Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara

Tak Berkategori

Sinergisitas Kemendikdasmen dan BP3OKP Dorong Percepatan Pelindungan Bahasa Daerah Papua

Siaran PersKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 915/sipers/A6/XII/2025

Sinergisitas Kemendikdasmen dan BP3OKP Dorong Percepatan Pelindungan Bahasa Daerah Papua

Sorong, 21 Desember 2025 – Tanah Papua merupakan wilayah dengan keberagaman bahasa daerah terbanyak di Indonesia. Dari sekitar 718 bahasa daerah, sebanyak 428 berada di Papua dengan tingkat vitalitas yang beragam. Sebagiannya bahkan telah teridentifikasi terancam punah. Kondisi ini menegaskan bahwa urgensi pelindungan bahasa daerah sebagai bagian dari penjagaan identitas, pengetahuan lokal, dan jati diri masyarakat Papua, bersifat mutlak dan mendesak.

Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) memperkuat kolaborasi dengan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) serta pemerintah daerah. Sinergisitas antara pusat dan daerah ini diarahkan untuk mempercepat pelindungan bahasa dan sastra daerah secara terencana dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari penguatan koordinasi, Pra-Rapat Koordinasi Teknis diselenggarakan pada 18–20 Desember 2025 di Sorong dengan melibatkan Koordinator BP3OKP, Gubernur Papua Barat Daya, Wakil Bupati Sorong Selatan, jajaran pemerintah daerah di Provinsi Papua Barat Daya, tokoh adat dan keagamaan, akademisi, pendidik, serta pemangku kepentingan lainnya. Forum ini membahas penyelarasan dan pengintegrasian pelindungan bahasa daerah ke dalam perencanaan program pembangunan daerah.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menekankan bahwa pelindungan bahasa daerah di Papua harus dilakukan melalui kerja bersama lintas sektor. “Badan Bahasa tidak bisa bekerja sendiri. Pelindungan bahasa daerah hanya dapat berhasil melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan di Papua,” tegasnya. Ia menambahkan, kerja sama dengan BP3OKP menjadi bagian dari strategi penguatan pelindungan bahasa, salah satunya melalui penyusunan regulasi, kebijakan dan program pelindungan bahasa dan sastra di Papua. Kegiatan yang dapat diprogramkan antara lain penyusunan kamus bahasa daerah, dan penyusunan buku cerita anak dwibahasa (bahasa daerah Papua–bahasa Indonesia) agar anak-anak dapat menguasai bahasa Indonesia tanpa kehilangan identitas kebahasaannya sejak dini.

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menegaskan bahwa pelindungan bahasa daerah merupakan kewajiban moral dan spiritual. “Bahasa daerah adalah bagian dari keberagaman budaya dan etnik Indonesia yang merupakan karunia Tuhan. Karena itu, bahasa daerah wajib dijaga dan dilestarikan. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyambut baik kolaborasi ini dan siap bekerja sama melindungi bahasa daerah di seluruh Tanah Papua,” ujarnya.

Koordinator BP3OKP wilayah Papua, Albert Yoku, menegaskan posisi strategis Papua dalam pelindungan bahasa daerah secara nasional. “Dari sekitar 718 bahasa daerah di Indonesia, 428 berada di Tanah Papua. Ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Undang-Undang Otonomi Khusus Papua telah memberikan landasan kuat bagi pelindungan hak atas bahasa dan budaya orang asli Papua, namun perlu ditindaklanjuti melalui regulasi operasional, dukungan kebijakan daerah, ketersediaan guru bahasa daerah, serta penganggaran yang memadai. “Tidak mengenal bahasa daerah ibarat kehilangan arah dan jati diri,” tambahnya.

Wakil Bupati Sorong Selatan, Petronela Krenak, mengingatkan bahwa bahasa merupakan identitas dan warisan yang harus dijaga di tengah pesatnya perkembangan teknologi. “Bahasa adalah identitas dan alat komunikasi yang tidak boleh terkikis oleh teknologi. Manusia bisa berakhir dengan hidupnya, tetapi bahasa tidak pernah berakhir. Karena itu, kita semua bertanggung jawab menjaga dan melindungi bahasa daerah,” ujarnya.

Dalam paparannya, Sekretaris Badan Bahasa, Ganjar Harimansyah menambahkan, kondisi kebahasaan di Papua berada pada situasi yang sangat genting. “Hampir seluruh bahasa dan dialek di Papua terancam punah. Keberadaannya seperti gunung es yang terlihat hanya sebagian kecil dari kondisi sebenarnya,” ujarnya. Ia mencontohkan bahasa Moi di Papua Barat Daya sebagai bahasa besar yang memerlukan perhatian serius serta menekankan pentingnya rasa kepemilikan masyarakat terhadap bahasa daerah. Ganjar juga mendorong pendekatan kreatif melalui pemanfaatan bahasa daerah di ruang publik, produk kreatif, serta pengembangan sistem informasi terintegrasi untuk memantau percepatan pelindungan bahasa di Papua.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menjelaskan bahwa pelindungan bahasa dan sastra daerah diarahkan pada strategi berkelanjutan. “Dokumentasi bahasa tidak berhenti pada pengumpulan data. Bahasa harus kembali diajarkan kepada pemiliknya agar tetap hidup dan digunakan di komunitas,” jelasnya. Menurutnya, bahasa perlu dihidupkan melalui praktik sehari-hari, seperti lagu daerah, cerita rakyat, doa, serta penggunaan di ranah keluarga, komunitas, dan ritual keagamaan.

Forum ini juga menyerap praktik baik dari daerah. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Papua Barat Daya telah menerbitkan kamus bergambar bahasa Moi sebagai bahan ajar anak dan tengah mengembangkan kamus audio untuk mengakomodasi perbedaan dialek. Dari sektor pendidikan, disampaikan tantangan keterbatasan anggaran, sekaligus komitmen pemerintah daerah untuk menerapkan muatan lokal bahasa Moi pada tahun ajaran mendatang.

Ke depan, para pemangku kepentingan menekankan pentingnya penguatan kelembagaan pelindungan bahasa di Tanah Papua. Saat ini, satu balai bahasa melayani enam provinsi dengan cakupan wilayah dan kompleksitas yang sangat besar. Oleh karena itu, mengemuka harapan agar setiap provinsi di Tanah Papua memiliki balai bahasa sendiri guna memperkuat pendampingan komunitas, mempercepat dokumentasi dan revitalisasi bahasa daerah, serta memastikan kebijakan berjalan lebih kontekstual dan berkelanjutan.

Menutup kegiatan, Kepala Badan Bahasa dan Koordinator BP3OKP menandatangani perjanjian kerja sama sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengawal pelindungan bahasa dan sastra daerah. Melalui kolaborasi pusat dan daerah yang solid, Papua diharapkan menjadi contoh nasional dalam pelindungan bahasa daerah bukan hanya mencegah kepunahan, tetapi juga menghidupkan kembali bahasa sebagai bagian utuh dari kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Sinergisitas Kemendikdasmen dan BP3OKP Dorong Percepatan Pelindungan Bahasa Daerah Papua Read More »

Kemendikdasmen Apresiasi Unit Kerja Berintegritas melalui Penghargaan ZI WBK, WBBM, dan Pelayanan Prima

Kemendikdasmen Apresiasi Unit Kerja Berintegritas melalui Penghargaan ZI WBK, WBBM, dan Pelayanan Prima

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 879/sipers/A6/XII/2025

Jakarta, 10 Desember 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan penghargaan kepada unit kerja yang berhasil meraih predikat Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI WBK), Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), serta Pelayanan Prima kategori A hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Mandiri Tahun 2025.Penyelenggaraan penghargaan ini sekaligus memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang mengusung tema “Satukan Aksi Basmi Korupsi”.

Pembangunan zona integritas merupakan bagian dari strategi nasional untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi. Upaya ini tidak hanya menitikberatkan pada perbaikan sistem birokrasi, tetapi juga penguatan budaya kerja aparatur agar lebih akuntabel, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Melalui Pelayanan Prima PEKPPP Mandiri, Kemendikdasmen melakukan pengukuran kinerja pelayanan secara holistik dan objektif untuk memastikan kualitas, transparansi, serta akuntabilitas layanan kepada masyarakat.

Tahun ini, capaian zona integritas di lingkungan Kemendikdasmen menunjukkan peningkatan signifikan. Dari 62 unit kerja yang diusulkan, 34 unit memenuhi syarat predikat Wilayah Bebas dari Korupsi, dan 14 unit meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. Angka ini meningkat 65,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 29 unit.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa penghargaan zona integritas bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat gerakan antikorupsi di lingkungan birokrasi pendidikan. “Pemberantasan dan pencegahan korupsi adalah fondasi utama untuk mewujudkan Indonesia maju serta bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya di Jakarta, 9 Desember 2025.

Wamen Atip menambahkan bahwa predikat zona integritas tidak hanya mencerminkan penilaian administratif, tetapi juga komitmen moral untuk menjaga integritas dan mencegah penyalahgunaan kewenangan. Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan dan etika merupakan pijakan utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang bersih dan terpercaya.
Ia juga mengaitkan predikat WBBM dengan pemenuhan hak asasi manusia generasi baru, yaitu procedural rights. “Masyarakat memiliki hak untuk mengetahui, hak untuk didengar, dan hak untuk dilayani oleh negara. Pelayanan publik pada hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia,” tuturnya.

Pelaksana Harian Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen dan Kepala Biro Organisasi Sumber Daya Manusia, Abdullah Faqih, turut menyampaikan laporan pelaksanaan pembangunan ZI WBK/WBBM Tahun 2025. Ia menegaskan bahwa integritas birokrasi merupakan elemen strategis dalam mencegah korupsi. “Momentum ini menegaskan pada kita semua bahwa integritas birokrasi adalah detak utama pencegahan korupsi yang paling strategis,” ujarnya.

Faqih menjelaskan bahwa pembangunan zona integritas dilakukan melalui pendampingan kolaboratif antara Sekretariat Jenderal, pimpinan unit utama, dan Inspektorat Jenderal. Penilaian internal berlangsung sejak Januari hingga Mei 2025 melalui dua pendekatan, yakni dash evaluation untuk menilai kepatuhan administratif, serta visitasi lapangan untuk memastikan implementasi budaya kerja di unit kerja. “Pendekatan ini memastikan bahwa predikat tidak sekadar compliant dokumen, tetapi benar-benar mencerminkan dampak nyata sebagai budaya kerja,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan zona integritas tidak hanya tentang kepatuhan administratif, tetapi juga pembentukan karakter organisasi yang bersih, empatik, inklusif, dan terpercaya oleh masyarakat. “Ketika kesantunan menjadi standar dan budaya kerja, kualitas layanan tidak hanya baik di atas kertas, tetapi juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Upaya mewujudkan ZI WBK, WBBM, dan pelayanan publik yang prima merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi, inovasi layanan, perbaikan berkelanjutan, dan komitmen kuat seluruh jajaran. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa satuan kerja mampu menjaga kepercayaan publik melalui reformasi birokrasi yang konsisten, inovasi yang berkesinambungan, serta layanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Apresiasi Unit Kerja Berintegritas melalui Penghargaan ZI WBK, WBBM, dan Pelayanan Prima Read More »

Pidato Mendikdasmen Jadi Awal Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kerja di Sidang Umum UNESCO

Pidato Mendikdasmen Jadi Awal Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kerja di Sidang Umum UNESCO

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 733/sipers/A6/XI/2025

Pidato Mendikdasmen Jadi Awal Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kerja di Sidang Umum UNESCO

Samarkand, Uzbekistan, 4 November 2025 – Dalam Sidang Umum UNESCO ke-43 di Kota Samarkand, Uzbekistan, momen bersejarah telah terjadi saat bahasa Indonesia secara resmi pertama kali digunakan sebagai bahasa kerja dalam Sidang Umum UNESCO. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat menyampaikan Pernyataan Nasional pada Sidang Umum UNESCO ke-43 di Kota Samarkand, Uzbekistan, Selasa (4/11).

Mengawali pernyataannya, Menteri Mu’ti memulai dengan sebuah pantun yang merupakan sebuah budaya takbenda yang telah diakui pada Sidang Umum UNESCO pada tanggal 17 Desember 2020 yang lalu. “Bunga selasih mekar di taman, petik setangkai buat ramuan. Terima kasih saya ucapkan, atas kesempatan menyampaikan pernyataan,” ujar Mendikdasmen.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Mu’ti turut menyampaikan apresiasi atas dukungan dari UNESCO dan semua negara anggota yang telah mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa kerja ke-10 pada Sidang Umum UNESCO pada 20 November 2023.

Menteri Mu’ti mengatakan, bahwa bahasa Indonesia telah lama berfungsi sebagai jembatan kesatuan di seluruh archipelago Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, 700 bahasa lokal, dan 1.300 etnik. Pada hari ini, ucap Menteri Mu’ti, bahasa Indonesia kembali mengukuhkan eksistensinya di dunia internasional sebagai jembatan pengetahuan antara negara.

Di akhir pidatonya, Menteri Mu’ti turut menutupnya dengan sebuah pantun. “Dari Jakarta ke Samarkand, kota bersejarah nan menawan. Jika manusia bergandeng tangan, dunia indah penuh kedamaian,” tandasnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-per

#PendidikanBermutuuntukSemua
#Kemendikdasmen

Pidato Mendikdasmen Jadi Awal Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kerja di Sidang Umum UNESCO Read More »

Mendikdasmen Tegaskan Pendidikan adalah Kunci dalam Menjaga Kedudukan Bahasa Indonesia

Mendikdasmen Tegaskan Pendidikan adalah Kunci dalam Menjaga Kedudukan Bahasa Indonesia

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 707/sipers/A6/X/2025

Jakarta, 31 Oktober 2025—Sejalan dengan semangat peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) kembali menyelenggarakan Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2025 dengan mengusung tema “Bahasa Indonesia Berdaulat, Indonesia Maju”. Acara ini menjadi momentum apresiasi kepada para pelaku bahasa dan sastra terbaik dari berbagai daerah di Indonesia serta menjadi ajang refleksi peran bahasa Indonesia sebagai pilar kebangsaan menuju Indonesia Emas.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa bahasa Indonesia memiliki peran yang sangat penting sebagai simbol kedaulatan bangsa dan identitas nasional. Ia juga menekankan bahwa pendidikan menjadi kunci utama dalam menjaga dan memperkuat kedudukan bahasa Indonesia di tengah perkembangan global. Bahasa Indonesia hadir bukan sekadar sebagai alat komunikasi, melainkan juga sebagai manifestasi dari kedaulatan kita sebagai sebuah bangsa merdeka. Ia menjadi simbol yang menyimpan nilai-nilai kebangsaan, identitas, dan kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia.

“Pendidikan menjadi kunci yang sangat penting dalam upaya menjaga kedaulatan bahasa Indonesia. Sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, saya menegaskan kembali komitmen kami untuk terus memperkuat peran bahasa Indonesia dalam dunia pendidikan,” ujar Mu’ti di Jakarta pada (28/10).

Mendikdasmen juga menambahkan bahwa melalui pendidikan, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat peran bahasa Indonesia agar setiap generasi bangsa mampu berpikir, berbicara, dan berkarya dengan bahasa Indonesia yang bernalar, berkarakter, dan kreatif. Bahasa Indonesia harus menjadi penghela ilmu pengetahuan yang dapat berkontribusi dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa, menjadi alat berpikir dan bernalar, wahana pembentukan nilai dan karakter, serta wadah ekspresi dan kreativitas yang memperkaya pemikiran dan kepribadian anak-anak kita.

“Inilah saatnya kita memastikan bahwa setiap generasi bangsa Indonesia mampu berpikir, berbicara, dan berkarya dengan bahasa Indonesia. Dengan begitu, kita dapat mewujudkan generasi emas yang cerdas, unggul, berkarakter, dan berdaya saing global,” ujar Menteri Mu’ti.

Menteri Mu’ti mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan terhadap bahasa Indonesia. Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan berbahasa yang santun serta mendorong peran bahasa Indonesia agar makin dikenal di dunia internasional. “Mari, kita menjadi generasi yang bangga, mahir, dan maju dengan bahasa Indonesia. Mari, kita dorong anak-anak kita untuk berbahasa dengan santun dan ramah dalam kehidupan sosial sehari-hari, baik secara lisan maupun tulisan, dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Lebih lanjut, kita juga harus bersama-sama membawa bahasa Indonesia untuk bergerak maju ke ranah internasional,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa tema “Bahasa Indonesia Berdaulat, Indonesia Maju” menjadi penegasan penting atas peran bahasa dalam menjaga kedaulatan bangsa. Menurutnya, kedaulatan bahasa harus diposisikan sebagai bagian dari semangat nasional yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. “Kedaulatan bahasa adalah kedaulatan bangsa. Bahasa Indonesia menjadi perekat, penghela, dan penggerak semangat kebangsaan yang menyatukan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Hafidz menambahkan bahwa pada tahun ini Bulan Bahasa dan Sastra diramaikan dengan sembilan kegiatan utama, antara lain Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional, Festival Musikalisasi Puisi, Festival Handai Indonesia, Lomba Cerdas Mengulas Buku, Lomba Mendongeng bagi Penyandang Disabilitas Netra, Sayembara Video Kreatif Pemanfaatan Laman Penjaring, Adu Kreasi Duta Bahasa Se-Indonesia, Menjalin Indonesia, dan Pentas Sastra di Badan Bahasa. Selain itu, juga diadakan pameran, seminar kebangsaan, dan peluncuran produk kebahasaan. Tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi para pelaku bahasa dan sastra, puncak perayaan Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2025 juga diisi dengan peluncuran berbagai produk dan capaian Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang menandai kemajuan program kebahasaan dan kesastraan di tingkat nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meraih Penghargaan Adibahasa Tahun 2025. Penghargaan ini ditujukan untuk mengapresiasi pemerintah provinsi yang berhasil dalam pembangunan kebahasaan dan kesastraan. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menekankan pentingnya pengembangan literasi dan sastra yang tidak hanya berskala lokal, tetapi juga dapat menembus ranah internasional. “Saya kira (kegiatan) ini sangat bagus karena menyangkut masalah literasi, entah itu sastra, saya kira ini sangat penting. Kami mencoba bagaimana sastra itu tidak hanya lokal di Indonesia, bisa tidak negara ini ambil inisiatif sastra itu internasional karena kita bicara pada aspek budaya literasi. Budaya itu menjadi sesuatu yang penting,” ujar Sri Sultan.

Selain itu, Kirana, siswi SDN Unggaran 1 Yogyakarta, berhasil meraih Juara Terbaik 1 Lomba Cerdas Mengulas Buku melalui ulasannya terhadap buku Menunggu Ibu. Kirana mengaku tidak menyangka dan terkejut bisa mendapatkan juara pertama. “Saya tidak menyangka dan terkejut bisa mendapatkan juara satu. Membaca buku menambah ilmu pengetahuan dan membuka jendela pengetahuan untuk saya,” ujar Kirana dengan senyum bahagia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Mendikdasmen Tegaskan Pendidikan adalah Kunci dalam Menjaga Kedudukan Bahasa Indonesia Read More »

Bahasa sebagai Jembatan Persahabatan: Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia Teguhkan Komitmen Bersama

Bahasa sebagai Jembatan Persahabatan: Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia Teguhkan Komitmen Bersama

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 702/sipers/A6/X/2025

Bahasa sebagai Jembatan Persahabatan: Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia Teguhkan Komitmen Bersama

Jakarta, 30 Oktober 2025 —  Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menyelenggarakan Seminar Kebahasaan Antarbangsa Majelis Bahasa Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia (Mabbim) di Jakarta, Selasa (28/10).

Mengusung tema “Peranan Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu dalam Diplomasi dan Hubungan Antarbangsa,” forum ini menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi linguistik serumpun sekaligus menegaskan peran bahasa sebagai instrumen strategis dalam kerja sama pendidikan, budaya, dan politik luar negeri.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum ini diharapkan dapat melahirkan semangat baru guna merefleksikan visi kawasan yang berwibawa dan berdaya saing global. Mabbim sejak awal berdiri menjadi simbol koordinasi kebijakan, peristilahan tata bahasa, dan pelestarian bahasa negara anggota.

“Di tengah arus global dan kemajuan teknologi yang menguat, ketiga negara memiliki peluang besar untuk membangun ekosistem kerja sama kebahasaan yang tangguh dan relevan bagi generasi mendatang. Mulai dari pendidikan, diplomasi publik, hingga standardisasi istilah untuk ilmu pengetahuan,” ujar Mendikdasmen.

Lebih lanjut, Mendikdasmen menegaskan tiga pesan penting dalam kebijakan kebahasaan. Pertama, bahasa sebagai mandat konstitusional dan rumah kebangsaan. Bahasa memelihara persatuan, menjaga martabat, dan mengantar warga pada layanan publik yang bermutu.

Kedua, bahasa sebagai infrastuktur pengetahuan. Kehadiran KBBI, korpus peristilahan, dan standar kemahiran berbahasa dapat menuntun sains, pendidikan, dan naskah resmi menuju peningkatan mutu. Ketiga, bahasa sebagai sebagai jembatan persahabatan antarbangsa. Diplomasi kebahasaan, pengajaran BIPA, dan standardisasi bersama mempermudah mobilitas dan meneguhkan posisi kawasan di panggung global.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menambahkan bahwa seminar Mabbim menjadi momentum untuk mempererat hubungan persahabatan antarnegara serumpun. “Seminar kebahasaan antarbangsa ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat persatuan, keragaman, dan diplomasi bahasa di kancah antarbangsa,” tuturnya.

Menurut Hafidz, bahasa Indonesia dan bahasa Melayu merupakan warisan agung yang tidak hanya mencerminkan identitas kebangsaan, tetapi juga menjembatani peradaban serumpun di Asia Tenggara. Dalam konteks global yang terus berubah, kedua bahasa ini memegang peran strategis untuk memperkuat kerja sama regional, memperluas diplomasi budaya, dan memperkaya komunikasi antarbangsa.

“Semoga pertemuan ini semakin memperkuat peran Mabbim sebagai pelopor kerja sama kebahasaan yang berorientasi pada kemajuan bersama. Mari kita jadikan bahasa sebagai pembawa pesan perdamaian dan keadaban,” imbuhnya.

Dari Brunei Darussalam, Pemangku Pengarah Dewan Bahasa dan Pustaka, Awang Suip bin Haji Abdul Wahab, menilai bahwa Mabbim lahir dari semangat bersama untuk mendukung, memajukan, dan menyatukan bahasa Melayu dan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu, bahasa resmi, dan bahasa integrasi antarbangsa.

“Mabbim menjadi komponen penting dalam kerja sama kebahasaan, menandakan kesepakatan tiga bangsa serumpun dalam menjadikan bahasa kita sebagai lambang ilmu dan jatidiri bersama,” katanya.

Senada dengan itu, Hazami bin Jahari, yang diwakili oleh Pengarah Jabatan Pembinaan Bahasa dan Sastera, Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia, Tuan Haji Mohd Salahuddin bin Dato’ Paduka Mohamed, menyebut Mabbim sebagai sebuah badan kebahasaan yang telah mempererat hubungan persahabatan dan persaudaraan tiga wilayah serumpun, menegaskan semangat kebersamaan melalui satu bahasa yang serumpun.

“Melalui Mabbim, kita tidak hanya membicarakan bahasa sebagai alat komunikasi, tetapi sebagai bahasa ilmu dan peradaban tinggi yang menjadi jembatan penghubung antarbangsa,” ujarnya.

Melalui forum Mabbim 2025, Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia meneguhkan komitmen untuk menjadikan bahasa sebagai fondasi persahabatan, ilmu pengetahuan, dan diplomasi antarbangsa. Dalam semangat Bulan Bahasa, ketiga negara serumpun ini membuktikan bahwa bahasa bukan sekadar warisan budaya, melainkan juga kekuatan strategis yang mempererat hubungan regional dan memperkuat posisi kawasan di kancah global.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Bahasa sebagai Jembatan Persahabatan: Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia Teguhkan Komitmen Bersama Read More »

Puncak Apresiasi FHI 2025: Kemendikdasmen Beri Penghargaan WNA Mahir dan Kreatif Berbahasa Indonesia

Puncak Apresiasi FHI 2025: Kemendikdasmen Beri Penghargaan WNA Mahir dan Kreatif Berbahasa Indonesia

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Puncak Apresiasi FHI 2025: Kemendikdasmen Beri Penghargaan WNA Mahir dan Kreatif Berbahasa Indonesia

Jakarta, 28 Oktober 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sukses menyelenggarakan Festival Handai Indonesia (FHI) 2025 di Jakarta, Senin (27/10). Ajang internasional tahunan ini kembali menjaring talenta – talenta terbaik dari warga negara asing yang fasih berbahasa Indonesia dan mendalami budaya, yang disebut Handai Indonesia. Kegiatan ini diadakan untuk menyediakan wahana unjuk kemahiran dan kreativitas warga negara asing dalam bertutur dan menulis kreatif dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan apresiasi yang tulus atas semangat dan ketekunan para nomine peserta terbaik FHI 2025 dalam belajar bahasa Indonesia. Mereka berusaha membuktikan kemampuan dan kreativitasnya dalam menggunakan bahasa Indonesia sehingga dapat menjadi nomine peserta terbaik dalam festival ini.

“FHI dirancang untuk memanfaatkan bahasa Indonesia sebagai sarana, yang tidak hanya mendekatkan warga dunia dengan Indonesia, tetapi juga saling menghubungkan di antara warga dunia untuk secara bersama-sama lebih memahami Indonesia. Melalui lomba-lomba bertutur kreatif dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam festival ini, para handai Indonesia, bestie-nya Indonesia, atau best friends of Indonesia menunjukkan keluasan wawasan, kelapangan perasaan, dan kedalaman pemahaman mereka tentang Indonesia yang patut diberi apresiasi, “ ungkapnya.

FHI keenam ini sudah diselenggarakan sejak tahun 2020 dan terus mengalami perkembangan dari segi format penyelenggaraan dan jumlah peserta. Tahun ini, FHI menghadirkan format penyelenggaraan yang berbeda dari tahun sebelumnya. FHI 2025 menerapkan sistem penilaian satu tahap melalui pengiriman karya video secara daring. Hal ini sedikit berbeda dengan FHI 2024 yang menggunakan sistem penilaian berjenjang dengan babak penyisihan dan babak final. Perubahan ini dirancang untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi handai Indonesia di seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam festival ini .

FHI 2025 dilaksanakan melalui lima jenis lomba berbahasa Indonesia, yaitu lomba bercerita, bernyanyi, berpantun, berpidato, dan berpuisi. Jumlah pendaftar FHI 2025 sebanyak 436 orang yang berasal dari 60 negara. Karya peserta berupa video penampilan dikirim secara daring kepada panitia, kemudian dinilai oleh dewan juri dan dihasilkan 35 orang nomine peserta terbaik yang berasal dari 23 negara. Secara alfabetis 23 negara tersebut ialah sebagai berikut: Afganistan, Amerika Serikat, Argentina, Australia, Filipina, India, Italia, Jepang, Kamboja, Kirgiztan, Korea Selatan, Malaysia, Pakistan, Peru, Republik Demokratik Kongo, Rusia, Sudan, Thailand, Timor Leste, Turki, Uzbekistan, Vietnam, dan Yaman. Para nomine tersebut berprofesi, antara lain, sebagai mahasiswa, guru, sukarelawan, pemengaruh, profesional, pegawai pemerintah negara sahabat, dan pegawai kedutaan negara sahabat di Indonesia.

Untuk memberikan apresiasi kepada 35 orang nomine peserta terbaik FHI 2025, pada 25—31 Oktober 2025 dilaksanakan kegiatan Apresiasi FHI 2025 di Jakarta. Sementara itu, pada 27 Oktober 2025 dilaksanakan acara Puncak Apresiasi FHI 2025 untuk memberikan penghargaan peserta terbaik I—III dari setiap lomba. Berikut data peserta terbaik I—III setiap lomba dalam FHI 2025 yang menerima penghargaan dari Badan Bahasa, Kemendikdasmen.

Dalam laporan pada acara Puncak Apresiasi FHI 2025, Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Iwa Lukmana, menyampaikan bahwa banyaknya jumlah handai Indonesia yang berpartisipasi dalam FHI 2025 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Diplomasi Publik dan Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, termasuk para Atase Pendidikan dan Kebudayaan, lembaga penyelenggara program pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di dalam dan luar negeri, serta para pengajar dan pegiat BIPA.

Bagi peserta FHI 2025, ajang ini bukan sekadar lomba, melainkan tempat untuk menjalin persahabatan dan merayakan keberagaman. Salah seorang peserta terbaik lomba bernyanyi dalam FHI 2025, Kristen D., penggemar dangdut asal Amerika Serikat yang pernah berduet dengan Sang Raja Dangdut, H. Rhoma Irama, menyampaikan rasa bangganya menjadi salah satu peserta FHI. “Sebagai penyanyi dangdut dari Amerika, saya belajar bahasa Indonesia secara daring seminggu sekali dengan tutor dari Indonesia. Saya mengikuti FHI karena ingin menambah pengalaman baru dan mempraktikkan bahasa Indonesia saya, terutama dalam bernyanyi. Di sini saya senang sekali karena bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara yang sama-sama belajar bahasa Indonesia. Banyak dari mereka yang juga menyukai dangdut.”

Salah satu nomine peserta terbaik lomba berpidato FHI 2025 adalah Takumi Nakamura, mahasiswa Bahasa Indonesia asal Jepang. Ia mengikuti FHI karena termotivasi oleh pengalamannya sebagai mahasiswa pertukaran di Universitas Indonesia dan keterlibatannya dalam teater Laskar Pelangi. “Saya ingin mengikuti FHI untuk memberikan pendapat saya tentang pendidikan Indonesia,” katanya.

Sastrawan Agus Sarjono (Juri Lomba Berpuisi) mengaku kaget melihat keseriusan peserta dari berbagai negara. “Orang luar negeri bisa mengenal Indonesia dengan cara yang unik dan ramah lewat karya sastra. Penyelenggaraan FHI ini merupakan cara yang luar biasa untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia,” tuturnya.

Juri Lomba Bercerita, Awam Prakoso, menambahkan bahwa FHI adalah perayaan persahabatan antarbangsa. “Festival ini membuktikan bahwa bahasa Indonesia bisa menjadi jembatan budaya yang menghubungkan dunia dengan Indonesia. Peserta telah menjadi duta persahabatan Indonesia,” pujinya.

Dalam kesempatan acara Puncak Apresiasi FHI 2025 tersebut, Badan Bahasa, Kemendikdasmen juga menyampaikan penghargaan kepada sejumlah Perwakilan Republik Indonesia (PRI) di 10 negara dengan kategori pemelajar BIPA terbanyak. Kesepuluh negara dengan PRI yang aktif mengembangkan program pembelajaran BIPA tersebut ialah Amerika Serikat, Australia, Filipina, India, Jerman, Korea Selatan, Mesir, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. Selain itu, penghargaan khusus diberikan kepada Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Mesir atas kinerja dan dedikasi dalam menuntaskan pendirian Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X:x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Puncak Apresiasi FHI 2025: Kemendikdasmen Beri Penghargaan WNA Mahir dan Kreatif Berbahasa Indonesia Read More »

Kemendikdasmen Dongkrak Kreativitas Komunitas Literasi dan Sastra Berkarya Lewat Majalah Liris dan Bantuan Pemerintah

Kemendikdasmen Dongkrak Kreativitas Komunitas Literasi dan Sastra Berkarya Lewat Majalah Liris dan Bantuan Pemerintah

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 649/sipers/A6/X/2025

Kemendikdasmen Dongkrak Kreativitas Komunitas Literasi dan Sastra Berkarya Lewat Majalah Liris dan Bantuan Pemerintah

Jakarta, 12 Oktober 2025— Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berperan penting dalam pembinaan, pengembangan, pelindungan, dan pemartabatan bahasa serta sastra Indonesia. Sejak Juli 2025, melalui Majalah Liris, Badan Bahasa secara berkala menerbitkan Majalah Liris sebagai ajang berkreativitas dan menuangkan ide dalam bersastra untuk anak-anak dan para guru.

Liris adalah sebuah majalah sastra sebagai wadah inspirasi dan aspirasi bagi komunitas literasi dan sastra karena masih terbatasnya ruang kreativitas bagi siswa dan guru untuk menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk karya sastra. “Melalui media ini, harapannya masyarakat terdorong untuk terus menulis karya sastra dan menumbuhkan kebanggaan dalam memperkenalkan sastra kepada anak-anak sejak dini,” tutur Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin dalam Dialog Publik yang bertajuk “Kecakapan Bahasa, Keterampilan Literasi, dan Apresiasi Sastra dalam Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah” di ruang baca “Baca di Tebet”, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dialog ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal berbagai program dan kebijakan kebahasaan dan kesastraan yang dijalankan Badan Bahasa, sekaligus menjadi ruang diskusi dan penyampaian masukan terkait perkembangan kebahasaan dan kesastraan terkini, termasuk berbagai keresahan masyarakat terhadap isu-isu bahasa dan sastra.

Selain itu, Badan Bahasa juga berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI untuk memperkuat bidang kebahasaan dan kesastraan bagi guru, komunitas literasi, serta komunitas sastra melalui program bantuan pemerintah. Pada 2025 bantuan pemerintah untuk komunitas literasi telah disampaikan senilai Rp5 miliar untuk 50 komunitas literasi dan Rp5,4 miliar untuk 35 komunitas sastra dan 65 tokoh sastra di seluruh wilayah Indonesia. Bantuan tersebut digunakan untuk meningkatkan kompetensi SDM, mengembangkan berbagai kegiatan literasi, dan apresiasi di bidang sastra.

Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa Badan Bahasa memiliki empat program prioritas terkait kecakapan literasi, menjaga kedaulatan bahasa Indonesia sebagai pilar penting mempersatukan bangsa Indonesia melalui bahasa, pelestarian bahasa daerah sebagai sumber kekayaan Indonesia, serta penginternasionalan bahasa Indonesia. “Berbagai program Badan Bahasa diharapkan mampu memberikan manfaat luas serta mendorong sinergi dengan berbagai pihak sebagai upaya meningkatkan fungsi bahasa Indonesia secara sistematis dan keberlanjutan,” ujarnya.

Menyambut pernyataan tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, menekankan bahwa Komisi X DPR RI akan mendukung program pendidikan dari segi apapun untuk kebaikan rakyat. “DPR berkomitmen menjalankan undang-undang terkait kebahasaan dan kesastraan. DPR mendukung upaya kedaulatan bahasa dengan mengutamakan bahasa Indonesia,” ujar Himmatul di hadapan 100 orang yang hadir secara luring.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Perhimpunan Literasi Indonesia, Wien Muldian menyampaikan bahwa kekuatan berbahasa sangat dekat dengan dunia informasi dan pengetahuan sebagai wujud identitas diri. “Intervensi teknologi yang begitu cepat memengaruhi cara kita berkomunikasi, sehingga kemampuan berbahasa menjadi penting agar dapat dipahami oleh manusia di seluruh dunia dan diterima sebagai bahasa internasional,” ujarnya.

“Bahasa Indonesia maupun bahasa daerah dikenal dunia karena munculnya kreativitas dalam cara berkomunikasi dan berbahasa yang unik. Bahasa merupakan kekuatan besar untuk mendorong perubahan, tidak hanya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, tetapi juga dalam membangun kapasitas masyarakat Indonesia. Setiap individu perlu memiliki kapasitas identitas dalam berbahasa itu sendiri,” tambah Wien.

Kegiatan diseminasi kebahasaan dan kesastraan ini merupakan wujud nyata perhatian terhadap pengembangan kebahasaan dan kesastraan bagi masyarakat. Pemanfaatan kegiatan dan pengelolaan sumber daya manusia yang baik tentu memerlukan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah sebagai pembuat kebijakan, komunitas sebagai penggerak, maupun masyarakat umum sebagai penerima manfaat.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanbermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Dongkrak Kreativitas Komunitas Literasi dan Sastra Berkarya Lewat Majalah Liris dan Bantuan Pemerintah Read More »

Leksikografi dan Kecerdasan Artifisial: Adaptasi Teknologi untuk Kedaulatan Bangsa

Leksikografi dan Kecerdasan Artifisial: Adaptasi Teknologi untuk Kedaulatan Bangsa

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 418/sipers/A6/VIII/2025

Jakarta, 7 Agustus 2025 – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka Seminar Leksikografi Indonesia (SLI) ke-8 di Jakarta, Selasa (5/8). Tahun ini, seminar tahunan tersebut mengangkat tema “Leksikografi dan Kecerdasan Artifisial” sebagai respons atas dinamika baru dalam penyusunan kamus di era digital. Kegiatan yang diikuti oleh 120 peserta terpilih ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat fondasi perkamusan Indonesia yang adaptif terhadap teknologi.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, yang menekankan bahwa peran kamus tidak bisa dipisahkan dari sejarah perjuangan dan masa depan bahasa Indonesia. Menurutnya, dengan meluasnya penggunaan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang tercatat lebih dari 305 juta pencarian daring, kini tugas menjaga kualitas dan keberlanjutan kamus menjadi makin krusial.

Walau pencarian di KBBI sudah sangat masif, namun masih ada masyarakat yang belum memahami arti istilah tertentu dengan benar walaupun sering digunakan. Upaya sosialisasi istilah-istilah baru perlu dilakukan melalui berbagai media yang mudah diakses dan dipahami.

Dalam konteks perkembangan teknologi mutakhir, Hafidz menyoroti pentingnya pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) secara etis dan adaptif dalam pengembangan kamus. Ia mengingatkan bahwa AI bukan hanya alat bantu, tetapi juga medium yang bisa menyebarkan kata-kata yang positif yang dibangun bersama. “Etika dalam berbahasa itu penting, kata dalam KBBI bersumber dari kita. Maka KBBI harus mampu menjadi rujukan utama bagi sistem AI. Jangan sampai kosakata yang tidak santun dan tidak sesuai nilai budaya Indonesia justru menjadi yang paling mudah ditemukan melalui AI,” ungkap Hafidz.

Ia pun mencontohkan potensi teknologi dalam menyajikan data lintas bahasa. “Bayangkan jika anak muda ingin mencari padanan kata ‘saya’ dalam sepuluh bahasa daerah, lalu AI secara langsung menampilkan kosakata tersebut lengkap dengan suara penutur asli. Ini adalah ruang kreativitas luar biasa yang harus kita pelajari dan manfaatkan,” ujar Hafidz antusias.

Meski demikian, ia juga mengingatkan adanya dilema linguistik di era digital. Kosakata baru yang muncul dari komunitas daring atau media sosial perlu disaring sebelum masuk ke ruang formal. “Validitas, kesantunan, dan keterwakilan budaya menjadi parameter penting agar KBBI tetap menjadi acuan utama dalam ruang publik yang sehat dan beradab,” tegasnya.

Selain memaparkan capaian dan tantangan yang dihadapi, Hafidz juga mengungkapkan rencana strategis jangka panjang. Badan Bahasa akan menjalin kerja sama internasional dengan universitas ternama seperti Leiden University, dan berbagai perguruan tinggi di Australia untuk memperkuat kapasitas S2 dan S3 dalam bidang linguistik, leksikografi, dan kajian kebahasaan lainnya. Ia juga akan membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam negeri melalui program magang selama satu semester di Badan Bahasa untuk mendalami praktik perkamusan dan peristilahan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi refleksi menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia. Hafidz berharap para peserta dapat menyumbangkan pemikiran kritis dan strategis tentang bagaimana bahasa Indonesia mampu terus berkontribusi terhadap semangat kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. Ia juga memotivasi peserta untuk terus menjaga eksistensi dan perkembangan bahasa Indonesia, terutama dalam konteks pemanfaatan kecerdasan arifisial.

Dalam kesempatan yang sama, Dewi Puspita, Widyabasa Ahli Madya, mengungkapkan bahwa dalam seminar tahun ini antusiasme peserta sangat tinggi. Tercatat lebih dari 200 peserta mendaftar, dengan 60 makalah yang diterima dan 28 makalah terpilih untuk dipresentasikan. “Kami sangat mengapresiasi antusiasmen peserta yang mendaftar, namun kami belum bisa menyelenggarakan secara hibdira, guna menjaga kualitas diskusi, karena dunia perkamusan memerlukan keahlian dan konsentrasi khusus,” kata Dewi saat melaporkan acara tersebut.

Tema yang diangkat, “Leksikografi dan Kecerdasan Artifisial”, dielaborasi dalam lima subtema besar, mulai dari kebijakan leksikografi Indonesia, pengembangan sistem manajemen kamus, kamus multilingual, keterkaitan dengan data science, hingga isu-isu terminologi kontemporer. Di sela kegiatan juga akan dilaksanakan Sidang Perkamusi Indonesia, sebuah forum khusus yang mempertemukan para pakar dan praktisi leksikografi untuk membahas pengembangan kamus Indonesia.

Salah satu pembicara utama dalam seminar ini, Ian Kamajaya, menyampaikan materi bertajuk “Kecerdasan Artifisial dan Sistem Manajemen Kamus di Indonesia”. Ia menyoroti bagaimana AI dapat memainkan peran penting dalam memajukan sistem manajemen kamus, namun dengan syarat: adanya infrastruktur yang mendukung, penyediaan data latihan berkualitas, biaya yang memadai, dan tenaga ahli yang terampil. Menurutnya, optimisme terhadap teknologi perlu dibarengi dengan ekspektasi yang realistis dan pemahaman terhadap tantangan aktual yang dihadapi dalam implementasinya.

Seminar Leksikografi Indonesia 2025 ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia terus bergerak maju. Tidak hanya sebagai alat komunikasi, melainkan juga sebagai medium ilmu pengetahuan, identitas dan penanda kemajuan bangsa. Selain itu juga mendorong terciptanya sebuah ekosistem kebahasaan yang memungkinkan terciptanya pertukaran informasi mutakhir seputar perkamusan.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Leksikografi dan Kecerdasan Artifisial: Adaptasi Teknologi untuk Kedaulatan Bangsa Read More »

Perpustakaan Kemendikdasmen Raih Akreditasi A dari Perpusnas RI

Siaran PersKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 359/sipers/A6/VII/2025

Depok, 16 Juli 2025 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Perpustakaan dengan tajuk “Sinergi Perpustakaan Kemendikdasmen Tingkatkan Literasi mendukung Pendidikan Bermutu Untuk Semua”. Pada momen ini turut diserahkan piagam kepada Perpustakaan Kemendikdasmen yang kembali meraih predikat akreditasi A oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

“Kita menginginkan peran strategis perpustakaan untuk bisa mendukung dan menyukseskan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Dengan begitu, perpustakaan menjadi sumber informasi bidang pendidikan yang bukan hanya untuk kementerian saja, namun dapat diakses seluas-luasnya oleh masyarakat,” ungkap Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti saat membuka Rakor Perpustakaan, di Depok, Selasa (15/7).

Terkait dengan pengembangan perpustakaan, Suharti menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara sesama perpustakaan dan pustakawan. Menurutnya, selain koleksi dan layanan secara luring, perpustakaan juga harus hadir dalam bentuk daring serta menjangkau akses secara global.

“Kemendikdasmen telah menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 81/M/2025 tertanggal 25 Juni 2025 yang menetapkan tanggal 7 Juli sebagai Hari Pustakawan Indonesia. Tentunya, penetapan itu menjadi upaya kita untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perpustakaan dan literasi, serta mengapresiasi kontribusi pustakawan sebagai garda depan dalam pengelolaan informasi dan penguatan budaya literasi,” tuturnya.

Mengakhiri sambutannya, Suharti berharap Rakor Perpustakaan ini dapat membuka wawasan para pustakawan dan melahirkan inovasi yang mampu membawa kemajuan perpustakaan di masing-masing daerah. “Selain menjadi sumber informasi pendidikan untuk masyarakat, kami berharap perpustakaan juga menjadi sumber informasi dukungan dalam pembuatan suatu kebijakan di kementerian. Bagaimana terdapat berbagai jurnal dan bahan bacaan di perpustakaan yang menjadi argumentasi dalam menyusun kebijakan ke depan,” pungkas Suharti.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Anang Ristanto, mengatakan bahwa Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat memiliki tugas fungsi yaitu melaksanakan pembinaan perpustakaan di lingkungan Kemendikdasmen yang saat ini berjumlah sebanyak 112 perpustakaan, baik di unit utama maupun unit pelaksana teknis.

“Pada rakor ini, kami ingin mendiskusikan tentang berbagai hal. Pertama, terkait dengan pemulaan perpustakaan yang sesuai dengan standar nasional perpustakaan. Kemudian pembahasan mengenai serah simpan karya cetak dan juga karya rekam. Terakhir, terkait dengan rincian tugas dan peta jabatan pustakawan,” ujar Anang.

Rakor Perpustakaan di lingkungan Kemendikdasmen ini menghadirkan narasumber utama yaitu Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, E. Aminudin Azizyang memaparkan tentang Peran Strategis Perpustakaan dalam Mendukung Pendidikan Bermutu untuk Semua. Selain itu, rakor ini juga turut menghadirkan Direktur Deposit dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan, Perpustakaan Nasional, Indra Astuti dan Direktur Standardisasi dan Akreditasi Perpustakaan, Perpustakaan Nasional, Made Ayu Wiraya, serta perwakilan dari Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia, Kemendikdasmen, Yudi Pramudianto dan Annisa.

Selain itu, juga diberikan piagam penghargaan Serah Simpan Karya Cetak Karya Rekam Koleksi Fisik Terbanyak Tahun 2025 kepada Perpustakaan Balai Bahasa Bali dengan 89 judul koleksi, Perpustakaan Balai Bahasa Maluku dengan 42 judul, dan Perpustakaan Balai Bahasa Sulawesi Tengah dengan 37 judul.

Piagam penghargaan Serah Simpan Karya Cetak Karya Rekam Koleksi Digital Terbanyak Tahun 2025 diberikan kepada Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Barat dengan 603 judul koleksi, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Kalimantan Timur dengan 322 judul, dan Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 311 judul.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Perpustakaan Kemendikdasmen Raih Akreditasi A dari Perpusnas RI Read More »

Badan Bahasa Selenggarakan Sawala Sastra: Meneguhkan Kejayaan Sastra melalui Majalah Sastra

Badan Bahasa Selenggarakan Sawala Sastra: Meneguhkan Kejayaan Sastra melalui Majalah Sastra

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 324/sipers/A6/VII/2025

Badan Bahasa Selenggarakan Sawala Sastra: Meneguhkan Kejayaan Sastra melalui Majalah Sastra

Badan Bahasa Selenggarakan Sawala Sastra: Meneguhkan Kejayaan Sastra melalui Majalah Sastra

Bandung, 6 Juli 2025—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menyelenggarakan kegiatan Temu Sastrawan dan Pegiat Literasi bertajuk Sawala Sastra: Meneguhkan Kejayaan Sastra melalui Majalah Sastra. Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan literasi kebahasaan dan kesastraan yang menjadi salah satu program unggulan Badan Bahasa. Acara tersebut diselenggarakan di Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat dan bertujuan mempererat komunikasi antara Badan Bahasa dan para pegiat literasi serta sastrawan.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam sambutannya menyampaikan komitmen Badan Bahasa untuk terus menumbuhkan minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap sastra. Ia juga menegaskan pentingnya membangun wadah kreativitas sastra yang mudah diakses oleh siswa dan guru. “Saat ini, Badan Bahasa telah menerbitkan Majalah Sastra Pusat, yang lebih banyak menyasar kalangan sastrawan. Dalam waktu dekat, kita juga akan meluncurkan Majalah Sastra Kita untuk menampung karya sastra dari guru dan siswa sebagai bentuk ekspresi dan publikasi yang lebih inklusif,” lanjutnya pada Jumat (4/7).

Kegiatan Sawala Sastra menjadi forum diskusi produktif bagi sastrawan dan pegiat literasi untuk menggali kembali peran penting majalah sastra dalam kehidupan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Dalam forum tersebut, pimpinan Badan Bahasa, tamu undangan, dan para peserta berbagi pandangan, pengalaman, dan strategi untuk menyukseskan peluncuran Majalah Sastra Kita. Kegiatan ini juga diisi dengan musikalisasi puisi dan pembacaan sajak.

Badan Bahasa Selenggarakan Sawala Sastra: Meneguhkan Kejayaan Sastra melalui Majalah Sastra
Badan Bahasa Selenggarakan Sawala Sastra: Meneguhkan Kejayaan Sastra melalui Majalah Sastra

Sekretaris Badan Bahasa, Ganjar Harimansyah, menyampaikan harapannya agar kehadiran majalah ini dapat menjadi ruang kreativitas bagi siswa dan guru serta memperkuat jejaring komunitas sastra di seluruh Indonesia. “Untuk penulis di Majalah Sastra Kita akan mendapatkan honorarium sesuai SBM dan Majalah Sastra Kita akan diterbitkan secara digital serta cetak sejumlah 1.000 eksemplar setiap terbitan,” ujarnya di hadapan Alumni Organisasi Program Penulisan Mastera (Opera) yang terlibat aktif dalam penyusunan Majalah Sastra Kita.

Kepala Bidang Literasi, Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Hidayat, menyampaikan bahwa Majalah Sastra Kita diharapkan membuka ruang ekspresi bagi guru dan siswa di jenjang SD, SMP, SMA dan yang sederajat. Ketua Opera, Tia Setiadi, menambahkan bahwa nama Majalah Sastra Kita dipilih karena mudah diingat dan dekat dengan masyarakat. Hadir pula sejumlah sastrawan senior, seperti Etti R.S., Hikmat Gumelar, Jajang Priatna, Dadan Sutisna, Mat Don, Nenden Lilis Aisyah, Tendy K. Somantri, dan Moh. Syarif Hidayat, serta perwakilan komunitas literasi, dosen, guru, dan pengurus MGMP di wilayah Bandung.

M. Abdul Khak, purnabakti Badan Bahasa, berharap Majalah Sastra Kita dapat menjadi media pembelajaran yang inspiratif bagi guru dan siswa. Ia juga mendorong pengembangan strategi distribusi digital agar jangkauan majalah semakin luas. Tendy Somantri menyarankan agar daftar isi majalah turut memuat informasi kegiatan sastra dari sekolah-sekolah sebagai bentuk apresiasi. Sementara itu, Etti menekankan pentingnya majalah sastra yang kompetitif dan dapat didistribusikan ke seluruh Indonesia sebagai bagian dari kelanjutan program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD).

Guru dari SMPN 5 Cimahi, Resna J. Nurkirana, menyambut positif inisiatif ini. “Siswa kami memiliki banyak karya, tetapi minim media untuk memublikasikannya. Biasanya hanya terpajang di majalah dinding atau diikutkan lomba. Kami sangat senang mendengar adanya Majalah Sastra Kita yang bisa menjadi sarana baru untuk karya mereka,” ujarnya. Diharapkan, kegiatan Sawala Sastra ini berdampak nyata bagi penguatan literasi dan kesastraan nasional.

Badan Bahasa Selenggarakan Sawala Sastra: Meneguhkan Kejayaan Sastra melalui Majalah Sastra

Kunjungan ke Yayasan Kebudayaan Rancage

Kunjungan ke Yayasan Kebudayaan Rancage


Pada 5 Juli 2025, Badan Bahasa melakukan kunjungan ke Yayasan Kebudayaan Rancage sebagai bagian dari upaya penguatan komunitas penggerak literasi. Kunjungan ini bertujuan mendokumentasikan praktik baik dan menjalin kerja sama berkelanjutan antara pemerintah dan komunitas literasi. Hadir dalam kunjungan tersebut antara lain Kepala Badan Bahasa, Sekretaris Badan Bahasa, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, serta sejumlah staf Badan Bahasa.

Kunjungan disambut oleh jajaran pengurus Yayasan Kebudayaan Rancage, antara lain Etti R.S. (Ketua Umum I), Safrina Noorman (Ketua Umum II), Dadan Sutisna (Sekretaris), Cecep Burdansyah (Dewan Pengawas), serta Zakiah Indra (Ketua Pusat Studi Sunda). Ia menjelaskan bahwa sejak 1989, Yayasan Kebudayaan Rancage telah menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti Hadiah Sastra bagi pengarang Sunda serta kegiatan lain seperti Kongres Bahasa Daerah Nusantara.

Etti menuturkan “Rancage telah mengadakan Konferensi Internasional Bahasa Sunda (KIBS) sebanyak tiga kali. Salah satu rekomendasi KIBS adalah pembangunan Pusat Studi Sunda yang berlokasi di Jalan Garut No. 2, Kacapiring, Kota Bandung. Bangunan Yayasan Kebudayaan Rancage dilengkapi dengan Perpustakaan Ajip Rosidi.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kontribusi Yayasan Kebudayaan Rancage dalam pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra, khususnya bahasa dan sastra Sunda di Provinsi Jawa Barat. “Pada tahun 2025 ini, Badan Bahasa melakukan pemetaan bahasa, sastra, dan aksara daerah untuk memperbarui data kebahasaan nasional. Kemitraan strategis antara pemerintah dan komunitas sangat penting. Hal ini selaras dengan arahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, yakni, pendidikan bermutu untuk semua melalui partisipasi semesta. Ia berharap bantuan pemerintah kepada komunitas sastra dan literasi dapat tepat sasaran, tepat guna, dan berdampak nyata bagi Masyarakat,” ujarnya.

Kunjungan ke Yayasan Kebudayaan Rancage

Hafidz berharap agar Yayasan Kebudayaan Rancage dapat terus memberikan kontribusi dan ruang ide kreatif sehingga dapat menjadi masukan yang konstruktif dalam rangka pengembangan, pelindungan, dan pembinaan bahasa, sebagai tugas dan fungsi Badan Bahasa,” lanjutnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan bincang-bincang mengenai program unggulan di Badan Bahasa, program Banpem Komunitas Sastra, Banpem Komunitas Literasi, serta program kegiatan di Yayasan Kebudayaan Rancage. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi, kunjungan ke Perpustakaan Ajip Rosidi, serta pembacaan puisi Sunda berjudul Tanah Sunda karya Ajip Rosidi oleh Salma Fauzani.

Kunjungan ke Yayasan Kebudayaan Rancage
Kunjungan ke Yayasan Kebudayaan Rancage

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Badan Bahasa Selenggarakan Sawala Sastra: Meneguhkan Kejayaan Sastra melalui Majalah Sastra Read More »