Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara

Tak Berkategori

Peserta Festival Handai Indonesia 2026 memainkan angklung bersama dalam acara apresiasi Handai Indonesia

Festival Handai Indonesia 2026, Bahasa Indonesia Jembatani Persahabatan Antarbangsa

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Mengenah

Nomor: 745/sipers/A6/VIII/2026

Festival Handai Indonesia 2026, Bahasa Indonesia Jembatani Persahabatan Antarbangsa

Jakarta, 22 Agustus 2026 — Bahasa Indonesia terus menemukan ruangnya di panggung internasional, tidak hanya sebagai bahasa yang dipelajari warga dunia, tetapi juga sebagai medium untuk mengenal Indonesia dan membangun persahabatan antarbangsa. Semangat tersebut terlihat dalam Puncak Apresiasi Handai Indonesia Tahun 2026 yang mempertemukan para penutur asing bahasa Indonesia dari berbagai negara serta peserta Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat pada Jumat (21/8) di Plaza Insan Berprestasi, Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta.

Peserta Festival Handai Indonesia 2026 memainkan angklung bersama dalam acara apresiasi Handai Indonesia

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan penguatan bahasa Indonesia di kancah global merupakan bagian dari upaya menjadikan bahasa sebagai instrumen diplomasi. Menurutnya, perjalanan bahasa Indonesia menuju ruang internasional merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Festival Handai Indonesia juga menjadi ruang bagi para penutur asing untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Indonesia dalam berbagai bentuk, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri dan kebanggaan terhadap bahasa yang mereka pelajari.

“Festival Handai Indonesia adalah ajang tingkat internasional bagi para Handai Indonesia untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas dalam berbahasa Indonesia. Festival ini merupakan bentuk apresiasi yang bersifat kompetitif sehingga para Handai Indonesia, baik yang berdomisili di Indonesia maupun di luar Indonesia, memiliki wadah dan kesempatan untuk menunjukkan hasil belajar bahasa Indonesia dengan penuh kepercayaan diri dan kebanggaan, seberapa pun level kemahirannya,” ujar Mendikdasmen.

Mendikdasmen melihat kehadiran para Handai Indonesia sebagai bagian dari kontribusi bahasa Indonesia dalam membangun hubungan antarbangsa dan memperkuat posisi Indonesia di tingkat global. “Dengan menggunakan medium bahasa apa pun, khususnya bahasa Indonesia, kita semua warga dunia dapat menjalin persahabatan dan merayakan keberagaman. Kita dapat membangun saling pengertian, menguatkan kerja sama, dan pada akhirnya menciptakan perdamaian dunia dan kemakmuran bersama. Inilah pesan yang ingin kita sampaikan melalui bahasa Indonesia. Inilah kontribusi Indonesia bagi dunia,” jelasnya.

Penguatan bahasa Indonesia di tingkat global berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global. Ia menilai penguasaan bahasa Indonesia oleh warga dunia memiliki makna yang lebih luas karena berkaitan dengan pengenalan nilai-nilai keindonesiaan. “Diplomasi bukan hanya soal dokumen dan perjanjian, melainkan juga soal penghargaan budaya dan komunikasi. Bahasa adalah alat diplomasi yang paling lembut, namun paling kuat,” ungkap Mendikdasmen.

Mendikdasmen berpesan agar para Handai Indonesia dapat terus memelihara jejaring dan persahabatan, menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai kesempatan, mengembangkan pembelajaran BIPA di negara dan lembaga masing-masing, serta menjadi penghubung dua arah yang memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat dunia sekaligus membawa keindahan negara mereka ke Indonesia. “Kalian adalah teladan bahwa bahasa Indonesia dapat dipelajari, dicintai, dan digunakan oleh siapa pun dari mana pun,” tutup Mendikdasmen.

Menteri Luar Negeri, Sugiono, menilai pembelajaran bahasa Indonesia tidak berhenti pada kemampuan berkomunikasi, tetapi juga membuka kesempatan untuk memahami Indonesia secara lebih dekat. Menurutnya, semakin banyak penutur asing bahasa Indonesia, akan semakin memperkuat hubungan Indonesia dengan masyarakat dunia. Ia juga menyampaikan selamat dan apresiasi kepada para finalis serta para diplomat negara sahabat yang telah menjadi bagian dari upaya pelestarian bahasa Indonesia.

“Belajar bahasa Indonesia berarti juga belajar untuk memahami budaya, cara berpikir, dan cara hidup masyarakat Indonesia. Bahasa dapat memperkuat hubungan antarnegara melalui komunikasi langsung antarmasyarakat. Inilah tujuan utama diplomasi bahasa,” ujar Menlu Sugiono.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin menjelaskan, Festival Handai Indonesia dan Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat merupakan bagian dari program penginternasionalan bahasa Indonesia melalui jalur pendidikan. Tingginya jumlah negara asal peserta FHI 2026 yang melampaui jumlah negara penyelenggara program BIPA menunjukkan bahwa minat terhadap bahasa Indonesia semakin besar dan tersebar di seluruh dunia.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin menyampaikan sambutan pada Festival Handai Indonesia 2026

“Pemberian penghargaan kepada peserta terbaik Festival Handai Indonesia 2026 dan penutupan Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat merupakan praktik diplomasi bahasa dan penginternasionalan bahasa Indonesia melalui jalur pendidikan yang efektif. Festival Handai Indonesia adalah ajang apresiasi bagi para sahabat Indonesia yaitu warga negara asing yang mampu berbahasa Indonesia serta memahami peradaban, masyarakat, dan kebudayaan Indonesia,” jelas Hafidz.

Pengalaman tersebut dirasakan langsung oleh Duta Besar Laos untuk Indonesia Khamfeuang Phanthaxay, yang menjadi salah satu peserta Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat. Menurutnya, kemampuan berbahasa Indonesia membantunya berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memahami budaya Indonesia karena memiliki peran penting dalam membangun hubungan yang lebih dekat antarbangsa. “Bagi kami, mempelajari Bahasa Indonesia bukan hanya tentang menambah kemampuan berbahasa, tetapi juga tentang membuka pintu untuk memahami masyarakat, budaya, dan cara pandang Indonesia dengan lebih dekat,” jelasnya.

Pemenang pertama Festival Handai Indonesia 2026 kategori pidato, Ciro dari Italia, mengaku senang mengikuti festival dan menggunakan Bahasa Indonesia untuk berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara. Ketertarikannya terhadap Bahasa Indonesia juga tumbuh dari kekagumannya terhadap budaya dan masyarakat Indonesia yang membuatnya semakin terdorong untuk belajar. “Saya mempelajari bahasa Indonesia karena suka dengan budayanya. Menurut saya, bahasa Indonesia memiliki kosa kata sangat luas dan spesifik,” jelas Ciro.

Pejabat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan sambutan dalam Festival Handai Indonesia 2026

Tahun ini, FHI menghadirkan lima jenis lomba, yaitu bercerita, bernyanyi, berpantun, berpidato, dan berpuisi. Sebanyak 542 pendaftar dari 79 negara turut ambil bagian, dengan 25 peserta dari 21 negara berhasil melaju sebagai finalis dan mengikuti babak final di Jakarta. Melalui Festival Handai Indonesia dan Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat, Bahasa Indonesia tidak hanya dipelajari sebagai bahasa, tetapi juga digunakan untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai negara, membangun saling pengertian, dan merawat persahabatan antarbangsa.

Peserta terbaik Festival Handai Indonesia 2026 menerima penghargaan dalam acara apresiasi di Jakarta
Peserta Festival Handai Indonesia 2026 memainkan angklung bersama dalam acara apresiasi Handai Indonesia

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuUntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Festival Handai Indonesia 2026, Bahasa Indonesia Jembatani Persahabatan Antarbangsa Read More »

Rapat Balai Bahasa Sumatera Utara dan Universitas Negeri Medan membahas rencana pinjam pakai tanah

Balai Bahasa dan Universitas Negeri Medan Mantapkan Rencana Pinjam Pakai Tanah dan Gedung

Medan, 20 Agustus 2026 — Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara bersama Universitas Negeri Medan (Unimed) melaksanakan rapat pemantapan rencana pinjam pakai sebagian tanah milik Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara yang berlokasi di Jalan Peratun. Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Dr. Asrif, M.Hum., dan Rektor Universitas Negeri Medan, beserta tim pengelola Barang Milik Negara (BMN) dari kedua lembaga.
Pertemuan tersebut membahas rencana pemanfaatan sebagian tanah milik Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara sebagai akses keluar dan masuk bagi Universitas Negeri Medan melalui Jalan Peratun. Pembahasan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan rencana pemanfaatan aset negara tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta memberikan manfaat bagi kedua lembaga.

Rapat Balai Bahasa Sumatera Utara dan Universitas Negeri Medan membahas rencana pinjam pakai tanah


Dalam pertemuan tersebut, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Dr. Asrif, menyampaikan pentingnya membangun kerja sama yang saling memberikan manfaat. Menurutnya, pemanfaatan aset dan fasilitas antarlembaga dapat menjadi bagian dari penguatan kolaborasi kelembagaan, khususnya antara Balai Bahasa Sumatera Utara dan perguruan tinggi.
“Yang kita bangun bukan hanya pemanfaatan akses, tetapi juga hubungan kelembagaan yang lebih kuat. Kami berharap kerja sama ini memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dan dapat dikembangkan dalam berbagai bidang,” ujar Asrif.
Sejalan dengan hal tersebut, Rektor Universitas Negeri Medan menyampaikan harapan agar rencana pinjam pakai tanah tersebut menjadi bagian dari kerja sama yang saling menguntungkan. Kedua lembaga juga diharapkan dapat saling mendukung dan memanfaatkan sarana serta prasarana yang dimiliki untuk menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing.


Rapat juga membahas aspek teknis dan administratif yang perlu dipersiapkan, terutama berkaitan dengan pengelolaan dan pemanfaatan Barang Milik Negara. Tim BMN dari kedua lembaga akan melakukan penyesuaian dan penyiapan dokumen yang diperlukan agar proses pinjam pakai dapat dilaksanakan secara tertib, transparan, dan sesuai dengan regulasi.
Rencana pemanfaatan sebagian tanah Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara sebagai akses keluar dan masuk Universitas Negeri Medan melalui Jalan Peratun diharapkan tidak hanya memberikan solusi terhadap kebutuhan akses, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi penguatan sinergi antara kedua institusi.

Tim BMN Balai Bahasa Sumatera Utara dan Unimed


Ke depan, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara dan Universitas Negeri Medan berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi, termasuk dalam pemanfaatan sarana dan prasarana secara bersama, sepanjang sesuai dengan ketentuan dan kewenangan masing-masing lembaga.
Pertemuan ditutup dengan kesepahaman untuk menindaklanjuti hasil pembahasan melalui koordinasi antartim, khususnya tim BMN, guna memantapkan aspek administrasi, teknis, dan legalitas rencana pinjam pakai tanah tersebut.

Rapat pemantapan rencana pinjam pakai tanah di Jalan Peratun
Kepala Balai Bahasa Sumatera Utara dalam rapat bersama Unimed

#PendidikanBermutuUntukSemua

#BalaiBahasaSumateraUtara

#BadanBahasa

#Kemendikdasmen

Balai Bahasa dan Universitas Negeri Medan Mantapkan Rencana Pinjam Pakai Tanah dan Gedung Read More »

Seminar Tradisi Lisan LISAN XIII di Taman Ismail Marzuki

Kepala BB Sumut Angkat Kearifan Tradisi Lisan Wakatobi pada LISAN XIII

Kepala BB Sumut Angkat Kearifan Tradisi Lisan Wakatobi pada LISAN XIII

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BB Sumut), Dr. Asrif, M.Hum., berpartisipasi sebagai pemakalah dalam Seminar Internasional dan Festival Tradisi Lisan ke-13 (LISAN XIII) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 4—8 Agustus 2026. LISAN XIII mengangkat tema “Peranan Tradisi Lisan sebagai Warisan Budaya Takbenda dalam Merawat Kemanusiaan, Alam, dan Kehidupan dari Masa Lalu ke Masa Depan”. Kegiatan ini mempertemukan para ahli, akademisi, peneliti, pemerhati, dan pegiat tradisi lisan dari dalam dan luar negeri untuk berbagi pengetahuan serta mendiskusikan keberlanjutan tradisi lisan sebagai bagian penting dari warisan budaya takbenda.

Dalam forum ilmiah tersebut, Asrif menyajikan makalah berjudul “Merawat Laut, Merawat Kehidupan: Pelajaran Konservasi dari Tradisi Lisan Etnik Wakatobi”. Makalah tersebut mengangkat praktik-praktik masyarakat etnik Wakatobi dalam menjaga laut dan sumber daya alam sebagai bagian dari pengetahuan tradisional yang diwariskan lintas generasi melalui tradisi lisan.

Melalui kajian tersebut, Asrif menunjukkan bahwa tradisi lisan tidak sekadar berfungsi sebagai media pewarisan cerita, nilai, dan identitas budaya, tetapi juga mengandung pengetahuan ekologis yang relevan dengan tantangan kehidupan masa kini. Kearifan masyarakat dalam mengelola laut memperlihatkan adanya hubungan yang erat antara tradisi, manusia, alam, dan keberlanjutan kehidupan.

“Merawat laut pada hakikatnya adalah merawat kehidupan. Tradisi lisan menyimpan pengetahuan dan nilai yang mengajarkan manusia untuk hidup selaras dengan alam serta menjaga sumber daya bagi generasi berikutnya,” demikian gagasan utama yang dikemukakan dalam paparan Asrif.

Keikutsertaan Asrif dalam LISAN XIII juga memperkuat peran BB Sumut dalam memperluas jejaring akademik dan kebudayaan. Selain itu, partisipasi ini  mendorong pemanfaatan bahasa dan tradisi lisan sebagai sumber pengetahuan, pendidikan, serta penguatan karakter masyarakat.

Seminar internasional tersebut diikuti oleh pemakalah dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara. Para peserta berbagi hasil penelitian, pengalaman, dan praktik baik mengenai tradisi lisan dalam berbagai perspektif, seperti kebudayaan, pendidikan, lingkungan, identitas, dan kehidupan sosial.

Selain seminar, LISAN XIII dirangkaikan dengan Festival Tradisi Lisan yang menghadirkan beragam pertunjukan tradisi lisan dari dalam dan luar negeri, seperti Singapura, India, Papua, Betawi, Silat Minang. Kehadiran pertunjukan tersebut memperlihatkan bahwa tradisi lisan bukan hanya warisan masa lalu, melainkan juga ekspresi budaya yang terus hidup, berkembang, dan dapat menjembatani masyarakat lintas wilayah dan negara.

Kegiatan LISAN XIII dibuka oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon. Pembukaan tersebut menandai pentingnya penguatan ekosistem kebudayaan Indonesia, termasuk upaya pelindungan dan pengembangan tradisi lisan sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.

Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan kerja sama antara Asosiasi Tradisi Lisan dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Sinergi ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga kebahasaan dan komunitas kebudayaan dalam pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan bahasa serta tradisi lisan Indonesia.

Partisipasi Kepala BB Sumut dalam LISAN XIII sekaligus menunjukkan bahwa isu bahasa dan kebudayaan memiliki keterkaitan yang erat. Bahasa menjadi wahana utama pewarisan tradisi lisan, sementara tradisi lisan menyimpan nilai, pengetahuan, dan pengalaman masyarakat yang penting untuk terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Dari Wakatobi, pesan yang dibawa Asrif dalam forum internasional tersebut menjadi relevan bagi Indonesia yang memiliki kekayaan tradisi lisan dan ekosistem alam yang sangat beragam: ketika tradisi dirawat, pengetahuan diwariskan; ketika pengetahuan diwariskan, alam dan kehidupan memiliki peluang lebih besar untuk terus lestari.

Kepala BB Sumut Angkat Kearifan Tradisi Lisan Wakatobi pada LISAN XIII Read More »

Pengukuhan Tim Pengawasan Bahasa Indonesia di Ruang Publik di Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan Kukuhkan Tim Pengawasan Bahasa Indonesia di Ruang Publik

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 693/sipers/A6/VIII/2026

Sulawesi Selatan Kukuhkan Tim Pengawasan Bahasa Indonesia di Ruang Publik

Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Agustus 2026 Bahasa Indonesia harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Hal itu diwujudkan melalui pengukuhan Tim Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Kamis (6/8). Tim ini beranggotakan unsur pemerintah daerah, akademisi, serta Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan untuk mengawasi dan membina penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik.

Pengukuhan tim tersebut menjadi bagian dari kerja sama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Pada kesempatan yang sama, Badan Bahasa menandatangani empat nota kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten Barru, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), dan Kabupaten Jeneponto yang mencakup pengembangan dan pembinaan bahasa dan sastra Indonesia serta bahasa dan sastra daerah, penguatan literasi masyarakat, pengutamaan Bahasa Indonesia, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Pengukuhan Tim Pengawasan Bahasa Indonesia di Ruang Publik Sulawesi Selatan

Tim Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan dan beranggotakan 30 orang dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, serta Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan. Keberadaan tim tersebut diharapkan membuat penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik lebih tertib sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, mengatakan Bahasa Indonesia semakin dikenal dan dipelajari masyarakat dunia. Saat ini, Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa resmi Sidang Umum UNESCO dan sebanyak 62 negara telah menyelenggarakan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebagai bagian dari diplomasi bahasa Indonesia di tingkat internasional.

“Bahasa Indonesia telah banyak diminati oleh masyarakat dunia untuk dipelajari. Saat ini, sudah ada 62 negara yang memiliki program BIPA. Namun, mirisnya, di rumah kita sendiri penggunaan Bahasa Indonesia mulai ditinggalkan dan masyarakat lebih memilih menggunakan bahasa asing di berbagai ruang publik. Karena itu, melalui pengukuhan Tim Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia di Sulawesi Selatan ini, kami berharap pemerintah daerah dapat semakin memegang teguh pengutamaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara,” ujar Hafidz.

Pengukuhan Tim Pengawasan Bahasa Indonesia di Ruang Publik Sulawesi Selatan

Hafidz juga mengapresiasi kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menjaga bahasa daerah melalui pembelajaran muatan lokal. “Kami mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang telah memiliki kebijakan pelestarian bahasa daerah melalui muatan lokal. Komitmen Bapak Gubernur dalam menjaga bahasa daerah merupakan praktik baik yang patut menjadi contoh bagi provinsi lain. Pengutamaan Bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah adalah dua hal yang saling menguatkan dalam membangun identitas bangsa,” katanya.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan Bahasa Indonesia merupakan warisan bangsa yang telah menyatukan keberagaman Indonesia sejak diikrarkannya Sumpah Pemuda. Karena itu, penggunaan Bahasa Indonesia perlu terus dijaga agar tetap sesuai dengan kaidah dan fungsinya sebagai bahasa negara. “Selamat kepada Tim Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik yang hari ini telah dikukuhkan. Selamat mengemban amanah untuk memastikan Bahasa Indonesia tetap menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri,” ujar Andi Sudirman Sulaiman.

Ia menambahkan bahwa penggunaan Bahasa Indonesia memerlukan pengawasan dan pembinaan secara berkelanjutan, terutama dalam forum resmi, rapat pemerintahan, dokumen, maupun berbagai bentuk layanan publik agar tetap sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga berkomitmen mendukung pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya yang diwariskan kepada generasi muda.

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, turut menyampaikan dukungan terhadap kerja sama tersebut. Ia mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas bantuan buku bacaan bermutu kepada anak-anak SD dan SMP di Barru. Menurutnya, buku tersebut bermanfaat karena mengandung cerita yang penuh nasihat dan nilai-nilai karakter. “Terima kasih Pak Menteri atas bantuan buku-buku bacaan yang sangat bermanfaat. Kami siap mendukung program Kemendikdasmen wujudkan pendidikan bermutu untuk semua, termasuk pembentukan Tim Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia Kabupaten Barru,” ungkap Ina.

Kerja sama ini membawa agenda kebahasaan lebih dekat ke masyarakat. Penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik diharapkan semakin tertib, sementara bahasa daerah tetap mendapat ruang untuk hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Sulawesi Selatan Kukuhkan Tim Pengawasan Bahasa Indonesia di Ruang Publik Read More »

Sinergisitas Kemendikdasmen dan BP3OKP Dorong Percepatan Pelindungan Bahasa Daerah Papua

Siaran PersKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 915/sipers/A6/XII/2025

Sinergisitas Kemendikdasmen dan BP3OKP Dorong Percepatan Pelindungan Bahasa Daerah Papua

Sorong, 21 Desember 2025 – Tanah Papua merupakan wilayah dengan keberagaman bahasa daerah terbanyak di Indonesia. Dari sekitar 718 bahasa daerah, sebanyak 428 berada di Papua dengan tingkat vitalitas yang beragam. Sebagiannya bahkan telah teridentifikasi terancam punah. Kondisi ini menegaskan bahwa urgensi pelindungan bahasa daerah sebagai bagian dari penjagaan identitas, pengetahuan lokal, dan jati diri masyarakat Papua, bersifat mutlak dan mendesak.

Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) memperkuat kolaborasi dengan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) serta pemerintah daerah. Sinergisitas antara pusat dan daerah ini diarahkan untuk mempercepat pelindungan bahasa dan sastra daerah secara terencana dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari penguatan koordinasi, Pra-Rapat Koordinasi Teknis diselenggarakan pada 18–20 Desember 2025 di Sorong dengan melibatkan Koordinator BP3OKP, Gubernur Papua Barat Daya, Wakil Bupati Sorong Selatan, jajaran pemerintah daerah di Provinsi Papua Barat Daya, tokoh adat dan keagamaan, akademisi, pendidik, serta pemangku kepentingan lainnya. Forum ini membahas penyelarasan dan pengintegrasian pelindungan bahasa daerah ke dalam perencanaan program pembangunan daerah.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menekankan bahwa pelindungan bahasa daerah di Papua harus dilakukan melalui kerja bersama lintas sektor. “Badan Bahasa tidak bisa bekerja sendiri. Pelindungan bahasa daerah hanya dapat berhasil melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan di Papua,” tegasnya. Ia menambahkan, kerja sama dengan BP3OKP menjadi bagian dari strategi penguatan pelindungan bahasa, salah satunya melalui penyusunan regulasi, kebijakan dan program pelindungan bahasa dan sastra di Papua. Kegiatan yang dapat diprogramkan antara lain penyusunan kamus bahasa daerah, dan penyusunan buku cerita anak dwibahasa (bahasa daerah Papua–bahasa Indonesia) agar anak-anak dapat menguasai bahasa Indonesia tanpa kehilangan identitas kebahasaannya sejak dini.

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menegaskan bahwa pelindungan bahasa daerah merupakan kewajiban moral dan spiritual. “Bahasa daerah adalah bagian dari keberagaman budaya dan etnik Indonesia yang merupakan karunia Tuhan. Karena itu, bahasa daerah wajib dijaga dan dilestarikan. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyambut baik kolaborasi ini dan siap bekerja sama melindungi bahasa daerah di seluruh Tanah Papua,” ujarnya.

Koordinator BP3OKP wilayah Papua, Albert Yoku, menegaskan posisi strategis Papua dalam pelindungan bahasa daerah secara nasional. “Dari sekitar 718 bahasa daerah di Indonesia, 428 berada di Tanah Papua. Ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Undang-Undang Otonomi Khusus Papua telah memberikan landasan kuat bagi pelindungan hak atas bahasa dan budaya orang asli Papua, namun perlu ditindaklanjuti melalui regulasi operasional, dukungan kebijakan daerah, ketersediaan guru bahasa daerah, serta penganggaran yang memadai. “Tidak mengenal bahasa daerah ibarat kehilangan arah dan jati diri,” tambahnya.

Wakil Bupati Sorong Selatan, Petronela Krenak, mengingatkan bahwa bahasa merupakan identitas dan warisan yang harus dijaga di tengah pesatnya perkembangan teknologi. “Bahasa adalah identitas dan alat komunikasi yang tidak boleh terkikis oleh teknologi. Manusia bisa berakhir dengan hidupnya, tetapi bahasa tidak pernah berakhir. Karena itu, kita semua bertanggung jawab menjaga dan melindungi bahasa daerah,” ujarnya.

Dalam paparannya, Sekretaris Badan Bahasa, Ganjar Harimansyah menambahkan, kondisi kebahasaan di Papua berada pada situasi yang sangat genting. “Hampir seluruh bahasa dan dialek di Papua terancam punah. Keberadaannya seperti gunung es yang terlihat hanya sebagian kecil dari kondisi sebenarnya,” ujarnya. Ia mencontohkan bahasa Moi di Papua Barat Daya sebagai bahasa besar yang memerlukan perhatian serius serta menekankan pentingnya rasa kepemilikan masyarakat terhadap bahasa daerah. Ganjar juga mendorong pendekatan kreatif melalui pemanfaatan bahasa daerah di ruang publik, produk kreatif, serta pengembangan sistem informasi terintegrasi untuk memantau percepatan pelindungan bahasa di Papua.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menjelaskan bahwa pelindungan bahasa dan sastra daerah diarahkan pada strategi berkelanjutan. “Dokumentasi bahasa tidak berhenti pada pengumpulan data. Bahasa harus kembali diajarkan kepada pemiliknya agar tetap hidup dan digunakan di komunitas,” jelasnya. Menurutnya, bahasa perlu dihidupkan melalui praktik sehari-hari, seperti lagu daerah, cerita rakyat, doa, serta penggunaan di ranah keluarga, komunitas, dan ritual keagamaan.

Forum ini juga menyerap praktik baik dari daerah. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Papua Barat Daya telah menerbitkan kamus bergambar bahasa Moi sebagai bahan ajar anak dan tengah mengembangkan kamus audio untuk mengakomodasi perbedaan dialek. Dari sektor pendidikan, disampaikan tantangan keterbatasan anggaran, sekaligus komitmen pemerintah daerah untuk menerapkan muatan lokal bahasa Moi pada tahun ajaran mendatang.

Ke depan, para pemangku kepentingan menekankan pentingnya penguatan kelembagaan pelindungan bahasa di Tanah Papua. Saat ini, satu balai bahasa melayani enam provinsi dengan cakupan wilayah dan kompleksitas yang sangat besar. Oleh karena itu, mengemuka harapan agar setiap provinsi di Tanah Papua memiliki balai bahasa sendiri guna memperkuat pendampingan komunitas, mempercepat dokumentasi dan revitalisasi bahasa daerah, serta memastikan kebijakan berjalan lebih kontekstual dan berkelanjutan.

Menutup kegiatan, Kepala Badan Bahasa dan Koordinator BP3OKP menandatangani perjanjian kerja sama sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengawal pelindungan bahasa dan sastra daerah. Melalui kolaborasi pusat dan daerah yang solid, Papua diharapkan menjadi contoh nasional dalam pelindungan bahasa daerah bukan hanya mencegah kepunahan, tetapi juga menghidupkan kembali bahasa sebagai bagian utuh dari kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Sinergisitas Kemendikdasmen dan BP3OKP Dorong Percepatan Pelindungan Bahasa Daerah Papua Read More »

Kemendikdasmen Apresiasi Unit Kerja Berintegritas melalui Penghargaan ZI WBK, WBBM, dan Pelayanan Prima

Kemendikdasmen Apresiasi Unit Kerja Berintegritas melalui Penghargaan ZI WBK, WBBM, dan Pelayanan Prima

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 879/sipers/A6/XII/2025

Jakarta, 10 Desember 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan penghargaan kepada unit kerja yang berhasil meraih predikat Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI WBK), Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), serta Pelayanan Prima kategori A hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Mandiri Tahun 2025.Penyelenggaraan penghargaan ini sekaligus memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang mengusung tema “Satukan Aksi Basmi Korupsi”.

Pembangunan zona integritas merupakan bagian dari strategi nasional untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi. Upaya ini tidak hanya menitikberatkan pada perbaikan sistem birokrasi, tetapi juga penguatan budaya kerja aparatur agar lebih akuntabel, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Melalui Pelayanan Prima PEKPPP Mandiri, Kemendikdasmen melakukan pengukuran kinerja pelayanan secara holistik dan objektif untuk memastikan kualitas, transparansi, serta akuntabilitas layanan kepada masyarakat.

Tahun ini, capaian zona integritas di lingkungan Kemendikdasmen menunjukkan peningkatan signifikan. Dari 62 unit kerja yang diusulkan, 34 unit memenuhi syarat predikat Wilayah Bebas dari Korupsi, dan 14 unit meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. Angka ini meningkat 65,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 29 unit.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa penghargaan zona integritas bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat gerakan antikorupsi di lingkungan birokrasi pendidikan. “Pemberantasan dan pencegahan korupsi adalah fondasi utama untuk mewujudkan Indonesia maju serta bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya di Jakarta, 9 Desember 2025.

Wamen Atip menambahkan bahwa predikat zona integritas tidak hanya mencerminkan penilaian administratif, tetapi juga komitmen moral untuk menjaga integritas dan mencegah penyalahgunaan kewenangan. Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan dan etika merupakan pijakan utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang bersih dan terpercaya.
Ia juga mengaitkan predikat WBBM dengan pemenuhan hak asasi manusia generasi baru, yaitu procedural rights. “Masyarakat memiliki hak untuk mengetahui, hak untuk didengar, dan hak untuk dilayani oleh negara. Pelayanan publik pada hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia,” tuturnya.

Pelaksana Harian Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen dan Kepala Biro Organisasi Sumber Daya Manusia, Abdullah Faqih, turut menyampaikan laporan pelaksanaan pembangunan ZI WBK/WBBM Tahun 2025. Ia menegaskan bahwa integritas birokrasi merupakan elemen strategis dalam mencegah korupsi. “Momentum ini menegaskan pada kita semua bahwa integritas birokrasi adalah detak utama pencegahan korupsi yang paling strategis,” ujarnya.

Faqih menjelaskan bahwa pembangunan zona integritas dilakukan melalui pendampingan kolaboratif antara Sekretariat Jenderal, pimpinan unit utama, dan Inspektorat Jenderal. Penilaian internal berlangsung sejak Januari hingga Mei 2025 melalui dua pendekatan, yakni dash evaluation untuk menilai kepatuhan administratif, serta visitasi lapangan untuk memastikan implementasi budaya kerja di unit kerja. “Pendekatan ini memastikan bahwa predikat tidak sekadar compliant dokumen, tetapi benar-benar mencerminkan dampak nyata sebagai budaya kerja,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan zona integritas tidak hanya tentang kepatuhan administratif, tetapi juga pembentukan karakter organisasi yang bersih, empatik, inklusif, dan terpercaya oleh masyarakat. “Ketika kesantunan menjadi standar dan budaya kerja, kualitas layanan tidak hanya baik di atas kertas, tetapi juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Upaya mewujudkan ZI WBK, WBBM, dan pelayanan publik yang prima merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi, inovasi layanan, perbaikan berkelanjutan, dan komitmen kuat seluruh jajaran. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa satuan kerja mampu menjaga kepercayaan publik melalui reformasi birokrasi yang konsisten, inovasi yang berkesinambungan, serta layanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Apresiasi Unit Kerja Berintegritas melalui Penghargaan ZI WBK, WBBM, dan Pelayanan Prima Read More »

Pidato Mendikdasmen Jadi Awal Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kerja di Sidang Umum UNESCO

Pidato Mendikdasmen Jadi Awal Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kerja di Sidang Umum UNESCO

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 733/sipers/A6/XI/2025

Pidato Mendikdasmen Jadi Awal Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kerja di Sidang Umum UNESCO

Samarkand, Uzbekistan, 4 November 2025 – Dalam Sidang Umum UNESCO ke-43 di Kota Samarkand, Uzbekistan, momen bersejarah telah terjadi saat bahasa Indonesia secara resmi pertama kali digunakan sebagai bahasa kerja dalam Sidang Umum UNESCO. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat menyampaikan Pernyataan Nasional pada Sidang Umum UNESCO ke-43 di Kota Samarkand, Uzbekistan, Selasa (4/11).

Mengawali pernyataannya, Menteri Mu’ti memulai dengan sebuah pantun yang merupakan sebuah budaya takbenda yang telah diakui pada Sidang Umum UNESCO pada tanggal 17 Desember 2020 yang lalu. “Bunga selasih mekar di taman, petik setangkai buat ramuan. Terima kasih saya ucapkan, atas kesempatan menyampaikan pernyataan,” ujar Mendikdasmen.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Mu’ti turut menyampaikan apresiasi atas dukungan dari UNESCO dan semua negara anggota yang telah mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa kerja ke-10 pada Sidang Umum UNESCO pada 20 November 2023.

Menteri Mu’ti mengatakan, bahwa bahasa Indonesia telah lama berfungsi sebagai jembatan kesatuan di seluruh archipelago Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, 700 bahasa lokal, dan 1.300 etnik. Pada hari ini, ucap Menteri Mu’ti, bahasa Indonesia kembali mengukuhkan eksistensinya di dunia internasional sebagai jembatan pengetahuan antara negara.

Di akhir pidatonya, Menteri Mu’ti turut menutupnya dengan sebuah pantun. “Dari Jakarta ke Samarkand, kota bersejarah nan menawan. Jika manusia bergandeng tangan, dunia indah penuh kedamaian,” tandasnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-per

#PendidikanBermutuuntukSemua
#Kemendikdasmen

Pidato Mendikdasmen Jadi Awal Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kerja di Sidang Umum UNESCO Read More »

Mendikdasmen Tegaskan Pendidikan adalah Kunci dalam Menjaga Kedudukan Bahasa Indonesia

Mendikdasmen Tegaskan Pendidikan adalah Kunci dalam Menjaga Kedudukan Bahasa Indonesia

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 707/sipers/A6/X/2025

Jakarta, 31 Oktober 2025—Sejalan dengan semangat peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) kembali menyelenggarakan Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2025 dengan mengusung tema “Bahasa Indonesia Berdaulat, Indonesia Maju”. Acara ini menjadi momentum apresiasi kepada para pelaku bahasa dan sastra terbaik dari berbagai daerah di Indonesia serta menjadi ajang refleksi peran bahasa Indonesia sebagai pilar kebangsaan menuju Indonesia Emas.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa bahasa Indonesia memiliki peran yang sangat penting sebagai simbol kedaulatan bangsa dan identitas nasional. Ia juga menekankan bahwa pendidikan menjadi kunci utama dalam menjaga dan memperkuat kedudukan bahasa Indonesia di tengah perkembangan global. Bahasa Indonesia hadir bukan sekadar sebagai alat komunikasi, melainkan juga sebagai manifestasi dari kedaulatan kita sebagai sebuah bangsa merdeka. Ia menjadi simbol yang menyimpan nilai-nilai kebangsaan, identitas, dan kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia.

“Pendidikan menjadi kunci yang sangat penting dalam upaya menjaga kedaulatan bahasa Indonesia. Sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, saya menegaskan kembali komitmen kami untuk terus memperkuat peran bahasa Indonesia dalam dunia pendidikan,” ujar Mu’ti di Jakarta pada (28/10).

Mendikdasmen juga menambahkan bahwa melalui pendidikan, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat peran bahasa Indonesia agar setiap generasi bangsa mampu berpikir, berbicara, dan berkarya dengan bahasa Indonesia yang bernalar, berkarakter, dan kreatif. Bahasa Indonesia harus menjadi penghela ilmu pengetahuan yang dapat berkontribusi dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa, menjadi alat berpikir dan bernalar, wahana pembentukan nilai dan karakter, serta wadah ekspresi dan kreativitas yang memperkaya pemikiran dan kepribadian anak-anak kita.

“Inilah saatnya kita memastikan bahwa setiap generasi bangsa Indonesia mampu berpikir, berbicara, dan berkarya dengan bahasa Indonesia. Dengan begitu, kita dapat mewujudkan generasi emas yang cerdas, unggul, berkarakter, dan berdaya saing global,” ujar Menteri Mu’ti.

Menteri Mu’ti mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan terhadap bahasa Indonesia. Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan berbahasa yang santun serta mendorong peran bahasa Indonesia agar makin dikenal di dunia internasional. “Mari, kita menjadi generasi yang bangga, mahir, dan maju dengan bahasa Indonesia. Mari, kita dorong anak-anak kita untuk berbahasa dengan santun dan ramah dalam kehidupan sosial sehari-hari, baik secara lisan maupun tulisan, dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Lebih lanjut, kita juga harus bersama-sama membawa bahasa Indonesia untuk bergerak maju ke ranah internasional,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa tema “Bahasa Indonesia Berdaulat, Indonesia Maju” menjadi penegasan penting atas peran bahasa dalam menjaga kedaulatan bangsa. Menurutnya, kedaulatan bahasa harus diposisikan sebagai bagian dari semangat nasional yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. “Kedaulatan bahasa adalah kedaulatan bangsa. Bahasa Indonesia menjadi perekat, penghela, dan penggerak semangat kebangsaan yang menyatukan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Hafidz menambahkan bahwa pada tahun ini Bulan Bahasa dan Sastra diramaikan dengan sembilan kegiatan utama, antara lain Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional, Festival Musikalisasi Puisi, Festival Handai Indonesia, Lomba Cerdas Mengulas Buku, Lomba Mendongeng bagi Penyandang Disabilitas Netra, Sayembara Video Kreatif Pemanfaatan Laman Penjaring, Adu Kreasi Duta Bahasa Se-Indonesia, Menjalin Indonesia, dan Pentas Sastra di Badan Bahasa. Selain itu, juga diadakan pameran, seminar kebangsaan, dan peluncuran produk kebahasaan. Tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi para pelaku bahasa dan sastra, puncak perayaan Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2025 juga diisi dengan peluncuran berbagai produk dan capaian Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang menandai kemajuan program kebahasaan dan kesastraan di tingkat nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meraih Penghargaan Adibahasa Tahun 2025. Penghargaan ini ditujukan untuk mengapresiasi pemerintah provinsi yang berhasil dalam pembangunan kebahasaan dan kesastraan. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menekankan pentingnya pengembangan literasi dan sastra yang tidak hanya berskala lokal, tetapi juga dapat menembus ranah internasional. “Saya kira (kegiatan) ini sangat bagus karena menyangkut masalah literasi, entah itu sastra, saya kira ini sangat penting. Kami mencoba bagaimana sastra itu tidak hanya lokal di Indonesia, bisa tidak negara ini ambil inisiatif sastra itu internasional karena kita bicara pada aspek budaya literasi. Budaya itu menjadi sesuatu yang penting,” ujar Sri Sultan.

Selain itu, Kirana, siswi SDN Unggaran 1 Yogyakarta, berhasil meraih Juara Terbaik 1 Lomba Cerdas Mengulas Buku melalui ulasannya terhadap buku Menunggu Ibu. Kirana mengaku tidak menyangka dan terkejut bisa mendapatkan juara pertama. “Saya tidak menyangka dan terkejut bisa mendapatkan juara satu. Membaca buku menambah ilmu pengetahuan dan membuka jendela pengetahuan untuk saya,” ujar Kirana dengan senyum bahagia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Mendikdasmen Tegaskan Pendidikan adalah Kunci dalam Menjaga Kedudukan Bahasa Indonesia Read More »

Bahasa sebagai Jembatan Persahabatan: Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia Teguhkan Komitmen Bersama

Bahasa sebagai Jembatan Persahabatan: Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia Teguhkan Komitmen Bersama

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 702/sipers/A6/X/2025

Bahasa sebagai Jembatan Persahabatan: Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia Teguhkan Komitmen Bersama

Jakarta, 30 Oktober 2025 —  Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menyelenggarakan Seminar Kebahasaan Antarbangsa Majelis Bahasa Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia (Mabbim) di Jakarta, Selasa (28/10).

Mengusung tema “Peranan Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu dalam Diplomasi dan Hubungan Antarbangsa,” forum ini menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi linguistik serumpun sekaligus menegaskan peran bahasa sebagai instrumen strategis dalam kerja sama pendidikan, budaya, dan politik luar negeri.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum ini diharapkan dapat melahirkan semangat baru guna merefleksikan visi kawasan yang berwibawa dan berdaya saing global. Mabbim sejak awal berdiri menjadi simbol koordinasi kebijakan, peristilahan tata bahasa, dan pelestarian bahasa negara anggota.

“Di tengah arus global dan kemajuan teknologi yang menguat, ketiga negara memiliki peluang besar untuk membangun ekosistem kerja sama kebahasaan yang tangguh dan relevan bagi generasi mendatang. Mulai dari pendidikan, diplomasi publik, hingga standardisasi istilah untuk ilmu pengetahuan,” ujar Mendikdasmen.

Lebih lanjut, Mendikdasmen menegaskan tiga pesan penting dalam kebijakan kebahasaan. Pertama, bahasa sebagai mandat konstitusional dan rumah kebangsaan. Bahasa memelihara persatuan, menjaga martabat, dan mengantar warga pada layanan publik yang bermutu.

Kedua, bahasa sebagai infrastuktur pengetahuan. Kehadiran KBBI, korpus peristilahan, dan standar kemahiran berbahasa dapat menuntun sains, pendidikan, dan naskah resmi menuju peningkatan mutu. Ketiga, bahasa sebagai sebagai jembatan persahabatan antarbangsa. Diplomasi kebahasaan, pengajaran BIPA, dan standardisasi bersama mempermudah mobilitas dan meneguhkan posisi kawasan di panggung global.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menambahkan bahwa seminar Mabbim menjadi momentum untuk mempererat hubungan persahabatan antarnegara serumpun. “Seminar kebahasaan antarbangsa ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat persatuan, keragaman, dan diplomasi bahasa di kancah antarbangsa,” tuturnya.

Menurut Hafidz, bahasa Indonesia dan bahasa Melayu merupakan warisan agung yang tidak hanya mencerminkan identitas kebangsaan, tetapi juga menjembatani peradaban serumpun di Asia Tenggara. Dalam konteks global yang terus berubah, kedua bahasa ini memegang peran strategis untuk memperkuat kerja sama regional, memperluas diplomasi budaya, dan memperkaya komunikasi antarbangsa.

“Semoga pertemuan ini semakin memperkuat peran Mabbim sebagai pelopor kerja sama kebahasaan yang berorientasi pada kemajuan bersama. Mari kita jadikan bahasa sebagai pembawa pesan perdamaian dan keadaban,” imbuhnya.

Dari Brunei Darussalam, Pemangku Pengarah Dewan Bahasa dan Pustaka, Awang Suip bin Haji Abdul Wahab, menilai bahwa Mabbim lahir dari semangat bersama untuk mendukung, memajukan, dan menyatukan bahasa Melayu dan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu, bahasa resmi, dan bahasa integrasi antarbangsa.

“Mabbim menjadi komponen penting dalam kerja sama kebahasaan, menandakan kesepakatan tiga bangsa serumpun dalam menjadikan bahasa kita sebagai lambang ilmu dan jatidiri bersama,” katanya.

Senada dengan itu, Hazami bin Jahari, yang diwakili oleh Pengarah Jabatan Pembinaan Bahasa dan Sastera, Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia, Tuan Haji Mohd Salahuddin bin Dato’ Paduka Mohamed, menyebut Mabbim sebagai sebuah badan kebahasaan yang telah mempererat hubungan persahabatan dan persaudaraan tiga wilayah serumpun, menegaskan semangat kebersamaan melalui satu bahasa yang serumpun.

“Melalui Mabbim, kita tidak hanya membicarakan bahasa sebagai alat komunikasi, tetapi sebagai bahasa ilmu dan peradaban tinggi yang menjadi jembatan penghubung antarbangsa,” ujarnya.

Melalui forum Mabbim 2025, Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia meneguhkan komitmen untuk menjadikan bahasa sebagai fondasi persahabatan, ilmu pengetahuan, dan diplomasi antarbangsa. Dalam semangat Bulan Bahasa, ketiga negara serumpun ini membuktikan bahwa bahasa bukan sekadar warisan budaya, melainkan juga kekuatan strategis yang mempererat hubungan regional dan memperkuat posisi kawasan di kancah global.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Bahasa sebagai Jembatan Persahabatan: Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia Teguhkan Komitmen Bersama Read More »

Puncak Apresiasi FHI 2025: Kemendikdasmen Beri Penghargaan WNA Mahir dan Kreatif Berbahasa Indonesia

Puncak Apresiasi FHI 2025: Kemendikdasmen Beri Penghargaan WNA Mahir dan Kreatif Berbahasa Indonesia

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Puncak Apresiasi FHI 2025: Kemendikdasmen Beri Penghargaan WNA Mahir dan Kreatif Berbahasa Indonesia

Jakarta, 28 Oktober 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sukses menyelenggarakan Festival Handai Indonesia (FHI) 2025 di Jakarta, Senin (27/10). Ajang internasional tahunan ini kembali menjaring talenta – talenta terbaik dari warga negara asing yang fasih berbahasa Indonesia dan mendalami budaya, yang disebut Handai Indonesia. Kegiatan ini diadakan untuk menyediakan wahana unjuk kemahiran dan kreativitas warga negara asing dalam bertutur dan menulis kreatif dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan apresiasi yang tulus atas semangat dan ketekunan para nomine peserta terbaik FHI 2025 dalam belajar bahasa Indonesia. Mereka berusaha membuktikan kemampuan dan kreativitasnya dalam menggunakan bahasa Indonesia sehingga dapat menjadi nomine peserta terbaik dalam festival ini.

“FHI dirancang untuk memanfaatkan bahasa Indonesia sebagai sarana, yang tidak hanya mendekatkan warga dunia dengan Indonesia, tetapi juga saling menghubungkan di antara warga dunia untuk secara bersama-sama lebih memahami Indonesia. Melalui lomba-lomba bertutur kreatif dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam festival ini, para handai Indonesia, bestie-nya Indonesia, atau best friends of Indonesia menunjukkan keluasan wawasan, kelapangan perasaan, dan kedalaman pemahaman mereka tentang Indonesia yang patut diberi apresiasi, “ ungkapnya.

FHI keenam ini sudah diselenggarakan sejak tahun 2020 dan terus mengalami perkembangan dari segi format penyelenggaraan dan jumlah peserta. Tahun ini, FHI menghadirkan format penyelenggaraan yang berbeda dari tahun sebelumnya. FHI 2025 menerapkan sistem penilaian satu tahap melalui pengiriman karya video secara daring. Hal ini sedikit berbeda dengan FHI 2024 yang menggunakan sistem penilaian berjenjang dengan babak penyisihan dan babak final. Perubahan ini dirancang untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi handai Indonesia di seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam festival ini .

FHI 2025 dilaksanakan melalui lima jenis lomba berbahasa Indonesia, yaitu lomba bercerita, bernyanyi, berpantun, berpidato, dan berpuisi. Jumlah pendaftar FHI 2025 sebanyak 436 orang yang berasal dari 60 negara. Karya peserta berupa video penampilan dikirim secara daring kepada panitia, kemudian dinilai oleh dewan juri dan dihasilkan 35 orang nomine peserta terbaik yang berasal dari 23 negara. Secara alfabetis 23 negara tersebut ialah sebagai berikut: Afganistan, Amerika Serikat, Argentina, Australia, Filipina, India, Italia, Jepang, Kamboja, Kirgiztan, Korea Selatan, Malaysia, Pakistan, Peru, Republik Demokratik Kongo, Rusia, Sudan, Thailand, Timor Leste, Turki, Uzbekistan, Vietnam, dan Yaman. Para nomine tersebut berprofesi, antara lain, sebagai mahasiswa, guru, sukarelawan, pemengaruh, profesional, pegawai pemerintah negara sahabat, dan pegawai kedutaan negara sahabat di Indonesia.

Untuk memberikan apresiasi kepada 35 orang nomine peserta terbaik FHI 2025, pada 25—31 Oktober 2025 dilaksanakan kegiatan Apresiasi FHI 2025 di Jakarta. Sementara itu, pada 27 Oktober 2025 dilaksanakan acara Puncak Apresiasi FHI 2025 untuk memberikan penghargaan peserta terbaik I—III dari setiap lomba. Berikut data peserta terbaik I—III setiap lomba dalam FHI 2025 yang menerima penghargaan dari Badan Bahasa, Kemendikdasmen.

Dalam laporan pada acara Puncak Apresiasi FHI 2025, Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Iwa Lukmana, menyampaikan bahwa banyaknya jumlah handai Indonesia yang berpartisipasi dalam FHI 2025 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Diplomasi Publik dan Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, termasuk para Atase Pendidikan dan Kebudayaan, lembaga penyelenggara program pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di dalam dan luar negeri, serta para pengajar dan pegiat BIPA.

Bagi peserta FHI 2025, ajang ini bukan sekadar lomba, melainkan tempat untuk menjalin persahabatan dan merayakan keberagaman. Salah seorang peserta terbaik lomba bernyanyi dalam FHI 2025, Kristen D., penggemar dangdut asal Amerika Serikat yang pernah berduet dengan Sang Raja Dangdut, H. Rhoma Irama, menyampaikan rasa bangganya menjadi salah satu peserta FHI. “Sebagai penyanyi dangdut dari Amerika, saya belajar bahasa Indonesia secara daring seminggu sekali dengan tutor dari Indonesia. Saya mengikuti FHI karena ingin menambah pengalaman baru dan mempraktikkan bahasa Indonesia saya, terutama dalam bernyanyi. Di sini saya senang sekali karena bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara yang sama-sama belajar bahasa Indonesia. Banyak dari mereka yang juga menyukai dangdut.”

Salah satu nomine peserta terbaik lomba berpidato FHI 2025 adalah Takumi Nakamura, mahasiswa Bahasa Indonesia asal Jepang. Ia mengikuti FHI karena termotivasi oleh pengalamannya sebagai mahasiswa pertukaran di Universitas Indonesia dan keterlibatannya dalam teater Laskar Pelangi. “Saya ingin mengikuti FHI untuk memberikan pendapat saya tentang pendidikan Indonesia,” katanya.

Sastrawan Agus Sarjono (Juri Lomba Berpuisi) mengaku kaget melihat keseriusan peserta dari berbagai negara. “Orang luar negeri bisa mengenal Indonesia dengan cara yang unik dan ramah lewat karya sastra. Penyelenggaraan FHI ini merupakan cara yang luar biasa untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia,” tuturnya.

Juri Lomba Bercerita, Awam Prakoso, menambahkan bahwa FHI adalah perayaan persahabatan antarbangsa. “Festival ini membuktikan bahwa bahasa Indonesia bisa menjadi jembatan budaya yang menghubungkan dunia dengan Indonesia. Peserta telah menjadi duta persahabatan Indonesia,” pujinya.

Dalam kesempatan acara Puncak Apresiasi FHI 2025 tersebut, Badan Bahasa, Kemendikdasmen juga menyampaikan penghargaan kepada sejumlah Perwakilan Republik Indonesia (PRI) di 10 negara dengan kategori pemelajar BIPA terbanyak. Kesepuluh negara dengan PRI yang aktif mengembangkan program pembelajaran BIPA tersebut ialah Amerika Serikat, Australia, Filipina, India, Jerman, Korea Selatan, Mesir, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. Selain itu, penghargaan khusus diberikan kepada Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Mesir atas kinerja dan dedikasi dalam menuntaskan pendirian Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X:x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Puncak Apresiasi FHI 2025: Kemendikdasmen Beri Penghargaan WNA Mahir dan Kreatif Berbahasa Indonesia Read More »