Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara

pengunggah

Bahasa Indonesia Diutamakan, Bahasa Daerah Dilestarikan, Jawa Barat Perkuat Tata Kelola Kebahasaan

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 515/sipers/A6/VI/2026

Bahasa Indonesia Diutamakan, Bahasa Daerah Dilestarikan, Jawa Barat Perkuat Tata Kelola Kebahasaan

Bandung, 23 Juni 2026 — Upaya implementasi kebijakan kebahasaan nasional dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) mendorong terbentuknya tata kelola pengawasan penggunaan Bahasa Indonesia yang lebih kuat, terkoordinasi, dan berkelanjutan melalui kegiatan Konsolidasi Daerah yang mengangkat topik “Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Daerah di Provinsi Jawa Barat”.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.4/7446/SJ Tahun 2025 tentang Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia di daerah.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa penguatan penggunaan Bahasa Indonesia merupakan bagian dari upaya menjaga identitas dan kedaulatan bangsa menjelang satu abad Sumpah Pemuda pada 2028. “Bahasa Indonesia bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga simbol negara yang harus dihormati, dibanggakan, dan digunakan secara baik dan benar. Pengutamaan Bahasa Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkuat eksistensi bangsa, memajukan peradaban nasional, serta meningkatkan pendidikan yang bermutu,” ujar Hafidz di Bandung.

Menurutnya, posisi Bahasa Indonesia di tingkat global terus menguat. Saat ini Bahasa Indonesia telah dipelajari di 61 negara, menjadi bahasa resmi Sidang Umum UNESCO, dan telah hadir sebagai program studi di Universitas Al-Azhar Kairo. Namun, di dalam negeri masih ditemukan penggunaan bahasa asing yang berlebihan pada nama kawasan, produk, badan usaha, maupun ruang publik.

“Regulasi kebahasaan diperlukan untuk membangun kesamaan pemahaman dan kepatuhan bersama. Penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik, dokumen resmi, dan lingkungan pemerintahan telah memiliki landasan hukum yang jelas melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019, serta diperkuat dengan Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025,” jelasnya.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Herawati, menekankan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan kebahasaan memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. “Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas dukungan dan kolaborasi yang diberikan. Pengawasan penggunaan Bahasa Indonesia dan pelindungan bahasa serta sastra daerah tidak dapat berjalan sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Komitmen tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Barat, Asep Sukmana, menilai pembentukan Tim Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia di tingkat provinsi dan kabupaten/kota menjadi langkah strategis untuk memastikan kebijakan berjalan efektif. “Regulasi yang telah diterbitkan perlu segera ditindaklanjuti melalui pembentukan kelembagaan, pelaksanaan pengawasan, dan kegiatan pembinaan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” kata Asep.

Ia menambahkan bahwa pengawasan bahasa lebih mengedepankan pembinaan, edukasi, pendampingan, dan rekomendasi perbaikan daripada pendekatan penindakan. Sebagai wujud komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan penandatanganan Komitmen Bersama Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia di Wilayah Provinsi Jawa Barat.

Melalui konsolidasi ini, Jawa Barat diharapkan menjadi contoh penguatan ekosistem kebahasaan yang tertib, sekaligus mendorong implementasi kebijakan kebahasaan nasional yang berkelanjutan untuk mengutamakan Bahasa Indonesia dan melindungi bahasa daerah.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua#
#KemendikdasmenRamah#

Bahasa Indonesia Diutamakan, Bahasa Daerah Dilestarikan, Jawa Barat Perkuat Tata Kelola Kebahasaan Read More »

Kemendikdasmen Gandeng Kampus Perluas Gerakan Pemartabatan Bahasa Indonesia

Kemendikdasmen Gandeng Kampus Perluas Gerakan Pemartabatan Bahasa Indonesia

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 488/sipers/A6/VI/2026

Kemendikdasmen Gandeng Kampus Perluas Gerakan Pemartabatan Bahasa Indonesia

Medan, 12 Juni 2026 — Pengembangan bahasa dan sastra Indonesia tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Melainkan membutuhkan kolaborasi yang luas agar bahasa Indonesia semakin kuat di dalam negeri dan makin dikenal di dunia internasional. Berangkat dari semangat itulah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) memperkuat kemitraan dengan perguruan tinggi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Universitas Prima Indonesia (UNPRI). Lebih dari sekadar penandatanganan dokumen, kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pembangunan kebahasaan dan kesastraan yang semakin dekat dengan masyarakat melalui peran kampus.

Perguruan tinggi dipandang memiliki posisi yang unik. Selain menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, kampus juga memiliki kemampuan menjangkau masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Karena itu, keterlibatan kampus menjadi bagian penting dalam memperluas dampak berbagai program kebahasaan dan literasi yang dijalankan pemerintah.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa sinergi dengan perguruan tinggi merupakan bentuk nyata semangat partisipasi semesta dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.
“Naskah yang telah kita tandatangani bersama antara Badan Bahasa dan UMSU menjadi wujud komitmen, kolaborasi, dan sinergi antara Kemendikdasmen dan perguruan tinggi dalam berbagai bidang, seperti BIPA, peningkatan dan penguatan literasi, pemartabatan bahasa, serta pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Hafidz, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi fondasi pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pembentukan karakter. Karena itu, penguatan bahasa Indonesia perlu berjalan beriringan dengan pelestarian bahasa daerah dan penguasaan bahasa asing.

“Melalui kolaborasi ini, kampus diharapkan mampu menciptakan ruang-ruang akademik yang menempatkan bahasa sebagai fondasi pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pembentukan karakter. Penguasaan bahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa daerah perlu tumbuh secara seimbang dalam lingkungan pendidikan tinggi,” tambahnya.

Di lingkungan kampus, optimisme terhadap masa depan bahasa Indonesia juga terus tumbuh. Rektor UMSU, Akrim, meyakini bahasa Indonesia memiliki peluang semakin besar untuk memperluas pengaruhnya di tingkat internasional.

“Bahasa Indonesia telah menunjukkan pengaruh yang semakin luas di tingkat internasional melalui jumlah penuturnya yang terus berkembang. Kami optimistis pada masa yang akan datang bahasa Indonesia akan memperoleh posisi yang semakin kuat dalam pergaulan dunia,” ujarnya.

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan karena selama ini UMSU telah aktif mengembangkan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan melahirkan sejumlah pengajar yang bertugas di berbagai negara. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mendukung upaya internasionalisasi bahasa Indonesia.

Semangat yang sama juga disampaikan Wakil Rektor I Universitas Prima Indonesia, Abdi Darma. Menurutnya, kerja sama dengan Badan Bahasa membuka ruang baru bagi penguatan program kebahasaan sekaligus mendukung visi internasionalisasi kampus. “Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata, terutama dalam upaya mengutamakan bahasa Indonesia di lingkungan kampus. Di sisi lain, sebagai kampus yang mengembangkan perspektif internasional, kami juga menjadikan program BIPA sebagai salah satu program unggulan,” kata Abdi.

Kolaborasi antara Badan Bahasa, UMSU, dan UNPRI menunjukkan bahwa pembangunan bahasa dan sastra Indonesia merupakan kerja bersama. Ketika pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat berjalan beriringan, bahasa Indonesia tidak hanya semakin bermartabat di negeri sendiri, tetapi juga memiliki peluang yang semakin besar untuk hadir dan dikenal di panggung dunia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Gandeng Kampus Perluas Gerakan Pemartabatan Bahasa Indonesia Read More »

Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

Siaran Pers_
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 388/sipers/A6/V/2026

Kota Serang, Banten, 12 Mei 2026* — Sebagai bagian dari upaya menghidupkan partisipasi semesta dalam penguatan literasi masyarakat berbasis komunitas dan keluarga, masyarakat Kota Serang menginisiasi Kampung Literasi Pekijing di Kota Serang, Banten.

Kampung Literasi Pekijing menjadi salah satu contoh tumbuhnya budaya literasi yang dibangun secara gotong royong oleh masyarakat. Di kampung tersebut dibangun rumah-rumah kotak kecil berisi buku bacaan yang berdiri di halaman rumah warga yang dapat diakses siapa saja tanpa batasan ketentuan yang mengikat. Kehadiran sudut-sudut baca sederhana itu menjadikan buku lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dalam kunjungannya, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Hafidz Muksin menegaskan bahwa peningkatan dan penguatan literasi tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi bersama masyarakat, komunitas, dan keluarga. Karena itu, keberadaan taman bacaan masyarakat dinilai memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam membangun budaya membaca di lingkungan masyarakat.

Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

“Kami melihat Kampung Literasi Pekijing menunjukkan bagaimana masyarakat dapat membangun ekosistem literasi yang hidup dan menyenangkan. Anak-anak, orang tua, dan komunitas hadir bersama dalam berbagai aktivitas yang mendorong budaya membaca dan kreativitas di lingkungannya,” ujarnya yang pada kesempatan itu juga didampingi oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten, Devyanti Asmalasari.

Menurut Hafidz, praktik baik yang dilakukan Kampung Literasi Pekijing dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menghadirkan ruang literasi yang dekat, terbuka, dan ramah bagi masyarakat. Pemerintah memberikan perhatian dan dukungan terhadap komunitas literasi seperti ini karena keberadaannya menjadi bagian penting dalam penguatan literasi masyarakat. “Kehadiran komunitas literasi berupa taman bacaan masyarakat dan perpustakaan desa di Pekijing dapat menjadi contoh sekaligus penggerak budaya baca di lingkungan sekitar,” katanya seraya menyampaikan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan agar pemanfaatan bahan bacaan semakin optimal serta mampu mendorong kreativitas masyarakat lintas generasi.

Di Kampung Literasi Pekijing, literasi tumbuh tidak hanya melalui kegiatan membaca buku, melainkan juga melalui interaksi sosial yang melibatkan seluruh kelompok usia. Anak-anak mengikuti kegiatan mendongeng, membaca bersama, bermain permainan tradisional, hingga berlatih seni dan musik. Sementara itu, para lansia turut dilibatkan dalam kegiatan melukis, mewarnai, dan membuat kerajinan tangan.

Salah satu pemandangan yang menarik di kampung tersebut adalah ketika anak-anak membacakan buku kepada para lansia yang mengalami kesulitan membaca. Aktivitas sederhana itu menghadirkan hubungan belajar yang hangat sekaligus memperkuat kebersamaan antargenerasi. Kegiatan bersama tersebut sekaligus sebagai bentuk implementasi dari tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, yakni bermasyarakat.

Pembina Kampung Literasi Pekijing, Edi Suryadi, menjelaskan bahwa penyediaan buku di rumah-rumah warga awalnya sempat diragukan apakah dapat berjalan dengan efektif dan diterima masyarakat. Namun, pendekatan yang sederhana justru membuat masyarakat merasa lebih dekat dengan buku. “Ketika buku-buku ditempatkan di depan rumah dan mudah diakses serta judulnya menarik maka masyarakat mulai berani memegang dan membaca buku. Dari situ kami menyadari bahwa masyarakat sebenarnya membutuhkan bahan bacaan yang dekat dengan kehidupan mereka,” ujarnya.

Berangkat dari pengalaman tersebut, warga kemudian secara mandiri mengembangkan penyediaan bahan bacaan dengan membangun rumah-rumah buku di pinggir jalan kampung agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pengunjung yang datang.

Selain menghadirkan ruang baca, masyarakat juga menyediakan berbagai permainan tradisional untuk mendorong anak-anak lebih kreatif dan aktif bersosialisasi dan tidak bergantung pada gawai. “Kami ingin anak-anak memiliki ruang untuk bermain bersama, membangun rasa percaya diri, dan mengembangkan kreativitasnya dengan bahagia,” tambah Edi.

Semangat literasi masyarakat juga dirasakan langsung oleh anak-anak di Kampung Literasi Pekijing. Anisa mengaku keberadaan kampung literasi membuat anak-anak semakin tertarik membaca sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga. “Kegiatan di kampung literasi membuat kami lebih senang membaca dan lebih dekat satu sama lain. Semoga buku-buku di sini semakin banyak dan anak-anak semakin semangat belajar,” ujarnya.

Sementara itu, pendongeng anak Jujun melihat antusiasme tinggi anak-anak dalam setiap kegiatan mendongeng yang diselenggarakan di kampung tersebut. “Saya berharap anak-anak semakin gemar membaca dan nantinya dapat menjadi penerus yang menjaga kampung literasi ini,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Badan Bahasa juga menyerahkan bantuan buku hasil sayembara dan koleksi buku dari Kantor Bahasa Provinsi Banten untuk mendukung penguatan literasi masyarakat di Kampung Literasi Pekijing.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, Kampung Literasi Pekijing menunjukkan bahwa literasi dapat tumbuh dari ruang-ruang sederhana di lingkungan terdekat. Dari halaman rumah warga, budaya membaca perlahan berkembang menjadi investasi sosial untuk membangun generasi yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan gemar belajar sepanjang hayat.

Biro Komunikasi dan Hubungan MasyarakatSekretariat
Jenderal Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/KemdikdasmenInstagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.idSiaran
Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah Read More »

Badan Bahasa Gandeng Kampus dan Pemda, Perkuat Literasi dan Bahasa di Aceh

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 323/sipers/A6/IV/2026

Banda Aceh, 28 April 2026 – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terus memperkuat ekosistem kebahasaan, kesastraan, dan literasi di daerah melalui kolaborasi lintas sektor.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat pengetahuan dan inovasi. Oleh karena itu, kolaborasi dengan kampus perlu terus diperluas agar program kebahasaan semakin berdampak luas. “Ini adalah bentuk partisipasi semesta dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, di mana Kemendikdasmen terus meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi,” ujar Hafidz dalam rangkaian kegiatan strategis di Banda Aceh, Senin (20/4).

Badan Bahasa Gandeng Kampus dan Pemda, Perkuat Literasi dan Bahasa di Aceh

Ia menambahkan bahwa terdapat empat fokus utama yang perlu diperkuat bersama, yaitu peningkatan literasi, penguatan kedaulatan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, serta internasionalisasi bahasa Indonesia. “Dalam konteks kedaulatan bahasa, kita masih melihat penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan tata naskah dinas yang belum baik dan benar. Ini menjadi perhatian bersama untuk terus diperbaiki,” kata Hafidz dalam kegiatan yang dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi, instansi pendidikan, komunitas literasi, serta mitra strategis lainnya, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh dan para kepala dinas pendidikan kabupaten/kota.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di kalangan generasi muda. “Pelestarian bahasa daerah perlu terus didorong melalui penguatan vitalitasnya kepada generasi muda agar tingkat kepunahan dapat ditekan,” tambahnya.

Tak hanya itu, Kemendikdasmen melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Rektor IAIN Takengon, Rektor UIN Ar-Raniry, dan Rektor Universitas Syiah Kuala. Penandatanganan tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa serta sastra Indonesia dan daerah. Ruang lingkup kerja sama mencakup penguatan tridarma perguruan tinggi, riset kebahasaan dan kesastraan, peningkatan literasi masyarakat, pelatihan kebahasaan, revitalisasi bahasa daerah, pengembangan bahan ajar, serta pelibatan mahasiswa dan dosen dalam program strategis kebahasaan.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Muhammad Irsan, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan capaian yang telah dibangun sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. “Kami akan terus berdiskusi dan berupaya meningkatkan kinerja Balai Bahasa Provinsi Aceh. Kami mohon dukungan dari seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Sinergi dan Kolaborasi Pemajuan Literasi Bersama Pemerintah Daerah

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengajak sekaligus tantangan Kota Banda Aceh untuk dapat melaksanakan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) secara masif kepada seluruh murid di Banda Aceh. Menurutnya, gerakan bersama ini berpotensi mencatat sejarah rekor MURI melalui pelaksanaan UKBI serentak dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia. “Banda Aceh memiliki semangat pendidikan yang kuat. Jika dilaksanakan bersama-sama, saya optimistis Banda Aceh dapat menjadi pelopor dan bahkan memecahkan rekor MURI sebagai kota pelaksana UKBI serentak terbanyak di Indonesia,” ujar Kepala Badan Bahasa.

Senada dengan hal itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal menyatakan dukungan penuh terhadap program-program Badan Bahasa. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh siap menindaklanjuti melalui Dinas Pendidikan serta Sekretaris Daerah untuk memperkuat pengawasan penggunaan bahasa Indonesia di wilayahnya. “Kota Banda Aceh adalah kota kolaborasi. Kami siap bersinergi dengan Badan Bahasa dan seluruh pihak untuk kemajuan Kota Banda Aceh, termasuk dalam penguatan bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah,” ujar Wali Kota Banda Aceh.

Badan Bahasa menegaskan bahwa penguatan bahasa, sastra, dan literasi memerlukan kerja bersama lintas sektor. Perguruan tinggi, sekolah, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun ekosistem kebahasaan yang sehat dan berkelanjutan. Banda Aceh merupakan contoh bahwa sinergi kelembagaan dapat diwujudkan melalui kerja sama strategis, penguatan organisasi, serta perhatian terhadap budaya baca di sekolah.

Ke depan, Badan Bahasa berharap kolaborasi yang terbangun di Aceh dapat semakin memperkuat peran bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, menjaga kelestarian bahasa daerah, serta menumbuhkan generasi muda yang literat, berkarakter, dan bangga terhadap identitas bangsanya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Badan Bahasa Gandeng Kampus dan Pemda, Perkuat Literasi dan Bahasa di Aceh Read More »

Diserbu Murid, Buku Bermutu Hidupkan Perpustakaan Sekolah di Banda Aceh

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 322/sipers/A6/IV/2026

Banda Aceh, 27 April 2026 – Sebagai bagian dari penguatan ekosistem literasi nasional, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memastikan pemanfaatan bantuan buku bacaan bermutu berjalan optimal di sekolah penerima manfaat. Hal tersebut dilakukan melalui peninjauan langsung oleh Kepala Badan Bahasa di SDN 54 Banda Aceh, beberapa waktu lalu.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, bersama Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh periode 2023–2026, Umar Solikhan, melakukan peninjauan pemanfaatan buku bahan bacaan bermutu di SDN 54 Banda Aceh. SDN 54 Banda Aceh merupakan salah satu sekolah di Provinsi Aceh yang menerima hibah buku bacaan bermutu dari Badan Bahasa pada tahun 2024.

Diserbu Murid, Buku Bermutu Hidupkan Perpustakaan Sekolah di Banda Aceh

Program bantuan buku bacaan bermutu merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kemendikdasmen dalam memperluas akses bahan bacaan berkualitas bagi peserta didik di berbagai daerah. Semakin dekat anak dengan buku, semakin kuat budaya membaca sebagai bekal masa depan. Kegiatan ini bertujuan melihat langsung pemanfaatan buku yang telah disalurkan. Peninjauan ini memastikan program literasi di sekolah berjalan optimal.

Dalam kunjungannya, Hafidz mengapresiasi pihak sekolah atas pengelolaan dan pemanfaatan buku-buku tersebut. Menurutnya, kegemaran membaca murid SDN 54 Banda Aceh merupakan salah satu perwujudan dari kebiasaan gemar belajar dalam tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat. “Buku bacaan bermutu memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat baca serta meningkatkan kemampuan literasi anak sejak dini,” ucap Hafidz.

Lebih lanjut, Hafidz Muksin juga menyerahkan tambahan koleksi buku bacaan bermutu untuk Perpustakaan Cerdas Ceria milik SDN 54 Banda Aceh. Penambahan koleksi ini diharapkan dapat memperkaya pilihan bacaan murid serta mendorong tumbuhnya minat membaca sejak usia dini. Kehadiran buku baru ini diharapkan memperkuat fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyenangkan dan dekat dengan keseharian anak.

Suasana penuh antusias tampak saat para murid melihat buku-buku baru yang diserahkan. Mereka berkumpul di sekitar rak buku dan segera membuka halaman demi halaman penuh rasa ingin tahu yang tinggi. Sejumlah murid mengungkapkan kegembiraannya karena buku-buku tersebut menurut mereka menarik, penuh gambar berwarna, dan menyenangkan untuk dibaca. Respons spontan murid menunjukkan bahwa bahan bacaan sesuai usia dan menarik mampu menumbuhkan kebiasaan membaca.

Pada kesempatan yang sama, Umar Solikhan menyampaikan bahwa SDN 54 Banda Aceh telah menunjukkan praktik baik dalam memanfaatkan bahan bacaan, baik sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran maupun aktivitas literasi harian murid. Dampaknya, sekolah tersebut menjadi contoh bagi sekolah lain dalam meningkatkan budaya literasi.

Buku yang baik, perpustakaan yang aktif, serta dukungan guru dan orang tua merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi pembelajar sepanjang hayat. Kepala SDN 54 Banda Aceh, Teuku Muthalla, menyampaikan apresiasi atas dukungan fasilitas buku bacaan bermutu yang diberikan oleh Badan Bahasa, Kemendikdasmen. “Kami sangat mendukung program bantuan buku ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah guna memperkuat budaya literasi di Indonesia,” ungkap Teuku.

“Buku-buku yang diberikan sebelumnya sangat menarik minat baca anak-anak. Hal itu terlihat dari meningkatnya kunjungan murid ke perpustakaan. Anak-anak kini semakin senang datang dan membaca,” tambahnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Diserbu Murid, Buku Bermutu Hidupkan Perpustakaan Sekolah di Banda Aceh Read More »

Pemberdayaan Perempuan Jadi Kunci Literasi, Praktik Baik dari NTT Menginspirasi Nasional

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 306/sipers/A6/IV/2026

Jakarta, 22 April 2026 – Bertepatan dengan momen peringatan pemberdayaan perempuan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menyelenggarakan Gelar Wicara “Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan untuk Meningkatkan Literasi” di Jakarta, Selasa (21/4). Acara ini menyoroti peran krusial perempuan, khususnya para ibu dan pendidik dalam membangun fondasi kecerdasan anak bangsa dari wilayah pelosok.

Kegiatan ini secara khusus menghadirkan para pejuang literasi dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui program Inovasi Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) yang merupakan kemitraan pendidikan antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Australia, para narasumber berbagi kisah inspiratif mengenai perubahan pola pikir dan peningkatan kemampuan baca-tulis murid sekolah dasar di wilayah terpencil melalui pendekatan yang lebih kontekstual dan bermakna.

“Kegiatan ini adalah rangkaian perayaan untuk menguatkan peran perempuan dalam pendidikan. Kami menghadirkan tokoh-tokoh dari NTT untuk berbagi praktik baik tentang bagaimana ekosistem daerah, mulai dari Bunda Literasi, kepala sekolah, guru, hingga forum taman bacaan bahu-membahu menumbuhkan minat baca,” ujar Hafidz saat ditemui usai acara.

Hafidz menambahkan bahwa penguatan literasi harus menyentuh tiga ranah utama, yaitu sekolah, masyarakat, dan keluarga. Ia menilai peran perempuan sangat sentral dalam menghidupkan budaya tutur dan baca di rumah sebelum anak-anak memasuki jenjang formal.

Hafidz juga menyampaikan harapannya agar praktik baik kolaborasi di Provinsi NTT juga dapat dilanjutkan di daerah-daerah lain. “Pada bulan Februari yang lalu, kami juga menggelar acara dengan tema penggunaan bahasa ibu atau bahasa daerah di kelas awal untuk meningkatkan proses pembelajaran. Kebetulan narasumbernya juga dari NTT, ada bupati, kepala sekolah, dan Duta Bahasa dari Bali,” tambah Hafidz.

Kepala Badan Bahasa juga mengapresiasi INOVASI sebagai mitra pembangunan di bidang pendidikan dan juga pemerintah daerah Provinsi NTT yang telah mendukung peningkatan literasi di daerahnya melalui berbagai program dan pendekatan.

Praktik Baik Peningkatan Literasi di NTT

Pada gelar wicara, Bunda Literasi Provinsi NTT periode 2025—2030, Mindriyati Astiningsih Laka Lena memaparkan bahwa kunci utama peningkatan literasi di daerahnya adalah ketersediaan buku bacaan yang bermutu dan menarik. Ia secara aktif melakukan advokasi kepada pemerintah daerah serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT untuk mengoptimalkan penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dalam pengadaan buku yang telah dikurasi oleh Badan Bahasa. Mindriyati juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas para pendidik, terutama guru PAUD dan SD kelas awal agar proses belajar membaca tidak menjadi trauma bagi murid.

“Kami ingin memastikan proses belajar menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi murid. Oleh karena itu, kami mendorong adanya asesmen menyeluruh di kelas awal agar anak yang belum lancar membaca tidak merasa minder. Kami juga berencana bergerak melalui gerakan ‘Satu ASN, Satu Buku Layak Baca’ serta berjejaring untuk membawa oleh-oleh berupa Pojok Baca di setiap kunjungan kerja di desa-desa. Di NTT, buku bacaan yang berwarna dan bergambar adalah sebuah kemewahan yang sangat dinantikan oleh anak-anak,” ungkap Mindriyati.

Langkah ini diperkuat dengan kolaborasi bersama Kelompok Kerja (Pokja) Literasi dan Forum Taman Bacaan Masyarakat untuk menyortir buku sesuai jenjang usia sehingga distribusi literasi tepat sasaran. Menurut Mindriyati, sinergi antara peran ibu melalui PKK dan dukungan mitra pembangunan seperti INOVASI menjadi fondasi penting dalam membangun budaya membaca yang berkelanjutan di bumi Flobamora.

Memaknai Hari Kartini: Perempuan sebagai Tiang Literasi Bangsa

Momentum ini juga menjadi refleksi untuk memakani semangat Kartini melalui pemberdayaan perempuan di sektor pendidikan. Bunda Literasi NTT, Mindriyati Astaningsih Leka Lana, menekankan bahwa perempuan adalah tiang keluarga dan pokok kehidupan bagi sekitarnya. Ia berpendapat bahwa kemajuan sebuah daerah dan negara sangat bergantung pada kesejahteraan dan keberdayaan perempuannya. Mindriyati juga memperluas cakupan literasi tidak hanya pada kemampuan membaca, tetapi juga literasi digital dan finansial guna membentengi keluarga dari dampak negatif seperti pinjaman dan judi online .

“Perempuan harus proaktif memberdayakan diri. Jika perempuan berdaya, keluarganya maju, daerahnya sejahtera, dan Indonesia pun akan maju. Kami terus mendorong ibu-ibu di desa, bahkan melalui kader PKK dan Posyandu untuk menjadi teladan literasi bagi anak-anaknya. Jika ibunya suka membaca, ruang bagi anak untuk mencintai buku akan terbuka lebar di rumah,” tegas Mindriyati.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikdasmen, Neni Ruhaeni, memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya pemberian panggung bagi perempuan-perempuan hebat dari daerah. Ia berharap semangat literasi ini menular kepada seluruh pengurus dan anggota DWP untuk terus meningkatkan kualitas diri sebagai agen perubahan di masyarakat.

“Saya berharap seluruh anggota DWP Kemendikdasmen memiliki semangat untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan dan literasi tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai istri dan ibu. Perempuan yang berpendidikan akan mampu memaksimalkan potensinya sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan bangsa,” pungkas Neni.

Penguatan literasi nasional dapat tercapai melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, berbagai kelompok penggerak, dan mitra pembangunan. Pemberdayaan perempuan dalam ekosistem pendidikan juga menjadi salah satu kunci penting mengingat peran ibu dan guru perempuan sebagai pendidik utama bagi anak-anak. Dengan kolaborasi yang inklusif dan berkelanjutan, upaya peningkatan literasi ini diharapkan dapat melahirnya sumber daya manusia yang unggul dan kompeten demi mewujudkan visi Indonesia maju yang bermartabat dan berkarakter.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Pemberdayaan Perempuan Jadi Kunci Literasi, Praktik Baik dari NTT Menginspirasi Nasional Read More »

Kemendikdasmen Resmikan Kantor Bahasa di Kep. Babel, Tanda Dukungan Pembangunan Bahasa di Daerah

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 285/sipers/A6/IV/2026

Kab. Bangka Tengah, Provinsi Kep. Bangka Belitung, 16 April 2026 –– Bukan hanya sarana dan prasarana di satuan pendidikan yang menjadi prioritas kerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) namun pemenuhan fasilitas yang memadai guna mendukung pengembangan dan pembinaan bahasa di Indonesia juga tak luput dari perhatian.

Beberapa waktu lalu, Kemendikdasmen melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meresmikan Gedung Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Langkah ini sekaligus menandai kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam memajukan pembangunan sarana dan prasarana di bidang bahasa dan sastra. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya dan tokoh daerah setempat, aula utama gedung ini diberi nama “Hamidah”. Nama tersebut diambil dari penulis novel ternama asal Bangka Belitung.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muhammad Irsan, menjelaskan bahwa proses pembangunan gedung ini telah dimulai sejak tahun 2024 dan selesai pada akhir tahun 2025. Ia juga menyampaikan harapan besar agar fasilitas baru ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. “Kami berharap gedung ini nantinya bisa menjadi pusat kebahasaan, kesastraan, dan literasi sebagai wujud pengabdian kami bagi pembangunan pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ungkapnya pada Senin (13/4).

Selain peresmian gedung, acara ini juga menjadi momen penting di mana kepemimpinan Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi berganti dari Muhammad Irsan kepada Afriyendy Gusti.

Kemendikdasmen Resmikan Kantor Bahasa di Kep. Babel, Tanda Dukungan Pembangunan Bahasa di Daerah

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyebutkan bahwa gedung ini merupakan fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai elemen masyarakat guna mendukung ekosistem pendidikan dan kebudayaan. “Kami mengajak pemerintah daerah, komunitas, mahasiswa, dan pelajar untuk menggunakan (fasilitas baru ini) dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, yang turut hadir dalam acara ini memberikan apresiasi kepada Badan Bahasa atas selesainya pembangunan fasilitas ini. “Saya sampaikan terima kasih atas (dibangunnya) gedung ini. Gedung ini untuk rakyat, untuk masyarakat, untuk anak-anak kita ke depan. Mudah-mudahan gedung ini bisa kita pelihara dan jaga dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan gedung Kantor Bahasa merupakan cerminan dari martabat dan kehormatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. “Gedung ini adalah martabat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Saya yakin gedung ini bermanfaat untuk masyarakat dalam pengajaran,” imbuhnya.

Sinergisitas Pemerintah Pusat dan Daerah Bantu Sukseskan Terwujudnya Trigatra Bangun Bahasa

Seiring dengan pengadaan fasilitas di bidang bahasa dan sastra yang kian memadai, Gubernur Arsani juga mengingatkan pentingnya menjaga bahasa persatuan sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2024 tentang pengutamaan bahasa Indonesia serta pelindungan bahasa dan sastra daerah. “Dengan adanya perda bahasa ini, penggunaan bahasa Indonesia dapat diutamakan dan bahasa dan sastra daerah dapat dipertahankan serta dilestarikan,” jelasnya.

Menambahkan, Hafidz Muksin mengingatkan akan pentingnya gerakan Trigatra Bangun Bahasa sebagai pilar identitas bangsa Indonesia. “Trigatra Bangun Bahasa kita canangkan sebagai gerakan agar masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang bangga, mahir, dan maju dengan bahasa Indonesia, dengan mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing,” imbuhnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Resmikan Kantor Bahasa di Kep. Babel, Tanda Dukungan Pembangunan Bahasa di Daerah Read More »

Pembekalan Fasilitator Literasi Baca Tulis

Pembekalan Fasilitator Literasi Baca Tulis

Medan, 14 April 2026—Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BB Sumut) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat melalui penyelenggaraan kegiatan Pembekalan Fasilitator Literasi Baca Tulis pada 13—14 April 2026 di Aula Sanusi Pane. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung peningkatan capaian asesmen literasi di satuan pendidikan, khususnya di wilayah Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang yang masih menghadapi tantangan dalam aspek literasi baca tulis.

Pembekalan ini dirancang sebagai upaya penguatan kapasitas fasilitator literasi yang nantinya akan terjun langsung ke sekolah-sekolah untuk mendampingi proses peningkatan literasi. Dengan adanya kegiatan ini, fasilitator diharapkan tidak hanya memahami konsep literasi secara teoretis, tetapi juga mampu mengimplementasikan strategi pembelajaran yang efektif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di berbagai jenjang pendidikan.

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Ketua Tim Kerja Pembinaan, Yolferi, S.S., M.Hum., yang menegaskan bahwa pembekalan fasilitator literasi baca tulis merupakan program rutin tahunan yang diselenggarakan oleh BB Sumut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam menjawab permasalahan rendahnya capaian literasi di beberapa daerah. “Kegiatan ini merupakan bentuk upaya berkelanjutan yang dilakukan Balai Bahasa untuk meningkatkan kemampuan literasi di sekolah-sekolah, khususnya di Kota Medan dan Deliserdang yang nilai asesmen literasinya masih tergolong rendah,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala BB Sumut, Dr. Asrif, M.Hum., memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam meningkatkan literasi. Ia juga menyampaikan harapan besar agar kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata di lapangan. “Kami berharap melalui kegiatan ini, kemampuan literasi di sekolah-sekolah Sumatera Utara, khususnya di Medan dan Deliserdang, dapat mengalami peningkatan yang signifikan. Terima kasih kepada para fasilitator yang telah berkomitmen untuk terlibat dalam upaya ini. Ayo bergerak bersama untuk menaikkan asesmen literasi Sumatera Utara,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan rangkaian bimbingan teknis literasi baca tulis oleh Wartono, S.S. Dalam paparannya, ia menjelaskan secara rinci mengenai struktur program bimbingan teknis yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Ia menyebutkan bahwa terdapat tiga fokus utama dalam kegiatan ini, yakni mengulas buku untuk jenjang sekolah dasar (SD), membaca cepat untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP), dan membaca kritis untuk jenjang sekolah menengah atas (SMA).

Wartono menekankan bahwa pada jenjang SD, kemampuan mengulas buku menjadi fondasi penting dalam membangun literasi peserta didik. Ia menjelaskan bahwa dalam kegiatan mengulas buku, siswa perlu memahami terlebih dahulu unsur-unsur dasar buku, seperti judul, nama penulis, serta ilustrator. Pemahaman ini menjadi langkah awal untuk melatih siswa dalam menyampaikan kembali isi bacaan secara runtut dan sistematis, sekaligus menumbuhkan minat baca sejak dini.

Materi berikutnya disampaikan oleh Yolferi, S.S., M.Hum., yang membahas tentang membaca cepat. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa membaca cepat merupakan keterampilan membaca yang mengutamakan kecepatan tanpa mengabaikan pemahaman terhadap isi bacaan. Ia menambahkan bahwa kemampuan ini sangat penting untuk membantu siswa dalam menyerap informasi secara efisien, terutama di tengah arus informasi yang semakin cepat. “Inti dari membaca cepat adalah melatih koordinasi antara mata dan pikiran agar mampu menangkap informasi secara optimal dalam waktu yang singkat,” jelasnya.

Sementara itu, materi membaca kritis disampaikan oleh Hasan Al Banna dengan pendekatan yang interaktif dan menarik. Ia memanfaatkan teka-teki gambar sebagai media untuk melatih kemampuan analisis peserta. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa membaca kritis merupakan kemampuan membaca yang tidak hanya berhenti pada pemahaman teks, tetapi juga melibatkan proses berpikir mendalam, analitis, dan evaluatif. “Membaca kritis adalah kemampuan membaca yang mampu memberikan nilai tambah bagi pembaca karena di dalamnya terdapat proses menafsirkan, menilai, dan mengaitkan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki,” ujarnya.

Suasana kegiatan berlangsung aktif dan partisipatif. Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi materi, berdiskusi, serta berlatih menerapkan teknik-teknik literasi yang telah disampaikan. Interaksi yang terjalin antara narasumber dan peserta menjadi salah satu indikator keberhasilan kegiatan ini dalam membangun pemahaman yang mendalam mengenai literasi baca tulis.

Melalui kegiatan pembekalan fasilitator literasi baca tulis ini, BB Sumut berharap dapat menciptakan agen-agen perubahan yang mampu mendorong peningkatan kualitas literasi di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi dalam merancang langkah-langkah konkret untuk meningkatkan capaian literasi di daerah.

#BalaiBahasaSumut
#LiterasiBacaTulis
#GerakanLiterasi
#BanggaBerbahasaIndonesia

Pembekalan Fasilitator Literasi Baca Tulis Read More »

Puluhan Ribu Buku Bacaan Terbitan Kemendikdasmen dan Buku Bacaan Digital Disambut Antusias Pemudik

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 221/sipers/A6/III/2026

Jakarta, 17 Maret 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan (Badan Bahasa) gencar mengedukasi masyarakat untuk makin menyadari pentingnya literasi sejak usia dini. Lewat kegiatan Mudik Asyik Baca Buku Tahun 2026, Badan Bahasa kembali menjadikan momentum mudik lebaran untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya budaya membaca buku bacaan berkualitas khususnya kepada anak-anak.

Puluhan Ribu Buku Bacaan Terbitan Kemendikdasmen dan Buku Bacaan Digital Disambut Antusias Pemudik

Selain menyediakan buku cetak, Badan Bahasa juga membuka akses bacaan digital bagi masyarakat. Ribuan buku dapat diakses secara gratis melalui kanal digital Kemendikdasmen. “Kami juga menyediakan kanal digital. Buku versi digitalnya dapat diakses di budi.kemendikdasmen.go.id. Di sana tersedia ribuan buku yang bisa diunduh dan dibaca secara gratis,” tambahnya.

Lokasi yang menjadi titik MABB tahun ini adalah Pelabuhan Tanjung Priok. Di sana, Badan Bahasa membagikan 1.700 eksemplar buku bacaan yang menjadi rebutan oleh sekitar 2 ribuan pemudik yang kebanyakan menggunakan moda transportasi bis. Salah satu penerima buku bacaan di Pelabuhan Tanjung Priok adalah Rohanatus Sholeha. Ia merasa senang mendapatkan buku bacaan bermutu untuk perjalanan mudiknya tahun ini. Ia mengapresiasi langkah tepat Kemendikdasmen untuk membagikan buku bacaan bermutu untuk menemani perjalanan dan menjadi media peningkatan literasi untuk anak-anak.
 

“Setelah saya lihat, buku ini banyak terdapat gambar-gambar dan cerita yang sangat menarik. Sangat tepat untuk menemani anak-anak saat melakukan perjalan mudik. Sesampainya saya di kampung nanti, saya akan memberikan buku ini kepada keluarga saya supaya mereka senang dan bersemangat untuk membaca buku,” ujar Rohana.
 

Penerima buku lainnya, yaitu Putra Mahardika, siswa SD Pantai 01, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengucapkan terima kasih kepada Tim Badan Bahasa Kemendikdasmen atas empat buku bacaan yang diterimanya. “Di bis nanti saya akan membaca buku ini bersama adik dan orang tua saya. Saya melihat banyak gambar dan cerita menarik pada buku ini, semoga buku ini bisa bermanfaat dan membuat mudik ini semakin berkesan,” tutup Putra.
 

Sementara itu, di Terminal Kampung Rambutan, antusiasme juga terlihat dari para pemudik yang membawa anak-anak. Devi, pemudik yang akan pulang ke Palembang bersama anak balitanya, tampak mengunjungi gerai Mudik Asyik Baca Buku dan mengambil beberapa buku bergambar untuk anaknya. “Menurut saya kegiatan ini sangat membantu karena jika ada buku, selama perjalanan bisa diisi dengan kegiatan membaca. Lebih bermanfaat. Anak saya juga suka gambar-gambar hewan dan mewarnai,” ujarnya.

Sementara itu, di Terminal Kampung Rambutan, antusiasme juga terlihat dari para pemudik yang membawa anak-anak. Devi, pemudik yang akan pulang ke Palembang bersama anak balitanya, tampak mengunjungi gerai Mudik Asyik Baca Buku dan mengambil beberapa buku bergambar untuk anaknya. “Menurut saya kegiatan ini sangat membantu karena jika ada buku, selama perjalanan bisa diisi dengan kegiatan membaca. Lebih bermanfaat. Anak saya juga suka gambar-gambar hewan dan mewarnai,” ujarnya.
 

Hal serupa disampaikan Komariah, pemudik yang akan menuju Lampung bersama putranya yang berusia empat tahun. Ia menilai pembagian buku gratis ini memberikan kegiatan edukatif bagi anak-anak selama perjalanan. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk anak-anak dan orang tua yang mendampingi, karena selama perjalanan jadi ada kegiatan yang edukatif. Anak-anak suka buku yang ada gambar dan karakternya,” katanya.

MABB 2026 Diapresiasi dan Jadi Inspirasi untuk Hadirkan Pojok Baca di Terminal

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pengelola Terminal Kampung Rambutan. Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, menilai program tersebut sangat membantu para pemudik yang membawa anak-anak. Menurutnya, keberadaan stan Mudik Asyik Baca Buku memberikan alternatif kegiatan yang bermanfaat bagi anak-anak selama menunggu keberangkatan atau saat perjalanan mudik. “Kami harapkan kegiatan ini terus berlanjut supaya masyarakat yang datang ke terminal merasa nyaman dan mendapatkan buku bacaan gratis yang nantinya berguna untuk anak-anaknya,” ungkap Revi.
 
Ia juga mengajak para pemudik untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia di stan tersebut. “Kami mengajak para pemudik untuk tidak ragu-ragu mendatangi stan Mudik Asyik Baca Buku ini, karena buku-buku berkualitas ini diberikan secara gratis,” tambahnya.

Hal senada juga diutarakan Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo yang menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut dan menilai bahwa kegiatan membaca dapat menjadi alternatif positif bagi anak-anak yang menunggu keberangkatan mudik. “Kami menyambut baik kegiatan ini karena dapat mengalihkan perhatian anak-anak dari penggunaan telepon genggam ke buku. Kebutuhan literasi membaca buku memang perlu terus didorong,” ujar Nur Prasetyo.
 

Ia menambahkan bahwa Terminal Kalideres juga berencana mengembangkan fasilitas literasi bagi penumpang. “Ke depan kami akan mengembangkan area bermain anak sekaligus pojok membaca di area terminal, termasuk di area food court. Harapannya, para orang tua yang membawa anak dapat memanfaatkan waktu menunggu bus dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti membaca,” tambahnya.
 

Ketua Komisi III DPD RI, Filep Wamafma menyampaikan apresiasi atas kegiatan MABB. “Ini merupakan program yang perlu kita dukung bersama-sama, dan tentu kami siap sekali untuk berkolaborasi dan mendukung semua program kementerian dalam rangka memastikan bahwa semua anak-anak kita sambil mudik bisa membaca buku. Mudah-mudahan dengan membaca buku, anak-anak kita bertambah wawasannya,” ucapnya mantap.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Puluhan Ribu Buku Bacaan Terbitan Kemendikdasmen dan Buku Bacaan Digital Disambut Antusias Pemudik Read More »

Kemendikdasmen Perluas Jangkauan MABB 2026 ke Cilegon dan Serang, Bagikan 4.300 Buku kepada Pemudik

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 219/sipers/A6/III/2026

Kota Cilegon dan Kota Serang, Provinsi Banten, 17 Maret 2026 — Ada yang berbeda pada gelaran Mudik Asyik Baca Buku (MABB) Tahun 2026. Tahun ini, dalam rangka meningkatkan budaya baca masyarakat, khususnya anak-anak, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), memperluas jangkauan kegiatannya hingga ke Kota Cilegon dan Kota Serang, Provinsi Banten.

Kemendikdasmen Perluas Jangkauan MABB 2026 ke Cilegon dan Serang, Bagikan 4.300 Buku kepada Pemudik

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin mengatakan bahwa tujuan MABB adalah meningkatkan daya baca dan memberikan buku yang bermanfaat bagi anak sesuai dengan jenjangnya. Kemudian juga memperkenalkan buku bacaan yang cocok bagi anak dan menghadirkan aktivitas literasi yang menarik. Demikian disampaikannya pada kesempatan berbeda saat mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti meninjau MABB 2026 di Stasiun Senen, Jakarta, Senin (16/3).

Ketua Komisi X DPR RI, yang juga turut mendampingi Menteri Mu’ti di Stasiun Senen menyampaikan harapannya, “Mudah-mudahan dengan inisiatif ini yang dari tahun ke tahun selalu lebih banyak titiknya, lebih banyak jumlah bukunya, mungkin juga nanti teman-teman dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian bisa menyediakan tempat misalnya di rest area untuk menempatkan sejumlah buku sebagai perpustakaan mini bagi para penumpang. Bukan hanya saat mudik saja, tapi bisa setiap saat,” ujarnya.

Adapun di Provinsi Banten, kegiatan tersebut dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, dan Terminal Pakupatan, Kota Serang. Di Pelabuhan Merak, sebanyak 2.300 buku bacaan dibagikan kepada para pemudik, khususnya keluarga dan anak-anak yang menunggu keberangkatan kapal menuju Pulau Sumatra. Sementara itu, di Terminal Pakupatan juga dibagikan 2 ribu buku bacaan kepada para pemudik yang menggunakan transportasi darat. Kegiatan ini berlangsung pada pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.

Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, yang berada di Banten, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat literasi masyarakat sekaligus menumbuhkan budaya membaca sejak dini. Menurutnya, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga merupakan identitas bangsa yang harus terus dirawat dan dikembangkan.

Oleh karena itu, menurutnya, penyediaan akses bacaan yang berkualitas bagi masyarakat perlu terus diperluas, termasuk melalui kegiatan literasi di ruang-ruang publik seperti terminal dan pelabuhan. “Kita harus memastikan bahwa bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa pemersatu, bahasa daerah tetap lestari sebagai akar budaya, dan penguasaan bahasa asing menjadi jendela dunia bagi putra-putri kita,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menyampaikan bahwa Kota Cilegon sebagai wilayah yang memiliki pelabuhan penyeberangan strategis menjadi titik penting mobilitas masyarakat, terutama pada masa arus mudik. Menurutnya, kegiatan literasi di area pelabuhan menjadi langkah positif untuk memberikan aktivitas yang bermanfaat bagi para pemudik, khususnya keluarga yang membawa anak-anak.

Ia juga menjelaskan bahwa area Mall Sosoro di Pelabuhan Merak sering menjadi titik berkumpul para pemudik sebelum memasuki kapal feri, sehingga kegiatan literasi seperti ini dapat dimanfaatkan untuk mengisi waktu tunggu dengan kegiatan yang edukatif. “Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat memperoleh informasi yang bermanfaat serta menjalani perjalanan dengan aman, tertib, dan nyaman,” ujarnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Perluas Jangkauan MABB 2026 ke Cilegon dan Serang, Bagikan 4.300 Buku kepada Pemudik Read More »