Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara

Artikel

Komitmen Pemerintah Daerah se-Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dalam Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia

Komitmen Pemerintah Daerah se-Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dalam Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 572/sipers/A6/IX/2025

Komitmen Pemerintah Daerah se-Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dalam Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia

Samarinda, 20 September 2025— Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), menyadari pentingnya partisipasi semesta dalam menjaga kedaulatan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, pengawasan penggunaan Bahasa Indonesia dan acuan dalam pelaksanaan pengawasan penggunaan Bahasa Indonesia bagi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah perlu dipahami dan dilaksanakan secara menyeluruh.

Guna memaksimalkan hal tersebut, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin menegaskan peran pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terkait mengimplementasikan Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia khususnya baik di ruang publik maupun pada naskah dinas. Langkah ini tertuang dalam kesepakatan dan kerja sama kebahasaan dan kesastraan dengan pemerintah daerah dan lembaga di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

“Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia dapat dipahami dan dapat diimplementasikan dalam aktivitas sehari-hari. Dalam kesempatan ini, kami mohon komitmen bersama terkait apa yang telah ditandatangani bersama tidak hanya sekadar seremonial penandatanganan semata tapi wujud partisipasi kita semua dalam mengawal bahasa Indonesia dapat diwujudkan bersama,” tuturnya dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mengenai Implementasi Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia pada Kamis, (18/9), di Kantor Gubernur Kalimantan Timur.

Gubernur Provinsi Kalimantan Timur yang diwakili oleh Sekretaris Badan Kesbangpol Kalimantan Timur, Ahmad Firdaus Kurniawan, mengapresiasi kepada Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur serta Kemendikdasmen atas inisiasi penyelenggaraan rapat koordinasi ini. Ia menegaskan bahwa momentum tersebut sangat penting karena menyangkut masa depan bahasa Indonesia, yang merupakan jati diri, pemersatu, dan kebanggaan bangsa.

“Bahasa Indonesia bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga simbol kedaulatan bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan penjaga nama baik negara. Penggunaan bahasa negara di ruang publik merupakan wujud nyata kecintaan terhadap bangsa dan tanah air. Oleh karena itu, koordinasi implementasi regulasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat dan mengintegrasikan pengawasan penggunaan bahasa Indonesia,” ujar Ahmad.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Utara diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Datu Iqro Ramadhan, menyambut baik kegiatan ini dan berkomitmen untuk mengimplementasikan Pedoman Pengawasan Penggunaaan Bahasa Indonesia. “Peraturan ini menjadi landasan bagi kita untuk melakukan pengawasan dan penertiban terstruktur dan memastikan bahasa kita tetap berdaulat di tanah air kita,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berkomitmen penuh akan perbaikan dan penertiban penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik, papan nama, reklame, spanduk, dan seluruh lanskap visual di Provinsi Kalimantan Utara akan dipastikan menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar sebagai bahasa utama tanpa menghilangkan kreativitas namun tetap berpegang teguh dengan kaidah-kaidah yang ada,” ungkapnya.

Kerja sama ini sebagai wujud komitmen Badan Bahasa bersama pemerintah daerah dan berbagai lembaga untuk meningkatkan kemampuan literasi, memartabatkan bahasa dan sastra Indonesia, melestarikan warisan bahasa dan sastra, khususnya di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Penandatanganan ini bertujuan mempererat sinergi dalam pengembangan, pembinaan, pelindungan, dan pengawasan penggunaan bahasa dan sastra di kedua provinsi tersebut. Sebanyak sebelas pemerintah daerah menandatangani nota kesepahaman, yaitu Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Pemerintah Kota Tarakan, Pemerintah Kabupaten Nunukan, Pemerintah Kabupaten Paser, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Pemerintah Kabupaten Berau, Pemerintah Kota Bontang, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Pemerintah Kota Samarinda, dan. Pemerintah Kota Balikpapan.

Selain itu, dilakukan pula penandatanganan kerja sama dengan 15 mitra lainnya, yang terdiri atas lembaga pendidikan dan swasta di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yaitu Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Bawaslu Kalimantan Timur, Universitas Mulawarman, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Universitas Kutai Kartanegara, Universitas Mulia Balikpapan, Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Timur, Kaltim Post, Koran Kaltim, Kebun Raya Balikpapan, Himpunan Penerjemah Indonesia Pengurus Wilayah Kalimantan Timur, SMAN 11 Samarinda, SMAN 3 Tenggarong, dan SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Komitmen Pemerintah Daerah se-Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dalam Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia Read More »

Wamendikdasmen Atip: Duta Bahasa Nasional Tahun 2025, Generasi Penjaga Martabat Bahasa

Wamendikdasmen Atip: Duta Bahasa Nasional Tahun 2025, Generasi Penjaga Martabat Bahasa

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 524/sipers/A6/IX/2025

Wamendikdasmen Atip: Duta Bahasa Nasional Tahun 2025, Generasi Penjaga Martabat Bahasa

Jakarta, 14 September 2025 — Malam Penganugerahan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2025 menjadi panggung kebanggaan bagi 31 pasang finalis dari seluruh provinsi di Indonesia. Mereka hadir bukan sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai wajah muda bangsa yang membawa misi penting, yaitu menumbuhkan kepedulian, kecintaan, sekaligus kebanggaan pada bahasa dan sastra Indonesia. Acara yang meriah dan sarat makna itu memperlihatkan kepercayaan diri para finalis dalam berbagai bakat seperti wicara publik, penguasaan bahasa asing, hingga kepekaan terhadap isu-isu kebahasaan dan kesastraan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menyampaikan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cermin peradaban bangsa. “Bahasa Indonesia sudah digunakan oleh hampir 280 juta orang dan keberadaannya menjadi representasi peradaban yang makin dewasa. Namun, perkembangan bahasa akan selalu ditentukan oleh capaian kita dalam ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan para Duta Bahasa agar menjadi teladan dalam mengamalkan Trigatra Bangun Bahasa, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. “Kalau itu bisa dilaksanakan dengan baik, bahasa Indonesia akan makin tumbuh, berkembang, dan mendunia,” tambahnya.

Malam penganugerahan ini bukan hanya seleksi untuk memilih sepuluh terbaik dan satu terfavorit, melainkan juga simbol komitmen generasi muda dalam menjaga martabat bahasa. Dengan semangat persatuan dan kebinekaan, para Duta Bahasa Nasional Tahun 2025 diharapkan menjadi wajah baru bagi diplomasi bahasa Indonesia yang mampu menyapa dunia tanpa kehilangan jati diri bangsa serta menebarkan kebanggaan bahwa bahasa Indonesia sanggup menjadi bahasa yang hidup, dinamis, dan berdaya saing. Dari panggung inilah lahir generasi muda yang tidak hanya fasih berbahasa, tetapi juga teguh dalam menjaga kedaulatan bangsa melalui bahasa.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, menegaskan tujuan besar dari ajang ini. “Pemilihan Duta Bahasa Nasional bertujuan untuk memilih generasi yang mampu melaksanakan tugas pemasyarakatan kepedulian, kecintaan, dan kebanggaan pada bahasa serta sastra Indonesia. Mereka juga diharapkan dapat melestarikan bahasa daerah dan meningkatkan perannya sebagai generasi pejuang bangsa,” ujarnya pada acara yang juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube Badan Bahasa, Jumat (12/9).

Ia menambahkan, keberadaan Duta Bahasa tidak hanya berhenti pada seremoni semata, tetapi juga membawa semangat Trigatra Bangun Bahasa dalam pengutamaan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguasaan bahasa asing. “Dengan penampilan para Duta Bahasa, saya yakin dunia tidak hanya berguncang, tetapi juga akan menari dengan kreativitas mereka,” ucap Hafidz dengan penuh optimisme.

Sebelum mencapai malam puncak, para finalis telah melewati rangkaian pembekalan sejak 20—23 Agustus 2025 secara daring, lalu dilanjutkan dengan penilaian luring pada 8—12 September 2025. Dalam proses ini, mereka mendapat arahan langsung dari para pakar kebahasaan, praktisi wicara publik, hingga tokoh sastra. “Kami harapkan mereka mampu meningkatkan jejaring kerja sama karena yang terpilih adalah putra-putri terbaik dari seluruh provinsi. Mereka akan berbagi pengalaman, praktik baik, dan wawasan dalam rangka pembinaan, pelindungan, dan pengembangan bahasa,” tutur Hafidz.

Penilaian dalam Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional mencakup beragam aspek, mulai dari kemampuan berbahasa asing, teknik wicara publik, penyusunan konten, penulisan artikel, penampilan talenta, penyusunan dan presentasi krida kebahasaan dan kesastraan, hingga tes kepribadian dan psikologi. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) turut memberikan pembekalan langsung sebagai bentuk dukungan penuh bagi para peserta. Hadir sebagai dewan juri kehormatan, antara lain Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, Masmidah Abdul Mu’ti, dan Chacha Annisa, Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan. Mereka memberikan sentuhan akhir dalam penilaian yang telah berlangsung sejak awal.

Dari proses panjang tersebut, dipilih sepuluh terbaik dan satu pasangan favorit yang dinobatkan sebagai pemenang dalam Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2025. Dalam malam penganugerahan yang penuh kehangatan, pasangan dari Provinsi Bali berhasil meraih predikat Terbaik I. I Komang Astama Wiguna dan I Gusti Ayu Chintya P. tampil memukau dengan penguasaan bahasa, keanggunan sastra, serta gagasan segar dalam memajukan literasi. Keduanya menjadi representasi generasi muda Bali yang bangga dan cakap dalam berbahasa Indonesia sekaligus berbahasa daerah.

Sementara itu, pasangan Terbaik II diraih oleh Provinsi Jawa Timur melalui Akhdan Muhammad Z. W. dan Nursan’ah Almasta G. Keduanya menginspirasi lewat komitmen dalam memasyarakatkan bahasa Indonesia dan memperkaya jejaring kebahasaan di tingkat nasional. Dengan semangat khas arek Jawa Timur, mereka membuktikan bahwa bahasa mampu menjadi jembatan untuk persatuan. Selanjutnya, predikat Terbaik III diberikan kepada Dimas Cahya Ramadhan dan Shabrina Yasmin dari DKI Jakarta. Penampilan mereka mencerminkan keberagaman ibu kota sekaligus kekuatan anak muda dalam menyampaikan ide-ide inovatif mengenai pelestarian bahasa dan sastra.

Selain tiga besar, berbagai pasangan finalis dari provinsi lain juga menorehkan prestasi membanggakan dengan menampilkan karya dan gagasan yang sarat makna. Seluruh finalis dipandang sebagai Duta Bahasa yang akan terus menggelorakan Trigatra Bangun Bahasa di lingkungannya masing-masing. “Semoga (kegiatan ini) akan menghasilkan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2025 yang membanggakan kita semuanya,” ungkap Hafidz menutup laporannya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Wamendikdasmen Atip: Duta Bahasa Nasional Tahun 2025, Generasi Penjaga Martabat Bahasa Read More »

Duta Bahasa sebagai Motor Penggerak dalam Upaya Pemartabatan Bahasa Indonesia

Duta Bahasa sebagai Motor Penggerak dalam Upaya Pemartabatan Bahasa Indonesia

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 553/sipers/A6/IX/2025

Duta Bahasa sebagai Motor Penggerak dalam Upaya Pemartabatan Bahasa Indonesia

Jakarta, 14 September 2025— Selama hampir dua dekade, Duta Bahasa telah melahirkan ribuan generasi muda yang menjadi garda depan pemartabatan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguatan citra bahasa Indonesia di dunia internasional. Program Duta Bahasa bukan sekadar ajang tahunan, melainkan wadah pembinaan berkelanjutan. Sejumlah alumni terbukti aktif memimpin komunitas literasi, membangun gerakan pelindungan bahasa daerah, hingga menginisiasi kampanye digital untuk bahasa Indonesia.

Di era media sosial, kreativitas Duta Bahasa menjadi motor penggerak lahirnya konten positif yang memperkuat citra bahasa Indonesia sebagai bahasa yang modern, dinamis, sekaligus berwibawa. Melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, menegaskan bahwa kiprah Duta Bahasa sudah nyata memberikan kontribusi.

“Hari ini kita tidak hanya berbicara tentang harapan, melainkan juga melihat aksi. Duta Bahasa di berbagai provinsi telah membuktikan diri dengan karya nyata, mulai dari pendokumentasian bahasa daerah hingga penguatan literasi digital. Mereka adalah mitra sejajar Badan Bahasa dalam memartabatkan bahasa Indonesia di ruang publik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Imam menekankan bahwa keberhasilan pemartabatan bahasa bukan semata tanggung jawab pemerintah, tetapi hasil kolaborasi. Para Duta Bahasa, menurutnya, telah menjadi contoh bagaimana generasi muda mampu membawa isu kebahasaan ke tengah masyarakat. “Perjuangan mereka adalah bukti bahwa bahasa Indonesia tidak hanya hidup di kelas atau peraturan, tetapi juga tumbuh di komunitas, media sosial, bahkan ranah internasional. Bahasa Indonesia kini hadir di ruang yang semakin luas berkat peran generasi muda, Duta Bahasa,” tambahnya.

Dengan capaian yang sudah terbukti, Badan Bahasa optimistis Pemilihan Duta Bahasa Nasional akan terus melahirkan generasi muda yang siap menjadi teladan di ruang publik, pelopor literasi, sekaligus duta bangsa di kancah global. “Kita sudah berada di jalur yang tepat. Duta Bahasa adalah wajah generasi muda Indonesia yang beraksi, bukan sekadar berjanji,” tutup Imam.

Duta Bahasa sebagai Motor Penggerak dalam Upaya Pemartabatan Bahasa Indonesia

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2025 resmi dibuka di Jakarta oleh Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra. Kegiatan yang berlangsung pada 8—13 September 2025 ini menghadirkan 62 finalis dari 31 provinsi, sebagai bukti berlanjutnya tradisi panjang sejak program ini digelar tahun 2006.

Dalam Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2025, finalis tidak hanya bersaing, tetapi juga berbagi praktik baik yang telah dijalankan di daerah masing-masing. Beberapa program unggulan, seperti pelestarian bahasa daerah, lokakarya literasi digital berbahasa Indonesia dan kampanye internasionalisasi bahasa Indonesia, menjadi contoh nyata aksi yang terus berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa pemartabatan bahasa bukan lagi sebatas wacana, melainkan gerakan kolektif yang terus bergaung.

Rangkaian kegiatan tahun ini semakin meneguhkan posisi Duta Bahasa sebagai agen perubahan. Melalui penilaian krida kebahasaan, keterampilan wicara publik, penulisan artikel populer, hingga pembuatan konten digital, finalis dibentuk menjadi sosok yang tidak hanya fasih berbahasa, tetapi juga tangkas memanfaatkan teknologi. Aksi nyata inilah yang diharapkan mempercepat penguatan jati diri bahasa Indonesia sekaligus menjaga kelestarian bahasa daerah.

Selama sepekan, para finalis juga mendapatkan kesempatan mengikuti sesi pembekalan. Materi pembekalan mencakup kebijakan kebahasaan, teknik penulisan artikel populer, kreativitas konten digital, serta sejarah Duta Bahasa. Selain itu, peserta akan diajak berdiskusi dengan para pakar, praktisi, dan akademisi di bidang kebahasaan. Diskusi ini diharapkan menambah wawasan sekaligus memperkaya perspektif peserta. Dengan demikian, finalis diharapkan mampu merumuskan strategi nyata untuk mengembangkan program bahasa di daerahnya.

Dalam ajang pemilihan Duta Bahasa Nasional tahun ini, akan dipilih enam pemenang utama, empat pemenang harapan, dan dua pemenang favorit. Pemenang favorit ditentukan melalui kombinasi penilaian media sosial, sesama finalis, dan observasi panitia, sehingga seluruh peserta termotivasi untuk unggul baik di panggung maupun ruang digital.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Duta Bahasa sebagai Motor Penggerak dalam Upaya Pemartabatan Bahasa Indonesia Read More »

Bangun Minat Kebahasaan dan Kesastraan Generasi Muda melalui Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling

Bangun Minat Kebahasaan dan Kesastraan Generasi Muda melalui Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 546/sipers/A6/IX/2025

Jakarta, 13 September 2025 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), melaksanakan Diseminasi Pengembangan Bahasa: Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling di sejumlah sekolah di Jakarta. Sebagai implementasi atas program prioritas Kemendikdasmen dalam pembangunan kebahasaan dan kesastraan, program ini ini menyasar lima sekolah, yaitu SDN Ragunan 08, SDN Kebagusan 01, SMPN 41 Jakarta, SMPN 103 Jakarta, dan SMAN 38 Jakarta.

Melalui Kamus Masuk Sekolah, siswa diperkenalkan dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai rujukan utama. KBBI kini memasuki edisi keenam dengan total 207.514 entri kosakata dan terus diperbarui dua kali setahun agar selaras dengan perkembangan zaman sehingga menjadi pedoman penting bagi generasi muda untuk berpikir, menulis, dan berbicara dengan baik dan kritis.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan peran sentral KBBI sebagai fondasi literasi kebahasaan bangsa. “KBBI menjadi sumber referensi penting bagi murid untuk mengenal kata baku sekaligus memantik daya kritis dalam mengungkapkan gagasan maupun perasaan. Saya menyambut baik keberlanjutan kegiatan Kamus Masuk Sekolah ini. Saya berharap kegiatan serupa dapat dilakukan oleh seluruh Balai Bahasa di Indonesia agar setiap murid dapat memanfaatkannya dengan baik,” ungkap Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (12/9).

Sementara itu, Bineka Keliling yang merupakan pengembangan layanan dari Laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra (Lab Bineka) menghadirkan keberagaman bahasa dan sastra daerah melalui pameran virtual mini dan media interaktif. Lab Bineka menyajikan hasil kajian kebahasaan dan kesastraan daerah secara digital, audiovisual, dan inovatif. Kehadiran Lab Bineka sangat penting karena Indonesia memiliki 718 bahasa daerah yang telah diidentifikasi dan divalidasi. Melalui Lab Bineka, siswa diajak menyadari bahwa bahasa daerah adalah kekayaan bangsa yang wajib dilestarikan sejak dini.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menekankan pentingnya ketrampilan merujuk serta kesadaran melestarikan bahasa daerah. Menurutnya, sejak dini anak-anak harus dibiasakan untuk memiliki kemampuan merujuk atau reference skill, yakni kebiasaan ilmiah merujuk pada sumber primer, salah satunya KBBI.

“Melalui Lab Bineka, mereka diajak menyadari betapa kaya bahasa dan sastra kita. Indonesia tidak hanya Jawa dan Sumatra, tetapi juga pulau-pulau lain dengan ratusan bahasa daerah. Kesadaran melindungibahasa daerah harus dipahami sebagai tanggung jawab bersama, bahkan bisa dimulai dari lingkungan keluarga,” jelas Dora.

Testimoni Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling: Terobosan Pembelajaran Kebahasaan

Terkait dengan kegiatan Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling yang berlangsung pada 8 s.d. 12 September 2025, Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Sarjoko, menyebut bahwa kegiatan ini sebagai terobosan pembelajaran kebahasaan. “Ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan literasi kita dalam bidang kebahasaan dan kesastraan yang harus dikuasai oleh peserta didik,” tutur Sarjoko.

Menurut Sarjoko, bahasa dan sastra ibarat dua sisi mata uang yang harus kita kuasai bersama. “Program ini menjadi media pembelajaran unik sekaligus catatan penting untukmembekali generasi sejak dini,” imbuhnya.

Dari sisi penerima manfaat program, guru SMPN 41 Jakarta, Yulia, menyampaikan antusiasmenya terhadap program ini. “Kami berharap pengetahuan yang didapat para siswa dari program ini bisa ditularkan kepada teman-teman mereka yang lain sehingga manfaatnya lebih luas,” ujar Yulia.

Selain itu, siswa SMPN 41 Jakarta, Dilan, mengaku mendapatkan inspirasi setelah mengikuti kegiatan. “Saya kagum dengan banyaknya bahasa daerah di Indonesia. Saya jadi lebih sadar bahwa melestarikan bahasa daerah itu penting karena itu bagian dari identitas kita. Semoga bisa ikut kegiatan ini lagi,” ucapnya.

Melalui Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling, Kemendikdasmen tidak hanya memperkenalkan produk kebahasaan, tetapi juga membangun ekosistem literasi yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan. Dengan KBBI sebagai rujukan resmi yang terus berkembang serta Lab Bineka sebagai media inspiratif pelestarian bahasa daerah, program ini memperkuat pembangunan kebahasaan dan kesastraan nasional. Harapannya, bahasa Indonesia semakin kokoh sebagai bahasa persatuan, dan bahasa daerah tetap hidup sebagai kekayaan bangsa.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pe

#PendidkanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Bangun Minat Kebahasaan dan Kesastraan Generasi Muda melalui Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling Read More »

Dukung KIPBIPA XIII 2025, Kemendikdasmen Perkuat Penjaminan Mutu Pembelajaran BIPA

Siaran PersKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 538/sipers/A6/VII/2025

Malang, 11 September 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) terus memperkuat penjaminan mutu pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Hal itu diwujudkan melalui fasilitasi dan kemitraan penyelenggaraan Konferensi Internasional Pengajaran BIPA (KIPBIPA) XIII yang berlangsung di Universitas Negeri Malang pada 11—12 September 2025. Kegiatan yang digelar secara hibrida ini menghadirkan 361 peserta dari dalam dan luar negeri.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam pemaparan materinya menegaskan bahwa penyebaran bahasa Indonesia ke mancanegara harus sejalan dengan pengutamaan bahasa Indonesia di dalam negeri. “Pemartabatan bahasa Indonesia di kancah global tidak boleh mengabaikan fungsi dan kedudukannya di tanah air. Penginternasionalan bahasa Indonesia melalui pembelajaran BIPA menjadi strategi utama dalam membangun kedaulatan bahasa,” ujarnya.

Dalam mewujudkan komitmen Kemendikdasmen untuk menguatkan penjaminan mutu pembelajaran BIPA, Badan Bahasa berperan pada tataran regulasi, koordinasi, dan fasilitasi. Fasilitasi pembelajaran BIPA dilakukan dalam bentuk penyediaan standar dan bahan fasilitasi pembelajaran, pemberdayaan pengajar, penyelenggaraan apresiasi dan kompetisi, serta penyelenggaraan diseminasi seperti pertemuan ilmiah, bimbingan teknis, dan forum ke-BIPA-an.

Hafidz menambahkan, dalam sepuluh tahun terakhir Badan Bahasa telah menugasi 352 pengajar BIPA ke 772 lembaga di 57 negara dan melayani lebih dari 200 ribu pemelajar asing. Sejak 2020, apresiasi bagi pemelajar juga diberikan melalui Festival Handai Indonesia, yang telah melibatkan 1.129 peserta dari 92 negara. “Jejak ini menunjukkan bagaimana bahasa Indonesia semakin diterima dunia melalui pembelajaran dan aktivitas kebahasaan yang berkualitas,” ungkapnya saat menyampaikan materi tentang Fasilitasi Pembelajaran BIPA dalam Kerangka Program Penginternasionalan Bahasa Indonesia.

Konferensi KIPBIPA XIII dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Negeri Malang, Hariyono. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memahami riwayat bahasa Indonesia sebagai pijakan filosofis dalam proses penginternasionalan. “Bahasa Indonesia lahir dari pergulatan sosial dan dimartabatkan melalui pilihan pemuda pada 1928. Dari bahasa persatuan, menjadi bahasa negara, berkembang menjadi bahasa ilmu, dan kini diperjuangkan sebagai bahasa global,” tuturnya.

KIPBIPA XIII terselenggara atas kerja sama Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang dan Afiliasi Pengajar dan Pegiat BIPA (APPBIPA) dengan dukungan penuh Badan Bahasa. Konferensi ini menghadirkan pembicara internasional seperti George Quinn (Australia), Habib Zarbaliyev (Azerbaijan), Koh Young Hun (Korea Selatan), dan Ellen Rafferty (Amerika Serikat). Dari dalam negeri, hadir pula Herry Yogaswara (BRIN), Gatut Susanto (Universitas Negeri Malang), dan Liliana Muliastuti (Universitas Negeri Jakarta). Konferensi ini turut dihadiri Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga, Biyanto.

Melalui penyelenggaraan KIPBIPA XIII 2025, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya dalam memperkuat penjaminan mutu pembelajaran BIPA sebagai strategi penginternasionalan bahasa Indonesia. Konferensi ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi pengajaran bahasa. Kehadiran pakar dari dalam dan luar negeri menghadirkan beragam perspektif yang memperkuat jejaring kerja sama ke-BIPA-an. Dengan demikian, KIPBIPA XIII menjadi momentum penting bagi pemartabatan dan kedaulatan bahasa Indonesia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Dukung KIPBIPA XIII 2025, Kemendikdasmen Perkuat Penjaminan Mutu Pembelajaran BIPA Read More »

Universitas Al-Azhar Kairo Resmi Buka Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia

Universitas Al-Azhar Kairo Resmi Buka Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 499/sipers/A6/VIII/2025

Kairo, Mesir, 29 Agustus 2025 – Majelis Tinggi Universitas Al-Azhar resmi menyetujui pendirian Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas Bahasa dan Terjemah, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Keputusan tersebut diambil dalam sidang Majelis Tinggi Al-Azhar Nomor 343 pada 21 Juli 2025 dan program studi akan mulai berjalan pada tahun akademik 2025/2026 yang dimulai 20 September mendatang. Persetujuan tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah diplomasi budaya Indonesia di Timur Tengah sekaligus menandai pengakuan internasional atas peran strategis bahasa Indonesia.

Pengajaran bahasa Indonesia di Al-Azhar telah dimulai sejak 2016 melalui kerja sama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, Mesir, dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program ini semula hanya berupa kursus Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang diikuti dosen, mahasiswa, dan staf universitas tersebut. Namun, antusiasme pemelajar BIPA terus meningkat, hingga pada 2019 bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa pilihan kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemah, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Status tersebut kemudian menjadi landasan penting dalam pengembangan menuju program studi penuh yang kini telah resmi disahkan.

Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, menyambut baik keputusan Majelis Tinggi Al-Azhar ini sebagai peluang emas untuk mengukuhkan diplomasi lunak. Bahasa Indonesia diharapkan mampu sejajar dengan bahasa-bahasa dunia lainnya di Universitas Al-Azhar. Para alumni prodi ini diharapkan dapat menjembatani budaya dan bahasa. Selain itu, mereka juga berpotensi untuk berkontribusi dalam pusat kajian Islam internasional di Asia Tenggara.

“Pendirian program studi bahasa Indonesia ini tidak hanya menguntungkan dunia akademik, tetapi juga memperkuat posisi strategis Indonesia di dunia internasional, terutama dalam upaya meningkatkan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional,” ucap Hafidz.

Proses pendirian prodi juga melibatkan konsorsium perguruan tinggi Indonesia, yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang. Konsorsium ini mendukung penyusunan kurikulum, penyediaan dosen, hingga pertukaran akademik. Selain itu, KBRI Kairo bersama Badan Bahasa, Kemendikdasmen aktif melakukan koordinasi intensif dengan Al-Azhar sepanjang 2023–2025, termasuk pertemuan dengan Rektor Universitas Al-Azhar dan Grand Syekh Al-Azhar. Sebagai bentuk komitmen, Indonesia dapat mengirim empat dosen pengajar bahasa Indonesia secara berkelanjutan untuk mendukung operasional prodi.

Minat mahasiswa terhadap bahasa Indonesia juga terus meningkat. Pada tahun akademik 2024/2025 tercatat 51 mahasiswa memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua, terdiri atas 28 mahasiswa tingkat II dan 10 mahasiswa tingkat I. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dibukanya program studi resmi. Dengan demikian, bahasa Indonesia kini sejajar dengan bahasa internasional lain yang diajarkan di Al-Azhar, seperti bahasa Inggris, Prancis, Jerman, dan Arab.

Pemerintah Indonesia menilai pendirian prodi ini sebagai langkah strategis dalam penguatan diplomasi budaya. Selain mempererat hubungan bilateral Indonesia–Mesir, dari sisi aspek akademik, pendirian prodi ini juga memiliki nilai strategis untuk memperkuat pemahaman Islam moderat.

Selanjutnya, dengan dukungan yang berkelanjutan dari perguruan tinggi di Indonesia, program ini diharapkan menjadi simbol persahabatan sekaligus kerja sama resiprokal antara Indonesia dan Mesir.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Universitas Al-Azhar Kairo Resmi Buka Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Read More »

Badan Bahasa, Kemendikdasmen, Dukung Penyempurnaan Tafsir Al-Quran

Badan Bahasa, Kemendikdasmen, Dukung Penyempurnaan Tafsir Al-Quran

Badan Bahasa, Kemendikdasmen, Dukung Penyempurnaan Tafsir Al-Quran

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 491/sipers/A6/VIII/2025

Jakarta, 29 Agustus 2025 – Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama melakukan audiensi dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Aula Sasadu, Kantor Badan Bahasa, Jakarta. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara dua lembaga negara yang memiliki mandat berbeda, tetapi saling terkait erat, yaitu dalam pemeliharaan mutu teks terjemahan dan tafsir kitab suci Al-Qur’an yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menyambut positif kehadiran LPMQ. Ia menegaskan bahwa Badan Bahasa memiliki komitmen kuat untuk mendukung penyempurnaan aspek kebahasaan dalam teks-teks keagamaan. “Kami di Badan Bahasa bertugas menjaga standar bahasa Indonesia dan kami melihat bahwa penerjemahan dan penafsiran Al-Qur’an merupakan salah satu ruang yang sangat krusial. Jika bahasa Indonesia digunakan dengan tepat dalam terjemahan dan tafsir mushaf Al-Qur’an, pemahaman masyarakat akan makin baik, dan nilai-nilai Al-Qur’an dapat tersampaikan dengan utuh,” ujar Hafidz pada Senin (25/8).

Hafidz juga menambahkan pentingnya kesinambungan komunikasi antarlembaga agar hasilnya lebih konkret. “Kami berharap audiensi ini bukan hanya berhenti pada diskusi, tetapi juga berlanjut ke bentuk kerja sama nyata, baik berupa penyusunan pedoman, lokakarya bersama, maupun riset kebahasaan dalam teks keagamaan. Dengan demikian, peran Badan Bahasa dapat mendukung misi LPMQ dalam menjaga mutu terjemahan dan tafsir Al-Qur’an,” tambahnya.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menyampaikan bahwa kolaborasi ini tersebut sangat relevan dalam konteks perkembangan kebahasaan di Indonesia. “Bahasa bukan hanya medium komunikasi, melainkan juga sarana menjaga makna dan nilai. Penerjemahan teks suci seperti Al-Qur’an tentu memerlukan perhatian khusus agar tidak hanya tetap sesuai dengan kaidah bahasa, tetapi juga mudah dipahami oleh masyarakat luas,” ungkap Dora.

Dalam arahannya, Kepala LPMQ, Abdul Aziz Sidqi, menekankan bahwa keberadaan LPMQ tidak hanya berfungsi untuk menjaga keautentikan mushaf, tetapi juga memastikan keterbacaan teks terjemahan dan tafsir Al-Qur’an di tengah masyarakat Indonesia. “Kami menyadari bahwa penerjemahan Al-Qur’an adalah amanah besar. Ia harus tetap setia pada makna bahasa Arab, namun pada saat yang sama mampu hadir dalam bahasa Indonesia yang jelas, komunikatif, dan mudah dipahami. Di titik inilah kami memandang kerja sama dengan Badan Bahasa sebagai sesuatu yang sangat penting,” tutur Abdul Aziz.

Lebih lanjut, Abdul Aziz menambahkan bahwa tantangan penerjemahan Al-Qur’an tidak hanya pada aspek teknis bahasa, tetapi juga pada upaya menjaga konsistensi. “Setiap kata dalam Al-Qur’an membawa makna yang mendalam. Jika penerjemahan tidak konsisten, makna bisa bergeser. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa terjemahan yang digunakan benar-benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, sekaligus tidak mengurangi esensi ajaran yang terkandung di dalamnya,” ujarnya menegaskan.

Dalam audiensi tersebut, Kepala LPMQ didampingi oleh Reflita, Pengembang Tafsir Al-Qur’an Ahli Madya. Kehadirannya mencerminkan dukungan teknis dari LPMQ dalam memperkuat diskusi, khususnya terkait aspek kebahasaan dalam mushaf dan terjemahan dan tafsir Al-Qur’annya.

Pertemuan ini menegaskan bahwa kolaborasi antarinstansi pemerintah sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan zaman. Di satu sisi, LPMQ berperan menjaga keaslian dan ketepatan teks suci, sementara di sisi lain Badan Bahasa memiliki mandat menjaga kualitas bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Ketika keduanya bersinergi, hasil yang diharapkan adalah terjemahan Al-Qur’an yang tidak hanya tepat secara teologis, tetapi juga kuat secara kebahasaan.

Sebagai penutup, kedua lembaga menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat komunikasi dan membuka jalan menuju kerja sama yang lebih teknis pada kesempatan berikutnya. Audiensi ini menjadi awal yang baik untuk menghadirkan sinergi strategis, sekaligus menunjukkan bahwa penguatan literasi keagamaan tidak bisa dilepaskan dari mutu kebahasaan. Harapannya, langkah bersama ini dapat memperkaya khazanah kebahasaan bahasa Indonesia serta memastikan bahwa pesan Al-Qur’an tersampaikan dengan lebih jelas, mudah, dan bermakna bagi seluruh lapisan masyarakat.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Badan Bahasa, Kemendikdasmen, Dukung Penyempurnaan Tafsir Al-Quran Read More »

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Terima Penghargaan sebagai Menteri Pendukung Gerakan Zakat

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Terima Penghargaan sebagai Menteri Pendukung Gerakan Zakat

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 490/sipers/A6/VIII/2025

Jakarta, 29 Agustus 2025 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menerima penghargaan spesial “Menteri Pendukung Gerakan Zakat” yang diberikan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam acara Penganugerahan BAZNAS Awards 2025 di Jakarta, Kamis (28/8).

Dengan mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Mendukung Asta Cita”, penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, bersama jajaran pimpinan BAZNAS sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan dukungan nyata Menteri Abdul Mu’ti dalam mendorong penguatan ekosistem zakat di Indonesia, khususnya di tingkat kementerian dan lembaga.

Abdul Mu’ti menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini tidak hanya ditujukan untuk dirinya secara pribadi, melainkan merupakan pengakuan kolektif atas kerja keras seluruh seluruh insan pendidikan yang telah bekerja sama dalam menumbuhkan budaya kepedulian sosial.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS atas penghargaan yang diberikan kepada saya dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam kategori Menteri Pendukung Gerakan Zakat ini,” ungkap Mendikdasmen.

Penghargaan ini menjadi wujud pengakuan atas dukungan aktif Kemendikdasmen dalam mendorong penghimpunan zakat. Dukungan aktif Kemendikdasmen terhadap penguatan gerakan zakat salah satunya ditunjukkan melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan kementerian, yang secara resmi diluncurkan bersama BAZNAS pada Maret 2025 lalu. Sejak saat itu, UPZ Kemendikdasmen telah aktif menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah guna mendukung program sosial dan pendidikan.

“Ini menjadi bagian dari motivasi bagi saya pribadi dan tentu saja semua insan pendidikan di Kemendikdasmen untuk terus lebih aktif lagi menghimpun zakat, infak, sedekah melalui UPZ kami di Kemendikdasmen,” ujar Menteri Abdul Mu’ti.

Kepala BAZNAS RI, Noor Achmad, mengungkapkan bahwa pemberian penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas pengabdian dan kontribusi para penggerak zakat yang telah menjadi bagian tak terlupakan dalam catatan sejarah dan prestasi BAZNAS RI. “Pemberian penghargaan ini adalah upaya kami dalam mengapresiasi kontribusi dan dukungan yang senantiasa diberikan baik oleh kementerian dan lembaga kepada kami di BAZNAS RI,” ujar Noor Achmad.

Melalui penghargaan ini, Kemendikdasmen terus berkomitmen menjadikan zakat bukan hanya sebagai ibadah individu, melainkan juga sebagai instrumen sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pembangunan bangsa. Mendikdasmen juga turut mengajak seluruh pihak untuk terus menanamkan semangat berbagi dan peduli terhadap sesama.

“Semoga semua zakat, infak, dan sedekah kita, diterima Allah SWT dan zakat kita dapat memberdayakan masyarakat dan mencerdaskan bangsa. Mari kita terus tanamkan kebaikan dengan membiasakan berzakat,” tutup Mendikdasmen.

Penganugerahan BAZNAS Awards 2025 menjadi salah satu rangkaian dari acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI yang berlangsung selama 3 hari. BAZNAS RI memberikan penghargaan kepada lebih dari 900 penggerak zakat, termasuk kementerian, lembaga pemerintah pusat dan daerah, serta tokoh perseorangan yang dinilai berjasa dalam meningkatkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pembangunan bangsa.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemdikbud.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikbud.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Terima Penghargaan sebagai Menteri Pendukung Gerakan Zakat Read More »

Gandeng Universitas, Badan Bahasa Perkuat Pengutamaan Pengunaan Bahasa Indonesia di Riau

Gandeng Universitas, Badan Bahasa Perkuat Pengutamaan Pengunaan Bahasa Indonesia di Riau

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 453/sipers/A6/VIII/2025

Pekanbaru, 17 Agustus 2025—Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Balai Bahasa Provinsi Riau menyelenggarakan Penandatanganan Nota Kesepakatan, Perjanjian Kerja Sama, dan Rencana Kerja Sama serta Sosialisasi Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025 dan Praktik Baik Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik Kabupaten Siak di Universitas Negeri Riau.

Kegiatan ini dihadiri oleh pejabat dan perwakilan dari Pemerintah Kota Pekanbaru, Pemerintah Kabupaten Siak, Universitas Riau, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Universitas Islam Riau, Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Abdurrab, Universitas Lancang Kuning, Universitas Sains dan Teknologi Indonesia, Universitas Pahlawan, Politeknik Caltex Riau serta para peserta dari kalangan dosen maupun mahasiswa.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Umi Kulsum menyampaikan acara penandatanganan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam mewujudkan visi pendidikan bermutu bagi semua, serta melestarikan kekayaan bahasa dan sastra Indonesia. Dengan semangat “Bangga, Mahir, dan Maju dengan Bahasa Indonesia,” Balai Bahasa Provinsi Riau optimistis dapat menghadapi tantangan kebahasaan dan kesastraan di era globalisasi ini. “Kami berharap melalui kerja sama ini, program-program Balai Bahasa dan Badan Bahasa terkait pelestarian bahasa daerah, pengutamaan bahasa Indonesia, penginternasionalan Bahasa Indonesia, serta literasi kebahasaan dan kesastraan dapat berjalan lebih optimal,” ujar Umi Kulsum.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, memberikan apresiasi atas dukungan dan kontribusi dari berbagai pihak di Provinsi Riau. Ia menekankan pentingnya menjaga kedaulatan Bahasa Indonesia dan memperkenalkan Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia. “Kami akan melakukan sosialisasi, pemantauan, pendampingan, dan evaluasi penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik, lembaga pemerintah, perguruan tinggi, dan satuan pendidikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hafidz Muksin menyampaikan kebanggaannya atas penetapan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di sidang umum UNESCO. “Ini adalah pengakuan internasional yang luar biasa bagi bahasa kita, kita patut berbangga dan terus berupaya memajukan Bahasa Indonesia di kancah dunia,” tambahnya.

Salah satu poin penting yang disoroti adalah mengenai Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Hafidz Muksin mengajak seluruh pihak untuk menjadikan UKBI sebagai alat ukur kemahiran berbahasa Indonesia. “Saya mengimbau para rektor, pimpinan perguruan tinggi, dan pimpinan daerah untuk menjadikan UKBI sebagai standar pengukuran kemahiran berbahasa Indonesia. Sertifikat UKBI juga menjadi syarat wajib bagi calon penerima beasiswa unggulan Kemendikdasmen,” jelasnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Gandeng Universitas, Badan Bahasa Perkuat Pengutamaan Pengunaan Bahasa Indonesia di Riau Read More »

Kemendikdasmen, Kemenko PMK, dan Komisi Nasional Disabilitas RI Bersinergi Perkuat Literasi

Kemendikdasmen, Kemenko PMK, dan Komisi Nasional Disabilitas RI Bersinergi Perkuat Literasi

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 434/sipers/A6/VIII/2025

Kemendikdasmen, Kemenko PMK, dan Komisi Nasional Disabilitas RI Bersinergi Perkuat Literasi

Jakarta, 13 Agustus 2025— Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), pada Selasa (12/8), melaksanakan pertemuan membahas penguatan literasi, serta peningkatan aksesibilitas bahasa bagi penyandang disabilitas, khususnya komunitas. Acara yang berlangsung di Aula Sasadu, Gedung M. Tabrani, Rawamangun, Jakarta Timur itu, melibatkan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Komisi Nasional Disabilitas RI.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan empat program prioritas Badan Bahasa, yaitu kedaulatan bahasa Indonesia, peningkatan literasi kebahasaan dan kesastraan, pelestarian bahasa daerah, dan penginternasionalan bahasa Indonesia. Keempat program prioritas yang menjadi amanah Badan Bahasa, dikatakan Hafidz merupakan langkah strategis yang selaras dengan kebijakan Kemendikdasmen dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

“Tentu, makna Pendidikan Bermutu untuk Semua merujuk pada semua anak-anak termasuk anak-anak yang memiliki kebutuhan dan perhatian khusus. Badan Bahasa memiliki program penyediaan buku-buku pendukung literasi, baik cetak, digital, atau buku cerita braille. Tahun ini kami sedang menyusun 100 judul buku audio dan video yang bisa diakses semua kalangan,” tutur Hafidz.

Lebih lanjut, Hafidz Muksin, juga membuka peluang kolaborasi dengan Kemenko PMK untuk menghadirkan buku cerita braille, audio, dan video yang ramah disabilitas. Harapannya, literasi dapat diakses semua kalangan, termasuk teman tuli dan tunanetra. Hafidz juga menekankan bahwa bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga alat perjuangan dan pemersatu bangsa.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, menjelaskan, Kemenko PMK mengusung konsep ‘Semua Setara dalam Pembangunan’. Prinsip ini memastikan setiap lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dapat menikmati hasil pembangunan dan memperoleh akses yang setara. Salah satu fokus utama adalah penguatan peran bahasa isyarat sebagai bagian dari bahasa Indonesia, melalui penyelarasan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dalam kegiatan nasional,” jelasnya.

Sesuai amanat Perpres Nomor 12 Tahun 2025, target capaian pada 2029 adalah 71%, dengan membuka peluang seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, agar dapat merasakan manfaat pembangunan. Untuk itu, terdapat dua kegiatan prioritas yang akan dikawal, yakni penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan terhadap hak penyandang disabilitas dan lanjut usia, serta penguatan prinsip dan pendekatan inklusi sosial bagi penyandang disabilitas dan lansia dalam proses pembangunan,” lanjutnya.

Woro juga menegaskan bahwa bahasa isyarat memiliki peran penting bagi komunitas tuli di Indonesia. “Kami ingin memastikan setiap orang, termasuk teman-teman disabilitas, dapat menikmati hasil pembangunan, mendapatkan layanan setara, dan memiliki akses penuh terhadap pendidikan dan literasi,” ujarnya. Menurutnya, perlu ada penyelarasan antara SIBI dan BISINDO, sekaligus mengembangkan kosakata bahasa isyarat sebagaimana kosakata bahasa Indonesia yang terus bertambah. “Harapan kami, bahasa isyarat diakui dan diaplikasikan sebagai bagian dari bahasa nasional,” tambahnya.

Komisioner Komisi Nasional Disabilitas, Rachmita M. Harahap, menekankan pentingnya standardisasi dan penyebaran buku pegangan BISINDO di sekolah luar biasa. Ia mengungkapkan bahwa saat ini masih banyak guru yang belum memahami BISINDO sehingga diperlukan percepatan penerbitan dan distribusi buku, baik dalam bentuk cetak, audio, maupun video. “Bahasa isyarat adalah hak berbahasa bagi teman-teman Tuli yang harus dihargai dan dilestarikan,” ujarnya.

Pertemuan diakhiri dengan komitmen ketiga belah pihak untuk menyelaraskan program literasi serta memperkuat penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa isyarat sebagai kekayaan bahasa nasional. Kesepakatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pemerataan akses literasi di seluruh lapisan masyarakat. Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya kebijakan yang inklusif dan menguatkan persatuan bangsa melalui bahasa.

Badan Bahasa Konten Literasi Ramah Disabilitas Berbasis Animasi dan Audio

Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Iwa Lukmana, menambahkan bahwa Badan Bahasa juga telah memproduksi konten literasi ramah disabilitas berbasis animasi dan audio untuk mempermudah akses bagi komunitas Tuli. “Kami sudah membuat cerita rakyat dan cerita anak yang disertai suara dan animasi, sehingga lebih interaktif,” jelasnya. Produk-produk tersebut dapat diakses melalui situs resmi https://penerjemahan.kemendikdasmen.go.id/.

Sebagai tindak lanjut, Badan Bahasa akan mengadakan uji coba UKBI Adaptif untuk komunitas tuli sebagai bagian dari rangkaian Bulan Bahasa dan Sastra 2025, yang puncaknya akan berlangsung pada 28 Oktober 2025. Kegiatan ini akan diwarnai dengan pentas sastra, lomba mendongeng untuk tunanetra, serta berbagai program literasi inklusif lainnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen, Kemenko PMK, dan Komisi Nasional Disabilitas RI Bersinergi Perkuat Literasi Read More »