Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara

Berita

Kemendikdasmen Paparkan Serba-Serbi KBBI dan Pelaksanaan TKA Jenjang SD SMP Tahun 2026

Siaran PersKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 55/sipers/A6/I/2026

Bogor, 25 Januari 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat sinergi bersama media massa dengan menggelar Silaturahmi Kemendikdasmen dengan Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) tahun 2026. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka untuk membangun komunikasi serta kerja sama strategis dalam rangka mendukung penyebarluasan informasi program prioritas Kemendikdasmen tahun 2026.

Forum silaturahmi ini secara resmi dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, dengan memberikan apresiasi terhadap peran media massa sebagai mitra strategis untuk mendukung keterbukaan informasi publik, sosialisasi program prioritas, dan capaian Kemendikdasmen secara optimal. Sebagai salah satu dari pilar Catur Pusat Pendidikan, Hafidz menilai media massa memiliki peran penting dalam upaya pemajuan pendidikan nasional dan perwujudan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

“Dalam forum ini kita akan membahas dua isu utama, yakni komitmen Kemendikdasmen dalam bidang kebahasaan dan kesastraan, melalui pengelolaan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) serta informasi seputar pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP. Sejatinya pengelolaan KBBI disusun melalui melalui kerja-kerja ilmiah, profesional, cermat, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian dari langkah besar menuju internasionalisasi Bahasa Indonesia di tahun 2045,” ungkap Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, saat membuka acara, di Bogor, Jumat (23/1).

Mengawali sesi pertama forum silaturahmi, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, memaparkan tentang serba-serbi KBBI. Secara lugas Dora mengatakan bahwa KBBI terus berkembang mengikuti dinamika perubahan zaman dan sosial masyarakat.

“Sampai dengan Januari 2026, KBBI mengalami lonjakan signifikan dengan mencatat lebih dari 210 ribu entri dan memiliki lebih dari 325 ribu pengguna pendaftar KBBI daring. Antusiasme masyarakat juga menunjukkan tren positif pada aplikasi KBBI yang telah lebih dari 5 juta kali diunduh di Playstore dan lebih dari 297 ribu di Appstore,” papar Dora.

Dora menambahkan, kiprah panjang KBBI telah dimulai sejak penyusunan edisi pertama tahun 1974 s.d.1983 dengan nama Kamus Bahasa Indonesia. Sampai dengan tahun 2026, Dora menjelaskan bahwa KBBI telah memiliki enam terbitan yang terakhir dirilis pada Oktober tahun 2025.

“Edisi kelima KBBI yang terbit tahun 2016 menjadi momentum penting awal pengelolaan KBBI secara digital. Lebih dari itu, KBBI juga telah dikembangkan untuk kebutuhan inklusivitas kepada masyarakat penyandang disabilitas dalam bentuk KBBI braille dan audio,” ujarnya.

Pelaksanaan TKA Jenjang SD SMP
Setelah paparan mengenai serba-serbi KBBI, sesi kedua forum silaturahmi dilanjutkan dengan paparan Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) mengenai pelaksanaan TKA jenjang SD dan SMP tahun 2026. Sekretaris BSKAP, Muhammad Yusro, mengatakan bahwa pelaksanaan TKA jenjang SMP akan lebih dahulu dilakukan pada tanggal 6 s.d. 16 April 2026, kemudian untuk jenjang SD pelaksanaan TKA dilakukan pada tanggal 20 s.d. 30 April 2026.

“Terkait dengan penulisan soal, kabupaten/kota memiliki kewajiban menulis minimal satu paket soal untuk per mata pelajaran per jenjang. Pada sisi penjaminan mutu, pihak provinsi menunjuk guru dan ditetapkan oleh Kemendikdasmen sebagai Fasilitator Nasional Penjaminan Mutu. Provinsi juga harus menujuk guru sebagai pemeriksa soal, mendampingi penyusunan soal untuk kabupaten/kota, menelaah butir soal, serta melakukan pengecakan paket soal tersebut,” ucap Yusro.

Selanjutnya, Yusro menjelaskan bahwa saat ini proses pendaftaran TK jenjang SD SMP telah dibuka mulai tanggal 19 Januari s.d. 28 Februari 2026. Kesuksesan pelaksaan TKA ini menurutnya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian/Lembaga terkait, dan satuan pendidikan. Terakhir, seluruh informasi dan simulasi soal TKA dapat diakses melalui laman tka.kemendikdasmen.go.id dan media sosial resmi Kemendikdasmen dan BSKAP.

“Pelaksanaan TKA jenjang SD dan SMP ini juga disesuaikan untuk peserta didik penyandang disabilitas. Pengawasan akan tindak kecurangan juga telah terkoordinasikan dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Semoga pelaksanaan TKA April nanti berlangsung sukses serta melahirkan data hasil belajar murid yang akurat dan objektif,” ujar Yusro.

Pada kesempatan yang sama, Yusro juga menyampaikan bahwa Kemendikdasmen telah merilis Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 0301/C/HK.04.01/2026 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027.

“Pada Surat Edaran tersebut menyatakan bahwa dalam pelaksanaan jalur prestasi prestasi akademik dapat menggunakan hasil TKA untuk seleksi penerimaan murid baru pada jenjang SMP dan SMA. Hal ini menegaskan peran TKA sebagai acuan seleksi akademik yang objektif dan terstandar pada jalur prestasi,” tutup Yusro.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Paparkan Serba-Serbi KBBI dan Pelaksanaan TKA Jenjang SD SMP Tahun 2026 Read More »

Sinergisitas Kemendikdasmen dan BP3OKP Dorong Percepatan Pelindungan Bahasa Daerah Papua

Sinergisitas Kemendikdasmen dan BP3OKP Dorong Percepatan Pelindungan Bahasa Daerah Papua Siaran PersKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 915/sipers/A6/XII/2025

Sorong, 21 Desember 2025 – Tanah Papua merupakan wilayah dengan keberagaman bahasa daerah terbanyak di Indonesia. Dari sekitar 718 bahasa daerah, sebanyak 428 berada di Papua dengan tingkat vitalitas yang beragam. Sebagiannya bahkan telah teridentifikasi terancam punah. Kondisi ini menegaskan bahwa urgensi pelindungan bahasa daerah sebagai bagian dari penjagaan identitas, pengetahuan lokal, dan jati diri masyarakat Papua, bersifat mutlak dan mendesak.

Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) memperkuat kolaborasi dengan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) serta pemerintah daerah. Sinergisitas antara pusat dan daerah ini diarahkan untuk mempercepat pelindungan bahasa dan sastra daerah secara terencana dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari penguatan koordinasi, Pra-Rapat Koordinasi Teknis diselenggarakan pada 18–20 Desember 2025 di Sorong dengan melibatkan Koordinator BP3OKP, Gubernur Papua Barat Daya, Wakil Bupati Sorong Selatan, jajaran pemerintah daerah di Provinsi Papua Barat Daya, tokoh adat dan keagamaan, akademisi, pendidik, serta pemangku kepentingan lainnya. Forum ini membahas penyelarasan dan pengintegrasian pelindungan bahasa daerah ke dalam perencanaan program pembangunan daerah.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menekankan bahwa pelindungan bahasa daerah di Papua harus dilakukan melalui kerja bersama lintas sektor. “Badan Bahasa tidak bisa bekerja sendiri. Pelindungan bahasa daerah hanya dapat berhasil melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan di Papua,” tegasnya. Ia menambahkan, kerja sama dengan BP3OKP menjadi bagian dari strategi penguatan pelindungan bahasa, salah satunya melalui penyusunan regulasi, kebijakan dan program pelindungan bahasa dan sastra di Papua. Kegiatan yang dapat diprogramkan antara lain penyusunan kamus bahasa daerah, dan penyusunan buku cerita anak dwibahasa (bahasa daerah Papua–bahasa Indonesia) agar anak-anak dapat menguasai bahasa Indonesia tanpa kehilangan identitas kebahasaannya sejak dini.

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menegaskan bahwa pelindungan bahasa daerah merupakan kewajiban moral dan spiritual. “Bahasa daerah adalah bagian dari keberagaman budaya dan etnik Indonesia yang merupakan karunia Tuhan. Karena itu, bahasa daerah wajib dijaga dan dilestarikan. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyambut baik kolaborasi ini dan siap bekerja sama melindungi bahasa daerah di seluruh Tanah Papua,” ujarnya.

Koordinator BP3OKP wilayah Papua, Albert Yoku, menegaskan posisi strategis Papua dalam pelindungan bahasa daerah secara nasional. “Dari sekitar 718 bahasa daerah di Indonesia, 428 berada di Tanah Papua. Ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Undang-Undang Otonomi Khusus Papua telah memberikan landasan kuat bagi pelindungan hak atas bahasa dan budaya orang asli Papua, namun perlu ditindaklanjuti melalui regulasi operasional, dukungan kebijakan daerah, ketersediaan guru bahasa daerah, serta penganggaran yang memadai. “Tidak mengenal bahasa daerah ibarat kehilangan arah dan jati diri,” tambahnya.

Wakil Bupati Sorong Selatan, Petronela Krenak, mengingatkan bahwa bahasa merupakan identitas dan warisan yang harus dijaga di tengah pesatnya perkembangan teknologi. “Bahasa adalah identitas dan alat komunikasi yang tidak boleh terkikis oleh teknologi. Manusia bisa berakhir dengan hidupnya, tetapi bahasa tidak pernah berakhir. Karena itu, kita semua bertanggung jawab menjaga dan melindungi bahasa daerah,” ujarnya.

Dalam paparannya, Sekretaris Badan Bahasa, Ganjar Harimansyah menambahkan, kondisi kebahasaan di Papua berada pada situasi yang sangat genting. “Hampir seluruh bahasa dan dialek di Papua terancam punah. Keberadaannya seperti gunung es yang terlihat hanya sebagian kecil dari kondisi sebenarnya,” ujarnya. Ia mencontohkan bahasa Moi di Papua Barat Daya sebagai bahasa besar yang memerlukan perhatian serius serta menekankan pentingnya rasa kepemilikan masyarakat terhadap bahasa daerah. Ganjar juga mendorong pendekatan kreatif melalui pemanfaatan bahasa daerah di ruang publik, produk kreatif, serta pengembangan sistem informasi terintegrasi untuk memantau percepatan pelindungan bahasa di Papua.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menjelaskan bahwa pelindungan bahasa dan sastra daerah diarahkan pada strategi berkelanjutan. “Dokumentasi bahasa tidak berhenti pada pengumpulan data. Bahasa harus kembali diajarkan kepada pemiliknya agar tetap hidup dan digunakan di komunitas,” jelasnya. Menurutnya, bahasa perlu dihidupkan melalui praktik sehari-hari, seperti lagu daerah, cerita rakyat, doa, serta penggunaan di ranah keluarga, komunitas, dan ritual keagamaan.

Forum ini juga menyerap praktik baik dari daerah. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Papua Barat Daya telah menerbitkan kamus bergambar bahasa Moi sebagai bahan ajar anak dan tengah mengembangkan kamus audio untuk mengakomodasi perbedaan dialek. Dari sektor pendidikan, disampaikan tantangan keterbatasan anggaran, sekaligus komitmen pemerintah daerah untuk menerapkan muatan lokal bahasa Moi pada tahun ajaran mendatang.

Ke depan, para pemangku kepentingan menekankan pentingnya penguatan kelembagaan pelindungan bahasa di Tanah Papua. Saat ini, satu balai bahasa melayani enam provinsi dengan cakupan wilayah dan kompleksitas yang sangat besar. Oleh karena itu, mengemuka harapan agar setiap provinsi di Tanah Papua memiliki balai bahasa sendiri guna memperkuat pendampingan komunitas, mempercepat dokumentasi dan revitalisasi bahasa daerah, serta memastikan kebijakan berjalan lebih kontekstual dan berkelanjutan.

Menutup kegiatan, Kepala Badan Bahasa dan Koordinator BP3OKP menandatangani perjanjian kerja sama sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengawal pelindungan bahasa dan sastra daerah. Melalui kolaborasi pusat dan daerah yang solid, Papua diharapkan menjadi contoh nasional dalam pelindungan bahasa daerah bukan hanya mencegah kepunahan, tetapi juga menghidupkan kembali bahasa sebagai bagian utuh dari kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Sinergisitas Kemendikdasmen dan BP3OKP Dorong Percepatan Pelindungan Bahasa Daerah Papua Read More »

Badan Bahasa dan Pemda NTB Perkuat Kolaborasi Empat Ranah Strategis Kebahasaan

Siaran PersKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 902/sipers/A6/XII/2025

Mataram, 18 Desember 2025 — Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui penandatanganan Nota Kesepakatan dengan Gubernur, para Bupati, dan Wali Kota se-NTB yang dilaksanakan di Taman Ayu, Gerung, Lombok Barat (16/12). Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memajukan kebahasaan dan kesastraan di daerah. Harapannya, ekosistem kebahasaan yang inklusif, berdaya saing, dan berakar kuat pada kearifan lokal dapat terwujud.

Kolaborasi tersebut mencakup empat ranah strategis, yakni peningkatan literasi, pemartabatan bahasa Indonesia, pelindungan bahasa daerah, serta penginternasionalan bahasa Indonesia. Keempat ranah ini dirancang untuk saling menguatkan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia berbasis bahasa dan budaya.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga sekaligus mengembangkan bahasa sebagai identitas dan kekuatan bangsa. “Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga fondasi kebudayaan dan karakter bangsa. Melalui kolaborasi ini, kami berharap pemerintah daerah dapat menjadi mitra strategis dalam mengimplementasikan kebijakan kebahasaan secara berkelanjutan,” ujar Hafidz.

Dalam ranah peningkatan literasi, Badan Bahasa berperan menyediakan bahan bacaan bermutu yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan minat baca peserta didik di sekolah. Selain itu, Badan Bahasa melibatkan komunitas literasi dan akademisi dalam penyusunan bahan bacaan berbasis cerita rakyat bertema Sains, Teknologi, Teknik, Seni, dan Matematika (STEAM). Materi tersebut dirancang untuk menanamkan nilai-nilai karakter melalui tokoh-tokoh lokal dari berbagai daerah di NTB.

Adapun ranah pemartabatan bahasa Indonesia difokuskan pada pembinaan penggunaan bahasa di sektor lembaga pendidikan, lembaga pemerintah dan swasta. Badan Bahasa mendorong penerapan Trigatra Bangun Bahasa, yaitu pengutamaan bahasa Indonesia pada baris pertama, pelestarian bahasa daerah pada baris kedua, dan penggunaan bahasa asing pada baris ketiga dalam penulisan informasi publik di kawasan wisata. “Pariwisata adalah etalase bangsa. Bahasa Indonesia harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri, sekaligus berjalan berdampingan dengan bahasa daerah dan bahasa asing,” kata Hafidz.

Sementara itu, ranah pelindungan bahasa daerah diwujudkan melalui pelaksanaan Program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD). Dalam hal ini, pemerintah daerah diharapkan berperan aktif melalui penyusunan peraturan daerah tentang pelindungan bahasa daerah, peningkatan kompetensi guru bahasa daerah, serta penyelenggaraan kegiatan tahunan seperti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di tingkat kabupaten dan provinsi.

Pada ranah pembinaan dan pemartabatan bahasa Indonesia, Badan Bahasa juga mendorong pemerintah daerah untuk membentuk tim pengawasan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan tata naskah dinas. Pembentukan tim tersebut dilakukan melalui Surat Keputusan kepala daerah, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia.

Ranah terakhir, penginternasionalan bahasa Indonesia, diarahkan pada pengenalan bahasa Indonesia kepada wisatawan mancanegara, para mahasiswa asing di NTB, khususnya melalui ruang-ruang publik di kawasan wisata NTB. “NTB memiliki potensi besar sebagai daerah tujuan wisata internasional. Melalui bahasa Indonesia yang hadir di ruang publik, kita memperkenalkan identitas bangsa kepada dunia,” tutup Hafidz.

Acara ini dihadiri oleh 11 pemerintah daerah, yakni Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kota Mataram, Pemerintah Kota Bima, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, dan Bima.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Badan Bahasa dan Pemda NTB Perkuat Kolaborasi Empat Ranah Strategis Kebahasaan Read More »

Lewat Buku dan Dongeng, Kemendikdasmen Dampingi Pemulihan Trauma Anak-Anak Terdampak Banjir

Siaran PersKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 898/sipers/A6/XII/2025

Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, 17 Desember 2025 – Di tengah bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, penguatan literasi menjadi salah satu upaya strategis untuk menjaga keberlanjutan proses belajar anak-anak terdampak. Melalui pendekatan literasi yang ramah anak, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaksanakan pendampingan psikososial bagi anak-anak korban banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak pada 13–16 Desember 2025 ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam situasi darurat pendidikan. Melalui program “Literasi Ceria, Dongeng Gembira”, Badan Bahasa menghadirkan aktivitas membaca bersama, mendongeng, permainan edukatif, serta penyaluran 5.200 eksemplar buku bacaan bermutu kepada anak-anak di pengungsian dan sekolah terdampak.

Pendekatan literasi dipilih karena mampu menciptakan suasana yang aman, menenangkan, dan menyenangkan bagi anak-anak yang mengalami tekanan psikologis pascabencana. Aktivitas membaca dan mendengarkan cerita membantu anak menenangkan emosi, mengalihkan ingatan dari pengalaman traumatis, serta kembali pada rutinitas belajar yang memberi rasa stabil dan terarah. Dalam konteks ini, buku tidak hanya berfungsi sebagai bahan bacaan, melainkan juga sebagai media pendampingan yang menumbuhkan harapan dan imajinasi positif.

“Anak-anak yang terdampak banjir memerlukan pendampingan agar tetap memiliki motivasi belajar dan rasa aman secara psikologis. Melalui buku dan aktivitas literasi, kami berupaya membantu mereka kembali beradaptasi dan pulih,” ujar Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, beberapa waktu lalu.

Tim Badan Bahasa Serentak Turun di Tiga Provinsi Salurkan Media Belajar

Di Sumatra Utara, Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin, bersama Kepala Balai Bahasa Sumatra Utara, Kepala Balai Bahasa Lampung, serta Duta Bahasa dan Komunitas Literasi melaksanakan pendampingan di tempat pengungsian di MTsN 1 Langkat, dan MAN 1 Langkat. Sasarannya adalah anak-anak SD dan PAUD di sekitar wilayah terdampak banjir di Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Kegiatan meliputi pembacaan buku, dongeng menggunakan media boneka, permainan literasi, serta penyerahan buku bacaan bermutu dan paket makanan ringan bagi anak-anak.

Sementara itu, di Sumatra Barat, Sekretaris Badan Bahasa, Ganjar Harimansyah, bersama Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatra Barat, Kepala Balai Bahasa Riau, dan Kepala Balai Bahasa Bengkulu, meninjau langsung pelaksanaan kegiatan di TK/TBM Delima dan SDN 17 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Duta Bahasa Provinsi Sumatra Barat. Ganjar mengungkapkan bahwa kehadiran pihaknya tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga membawa semangat pemulihan dan penguatan literasi bagi anak-anak terdampak.

“Kami tidak datang sendiri melainkan bersama pegiat literasi dan Duta Bahasa, kami turut berliterasi dengan anak-anak yang terdampak. Melalui buku cerita yang kami bagikan, kami berharap kegemaran membaca, semangat mencari informasi, dan motivasi belajar anak-anak terus tumbuh dan tidak terputus,” ungkap Ganjar.

Sementara itu, di Aceh, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, didampingi Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, menyambangi SDN 1 Meurah Dua dan SD Muhammadiyah Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan ini didukung oleh Duta Bahasa Provinsi Aceh dan TBM Lhee Club.

Literasi sebagai Wujud Dukungan Psikososial Anak Atasi Trauma

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan komunitas literasi, dan Duta Bahasa di masing-masing wilayah. Kolaborasi tersebut memperkuat peran literasi sebagai bagian dari dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana, sekaligus menjaga keberlangsungan budaya membaca di tengah situasi krisis.

Dimas, murid SDN 17 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, mengaku senang mendapatkan buku-buku bacaan yang menarik serta mengikuti kegiatan dongeng ceria. Ia berharap kondisi sekolahnya dapat segera pulih setelah mengalami kerusakan akibat banjir.

Melalui kegiatan ini, Badan Bahasa menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program literasi yang adaptif terhadap kondisi kebencanaan sebagai bagian dari upaya memastikan anak-anak tetap memperoleh hak atas pendidikan, pendampingan, serta penguatan karakter di tengah situasi darurat.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Robert Hendra Ginting, juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemendikdasmen yang telah hadir dan memberikan penguatan serta pembagian buku bacaan yang menarik dan membahagiakan anak-anak di tempat pengungsian.

Kegiatan yang didukung oleh pegiat literasi dan duta bahasa, telah mengajak berliterasi bersama anak-anak yang terdampak, serta menitipkan ratusan buku untuk perpustakaan sekolah di wilayah terdampak banjir. Harapannya anak-anak pada masa pemulihan ini, dengan memberi peralatan sekolah dan buku cerita yang menarik akan menumbuhkan kegemaran membaca dan mendapatkan informasi serta semangat untuk belajar tidak putus.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Lewat Buku dan Dongeng, Kemendikdasmen Dampingi Pemulihan Trauma Anak-Anak Terdampak Banjir Read More »

KABAR SASTRA DARI DOLOKSANGGUL:FESTIVAL MUSIKALISASI PUISI PENYAIR BATAK

Minggu 30 November 2025, ratusan pelajar dan masyarakat memadati aula Sopo HKBP Pargodungan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Di aula Sopo HKBP Pargodungan Doloksanggul yang cukup luas itu, ratusan pelajar menggunakan pakaian dan atribut khas Batak Toba. Hari itu, mereka berkumpul untuk menggelar Festival Musikalisasi Puisi Penyair Batak. Giat yang dihelat oleh Sanggar Maduma Doloksanggul.

Sejak pukul 14.00 waktu setempat, silih berganti pertunjukan musikalisasi puisi, pembacaan puisi, lagu, dan tari memeriahkan dan meriuhkan panggung pertunjukan. Berbagai penampilan dari Sanggar Maduma, Sanggar Seni Nalago, We Make it, Sarune Art, Sibundong Etnik, dan Fosil Manajemen sangat mengesankan. Hujan deras yang sempat mengguyur gedung pertunjukkan tidak menyurutkan antusiasme pelajar dan masyarakat yang menonton pertunjukan. Hari Minggu itu, di aula Sanggar Maduma Doloksanggul. Festival Musikalisasi Puisi Penyair Batak benar-benar menarik animo pelajar dan masyarakat.

Festival Musikalisasi Puisi Penyair Batak didukung oleh Kementerian Kebudayaan melalui program prioritas Manajemen Talenta Nasional Indonesia di bidang seni budaya. Hadir Citra Arindi mewakili Irini Dewi Wanti selaku Direktur Bina SDM, Lembaga Pranata Kebudayaan. Citra Arindi memotivasi agar generasi muda senantiasa mengembangkan talenta. Citra Arindi mengatakan bahwa program MTN merupakan program prioritas yang akan fokus pada pengembangan talenta anak muda. Menurutnya, program ini telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Dari ruang yang sama, hadir Dr. Asrif, M.Hum. (Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatra Utara), Lambok Andreas Simamora, (Anggota DPRD Provinsi Sumatra Utara), juga sejumlah perwakilan dari Dinas Pendidikan, dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Humbang Hasundutan.

KABAR SASTRA DARI DOLOKSANGGUL:FESTIVAL MUSIKALISASI PUISI PENYAIR BATAK Read More »

Balai Bahasa Sumut Sukses Gelar Giat Sastra, Tawa Riang Siswa Merekah Lewat Membaca Nyaring, Berdongeng, dan Krida Kebahasaan

Balai Bahasa Sumut Sukses Gelar Giat Sastra, Tawa Riang Siswa Merekah Lewat Membaca Nyaring, Berdongeng, dan Krida Kebahasaan

MEDAN – Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU) sukses menyelenggarakan kegiatan “Giat Sastra” untuk pertama kalinya. Kegiatan yang ditujukan bagi para siswa di Sumatera Utara ini digelar selama dua hari, 10–11 November 2025, dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra.

Selama dua hari pelaksanaan, tawa riang dan senyum manis terus merekah di wajah para siswa yang datang dari berbagai sekolah di Sumatera Utara.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Dr. Arif, M.Hum. menyambut hangat seluruh peserta dan guru pendamping. Ia merasa sangat bahagia ketika melihat para siswa berkumpul di Balai Bahasa Sumatera Utara dan berharap untuk membuat kegiatan Giat Sastra yang lebih besar lagi untuk tahun-tahun berikutnya. “Tahun depan kita harus buat lebih besar lagi dengan persiapan yang lebih matang,” ujar Dr. Arif dalam sambutannya.

Rangkaian acara Giat Sastra dirancang secara khusus untuk menjadi interaktif dan memikat. Sesi “Membaca Nyaring” yang dibawakan secara ekspresif oleh Ibu Juliana, S.S., M.Si. berhasil menyita perhatian penuh para siswa.

Suasana semakin semarak saat materi dongeng dibawakan oleh Bapak Hasan Al Banna. Dengan gaya penceritaan yang khas dan menarik, Bapak Hasan Al Banna sukses mengemas materi dongeng tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sarat akan pesan moral.

Kemeriahan dilanjutkan dengan partisipasi aktif dari Duta Bahasa Sumatera Utara. Mereka memandu sesi Krida Kebahasaan yang diberi nama “Harta” (Hakikat Kerajaan Kata). Sesi permainan ini berhasil membuat para siswa berpikir kritis untuk menemukan sebuah kata dari beberapa suku kata.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan demi menjaga kelestarian bahasa dan sastra Indonesia.

Balai Bahasa Sumut Sukses Gelar Giat Sastra, Tawa Riang Siswa Merekah Lewat Membaca Nyaring, Berdongeng, dan Krida Kebahasaan Read More »

Mendikdasmen Siap Kirim Tenaga Pengajar Bahasa Indonesia ke Universitas Al Azhar Mesir

Mendikdasmen Siap Kirim Tenaga Pengajar Bahasa Indonesia ke Universitas Al Azhar Mesir

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 764/sipers/A6/XI/2025

Mendikdasmen Siap Kirim Tenaga Pengajar Bahasa Indonesia ke Universitas Al Azhar Mesir

Jakarta, 8 November 2025 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, siap mengirim tenaga pengajar bahasa Indonesia ke Mesir. Hal tersebut ia sampaikan guna menindaklanjuti pembukaan program studi Bahasa Indonesia di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.

Abdul Mu’ti berjanji akan segera berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo serta Badan Bahasa Kemendikdasmen. “Kami memiliki program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang dikola Badan Bahasa Kemendikdasmen di 57 negara di dunia. Ini merupakan bagian penting dari gerakan penginternasionalan bahasa Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti, Sabtu (8/11).

Ia menambahkan, bahasa bukan sekadar alat komunikasi. Bahasa merupakan jembatan yang mempererat hubungan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, budaya dan bidang lainnya antarnegara.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin maupun Dubes RI untuk Mesir Lutfi Rauf menyatakan kesiapan mereka menjaga kelangsungan program studi bahasa Indonesia di Al Azhar Kairo.

“Ini merupakan momentum bersejarah. Penggunaan Bahasa Indonesia di sidang UNESCO beberapa waktu lalu, dan pembukaan prodi Bahasa Indonesia di Al Azhar merupakan pengakuan yang membanggakan dan mesti kita jaga kelangsungannya,” tandas Hafidz.

Sebelumnya, pada Kamis 6 November 2025, Mendikdasmen mewakili pemerintah Indonesia menandatangani naskah perjanjian kerja sama dengan Rektor Universitas Al Azhar, Syaikh Salamah Daud.

Dalam naskah tersebut, kedua pihak sepakat menjalin sejumlah kerja sama. Pertama mengembangkan bahan ajar bahasa Indonesia. Kedua, melakukan kajian bahasa dan sastra terhadap manuskrip-manuskrip Indonesia yang ada di Mesir. Ketiga, menyelenggarakan uji kemahiran bahasa Indonesia.

Keempat, mengembangkan bahan ajar bahasa Indonesia. Kelima, bertukar dan menerjemahkan buku-buku tentang Indonesia dan Mesir. Selain itu, kedua negara juga bersepakat untuk saling menyelenggarakan kegiatan akademik dan bertukar ahli.

Menurut Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Mesir, Abdul Muta’ali, bahasa Indonesia sudah digunakan sejak 2016 di Al Azhar Kairo. Namun, masih sebatas program pilihan di Fakultas Bahasa dan Terjemahan. “Namun, sejak awal 2024, mata kuliah ini nyaris ditutup. Kami lalu menganalisis berbagai kemungkinan. Hasil analisis kami, bahasa Indonesia harus dinaikkan levelnya dari sekadar mata kuliah pilihan menjadi program studi tersendiri,” paparnya.

Ia dan tim KBRI lalu berkoordinasi dengan dekan, rektor, hingga Grand Syeikh Al Azhar (GSA), Ahmad Muhammad Ahmad At-Thayyeeb, selama lebih dari satu tahun. Lalu, terbitlah Keputusan Majelis Tinggi Al Azhar Nomor 343 tanggal 12 Juli 2025 yang memberi izin pembukaan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al Azhar tahun akademik 2025/2026.

Bahasa Indonesia telah digunakan lebih dari 275 juta penutur di Indonesia dan juga diajarkan di 57 negara. Jumlah pemelajar bahasa Indonesia mencapai 170 ribu orang, serta dituturkan 3,3 persen penduduk dunia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Mendikdasmen Siap Kirim Tenaga Pengajar Bahasa Indonesia ke Universitas Al Azhar Mesir Read More »

Kemendikdasmen Dukung Pengajuan Aksara Daerah ke UNESCO Lewat Peta Kebinekaan dan Digitalisasi Unicode

Kemendikdasmen Dukung Pengajuan Aksara Daerah ke UNESCO Lewat Peta Kebinekaan dan Digitalisasi Unicode

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 747/sipers/A6/XI/2025

Kemendikdasmen Dukung Pengajuan Aksara Daerah ke UNESCO Lewat Peta Kebinekaan dan Digitalisasi Unicode

Jakarta, 6 November 2025 – Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan strategi terpadu untuk mendorong pengakuan aksara daerah sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) UNESCO. Melalui kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Kebudayaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa),memainkan peran kunci dalam menguatkan fondasi ilmiah, kebijakan, dan teknologi pelindungan aksara Nusantara mulai dari pemetaan melalui Peta Kebinekaan Bahasa, Sastra, dan Aksara hingga digitalisasi aksara ke dalam sistem global unicode.

Langkah strategis ini tidak hanya menegaskan komitmen Indonesia dalam pelestarian warisan budaya, melainkan juga memperkuat posisi bahasa dan aksara Nusantara di kancah diplomasi budaya dunia. Sebagai tindak lanjut langkah tersebut, Badan Bahasa mengadakan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) yang mempertemukan para ahli bahasa, pegiat aksara, akademisi, dan pemangku kepentingan lintas lembaga untuk menyusun langkah konkret menuju pengusulan bersama ke UNESCO.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengatakan bahwa upaya pelestarian bahasa, sastra dan aksara daerah menjadi komitmen Badan Bahasa merupakan wujud nyata menjaga kekayaan budaya bangsa. Pemetaan bahasa, sastra, dan aksara dilakukan untuk mendapatkan data yang akurat dan terkini. Berdasarkan data tersebut akan menjadi bahan analisis untuk perencanaan kebijakan selanjutnya.

“Ini merupakan komitmen kami di Badan Bahasa dalam upaya pelestarian bahasa, sastra dan aksara daerah, dan hasilnya akan menjadi perencanaan kebijakan selanjutnya. Salah satu upaya selama ini adalah pengenalan sastra dan aksara daerah melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di satuan pendidikan dasar dan menengah,” ungkap Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam keterangannya, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Senada dengan Hafidz, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menyebut bahwa pengusulan aksara daerah untuk masuk ke dalam daftar WBTB UNESCO merupakan salah satu wujud nyata dari pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Bahasa Kemendikdasmen dalam program pelindungan bahasa dan sastra daerah. Oleh karena itu, Badan Bahasa mengambil peran yang sangat penting dalam upaya pengusulan ini bersama-sama dengan Kementerian Kebudayaan.

“Badan Bahasa telah melakukan berbagai langkah pelindungan bahasa dan sastra daerah, meskipun tidak semuanya terkait langsung dengan proses pengusulan ke UNESCO. Tentunya hal tersebut menjadi program prioritas kami, terutama pada tahun ini dengan dimulainya proyek besar bernama Peta Kebhinekaan, yang terdiri atas tiga peta utama: Peta Bahasa, Peta Sastra, dan Peta Aksara yang akan di digitalisasikan,” jelas Dora.

Dora berharap melalui integrasi ke dalam Unicode, aksara Nusantara tidak hanya lestari di ruang budaya, namun juga hidup dan digunakan di ruang digital global. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Kemendikdasmen untuk memperkuat diplomasi budaya, literasi digital, dan identitas kebangsaan melalui pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah.

Unicode sebagai Wadah Pelestari Digitalisasi Aksara
Senada dengan hal tersebut, pentingnya digitalisasi aksara melalui Unicode juga disoroti oleh, Direktur Eksekutif Yayasan Budaya Nusantara Digital, Heru Nugroho. Menurutnya, digitalisasi aksara akan dapat terus digunakan dalam perangkat digital dan tidak punah. Saat ini jelasnya bahwa baru sembilan aksara Nusantara yang masuk ke Unicode, termasuk Pegon dan Kawi. Ke depan, Heru ingin lebih banyak aksara daerah bisa hidup di ruang digital.

Lebih dalam, ia menjelaskan strategi pengusulan praktik menulis aksara tradisional Nusantara ke UNESCO yang dilakukan secara multinasional bersama Suriname, dengan kemungkinan bergabungnya Malaysia dan Filipina. “Kami ingin menegaskan bahwa masyarakat Indonesia mendukung hal ini, tidak hanya menulis dengan huruf Latin, tetapi juga masih mempraktikkan aksara leluhur di berbagai daerah,” kata Heru.

Dalam forum tersebut, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antarlembaga, Kementerian Kebudayaan, Ismunandar, menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga dan partisipasi publik dalam memperkuat diplomasi kebudayaan Indonesia. “Kita sudah memiliki modal sosial dan akademik yang kuat. Kini saatnya memperkuat koordinasi agar pengusulan aksara daerah ke UNESCO menjadi gerakan nasional yang melibatkan masyarakat luas,” ujarnya.

Selanjutnya, peneliti naskah kuno, Ilham Nurwansyah menegaskan bahwa pelestarian aksara harus berbasis riset ilmiah. Ia mencontohkan sejumlah daerah seperti Bali, Jawa Barat, dan Yogyakarta yang telah mengintegrasikan aksara daerah ke dalam kurikulum dan ruang publik. “Kajian epigrafi, filologi, dan linguistik menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan warisan ini. Aksara bukan hanya sebuah artefak, melainkan tradisi hidup yang diwariskan lintas generasi,” ucap Ilham.

Melalui forum ini, Kemendikdasmen menegaskan bahwa Peta Kebinekaan Bahasa, Sastra, dan Aksara bukan sekadar proyek pendataan, melainkan langkah strategis menuju diplomasi budaya global. Dengan dukungan berbagai pihak, pemerintah berharap terwujud basis data kebahasaan dan keberaksaraan yang kuat, terintegrasi, serta menjadi pijakan kebijakan, pendidikan, dan inovasi digital ke depan.

Program Peta Kebinekaan merupakan bagian dari rencana strategis Badan Bahasa periode 2025–2029. Setelah pada 2019 memetakan 718 bahasa daerah dan mendokumentasikan 452 karya sastra lisan dan tulisan, kini cakupan diperluas untuk meliputi aksara daerah. Program ini diharapkan menjadi fondasi ilmiah dan administratif bagi pelestarian serta pengusulan warisan budaya takbenda Indonesia di tingkat internasional.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Dukung Pengajuan Aksara Daerah ke UNESCO Lewat Peta Kebinekaan dan Digitalisasi Unicode Read More »

Indonesia Tegaskan Peran Global pada Sidang Umum UNESCO ke-43

Indonesia Tegaskan Peran Global pada Sidang Umum UNESCO ke-43

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 737/sipers/A6/XI/2025

Indonesia Tegaskan Peran Global pada Sidang Umum UNESCO ke-43

Samarkand, Uzbekistan, 4 November 2025 — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan Pernyataan Nasional pada Sidang Umum UNESCO ke-43 di Kota Samarkand, Uzbekistan. Dalam forum internasional ini, Mendikdasmen membuka pidato dalam bahasa Inggris dan melanjutkannya dalam bahasa Indonesia. Ini menjadi momen bersejarah setelah bahasa Indonesia diresmikan sebagai bahasa kerja ke-10 pada Sidang Umum UNESCO.
 
Sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Nusantara, Mendikdasmen juga membuka dan menutup pidatonya dengan pantun; tradisi lisan Indonesia dan Malaysia yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda sejak tahun 2020.
 
Indonesia Menjawab Tantangan Global
Sidang Umum ini berlangsung di tengah krisis iklim, konflik berkepanjangan, kesenjangan pendidikan, sains, dan digital yang semakin melebar. Dalam konteks ini, Mendikdasmen menegaskan kembali peran UNESCO sebagai penuntun moral, sumber pengetahuan global, dan kompas etika peradaban dunia. Indonesia memberikan contoh baik di Asia Tenggara dengan melaksanakan pertemuan tentang Pendidikan untuk Perdamaian di Jakarta, bekerja sama dengan ASEAN, UNESCO Regional and Representative Office di Jakarta, dan UNESCO Apceiu Korea.
 
Indonesia menyuarakan perlindungan tanpa syarat atas hak-hak manusia di wilayah konflik, khususnya di Gaza, tempat pelajar, guru, jurnalis, fasilitas pendidikan, dan warisan budaya menghadapi ancaman kehancuran total. Indonesia menyerukan pemulihan penuh fasilitas pendidikan dan kebudayaan sebagai pertaruhan martabat kemanusiaan.
 
Komitmen Indonesia terhadap Pendidikan Berkualitas
Dalam pidatonya, Mendikdasmen menekankan bahwa solusi atas tantangan global tidak bergantung pada kekuasaan atau ekonomi, tetapi pada manusia yang tercerahkan melalui pendidikan, sains, kebudayaan, serta komunikasi dan informasi.
 
Beberapa capaian dan kebijakan strategis yang disampaikan antara lain Angka Partisipasi Sekolah usia 7–12 tahun mencapai 99,19% dan usia 13–15 tahun mencapai 96,17%, serta peluncuran kebijakan “Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
 
Adapun fokus kebijakan pendidikan nasional meliputi 1) pembelajaran mendalam dan menyenangkan, 2) integrasi kecerdasan buatan, coding, dan pendidikan karakter; 3) kesejahteraan guru; 4) pemenuhan gizi anak sekolah; 5) Sekolah Rakyat bagi masyarakat miskin; serta 6) digitalisasi pembelajaran dan Rumah Pendidikan untuk daerah terpencil
 
Selain itu, Indonesia juga aktif dalam program Man and the Biosphere (MAB). Pada tahun 2024, Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggara the 15th Meeting of the Southeast Asian Biosphere Reserves Network (SeaBRnet) di Wakatobi, Global Geopark, dan World Heritage Sites. Indonesia juga menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10 pada 2024, menegaskan pentingnya tata kelola air dunia. Mendorong penerapan Open Science dan etika kecerdasan artifisial di UNESCO.
 
 
Peran Indonesia dalam Dewan Eksekutif UNESCO
Indonesia kembali terpilih menjadi anggota Dewan Eksekutif UNESCO periode 2023–2027, memperoleh 154 dari 181 suara (85%). Ini merupakan keanggotaan kesembilan sejak 1954, memperkuat kontribusi Indonesia dalam 1) merumuskan kebijakan global; 2) mendorong pendidikan inklusif; 3) melestarikan warisan budaya dunia; 4) mendukung riset dan inovasi; dan 5) memperjuangkan kepentingan negara berkembang.
 
Bahasa Indonesia di Panggung UNESCO
Penggunaan bahasa Indonesia dalam forum tertinggi UNESCO ini merupakan implementasi resmi keputusan Sidang Umum UNESCO ke-42 pada 20 November 2023 di Paris, yang menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa kerja Sidang Umum UNESCO.
 
Bahasa Indonesia kini digunakan dalam dokumen resmi UNESCO, pidato Sidang Umum, serta diterjemahkan dalam catatan sidang, konstitusi, dan arsip resmi UNESCO. Selain itu, Bahasa Indonesia diabadikan di dinding batu “Tolerance Square” di Markas Besar UNESCO di Paris bersama sembilan bahasa dunia lainnya. Penetapan ini semakin menumbuhkan kebanggaan nasional, sembari meningkatkan minat penutur asing di lebih dari 54 negara untuk mempelajari Bahasa Indonesia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: http://kemendikdasmen.go.id
X: http://x.com/Kemdikdasmen
Instagram: http://instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: http://facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: http://ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: http://kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Indonesia Tegaskan Peran Global pada Sidang Umum UNESCO ke-43 Read More »

Badan Bahasa Jalin Kerja Sama dengan 13 Universitas untuk Perkuat SDM Kebahasaan dan Kesastraan

Badan Bahasa Jalin Kerja Sama dengan 13 Universitas untuk Perkuat SDM Kebahasaan dan Kesastraan

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 700/sipers/A6/X/2025

Badan Bahasa Jalin Kerja Sama dengan 13 Universitas untuk Perkuat SDM Kebahasaan dan Kesastraan

Yogyakarta, 30 Oktober 2025 – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), menjalin kerja sama strategis dengan 13 universitas di Indonesia. Penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) ini bertujuan memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) bidang kebahasaan dan kesastraan serta memperluas jejaring kolaborasi akademik lintas lembaga.

Sekretaris Badan Bahasa, Ganjar Harimansyah, yang hadir mewakili Kepala Badan Bahasa, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada tataran administratif semata; harus diwujudkan dalam kerja nyata yang berdampak.

“Kata W.S. Rendra, perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. Setelah menandatangani perjanjian ini, mari kita implementasikan secara sinergis agar manfaat nyata. Kerja sama ini harus bermanfaat, bermartabat, dan berdampak,” tegas Ganjar, Rabu (29/10).

Sebanyak 13 perguruan tinggi yang menandatangani PKS meliputi Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Universitas Bina Nusantara, Universitas Udayana, Universitas Sumatera Utara, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Islam Negeri K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.

Ganjar menambahkan bahwa perjanjian ini merupakan bentuk pengukuhan atas kemitraan yang telah lama berjalan antara Badan Bahasa dan perguruan tinggi di berbagai daerah.

“Nota kesepahaman ini bukan sekadar dokumen administratif, tetapi pengukuhan atas kolaborasi dan sinergi yang telah lama terjalin antara Badan Bahasa dan universitas mitra. Melalui perjanjian ini, kita menegaskan kembali komitmen untuk bekerja sama secara nyata,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ganjar mencontohkan berbagai kolaborasi yang telah berhasil dijalankan sebelumnya. “Kami sudah banyak belajar dari praktik baik, seperti pengembangan aplikasi Senarai Istilah Jawa bersama Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Kolaborasi semacam ini menunjukkan bahwa kerja sama tidak selalu berbasis anggaran, tetapi juga bisa tumbuh dari partisipasi dan kepedulian,” tuturnya.

Ganjar juga menegaskan bahwa Badan Bahasa menempatkan pengembangan SDM sebagai investasi jangka panjang lembaga. “Investasi terbesar kami adalah sumber daya manusia. Melalui kerja sama ini, kami menyiapkan pegawai Badan Bahasa untuk belajar dan berkontribusi bersama universitas mitra,” terangnya.

Pada kesempatan sebelumnya, Ketua Tim Kerja Layanan Hukum, Tata Laksana, dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Badan Bahasa, Sunardi, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting untuk menyiapkan pegawai Badan Bahasa agar memiliki akses lebih luas dalam meningkatkan kompetensi melalui pendidikan formal.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari perjalanan bersama membangun SDM yang tangguh, berdaya saing, dan adaptif terhadap perubahan,” ujarnya, pada Selasa malam (28/10).

Menurut Sunardi, nota kesepahaman ini berlaku selama lima tahun dan akan ditindaklanjuti dalam tiga bulan ke depan melalui perjanjian teknis di perguruan tinggi mitra masing-masing. Kerja sama tersebut mencakup bidang pengembangan dan pelindungan bahasa dan sastra, peningkatan kompetensi SDM, uji kemahiran berbahasa Indonesia, internasionalisasi bahasa, serta pendidikan dan penelitian.

Dukungan Perguruan Tinggi untuk Implementasi Nyata dan Penguatan Bahasa Indonesia

Pada kesempatan tersebut, Rektor Universitas Udayana, I Ketut Sudarsana, menyambut baik kerja sama tersebut. “Kami siap mendukung pengembangan SDM kebahasaan melalui riset dan pendidikan. PKS ini tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberi dampak bagi kemajuan bangsa,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Ridwan, menambahkan bahwa kolaborasi ini penting untuk memperkuat program internasionalisasi kampus melalui pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

“Kami berharap kerja sama ini menjadi momentum untuk memperluas jejaring dan memperkuat kapasitas SDM kami, khususnya dalam penguasaan dan pengajaran Bahasa Indonesia di tingkat global,” ungkapnya.

Ganjar menutup dengan ajakan kolaboratif kepada seluruh mitra perguruan tinggi agar kerja sama ini menjadi gerakan nasional penguatan SDM kebahasaan dan kesastraan.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Penguatan kebahasaan dan kesastraan membutuhkan dukungan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Semoga kerja sama ini menjadi awal bagi gerakan bersama dalam melahirkan SDM bermutu, berintegritas, dan berdaya saing global,” tandasnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Badan Bahasa Jalin Kerja Sama dengan 13 Universitas untuk Perkuat SDM Kebahasaan dan Kesastraan Read More »