Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara

pengunggah

Kemendikdasmen Resmikan Kantor Bahasa di Kep. Babel, Tanda Dukungan Pembangunan Bahasa di Daerah

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 285/sipers/A6/IV/2026

Kab. Bangka Tengah, Provinsi Kep. Bangka Belitung, 16 April 2026 –– Bukan hanya sarana dan prasarana di satuan pendidikan yang menjadi prioritas kerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) namun pemenuhan fasilitas yang memadai guna mendukung pengembangan dan pembinaan bahasa di Indonesia juga tak luput dari perhatian.

Beberapa waktu lalu, Kemendikdasmen melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meresmikan Gedung Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Langkah ini sekaligus menandai kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam memajukan pembangunan sarana dan prasarana di bidang bahasa dan sastra. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya dan tokoh daerah setempat, aula utama gedung ini diberi nama “Hamidah”. Nama tersebut diambil dari penulis novel ternama asal Bangka Belitung.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muhammad Irsan, menjelaskan bahwa proses pembangunan gedung ini telah dimulai sejak tahun 2024 dan selesai pada akhir tahun 2025. Ia juga menyampaikan harapan besar agar fasilitas baru ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. “Kami berharap gedung ini nantinya bisa menjadi pusat kebahasaan, kesastraan, dan literasi sebagai wujud pengabdian kami bagi pembangunan pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ungkapnya pada Senin (13/4).

Selain peresmian gedung, acara ini juga menjadi momen penting di mana kepemimpinan Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi berganti dari Muhammad Irsan kepada Afriyendy Gusti.

Kemendikdasmen Resmikan Kantor Bahasa di Kep. Babel, Tanda Dukungan Pembangunan Bahasa di Daerah

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyebutkan bahwa gedung ini merupakan fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai elemen masyarakat guna mendukung ekosistem pendidikan dan kebudayaan. “Kami mengajak pemerintah daerah, komunitas, mahasiswa, dan pelajar untuk menggunakan (fasilitas baru ini) dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, yang turut hadir dalam acara ini memberikan apresiasi kepada Badan Bahasa atas selesainya pembangunan fasilitas ini. “Saya sampaikan terima kasih atas (dibangunnya) gedung ini. Gedung ini untuk rakyat, untuk masyarakat, untuk anak-anak kita ke depan. Mudah-mudahan gedung ini bisa kita pelihara dan jaga dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan gedung Kantor Bahasa merupakan cerminan dari martabat dan kehormatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. “Gedung ini adalah martabat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Saya yakin gedung ini bermanfaat untuk masyarakat dalam pengajaran,” imbuhnya.

Sinergisitas Pemerintah Pusat dan Daerah Bantu Sukseskan Terwujudnya Trigatra Bangun Bahasa

Seiring dengan pengadaan fasilitas di bidang bahasa dan sastra yang kian memadai, Gubernur Arsani juga mengingatkan pentingnya menjaga bahasa persatuan sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2024 tentang pengutamaan bahasa Indonesia serta pelindungan bahasa dan sastra daerah. “Dengan adanya perda bahasa ini, penggunaan bahasa Indonesia dapat diutamakan dan bahasa dan sastra daerah dapat dipertahankan serta dilestarikan,” jelasnya.

Menambahkan, Hafidz Muksin mengingatkan akan pentingnya gerakan Trigatra Bangun Bahasa sebagai pilar identitas bangsa Indonesia. “Trigatra Bangun Bahasa kita canangkan sebagai gerakan agar masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang bangga, mahir, dan maju dengan bahasa Indonesia, dengan mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing,” imbuhnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Resmikan Kantor Bahasa di Kep. Babel, Tanda Dukungan Pembangunan Bahasa di Daerah Read More »

Pembekalan Fasilitator Literasi Baca Tulis

Pembekalan Fasilitator Literasi Baca Tulis

Medan, 14 April 2026—Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BB Sumut) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat melalui penyelenggaraan kegiatan Pembekalan Fasilitator Literasi Baca Tulis pada 13—14 April 2026 di Aula Sanusi Pane. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung peningkatan capaian asesmen literasi di satuan pendidikan, khususnya di wilayah Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang yang masih menghadapi tantangan dalam aspek literasi baca tulis.

Pembekalan ini dirancang sebagai upaya penguatan kapasitas fasilitator literasi yang nantinya akan terjun langsung ke sekolah-sekolah untuk mendampingi proses peningkatan literasi. Dengan adanya kegiatan ini, fasilitator diharapkan tidak hanya memahami konsep literasi secara teoretis, tetapi juga mampu mengimplementasikan strategi pembelajaran yang efektif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di berbagai jenjang pendidikan.

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Ketua Tim Kerja Pembinaan, Yolferi, S.S., M.Hum., yang menegaskan bahwa pembekalan fasilitator literasi baca tulis merupakan program rutin tahunan yang diselenggarakan oleh BB Sumut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam menjawab permasalahan rendahnya capaian literasi di beberapa daerah. “Kegiatan ini merupakan bentuk upaya berkelanjutan yang dilakukan Balai Bahasa untuk meningkatkan kemampuan literasi di sekolah-sekolah, khususnya di Kota Medan dan Deliserdang yang nilai asesmen literasinya masih tergolong rendah,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala BB Sumut, Dr. Asrif, M.Hum., memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam meningkatkan literasi. Ia juga menyampaikan harapan besar agar kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata di lapangan. “Kami berharap melalui kegiatan ini, kemampuan literasi di sekolah-sekolah Sumatera Utara, khususnya di Medan dan Deliserdang, dapat mengalami peningkatan yang signifikan. Terima kasih kepada para fasilitator yang telah berkomitmen untuk terlibat dalam upaya ini. Ayo bergerak bersama untuk menaikkan asesmen literasi Sumatera Utara,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan rangkaian bimbingan teknis literasi baca tulis oleh Wartono, S.S. Dalam paparannya, ia menjelaskan secara rinci mengenai struktur program bimbingan teknis yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Ia menyebutkan bahwa terdapat tiga fokus utama dalam kegiatan ini, yakni mengulas buku untuk jenjang sekolah dasar (SD), membaca cepat untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP), dan membaca kritis untuk jenjang sekolah menengah atas (SMA).

Wartono menekankan bahwa pada jenjang SD, kemampuan mengulas buku menjadi fondasi penting dalam membangun literasi peserta didik. Ia menjelaskan bahwa dalam kegiatan mengulas buku, siswa perlu memahami terlebih dahulu unsur-unsur dasar buku, seperti judul, nama penulis, serta ilustrator. Pemahaman ini menjadi langkah awal untuk melatih siswa dalam menyampaikan kembali isi bacaan secara runtut dan sistematis, sekaligus menumbuhkan minat baca sejak dini.

Materi berikutnya disampaikan oleh Yolferi, S.S., M.Hum., yang membahas tentang membaca cepat. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa membaca cepat merupakan keterampilan membaca yang mengutamakan kecepatan tanpa mengabaikan pemahaman terhadap isi bacaan. Ia menambahkan bahwa kemampuan ini sangat penting untuk membantu siswa dalam menyerap informasi secara efisien, terutama di tengah arus informasi yang semakin cepat. “Inti dari membaca cepat adalah melatih koordinasi antara mata dan pikiran agar mampu menangkap informasi secara optimal dalam waktu yang singkat,” jelasnya.

Sementara itu, materi membaca kritis disampaikan oleh Hasan Al Banna dengan pendekatan yang interaktif dan menarik. Ia memanfaatkan teka-teki gambar sebagai media untuk melatih kemampuan analisis peserta. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa membaca kritis merupakan kemampuan membaca yang tidak hanya berhenti pada pemahaman teks, tetapi juga melibatkan proses berpikir mendalam, analitis, dan evaluatif. “Membaca kritis adalah kemampuan membaca yang mampu memberikan nilai tambah bagi pembaca karena di dalamnya terdapat proses menafsirkan, menilai, dan mengaitkan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki,” ujarnya.

Suasana kegiatan berlangsung aktif dan partisipatif. Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi materi, berdiskusi, serta berlatih menerapkan teknik-teknik literasi yang telah disampaikan. Interaksi yang terjalin antara narasumber dan peserta menjadi salah satu indikator keberhasilan kegiatan ini dalam membangun pemahaman yang mendalam mengenai literasi baca tulis.

Melalui kegiatan pembekalan fasilitator literasi baca tulis ini, BB Sumut berharap dapat menciptakan agen-agen perubahan yang mampu mendorong peningkatan kualitas literasi di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi dalam merancang langkah-langkah konkret untuk meningkatkan capaian literasi di daerah.

#BalaiBahasaSumut
#LiterasiBacaTulis
#GerakanLiterasi
#BanggaBerbahasaIndonesia

Pembekalan Fasilitator Literasi Baca Tulis Read More »

Puluhan Ribu Buku Bacaan Terbitan Kemendikdasmen dan Buku Bacaan Digital Disambut Antusias Pemudik

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 221/sipers/A6/III/2026

Jakarta, 17 Maret 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan (Badan Bahasa) gencar mengedukasi masyarakat untuk makin menyadari pentingnya literasi sejak usia dini. Lewat kegiatan Mudik Asyik Baca Buku Tahun 2026, Badan Bahasa kembali menjadikan momentum mudik lebaran untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya budaya membaca buku bacaan berkualitas khususnya kepada anak-anak.

Puluhan Ribu Buku Bacaan Terbitan Kemendikdasmen dan Buku Bacaan Digital Disambut Antusias Pemudik

Selain menyediakan buku cetak, Badan Bahasa juga membuka akses bacaan digital bagi masyarakat. Ribuan buku dapat diakses secara gratis melalui kanal digital Kemendikdasmen. “Kami juga menyediakan kanal digital. Buku versi digitalnya dapat diakses di budi.kemendikdasmen.go.id. Di sana tersedia ribuan buku yang bisa diunduh dan dibaca secara gratis,” tambahnya.

Lokasi yang menjadi titik MABB tahun ini adalah Pelabuhan Tanjung Priok. Di sana, Badan Bahasa membagikan 1.700 eksemplar buku bacaan yang menjadi rebutan oleh sekitar 2 ribuan pemudik yang kebanyakan menggunakan moda transportasi bis. Salah satu penerima buku bacaan di Pelabuhan Tanjung Priok adalah Rohanatus Sholeha. Ia merasa senang mendapatkan buku bacaan bermutu untuk perjalanan mudiknya tahun ini. Ia mengapresiasi langkah tepat Kemendikdasmen untuk membagikan buku bacaan bermutu untuk menemani perjalanan dan menjadi media peningkatan literasi untuk anak-anak.
 

“Setelah saya lihat, buku ini banyak terdapat gambar-gambar dan cerita yang sangat menarik. Sangat tepat untuk menemani anak-anak saat melakukan perjalan mudik. Sesampainya saya di kampung nanti, saya akan memberikan buku ini kepada keluarga saya supaya mereka senang dan bersemangat untuk membaca buku,” ujar Rohana.
 

Penerima buku lainnya, yaitu Putra Mahardika, siswa SD Pantai 01, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengucapkan terima kasih kepada Tim Badan Bahasa Kemendikdasmen atas empat buku bacaan yang diterimanya. “Di bis nanti saya akan membaca buku ini bersama adik dan orang tua saya. Saya melihat banyak gambar dan cerita menarik pada buku ini, semoga buku ini bisa bermanfaat dan membuat mudik ini semakin berkesan,” tutup Putra.
 

Sementara itu, di Terminal Kampung Rambutan, antusiasme juga terlihat dari para pemudik yang membawa anak-anak. Devi, pemudik yang akan pulang ke Palembang bersama anak balitanya, tampak mengunjungi gerai Mudik Asyik Baca Buku dan mengambil beberapa buku bergambar untuk anaknya. “Menurut saya kegiatan ini sangat membantu karena jika ada buku, selama perjalanan bisa diisi dengan kegiatan membaca. Lebih bermanfaat. Anak saya juga suka gambar-gambar hewan dan mewarnai,” ujarnya.

Sementara itu, di Terminal Kampung Rambutan, antusiasme juga terlihat dari para pemudik yang membawa anak-anak. Devi, pemudik yang akan pulang ke Palembang bersama anak balitanya, tampak mengunjungi gerai Mudik Asyik Baca Buku dan mengambil beberapa buku bergambar untuk anaknya. “Menurut saya kegiatan ini sangat membantu karena jika ada buku, selama perjalanan bisa diisi dengan kegiatan membaca. Lebih bermanfaat. Anak saya juga suka gambar-gambar hewan dan mewarnai,” ujarnya.
 

Hal serupa disampaikan Komariah, pemudik yang akan menuju Lampung bersama putranya yang berusia empat tahun. Ia menilai pembagian buku gratis ini memberikan kegiatan edukatif bagi anak-anak selama perjalanan. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk anak-anak dan orang tua yang mendampingi, karena selama perjalanan jadi ada kegiatan yang edukatif. Anak-anak suka buku yang ada gambar dan karakternya,” katanya.

MABB 2026 Diapresiasi dan Jadi Inspirasi untuk Hadirkan Pojok Baca di Terminal

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pengelola Terminal Kampung Rambutan. Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, menilai program tersebut sangat membantu para pemudik yang membawa anak-anak. Menurutnya, keberadaan stan Mudik Asyik Baca Buku memberikan alternatif kegiatan yang bermanfaat bagi anak-anak selama menunggu keberangkatan atau saat perjalanan mudik. “Kami harapkan kegiatan ini terus berlanjut supaya masyarakat yang datang ke terminal merasa nyaman dan mendapatkan buku bacaan gratis yang nantinya berguna untuk anak-anaknya,” ungkap Revi.
 
Ia juga mengajak para pemudik untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia di stan tersebut. “Kami mengajak para pemudik untuk tidak ragu-ragu mendatangi stan Mudik Asyik Baca Buku ini, karena buku-buku berkualitas ini diberikan secara gratis,” tambahnya.

Hal senada juga diutarakan Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo yang menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut dan menilai bahwa kegiatan membaca dapat menjadi alternatif positif bagi anak-anak yang menunggu keberangkatan mudik. “Kami menyambut baik kegiatan ini karena dapat mengalihkan perhatian anak-anak dari penggunaan telepon genggam ke buku. Kebutuhan literasi membaca buku memang perlu terus didorong,” ujar Nur Prasetyo.
 

Ia menambahkan bahwa Terminal Kalideres juga berencana mengembangkan fasilitas literasi bagi penumpang. “Ke depan kami akan mengembangkan area bermain anak sekaligus pojok membaca di area terminal, termasuk di area food court. Harapannya, para orang tua yang membawa anak dapat memanfaatkan waktu menunggu bus dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti membaca,” tambahnya.
 

Ketua Komisi III DPD RI, Filep Wamafma menyampaikan apresiasi atas kegiatan MABB. “Ini merupakan program yang perlu kita dukung bersama-sama, dan tentu kami siap sekali untuk berkolaborasi dan mendukung semua program kementerian dalam rangka memastikan bahwa semua anak-anak kita sambil mudik bisa membaca buku. Mudah-mudahan dengan membaca buku, anak-anak kita bertambah wawasannya,” ucapnya mantap.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Puluhan Ribu Buku Bacaan Terbitan Kemendikdasmen dan Buku Bacaan Digital Disambut Antusias Pemudik Read More »

Kemendikdasmen Perluas Jangkauan MABB 2026 ke Cilegon dan Serang, Bagikan 4.300 Buku kepada Pemudik

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 219/sipers/A6/III/2026

Kota Cilegon dan Kota Serang, Provinsi Banten, 17 Maret 2026 — Ada yang berbeda pada gelaran Mudik Asyik Baca Buku (MABB) Tahun 2026. Tahun ini, dalam rangka meningkatkan budaya baca masyarakat, khususnya anak-anak, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), memperluas jangkauan kegiatannya hingga ke Kota Cilegon dan Kota Serang, Provinsi Banten.

Kemendikdasmen Perluas Jangkauan MABB 2026 ke Cilegon dan Serang, Bagikan 4.300 Buku kepada Pemudik

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin mengatakan bahwa tujuan MABB adalah meningkatkan daya baca dan memberikan buku yang bermanfaat bagi anak sesuai dengan jenjangnya. Kemudian juga memperkenalkan buku bacaan yang cocok bagi anak dan menghadirkan aktivitas literasi yang menarik. Demikian disampaikannya pada kesempatan berbeda saat mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti meninjau MABB 2026 di Stasiun Senen, Jakarta, Senin (16/3).

Ketua Komisi X DPR RI, yang juga turut mendampingi Menteri Mu’ti di Stasiun Senen menyampaikan harapannya, “Mudah-mudahan dengan inisiatif ini yang dari tahun ke tahun selalu lebih banyak titiknya, lebih banyak jumlah bukunya, mungkin juga nanti teman-teman dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian bisa menyediakan tempat misalnya di rest area untuk menempatkan sejumlah buku sebagai perpustakaan mini bagi para penumpang. Bukan hanya saat mudik saja, tapi bisa setiap saat,” ujarnya.

Adapun di Provinsi Banten, kegiatan tersebut dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, dan Terminal Pakupatan, Kota Serang. Di Pelabuhan Merak, sebanyak 2.300 buku bacaan dibagikan kepada para pemudik, khususnya keluarga dan anak-anak yang menunggu keberangkatan kapal menuju Pulau Sumatra. Sementara itu, di Terminal Pakupatan juga dibagikan 2 ribu buku bacaan kepada para pemudik yang menggunakan transportasi darat. Kegiatan ini berlangsung pada pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.

Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, yang berada di Banten, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat literasi masyarakat sekaligus menumbuhkan budaya membaca sejak dini. Menurutnya, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga merupakan identitas bangsa yang harus terus dirawat dan dikembangkan.

Oleh karena itu, menurutnya, penyediaan akses bacaan yang berkualitas bagi masyarakat perlu terus diperluas, termasuk melalui kegiatan literasi di ruang-ruang publik seperti terminal dan pelabuhan. “Kita harus memastikan bahwa bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa pemersatu, bahasa daerah tetap lestari sebagai akar budaya, dan penguasaan bahasa asing menjadi jendela dunia bagi putra-putri kita,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menyampaikan bahwa Kota Cilegon sebagai wilayah yang memiliki pelabuhan penyeberangan strategis menjadi titik penting mobilitas masyarakat, terutama pada masa arus mudik. Menurutnya, kegiatan literasi di area pelabuhan menjadi langkah positif untuk memberikan aktivitas yang bermanfaat bagi para pemudik, khususnya keluarga yang membawa anak-anak.

Ia juga menjelaskan bahwa area Mall Sosoro di Pelabuhan Merak sering menjadi titik berkumpul para pemudik sebelum memasuki kapal feri, sehingga kegiatan literasi seperti ini dapat dimanfaatkan untuk mengisi waktu tunggu dengan kegiatan yang edukatif. “Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat memperoleh informasi yang bermanfaat serta menjalani perjalanan dengan aman, tertib, dan nyaman,” ujarnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Perluas Jangkauan MABB 2026 ke Cilegon dan Serang, Bagikan 4.300 Buku kepada Pemudik Read More »

Ciptakan Generasi Literat, Kemendikdasmen Sediakan Bacaan Bermutu hingga Dorong Minat Menulis

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 220/sipers/A6/III/2026

Ciptakan Generasi Literat, Kemendikdasmen Sediakan Bacaan Bermutu hingga Dorong Minat Menulis

Jakarta, 17 Maret 2026 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) menyoroti pentingnya kegiatan Mudik Asyik Baca Buku (MABB) Tahun 2026 sebagai wadah untuk memberikan alternatif pilihan aktivitas yang produktif bagi generasi muda selama mudik. Saat ini sering, waktu anak habis dengan gawainya karena minimnya pilihan aktivitas produktif yang dapat mereka lakukan untuk mengusir kebosanan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) giat mengupayakan solusi guna meningkatkan kemampuan literasi anak, seperti memberikan buku bacaan berkualitas dengan memanfaatkan momentum mudik lebaran. Selain itu, Menteri Mu`ti juga menggarisbawahi pentingnya meningkatkan kemampuan anak dalam memahami konteks bacaannya sehingga mereka tidak sekadar membaca buku.

“Oleh karenanya, saat ini kami mendorong sekolah untuk menugaskan anak-anak tidak lagi sekadar mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS), tetapi membaca buku dan menulis resensi singkat. Inilah yang kami sebut literasi sejak dini, di mana mereka terbiasa menuliskan apa yang mereka lihat dan alami,” jelasnya dalam kunjungannya ke Stasiun Pasar Senen, Senin (16/3).

Sementara itu, dalam keseruan MABB lainnya di Stasiun Gambir, Sekretaris Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Ganjar Harimansyah, mengungkapkan bahwa minat baca anak-anak dan remaja di Indonesia sebenarnya cukup tinggi jika didukung dengan lingkungan yang kondusif. “Secara umum saya melihat, terutama anak-anak dan remaja minat bacanya tinggi, asalkan didorong dengan suasana yang mendukung. Mudik Asik Baca Buku ini salah satu cara menciptakan ruang yang memungkinkan mereka suka membaca,” ujarnya. Badan Bahasa juga terus mendorong peningkatan literasi melalui berbagai kegiatan, seperti penyediaan bahan bacaan literasi, seleksi naskah penulisan buku, bedah buku, diskusi literasi, serta berbagai lomba membaca dan menulis kreatif.

Pada kesempatan itu, Supervisor Komersial Stasiun Gambir, Beny Senjaya, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan literasi di ruang publik tersebut, terutama pada masa arus mudik yang menjadi momen penting bagi masyarakat. “Kami menyambut dengan sangat baik kegiatan yang diinisiasi oleh Kemendikdasmen. Di tengah kesibukan perjalanan para pemudik, kehadiran buku di ruang publik, seperti stasiun dapat menjadi sarana menumbuhkan minat baca, memperkaya pengetahuan, sekaligus memberikan pengalaman yang menyenangkan selama menunggu keberangkatan,” kata Beny.

Sebanyak 2.700 Buku di Stasiun Gambir, Isi Waktu Perjalanan Pemudik dengan Aktivitas Seru

Suasana menunggu keberangkatan kereta pada masa mudik sering diisi dengan bermain gawai atau hanya sekadar menunggu. Namun, pemandangan berbeda hadir di lebih banyaknya simpul transportasi tahun ini. Jika sebelumnya MABB ramai di enam titik, tahun ini buku bacaan dengan jumlah yang lebih besar kembali disediakan secara gratis di sembilan titik bagi para pemudik, terutama anak-anak, untuk menemani waktu tunggu dan perjalanan mereka.

Tidak hanya pembagian buku gratis, Mudik Asyik Baca Buku 2026 juga menghadirkan berbagai aktivitas literasi yang edukatif dan menyenangkan bagi para pemudik. Di sejumlah titik kegiatan disediakan pojok baca, kegiatan membaca nyaring, mengulas buku, mendongeng, permainan edukatif hingga mewarnai bagi anak-anak dari komunitas literasi.

“Di Stasiun Gambir sendiri tersedia sekitar 2.700 buku yang dapat dibaca di tempat atau dibawa pulang secara gratis. Bukunya bermacam-macam, dari buku cerita bergambar sampai komik. Semuanya merupakan produk,” jelas Ganjar.

Program tersebut secara khusus menyasar anak-anak yang ikut dalam perjalanan mudik bersama keluarga. Dengan menyediakan bacaan yang menarik sesuai dengan usia, waktu menunggu di stasiun diharapkan dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif.

“Mudik adalah momen yang penting bagi masyarakat Indonesia dan perjalanannya bisa memakan waktu lama. Biasanya banyak anak-anak yang ikut serta. Waktu menunggu dan perjalanan itu akan lebih bermanfaat jika diisi dengan membaca buku daripada hanya bermain gawai,” tutupnya.

Pengalaman Pemudik: Anak Tidak Lagi Jenuh Dalam Perjalanan di Kereta

Program ini juga dirasakan langsung manfaatnya oleh para pemudik yang membawa anak-anak salah satunya, Wina, orang tua dari Al-Hazimi, murid PAUD Marjani Parung Panjang yang akan mudik ke Cirebon, mengaku kegiatan tersebut membuat anak-anak lebih bersemangat selama menunggu keberangkatan kereta. “Sangat menarik, ya, jadi anak-anak yang menunggu keberangkatan kereta juga tidak jenuh. Mereka bisa sambil belajar, menambah wawasan, dan menambah keberanian anak juga saat diajak bermain kuis serta membaca,” ujar Wina.

Menurut Wina, buku-buku yang tersedia sangat membantu mengisi waktu menunggu dengan kegiatan yang lebih bermanfaat. “Jadi, anak bisa dapat buku untuk dipakai menunggu, jadi tidak jenuh dan materinya sangat bermanfaat,” tambahnya.

Dukungan serupa juga disampaikan Yana, orang tua dari Finna, siswi kelas III SDIT Darul Abidin Depok. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi anak-anak, tetapi juga mendorong kesadaran literasi bagi orang tua. “Saya sangat apresiasi dengan kegiatan ini karena akan meningkatkan literasi masyarakat. Jadi, bukan hanya anak-anak saja, namun membuka wawasan literasi bagi masyarakat. Orang tua juga diajak untuk paham bahwa literasi itu sangat dibutuhkan oleh semua lapisan masyarakat,” ucap Yana.

Menurut Yana, anaknya yang saat ini duduk di kelas III SD biasanya menghabiskan waktu perjalanan dengan bermain gawai atau membawa mainan. Namun, membawa mainan sering merepotkan saat perjalanan. “Kadang-kadang suka bermain gawai. Dia juga suka berpikir untuk membawa mainan agar tidak bermain gawai, tetapi ‘kan repot membawa mainannya. Selain itu, dia juga tertarik membaca. Alhamdulillah, diberikan buku bacaan secara gratis,” ujarnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Ciptakan Generasi Literat, Kemendikdasmen Sediakan Bacaan Bermutu hingga Dorong Minat Menulis Read More »

MABB 2026 Langitkan Imajinasi Anak lewat 2.600 Buku di Bandara Halim Perdanakusuma

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 217/sipers/A6/III/2026

Jakarta, 16 Maret 2026 – ” I like it! It’s great ,” ujar Veta singkat. Matanya itu tak lepas dari halaman buku cerita penuh warna yang baru saja ia terima. Meski baru saja membeli buku di toko buku bandara, Veta tampak langsung tenggelam dalam bacaan barunya, bahkan ia berniat kembali mengunjungi stan “Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026” untuk memilih buku lain segera setelah menyelesaikan bacaan tersebut.

Pemandangan hangat di ruang tunggu keberangkatan 9 dan 10 pagi itu, Senin (16/3), memang terasa berbeda. Di antara tumpukan koper, tawa renyah anak-anak pecah serta celotehan mereka terdengar saat asyik memilih buku-buku. Itulah potret “Mudik Asyik Baca Buku 2026” yang diusung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa).

Melalui Mudik Asyik 2026, Kemendikdasmen ingin menitipkan pesan bahwa di dalam tas mudik setiap anak Indonesia, harus ada ruang untuk imajinasi, menjadi pemantik diskusi orang tua dan anak di sepanjang perjalanan. Harapannya, kegemaran membaca ini tidak berhenti di bandara, melainkan terus tumbuh dan mekar saat mereka tiba di kampung halaman nanti. Karena pada akhirnya, literasi terbaik dimulai dari kedekatan keluarga.

Oase bagi Keluarga
Bagi para orang tua, inisiatif ini adalah jawaban atas kejenuhan masa tunggu. Florence, ibunda Veta yang hendak bertolak menuju Bali, menilai aktivitas ini sangat positif untuk menambah edukasi. “Menurut saya ini sangat baik. Kebetulan anak saya memang sangat gemar membaca,” ujar Florence. Ia sangat menganjurkan agar program ini menjadi agenda rutin tahunan karena manfaatnya yang besar bagi keluarga yang sedang melakukan perjalanan.

Senada dengan Florence, Kevin, seorang ayah yang juga tengah menunggu jadwal boarding , menyebut program ini sebagai alternatif aktivitas yang jauh lebih sehat bagi anak. “Baik sekali ya. Jadi mendorong anak-anak jadi mau baca. Selain mungkin hari ini kan banyak yang main gadget , jadi ada aktivitas lain buat anak-anak,” ungkapnya. Kevin menilai pilihan buku yang disediakan sangat variatif, “Ada yang cocok untuk anak saya yang masih balita (2 tahun), ada juga yang buat anak usia lebih besar. Saya sangat support kegiatan ini!”

Melawan Arus Dominasi Gawai, Kemendikdasmen Siapkan 2.600 Buku di Bandara Halim
Tahun ini, Badan Bahasa mengubah strategi. Strategi literasi “jemput bola” dilakukan lebih intim. Jika tahun lalu kegiatan berpusat di area luar keberangkatan, kini Badan Bahasa masuk ke ruang tunggu keberangkatan di dalam bandara. Langkah ini diambil agar interaksi dengan para penumpang, terutama anak-anak yang sedang menunggu waktu keberangkatan, menjadi lebih berkualitas.

MABB 2026 Langitkan Imajinasi Anak lewat 2.600 Buku di Bandara Halim Perdanakusuma

Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Iwa Lukmana, mengungkapkan bahwa perpindahan lokasi ini adalah langkah terukur berdasarkan hasil evaluasi tahun lalu. “Tahun lalu kami berada di luar ruangan, dan itu kurang menguntungkan. Sekarang kami masuk ke ruang tunggu karena sasaran utama kami adalah mereka yang akan berangkat. Di sini, pemudik punya waktu luang sebelum terbang, sehingga animonya jauh lebih tinggi,” jelas Iwa.

Iwa menambahkan, khusus di Bandara Halim, pihaknya menyiapkan sekitar 2.600 eksemplar buku dari total 24.000 buku yang disebar di tujuh titik mudik utama Jakarta. Menariknya, setiap pemudik diperbolehkan membawa pulang hingga lima buku secara cuma-cuma.

Kolaborasi Lintas Lembaga
Kesuksesan program ini bukan kerja tunggal. Badan Bahasa menggandeng berbagai pihak, mulai dari Perpustakaan Nasional, Pusat Perbukuan, hingga berbagai penerbit. Iwa menjelaskan bahwa buku-buku yang dibagikan telah dikurasi dengan saksama. “Jika buku dari Badan Bahasa, fokusnya adalah buku cerita. Harapan utama kami adalah membangun minat baca anak-anak Indonesia yang dimulai dari ketertarikan mereka pada gambar-gambar di buku,” tambahnya.

General Manager Operations Bandara Halim Perdanakusuma, Kolonel Ali Sudibyo, memandang kegiatan ini sebagai oase di tengah kepungan teknologi digital. “Zaman sekarang anak-anak sedikit-sedikit pakai gagdet . Makan pakai gagdet , semua pakai gagdet . Dengan adanya pembagian buku gratis ini, kita membiasakan mereka kembali membaca dan mencari literasi,” ujar Ali mantap. Ia memimpikan generasi penerus yang tidak hanya pandai bicara, tetapi bicara dengan isi. “Harapannya, mereka adalah generasi yang pintar, cerdas, dan berbicara berdasarkan literasi yang ada, tidak hanya asal bicara saja.”

Meskipun volume penerbangan di Halim mengalami penyesuaian, Ali menegaskan bahwa nilai manfaat program ini tidak berkurang. “Ini bentuk kepedulian kita terhadap anak-anak, terhadap masa depan bangsa. Jadi harus dilanjutkan,” tegas Ali yang juga membuka pintu kolaborasi lebih dalam dengan Angkasa Pura di masa mendatang.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

MABB 2026 Langitkan Imajinasi Anak lewat 2.600 Buku di Bandara Halim Perdanakusuma Read More »

Mudik Asyik Baca Buku 2026, 2.700 Buku Dibagikan Gratis di Terminal Pulo Gebang

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan MenengahNomor: 218/sipers/A6/III/2026

Mudik Asyik Baca Buku 2026, 2.700 Buku Dibagikan Gratis di Terminal Pulo Gebang

Jakarta, 16 Maret 2026 – Dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya anak-anak, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), menyelenggarakan kegiatan Mudik Asyik Baca Buku 2026 dengan membagikan buku bacaan secara gratis kepada para pemudik di berbagai titik keberangkatan. Salah satu kegiatan tersebut berlangsung di Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (16/3).

Pada tahun ini, Kemendikdasmen menyalurkan total 24.000 buku bacaan bermutu yang dibagikan di sembilan lokasi strategis arus mudik, yaitu Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, Terminal Kalideres, Terminal Terpadu Pulo Gebang, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pakupatan, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Merak, serta Bandara Halim Perdanakusuma. Di Terminal Pulo Gebang, sebanyak 2.700 buku dibagikan kepada para pemudik selama dua hari pelaksanaan, 16–17 Maret 2026.

Kegiatan Mudik Asyik Baca Buku merupakan salah satu upaya kami untuk meningkatkan literasi masyarakat. Buku-buku yang dibagikan telah melalui proses penilaian sehingga sesuai dengan karakter dan kemampuan anak-anak serta bebas dari konten yang tidak layak,” ujar Dora.

Ia menambahkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan penggunaan gawai oleh anak-anak, kegiatan ini menjadi momentum untuk kembali mengenalkan budaya membaca buku sejak dini.

“Kita melihat anak-anak kini semakin akrab dengan telepon pintar. Karena itu, kegiatan ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan kembali budaya membaca buku. Kami berharap buku-buku ini dapat menjadi teman perjalanan bagi anak-anak selama mudik dan terus dibaca bersama keluarga,” tambahnya.

Dora juga menjelaskan bahwa jumlah buku yang dibagikan pada tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 sebanyak 20.000 buku disalurkan, maka pada tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 24.000 buku. Program ini turut didukung oleh berbagai mitra, antara lain Perpustakaan Nasional, Let’s Read, The Asia Foundation, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Gramedia, serta sejumlah penerbit dan perusahaan percetakan.

Kepala Unit Pengelola Terminal Terpadu Pulo Gebang, Cristianto, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, literasi melalui kegiatan membaca dan menulis merupakan kebutuhan dasar yang perlu terus ditumbuhkan sejak dini.

“Upaya meningkatkan minat baca menjadi sangat penting, terlebih di tengah perkembangan teknologi yang membuat anak-anak semakin sering menggunakan gawai. Program seperti ini sangat positif karena dapat menarik kembali minat membaca, terutama bagi anak-anak,” ujarnya.

Cristianto berharap buku-buku yang dibagikan kepada para pemudik dapat dimanfaatkan tidak hanya selama perjalanan, tetapi juga dibaca kembali di kampung halaman bersama keluarga dan teman-teman.Salah satu pemudik tujuan Palembang, Ali Muddin, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan ini. Ia yang mudik bersama dua anaknya menilai buku-buku tersebut dapat menjadi alternatif kegiatan bagi anak selama perjalanan.

“Program ini sangat membantu kami yang membawa anak-anak saat mudik. Daripada mereka terus bermain ponsel, buku ini bisa menjadi hiburan sekaligus menambah pengetahuan selama perjalanan,” ungkapnya.

Selain pembagian buku gratis, kegiatan di Terminal Terpadu Pulo Gebang juga diramaikan dengan kegiatan mendongeng dan mewarnai yang ditujukan bagi anak-anak usia PAUD yang belum dapat membaca. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak menikmati cerita dan aktivitas kreatif yang menyenangkan.

Melalui program ”Mudik Asyik Baca Buku 2026”, Kemendikdasmen berharap dapat menumbuhkan kembali budaya membaca di tengah masyarakat serta menjadikan momen perjalanan mudik sebagai kesempatan untuk mempererat kebersamaan keluarga melalui kegiatan membaca bersama.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Mudik Asyik Baca Buku 2026, 2.700 Buku Dibagikan Gratis di Terminal Pulo Gebang Read More »

Kemendikdasmen Kuatkan Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia serta Pelindungan Bahasa dan Sastra di Lampung

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 209/sipers/A6/III/2026

Kemendikdasmen Kuatkan Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia serta Pelindungan Bahasa dan Sastra di Lampung

Bandar Lampung, 13 Maret 2026 — Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), bersama Pemerintah Provinsi Lampung melaksanakan Sosialisasi dan Pengukuhan Tim Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia serta Pelindungan Bahasa dan Sastra Daerah di Balai Keratun Kantor Gubernur Lampung, Selasa (10/3).

Sosialisasi dan pengukuhan ini merupakan langkah nyata dan komitmen kedua belah pihak dalam pengembangan, pembinaan, dan pelindungan kebahasaan dan kesastraan, serta penguatan pengawasan penggunaan bahasa Indonesia di Provinsi Lampung. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan sikap positif masyarakat agar memiliki kebanggaan dan kemahiran terhadap kaidah berbahasa Indonesia.

Sejak peluncurannya, Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia mendapatkan sikap dan respons positif dari pemerintah daerah, salah satunya dari Provinsi Lampung. Mereka telah menunjukkan komitmen nyata melalui penetapan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor:G/6/V.01/HK/2026 tentang Pembentukan Tim Pelaksana Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia serta Pelindungan Bahasa dan Sastra Daerah.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz menyampaikan bahwa bahasa Indonesia telah menjadi bahasa pemersatu bangsa dan telah terbukti mengantarkan kedaulatan bangsa Indonesia melalui tonggak Sumpah Pemuda di tahun 1928.

“Kita tahu bersama bahwa sejarah perjuangan bangsa telah diawali oleh kedaulatan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia telah membentuk persatuan dan kesatuaan bangsa melalui Sumpah Pemuda di tahun 1928 dalam butirnya Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.” ujarnya

Hafidz berharap momentum pengukuhan ini menjadi tonggak untuk terus menjaga semangat kedaulatan bahasa Indonesia. DIharapkan pembentukan dan pengukuhan Tim Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia dapat mendorong komitmen pemerintah daerah dalam pengutamaan bahasa Indonesia di ranah publik dan dalam tata naskah dinas.
Hafidz menambahkan bahwa pelindungan bahasa dan sastra daerah perlu terus dilakukan oleh pemerintah daerah, Masyarakat, dan keluarga. Bahasa daerah sebagai warisan budaya yang memiliki nilai-nilai moral, karakter, dan peradaban harus diwariskan kepada generasi muda, agar bahasa daerah tidak punah di masa depan.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Provinsi Lampung, yang diwakili Sulfakar, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah, menyampaikan, “Perkembangan globalisasi, kemajuan teknologi informasi, serta arus budaya yang semakin terbuka membawa tantangan besar bagi keberlangsungan bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Penggunaan bahasa asing yang semakin dominan di ruang publik, dunia usaha, dan lingkungan pendidikan dapat menggeser fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara apabila tidak dikelola dengan baik.”

Sulfakar juga menegaskan bahwa penguatan penggunaan bahasa Indonesia serta pelindungan bahasa dan sastra daerah harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, serta masyarakat. Bentuk pengawasan penggunaan bahasa Indonesia meliputi empat tahapan yaitu sosialisasi, pemantauan, pendampingan, dan evaluasi. Pada kesempatan tersebut, para anggota tim pengawasan mendapatkan sosialisasi kebijakan pengawasaan penggunaan bahasa Indonesia di ruang lanskap dan tata naskah dinas.

Maryanto, selaku Widyabasa Ahli Madya menyampaikan bahwa peran tim pengawasan sangat penting untuk dapat menguasai penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta untuk dapat meningkatkan sikap positif masyarakat agar memiliki kebanggaan dan kesadaran terhadap kaidah berbahasa Indonesia.

Sosialisasi dan pengukuhan ini dihadiri oleh Wakil Rektor 4 Universitas Lampung, Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Lampung, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Lampung, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, dan duta bahasa provinsi Lampung serta media.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Kuatkan Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia serta Pelindungan Bahasa dan Sastra di Lampung Read More »

Lestarikan Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Luncurkan Kamus Digital Bahasa Makassar untuk Anak Muda

Lestarikan Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Luncurkan Kamus Digital Bahasa Makassar untuk Anak Muda

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 164/sipers/A6/II/2026

Lestarikan Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Luncurkan Kamus Digital Bahasa Makassar untuk Anak Muda

Makassar, 26 Februari 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) meluncurkan Program Kamus Masuk Sekolah versi Kamus Digital Bahasa Makassar-Bahasa Indonesia-Bahasa Inggris sebagai upaya pelindungan dan Revitalisasi Bahasa Daerah melalui pemanfaatan teknologi digital guna menjangkau generasi muda. Peluncuran yang berlangsung di Aula Museum Kota Makassar ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional (PHBII) 2026.

Hal tersebut sejalan dengan pesan Mendikdasmen pada ucapan PHBII 2026 pada 21 Februari 2026 yang menekankan pada pelibatan generasi muda dengan pemanfaatan teknologi digital. “Generasi muda menjadi fokus kali ini karena generasi inilah yang memiliki sarana ekspresi yang paling kuat dengan segala kemudahan teknologi informasi yang dikuasainya. Tujuan dari pelibatan generasi muda adalah agar bahasa ibu tidak menjadi asing dari keseharian mereka,” pesan Mendikdasmen.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menambahkan bahwa bahasa ibu memiliki nilai krusial dalam membentuk identitas bangsa. “Hingga 2025, Badan Bahasa telah merevitalisasi 120 bahasa di seluruh Indonesia dan menyusun 228 kamus bahasa daerah sebagai upaya pelindungan jati diri budaya,” ujarnya.

Inovasi “Kamus Hidup” dan Fitur Interaktif
Kamus Digital Bahasa Makassar yang dikembangkan bersama BASAsulsel Wiki ini memuat 4.358 entri kosakata. Berbeda dengan kamus konvensional, aplikasi ini dirancang sebagai “kamus hidup” yang memungkinkan masyarakat mengajukan penambahan kosakata baru secara partisipatif. Setiap usulan akan diverifikasi oleh tim ahli dari Badan Bahasa sebelum resmi ditambahkan.

Untuk menarik minat pelajar, kamus ini dilengkapi berbagai fitur modern, mulai dari terjemahan yang mencakup bahasa Makassar, Indonesia, dan Inggris, hingga dukungan multimedia berupa video pelafalan untuk membantu pengguna memahami pengucapan serta konteks penggunaan kata secara akurat. Selain itu, fitur kuis interaktif turut dihadirkan sebagai media pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan bagi siswa.

Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan, dilakukan penandatangan Nota Kesepakatan antara Badan Bahasa dan Pemerintah Kota Makassar mengenai Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra yang berlaku selama lima tahun ke depan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan bahwa kamus ini merupakan sarana vital untuk memperkuat identitas lokal di era globalisasi.

Dukungan penuh juga datang dari Dinas Pendidikan Kota Makassar yang akan segera menyosialisasikan penggunaan aplikasi ini di seluruh satuan pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menegaskan pentingnya aplikasi ini agar anak-anak Makassar tidak kehilangan jati dirinya.

Setelah peluncuran, siswa SD dan SMP mengikuti uji coba Kamus Digital Bahasa Makassar dan menunjukkan antusiasme saat menjajal fitur pencarian kosakata serta kuis interaktif. Salah satu siswa, Nikolas, menyampaikan bahwa kamus tersebut bermanfaat bagi generasi muda dan mendorong pembelajaran bersama dengan teman sebaya. Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan juara Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Kota Makassar Tahun 2026 tingkat SD dan SMP yang membawakan komedi tunggal berbahasa Makassar.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Wali Kota Makassar, Sekretaris Badan Bahasa, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, serta para pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan kebudayaan, termasuk perwakilan pemerintah daerah, komunitas pelestari bahasa daerah, Duta Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, kepala sekolah, guru, dan pelajar.

Aplikasi Kamus Digital Bahasa Makassar kini dapat diakses oleh publik melalui laman resmi https://basasulselwiki.org/DictionaryHome. Melalui gerakan ini, Kemendikdasmen berkomitmen untuk memastikan pelestarian bahasa daerah terintegrasi secara nyata dalam sistem pendidikan dan kehidupan masyarakat luas.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Lestarikan Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Luncurkan Kamus Digital Bahasa Makassar untuk Anak Muda Read More »

Kolaborasi Revitalisasi Bahasa Daerah, Jaring Praktik Baik Bersama Pemda, Guru, dan Pemuda

Kolaborasi Revitalisasi Bahasa Daerah, Jaring Praktik Baik Bersama Pemda, Guru, dan Pemuda

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 138/sipers/A6/II/2026

Kolaborasi Revitalisasi Bahasa Daerah, Jaring Praktik Baik Bersama Pemda, Guru, dan Pemuda

Jakarta, 19 Februari 2026 – Berdasarkan pemetaan vitalitas bahasa sejak 2019, Indonesia memiliki 718 bahasa daerah dan menjadi negara dengan jumlah bahasa terbanyak kedua di dunia. Namun, sebagian bahasa tersebut kini berstatus rentan, terancam punah, hingga kritis. Di tengah arus globalisasi, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menjalankan Program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) dengan fokus pada generasi muda.

Hingga 2025, revitalisasi telah dilakukan terhadap 120 bahasa daerah di 38 provinsi melalui kolaborasi pemerintah pusat, daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat sebagai wujud komitmen menjaga keberlanjutan bahasa dan identitas bangsa. “Ini menjadi tanggung jawab kita bersama agar bahasa daerah tetap hidup dan digunakan oleh generasi muda,” ujar Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin dalam Gelar Wicara Hari Bahasa Ibu Internasional 2026 bertema “Peran Generasi Muda dalam Membentuk Masa Depan Pendidikan Multibahasa”, di Jakarta, Rabu (18/2).

Hafidz menegaskan bahwa bahasa ibu bukan sekadar alat komunikasi, melainkan jembatan yang menghubungkan hati, menghidupkan sejarah, serta membawa nilai budaya dan karakter bangsa. “Ketika sebuah bahasa daerah hilang, maka hilang pula sebagian jati diri kita,” tegasnya di hadapan 135 peserta secara luring yang hadir dalam acara yang dilaksanakan secara hibrida di Gedung M. Tabrani, Kantor Badan Bahasa, serta disiarkan langsung melalui kanal YouTube Badan Bahasa.

Senada dengan itu, Ketua Harian KNIU, Ananto Kusuma Seta, mengingatkan sejarah lahirnya peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional yang berakar dari perjuangan bahasa di Bangladesh. Ia menegaskan bahwa pemuda merupakan pencipta bersama pendidikan masa depan. Bahasa ibu merupakan fondasi literasi dan pendidikan multibahasa. “Bahasa ibu memuat tata krama dan nilai-nilai kemanusiaan. Bahasa daerah menguatkan bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa. Di saat yang sama, generasi muda juga perlu menguasai bahasa asing untuk berdaya saing global tanpa kehilangan identitas nasional,” tegasnya.

Menambahkan, perwakilan UNESCO Indonesia, Gunawan Zakki, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam pelestarian bahasa daerah. Menurutnya, pemuda memiliki kemampuan berbagi, berjejaring, dan berkreasi, termasuk melalui konten digital yang dapat menyisipkan bahasa daerah.

Praktik Baik Penerapan Bahasa Ibu dalam Pendidikan
Bupati Kabupaten Sumba Timur, Umbu Lili, menyampaikan bahwa rendahnya literasi menjadi salah satu faktor tingginya angka putus sekolah saat transisi dari SD ke SMP. Melalui kerja sama dengan (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) INOVASI, pemerintah daerah memiliki kebijakan melalui pembelajaran di kelas awal dengan menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar.

“Hasilnya signifikan. Anak-anak yang sebelumnya belum lancar membaca kini menunjukkan peningkatan kemampuan literasi. Karena itu, kami menginstruksikan penggunaan bahasa daerah di kelas awal dengan dukungan guru senior yang menguasai bahasa setempat,” ujarnya.

Praktik baik serupa disampaikan Kepala SDN Aebowo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Maria Ugha, menyampaikan bahwa mayoritas peserta didik kelas awal belum memahami bahasa Indonesia karena sehari-hari menggunakan bahasa ibu. Ketika pembelajaran menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar, siswa tidak merespons, merasa stress dan mengalami kesulitan memahami materi. Kondisi tersebut mendorong sekolah melakukan penyesuaian dengan menjadikan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar di kelas awal.

Melalui pelatihan bersama INOVASI, guru sebagai fasilitator diberikan pendampingan dalam menerapkan strategi pembelajaran berbahasa daerah di kelas awal dengan metode bermain, bernyanyi, penggunaan kartu huruf, membaca gambar, hingga menulis secara bertahap. Hasilnya, suasana kelas menjadi lebih aktif dan menyenangkan serta kemampuan literasi dasar siswa meningkat.

Sementara itu, Duta Bahasa Provinsi Bali 2025, Ida Ayu Alit Srilaksmi, memperkenalkan inovasi aplikasi PARASALI (Pelindungan Bahasa dan Sastra Bali). Aplikasi berbasis edutainment ini memadukan kamus, permainan, dan nyanyian dalam bahasa Bali untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap aksara dan sastra Bali. Hingga 2026, aplikasi tersebut telah digunakan oleh 61.628 pengguna.

Melalui peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026, Kemendikdasmen menegaskan komitmen untuk memperkuat pendidikan multibahasa berbasis bahasa ibu, mendorong partisipasi aktif generasi muda, serta memastikan bahasa daerah tetap menjadi bagian hidup dalam ekosistem pendidikan nasional mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Berita Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/berita

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenuntukSemua

Kolaborasi Revitalisasi Bahasa Daerah, Jaring Praktik Baik Bersama Pemda, Guru, dan Pemuda Read More »