak hanya berskala lokal, tetapi juga dapat menembus ranah internasional. “Saya kira (kegiatan) ini sangat bagus karena menyangkut masalah literasi, entah itu sastra, saya kira ini sangat penting. Kami mencoba bagaimana sastra itu tidak hanya lokal di Indonesia, bisa tidak negara ini ambil inisiatif sastra itu internasional karena kita bicara pada aspek budaya literasi. Budaya itu menjadi sesuatu yang penting,” ujar Sri Sultan.

Selain itu, Kirana, siswi SDN Unggaran 1 Yogyakarta, berhasil meraih Juara Terbaik 1 Lomba Cerdas Mengulas Buku melalui ulasannya terhadap buku Menunggu Ibu. Kirana mengaku tidak menyangka dan terkejut bisa mendapatkan juara pertama. “Saya tidak menyangka dan terkejut bisa mendapatkan juara satu. Membaca buku menambah ilmu pengetahuan dan membuka jendela pengetahuan untuk saya,” ujar Kirana dengan senyum bahagia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Mendikdasmen Tegaskan Pendidikan adalah Kunci dalam Menjaga Kedudukan Bahasa Indonesia Read More »

Bahasa sebagai Jembatan Persahabatan: Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia Teguhkan Komitmen Bersama

Bahasa sebagai Jembatan Persahabatan: Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia Teguhkan Komitmen Bersama

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 702/sipers/A6/X/2025

Bahasa sebagai Jembatan Persahabatan: Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia Teguhkan Komitmen Bersama

Jakarta, 30 Oktober 2025 —  Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menyelenggarakan Seminar Kebahasaan Antarbangsa Majelis Bahasa Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia (Mabbim) di Jakarta, Selasa (28/10).

Mengusung tema “Peranan Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu dalam Diplomasi dan Hubungan Antarbangsa,” forum ini menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi linguistik serumpun sekaligus menegaskan peran bahasa sebagai instrumen strategis dalam kerja sama pendidikan, budaya, dan politik luar negeri.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum ini diharapkan dapat melahirkan semangat baru guna merefleksikan visi kawasan yang berwibawa dan berdaya saing global. Mabbim sejak awal berdiri menjadi simbol koordinasi kebijakan, peristilahan tata bahasa, dan pelestarian bahasa negara anggota.

“Di tengah arus global dan kemajuan teknologi yang menguat, ketiga negara memiliki peluang besar untuk membangun ekosistem kerja sama kebahasaan yang tangguh dan relevan bagi generasi mendatang. Mulai dari pendidikan, diplomasi publik, hingga standardisasi istilah untuk ilmu pengetahuan,” ujar Mendikdasmen.

Lebih lanjut, Mendikdasmen menegaskan tiga pesan penting dalam kebijakan kebahasaan. Pertama, bahasa sebagai mandat konstitusional dan rumah kebangsaan. Bahasa memelihara persatuan, menjaga martabat, dan mengantar warga pada layanan publik yang bermutu.

Kedua, bahasa sebagai infrastuktur pengetahuan. Kehadiran KBBI, korpus peristilahan, dan standar kemahiran berbahasa dapat menuntun sains, pendidikan, dan naskah resmi menuju peningkatan mutu. Ketiga, bahasa sebagai sebagai jembatan persahabatan antarbangsa. Diplomasi kebahasaan, pengajaran BIPA, dan standardisasi bersama mempermudah mobilitas dan meneguhkan posisi kawasan di panggung global.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menambahkan bahwa seminar Mabbim menjadi momentum untuk mempererat hubungan persahabatan antarnegara serumpun. “Seminar kebahasaan antarbangsa ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat persatuan, keragaman, dan diplomasi bahasa di kancah antarbangsa,” tuturnya.

Menurut Hafidz, bahasa Indonesia dan bahasa Melayu merupakan warisan agung yang tidak hanya mencerminkan identitas kebangsaan, tetapi juga menjembatani peradaban serumpun di Asia Tenggara. Dalam konteks global yang terus berubah, kedua bahasa ini memegang peran strategis untuk memperkuat kerja sama regional, memperluas diplomasi budaya, dan memperkaya komunikasi antarbangsa.

“Semoga pertemuan ini semakin memperkuat peran Mabbim sebagai pelopor kerja sama kebahasaan yang berorientasi pada kemajuan bersama. Mari kita jadikan bahasa sebagai pembawa pesan perdamaian dan keadaban,” imbuhnya.

Dari Brunei Darussalam, Pemangku Pengarah Dewan Bahasa dan Pustaka, Awang Suip bin Haji Abdul Wahab, menilai bahwa Mabbim lahir dari semangat bersama untuk mendukung, memajukan, dan menyatukan bahasa Melayu dan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu, bahasa resmi, dan bahasa integrasi antarbangsa.

“Mabbim menjadi komponen penting dalam kerja sama kebahasaan, menandakan kesepakatan tiga bangsa serumpun dalam menjadikan bahasa kita sebagai lambang ilmu dan jatidiri bersama,” katanya.

Senada dengan itu, Hazami bin Jahari, yang diwakili oleh Pengarah Jabatan Pembinaan Bahasa dan Sastera, Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia, Tuan Haji Mohd Salahuddin bin Dato’ Paduka Mohamed, menyebut Mabbim sebagai sebuah badan kebahasaan yang telah mempererat hubungan persahabatan dan persaudaraan tiga wilayah serumpun, menegaskan semangat kebersamaan melalui satu bahasa yang serumpun.

“Melalui Mabbim, kita tidak hanya membicarakan bahasa sebagai alat komunikasi, tetapi sebagai bahasa ilmu dan peradaban tinggi yang menjadi jembatan penghubung antarbangsa,” ujarnya.

Melalui forum Mabbim 2025, Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia meneguhkan komitmen untuk menjadikan bahasa sebagai fondasi persahabatan, ilmu pengetahuan, dan diplomasi antarbangsa. Dalam semangat Bulan Bahasa, ketiga negara serumpun ini membuktikan bahwa bahasa bukan sekadar warisan budaya, melainkan juga kekuatan strategis yang mempererat hubungan regional dan memperkuat posisi kawasan di kancah global.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Bahasa sebagai Jembatan Persahabatan: Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia Teguhkan Komitmen Bersama Read More »

Badan Bahasa Jalin Kerja Sama dengan 13 Universitas untuk Perkuat SDM Kebahasaan dan Kesastraan

Badan Bahasa Jalin Kerja Sama dengan 13 Universitas untuk Perkuat SDM Kebahasaan dan Kesastraan

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 700/sipers/A6/X/2025

Badan Bahasa Jalin Kerja Sama dengan 13 Universitas untuk Perkuat SDM Kebahasaan dan Kesastraan

Yogyakarta, 30 Oktober 2025 – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), menjalin kerja sama strategis dengan 13 universitas di Indonesia. Penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) ini bertujuan memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) bidang kebahasaan dan kesastraan serta memperluas jejaring kolaborasi akademik lintas lembaga.

Sekretaris Badan Bahasa, Ganjar Harimansyah, yang hadir mewakili Kepala Badan Bahasa, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada tataran administratif semata; harus diwujudkan dalam kerja nyata yang berdampak.

“Kata W.S. Rendra, perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. Setelah menandatangani perjanjian ini, mari kita implementasikan secara sinergis agar manfaat nyata. Kerja sama ini harus bermanfaat, bermartabat, dan berdampak,” tegas Ganjar, Rabu (29/10).

Sebanyak 13 perguruan tinggi yang menandatangani PKS meliputi Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Universitas Bina Nusantara, Universitas Udayana, Universitas Sumatera Utara, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Islam Negeri K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.

Ganjar menambahkan bahwa perjanjian ini merupakan bentuk pengukuhan atas kemitraan yang telah lama berjalan antara Badan Bahasa dan perguruan tinggi di berbagai daerah.

“Nota kesepahaman ini bukan sekadar dokumen administratif, tetapi pengukuhan atas kolaborasi dan sinergi yang telah lama terjalin antara Badan Bahasa dan universitas mitra. Melalui perjanjian ini, kita menegaskan kembali komitmen untuk bekerja sama secara nyata,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ganjar mencontohkan berbagai kolaborasi yang telah berhasil dijalankan sebelumnya. “Kami sudah banyak belajar dari praktik baik, seperti pengembangan aplikasi Senarai Istilah Jawa bersama Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Kolaborasi semacam ini menunjukkan bahwa kerja sama tidak selalu berbasis anggaran, tetapi juga bisa tumbuh dari partisipasi dan kepedulian,” tuturnya.

Ganjar juga menegaskan bahwa Badan Bahasa menempatkan pengembangan SDM sebagai investasi jangka panjang lembaga. “Investasi terbesar kami adalah sumber daya manusia. Melalui kerja sama ini, kami menyiapkan pegawai Badan Bahasa untuk belajar dan berkontribusi bersama universitas mitra,” terangnya.

Pada kesempatan sebelumnya, Ketua Tim Kerja Layanan Hukum, Tata Laksana, dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Badan Bahasa, Sunardi, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting untuk menyiapkan pegawai Badan Bahasa agar memiliki akses lebih luas dalam meningkatkan kompetensi melalui pendidikan formal.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari perjalanan bersama membangun SDM yang tangguh, berdaya saing, dan adaptif terhadap perubahan,” ujarnya, pada Selasa malam (28/10).

Menurut Sunardi, nota kesepahaman ini berlaku selama lima tahun dan akan ditindaklanjuti dalam tiga bulan ke depan melalui perjanjian teknis di perguruan tinggi mitra masing-masing. Kerja sama tersebut mencakup bidang pengembangan dan pelindungan bahasa dan sastra, peningkatan kompetensi SDM, uji kemahiran berbahasa Indonesia, internasionalisasi bahasa, serta pendidikan dan penelitian.

Dukungan Perguruan Tinggi untuk Implementasi Nyata dan Penguatan Bahasa Indonesia

Pada kesempatan tersebut, Rektor Universitas Udayana, I Ketut Sudarsana, menyambut baik kerja sama tersebut. “Kami siap mendukung pengembangan SDM kebahasaan melalui riset dan pendidikan. PKS ini tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberi dampak bagi kemajuan bangsa,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Ridwan, menambahkan bahwa kolaborasi ini penting untuk memperkuat program internasionalisasi kampus melalui pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

“Kami berharap kerja sama ini menjadi momentum untuk memperluas jejaring dan memperkuat kapasitas SDM kami, khususnya dalam penguasaan dan pengajaran Bahasa Indonesia di tingkat global,” ungkapnya.

Ganjar menutup dengan ajakan kolaboratif kepada seluruh mitra perguruan tinggi agar kerja sama ini menjadi gerakan nasional penguatan SDM kebahasaan dan kesastraan.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Penguatan kebahasaan dan kesastraan membutuhkan dukungan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Semoga kerja sama ini menjadi awal bagi gerakan bersama dalam melahirkan SDM bermutu, berintegritas, dan berdaya saing global,” tandasnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Badan Bahasa Jalin Kerja Sama dengan 13 Universitas untuk Perkuat SDM Kebahasaan dan Kesastraan Read More »

Puncak Apresiasi FHI 2025: Kemendikdasmen Beri Penghargaan WNA Mahir dan Kreatif Berbahasa Indonesia

Puncak Apresiasi FHI 2025: Kemendikdasmen Beri Penghargaan WNA Mahir dan Kreatif Berbahasa Indonesia

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Puncak Apresiasi FHI 2025: Kemendikdasmen Beri Penghargaan WNA Mahir dan Kreatif Berbahasa Indonesia

Jakarta, 28 Oktober 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sukses menyelenggarakan Festival Handai Indonesia (FHI) 2025 di Jakarta, Senin (27/10). Ajang internasional tahunan ini kembali menjaring talenta – talenta terbaik dari warga negara asing yang fasih berbahasa Indonesia dan mendalami budaya, yang disebut Handai Indonesia. Kegiatan ini diadakan untuk menyediakan wahana unjuk kemahiran dan kreativitas warga negara asing dalam bertutur dan menulis kreatif dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan apresiasi yang tulus atas semangat dan ketekunan para nomine peserta terbaik FHI 2025 dalam belajar bahasa Indonesia. Mereka berusaha membuktikan kemampuan dan kreativitasnya dalam menggunakan bahasa Indonesia sehingga dapat menjadi nomine peserta terbaik dalam festival ini.

“FHI dirancang untuk memanfaatkan bahasa Indonesia sebagai sarana, yang tidak hanya mendekatkan warga dunia dengan Indonesia, tetapi juga saling menghubungkan di antara warga dunia untuk secara bersama-sama lebih memahami Indonesia. Melalui lomba-lomba bertutur kreatif dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam festival ini, para handai Indonesia, bestie-nya Indonesia, atau best friends of Indonesia menunjukkan keluasan wawasan, kelapangan perasaan, dan kedalaman pemahaman mereka tentang Indonesia yang patut diberi apresiasi, “ ungkapnya.

FHI keenam ini sudah diselenggarakan sejak tahun 2020 dan terus mengalami perkembangan dari segi format penyelenggaraan dan jumlah peserta. Tahun ini, FHI menghadirkan format penyelenggaraan yang berbeda dari tahun sebelumnya. FHI 2025 menerapkan sistem penilaian satu tahap melalui pengiriman karya video secara daring. Hal ini sedikit berbeda dengan FHI 2024 yang menggunakan sistem penilaian berjenjang dengan babak penyisihan dan babak final. Perubahan ini dirancang untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi handai Indonesia di seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam festival ini .

FHI 2025 dilaksanakan melalui lima jenis lomba berbahasa Indonesia, yaitu lomba bercerita, bernyanyi, berpantun, berpidato, dan berpuisi. Jumlah pendaftar FHI 2025 sebanyak 436 orang yang berasal dari 60 negara. Karya peserta berupa video penampilan dikirim secara daring kepada panitia, kemudian dinilai oleh dewan juri dan dihasilkan 35 orang nomine peserta terbaik yang berasal dari 23 negara. Secara alfabetis 23 negara tersebut ialah sebagai berikut: Afganistan, Amerika Serikat, Argentina, Australia, Filipina, India, Italia, Jepang, Kamboja, Kirgiztan, Korea Selatan, Malaysia, Pakistan, Peru, Republik Demokratik Kongo, Rusia, Sudan, Thailand, Timor Leste, Turki, Uzbekistan, Vietnam, dan Yaman. Para nomine tersebut berprofesi, antara lain, sebagai mahasiswa, guru, sukarelawan, pemengaruh, profesional, pegawai pemerintah negara sahabat, dan pegawai kedutaan negara sahabat di Indonesia.

Untuk memberikan apresiasi kepada 35 orang nomine peserta terbaik FHI 2025, pada 25—31 Oktober 2025 dilaksanakan kegiatan Apresiasi FHI 2025 di Jakarta. Sementara itu, pada 27 Oktober 2025 dilaksanakan acara Puncak Apresiasi FHI 2025 untuk memberikan penghargaan peserta terbaik I—III dari setiap lomba. Berikut data peserta terbaik I—III setiap lomba dalam FHI 2025 yang menerima penghargaan dari Badan Bahasa, Kemendikdasmen.

Dalam laporan pada acara Puncak Apresiasi FHI 2025, Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Iwa Lukmana, menyampaikan bahwa banyaknya jumlah handai Indonesia yang berpartisipasi dalam FHI 2025 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Diplomasi Publik dan Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, termasuk para Atase Pendidikan dan Kebudayaan, lembaga penyelenggara program pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di dalam dan luar negeri, serta para pengajar dan pegiat BIPA.

Bagi peserta FHI 2025, ajang ini bukan sekadar lomba, melainkan tempat untuk menjalin persahabatan dan merayakan keberagaman. Salah seorang peserta terbaik lomba bernyanyi dalam FHI 2025, Kristen D., penggemar dangdut asal Amerika Serikat yang pernah berduet dengan Sang Raja Dangdut, H. Rhoma Irama, menyampaikan rasa bangganya menjadi salah satu peserta FHI. “Sebagai penyanyi dangdut dari Amerika, saya belajar bahasa Indonesia secara daring seminggu sekali dengan tutor dari Indonesia. Saya mengikuti FHI karena ingin menambah pengalaman baru dan mempraktikkan bahasa Indonesia saya, terutama dalam bernyanyi. Di sini saya senang sekali karena bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara yang sama-sama belajar bahasa Indonesia. Banyak dari mereka yang juga menyukai dangdut.”

Salah satu nomine peserta terbaik lomba berpidato FHI 2025 adalah Takumi Nakamura, mahasiswa Bahasa Indonesia asal Jepang. Ia mengikuti FHI karena termotivasi oleh pengalamannya sebagai mahasiswa pertukaran di Universitas Indonesia dan keterlibatannya dalam teater Laskar Pelangi. “Saya ingin mengikuti FHI untuk memberikan pendapat saya tentang pendidikan Indonesia,” katanya.

Sastrawan Agus Sarjono (Juri Lomba Berpuisi) mengaku kaget melihat keseriusan peserta dari berbagai negara. “Orang luar negeri bisa mengenal Indonesia dengan cara yang unik dan ramah lewat karya sastra. Penyelenggaraan FHI ini merupakan cara yang luar biasa untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia,” tuturnya.

Juri Lomba Bercerita, Awam Prakoso, menambahkan bahwa FHI adalah perayaan persahabatan antarbangsa. “Festival ini membuktikan bahwa bahasa Indonesia bisa menjadi jembatan budaya yang menghubungkan dunia dengan Indonesia. Peserta telah menjadi duta persahabatan Indonesia,” pujinya.

Dalam kesempatan acara Puncak Apresiasi FHI 2025 tersebut, Badan Bahasa, Kemendikdasmen juga menyampaikan penghargaan kepada sejumlah Perwakilan Republik Indonesia (PRI) di 10 negara dengan kategori pemelajar BIPA terbanyak. Kesepuluh negara dengan PRI yang aktif mengembangkan program pembelajaran BIPA tersebut ialah Amerika Serikat, Australia, Filipina, India, Jerman, Korea Selatan, Mesir, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. Selain itu, penghargaan khusus diberikan kepada Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Mesir atas kinerja dan dedikasi dalam menuntaskan pendirian Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X:x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Puncak Apresiasi FHI 2025: Kemendikdasmen Beri Penghargaan WNA Mahir dan Kreatif Berbahasa Indonesia Read More »