Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara

Artikel

Leksikografi dan Kecerdasan Artifisial: Adaptasi Teknologi untuk Kedaulatan BangsaBerkomitmen Perkuat Kedaulatan Bahasa Indonesia di Ruang Pubik

Mendikdasmen dan Pemangku Kepentingan Berkomitmen Perkuat Kedaulatan Bahasa Indonesia di Ruang Pubik

Siaran Pers
Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 406/sipers/A6/VIII/2025

Surabaya, 2 Agustus 2025 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengawasan penggunaan bahasa Indonesia pada kegiatan Konsolidasi Daerah tentang Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia yang digelar di Provinsi Jawa Timur, Jumat (1/8). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kedaulatan bangsa melalui Bahasa Indonesia, sekaligus implementasi atas Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa juga mengingatkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar harus menjadi disiplin kolektif. “Komitmen kita untuk bangga, mahir dan maju dengan bahasa Indonesia harus menjadi komitmen kolektif dari seluruh komponen bangsa terutama dengan kedispilinan menggunakan bahasa Indonesia di ruang-ruang publik,” tegas Abdul Mu’ti dalam arahannya, di Surabaya, Jumat (1/8).

Bahasa Indonesia tidak hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga simbol jati diri dan kedaulatan bangsa. Penguatan kedaulatan bahasa Indonesia di ruang publik harus terus digalakkan bersama. “Kita telah memiliki deklarasi budaya dalam Sumpah Pemuda, deklarasi politik melalui Proklamasi, dan deklarasi wilayah melalui Deklarasi Djuanda. Maka sudah semestinya kita kuatkan juga deklarasi kedaulatan bahasa. Bahasa Indonesia harus menjadi kebanggaan dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, prinsip Trigatra Bangun Bahasa—Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing—disampaikan sebagai dasar kebijakan kebahasaan yang inklusif dan adaptif terhadap dinamika global. Selain pengutamaan bahasa Indonesia, pelindungan bahasa dan sastra daerah juga menjadi prioritas, melalui regulasi, pendidikan, dan revitalisasi budaya lokal.

Mendikdasmen mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bangga, mahir, dan maju bersama bahasa Indonesia. Jawa Timur diharapkan menjadi teladan nasional dalam pelaksanaan kebijakan kebahasaan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berpihak pada penguatan budaya bangsa. “Kita perlu membiasakan diri, termasuk di ruang digital. Karena kebiasaan itulah yang akan meneguhkan bahasa sebagai jati diri dan daya saing bangsa,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kementerian, perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur, lembaga kebahasaan, pendidik dan tenaga pendidikan, organisasi profesi, dan pihak swasta.

Penandatanganan Komitmen Bersama Wujud Partisipasi Semesta Awasi Penggunaan Bahasa Indonesia
Pada kegiatan tersebut, dilakukan penandatanganan komitmen bersama oleh pemerintah daerah dari Kota Madiun, Kabupaten Kediri, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Sumenep, sebagai wujud konkret dukungan terhadap pelaksanaan pengawasan bahasa Indonesia. Selain itu, diserahkan pula draf Surat Keputusan pembentukan Tim Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia yang akan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah dan didukung unit kerja terkait di masing-masing pemerintah provinsi/kabupaten/kota.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menjelaskan bahwa konsolidasi ini bertujuan menyamakan persepsi lintas sektor terhadap pelaksanaan pengawasan penggunaan bahasa Indonesia, baik di ruang publik, dalam dokumen resmi, maupun dalam komunikasi kelembagaan. Ia juga menyampaikan pentingnya dukungan aktif dari pemerintah daerah melalui sosialisasi, pemantauan, pendampingan, dan evaluasi secara berkelanjutan.

Senada dengan itu, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah IV Kemendagri, Paudah, menyatakan bahwa bahasa Indonesia adalah simbol persatuan dan harus mendapat perhatian serius di tingkat daerah. “Bahasa Indonesia adalah identitas nasional. Pengawasannya bukan semata urusan regulasi, tetapi soal keteguhan kita menjaga marwah bangsa,” ujarnya.

Kemendagri mendukung penuh atas upaya Kemendikdasmen dalam mengawal implementasi regulasi pengawasan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan tata naskah dinas di instansi pemerintah dapat berjalan dengan baik. Ia menegaskan agar seluruh pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota segera membentuk tim pengawasan penggunaan bahasa Indonesia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X:x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Mendikdasmen dan Pemangku Kepentingan Berkomitmen Perkuat Kedaulatan Bahasa Indonesia di Ruang Pubik Read More »

Empat Inovasi Kemendikdasmen Tembus Final Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2025

Empat Inovasi Kemendikdasmen Tembus Final Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: /sipers/A6/VII/2025

Empat Inovasi Kemendikdasmen Tembus Final Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2025

Jakarta, 30 Juli 2025 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Empat inovasi pelayanan publik dari lingkungan Kemendikdasmen berhasil melaju ke babak final Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional Tahun 2025. Pencapaian ini menjadi bukti nyata dari komitmen Kemendikdasmen dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan, khususnya di sektor pendidikan dasar dan menengah.

Keempat inovasi tersebut adalah Kareta Sobat dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat, UKBI Adaptif dari Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, SIMFAL dari Balai Besar Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bidang Pertanian, serta Dasbor Verifikasi dan Validasi Anak Tidak Sekolah (ATS). Keberhasilan keempat inovasi ini mencerminkan hasil kerja kolektif seluruh unsur di Kemendikdasmen, serta sinergi yang terbangun dengan ekosistem pendidikan di berbagai daerah.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan masuk ke tahap final kompetisi merupakan bentuk nyata dari semangat perubahan yang selama ini terus digaungkan di dalam kementerian. “Kami sangat mengapresiasi pencapaian ini, yang merupakan bukti nyata dari upaya kolektif kami dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik dan inovatif. Keempat inovasi yang berhasil masuk babak final ini merepresentasikan komitmen kami untuk terus beradaptasi dengan perkembangan organisasi, baik dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan maupun dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital guna menghadirkan pelayanan publik yang relevan dan efektif,” ujar Suharti dalam keterangan resminya.

Kereta Sobat: Inovasi untuk Layanan Pendidikan yang Terintegrasi dan Menjangkau Pelosok

Kareta Sobat merupakan inovasi yang dirancang untuk menjangkau wilayah terpencil dengan membawa layanan pendidikan yang terintegrasi untuk siswa, guru, dan masyarakat, menggunakan kendaraan mobil pendidikan. UKBI Adaptif menawarkan pendekatan baru dalam mengukur kemahiran berbahasa Indonesia secara lisan maupun tulis melalui sistem digital berbasis teknologi adaptif, sehingga lebih efisien dan personal.

Sementara itu, SIMFAL telah dikembangkan sejak 2017 sebagai sistem pendukung pelatihan vokasi di bidang pertanian, dengan pendekatan paperless dan integrasi teknologi komunikasi yang memudahkan interaksi antara pengguna dan sistem. Inovasi terakhir, Dasbor ATS, memanfaatkan data dari sistem Dapodik dan EMIS untuk memetakan anak tidak sekolah secara akurat dan real-time, sehingga memudahkan pemerintah dalam merancang kebijakan intervensi pendidikan yang tepat sasaran dan hemat biaya.

Tentang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional

Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional yang diselenggarakan setiap tahun ini diikuti oleh ribuan inovasi dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta BUMN dan BUMD. Tahun ini, sebanyak 2.378 proposal inovasi masuk dalam sembilan kategori yang dikompetisikan. Setelah melalui serangkaian tahapan penilaian yang ketat, meliputi aspek dampak, kebaruan, keberlanjutan, dan potensi replikasi, hanya sebagian kecil yang dinyatakan layak melaju ke babak final—dan empat di antaranya berasal dari Kemendikdasmen.

Suharti menambahkan, keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran Kemendikdasmen untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat pendidikan. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk senantiasa terlibat aktif dalam mendukung peningkatan kualitas layanan publik di sektor pendidikan.

Para finalis akan memasuki tahap akhir berupa penilaian publik melalui partisipasi masyarakat pengguna layanan. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada bulan Agustus 2025. Kemendikdasmen pun optimistis bahwa langkah inovatif ini akan membuahkan hasil terbaik bagi pendidikan Indonesia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntuksemua
#KemendikdasmenRamah

Empat Inovasi Kemendikdasmen Tembus Final Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2 Read More »

Kemendikdasmen Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor, Cegah Kepunah

Kemendikdasmen Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor, Cegah Kepunahan Bahasa Daerah

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 392/sipers/A6/VII/2025

Kemendikdasmen Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor, Cegah Kepunahan Bahasa Daerah

Jakarta, 27 Juli 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), bekerja sama dengan Wacana Universitas Indonesia serta Universitas Leiden menggelar kuliah umum bertajuk “Keanekaragaman dan Kelestarian Bahasa di Indonesia: Mengeksplorasi Variasi Regional dan Pelindungan Bahasa”.

Acara yang diselenggarakan secara hibrida di Aula Sasadu, Gedung M. Tabrani Badan Bahasa dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Badan Bahasa ini, berhasil menarik partisipasi lebih dari 700 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, mahasiswa, pegiat budaya, hingga masyarakat luas. Melalui acara ini, Kemendikdasmen tekankan kolaborasi menjadi kunci dalam mencegah kepunahan bahasa daerah.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, dan lembaga pendidikan sebagai kunci utama dalam memperkuat upaya pelestarian bahasa dan sastra daerah di Indonesia. “Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini, kolaborasi sangat penting dalam upaya pelestarian bahasa daerah, agar warisan leluhur kita tidak punah,” tegasnya di Jakarta.

Pada kesempatan ini, Hafidz juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas antusiasme peserta serta kehadiran para narasumber, termasuk Nazarudin, akademisi sekaligus pegiat pelestarian bahasa dari Universitas Indonesia, dan Marian Klamer, profesor bahasa rumpun Papua dan Austronesia dari Universitas Leiden. Hal ini menandakan bahwa perhatian dan kepedulian masyarakat kita terhadap upaya pelestarian bahasa daerah telah tumbuh.

Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki keanekaragaman bahasa daerah, tercatat sebanyak 718 bahasa daerah. Bahasa daerah tersebut tidak hanya menjadi alat komunikasi, melainkan juga cerminan kekayaan budaya dan identitas bangsa. Keanekaragaman bahasa ini diibaratkan sebagai ‘taman kota’ yang penuh aneka warna, di mana setiap warna melambangkan karakter unik dari masyarakat di berbagai penjuru nusantara.

Dalam kuliah umum ini, Hafidz juga menekankan peran generasi muda sebagai pilar pelestarian bahasa daerah, yang idealnya berperan aktif melalui berbagai kegiatan budaya, lomba berbahasa daerah, serta pemanfaatan media digital dalam mengembangkan bahasa lokal melalui berbagai wadah ekspresi kekinian.

“Keberagaman bahasa di Indonesia seperti taman kota yang penuh aneka warna, masing-masing warna melambangkan karakter masyarakat dari berbagai penjuru nusantara. Generasi muda adalah kunci utama pelestari bahasa daerah, mereka perlu ditanamkan agar memiliki kecintaan terhadap bahasa ibu melalui aktivitas sehari-hari, ruang kreativitas dan apresiasi, program budaya, dan media digital,” tambahnya.

Peran Strategis Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Pemersatu Bangsa

Pada sesi diskusi menyoroti peran strategis Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa sejak Sumpah Pemuda 1928, serta gerakan “Bangga Berbahasa Indonesia, Mahir Berbahasa Indonesia, dan Maju Bersama Bahasa Indonesia”. Dominasi bahasa nasional ini juga membawa tantangan bagi keberlangsungan bahasa daerah yang mulai tergeser penggunaannya, terutama di ranah formal dan pendidikan.

Salah satu isu penting yang diangkat adalah keterbatasan pembelajaran bahasa daerah di sekolah yang masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan bahasa asing, serta kurangnya sumber daya pengajar yang kompeten di daerah terpencil. Namun, inovasi dan upaya pelestarian terus dilakukan, seperti pengembangan platform digital, permainan edukatif berbasis budaya lokal, dan sistem penerjemah otomatis yang tengah dikembangkan oleh komunitas pemuda di beberapa daerah.

Marian Klamer memaparkan betapa kompleks dan kaya ekologi linguistik Indonesia yang meliputi tidak hanya bahasa daerah dan bahasa Indonesia, melainkan juga lingua franca lokal dan ragam Melayu yang telah berkembang selama berabad-abad. Ia mencontohkan fenomena di Pulau Pantar yang kecil namun memiliki 11 bahasa lokal, menandakan keberagaman yang sangat tinggi meskipun dalam wilayah terbatas.

Selanjutnya, Nazarudin membagikan studi kasus tentang bahasa Oirata di Pulau Kisar, Maluku, yang menghadapi tantangan penurunan jumlah penutur, namun terus dilestarikan melalui inisiatif lokal dan dokumentasi intensif. Kajian dan penelitian yang telah dilakukan bertahun-tahun tersebut, telah memantik semangat dan kreativitas tokoh masyarakat setempat untuk menciptakan kamus bahasa daerah yang ada di wilayahnya agar menjadi dokumentasi penting dan media pembelajaran bagi generasi mereka.

Pada sesi tanya jawab, peserta mengajukan pertanyaan terkait dinamika bahasa di Indonesia, termasuk hubungan bahasa lokal Papua dengan bahasa Australia. Diskusi tentang strategi penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa ibu dalam keluarga multibahasa, serta pengembangan konten digital budaya yang semakin kreatif juga turut diperbincangkannya bersama nara sumber.

Kuliah umum ini dipandu oleh Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia. Di akhir sesi Dora berharap, semangat kolaborasi, inovasi, dan cinta terhadap bahasa ibu maupun bahasa nasional dapat terus dijaga oleh seluruh pemangku kepentingan. “Dengan begitu, bahasa daerah dan bahasa Indonesia tidak hanya terlestarikan tetapi juga berkembang maju sebagai warisan tak ternilai bagi bangsa,” pungkasnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X:x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor, Cegah Kepunahan Bahasa Daerah Read More »

Antusiasme Warga Rusia Pelajari Bahasa Indonesia, 149 Orang Ikuti Pembukaan Program BIPA

Antusiasme Warga Rusia Pelajari Bahasa Indonesia, 149 Orang Ikuti Pembukaan Program BIPA

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 374/sipers/A6/VII/2025

Moskow, 22 Juli 2025 —Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) membuka kembali program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Rusia. Sebanyak 149 orang pemelajar BIPA dari berbagai kalangan di Rusia akan mengikuti program pembelajaran secara daring pada level BIPA 1—BIPA 6 hingga akhir 2025.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat membuka kegiatan menekankan peran strategis bahasa Indonesia di kancah internasional. “Bahasa Indonesia kini menjadi salah satu bahasa resmi Sidang Umum UNESCO. Dengan adanya program BIPA, kita berharap makin banyak warga negara asing yang mengenal Indonesia melalui bahasanya yang nantinya akan bermanfaat untuk kepentingan pariwisata, ekonomi, budaya, dan diplomasi,” ujarnya pada Senin (21/7).

Mendikdasmen juga menyinggung semangat Trigatra Bangun Bahasa: utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing. Ia berharap BIPA menjadi wadah strategis untuk mempererat hubungan Indonesia dan Rusia yang telah terjalin erat sejak era Presiden Soekarno. “Dengan penguasaan bahasa Indonesia oleh warga Rusia dan sebaliknya, kita dapat memperkuat fondasi hubungan persahabatan kedua negara yang kaya akan sejarah dan budaya,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan pentingnya keberlanjutan program BIPA sebagai bagian dari upaya pemerintah menginternasionalkan bahasa Indonesia. Menurutnya, minat belajar bahasa Indonesia terus tumbuh secara global. Sejak 2015, Pemerintah Indonesia memberikan dukungan penuh melalui fasilitasi penyediaan pengajar dan materi ajar BIPA. Hingga Juni 2025, sebanyak 2.213 penugasan pengajar telah dilakukan untuk memfasilitasi lebih dari 200 ribu pemelajar pada 772 lembaga BIPA yang tersebar di 57 negara.

ebih lanjut, Hafidz mengatakan, peningkatan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional merupakan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 dan diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2014. Fasilitasi program BIPA kini dilakukan melalui tiga skema penugasan pengajar, yaitu penugasan pengajar dari Indonesia untuk pembelajaran secara luring (tatap muka), penugasan pengajar dari Indonesia untuk pembelajaran secara daring, dan penugasan pengajar lokal. Fasilitasi pengembangan program BIPA untuk KBRI Moskow telah dilaksanakan pada periode 2017—2020 untuk memfasilitasi lembaga penyelenggara program BIPA di Rusia yang meliputi KBRI Moskow, Lomonosov Moscow State University, dan Kazan Federal University. Kini, dengan dukungan tujuh pengajar BIPA yang akan mengajar secara daring, kelas BIPA di KBRI Moskow dibuka kembali untuk periode 21 Juli hingga 31 Desember 2025.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Jose Antonio Morato Tavares, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan minat besar terhadap bahasa Indonesia. “Saya sangat menghargai semangat para siswa. Belajar bahasa Indonesia adalah langkah awal yang penting dalam mempererat hubungan Indonesia dan Rusia. Terima kasih kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, dan semua pihak atas dukungan berkelanjutan untuk program ini. Kita semua sedang membangun jembatan persahabatan antara Indonesia dan Rusia,” ujar Dubes.

Antusiasme peserta tampak jelas saat salah satu pemelajar dari level BIPA 4 menyampaikan kesan dan harapannya. “Saya senang bisa belajar bahasa Indonesia walaupun secara online. Saya harap suatu hari nanti kami bisa bertemu langsung dengan guru dari Indonesia. Ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk lebih mengenal budaya Indonesia,” ucapnya.

Beberapa guru BIPA untuk periode Juli—Desember 2025 turut diperkenalkan dalam acara pembukaan ini, antara lain, Hilda Septriani yang mengajar kelas BIPA 1 C, Mutia Rahmatia yang mengajar kelas 1 D, Ardi Fajar yang mengajar kelas BIPA 3 dan BIPA 4, dan Wita Septiani yang mengajar kelas BIPA 5 dan BIPA 6. Acara pembukaan kelas BIPA Moskow terasa sangat lebih hangat dengan dihidangkannya sajian khas Indonesia, yaitu bakso untuk pemelajar BIPA yang hadir secara luring di KBRI Moskow. Selain itu, yang lebih membanggakan, acara itu dipandu dengan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Rusia oleh pemelajar BIPA dari Rusia yang telah fasih berbahasa Indonesia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Antusiasme Warga Rusia Pelajari Bahasa Indonesia, 149 Orang Ikuti Pembukaan Program BIPA Read More »

Kepala Badan Bahasa Dorong Generasi Muda Jaga Bahasa Indonesia

Siaran PersKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 

Nomor: 328/sipers/A6/VII/2025

Jakarta, 8 Juli 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong peran generasi muda di Indonesia dalam meningkatkan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, maupun bahasa asing. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), melalui Kantor Bahasa Provinsi Banten, menggelar Pemilihan Duta Bahasa Tingkat DKI Jakarta Tahun 2025 pada Minggu (6/7) di Balai Kota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemilihan Duta Bahasa tingkat provinsi diselenggarakan di 31 provinsi. Setelah itu, kegiatan akan dilanjutkan ke tingkat nasional di bulan Oktober 2025.

Para finalis Pemilihan Duta Bahasa Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025 menerima pembekalan berbagai materi, seperti Keterampilan Berbicara di Depan Publik, Berbahasa Indonesia yang Baik dan Benar, Dasar-Dasar Pembuatan Konten Kebahasaan dan Kesastraan di Media Sosial, Kesantunan Berbahasa di Ruang Publik, Teknik Penulisan Artikel Kebahasaan dan Kesastraan, serta Upaya Pelestarian Bahasa Daerah bagi Generasi Muda.
 
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa ajang pemilihan duta bahasa tidak sekadar sebagai rutinitas tahunan, tetapi merupakan program penting dalam mengawal upaya pengutamaan bahasa Indonesia. Generasi muda saat ini harus terus diberdayakan agar menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bahasa Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa Duta Bahasa diharapkan menjadi agen untuk melestarikan bahasa daerah sebagai kekayaan budaya bangsa agar tidak punah.
 
“Tentu upaya-upaya tersebut tidak mungkin dapat dilaksanakan oleh Badan Bahasa sendiri sehingga dukungan dan partisipasi nyata dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, terutama dari para duta bahasa, sebagai mitra dengan Badan Bahasa,” tutur Hafidz.
 
Selanjutnya, Hafidz Muksin berpesan kepada para Duta Bahasa agar tidak pernah putus asa jika belum menjadi pemenang pertama. “Karena sejatinya pemenang itu bukan hanya hadir di sini untuk mendapatkan trofi, tetapi dalam implementasi dan aktivitas nyata program krida kebahasaan dan kesastraan berikutnya. Sehingga apresiasi malam hari ini menjadi motivasi untuk terus menginspirasi aktivitas di masa yang akan datang,” lanjutnya.
 
Turut hadir dalam acara ini Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual, Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, Fajar Eko Satrio. Mewakili Gubernur DKI Jakarta, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting dan merupakan kewajiban bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menyukseskan gelaran Malam Penganugerahan Duta Bahasa Tingkat Provinsi DKI Jakarta. “Pemilihan Duta Bahasa Provinsi DKI Jakarta ini diadakan agar generasi muda aktif dalam menjaga dan memajukan bahasa negara dan daerah, sekaligus mengembangkan kebinekaan dan kemampuan global secara nyata dan berkelanjutan, termasuk selain bahasa Indonesia, ada bahasa daerah dan bahasa asing,” ujar Fajar.
 
Fajar juga menjelaskan bahwa usia Jakarta dua tahun lagi akan mencapai 500 tahun. Hal ini bisa menjadi momentum penting bahwa anak muda harus berani tampil, berinovasi, dan mampu menjadi tuan rumah, khususnya di wilayah DKI Jakarta. “Diharapkan nanti adik-adik mampu membawa bangsa ini lebih maju lagi, menjadi kebanggaan dari orang tua dan lingkungan masyarakat, dan Pemprov DKI Jakarta sangat berkepentingan menghasilkan generasi-generasi muda yang penuh semangat dan berprestasi.” Ujarnya
 
Proses Penjurian
Pemilihan Duta Bahasa Tingkat DKI Jakarta Tahun 2025 dilaksanakan dalam bentuk hibrida, dengan tahapan kegiatan yang berlangsung pada  26 April s.d. 11 Mei 2025. Setelah membuka pendaftaran, panitia melaksanakan seleksi administrasi untuk 100 pendaftar dan sebanyak 74 pendaftar lolos dalam seleksi tersebut. Selanjutnya, sebanyak 40 semifinalis dipilih untuk mengikuti seleksi UKBI dan wawancara. Setelah itu, ditetapkan 20 finalis untuk mengikuti penyusunan krida kebahasaan dan kesastraan, pembekalan, dan penilaian. Para finalis tersebut berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Bina Nusantara, Universitas Padjadjaran, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Gajah Mada, Politeknik Ketenagakerjaan, Politeknik Karya Husada, dan MAN 12 Jakarta.
 
Dalam pemilihan ini, ada beberapa tahapan penilaian finalis, yakni teknik wicara publik (pengetahuan umum kebahasaan dan kesastraan), kemampuan berbahasa asing (lisan), serta penampilan seni dan budaya. Beberapa juri yang terlibat dalam penilaian tersebut di antaranya adalah David Rizal, Liliana Muliastuti, Rika Agusmelda, Linda Cahya Wibawa, Singgih Sasongko, Intan Qomariah, dsb.
 
Malam Puncak Duta Bahasa Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025
Dalam puncak acara yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta tersebut, telah terpilih tiga pemenang terbaik dan satu pemenang terfavorit, yaitu (1) Terbaik I Putra: Dimas Cahya Ramadhan dan Terbaik I Putri: Shabrina Yasmin, (2) Terbaik II Putra: Muhammad Dzulfiqar dan Terbaik II Putri: Athallah Farah Putri,  (3) Terbaik III Putra: Gathan Razidy Malik dan Terbaik III Putri: Queena Citra, serta (4) Terfavorit Putra: Sirhan Muhammad Deyha dan Terfavorit Putri: Andi Belva Deany.

Selanjutnya, sejumlah 31 pemenang terbaik I pemilihan duta bahasa tingkat provinsi di Indonesia akan mengikuti seleksi Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2025 yang akan dihelat pada Oktober 2025.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
 
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
 

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Kepala Badan Bahasa Dorong Generasi Muda Jaga Bahasa Indonesia Read More »

UKBI Jadi Instrumen Strategis Wujudkan Kemahiran Berbahasa Indonesia yang Terstandar

UKBI Jadi Instrumen Strategis Wujudkan Kemahiran Berbahasa Indonesia yang Terstandar

Siaran PersKementerian Pendidikan Dasar dan Menengahnesia yang Terstandar

Nomor: 310/sipers/A6/VI/2025

Jakarta, 25 Juni 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menggelar Diseminasi Nasional Kemahiran Berbahasa Indonesia di Jakarta. Kegiatan yang diikuti oleh 80 peserta luring dari DKI Jakarta dan 1.000 peserta daring dari berbagai daerah di Indonesia, baik dari kalangan pemerintah, dunia pendidikan, swasta, maupun profesional ini menjadi langkah penting dalam menyosialisasikan pentingnya Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) sebagai instrumen resmi negara untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia seseorang secara objektif dan terstandar.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa kemahiran berbahasa Indonesia tidak hanya sekadar urusan akademik, tetapi juga merupakan bagian dari jati diri nasional dan pilar kedaulatan bangsa. “Bahasa Indonesia dalam konteks ini bukan hanya alat komunikasi, melainkan juga identitas bangsa dan simbol kedaulatan nasional,” ujarnya (25/06).

Ia juga menambahkan bahwa, “UKBI adalah bentuk konkret dari upaya menjaga bahasa Indonesia sebagai identitas bersama. Ke depan, sertifikat UKBI perlu menjadi syarat administratif bagi profesi-profesi strategis, termasuk guru, penerima beasiswa, hingga aparatur sipil negara.”

Atip juga menyampaikan bahwa UKBI tidak hanya berlaku bagi kalangan bahasawan, tetapi juga bagi lintas profesi, mulai dari pendidik hingga jurnalis. Ia menilai bahwa UKBI merupakan bentuk penting upaya pemerintah dalam menjaga bahasa Indonesia sebagai identitas bersama. “Bahasa adalah alat utama untuk menyampaikan pengetahuan. Ketidakfasihan dalam berbahasa dapat menurunkan mutu komunikasi, termasuk di ruang kelas dan media massa,” lanjutnya.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa UKBI telah mengalami transformasi besar sejak 2021 dan telah digunakan oleh lebih dari satu juta peserta uji hingga tahun 2025. “UKBI kini lebih adaptif, inovatif, dan dapat menjangkau lebih banyak kalangan, termasuk penyandang disabilitas,” ujarnya.

Ia juga menginformasikan bahwa UKBI telah digunakan dalam seleksi program Beasiswa Unggulan dan diwajibkan bagi seluruh guru dan siswa pada program SMK Pusat Unggulan. “Bahasa tidak hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga media penting untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemahiran berbahasa menjadi pintu gerbang untuk mengembangkan potensi diri,” jelas Hafidz.

Diseminasi ini juga menjadi momen peluncuran buku Peta Kemahiran Berbahasa Indonesia yang menyajikan data hasil UKBI berdasarkan wilayah, jenjang pendidikan, dan kelompok usia. Berdasarkan data tahun 2024, pelajar SMA dan SMK masih menunjukkan angka kemahiran di bawah standar kemahiran yang ditetapkan. Sementara itu, indeks kemahiran profesi guru berada di angka 75,14. Temuan ini menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan peningkatan kualitas literasi dan bahasa Indonesia ke depan.

Senada dengan itu, Hafidz juga menyampaikan bahwa meskipun saat ini belum ada regulasi nasional yang mewajibkan UKBI bagi guru, tetapi sudah banyak pemerintah daerah yang mendukung implementasi UKBI melalui alokasi anggaran dan kerja sama teknis. “Kami menggandeng 30 balai/kantor bahasa untuk menyelenggarakan UKBI dan pelatihan kebahasaan secara lebih luas,” tambahnya.

Selain sesi peluncuran dan sambutan, kegiatan diisi gelar wicara yang menghadirkan narasumber dari akademisi dan praktisi, serta pemberian penghargaan Apresiasi Giat UKBI kepada sekolah-sekolah pemenang tahun 2024 di wilayah DKI Jakarta.

Dengan terselenggaranya Diseminasi Nasional Kemahiran Berbahasa Indonesia ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran bahasa Indonesia sebagai perekat kebangsaan dan sarana komunikasi yang efektif. Melalui pemanfaatan UKBI secara luas dan berkelanjutan diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat turut serta membangun budaya literasi yang unggul, sekaligus menjadikan kemahiran berbahasa Indonesia sebagai salah satu pilar utama dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berdaya saing, berkarakter, dan beridentitas nasional.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

UKBI Jadi Instrumen Strategis Wujudkan Kemahiran Berbahasa Indonesia yang Terstandar Read More »

Mendikdasmen Dorong Peningkatan Literasi Melalui Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 304/sipers/A6/VI/2025

Mendikdasmen Dorong Peningkatan Literasi Melalui Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Jakarta, 24 Juni 2025—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menyelenggarakan kegiatan bertajuk Pak Menteri Menyapa Guru Bahasa Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan secara hibrida dengan jumlah peserta luring sebanyak 250 orang dan peserta Zoom Webinar sebanyak 4.092 orang.Kegiatan ini menjadi forum dialog Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dengan para guru Bahasa Indonesia serta mahasiswa calon guru Bahasa Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam dialog ini menyampaikan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan literasi anak-anak Indonesia adalah melalui penerapan kebijakan pembelajaran mendalam. Dalam kebijakan ini, pekerjaan rumah (PR) boleh diberlakukan, tetapi bukan untuk mengerjakan soal melainkan tugasnya adalah membaca buku atau menulis. “Nanti murid ditugaskan untuk menuliskan kembali, bisa membuat resume dari apa yang dibacanya atau murid menuliskan kembali isi dari bacaan itu dengan bahasanya sendiri. Bisa juga, murid menulis pengalaman mereka saat liburan ke rumah nenek,” jelas Mendikdasmen.

Menurut Mendikdasmen, permasalahan anak-anak saat ini adalah kurang memiliki ruang untuk mengekspresikan apa yang mereka alami sehingga kegiatan literasi seperti ini penting untuk mulai memperkuat tradisi lisan dan juga tradisi tulis sejak dini. Tradisi tulis itu harus dibangun dari hal-hal yang simpel, bisa melalui kalimat-kalimat sederhana setiap hari. “Mendorong semangat literasi itu bisa kita lakukan dengan cara memberikan mereka penugasan-penugasan membaca yang sederhana saja, tetapi kebisaannya yang kita bangun, bagus jika kemudian kita memberikan kesempatan anak-anak kita ini untuk menulis apa pun yang mereka tulis itu,” jelas Abdul Mu’ti.

Mendikdasmen pun mendorong guru maupun calon guru Bahasa Indonesia untuk dapat menumbuhkan semangat bahasa dan kemampuan berpikir, melalui pembelajaran mendalam, yang ke depannya akan menjadi arah baru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. “Bagaimana kita menjadikan bahasa yang berdaulat dan menjadi bagian dari keadaban bangsa yang dilihatnya dari berbahasanya, itu yang dilihat dari tugas para guru Bahasa Indonesia dan juga para calon guru Bahasa Indonesia,” tutup Mendikdasmen.

Sementara itu, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk menyapa guru Bahasa Indonesia di seluruh Indonesia. Tujuannya tidak lain adalah untuk memberikan apresiasi kepada guru Bahasa Indonesia karena peran penting guru Bahasa Indonesia dalam menjaga kedaulatan bahasa Indonesia. Guru Bahasa Indonesia mempunyai peran aktif dalam meningkatkan literasi di sekolah sehingga aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan literasi di sekolah dapat ditingkatkan. Guru juga dapat menciptakan ruang-ruang kreativitas bagi para siswa sehingga bahasa tidak hanya sekadar sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai alat atau media untuk menjadikan aktivitas memperoleh ilmu pengetahuan yang lebih baik, keadaban, kesantunan berbahasa.

Hafidz mengatakan, “Guru Bahasa Indonesia diharapkan dapat menanamkan keadaban dan kesantunan berbahasa di ruang-ruang satuan pendidikan. Peran guru Bahasa Indonesia, baik yang tergabung dalam Asosiasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia maupun Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia, misalnya, dapat berperan serta dalam rangka menjaga kedaulatan bahasa Indonesia,” tutur Hafidz.

Anggota Komisi X DPR RI, Denny Wahyudi atau lebih dikenal dengan Denny Cagur, menyampaikan dukungannya kepada Kemendikdasmen, khususnya dalam rangka penguatan peran guru Bahasa Indonesia untuk meningkatkan literasi dan minat baca seluruh siswa maupun guru di seluruh Indonesia. “Ini menjadi tanggung jawab kita semua, termasuk saya yang bertugas di Komisi X DPR RI. Kami sampaikan Komisi X DPR RI terus mendukung Kemendikdasmen, terutama dalam hal peningkatan literasi. Sudah banyak buku-buku yang disebar ke sekolah-sekolah di pelosok Indonesia untuk meningkatkan minat baca dan literasi, agar para pelajar dan pengajar bisa cerdas, terdidik, dan berkarakter,” jelas Denny Cagur.

Pak Menteri Menyapa Guru Bahasa Indonesia merupakan komitmen Kemendikdasmen untuk menegaskan bahwa pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia tidak hanya sebatas penguasaan tata bahasa, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter dan penguatan kemampuan berpikir kritis. Karena itu, peran aktif para guru menjadi sangat penting dalam mewujudkan transformasi pendidikan yang berkelanjutan. Lebih dari sekadar forum dialog, Pak Menteri Menyapa Guru Bahasa Indonesia adalah momentum reflektif bersama untuk menyadari kembali pentingnya literasi dan apresiasi terhadap bahasa dan sastra sendiri.

Selain melalui Zoom Webinar, kegiatan Pak menteri Menyapa Guru Bahasa Indonesia disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Kemendikdasmen dan Badan Bahasa. Hingga tulisan ini diturunkan, tayangan di kanal Youtube Kemendikdasmen sudah ditonton hingga 9.636 kali. Semangat yang dibangun dalam forum ini diharapkan dapat terus dijaga dan dikembangkan melalui kebijakan serta praktik baik pembelajaran pada masa mendatang. Bahasa Indonesia yang baik dan benar dan sastra yang berkembang adalah cerminan bangsa yang berpikir jernih, peduli, dan menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Mendikdasmen Dorong Peningkatan Literasi Melalui Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Read More »

Jaga Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Gelar Pelatihan untuk Guru Utama Bahasa Daerah

Nomor: 300/sipers/A6/VI/2025

Siaran PersKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Jaga Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Gelar Pelatihan untuk Guru Utama Bahasa Daerah

Lembang, 22 Juni 2025 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) terus melakukan upaya pelestarian bahasa daerah. Berbagai langkah dan kegiatan dilakukan melalui kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam peningkatan kompetensi tenaga pendidik dalam bidang bahasa daerah.

Guna memotivasi dan memperkuat peran para pegiat bahasa daerah,Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, meninjau langsung pelaksanaan kegiatan Pelatihan Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) jenjang SD dan SMP se-provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Lembang, Jawa Barat, pada Jumat (20/6).

Dalam sambutannya, Hafidz memberikan pesan kuat kepada para peserta pelatihan. “Jangan mengaku orang Sunda kalau tidak bisa berbahasa Sunda. Bahasa daerah adalah jati diri yang harus kita jaga. Indonesia adalah negara dengan jumlah bahasa daerah terbanyak kedua di dunia. Ini kekuatan yang harus kita rawat bersama,” tegas Hafidz di hadapan para guru peserta pelatihan.

Lebih lanjut, Hafidz menekankan bahwa guru memiliki peran penting dalam mengenalkan dan menumbuhkan kemampuan berbahasa daerah sejak usia dini. Lebih dari itu, guru juga diharapkan mampu menciptakan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri dan berprestasi melalui bahasa ibu mereka.

“Ketika mengimbaskan kepada murid, tampilkan karya yang menarik. Anak-anak perlu diberi pilihan, diarahkan, dan dimotivasi agar mencintai bahasa daerahnya. Bahkan, dari sanalah mereka bisa meraih kesempatan pendidikan yang lebih luas,” tambah Hafidz.

Di akhir sambutannya, Hafidz mengingatkan tantangan yang dihadapi saat ini, bahwa di tengah maraknya penggunaan bahasa asing untuk berkomunikasi, Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional serta bahasa daerah sebagai simbol budaya perlu untuk terus dijaga antargenerasi. Data Badan Pusat Statistik (BPS, 2020) menunjukkan persentase penutur bahasa daerah antar pre-boomer ke generasi post Gen Z semakin berkurang.

Terlebih generasi muda semakin jarang menggunakan bahasa daerah karena dianggap kurang relevan dengan kebutuhan atau kurang bergengsi. Bahasa daerah bukan hanya alat komunikasi, melainkan juga warisan budaya yang memuat nilai-nilai karakter, sejarah, dan identitas suatu komunitas. Jika tidak dilakukan langkah konkret guna mencegah kepunahan bahasa daerah, dikhawatirkan banyak bahasa daerah akan punah dalam waktu dekat.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, Hafidz juga menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting untuk menghasilkan guru bahasa daerah. Disampaikan bahwa Universitas Muhammadiyah Kuningan kini telah membuka Program Studi Bahasa Sunda untuk mendukung pembelajaran bahasa daerah secara berkelanjutan.

Pelatihan ini diikuti oleh 108 peserta secara luring dan lebih dari 400 peserta daring dari berbagai daerah di Jawa Barat. Dalam laporannya, Herawati, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat menularkan ilmu yang diperoleh kepada siswa di sekolah masing-masing.

“Kami berharap peserta dapat melaksanakan diseminasi dengan baik. Semoga Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) mendatang dapat berjalan lancar dan menjadi ajang yang menginspirasi,” ujar Hera.

Bahasa yang Ditanam, Akan Tumbuh

Dian, salah satu peserta pelatihan yang berprofesi sebagai guru asal Ciamis menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan panduan praktis dan motivasi untuk terus mengembangkan pembelajaran bahasa daerah di sekolah.

“Saya jadi lebih siap dan percaya diri. Anak-anak ternyata bisa tampil percaya diri lewat bahasa daerah entah dalam cerita, lagu, atau karya digital. Bahasa daerah bukan hal kuno, justru bisa jadi jalan untuk mereka berkembang,” ungkap guru seni ini.

Sebagai penutup kegiatan, para peserta menampilkan komedi tunggal dan nembang dalam Bahasa Sunda yang menunjukkan antusiasme dan potensi besar dari pembelajaran bahasa daerah di sekolah. Kegiatan ini tidak hanya membekali guru dengan materi ajar, melainkan juga mendorong mereka menjadi penggerak di satuan pendidikan masing-masing.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, para guru diharapkan menjadi ujung tombak dalam memperkuat penggunaan bahasa daerah di lingkungan sekolah, agar tetap hidup, digunakan, dan diwariskan lintas generasi. Pada akhirnya generasi peneruslah yang akan memetik dan memanen hasil pembelajaran dengan tunas-tunas muda yang mencintai dan menguasai dan melestarikan bahasa daerah sebagai keunggulan budaya bangsa.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Jaga Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Gelar Pelatihan untuk Guru Utama Bahasa Daerah Read More »

Kemendikdasmen Tegaskan Komitmen Pengutamaan Bahasa Indonesia dan Pelestarian Bahasa Daerah di Kuningan

Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 299/sipers/A6/VI/2025

Kemendikdasmen Tegaskan Komitmen Pengutamaan Bahasa Indonesia dan Pelestarian Bahasa Daerah di Kuningan

Kuningan, 21 Juni 2025 — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, didampingi Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, dan Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Herawati, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Kamis (19/6). Kunjungan kerja ini dilakukan dalam rangka penguatan komitmen terhadap pengutamaan Bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah yang sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.
 
Penegasan komitmen tersebut telah diwujudkan dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia, sebagai acuan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat pelaksanaan pengawasan dan pembinaan secara sistematis dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Bahasa terus melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah penandatanganan komitmen bersama oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
 
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Kuningan, Penjabat (Pj). Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretaris Daerah. Proses penandatangan ini disaksikan oleh Wamendikdasmen, Kepala Badan Bahasa, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Sekretaris Ditjen Pendidikan Vokasi dan PKLK, serta Kepala BPMP Provinsi Jawa Barat.
 
Dalam momen ini, Wamen Fajar menegaskan bahwa bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga sarana pembentukan jati diri, penguatan karakter, pemersatu bangsa, dan wadah ekspresi kebudayaan. Fajar menekankan bahwa keberhasilan program pengutamaan dan pelestarian ini membutuhkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat.
 
Ia mengajak semua pihak untuk menjaga Bahasa Indonesia sebagai simbol pemersatu bangsa sekaligus merawat bahasa daerah sebagai akar budaya yang memperkaya identitas nasional. “Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan kita. Namun, kekayaan bangsa juga terletak pada keragaman bahasa daerah yang hidup di tengah masyarakat. Menjaga keduanya berarti menjaga masa depan kebudayaan kita,” ujar Wamen Fajar.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, berkomitmen untuk mengutamakan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di ruang publik, naskah dinas pemerintahan, dan satuan pendidikan, sekaligus menjaga kelestarian bahasa daerah sebagai warisan dan identitas bangsa.
 
Sementara itu, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengungkapkan bahwa pengutamaan Bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah harus berjalan beriringan melalui program konkret di lapangan. Beberapa langkah konkret Badan Bahasa bersama unit pelaksana teknis Kemendikdasmen di Provinsi Jawa Barat akan mendukung program peningkatan sumber daya manusia di bidang pendidikan di Kabupaten Kuningan. Rencana kerja yang meliputi pelatihan dan peningkatan kompetensi guru dalam penguasaan berbahasa Indonesia yang baik dan benar, pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa indonesia (UKBI) bagi para guru dan siswa, dan pelaksana pelestarian bahasa daerah dalam pembelajaran muatan lokal dan ruang kreativitas di satuan pendidikan.
 
Tidak hanya itu, Badan Bahasa juga merangkul perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Kuningan, dengan menandatangani Perjanjian Kerja Sama bersama Universitas Muhammadiyah Kuningan terkait pengembangan kebahasaan dan kesastraan. Kolaborasi dengan perguruan tinggi di Kuningan ini merupakan upaya perwujudan partisipasi semesta, khususnya lembaga pendidikan tinggi dalam menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas, unggul dan berkarakter.
 
Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan, Wawang Anwarudin, menyatakan saat ini telah dibuka program studi Bahasa Sunda sebagai bentuk nyata komitmennya terhadap pelestarian bahasa daerah di Jawa Barat. Diharapkan dengan adanya program studi tersebut, akan lulusan perguruan tinggi yang memiliki kemampuan dan keunggulan dalam pembelajaran Bahasa Sunda dan menciptakan ruang kreativitas berkarya dalam Bahasa Sunda yang berbasis pada budaya dan kearifan lokal.
 
Hafidz berharap melalui sinergi yang erat antara Badan Bahasa, Pemerintah Kabupaten Kuningan, dan Universitas Muhammadiyah Kuningan, akan terus memperteguh penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar, sekaligus menjaga kelestarian bahasa daerah.
 
Salah satu kegiatan penting dalam kunjungan ini adalah keikutsertaan Wamen Fajar dalam Upacara Seren Taun di Cigugur, sebuah tradisi tahunan masyarakat Sunda yang kaya akan nilai spiritual dan budaya. Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar menekankan pentingnya kearifan lokal sebagai sumber literasi dan pembelajaran karakter. “Pelestarian bahasa daerah adalah bagian tak terpisahkan dari proses edukasi yang berakar pada budaya bangsa,” tutup Wamen Fajar.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
 
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah


 

Kemendikdasmen Tegaskan Komitmen Pengutamaan Bahasa Indonesia dan Pelestarian Bahasa Daerah di Kuningan Read More »

Kepala Badan Bahasa Tinjau Pelaksanaan SPMB di Purwakarta: Pastikan Proses Berjalan Kondusif dan Inklusif

Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 296/sipers/A6/VI/2025

Kepala Badan Bahasa Tinjau Pelaksanaan SPMB di Purwakarta: Pastikan Proses Berjalan Kondusif dan Inklusif

Purwakarta, 21 Juni 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terus mengawal ketat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di berbagai daerah. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, selaku tim pengawas pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), melakukan peninjauan langsung ke SMPN 1 Purwakarta dan SMAN 1 Purwakarta, Jumat (20/6).

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses SPMB di wilayah tersebut berjalan objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, serta tanpa diskriminasi sehingga menjangkau semua kelompok masyarakat.

Dalam keterangannya, Hafidz menegaskan bahwa peninjauan tim pengawas dari Kemendikdasmen turun ke lapangan adalah bagian dari upaya mengawal proses SPMB agar berjalan lancar guna mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

“Kami ingin memastikan bahwa semua jalur penerimaan baik jalur domisili, afirmasi, prestasi dan mutasi dapat dilaksanakan sesuai regulasi,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala SMPN 1 Purwakarta, Patoni, menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB di sekolahnya secara umum berjalan dengan kondusif. “Memang di awal sempat ada kendala teknis pada sistem digital yang digunakan, namun pada hari berikutnya langsung lakukan perbaikan dan pelayanan tetap kami jaga agar proses berjalan lancar,” ungkap Patoni.

Salah satu guru yang juga bertugas sebagai panitia informasi, Cucu Suryani, menyebutkan bahwa masih banyak orang tua yang belum sepenuhnya memahami proses pendaftaran secara daring, sehingga lebih memilih mendaftar secara langsung ke sekolah. “Kami tetap melayani dan mendampingi para orang tua murid serta memastikan semua proses bisa terselesaikan dengan baik,” kata Cucu.

Sementara itu, di SMAN 1 Purwakarta, panitia menyediakan ruangan khusus untuk pelayanan langsung bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya. Proses SPMB di sekolah tersebut berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Salah satu orang tua murid yang mengikuti SPMB dari jalur mutasi, mengungkapkan kepuasannya atas pelayanan dan sistem yang diterapkan. “Saya merasa sangat terbantu dengan adanya jalur mutasi yang difasilitasi oleh sistem SPMB ini. Semua prosedurnya jelas, dan panitia sekolah sangat membantu. Ini membuat saya yakin anak saya bisa mendapatkan pendidikan terbaik meski berpindah kota,” tuturnya saat dijumpai Hafidz dalam proses pendaftaran ulang.

Pada kesempatan tersebut, Hafidz menanggapi aspirasi dari seorang guru yang berharap kuota jalur mutasi untuk anak guru bisa ditambah lebih banyak.

“Kami menerima masukan yang sangat baik ini, karena mempertimbangkan kuota tersebut untuk guru berasal dari berbagai jenjang, bukan hanya guru SMA. Aspirasi ini akan kami diskusikan ke kementerian,” jawab Hafidz.

Dengan pengawasan langsung dari pusat, diharapkan SPMB tahun ini mencerminkan semangat inklusi dan pemerataan akses pendidikan. Hafidz menegaskan bahwa kementerian akan terus mengawal proses ini agar tidak terjadi pelanggaran ataupun ketimpangan, serta bila ada permasalahan dapat segera diselesaikan.

“Pendidikan bermutu harus menjadi hak semua murid dan SPMB yang berkeadilan ini adalah salah satu pintu awal untuk mewujudkan hal itu secara nyata,” pungkas Hafidz.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Kepala Badan Bahasa Tinjau Pelaksanaan SPMB di Purwakarta: Pastikan Proses Berjalan Kondusif dan Inklusif Read More »