Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara

pengunggah

Bahasa sebagai Jembatan Persahabatan: Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia Teguhkan Komitmen Bersama

Bahasa sebagai Jembatan Persahabatan: Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia Teguhkan Komitmen Bersama

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 702/sipers/A6/X/2025

Bahasa sebagai Jembatan Persahabatan: Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia Teguhkan Komitmen Bersama

Jakarta, 30 Oktober 2025 —  Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menyelenggarakan Seminar Kebahasaan Antarbangsa Majelis Bahasa Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia (Mabbim) di Jakarta, Selasa (28/10).

Mengusung tema “Peranan Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu dalam Diplomasi dan Hubungan Antarbangsa,” forum ini menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi linguistik serumpun sekaligus menegaskan peran bahasa sebagai instrumen strategis dalam kerja sama pendidikan, budaya, dan politik luar negeri.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum ini diharapkan dapat melahirkan semangat baru guna merefleksikan visi kawasan yang berwibawa dan berdaya saing global. Mabbim sejak awal berdiri menjadi simbol koordinasi kebijakan, peristilahan tata bahasa, dan pelestarian bahasa negara anggota.

“Di tengah arus global dan kemajuan teknologi yang menguat, ketiga negara memiliki peluang besar untuk membangun ekosistem kerja sama kebahasaan yang tangguh dan relevan bagi generasi mendatang. Mulai dari pendidikan, diplomasi publik, hingga standardisasi istilah untuk ilmu pengetahuan,” ujar Mendikdasmen.

Lebih lanjut, Mendikdasmen menegaskan tiga pesan penting dalam kebijakan kebahasaan. Pertama, bahasa sebagai mandat konstitusional dan rumah kebangsaan. Bahasa memelihara persatuan, menjaga martabat, dan mengantar warga pada layanan publik yang bermutu.

Kedua, bahasa sebagai infrastuktur pengetahuan. Kehadiran KBBI, korpus peristilahan, dan standar kemahiran berbahasa dapat menuntun sains, pendidikan, dan naskah resmi menuju peningkatan mutu. Ketiga, bahasa sebagai sebagai jembatan persahabatan antarbangsa. Diplomasi kebahasaan, pengajaran BIPA, dan standardisasi bersama mempermudah mobilitas dan meneguhkan posisi kawasan di panggung global.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menambahkan bahwa seminar Mabbim menjadi momentum untuk mempererat hubungan persahabatan antarnegara serumpun. “Seminar kebahasaan antarbangsa ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat persatuan, keragaman, dan diplomasi bahasa di kancah antarbangsa,” tuturnya.

Menurut Hafidz, bahasa Indonesia dan bahasa Melayu merupakan warisan agung yang tidak hanya mencerminkan identitas kebangsaan, tetapi juga menjembatani peradaban serumpun di Asia Tenggara. Dalam konteks global yang terus berubah, kedua bahasa ini memegang peran strategis untuk memperkuat kerja sama regional, memperluas diplomasi budaya, dan memperkaya komunikasi antarbangsa.

“Semoga pertemuan ini semakin memperkuat peran Mabbim sebagai pelopor kerja sama kebahasaan yang berorientasi pada kemajuan bersama. Mari kita jadikan bahasa sebagai pembawa pesan perdamaian dan keadaban,” imbuhnya.

Dari Brunei Darussalam, Pemangku Pengarah Dewan Bahasa dan Pustaka, Awang Suip bin Haji Abdul Wahab, menilai bahwa Mabbim lahir dari semangat bersama untuk mendukung, memajukan, dan menyatukan bahasa Melayu dan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu, bahasa resmi, dan bahasa integrasi antarbangsa.

“Mabbim menjadi komponen penting dalam kerja sama kebahasaan, menandakan kesepakatan tiga bangsa serumpun dalam menjadikan bahasa kita sebagai lambang ilmu dan jatidiri bersama,” katanya.

Senada dengan itu, Hazami bin Jahari, yang diwakili oleh Pengarah Jabatan Pembinaan Bahasa dan Sastera, Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia, Tuan Haji Mohd Salahuddin bin Dato’ Paduka Mohamed, menyebut Mabbim sebagai sebuah badan kebahasaan yang telah mempererat hubungan persahabatan dan persaudaraan tiga wilayah serumpun, menegaskan semangat kebersamaan melalui satu bahasa yang serumpun.

“Melalui Mabbim, kita tidak hanya membicarakan bahasa sebagai alat komunikasi, tetapi sebagai bahasa ilmu dan peradaban tinggi yang menjadi jembatan penghubung antarbangsa,” ujarnya.

Melalui forum Mabbim 2025, Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia meneguhkan komitmen untuk menjadikan bahasa sebagai fondasi persahabatan, ilmu pengetahuan, dan diplomasi antarbangsa. Dalam semangat Bulan Bahasa, ketiga negara serumpun ini membuktikan bahwa bahasa bukan sekadar warisan budaya, melainkan juga kekuatan strategis yang mempererat hubungan regional dan memperkuat posisi kawasan di kancah global.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Bahasa sebagai Jembatan Persahabatan: Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia Teguhkan Komitmen Bersama Read More »

Badan Bahasa Jalin Kerja Sama dengan 13 Universitas untuk Perkuat SDM Kebahasaan dan Kesastraan

Badan Bahasa Jalin Kerja Sama dengan 13 Universitas untuk Perkuat SDM Kebahasaan dan Kesastraan

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 700/sipers/A6/X/2025

Badan Bahasa Jalin Kerja Sama dengan 13 Universitas untuk Perkuat SDM Kebahasaan dan Kesastraan

Yogyakarta, 30 Oktober 2025 – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), menjalin kerja sama strategis dengan 13 universitas di Indonesia. Penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) ini bertujuan memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) bidang kebahasaan dan kesastraan serta memperluas jejaring kolaborasi akademik lintas lembaga.

Sekretaris Badan Bahasa, Ganjar Harimansyah, yang hadir mewakili Kepala Badan Bahasa, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada tataran administratif semata; harus diwujudkan dalam kerja nyata yang berdampak.

“Kata W.S. Rendra, perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. Setelah menandatangani perjanjian ini, mari kita implementasikan secara sinergis agar manfaat nyata. Kerja sama ini harus bermanfaat, bermartabat, dan berdampak,” tegas Ganjar, Rabu (29/10).

Sebanyak 13 perguruan tinggi yang menandatangani PKS meliputi Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Universitas Bina Nusantara, Universitas Udayana, Universitas Sumatera Utara, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Islam Negeri K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.

Ganjar menambahkan bahwa perjanjian ini merupakan bentuk pengukuhan atas kemitraan yang telah lama berjalan antara Badan Bahasa dan perguruan tinggi di berbagai daerah.

“Nota kesepahaman ini bukan sekadar dokumen administratif, tetapi pengukuhan atas kolaborasi dan sinergi yang telah lama terjalin antara Badan Bahasa dan universitas mitra. Melalui perjanjian ini, kita menegaskan kembali komitmen untuk bekerja sama secara nyata,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ganjar mencontohkan berbagai kolaborasi yang telah berhasil dijalankan sebelumnya. “Kami sudah banyak belajar dari praktik baik, seperti pengembangan aplikasi Senarai Istilah Jawa bersama Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Kolaborasi semacam ini menunjukkan bahwa kerja sama tidak selalu berbasis anggaran, tetapi juga bisa tumbuh dari partisipasi dan kepedulian,” tuturnya.

Ganjar juga menegaskan bahwa Badan Bahasa menempatkan pengembangan SDM sebagai investasi jangka panjang lembaga. “Investasi terbesar kami adalah sumber daya manusia. Melalui kerja sama ini, kami menyiapkan pegawai Badan Bahasa untuk belajar dan berkontribusi bersama universitas mitra,” terangnya.

Pada kesempatan sebelumnya, Ketua Tim Kerja Layanan Hukum, Tata Laksana, dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Badan Bahasa, Sunardi, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting untuk menyiapkan pegawai Badan Bahasa agar memiliki akses lebih luas dalam meningkatkan kompetensi melalui pendidikan formal.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari perjalanan bersama membangun SDM yang tangguh, berdaya saing, dan adaptif terhadap perubahan,” ujarnya, pada Selasa malam (28/10).

Menurut Sunardi, nota kesepahaman ini berlaku selama lima tahun dan akan ditindaklanjuti dalam tiga bulan ke depan melalui perjanjian teknis di perguruan tinggi mitra masing-masing. Kerja sama tersebut mencakup bidang pengembangan dan pelindungan bahasa dan sastra, peningkatan kompetensi SDM, uji kemahiran berbahasa Indonesia, internasionalisasi bahasa, serta pendidikan dan penelitian.

Dukungan Perguruan Tinggi untuk Implementasi Nyata dan Penguatan Bahasa Indonesia

Pada kesempatan tersebut, Rektor Universitas Udayana, I Ketut Sudarsana, menyambut baik kerja sama tersebut. “Kami siap mendukung pengembangan SDM kebahasaan melalui riset dan pendidikan. PKS ini tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberi dampak bagi kemajuan bangsa,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Ridwan, menambahkan bahwa kolaborasi ini penting untuk memperkuat program internasionalisasi kampus melalui pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

“Kami berharap kerja sama ini menjadi momentum untuk memperluas jejaring dan memperkuat kapasitas SDM kami, khususnya dalam penguasaan dan pengajaran Bahasa Indonesia di tingkat global,” ungkapnya.

Ganjar menutup dengan ajakan kolaboratif kepada seluruh mitra perguruan tinggi agar kerja sama ini menjadi gerakan nasional penguatan SDM kebahasaan dan kesastraan.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Penguatan kebahasaan dan kesastraan membutuhkan dukungan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Semoga kerja sama ini menjadi awal bagi gerakan bersama dalam melahirkan SDM bermutu, berintegritas, dan berdaya saing global,” tandasnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Badan Bahasa Jalin Kerja Sama dengan 13 Universitas untuk Perkuat SDM Kebahasaan dan Kesastraan Read More »

Puncak Apresiasi FHI 2025: Kemendikdasmen Beri Penghargaan WNA Mahir dan Kreatif Berbahasa Indonesia

Puncak Apresiasi FHI 2025: Kemendikdasmen Beri Penghargaan WNA Mahir dan Kreatif Berbahasa Indonesia

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Puncak Apresiasi FHI 2025: Kemendikdasmen Beri Penghargaan WNA Mahir dan Kreatif Berbahasa Indonesia

Jakarta, 28 Oktober 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sukses menyelenggarakan Festival Handai Indonesia (FHI) 2025 di Jakarta, Senin (27/10). Ajang internasional tahunan ini kembali menjaring talenta – talenta terbaik dari warga negara asing yang fasih berbahasa Indonesia dan mendalami budaya, yang disebut Handai Indonesia. Kegiatan ini diadakan untuk menyediakan wahana unjuk kemahiran dan kreativitas warga negara asing dalam bertutur dan menulis kreatif dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan apresiasi yang tulus atas semangat dan ketekunan para nomine peserta terbaik FHI 2025 dalam belajar bahasa Indonesia. Mereka berusaha membuktikan kemampuan dan kreativitasnya dalam menggunakan bahasa Indonesia sehingga dapat menjadi nomine peserta terbaik dalam festival ini.

“FHI dirancang untuk memanfaatkan bahasa Indonesia sebagai sarana, yang tidak hanya mendekatkan warga dunia dengan Indonesia, tetapi juga saling menghubungkan di antara warga dunia untuk secara bersama-sama lebih memahami Indonesia. Melalui lomba-lomba bertutur kreatif dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam festival ini, para handai Indonesia, bestie-nya Indonesia, atau best friends of Indonesia menunjukkan keluasan wawasan, kelapangan perasaan, dan kedalaman pemahaman mereka tentang Indonesia yang patut diberi apresiasi, “ ungkapnya.

FHI keenam ini sudah diselenggarakan sejak tahun 2020 dan terus mengalami perkembangan dari segi format penyelenggaraan dan jumlah peserta. Tahun ini, FHI menghadirkan format penyelenggaraan yang berbeda dari tahun sebelumnya. FHI 2025 menerapkan sistem penilaian satu tahap melalui pengiriman karya video secara daring. Hal ini sedikit berbeda dengan FHI 2024 yang menggunakan sistem penilaian berjenjang dengan babak penyisihan dan babak final. Perubahan ini dirancang untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi handai Indonesia di seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam festival ini .

FHI 2025 dilaksanakan melalui lima jenis lomba berbahasa Indonesia, yaitu lomba bercerita, bernyanyi, berpantun, berpidato, dan berpuisi. Jumlah pendaftar FHI 2025 sebanyak 436 orang yang berasal dari 60 negara. Karya peserta berupa video penampilan dikirim secara daring kepada panitia, kemudian dinilai oleh dewan juri dan dihasilkan 35 orang nomine peserta terbaik yang berasal dari 23 negara. Secara alfabetis 23 negara tersebut ialah sebagai berikut: Afganistan, Amerika Serikat, Argentina, Australia, Filipina, India, Italia, Jepang, Kamboja, Kirgiztan, Korea Selatan, Malaysia, Pakistan, Peru, Republik Demokratik Kongo, Rusia, Sudan, Thailand, Timor Leste, Turki, Uzbekistan, Vietnam, dan Yaman. Para nomine tersebut berprofesi, antara lain, sebagai mahasiswa, guru, sukarelawan, pemengaruh, profesional, pegawai pemerintah negara sahabat, dan pegawai kedutaan negara sahabat di Indonesia.

Untuk memberikan apresiasi kepada 35 orang nomine peserta terbaik FHI 2025, pada 25—31 Oktober 2025 dilaksanakan kegiatan Apresiasi FHI 2025 di Jakarta. Sementara itu, pada 27 Oktober 2025 dilaksanakan acara Puncak Apresiasi FHI 2025 untuk memberikan penghargaan peserta terbaik I—III dari setiap lomba. Berikut data peserta terbaik I—III setiap lomba dalam FHI 2025 yang menerima penghargaan dari Badan Bahasa, Kemendikdasmen.

Dalam laporan pada acara Puncak Apresiasi FHI 2025, Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Iwa Lukmana, menyampaikan bahwa banyaknya jumlah handai Indonesia yang berpartisipasi dalam FHI 2025 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Diplomasi Publik dan Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, termasuk para Atase Pendidikan dan Kebudayaan, lembaga penyelenggara program pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di dalam dan luar negeri, serta para pengajar dan pegiat BIPA.

Bagi peserta FHI 2025, ajang ini bukan sekadar lomba, melainkan tempat untuk menjalin persahabatan dan merayakan keberagaman. Salah seorang peserta terbaik lomba bernyanyi dalam FHI 2025, Kristen D., penggemar dangdut asal Amerika Serikat yang pernah berduet dengan Sang Raja Dangdut, H. Rhoma Irama, menyampaikan rasa bangganya menjadi salah satu peserta FHI. “Sebagai penyanyi dangdut dari Amerika, saya belajar bahasa Indonesia secara daring seminggu sekali dengan tutor dari Indonesia. Saya mengikuti FHI karena ingin menambah pengalaman baru dan mempraktikkan bahasa Indonesia saya, terutama dalam bernyanyi. Di sini saya senang sekali karena bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara yang sama-sama belajar bahasa Indonesia. Banyak dari mereka yang juga menyukai dangdut.”

Salah satu nomine peserta terbaik lomba berpidato FHI 2025 adalah Takumi Nakamura, mahasiswa Bahasa Indonesia asal Jepang. Ia mengikuti FHI karena termotivasi oleh pengalamannya sebagai mahasiswa pertukaran di Universitas Indonesia dan keterlibatannya dalam teater Laskar Pelangi. “Saya ingin mengikuti FHI untuk memberikan pendapat saya tentang pendidikan Indonesia,” katanya.

Sastrawan Agus Sarjono (Juri Lomba Berpuisi) mengaku kaget melihat keseriusan peserta dari berbagai negara. “Orang luar negeri bisa mengenal Indonesia dengan cara yang unik dan ramah lewat karya sastra. Penyelenggaraan FHI ini merupakan cara yang luar biasa untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia,” tuturnya.

Juri Lomba Bercerita, Awam Prakoso, menambahkan bahwa FHI adalah perayaan persahabatan antarbangsa. “Festival ini membuktikan bahwa bahasa Indonesia bisa menjadi jembatan budaya yang menghubungkan dunia dengan Indonesia. Peserta telah menjadi duta persahabatan Indonesia,” pujinya.

Dalam kesempatan acara Puncak Apresiasi FHI 2025 tersebut, Badan Bahasa, Kemendikdasmen juga menyampaikan penghargaan kepada sejumlah Perwakilan Republik Indonesia (PRI) di 10 negara dengan kategori pemelajar BIPA terbanyak. Kesepuluh negara dengan PRI yang aktif mengembangkan program pembelajaran BIPA tersebut ialah Amerika Serikat, Australia, Filipina, India, Jerman, Korea Selatan, Mesir, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. Selain itu, penghargaan khusus diberikan kepada Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Mesir atas kinerja dan dedikasi dalam menuntaskan pendirian Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X:x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Puncak Apresiasi FHI 2025: Kemendikdasmen Beri Penghargaan WNA Mahir dan Kreatif Berbahasa Indonesia Read More »

Bahasa Indonesia Tegak Menembus Dunia: IKN Jadi Miniatur Keberagaman Bangsa

Siaran PersKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 690/sipers/A6/X/2025

Ibu Kota Nusantara, 25 Oktober 2025 — Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Mendaulatkan Bahasa, Merajut Bangsa, Menembus Dunia” di Ruang Serbaguna Kemenko 3, Ibu Kota Nusantara, pada 24–25 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan fungsi bahasa Indonesia di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).

Acara ini dihadiri oleh 300 orang yang terdiri atas pemerintah pusat, pemerintah daerah, Komisi X DPR-RI, Otorita IKN, akademisi, praktisi bahasa dan sastra, komunitas literasi, serta mahasiswa. Hadir pula Kepala Balai dan Kantor Bahasa dari berbagai provinsi, ikatan duta babasa, dan para pemangku kepentingan bidang pendidikan dan kebudayaan di Kalimantan Timur.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga dan mengembangkan bahasa Indonesia sebagai simbol jati diri bangsa.

“Bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, melainkan jembatan kebangsaan yang menyatukan keberagaman kita. Menjaga bahasa Indonesia berarti menjaga Indonesia itu sendiri,” ujar Hafidz, pada Jumat (24/10).

Ia menambahkan bahwa peran bahasa Indonesia juga semakin penting di era global, bukan hanya sebagai bahasa persatuan, tetapi juga sebagai sarana diplomasi bahasa yang memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional. “Melalui penggunaan bahasa Indonesa di forum resmi UNESCO akan memperteguh peran Indonesia di panggung dunia,” tambahnya

Sementara itu, Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara, Bimo Adi Nursanthyasto, menyampaikan bahwa pembangunan IKN tidak hanya menitikberatkan pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan nilai, budaya, dan karakter bangsa.

“IKN harus menjadi miniatur Indonesia—kota yang merepresentasikan keberagaman, persatuan, dan kolaborasi seluruh elemen bangsa. Penguatan bahasa Indonesia menjadi bagian penting dari peradaban baru Indonesia,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Asisten III Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Arief Murdiyatno, turut mengapresiasi langkah Badan Bahasa Kemendikdasmen dalam memperluas gerakan literasi dan pembinaan bahasa di Kalimantan Timur, khususnya di kawasan IKN.

“Melalui bahasa kita menanamkan nilai etika, karakter, dan wawasan kebangsaan. Bahasa Indonesia harus menjadi perekat sosial dan simbol integrasi bangsa di tengah kemajuan zaman,” ucapnya.

Selanjutnya, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, yang secara resmi membuka acara tersebut turut menekankan pentingnya menjadikan bahasa Indonesia sebagai kekuatan pemersatu dan pendorong kemajuan bangsa. “Sumpah Pemuda bukan hanya sejarah, tetapi fondasi masa depan. Bahasa Indonesia harus menjadi bahasa ilmu, bahasa budaya, dan bahasa kemajuan,” kata Hetifah.

Usai pembukaan, dilakukan penandatanganan Prasasti Trigatra Bangun Bahasa yang berisi komitmen Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing. Penandatanganan ini dilalukan oleh Kepala Badan Bahasa dan Ketua Otorita IKN disaksikan oleh para pemangku kepentingan dan peserta seminar sebagai simbol dukungan terhadap penguatan penggunaan bahasa Indonesia di wilayah Ibu Kota Nusantara.

Melalui kegiatan ini, Badan Bahasa meneguhkan komitmennya untuk memperkuat posisi bahasa Indonesia sebagai pilar kebangsaan yang berwibawa, berdaya saing, dan siap menembus dunia.

Kegiatan seminar dilakukan dalam bentuk pleno yang menghadirkan pembicara utama Kepala Badan Bahasa, Ketua Komisi X DPR-RI, Ketua Otorita IKN, Ketua Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI), Ketua LPPM Unesa.

Pada sesi panel dilakukan pemaparan makalah pendamping dan diskusi yang merumuskan masukan penting pendaulatan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penginternasionalan bahasa Indonesia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Bahasa Indonesia Tegak Menembus Dunia: IKN Jadi Miniatur Keberagaman Bangsa Read More »

Capaian Nyata Kemendikdasmen dalam Satu Tahun Perjalanan Hadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Capaian Nyata Kemendikdasmen dalam Satu Tahun Perjalanan Hadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Capaian Nyata Kemendikdasmen dalam Satu Tahun Perjalanan Hadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 681/sipers/A6/X/2025

Jakarta, 22 Oktober 2025 —  Dalam satu tahun perjalanan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mengakselerasi berbagai program prioritas untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh anak Indonesia. Melalui beragam inisiatif strategis di bidang pemerataan akses, peningkatan mutu pembelajaran, hingga penguatan tata kelola, Kemendikdasmen mencatat sejumlah capaian signifikan yang telah berdampak langsung bagi masyarakat.
 
Dalam Taklimat Media bertajuk “Gerak Cepat Pendidikan Bermutu untuk Semua” di Jakarta, Rabu (22/10), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memaparkan berbagai capaian dan terobosan yang telah dilakukan kementerian dalam satu tahun terakhir. “Prinsipnya, satu tahun ini adalah landasan kami untuk bekerja lebih baik lagi, modal kami untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, memperbaiki yang kurang, dan menyempurnakan yang sudah berjalan,” ujar Mendikdasmen.
 

Capaian Nyata Kemendikdasmen dalam Satu Tahun Perjalanan Hadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua
Capaian Nyata Kemendikdasmen dalam Satu Tahun Perjalanan Hadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua


Salah satu capaian utama Kemendikdasmen adalah program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Dari anggaran Rp16,9 triliun yang awalnya dialokasikan untuk 10.440 satuan pendidikan, kini telah tercapai perjanjian kerja sama dengan 16.140 satuan pendidikan, melampaui target semula. Sebagian pembangunan bahkan telah rampung 100 persen. Melalui sistem swakelola, program ini juga berhasil menyerap lebih dari 350 ribu tenaga kerja, yang tidak hanya memperkuat sarana belajar tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata di berbagai daerah.
 
Selain revitalisasi, Kemendikdasmen juga fokus mendorong digitalisasi pembelajaran. Melalui distribusi Interactive Flat Panel (IFP), pelatihan guru, serta penyediaan materi yang dapat diakses melalui platform Rumah Pendidikan, kementerian membangun ekosistem pembelajaran yang modern dan partisipatif. Platform Rumah Pendidikan sendiri mendapatkan banyak penghargaan karena menjadi terobosan yang memperkuat komunikasi dengan masyarakat, serta membuka ruang partisipasi publik dalam mendukung kebijakan pendidikan.
 
Kemendikdasmen juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualifikasi dan kesejahteraan guru. Untuk pertama kalinya, diberikan beasiswa bagi 12.500 guru yang belum memiliki kualifikasi D-IV/S-1, masing-masing sebesar Rp3 juta per semester. Tahun depan, jumlah penerima beasiswa tersebut akan ditingkatkan menjadi 150 ribu guru. Di sisi lain, program Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2025 dengan target 600 ribu guru telah terpenuhi dan tahun depan akan menjangkau hingga 808 ribu guru di seluruh Indonesia.
 
Dari sisi kesejahteraan, Kemendikdasmen juga melakukan pembenahan signifikan dalam mekanisme penyaluran tunjangan sertifikasi guru. Kini, tunjangan disalurkan langsung ke rekening masing-masing guru, memotong rantai birokrasi agar lebih efisien dan transparan. Tunjangan sertifikasi guru non ASN adalah sebesar Rp2 juta per bulan, dan guru ASN sebesar gaji pokok. Selain itu, insentif bagi guru honorer juga menjadi perhatian. Tahun ini, sebanyak 300 ribu guru honorer telah menerima insentif sebesar Rp300 ribu per bulan, yang pada tahun depan akan dinaikkan menjadi Rp400 ribu per bulan.
 
Dalam penguatan kompetensi guru dan siswa, Kemendikdasmen telah melatih 14.822 fasilitator pembelajaran mendalam yang akan membimbing 211.844 guru di 65.300 sekolah. Untuk menjawab kebutuhan pendidikan di era industri 4.0 dan masyarakat 5.0, pembelajaran berbasis teknologi seperti coding dan kecerdasan buatan juga terus dikembangkan. Sebanyak 2.915 fasilitator nasional telah melatih 62.898 guru di 53.568 sekolah di seluruh Indonesia agar mampu mengintegrasikan literasi digital, pemrograman, dan etika kecerdasan buatan dalam kegiatan belajar mengajar.
 
Kemendikdasmen juga tengah menyiapkan program Wajib Belajar 13 Tahun yang akan mulai diimplementasikan pada tahun depan bekerja sama dengan Kementerian Desa. Untuk mendukung program tersebut, Kemendikdasmen juga menyiapkan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi taman kanak-kanak.
 
Selain itu, Kemendikdasmen akan menyelenggarakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMA pada 3 s.d. 9 November 2025 yang akan diikuti oleh 3,5 juta siswa, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus. Tes ini dirancang inklusif, ramah, dan humanis. “Ini adalah upaya kami untuk meningkatkan semangat belajar di kalangan para murid, memetakan mutu pendidikan, meningkatkan prestasi serta upaya untuk menciptakan pendidikan bermutu bagi semua,” ucap Mendikdasmen.
 
Di bidang kebahasaan, Kemendikdasmen turut memperkuat posisi bahasa Indonesia di kancah global. Setelah ditetapkan sebagai bahasa resmi dalam Sidang Umum UNESCO, Mendikdasmen akan hadir pada forum UNESCO bulan November mendatang untuk menyampaikan pidato resmi dalam bahasa Indonesia. Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) juga terus berkembang dan kini telah hadir di 57 negara.
 
Menutup paparannya, Mendikdasmen menyampaikan apresiasi kepada insan media yang telah menjadi mitra penting dalam penyebaran informasi dan membangun komunikasi publik yang efektif. “Berkat publikasi teman-teman media, Kemendikdasmen oleh berbagai lembaga dinilai sebagai kementerian yang memiliki komunikasi publik yang sangat baik,” tutup Mendikdasmen.
 

Capaian Nyata Kemendikdasmen dalam Satu Tahun Perjalanan Hadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua


Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, turut menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian Kemendikdasmen selama satu tahun terakhir. Ia menilai Kemendikdasmen merupakan salah satu kementerian dengan komunikasi dan penyampaian informasi terbaik. “Saya merasa bahwa salah satu kementerian terbaik dalam hal komunikasi adalah Kemendikdasmen,” ucapnya.
 
Ia juga menyoroti terobosan nyata Kemendikdasmen, salah satunya dalam program revitalisasi satuan pendidikan. “Pak Menteri sudah berhasil membuktikan, dan saya melihat langsung di lapangan betapa senangnya mereka. Metodenya juga diubah, bukan hanya sekadar memberikan revitalisasi, tapi juga memberikan kepercayaan kepada satuan-satuan pendidikan,” pungkas Hetifah.
 
Satu tahun perjalanan Kemendikdasmen menjadi bukti nyata komitmen untuk memperluas akses, meningkatkan mutu, dan mewujudkan layanan pendidikan yang lebih inklusif. Dengan fondasi yang telah kuat, Kemendikdasmen bertekad melanjutkan langkah menuju pendidikan yang memberdayakan setiap anak Indonesia untuk tumbuh, belajar, dan berdaya saing di masa depan.

Capaian Nyata Kemendikdasmen dalam Satu Tahun Perjalanan Hadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua
Capaian Nyata Kemendikdasmen dalam Satu Tahun Perjalanan Hadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: http://kemendikdasmen.go.id
X: http://x.com/Kemdikdasmen
Instagram: http://instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: http://facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: http://ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: http://kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Capaian Nyata Kemendikdasmen dalam Satu Tahun Perjalanan Hadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua Read More »

Sastra Bersuara, Bahasa Berdaya: Kemendikdasmen Hidupkan Semangat Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2025 Melalui Pentas Sastra

Sastra Bersuara, Bahasa Berdaya: Kemendikdasmen Hidupkan Semangat Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2025 Melalui Pentas Sastra

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 673/sipers/A6/X/2025

Jakarta, 19 Oktober 2025 – Dalam semangat memperingati Bulan Bahasa dan Sastra 2025, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, menghadirkan perayaan kreatif yang menghidupkan denyut kesastraan Indonesia. Kegiatan bertajuk Pentas Sastra di Badan Bahasa Tahun 2025 ini berlangsung pada 13—17 Oktober 2025 di Panggung Terbuka W.S. Rendra, Kantor Badan Bahasa, Rawamangun, Jakarta Timur, dengan mengusung tema “Sastra Bersuara, Bahasa Berdaya.”

Pentas Sastra tahun ini menjadi penanda penting karena merupakan kegiatan perdana yang diinisiasi oleh Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra bekerja sama dengan Ikatan Duta Bahasa Nasional. Meskipun baru pertama kali digelar, antusiasme masyarakat begitu besar. Lebih dari 350 pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia turut serta, mulai dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, hingga Jawa Timur, bahkan ada yang datang dari Lampung dan Jawa Tengah. Setiap hari, sekitar 55 penampil dan peserta terpilih turut meramaikan kegiatan ini. Para peserta berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari pelajar sekolah dasar hingga mahasiswa, Duta Bahasa, komunitas sastra, dan sastrawan lintas generasi.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menyebut bahwa perayaan Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2025 terasa semakin meriah dengan inisiasi kegiatan baru berupa Pentas Sastra di Badan Bahasa. Perhelatan ini menjadi wujud nyata partisipasi masyarakat dalam pembangunan di bidang bahasa dan sastra.

“Alhamdulillah, animo dari sastrawan muda, pegiat sastra, komunitas sastra, dan para siswa sungguh luar biasa, tampil mempesona di Panggung Terbuka Badan Bahasa. Insyaallah, perhelatan ini tidak hanya hadir pada Bulan Bahasa dan Sastra, tetapi juga akan berlanjut dalam berbagai kegiatan dan gelaran sastra lainnya di seluruh Nusantara yang kaya akan karya sastra,” ungkap Hafidz.

Lebih lanjut, Duta Bahasa DKI Jakarta sekaligus panitia kegiatan, Nadhira Khalisaha menuturkan bahwa semangat para peserta sangat luar biasa. “Setiap harinya kami melakukan kurasi sehingga hanya sekitar 30-40 penampil yang tampil di panggung. Menariknya, meskipun pendaftaran kami buka untuk lingkup Jabodetabek, banyak peserta dari luar daerah seperti Malang, Pasuruan, dan Lampung yang datang dengan biaya sendiri. Mereka menanggung transportasi dan penginapan secara mandiri. Ini menunjukkan betapa besarnya kecintaan masyarakat terhadap sastra Indonesia,” ujar Nadhira.

Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi yang hangat, mempertemukan para pecinta sastra dari berbagai usia dan latar belakang. Sri Asih, peserta asal Pasuruan, Jawa Timur, yang berusia 62 tahun, mengaku sangat terharu bisa tampil di panggung sastra. “Saya senang sekali dengan acara ini karena mempertemukan penampil dari berbagai generasi, mulai dari anak-anak hingga yang sudah sepuh seperti saya. Sastra itu indah, bisa membentuk karakter manusia menjadi lebih baik. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan oleh Badan Bahasa,” katanya penuh semangat.

Kesan serupa disampaikan oleh Habibul Malik, siswa SMA Tridaya Tunas Bangsa, Cimahi. Ia menyebut bahwa Pentas Sastra menjadi ajang belajar dan berbagi yang menyenangkan. “Melihat banyak teman yang berbakat di bidang sastra membuat saya makin bersemangat. Acara ini menjadi bukti bahwa sastra adalah bagian penting dari kemajuan bahasa Indonesia di masa depan. Semoga kegiatan seperti ini terus ada dan semakin besar,” tutur Habibul.

Pentas Sastra menghadirkan berbagai bentuk ekspresi seni yang memadukan keindahan kata dan kekuatan suara. Para penampil mempersembahkan musikalisasi puisi, baca puisi, deklamasi, monolog, teater, hingga dongeng yang diangkat dari karya sastra klasik maupun modern. Melalui penampilan tersebut, mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan artistik, tetapi juga menyampaikan pesan moral, sosial, dan kebangsaan yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Selain berbagai penampilan, Pentas Sastra di Badan Bahasa juga dimeriahkan dengan gelar wicara yang menghadirkan pembicara dari kalangan pegiat literasi, pemengaruh di bidang literasi dan sastra, praktisi teater atau seni pertunjukan, serta penulis.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga wadah pembelajaran bagi generasi muda untuk mencintai dan mengapresiasi karya sastra Indonesia. Sastra menjadi medium yang menumbuhkan empati, membangun karakter, dan memperkaya wawasan. Melalui sastra, nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan ditanamkan secara halus, tetapi mendalam.

Peringatan Bulan Bahasa dan Sastra setiap bulan Oktober menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk mengenang tonggak sejarah Sumpah Pemuda 1928, ketika bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa persatuan. Tema nasional Bulan Bahasa dan Sastra tahun ini, “Bahasa Indonesia Berdaulat, Indonesia Maju,” menjadi dasar bagi Badan Bahasa dalam memperkuat peran bahasa dan sastra sebagai pilar pembangunan karakter dan budaya bangsa.

Dengan antusiasme yang tinggi dan partisipasi lintas generasi, Pentas Sastra di Badan Bahasa Tahun 2025 diharapkan dapat menjadi tradisi tahunan dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra. Melalui kegiatan ini, Badan Bahasa menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang bagi kreativitas, literasi, dan kesastraan. Sebab, ketika sastra bersuara, bahasa Indonesia pun berdaya untuk menghidupkan jiwa bangsa dan menuntun langkah menuju Indonesia yang maju, berbudaya, dan berkarakter.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Sastra Bersuara, Bahasa Berdaya: Kemendikdasmen Hidupkan Semangat Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2025 Melalui Pentas Sastra Read More »

Kemendikdasmen Perkuat Integrasi Literasi dan Pendidikan Vokasi untuk Ekosistem Pangan Nasional

Kemendikdasmen Perkuat Integrasi Literasi dan Pendidikan Vokasi untuk Ekosistem Pangan Nasional

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Kemendikdasmen Perkuat Integrasi Literasi dan Pendidikan Vokasi untuk Ekosistem Pangan Nasional

Jakarta, 15 Oktober 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong integrasi antara literasi dan pendidikan vokasi untuk memperkuat ekosistem pangan nasional yang berkelanjutan. Kolaborasi lintas unit kerja ini melibatkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Badan Pangan Nasional, serta dunia usaha dan dunia industri (DUDI), dengan menghadirkan para kepala sekolah SMK percontohan dan guru vokasi. Gelar Wicara bertema “Integrasi Literasi dan Pendidikan Vokasi dalam Ekosistem Pangan Nasional” tersebut diselenggarakan di Graha Lantai 3, Kemendikdasmen, Jakarta, pada Selasa (14/10).

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, sebagai narasumber utama, memaparkan bahwa Badan Bahasa memiliki peran strategis dalam mengembangkan dan memartabatkan bahasa Indonesia, melindungi bahasa daerah, serta memperkuat budaya literasi masyarakat. “Literasi tidak sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga memaknai. Bahasa Indonesia yang baik dan benar menuntun kita pada cara berpikir yang logis dan berpengetahuan,” ungkap Hafidz.

Ia juga menyampaikan terkait Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia, yang menjadi dasar penguatan penggunaan bahasa di ruang publik dan lembaga pendidikan. Selain itu, ia menyampaikan kabar membanggakan bahwa bahasa Indonesia kini telah diakui sebagai bahasa resmi dalam Sidang Umum UNESCO.

“Alhamdulillah, tahun ini bahasa Indonesia akan untuk pertama kalinya dikumandangkan dalam sidang umum UNESCO. Ini kebanggaan dan momentum penting bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.

Inovasi Literasi dan Penguatan Kompetensi Guru dan Siswa

Badan Bahasa juga terus berinovasi untuk meningkatkan kemampuan literasi masyarakat, di antaranya melalui penyempurnaan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang kini memuat lebih dari 208.000 kosakata, penerapan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD), dan pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).

Hafidz turut menjelaskan bahwa Program UKBI kini menjadi instrumen penting untuk mengukur kemampuan literasi guru dan siswa. Dalam program SMK Pusat Keunggulan (PK), setiap guru diwajibkan memiliki sertifikat UKBI sebagai bukti kompetensi berbahasa. “Dengan UKBI, kita dapat memastikan guru dan siswa memiliki kemampuan komunikasi yang baik, yang menjadi dasar dalam berpikir kritis dan produktif,” tutur Hafidz.

Menutup kegiatan, Hafidz berharap agar sinergi antara literasi dan pendidikan vokasi dapat terus diperluas, menjadi gerakan nasional yang melibatkan seluruh pihak termasuk pemerintah, industri, sekolah, dan masyarakat.

“Integrasi literasi dan pendidikan vokasi bukan hanya program, tetapi gerakan bersama untuk menyiapkan generasi muda yang literat, terampil, dan mandiri. Dengan SDM yang unggul dan berkarakter, Indonesia akan mampu mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan bangsa,” pungkasnya.

Kolaborasi Lintas Sektor: Kunci Ketahanan Pangan

Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber dari Badan Pangan Nasional yakni Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan, Rinna Syawal, yang turut menekankan pentingnya literasi pangan bagi generasi muda di era transformasi industri pangan. “Kita semua sejak lahir sudah makan, tapi belum tentu memahami makna dari pangan itu sendiri. Literasi pangan penting agar kita tidak sekadar makan, tetapi juga memahami manfaat dan nilai dari apa yang kita konsumsi,” tutur Rinna.

Menurut Rinna bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai sumber daya manusia produktif, agen perubahan, penggerak inovasi, dan pemimpin masa depan. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah pola konsumsi yang tidak sehat dan rendahnya kesadaran terhadap pangan lokal.

“Generasi muda kita, terutama Gen Z dan Gen Alpha, cenderung mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Akibatnya, kini muncul kasus diabetes dan obesitas bahkan pada anak usia 10 hingga 14 tahun. Ini menjadi alarm penting bagi dunia pendidikan untuk memperkuat edukasi tentang pangan sehat,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PT Banjarnegara Agro Mandiri, Trisila Juwantara, sebagai pelaku industri yang berkomitmen terhadap pengembangan produk pangan berbasis potensi lokal. Menyampaikan bahwa pentingnya sinergi antara industri dan lembaga pendidikan dalam menyiapkan SDM vokasi yang siap kerja dan siap berwirausaha di sektor pangan.

“Kami sudah lama bermitra dengan SMK untuk mendukung pembelajaran berbasis industri. Melalui teaching factory, siswa tidak hanya belajar teori, tapi juga praktik langsung mengolah produk lokal seperti nanas atau salak menjadi produk olahan bernilai jual tinggi. Kuncinya adalah keterhubungan antara pendidikan dan pasar,” jelas Trisila Juwantara.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pameran karya siswa SMK percontohan di bidang kuliner dan pengolahan pangan, yang menjadi simbol nyata kolaborasi antara dunia pendidikan, bahasa, dan industri dalam membangun ekosistem pangan nasional yang berkelanjutan.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Perkuat Integrasi Literasi dan Pendidikan Vokasi untuk Ekosistem Pangan Nasional Read More »

Kemendikdasmen Dongkrak Kreativitas Komunitas Literasi dan Sastra Berkarya Lewat Majalah Liris dan Bantuan Pemerintah

Kemendikdasmen Dongkrak Kreativitas Komunitas Literasi dan Sastra Berkarya Lewat Majalah Liris dan Bantuan Pemerintah

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 649/sipers/A6/X/2025

Kemendikdasmen Dongkrak Kreativitas Komunitas Literasi dan Sastra Berkarya Lewat Majalah Liris dan Bantuan Pemerintah

Jakarta, 12 Oktober 2025— Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berperan penting dalam pembinaan, pengembangan, pelindungan, dan pemartabatan bahasa serta sastra Indonesia. Sejak Juli 2025, melalui Majalah Liris, Badan Bahasa secara berkala menerbitkan Majalah Liris sebagai ajang berkreativitas dan menuangkan ide dalam bersastra untuk anak-anak dan para guru.

Liris adalah sebuah majalah sastra sebagai wadah inspirasi dan aspirasi bagi komunitas literasi dan sastra karena masih terbatasnya ruang kreativitas bagi siswa dan guru untuk menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk karya sastra. “Melalui media ini, harapannya masyarakat terdorong untuk terus menulis karya sastra dan menumbuhkan kebanggaan dalam memperkenalkan sastra kepada anak-anak sejak dini,” tutur Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin dalam Dialog Publik yang bertajuk “Kecakapan Bahasa, Keterampilan Literasi, dan Apresiasi Sastra dalam Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah” di ruang baca “Baca di Tebet”, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dialog ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal berbagai program dan kebijakan kebahasaan dan kesastraan yang dijalankan Badan Bahasa, sekaligus menjadi ruang diskusi dan penyampaian masukan terkait perkembangan kebahasaan dan kesastraan terkini, termasuk berbagai keresahan masyarakat terhadap isu-isu bahasa dan sastra.

Selain itu, Badan Bahasa juga berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI untuk memperkuat bidang kebahasaan dan kesastraan bagi guru, komunitas literasi, serta komunitas sastra melalui program bantuan pemerintah. Pada 2025 bantuan pemerintah untuk komunitas literasi telah disampaikan senilai Rp5 miliar untuk 50 komunitas literasi dan Rp5,4 miliar untuk 35 komunitas sastra dan 65 tokoh sastra di seluruh wilayah Indonesia. Bantuan tersebut digunakan untuk meningkatkan kompetensi SDM, mengembangkan berbagai kegiatan literasi, dan apresiasi di bidang sastra.

Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa Badan Bahasa memiliki empat program prioritas terkait kecakapan literasi, menjaga kedaulatan bahasa Indonesia sebagai pilar penting mempersatukan bangsa Indonesia melalui bahasa, pelestarian bahasa daerah sebagai sumber kekayaan Indonesia, serta penginternasionalan bahasa Indonesia. “Berbagai program Badan Bahasa diharapkan mampu memberikan manfaat luas serta mendorong sinergi dengan berbagai pihak sebagai upaya meningkatkan fungsi bahasa Indonesia secara sistematis dan keberlanjutan,” ujarnya.

Menyambut pernyataan tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, menekankan bahwa Komisi X DPR RI akan mendukung program pendidikan dari segi apapun untuk kebaikan rakyat. “DPR berkomitmen menjalankan undang-undang terkait kebahasaan dan kesastraan. DPR mendukung upaya kedaulatan bahasa dengan mengutamakan bahasa Indonesia,” ujar Himmatul di hadapan 100 orang yang hadir secara luring.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Perhimpunan Literasi Indonesia, Wien Muldian menyampaikan bahwa kekuatan berbahasa sangat dekat dengan dunia informasi dan pengetahuan sebagai wujud identitas diri. “Intervensi teknologi yang begitu cepat memengaruhi cara kita berkomunikasi, sehingga kemampuan berbahasa menjadi penting agar dapat dipahami oleh manusia di seluruh dunia dan diterima sebagai bahasa internasional,” ujarnya.

“Bahasa Indonesia maupun bahasa daerah dikenal dunia karena munculnya kreativitas dalam cara berkomunikasi dan berbahasa yang unik. Bahasa merupakan kekuatan besar untuk mendorong perubahan, tidak hanya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, tetapi juga dalam membangun kapasitas masyarakat Indonesia. Setiap individu perlu memiliki kapasitas identitas dalam berbahasa itu sendiri,” tambah Wien.

Kegiatan diseminasi kebahasaan dan kesastraan ini merupakan wujud nyata perhatian terhadap pengembangan kebahasaan dan kesastraan bagi masyarakat. Pemanfaatan kegiatan dan pengelolaan sumber daya manusia yang baik tentu memerlukan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah sebagai pembuat kebijakan, komunitas sebagai penggerak, maupun masyarakat umum sebagai penerima manfaat.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanbermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Dongkrak Kreativitas Komunitas Literasi dan Sastra Berkarya Lewat Majalah Liris dan Bantuan Pemerintah Read More »

Kemendikdasmen Perkuat Akses Layanan Kebahasaan yang Inklusif melalui UKBI Adaptif Bagi Disabilitas Rungu

Kemendikdasmen Perkuat Akses Layanan Kebahasaan yang Inklusif melalui UKBI Adaptif Bagi Disabilitas Rungu

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 644/sipers/A6/IX/2025

Kemendikdasmen Perkuat Akses Layanan Kebahasaan yang Inklusif melalui UKBI Adaptif Bagi Disabilitas Rungu

Jakarta, 10 Oktober 2025 — Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan kebahasaan yang setara, modern, dan inklusif.
Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif bagi Disabilitas Rungu menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa untuk semua, tanpa batas kemampuan, wilayah, atau latar belakang.

Sebagai bagian dari transformasi layanan kebahasaan nasional, pengembangan UKBI Adaptif bagi disabilitas rungu menjadi terobosan penting agar layanan kebahasaan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan peningkatan posisi bahasa Indonesia di dunia internasional, yaitu bahasa Indonesia kini menjadi bahasa resmi kesepuluh yang digunakan dalam sidang UNESCO dan telah diajarkan di lebih dari 57 negara.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa UKBI merupakan sarana penting untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia sehingga perlu terus dikembangkan agar menjangkau semua lapisan masyarakat.

“Seiring dengan transformasi digitalisasi layanan kebahasaan dan kesastraan, pengembangan aplikasi UKBI bagi disabilitas rungu selaras dengan visi Kemendikdasmen mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Saya menyampaikan apresiasi atas inovasi dan kreativitas yang terus dikembangkan ini. Semoga melalui uji coba aplikasi UKBI bagi disabilitas rungu ini akan diperoleh masukan yang konstruktif,” ujarnya dalam kegiatan Uji Coba Soal UKBI Adaptif dan Uji Coba UKBI Disabilitas Rungu.

UKBI merupakan instrumen resmi untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia bagi seluruh pengguna bahasa Indonesia, baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing. UKBI terus dikembangkan dari waktu ke waktu hingga kini menjadi UKBI Adaptif, sebuah sistem digital yang memungkinkan peserta untuk mengikuti ujian dari mana saja dan kapan saja. UKBI Adaptif bagi Disabilitas Rungu menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua dan mendukung pendidikan yang inklusif agar setiap pengguna bahasa Indonesia, termasuk disabilitas rungu, dapat memiliki kesempatan yang sama untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia mereka.

Balai dan Kantor Bahasa Provinsi Selenggarakan Uji Coba UKBI Adaptif bagi Disabilitas Rungu

Badan Bahasa, Kemendikdasmen telah melaksanakan UKBI Adaptif bagi Disabilitas Rungu pada tanggal 8–9 Oktober 2025. Khusus bagi peserta disabilitas rungu, kegiatan ini digelar serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 9 Oktober 2025 melalui balai dan kantor bahasa di setiap provinsi dan diikuti 222 peserta.

Kegiatan ini terdiri atas dua bagian utama, yaitu uji coba soal UKBI Adaptif secara umum dan uji coba aplikasi UKBI Adaptif bagi disabilitas rungu. Uji coba soal secara umum telah dilaksanakan di tujuh provinsi, yaitu Kepulauan Riau, Yogyakarta, NTB, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, dan DKI Jakarta. Tujuannya untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua dan pendidikan yang inklusif.

“Kami ingin memastikan soal dan aplikasi ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna disabilitas rungu. Harapannya, UKBI dapat dimanfaatkan masyarakat luas untuk pemetaan kemampuan, peningkatan kompetensi, atau seleksi karier, dan ke depan dapat digunakan pula di sekolah-sekolah bagi peserta didik difabel,” jelas Hafidz.

Uji coba ini tidak hanya mengujikan soal, tetapi juga mengukur validitas dan reliabilitas instrumen UKBI Adaptif serta menguji kinerja aplikasi digital agar aplikasi UKBI Adaptif benar-benar ramah dan mudah diakses oleh difabel. Hasil kegiatan ini akan menjadi dasar pengembangan lebih lanjut supaya UKBI Adaptif makin inklusif, akurat, dan andal.

Salah satu peserta uji coba aplikasi UKBI Adaptif bagi disabilitas rungu, Dame, mengungkapkan pengalamannya, “Hari ini saya pertama kali ikut ujian. Bahasa itu berbeda karena kita punya budaya, bahasa Indonesia, dan bahasa isyarat. UKBI ini menyesuaikan kemampuan masing-masing. Jadi, jangan takut mencoba. Tes ini bisa bermanfaat untuk masa depan untuk kerja, kuliah, dan lainnya,” ujarnya dalam bahasa isyarat.

Dua peserta warga negara asing, Maram Al Arnab (Suriah) dan Chiara (San Marino), menilai bahwa UKBI sangat penting bagi penutur asing. “Sertifikat UKBI membantu kami untuk mendapatkan pekerjaan di Indonesia dan memudahkan kami memperoleh beasiswa,” tutur mereka.

Sementara itu, Haikal dari MTsN 9 Jakarta menyampaikan bahwa UKBI menjadi motivasi bagi pengguna bahasa Indonesia untuk terus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanbermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Perkuat Akses Layanan Kebahasaan yang Inklusif melalui UKBI Adaptif Bagi Disabilitas Rungu Read More »

Pelestarian Bahasa Sunda Dimantapkan dengan Festival Tunas Bahasa Ibu 2025

Pelestarian Bahasa Sunda Dimantapkan dengan Festival Tunas Bahasa Ibu 2025

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 635/sipers/A6/X/2025

Pelestarian Bahasa Sunda Dimantapkan dengan Festival Tunas Bahasa Ibu 2025

Bandung, 8 Oktober 2025—Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Jawa Barat 2025 resmi dibuka di Kota Bandung, Selasa (7/10). Kegiatan tahunan ini menjadi puncak dari rangkaian program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang diinisiasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan pemerintah daerah. Kegiatan pembukaan yang berlangsung meriah itu dihadiri oleh Wali Kota Bandung, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, serta para kepala unit pelaksana teknis Kemendikdasmen di wilayah Jawa Barat.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Herawati, menyampaikan bahwa FTBI tahun ini diikuti oleh peserta dari 27 kabupaten/kota yang terdiri atas 378 siswa SD dan 364 siswa SMP. “Rangkaian revitalisasi bahasa daerah di Jawa Barat dimulai dengan koordinasi antarinstansi, diskusi kelompok terpumpun, diseminasi, dan pelatihan peningkatan kompetensi guru bahasa daerah yang disertai dengan FTBI dari tingkat kecamatan hingga provinsi,” ujarnya.

Menurut Herawati, kegiatan FTBI bukanlah akhir dari program revitalisasi, melainkan bagian penting dari upaya pelestarian berkelanjutan. “FTBI merupakan wadah apresiasi penutur muda bahasa Sunda yang telah menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa dan budaya Sunda,” katanya. Ia menambahkan bahwa tujuh mata lomba yang digelar—mulai dari nembang pupuh, biantara, ngarang carpon, maca jeung tulis aksara Sunda, borangan (komedi tunggal), maca sajak, hingga ngadongeng—menjadi ruang ekspresi generasi muda untuk memartabatkan bahasa ibu mereka.

Herawati menegaskan bahwa bahasa Sunda adalah aset bangsa yang tidak ternilai. “Keberagaman 718 bahasa daerah di Indonesia telah menjadi manikam Nusantara. Kearifan lokal yang adiluhung tersimpan dalam bahasa daerah,” ucapnya. Ia juga berharap pemerintah daerah lebih aktif mengambil peran. “Kami berharap RBD atau FTBI pada tahun mendatang dapat dikoordinasikan oleh pemerintah daerah. Antusiasme dan respons positif dari pemerintah daerah sangat penting karena pelestarian bahasa daerah merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, mengingatkan pentingnya menjaga bahasa daerah di tengah ancaman kepunahan. “Saat ini, dari 718 bahasa daerah, sebelas sudah punah. Sebanyak 25 persen masih tergolong aman seperti bahasa Sunda, Jawa, Banjar, dan Bali, sedangkan 75 persen lainnya dalam kondisi memprihatinkan,” ujar Imam.

Imam menyoroti bahwa bahasa yang dianggap aman pun menghadapi tantangan besar. “Bahasa Jawa dan Sunda yang aman ternyata tidak aman-aman betul. Seberapa banyak anak muda sekarang yang bisa membaca dan menulis aksara Sunda, seberapa banyak yang bisa menembang daerah?” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa revitalisasi bahasa daerah yang dilakukan Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah adalah langkah konkret menjaga warisan bangsa. “Upaya kita ini tidak sekadar slogan di atas kertas, tetapi implementasi nyata di lapangan. Kita harus mempertahankan agar upaya pelestarian bahasa daerah menjadi kerja bersama, bukan jalan sendiri-sendiri,” tutup Imam.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, M. Farhan, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya FTBI di Kota Bandung yang dikenal sebagai pusat peradaban budaya di Jawa Barat. “Kota Bandung merupakan melting pot, semua budaya ada di sini,” ujarnya. Ia menuturkan hal tersebut dalam pidato sambutannya menggunakan bahasa Sunda untuk membuktikan kecintaan dan kepiawaiannya dalam berbahasa ibu.

“Basa téh cicirén bangsa, leungit basana, ilang bangsana. Basa indung téh basa anu kaanggo pisan dina level personal. Yen ayeuna kedah tiasa janten basa sambutan,” ujar Farhan dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Bandung berkomitmen menjaga ruang publik yang ramah terhadap ekspresi budaya dan seni. Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan ialah menyesuaikan penamaan taman kota dengan sistem toponimi daerah. “Misalnya, Taman Lansia akan diubah menjadi Taman Cihapit atau Taman Diponegoro. Di balik nama daerah selalu ada cerita dan filosofi yang mendalam,” katanya.

Farhan menutup sambutannya dengan harapan dalam bahasa Sunda, “Mugia basa Sunda hurip kalawan hirup nanjung apanjang apunjung,” tutup Farhan.

Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 menjadi momentum penting memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam melestarikan bahasa daerah, khususnya bahasa Sunda, agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus globalisasi.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

Pelestarian Bahasa Sunda Dimantapkan dengan Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 Read More »