Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara

Artikel

Kemendikdasmen Perkuat Integrasi Literasi dan Pendidikan Vokasi untuk Ekosistem Pangan Nasional

Kemendikdasmen Perkuat Integrasi Literasi dan Pendidikan Vokasi untuk Ekosistem Pangan Nasional

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Kemendikdasmen Perkuat Integrasi Literasi dan Pendidikan Vokasi untuk Ekosistem Pangan Nasional

Jakarta, 15 Oktober 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong integrasi antara literasi dan pendidikan vokasi untuk memperkuat ekosistem pangan nasional yang berkelanjutan. Kolaborasi lintas unit kerja ini melibatkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Badan Pangan Nasional, serta dunia usaha dan dunia industri (DUDI), dengan menghadirkan para kepala sekolah SMK percontohan dan guru vokasi. Gelar Wicara bertema “Integrasi Literasi dan Pendidikan Vokasi dalam Ekosistem Pangan Nasional” tersebut diselenggarakan di Graha Lantai 3, Kemendikdasmen, Jakarta, pada Selasa (14/10).

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, sebagai narasumber utama, memaparkan bahwa Badan Bahasa memiliki peran strategis dalam mengembangkan dan memartabatkan bahasa Indonesia, melindungi bahasa daerah, serta memperkuat budaya literasi masyarakat. “Literasi tidak sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga memaknai. Bahasa Indonesia yang baik dan benar menuntun kita pada cara berpikir yang logis dan berpengetahuan,” ungkap Hafidz.

Ia juga menyampaikan terkait Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia, yang menjadi dasar penguatan penggunaan bahasa di ruang publik dan lembaga pendidikan. Selain itu, ia menyampaikan kabar membanggakan bahwa bahasa Indonesia kini telah diakui sebagai bahasa resmi dalam Sidang Umum UNESCO.

“Alhamdulillah, tahun ini bahasa Indonesia akan untuk pertama kalinya dikumandangkan dalam sidang umum UNESCO. Ini kebanggaan dan momentum penting bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.

Inovasi Literasi dan Penguatan Kompetensi Guru dan Siswa

Badan Bahasa juga terus berinovasi untuk meningkatkan kemampuan literasi masyarakat, di antaranya melalui penyempurnaan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang kini memuat lebih dari 208.000 kosakata, penerapan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD), dan pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).

Hafidz turut menjelaskan bahwa Program UKBI kini menjadi instrumen penting untuk mengukur kemampuan literasi guru dan siswa. Dalam program SMK Pusat Keunggulan (PK), setiap guru diwajibkan memiliki sertifikat UKBI sebagai bukti kompetensi berbahasa. “Dengan UKBI, kita dapat memastikan guru dan siswa memiliki kemampuan komunikasi yang baik, yang menjadi dasar dalam berpikir kritis dan produktif,” tutur Hafidz.

Menutup kegiatan, Hafidz berharap agar sinergi antara literasi dan pendidikan vokasi dapat terus diperluas, menjadi gerakan nasional yang melibatkan seluruh pihak termasuk pemerintah, industri, sekolah, dan masyarakat.

“Integrasi literasi dan pendidikan vokasi bukan hanya program, tetapi gerakan bersama untuk menyiapkan generasi muda yang literat, terampil, dan mandiri. Dengan SDM yang unggul dan berkarakter, Indonesia akan mampu mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan bangsa,” pungkasnya.

Kolaborasi Lintas Sektor: Kunci Ketahanan Pangan

Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber dari Badan Pangan Nasional yakni Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan, Rinna Syawal, yang turut menekankan pentingnya literasi pangan bagi generasi muda di era transformasi industri pangan. “Kita semua sejak lahir sudah makan, tapi belum tentu memahami makna dari pangan itu sendiri. Literasi pangan penting agar kita tidak sekadar makan, tetapi juga memahami manfaat dan nilai dari apa yang kita konsumsi,” tutur Rinna.

Menurut Rinna bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai sumber daya manusia produktif, agen perubahan, penggerak inovasi, dan pemimpin masa depan. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah pola konsumsi yang tidak sehat dan rendahnya kesadaran terhadap pangan lokal.

“Generasi muda kita, terutama Gen Z dan Gen Alpha, cenderung mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Akibatnya, kini muncul kasus diabetes dan obesitas bahkan pada anak usia 10 hingga 14 tahun. Ini menjadi alarm penting bagi dunia pendidikan untuk memperkuat edukasi tentang pangan sehat,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PT Banjarnegara Agro Mandiri, Trisila Juwantara, sebagai pelaku industri yang berkomitmen terhadap pengembangan produk pangan berbasis potensi lokal. Menyampaikan bahwa pentingnya sinergi antara industri dan lembaga pendidikan dalam menyiapkan SDM vokasi yang siap kerja dan siap berwirausaha di sektor pangan.

“Kami sudah lama bermitra dengan SMK untuk mendukung pembelajaran berbasis industri. Melalui teaching factory, siswa tidak hanya belajar teori, tapi juga praktik langsung mengolah produk lokal seperti nanas atau salak menjadi produk olahan bernilai jual tinggi. Kuncinya adalah keterhubungan antara pendidikan dan pasar,” jelas Trisila Juwantara.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pameran karya siswa SMK percontohan di bidang kuliner dan pengolahan pangan, yang menjadi simbol nyata kolaborasi antara dunia pendidikan, bahasa, dan industri dalam membangun ekosistem pangan nasional yang berkelanjutan.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Perkuat Integrasi Literasi dan Pendidikan Vokasi untuk Ekosistem Pangan Nasional Read More »

Kemendikdasmen Dongkrak Kreativitas Komunitas Literasi dan Sastra Berkarya Lewat Majalah Liris dan Bantuan Pemerintah

Kemendikdasmen Dongkrak Kreativitas Komunitas Literasi dan Sastra Berkarya Lewat Majalah Liris dan Bantuan Pemerintah

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 649/sipers/A6/X/2025

Kemendikdasmen Dongkrak Kreativitas Komunitas Literasi dan Sastra Berkarya Lewat Majalah Liris dan Bantuan Pemerintah

Jakarta, 12 Oktober 2025— Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berperan penting dalam pembinaan, pengembangan, pelindungan, dan pemartabatan bahasa serta sastra Indonesia. Sejak Juli 2025, melalui Majalah Liris, Badan Bahasa secara berkala menerbitkan Majalah Liris sebagai ajang berkreativitas dan menuangkan ide dalam bersastra untuk anak-anak dan para guru.

Liris adalah sebuah majalah sastra sebagai wadah inspirasi dan aspirasi bagi komunitas literasi dan sastra karena masih terbatasnya ruang kreativitas bagi siswa dan guru untuk menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk karya sastra. “Melalui media ini, harapannya masyarakat terdorong untuk terus menulis karya sastra dan menumbuhkan kebanggaan dalam memperkenalkan sastra kepada anak-anak sejak dini,” tutur Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin dalam Dialog Publik yang bertajuk “Kecakapan Bahasa, Keterampilan Literasi, dan Apresiasi Sastra dalam Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah” di ruang baca “Baca di Tebet”, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dialog ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal berbagai program dan kebijakan kebahasaan dan kesastraan yang dijalankan Badan Bahasa, sekaligus menjadi ruang diskusi dan penyampaian masukan terkait perkembangan kebahasaan dan kesastraan terkini, termasuk berbagai keresahan masyarakat terhadap isu-isu bahasa dan sastra.

Selain itu, Badan Bahasa juga berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI untuk memperkuat bidang kebahasaan dan kesastraan bagi guru, komunitas literasi, serta komunitas sastra melalui program bantuan pemerintah. Pada 2025 bantuan pemerintah untuk komunitas literasi telah disampaikan senilai Rp5 miliar untuk 50 komunitas literasi dan Rp5,4 miliar untuk 35 komunitas sastra dan 65 tokoh sastra di seluruh wilayah Indonesia. Bantuan tersebut digunakan untuk meningkatkan kompetensi SDM, mengembangkan berbagai kegiatan literasi, dan apresiasi di bidang sastra.

Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa Badan Bahasa memiliki empat program prioritas terkait kecakapan literasi, menjaga kedaulatan bahasa Indonesia sebagai pilar penting mempersatukan bangsa Indonesia melalui bahasa, pelestarian bahasa daerah sebagai sumber kekayaan Indonesia, serta penginternasionalan bahasa Indonesia. “Berbagai program Badan Bahasa diharapkan mampu memberikan manfaat luas serta mendorong sinergi dengan berbagai pihak sebagai upaya meningkatkan fungsi bahasa Indonesia secara sistematis dan keberlanjutan,” ujarnya.

Menyambut pernyataan tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, menekankan bahwa Komisi X DPR RI akan mendukung program pendidikan dari segi apapun untuk kebaikan rakyat. “DPR berkomitmen menjalankan undang-undang terkait kebahasaan dan kesastraan. DPR mendukung upaya kedaulatan bahasa dengan mengutamakan bahasa Indonesia,” ujar Himmatul di hadapan 100 orang yang hadir secara luring.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Perhimpunan Literasi Indonesia, Wien Muldian menyampaikan bahwa kekuatan berbahasa sangat dekat dengan dunia informasi dan pengetahuan sebagai wujud identitas diri. “Intervensi teknologi yang begitu cepat memengaruhi cara kita berkomunikasi, sehingga kemampuan berbahasa menjadi penting agar dapat dipahami oleh manusia di seluruh dunia dan diterima sebagai bahasa internasional,” ujarnya.

“Bahasa Indonesia maupun bahasa daerah dikenal dunia karena munculnya kreativitas dalam cara berkomunikasi dan berbahasa yang unik. Bahasa merupakan kekuatan besar untuk mendorong perubahan, tidak hanya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, tetapi juga dalam membangun kapasitas masyarakat Indonesia. Setiap individu perlu memiliki kapasitas identitas dalam berbahasa itu sendiri,” tambah Wien.

Kegiatan diseminasi kebahasaan dan kesastraan ini merupakan wujud nyata perhatian terhadap pengembangan kebahasaan dan kesastraan bagi masyarakat. Pemanfaatan kegiatan dan pengelolaan sumber daya manusia yang baik tentu memerlukan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah sebagai pembuat kebijakan, komunitas sebagai penggerak, maupun masyarakat umum sebagai penerima manfaat.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanbermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Dongkrak Kreativitas Komunitas Literasi dan Sastra Berkarya Lewat Majalah Liris dan Bantuan Pemerintah Read More »

Kemendikdasmen Perkuat Akses Layanan Kebahasaan yang Inklusif melalui UKBI Adaptif Bagi Disabilitas Rungu

Kemendikdasmen Perkuat Akses Layanan Kebahasaan yang Inklusif melalui UKBI Adaptif Bagi Disabilitas Rungu

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 644/sipers/A6/IX/2025

Kemendikdasmen Perkuat Akses Layanan Kebahasaan yang Inklusif melalui UKBI Adaptif Bagi Disabilitas Rungu

Jakarta, 10 Oktober 2025 — Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan kebahasaan yang setara, modern, dan inklusif.
Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif bagi Disabilitas Rungu menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa untuk semua, tanpa batas kemampuan, wilayah, atau latar belakang.

Sebagai bagian dari transformasi layanan kebahasaan nasional, pengembangan UKBI Adaptif bagi disabilitas rungu menjadi terobosan penting agar layanan kebahasaan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan peningkatan posisi bahasa Indonesia di dunia internasional, yaitu bahasa Indonesia kini menjadi bahasa resmi kesepuluh yang digunakan dalam sidang UNESCO dan telah diajarkan di lebih dari 57 negara.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa UKBI merupakan sarana penting untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia sehingga perlu terus dikembangkan agar menjangkau semua lapisan masyarakat.

“Seiring dengan transformasi digitalisasi layanan kebahasaan dan kesastraan, pengembangan aplikasi UKBI bagi disabilitas rungu selaras dengan visi Kemendikdasmen mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Saya menyampaikan apresiasi atas inovasi dan kreativitas yang terus dikembangkan ini. Semoga melalui uji coba aplikasi UKBI bagi disabilitas rungu ini akan diperoleh masukan yang konstruktif,” ujarnya dalam kegiatan Uji Coba Soal UKBI Adaptif dan Uji Coba UKBI Disabilitas Rungu.

UKBI merupakan instrumen resmi untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia bagi seluruh pengguna bahasa Indonesia, baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing. UKBI terus dikembangkan dari waktu ke waktu hingga kini menjadi UKBI Adaptif, sebuah sistem digital yang memungkinkan peserta untuk mengikuti ujian dari mana saja dan kapan saja. UKBI Adaptif bagi Disabilitas Rungu menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua dan mendukung pendidikan yang inklusif agar setiap pengguna bahasa Indonesia, termasuk disabilitas rungu, dapat memiliki kesempatan yang sama untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia mereka.

Balai dan Kantor Bahasa Provinsi Selenggarakan Uji Coba UKBI Adaptif bagi Disabilitas Rungu

Badan Bahasa, Kemendikdasmen telah melaksanakan UKBI Adaptif bagi Disabilitas Rungu pada tanggal 8–9 Oktober 2025. Khusus bagi peserta disabilitas rungu, kegiatan ini digelar serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 9 Oktober 2025 melalui balai dan kantor bahasa di setiap provinsi dan diikuti 222 peserta.

Kegiatan ini terdiri atas dua bagian utama, yaitu uji coba soal UKBI Adaptif secara umum dan uji coba aplikasi UKBI Adaptif bagi disabilitas rungu. Uji coba soal secara umum telah dilaksanakan di tujuh provinsi, yaitu Kepulauan Riau, Yogyakarta, NTB, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, dan DKI Jakarta. Tujuannya untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua dan pendidikan yang inklusif.

“Kami ingin memastikan soal dan aplikasi ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna disabilitas rungu. Harapannya, UKBI dapat dimanfaatkan masyarakat luas untuk pemetaan kemampuan, peningkatan kompetensi, atau seleksi karier, dan ke depan dapat digunakan pula di sekolah-sekolah bagi peserta didik difabel,” jelas Hafidz.

Uji coba ini tidak hanya mengujikan soal, tetapi juga mengukur validitas dan reliabilitas instrumen UKBI Adaptif serta menguji kinerja aplikasi digital agar aplikasi UKBI Adaptif benar-benar ramah dan mudah diakses oleh difabel. Hasil kegiatan ini akan menjadi dasar pengembangan lebih lanjut supaya UKBI Adaptif makin inklusif, akurat, dan andal.

Salah satu peserta uji coba aplikasi UKBI Adaptif bagi disabilitas rungu, Dame, mengungkapkan pengalamannya, “Hari ini saya pertama kali ikut ujian. Bahasa itu berbeda karena kita punya budaya, bahasa Indonesia, dan bahasa isyarat. UKBI ini menyesuaikan kemampuan masing-masing. Jadi, jangan takut mencoba. Tes ini bisa bermanfaat untuk masa depan untuk kerja, kuliah, dan lainnya,” ujarnya dalam bahasa isyarat.

Dua peserta warga negara asing, Maram Al Arnab (Suriah) dan Chiara (San Marino), menilai bahwa UKBI sangat penting bagi penutur asing. “Sertifikat UKBI membantu kami untuk mendapatkan pekerjaan di Indonesia dan memudahkan kami memperoleh beasiswa,” tutur mereka.

Sementara itu, Haikal dari MTsN 9 Jakarta menyampaikan bahwa UKBI menjadi motivasi bagi pengguna bahasa Indonesia untuk terus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanbermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Perkuat Akses Layanan Kebahasaan yang Inklusif melalui UKBI Adaptif Bagi Disabilitas Rungu Read More »

Pelestarian Bahasa Sunda Dimantapkan dengan Festival Tunas Bahasa Ibu 2025

Pelestarian Bahasa Sunda Dimantapkan dengan Festival Tunas Bahasa Ibu 2025

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 635/sipers/A6/X/2025

Pelestarian Bahasa Sunda Dimantapkan dengan Festival Tunas Bahasa Ibu 2025

Bandung, 8 Oktober 2025—Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Jawa Barat 2025 resmi dibuka di Kota Bandung, Selasa (7/10). Kegiatan tahunan ini menjadi puncak dari rangkaian program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang diinisiasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan pemerintah daerah. Kegiatan pembukaan yang berlangsung meriah itu dihadiri oleh Wali Kota Bandung, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, serta para kepala unit pelaksana teknis Kemendikdasmen di wilayah Jawa Barat.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Herawati, menyampaikan bahwa FTBI tahun ini diikuti oleh peserta dari 27 kabupaten/kota yang terdiri atas 378 siswa SD dan 364 siswa SMP. “Rangkaian revitalisasi bahasa daerah di Jawa Barat dimulai dengan koordinasi antarinstansi, diskusi kelompok terpumpun, diseminasi, dan pelatihan peningkatan kompetensi guru bahasa daerah yang disertai dengan FTBI dari tingkat kecamatan hingga provinsi,” ujarnya.

Menurut Herawati, kegiatan FTBI bukanlah akhir dari program revitalisasi, melainkan bagian penting dari upaya pelestarian berkelanjutan. “FTBI merupakan wadah apresiasi penutur muda bahasa Sunda yang telah menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa dan budaya Sunda,” katanya. Ia menambahkan bahwa tujuh mata lomba yang digelar—mulai dari nembang pupuh, biantara, ngarang carpon, maca jeung tulis aksara Sunda, borangan (komedi tunggal), maca sajak, hingga ngadongeng—menjadi ruang ekspresi generasi muda untuk memartabatkan bahasa ibu mereka.

Herawati menegaskan bahwa bahasa Sunda adalah aset bangsa yang tidak ternilai. “Keberagaman 718 bahasa daerah di Indonesia telah menjadi manikam Nusantara. Kearifan lokal yang adiluhung tersimpan dalam bahasa daerah,” ucapnya. Ia juga berharap pemerintah daerah lebih aktif mengambil peran. “Kami berharap RBD atau FTBI pada tahun mendatang dapat dikoordinasikan oleh pemerintah daerah. Antusiasme dan respons positif dari pemerintah daerah sangat penting karena pelestarian bahasa daerah merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, mengingatkan pentingnya menjaga bahasa daerah di tengah ancaman kepunahan. “Saat ini, dari 718 bahasa daerah, sebelas sudah punah. Sebanyak 25 persen masih tergolong aman seperti bahasa Sunda, Jawa, Banjar, dan Bali, sedangkan 75 persen lainnya dalam kondisi memprihatinkan,” ujar Imam.

Imam menyoroti bahwa bahasa yang dianggap aman pun menghadapi tantangan besar. “Bahasa Jawa dan Sunda yang aman ternyata tidak aman-aman betul. Seberapa banyak anak muda sekarang yang bisa membaca dan menulis aksara Sunda, seberapa banyak yang bisa menembang daerah?” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa revitalisasi bahasa daerah yang dilakukan Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah adalah langkah konkret menjaga warisan bangsa. “Upaya kita ini tidak sekadar slogan di atas kertas, tetapi implementasi nyata di lapangan. Kita harus mempertahankan agar upaya pelestarian bahasa daerah menjadi kerja bersama, bukan jalan sendiri-sendiri,” tutup Imam.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, M. Farhan, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya FTBI di Kota Bandung yang dikenal sebagai pusat peradaban budaya di Jawa Barat. “Kota Bandung merupakan melting pot, semua budaya ada di sini,” ujarnya. Ia menuturkan hal tersebut dalam pidato sambutannya menggunakan bahasa Sunda untuk membuktikan kecintaan dan kepiawaiannya dalam berbahasa ibu.

“Basa téh cicirén bangsa, leungit basana, ilang bangsana. Basa indung téh basa anu kaanggo pisan dina level personal. Yen ayeuna kedah tiasa janten basa sambutan,” ujar Farhan dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Bandung berkomitmen menjaga ruang publik yang ramah terhadap ekspresi budaya dan seni. Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan ialah menyesuaikan penamaan taman kota dengan sistem toponimi daerah. “Misalnya, Taman Lansia akan diubah menjadi Taman Cihapit atau Taman Diponegoro. Di balik nama daerah selalu ada cerita dan filosofi yang mendalam,” katanya.

Farhan menutup sambutannya dengan harapan dalam bahasa Sunda, “Mugia basa Sunda hurip kalawan hirup nanjung apanjang apunjung,” tutup Farhan.

Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 menjadi momentum penting memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam melestarikan bahasa daerah, khususnya bahasa Sunda, agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus globalisasi.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

Pelestarian Bahasa Sunda Dimantapkan dengan Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 Read More »

Wujudkan Mutu Pendidikan Berbasis Identitas Bangsa, Kemendikdasmen Berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI Perkuat Literasi Bahasa dan Sastra

Wujudkan Mutu Pendidikan Berbasis Identitas Bangsa, Kemendikdasmen Berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI Perkuat Literasi Bahasa dan Sastra

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 630/sipers/A6/VIII/2025

Wujudkan Mutu Pendidikan Berbasis Identitas Bangsa, Kemendikdasmen Berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI Perkuat Literasi Bahasa dan Sastra

Bandung, 7 Oktober 2025 – Upaya membentuk karakter bangsa, memperkuat identitas nasional, serta meningkatkan literasi masyarakat, memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak tak terkecuali Komisi X DPR RI. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) bersama Komisi X DPR RI menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Bahan Penguatan Program Literasi Kebahasaan dan Kesastraan.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru serta tenaga kependidikan dalam mengimplementasikan kedaulatan bahasa Indonesia. Selain itu, juga untuk memperkuat peran guru sebagai agen perubahan dalam penguatan literasi kebahasaan dan kesastraan. Melalui diskusi dan paparan materi, para peserta diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang kontekstual dan menarik selaras dengan Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025 yang menekankan pentingnya mutu pendidikan berbasis identitas bangsa.

Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, menyampaikan bahwa literasi kebahasaan dan kesastraan bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi efektif, dan menumbuhkan apresiasi terhadap nilai budaya bangsa. “Dengan literasi yang kuat, generasi muda akan lebih siap menghadapi tantangan zaman. Bahasa dan sastra menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat berdaya saing global tanpa kehilangan jati diri,” ujar Imam di hadapan peserta kegiatan terdiri atas guru dan tenaga kependidikan, mahasiswa, pegiat literasi, serta perwakilan media. Acara yang diselenggarakan di Bandung pada 6 Oktober 2025 ini, diikuti oleh 100 peserta

Imam juga menyampaikan pesan yang menitikberatkan pada gotong royong semua pihak terkait dalam menyukseskan program pembinaan bahasa dan sastra. Menurutnya, keberhasilan program pembinaan bahasa dan sastra bergantung pada dukungan semua pihak. Pemerintah, legislatif, dan masyarakat harus bersinergi dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. “Sinergi inilah yang menjadi kunci terwujudnya masyarakat literat dan berkarakter,” tegas Imam.

Di sisi lain, anggota Komisi X DPR RI, Melly Goeslow, sekaligus narasumber utama dalam kegiatan tersebut menyampaikan materi bertema “Implementasi Kedaulatan Bahasa Negara untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan.” Ia menyampaikan bahwa Bahasa Indonesia lahir dari semangat persatuan sejak Sumpah Pemuda pada 1928. “Di era globalisasi ini, kita memang berinteraksi dengan berbagai bahasa asing, tetapi keterbukaan tersebut jangan sampai membuat kita kehilangan jati diri terhadap bahasa sendiri,” tuturnya.

Melly menuturkan, beberapa faktor penentu mutu pendidikan adalah guru yang berkualitas, kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman, sarana dan prasarana yang memadai, serta pelibatan orang tua dan masyarakat. Pendidikan yang bermutu tidak hanya melahirkan lulusan cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berakhlak sehingga mampu menghadapi tantangan zaman.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, Herawati, menjelaskan bahwa Badan Bahasa merupakan salah satu unit utama di Kemendikdasmen yang memiliki tugas mengembangkan, membina, melindungi, dan meningkatkan status bahasa sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Dalam paparannya tentang Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu untuk Meningkatkan Pendidikan, ia menyebutkan terdapat empat program prioritas Badan Bahasa, yaitu Pemartabatan Bahasa Indonesia, Peningkatan Kecakapan Literasi, Pelindungan Bahasa Daerah, dan Penginternasionalan Bahasa Indonesia.

Dalam kegiatan Diseminasi Bahan Penguatan Program Literasi Kebahasaan dan Kesastraan, selain terdapat paparan narasumber, kegiatan juga menghadirkan sesi diskusi interaktif mengenai program-program Badan Bahasa. Dalam sesi ini, peserta dapat berdialog langsung dan memperoleh wawasan baru terkait praktik pembelajaran literasi. Salah seorang peserta, Dani Apriansyah, menyampaikan antusiasmenya, “Badan Bahasa telah menyediakan berbagai fasilitas literasi digital, seperti buku bacaan digital. Saya berharap fasilitas ini dapat dinikmati lebih luas, terutama oleh siswa di daerah terpencil, untuk meningkatkan minat baca.”

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kualitas literasi kebahasaan dan kesastraan peserta didik. Guru dan tenaga kependidikan diharapkan semakin terampil mengintegrasikan literasi dalam pembelajaran, sekaligus membangun jejaring kolaborasi antarpemangku kepentingan untuk memperkuat keberlanjutan program kedaulatan bahasa Indonesia. Melalui kolaborasi dengan mitra strategis, Badan Bahasa optimistis dapat memperluas jangkauan program pembinaan bahasa dan sastra hingga ke seluruh daerah.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Wujudkan Mutu Pendidikan Berbasis Identitas Bangsa, Kemendikdasmen Berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI Perkuat Literasi Bahasa dan Sastra Read More »

Kemendikdasmen Siapkan Regulasi Standar Kemahiran Bahasa Indonesia untuk Penguatan Literasi Nasional

Kemendikdasmen Siapkan Regulasi Standar Kemahiran Bahasa Indonesia untuk Penguatan Literasi Nasional

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 616/sipers/A6/X/2025

Jakarta, 30 September 2025 – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Uji Publik Rancangan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah tentang Standar Kemahiran Berbahasa Indonesia. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembangunan kebahasaan sekaligus mendorong literasi masyarakat Indonesia pada era global.

Acara dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, yang menegaskan bahwa pengukuran standar kemahiran berbahasa merupakan instrumen penting untuk meningkatkan mutu literasi bangsa. “UKBI adalah instrumen penting yang kita miliki. Agar dapat dimanfaatkan seluas-luasnya untuk meningkatkan literasi masyarakat Indonesia,” ujarnya saat membuka di Kantor Badan Bahasa, Selasa (30/9).

Ia menjelaskan bahwa literasi tidak hanya mencakup kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga pemahaman makna, pernalaran, serta daya kritis. Melalui uji kemahiran berbahasa, kemampuan tersebut dapat diukur secara objektif dan menjadi tolok ukur literasi nasional yang dapat diterapkan, baik di dunia pendidikan maupun dunia kerja.

Lebih lanjut, Hafidz juga menyinggung pencapaian internasional bahasa Indonesia yang telah diakui sebagai bahasa resmi pada Sidang Umum UNESCO dan kini diajarkan di 57 negara. Menurutnya, kebanggaan ini harus diiringi dengan penguatan regulasi di dalam negeri agar bahasa Indonesia benar-benar berfungsi sebagai jati diri bangsa sekaligus bahasa besar dunia. “Kita harus bangga, bahasa Indonesia telah menjadi bahasa besar dunia. Maka dari itu, peraturan ini diharapkan makin mempertegas peran dan fungsi bahasa Indonesia di kancah internasional,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, melaporkan bahwa uji publik ini merupakan tahap penting sebelum rancangan peraturan yang baru ini disahkan. Ia menyebutkan bahwa Permendikbud Nomor 70 Tahun 2016 yang selama ini menjadi dasar pelaksanaan UKBI sudah tidak lagi relevan dengan kebutuhan saat ini sehingga perlu direvisi agar sesuai dengan dinamika pendidikan dasar dan menengah. Imam berharap bahwa rancangan peraturan ini dapat segera ditetapkan pada tahun 2025 dan menjadi payung hukum baru yang menguatkan pelaksanaan UKBI di seluruh Indonesia.

UKBI Hadirkan Prinsip Adaptif, Kredibel, dan Inklusif

Sejak diluncurkan dalam bentuk UKBI Adaptif pada 29 Januari 2021, UKBI menjadi satu-satunya alat uji resmi kemahiran berbahasa Indonesia yang bersifat adaptif dan fleksibel dari segi waktu dan lokasi. Uji ini dapat diikuti oleh pelajar, mahasiswa, pendidik, dan tenaga profesional dengan hasil pengukuran mencakup aspek mendengarkan, membaca, merespons kaidah, menulis, dan berbicara. Hingga kini, tercatat 1.173.008 peserta dari dalam dan luar negeri yang telah mengikuti UKBI.

Standar Kemahiran Berbahasa Indonesia juga dilaksanakan berdasarkan prinsip adaptif, kredibel, dan inklusif. Ketiga prinsip tersebut menjadikan UKBI sebagai acuan dalam hal pengukuran kemahiran berbahasa; menjadi sarana untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap bahasa Indonesia; memajukan dan mengembangkan bahasa Indonesia; dan menjaga kualitas penggunaan bahasa Indonesia.

Uji publik yang digelar kali ini melibatkan pakar evaluasi pendidikan, Bahrul Hayat, dan berbagai pemangku kepentingan, baik dari kementerian dan lembaga lain, seperti Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan, maupun perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi profesi, seperti Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA), Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI), Asosiasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia (AGBSI) serta para Kepala Balai dan Kantor Bahasa se-Indonesia. Berbagai masukan konstruktif dari peserta diharapkan melahirkan regulasi yang komprehensif, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan serta dunia kerja.

Melalui penyusunan regulasi baru ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk menjadikan kemahiran berbahasa Indonesia sebagai indikator penting literasi nasional sekaligus daya saing bangsa. Dengan regulasi yang lebih kuat, bahasa Indonesia diharapkan makin berperan tidak hanya sebagai pemersatu bangsa, tetapi juga sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan bahasa dunia yang membanggakan.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#pendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Siapkan Regulasi Standar Kemahiran Bahasa Indonesia untuk Penguatan Literasi Nasional Read More »

Kemendikdasmen Sambut Baik Pembukaan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al Azhar Kairo

Kemendikdasmen Sambut Baik Pembukaan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al Azhar Kairo

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 578/sipers/A6/IX/2025

Jakarta, 22 September 2025 — Kerja sama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dengan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, dalam menginternasionalisasikan Bahasa Indonesia telah mencatatkan sejarah baru. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan apresiasi dan harapan akan suksesnya pembukaan Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

“Selamat dan sukses kepada Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Mesir. Apresiasi juga saya sampaikan kepada seluruh jajaran pimpinan Universitas Al-Azhar atas kerja sama yang telah terbangun selama ini,” ungkap Menteri Mu’ti, dalam keterangannya, Jakarta (21/9).

Selanjutnya, Menteri Mu’ti juga menuturkan bahwa pembukaan prodi tersebut dapat meningkatkan sinergi untuk membangun peradaban yang utama dengan bahasa sebagai medianya. Menteri Mu’ti berharap, bahasa Indonesia semakin populer sebagai salah satu bahasa yang menjadi alat komunikasi di Mesir sebagai negara yang memiliki kedekatan kultural dan hubungan diplomatik yang sangat kuat dengan Indonesia.

“Semoga semakin banyak generasi dari berbagai negara, khususnya yang belajar di Al Azhar Kairo yang dapat memahami dan menguasai bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa dunia,” tutur Menteri Mu’ti.

Sementara itu, Rektor Universitas Al-Azhar, Kairo, Salamah Daud, dalam pernyataan resminya turut menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik untuk bangsa Indonesia atas peresmian Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas Bahasa dan Terjemah, Universitas Al-Azhar, Kairo. Pesan tersebut disampaikan untuk menandai dimulainya pembelajaran di Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia tahun akademik 2025/2026 pada 20 September 2025.

Sebagai wujud kerja sama pendidikan yang resiprokal antara Indonesia dan Mesir, pembukaan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia ini merupakan bentuk penghargaan Universitas Al-Azhar Kairo kepada rakyat Indonesia yang telah menjadi bagian penting dari perkembangan salah satu universitas tertua di dunia yang hingga saat ini telah menampung sekitar 15 ribu mahasiswa asal Indonesia.

“Bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa yang diajarkan kepada mahasiswa Mesir dan internasional di samping bahasa Inggris, bahasa Prancis, bahasa Jerman, bahasa Jepang, bahasa Mandarin, dan bahasa asing lainnya yang jumlahnya lebih dari 14 bahasa di Fakultas Bahasa dan Terjemah,” ucap Salamah Daud.

Pengajaran bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo telah dimulai sejak 2016 melalui kerja sama KBRI Kairo dan Badan Bahasa Kemendikdasmen, berbentuk kursus bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan staf universitas tersebut.

Selanjutnya, pada 2019 bahasa Indonesia ditetapkan menjadi bahasa pilihan kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemah. Pada tahun akademik 2024/2025 tercatat 51 mahasiswa memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua, terdiri atas 6 orang pada tingkat IV, 7 orang pada tingkat III, 28 orang pada tingkat II, dan 10 orang pada tingkat I. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dibukanya Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

Kemendikdasmen Sambut Baik Pembukaan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al Azhar Kairo Read More »

Komitmen Pemerintah Daerah se-Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dalam Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia

Komitmen Pemerintah Daerah se-Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dalam Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 572/sipers/A6/IX/2025

Komitmen Pemerintah Daerah se-Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dalam Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia

Samarinda, 20 September 2025— Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), menyadari pentingnya partisipasi semesta dalam menjaga kedaulatan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, pengawasan penggunaan Bahasa Indonesia dan acuan dalam pelaksanaan pengawasan penggunaan Bahasa Indonesia bagi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah perlu dipahami dan dilaksanakan secara menyeluruh.

Guna memaksimalkan hal tersebut, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin menegaskan peran pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terkait mengimplementasikan Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia khususnya baik di ruang publik maupun pada naskah dinas. Langkah ini tertuang dalam kesepakatan dan kerja sama kebahasaan dan kesastraan dengan pemerintah daerah dan lembaga di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

“Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia dapat dipahami dan dapat diimplementasikan dalam aktivitas sehari-hari. Dalam kesempatan ini, kami mohon komitmen bersama terkait apa yang telah ditandatangani bersama tidak hanya sekadar seremonial penandatanganan semata tapi wujud partisipasi kita semua dalam mengawal bahasa Indonesia dapat diwujudkan bersama,” tuturnya dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mengenai Implementasi Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia pada Kamis, (18/9), di Kantor Gubernur Kalimantan Timur.

Gubernur Provinsi Kalimantan Timur yang diwakili oleh Sekretaris Badan Kesbangpol Kalimantan Timur, Ahmad Firdaus Kurniawan, mengapresiasi kepada Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur serta Kemendikdasmen atas inisiasi penyelenggaraan rapat koordinasi ini. Ia menegaskan bahwa momentum tersebut sangat penting karena menyangkut masa depan bahasa Indonesia, yang merupakan jati diri, pemersatu, dan kebanggaan bangsa.

“Bahasa Indonesia bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga simbol kedaulatan bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan penjaga nama baik negara. Penggunaan bahasa negara di ruang publik merupakan wujud nyata kecintaan terhadap bangsa dan tanah air. Oleh karena itu, koordinasi implementasi regulasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat dan mengintegrasikan pengawasan penggunaan bahasa Indonesia,” ujar Ahmad.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Utara diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Datu Iqro Ramadhan, menyambut baik kegiatan ini dan berkomitmen untuk mengimplementasikan Pedoman Pengawasan Penggunaaan Bahasa Indonesia. “Peraturan ini menjadi landasan bagi kita untuk melakukan pengawasan dan penertiban terstruktur dan memastikan bahasa kita tetap berdaulat di tanah air kita,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berkomitmen penuh akan perbaikan dan penertiban penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik, papan nama, reklame, spanduk, dan seluruh lanskap visual di Provinsi Kalimantan Utara akan dipastikan menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar sebagai bahasa utama tanpa menghilangkan kreativitas namun tetap berpegang teguh dengan kaidah-kaidah yang ada,” ungkapnya.

Kerja sama ini sebagai wujud komitmen Badan Bahasa bersama pemerintah daerah dan berbagai lembaga untuk meningkatkan kemampuan literasi, memartabatkan bahasa dan sastra Indonesia, melestarikan warisan bahasa dan sastra, khususnya di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Penandatanganan ini bertujuan mempererat sinergi dalam pengembangan, pembinaan, pelindungan, dan pengawasan penggunaan bahasa dan sastra di kedua provinsi tersebut. Sebanyak sebelas pemerintah daerah menandatangani nota kesepahaman, yaitu Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Pemerintah Kota Tarakan, Pemerintah Kabupaten Nunukan, Pemerintah Kabupaten Paser, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Pemerintah Kabupaten Berau, Pemerintah Kota Bontang, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Pemerintah Kota Samarinda, dan. Pemerintah Kota Balikpapan.

Selain itu, dilakukan pula penandatanganan kerja sama dengan 15 mitra lainnya, yang terdiri atas lembaga pendidikan dan swasta di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yaitu Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Bawaslu Kalimantan Timur, Universitas Mulawarman, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Universitas Kutai Kartanegara, Universitas Mulia Balikpapan, Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Timur, Kaltim Post, Koran Kaltim, Kebun Raya Balikpapan, Himpunan Penerjemah Indonesia Pengurus Wilayah Kalimantan Timur, SMAN 11 Samarinda, SMAN 3 Tenggarong, dan SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Komitmen Pemerintah Daerah se-Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dalam Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia Read More »

Wamendikdasmen Atip: Duta Bahasa Nasional Tahun 2025, Generasi Penjaga Martabat Bahasa

Wamendikdasmen Atip: Duta Bahasa Nasional Tahun 2025, Generasi Penjaga Martabat Bahasa

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 524/sipers/A6/IX/2025

Wamendikdasmen Atip: Duta Bahasa Nasional Tahun 2025, Generasi Penjaga Martabat Bahasa

Jakarta, 14 September 2025 — Malam Penganugerahan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2025 menjadi panggung kebanggaan bagi 31 pasang finalis dari seluruh provinsi di Indonesia. Mereka hadir bukan sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai wajah muda bangsa yang membawa misi penting, yaitu menumbuhkan kepedulian, kecintaan, sekaligus kebanggaan pada bahasa dan sastra Indonesia. Acara yang meriah dan sarat makna itu memperlihatkan kepercayaan diri para finalis dalam berbagai bakat seperti wicara publik, penguasaan bahasa asing, hingga kepekaan terhadap isu-isu kebahasaan dan kesastraan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menyampaikan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cermin peradaban bangsa. “Bahasa Indonesia sudah digunakan oleh hampir 280 juta orang dan keberadaannya menjadi representasi peradaban yang makin dewasa. Namun, perkembangan bahasa akan selalu ditentukan oleh capaian kita dalam ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan para Duta Bahasa agar menjadi teladan dalam mengamalkan Trigatra Bangun Bahasa, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. “Kalau itu bisa dilaksanakan dengan baik, bahasa Indonesia akan makin tumbuh, berkembang, dan mendunia,” tambahnya.

Malam penganugerahan ini bukan hanya seleksi untuk memilih sepuluh terbaik dan satu terfavorit, melainkan juga simbol komitmen generasi muda dalam menjaga martabat bahasa. Dengan semangat persatuan dan kebinekaan, para Duta Bahasa Nasional Tahun 2025 diharapkan menjadi wajah baru bagi diplomasi bahasa Indonesia yang mampu menyapa dunia tanpa kehilangan jati diri bangsa serta menebarkan kebanggaan bahwa bahasa Indonesia sanggup menjadi bahasa yang hidup, dinamis, dan berdaya saing. Dari panggung inilah lahir generasi muda yang tidak hanya fasih berbahasa, tetapi juga teguh dalam menjaga kedaulatan bangsa melalui bahasa.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, menegaskan tujuan besar dari ajang ini. “Pemilihan Duta Bahasa Nasional bertujuan untuk memilih generasi yang mampu melaksanakan tugas pemasyarakatan kepedulian, kecintaan, dan kebanggaan pada bahasa serta sastra Indonesia. Mereka juga diharapkan dapat melestarikan bahasa daerah dan meningkatkan perannya sebagai generasi pejuang bangsa,” ujarnya pada acara yang juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube Badan Bahasa, Jumat (12/9).

Ia menambahkan, keberadaan Duta Bahasa tidak hanya berhenti pada seremoni semata, tetapi juga membawa semangat Trigatra Bangun Bahasa dalam pengutamaan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguasaan bahasa asing. “Dengan penampilan para Duta Bahasa, saya yakin dunia tidak hanya berguncang, tetapi juga akan menari dengan kreativitas mereka,” ucap Hafidz dengan penuh optimisme.

Sebelum mencapai malam puncak, para finalis telah melewati rangkaian pembekalan sejak 20—23 Agustus 2025 secara daring, lalu dilanjutkan dengan penilaian luring pada 8—12 September 2025. Dalam proses ini, mereka mendapat arahan langsung dari para pakar kebahasaan, praktisi wicara publik, hingga tokoh sastra. “Kami harapkan mereka mampu meningkatkan jejaring kerja sama karena yang terpilih adalah putra-putri terbaik dari seluruh provinsi. Mereka akan berbagi pengalaman, praktik baik, dan wawasan dalam rangka pembinaan, pelindungan, dan pengembangan bahasa,” tutur Hafidz.

Penilaian dalam Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional mencakup beragam aspek, mulai dari kemampuan berbahasa asing, teknik wicara publik, penyusunan konten, penulisan artikel, penampilan talenta, penyusunan dan presentasi krida kebahasaan dan kesastraan, hingga tes kepribadian dan psikologi. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) turut memberikan pembekalan langsung sebagai bentuk dukungan penuh bagi para peserta. Hadir sebagai dewan juri kehormatan, antara lain Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, Masmidah Abdul Mu’ti, dan Chacha Annisa, Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan. Mereka memberikan sentuhan akhir dalam penilaian yang telah berlangsung sejak awal.

Dari proses panjang tersebut, dipilih sepuluh terbaik dan satu pasangan favorit yang dinobatkan sebagai pemenang dalam Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2025. Dalam malam penganugerahan yang penuh kehangatan, pasangan dari Provinsi Bali berhasil meraih predikat Terbaik I. I Komang Astama Wiguna dan I Gusti Ayu Chintya P. tampil memukau dengan penguasaan bahasa, keanggunan sastra, serta gagasan segar dalam memajukan literasi. Keduanya menjadi representasi generasi muda Bali yang bangga dan cakap dalam berbahasa Indonesia sekaligus berbahasa daerah.

Sementara itu, pasangan Terbaik II diraih oleh Provinsi Jawa Timur melalui Akhdan Muhammad Z. W. dan Nursan’ah Almasta G. Keduanya menginspirasi lewat komitmen dalam memasyarakatkan bahasa Indonesia dan memperkaya jejaring kebahasaan di tingkat nasional. Dengan semangat khas arek Jawa Timur, mereka membuktikan bahwa bahasa mampu menjadi jembatan untuk persatuan. Selanjutnya, predikat Terbaik III diberikan kepada Dimas Cahya Ramadhan dan Shabrina Yasmin dari DKI Jakarta. Penampilan mereka mencerminkan keberagaman ibu kota sekaligus kekuatan anak muda dalam menyampaikan ide-ide inovatif mengenai pelestarian bahasa dan sastra.

Selain tiga besar, berbagai pasangan finalis dari provinsi lain juga menorehkan prestasi membanggakan dengan menampilkan karya dan gagasan yang sarat makna. Seluruh finalis dipandang sebagai Duta Bahasa yang akan terus menggelorakan Trigatra Bangun Bahasa di lingkungannya masing-masing. “Semoga (kegiatan ini) akan menghasilkan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2025 yang membanggakan kita semuanya,” ungkap Hafidz menutup laporannya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Wamendikdasmen Atip: Duta Bahasa Nasional Tahun 2025, Generasi Penjaga Martabat Bahasa Read More »

Duta Bahasa sebagai Motor Penggerak dalam Upaya Pemartabatan Bahasa Indonesia

Duta Bahasa sebagai Motor Penggerak dalam Upaya Pemartabatan Bahasa Indonesia

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 553/sipers/A6/IX/2025

Duta Bahasa sebagai Motor Penggerak dalam Upaya Pemartabatan Bahasa Indonesia

Jakarta, 14 September 2025— Selama hampir dua dekade, Duta Bahasa telah melahirkan ribuan generasi muda yang menjadi garda depan pemartabatan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguatan citra bahasa Indonesia di dunia internasional. Program Duta Bahasa bukan sekadar ajang tahunan, melainkan wadah pembinaan berkelanjutan. Sejumlah alumni terbukti aktif memimpin komunitas literasi, membangun gerakan pelindungan bahasa daerah, hingga menginisiasi kampanye digital untuk bahasa Indonesia.

Di era media sosial, kreativitas Duta Bahasa menjadi motor penggerak lahirnya konten positif yang memperkuat citra bahasa Indonesia sebagai bahasa yang modern, dinamis, sekaligus berwibawa. Melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, menegaskan bahwa kiprah Duta Bahasa sudah nyata memberikan kontribusi.

“Hari ini kita tidak hanya berbicara tentang harapan, melainkan juga melihat aksi. Duta Bahasa di berbagai provinsi telah membuktikan diri dengan karya nyata, mulai dari pendokumentasian bahasa daerah hingga penguatan literasi digital. Mereka adalah mitra sejajar Badan Bahasa dalam memartabatkan bahasa Indonesia di ruang publik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Imam menekankan bahwa keberhasilan pemartabatan bahasa bukan semata tanggung jawab pemerintah, tetapi hasil kolaborasi. Para Duta Bahasa, menurutnya, telah menjadi contoh bagaimana generasi muda mampu membawa isu kebahasaan ke tengah masyarakat. “Perjuangan mereka adalah bukti bahwa bahasa Indonesia tidak hanya hidup di kelas atau peraturan, tetapi juga tumbuh di komunitas, media sosial, bahkan ranah internasional. Bahasa Indonesia kini hadir di ruang yang semakin luas berkat peran generasi muda, Duta Bahasa,” tambahnya.

Dengan capaian yang sudah terbukti, Badan Bahasa optimistis Pemilihan Duta Bahasa Nasional akan terus melahirkan generasi muda yang siap menjadi teladan di ruang publik, pelopor literasi, sekaligus duta bangsa di kancah global. “Kita sudah berada di jalur yang tepat. Duta Bahasa adalah wajah generasi muda Indonesia yang beraksi, bukan sekadar berjanji,” tutup Imam.

Duta Bahasa sebagai Motor Penggerak dalam Upaya Pemartabatan Bahasa Indonesia

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2025 resmi dibuka di Jakarta oleh Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra. Kegiatan yang berlangsung pada 8—13 September 2025 ini menghadirkan 62 finalis dari 31 provinsi, sebagai bukti berlanjutnya tradisi panjang sejak program ini digelar tahun 2006.

Dalam Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2025, finalis tidak hanya bersaing, tetapi juga berbagi praktik baik yang telah dijalankan di daerah masing-masing. Beberapa program unggulan, seperti pelestarian bahasa daerah, lokakarya literasi digital berbahasa Indonesia dan kampanye internasionalisasi bahasa Indonesia, menjadi contoh nyata aksi yang terus berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa pemartabatan bahasa bukan lagi sebatas wacana, melainkan gerakan kolektif yang terus bergaung.

Rangkaian kegiatan tahun ini semakin meneguhkan posisi Duta Bahasa sebagai agen perubahan. Melalui penilaian krida kebahasaan, keterampilan wicara publik, penulisan artikel populer, hingga pembuatan konten digital, finalis dibentuk menjadi sosok yang tidak hanya fasih berbahasa, tetapi juga tangkas memanfaatkan teknologi. Aksi nyata inilah yang diharapkan mempercepat penguatan jati diri bahasa Indonesia sekaligus menjaga kelestarian bahasa daerah.

Selama sepekan, para finalis juga mendapatkan kesempatan mengikuti sesi pembekalan. Materi pembekalan mencakup kebijakan kebahasaan, teknik penulisan artikel populer, kreativitas konten digital, serta sejarah Duta Bahasa. Selain itu, peserta akan diajak berdiskusi dengan para pakar, praktisi, dan akademisi di bidang kebahasaan. Diskusi ini diharapkan menambah wawasan sekaligus memperkaya perspektif peserta. Dengan demikian, finalis diharapkan mampu merumuskan strategi nyata untuk mengembangkan program bahasa di daerahnya.

Dalam ajang pemilihan Duta Bahasa Nasional tahun ini, akan dipilih enam pemenang utama, empat pemenang harapan, dan dua pemenang favorit. Pemenang favorit ditentukan melalui kombinasi penilaian media sosial, sesama finalis, dan observasi panitia, sehingga seluruh peserta termotivasi untuk unggul baik di panggung maupun ruang digital.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Duta Bahasa sebagai Motor Penggerak dalam Upaya Pemartabatan Bahasa Indonesia Read More »