Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara

pengunggah

Wujudkan Mutu Pendidikan Berbasis Identitas Bangsa, Kemendikdasmen Berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI Perkuat Literasi Bahasa dan Sastra

Wujudkan Mutu Pendidikan Berbasis Identitas Bangsa, Kemendikdasmen Berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI Perkuat Literasi Bahasa dan Sastra

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 630/sipers/A6/VIII/2025

Wujudkan Mutu Pendidikan Berbasis Identitas Bangsa, Kemendikdasmen Berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI Perkuat Literasi Bahasa dan Sastra

Bandung, 7 Oktober 2025 – Upaya membentuk karakter bangsa, memperkuat identitas nasional, serta meningkatkan literasi masyarakat, memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak tak terkecuali Komisi X DPR RI. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) bersama Komisi X DPR RI menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Bahan Penguatan Program Literasi Kebahasaan dan Kesastraan.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru serta tenaga kependidikan dalam mengimplementasikan kedaulatan bahasa Indonesia. Selain itu, juga untuk memperkuat peran guru sebagai agen perubahan dalam penguatan literasi kebahasaan dan kesastraan. Melalui diskusi dan paparan materi, para peserta diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang kontekstual dan menarik selaras dengan Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025 yang menekankan pentingnya mutu pendidikan berbasis identitas bangsa.

Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, menyampaikan bahwa literasi kebahasaan dan kesastraan bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi efektif, dan menumbuhkan apresiasi terhadap nilai budaya bangsa. “Dengan literasi yang kuat, generasi muda akan lebih siap menghadapi tantangan zaman. Bahasa dan sastra menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat berdaya saing global tanpa kehilangan jati diri,” ujar Imam di hadapan peserta kegiatan terdiri atas guru dan tenaga kependidikan, mahasiswa, pegiat literasi, serta perwakilan media. Acara yang diselenggarakan di Bandung pada 6 Oktober 2025 ini, diikuti oleh 100 peserta

Imam juga menyampaikan pesan yang menitikberatkan pada gotong royong semua pihak terkait dalam menyukseskan program pembinaan bahasa dan sastra. Menurutnya, keberhasilan program pembinaan bahasa dan sastra bergantung pada dukungan semua pihak. Pemerintah, legislatif, dan masyarakat harus bersinergi dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. “Sinergi inilah yang menjadi kunci terwujudnya masyarakat literat dan berkarakter,” tegas Imam.

Di sisi lain, anggota Komisi X DPR RI, Melly Goeslow, sekaligus narasumber utama dalam kegiatan tersebut menyampaikan materi bertema “Implementasi Kedaulatan Bahasa Negara untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan.” Ia menyampaikan bahwa Bahasa Indonesia lahir dari semangat persatuan sejak Sumpah Pemuda pada 1928. “Di era globalisasi ini, kita memang berinteraksi dengan berbagai bahasa asing, tetapi keterbukaan tersebut jangan sampai membuat kita kehilangan jati diri terhadap bahasa sendiri,” tuturnya.

Melly menuturkan, beberapa faktor penentu mutu pendidikan adalah guru yang berkualitas, kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman, sarana dan prasarana yang memadai, serta pelibatan orang tua dan masyarakat. Pendidikan yang bermutu tidak hanya melahirkan lulusan cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berakhlak sehingga mampu menghadapi tantangan zaman.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, Herawati, menjelaskan bahwa Badan Bahasa merupakan salah satu unit utama di Kemendikdasmen yang memiliki tugas mengembangkan, membina, melindungi, dan meningkatkan status bahasa sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Dalam paparannya tentang Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu untuk Meningkatkan Pendidikan, ia menyebutkan terdapat empat program prioritas Badan Bahasa, yaitu Pemartabatan Bahasa Indonesia, Peningkatan Kecakapan Literasi, Pelindungan Bahasa Daerah, dan Penginternasionalan Bahasa Indonesia.

Dalam kegiatan Diseminasi Bahan Penguatan Program Literasi Kebahasaan dan Kesastraan, selain terdapat paparan narasumber, kegiatan juga menghadirkan sesi diskusi interaktif mengenai program-program Badan Bahasa. Dalam sesi ini, peserta dapat berdialog langsung dan memperoleh wawasan baru terkait praktik pembelajaran literasi. Salah seorang peserta, Dani Apriansyah, menyampaikan antusiasmenya, “Badan Bahasa telah menyediakan berbagai fasilitas literasi digital, seperti buku bacaan digital. Saya berharap fasilitas ini dapat dinikmati lebih luas, terutama oleh siswa di daerah terpencil, untuk meningkatkan minat baca.”

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kualitas literasi kebahasaan dan kesastraan peserta didik. Guru dan tenaga kependidikan diharapkan semakin terampil mengintegrasikan literasi dalam pembelajaran, sekaligus membangun jejaring kolaborasi antarpemangku kepentingan untuk memperkuat keberlanjutan program kedaulatan bahasa Indonesia. Melalui kolaborasi dengan mitra strategis, Badan Bahasa optimistis dapat memperluas jangkauan program pembinaan bahasa dan sastra hingga ke seluruh daerah.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Wujudkan Mutu Pendidikan Berbasis Identitas Bangsa, Kemendikdasmen Berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI Perkuat Literasi Bahasa dan Sastra Read More »

Kemendikdasmen Siapkan Regulasi Standar Kemahiran Bahasa Indonesia untuk Penguatan Literasi Nasional

Kemendikdasmen Siapkan Regulasi Standar Kemahiran Bahasa Indonesia untuk Penguatan Literasi Nasional

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 616/sipers/A6/X/2025

Jakarta, 30 September 2025 – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Uji Publik Rancangan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah tentang Standar Kemahiran Berbahasa Indonesia. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembangunan kebahasaan sekaligus mendorong literasi masyarakat Indonesia pada era global.

Acara dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, yang menegaskan bahwa pengukuran standar kemahiran berbahasa merupakan instrumen penting untuk meningkatkan mutu literasi bangsa. “UKBI adalah instrumen penting yang kita miliki. Agar dapat dimanfaatkan seluas-luasnya untuk meningkatkan literasi masyarakat Indonesia,” ujarnya saat membuka di Kantor Badan Bahasa, Selasa (30/9).

Ia menjelaskan bahwa literasi tidak hanya mencakup kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga pemahaman makna, pernalaran, serta daya kritis. Melalui uji kemahiran berbahasa, kemampuan tersebut dapat diukur secara objektif dan menjadi tolok ukur literasi nasional yang dapat diterapkan, baik di dunia pendidikan maupun dunia kerja.

Lebih lanjut, Hafidz juga menyinggung pencapaian internasional bahasa Indonesia yang telah diakui sebagai bahasa resmi pada Sidang Umum UNESCO dan kini diajarkan di 57 negara. Menurutnya, kebanggaan ini harus diiringi dengan penguatan regulasi di dalam negeri agar bahasa Indonesia benar-benar berfungsi sebagai jati diri bangsa sekaligus bahasa besar dunia. “Kita harus bangga, bahasa Indonesia telah menjadi bahasa besar dunia. Maka dari itu, peraturan ini diharapkan makin mempertegas peran dan fungsi bahasa Indonesia di kancah internasional,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, melaporkan bahwa uji publik ini merupakan tahap penting sebelum rancangan peraturan yang baru ini disahkan. Ia menyebutkan bahwa Permendikbud Nomor 70 Tahun 2016 yang selama ini menjadi dasar pelaksanaan UKBI sudah tidak lagi relevan dengan kebutuhan saat ini sehingga perlu direvisi agar sesuai dengan dinamika pendidikan dasar dan menengah. Imam berharap bahwa rancangan peraturan ini dapat segera ditetapkan pada tahun 2025 dan menjadi payung hukum baru yang menguatkan pelaksanaan UKBI di seluruh Indonesia.

UKBI Hadirkan Prinsip Adaptif, Kredibel, dan Inklusif

Sejak diluncurkan dalam bentuk UKBI Adaptif pada 29 Januari 2021, UKBI menjadi satu-satunya alat uji resmi kemahiran berbahasa Indonesia yang bersifat adaptif dan fleksibel dari segi waktu dan lokasi. Uji ini dapat diikuti oleh pelajar, mahasiswa, pendidik, dan tenaga profesional dengan hasil pengukuran mencakup aspek mendengarkan, membaca, merespons kaidah, menulis, dan berbicara. Hingga kini, tercatat 1.173.008 peserta dari dalam dan luar negeri yang telah mengikuti UKBI.

Standar Kemahiran Berbahasa Indonesia juga dilaksanakan berdasarkan prinsip adaptif, kredibel, dan inklusif. Ketiga prinsip tersebut menjadikan UKBI sebagai acuan dalam hal pengukuran kemahiran berbahasa; menjadi sarana untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap bahasa Indonesia; memajukan dan mengembangkan bahasa Indonesia; dan menjaga kualitas penggunaan bahasa Indonesia.

Uji publik yang digelar kali ini melibatkan pakar evaluasi pendidikan, Bahrul Hayat, dan berbagai pemangku kepentingan, baik dari kementerian dan lembaga lain, seperti Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan, maupun perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi profesi, seperti Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA), Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI), Asosiasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia (AGBSI) serta para Kepala Balai dan Kantor Bahasa se-Indonesia. Berbagai masukan konstruktif dari peserta diharapkan melahirkan regulasi yang komprehensif, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan serta dunia kerja.

Melalui penyusunan regulasi baru ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk menjadikan kemahiran berbahasa Indonesia sebagai indikator penting literasi nasional sekaligus daya saing bangsa. Dengan regulasi yang lebih kuat, bahasa Indonesia diharapkan makin berperan tidak hanya sebagai pemersatu bangsa, tetapi juga sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan bahasa dunia yang membanggakan.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#pendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Siapkan Regulasi Standar Kemahiran Bahasa Indonesia untuk Penguatan Literasi Nasional Read More »

Kemendikdasmen Sambut Baik Pembukaan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al Azhar Kairo

Kemendikdasmen Sambut Baik Pembukaan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al Azhar Kairo

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 578/sipers/A6/IX/2025

Jakarta, 22 September 2025 — Kerja sama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dengan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, dalam menginternasionalisasikan Bahasa Indonesia telah mencatatkan sejarah baru. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan apresiasi dan harapan akan suksesnya pembukaan Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

“Selamat dan sukses kepada Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Mesir. Apresiasi juga saya sampaikan kepada seluruh jajaran pimpinan Universitas Al-Azhar atas kerja sama yang telah terbangun selama ini,” ungkap Menteri Mu’ti, dalam keterangannya, Jakarta (21/9).

Selanjutnya, Menteri Mu’ti juga menuturkan bahwa pembukaan prodi tersebut dapat meningkatkan sinergi untuk membangun peradaban yang utama dengan bahasa sebagai medianya. Menteri Mu’ti berharap, bahasa Indonesia semakin populer sebagai salah satu bahasa yang menjadi alat komunikasi di Mesir sebagai negara yang memiliki kedekatan kultural dan hubungan diplomatik yang sangat kuat dengan Indonesia.

“Semoga semakin banyak generasi dari berbagai negara, khususnya yang belajar di Al Azhar Kairo yang dapat memahami dan menguasai bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa dunia,” tutur Menteri Mu’ti.

Sementara itu, Rektor Universitas Al-Azhar, Kairo, Salamah Daud, dalam pernyataan resminya turut menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik untuk bangsa Indonesia atas peresmian Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas Bahasa dan Terjemah, Universitas Al-Azhar, Kairo. Pesan tersebut disampaikan untuk menandai dimulainya pembelajaran di Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia tahun akademik 2025/2026 pada 20 September 2025.

Sebagai wujud kerja sama pendidikan yang resiprokal antara Indonesia dan Mesir, pembukaan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia ini merupakan bentuk penghargaan Universitas Al-Azhar Kairo kepada rakyat Indonesia yang telah menjadi bagian penting dari perkembangan salah satu universitas tertua di dunia yang hingga saat ini telah menampung sekitar 15 ribu mahasiswa asal Indonesia.

“Bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa yang diajarkan kepada mahasiswa Mesir dan internasional di samping bahasa Inggris, bahasa Prancis, bahasa Jerman, bahasa Jepang, bahasa Mandarin, dan bahasa asing lainnya yang jumlahnya lebih dari 14 bahasa di Fakultas Bahasa dan Terjemah,” ucap Salamah Daud.

Pengajaran bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo telah dimulai sejak 2016 melalui kerja sama KBRI Kairo dan Badan Bahasa Kemendikdasmen, berbentuk kursus bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan staf universitas tersebut.

Selanjutnya, pada 2019 bahasa Indonesia ditetapkan menjadi bahasa pilihan kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemah. Pada tahun akademik 2024/2025 tercatat 51 mahasiswa memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua, terdiri atas 6 orang pada tingkat IV, 7 orang pada tingkat III, 28 orang pada tingkat II, dan 10 orang pada tingkat I. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dibukanya Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

Kemendikdasmen Sambut Baik Pembukaan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al Azhar Kairo Read More »

Komitmen Pemerintah Daerah se-Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dalam Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia

Komitmen Pemerintah Daerah se-Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dalam Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 572/sipers/A6/IX/2025

Komitmen Pemerintah Daerah se-Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dalam Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia

Samarinda, 20 September 2025— Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), menyadari pentingnya partisipasi semesta dalam menjaga kedaulatan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, pengawasan penggunaan Bahasa Indonesia dan acuan dalam pelaksanaan pengawasan penggunaan Bahasa Indonesia bagi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah perlu dipahami dan dilaksanakan secara menyeluruh.

Guna memaksimalkan hal tersebut, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin menegaskan peran pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terkait mengimplementasikan Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia khususnya baik di ruang publik maupun pada naskah dinas. Langkah ini tertuang dalam kesepakatan dan kerja sama kebahasaan dan kesastraan dengan pemerintah daerah dan lembaga di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

“Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia dapat dipahami dan dapat diimplementasikan dalam aktivitas sehari-hari. Dalam kesempatan ini, kami mohon komitmen bersama terkait apa yang telah ditandatangani bersama tidak hanya sekadar seremonial penandatanganan semata tapi wujud partisipasi kita semua dalam mengawal bahasa Indonesia dapat diwujudkan bersama,” tuturnya dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mengenai Implementasi Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia pada Kamis, (18/9), di Kantor Gubernur Kalimantan Timur.

Gubernur Provinsi Kalimantan Timur yang diwakili oleh Sekretaris Badan Kesbangpol Kalimantan Timur, Ahmad Firdaus Kurniawan, mengapresiasi kepada Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur serta Kemendikdasmen atas inisiasi penyelenggaraan rapat koordinasi ini. Ia menegaskan bahwa momentum tersebut sangat penting karena menyangkut masa depan bahasa Indonesia, yang merupakan jati diri, pemersatu, dan kebanggaan bangsa.

“Bahasa Indonesia bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga simbol kedaulatan bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan penjaga nama baik negara. Penggunaan bahasa negara di ruang publik merupakan wujud nyata kecintaan terhadap bangsa dan tanah air. Oleh karena itu, koordinasi implementasi regulasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat dan mengintegrasikan pengawasan penggunaan bahasa Indonesia,” ujar Ahmad.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Utara diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Datu Iqro Ramadhan, menyambut baik kegiatan ini dan berkomitmen untuk mengimplementasikan Pedoman Pengawasan Penggunaaan Bahasa Indonesia. “Peraturan ini menjadi landasan bagi kita untuk melakukan pengawasan dan penertiban terstruktur dan memastikan bahasa kita tetap berdaulat di tanah air kita,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berkomitmen penuh akan perbaikan dan penertiban penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik, papan nama, reklame, spanduk, dan seluruh lanskap visual di Provinsi Kalimantan Utara akan dipastikan menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar sebagai bahasa utama tanpa menghilangkan kreativitas namun tetap berpegang teguh dengan kaidah-kaidah yang ada,” ungkapnya.

Kerja sama ini sebagai wujud komitmen Badan Bahasa bersama pemerintah daerah dan berbagai lembaga untuk meningkatkan kemampuan literasi, memartabatkan bahasa dan sastra Indonesia, melestarikan warisan bahasa dan sastra, khususnya di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Penandatanganan ini bertujuan mempererat sinergi dalam pengembangan, pembinaan, pelindungan, dan pengawasan penggunaan bahasa dan sastra di kedua provinsi tersebut. Sebanyak sebelas pemerintah daerah menandatangani nota kesepahaman, yaitu Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Pemerintah Kota Tarakan, Pemerintah Kabupaten Nunukan, Pemerintah Kabupaten Paser, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Pemerintah Kabupaten Berau, Pemerintah Kota Bontang, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Pemerintah Kota Samarinda, dan. Pemerintah Kota Balikpapan.

Selain itu, dilakukan pula penandatanganan kerja sama dengan 15 mitra lainnya, yang terdiri atas lembaga pendidikan dan swasta di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yaitu Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Bawaslu Kalimantan Timur, Universitas Mulawarman, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Universitas Kutai Kartanegara, Universitas Mulia Balikpapan, Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Timur, Kaltim Post, Koran Kaltim, Kebun Raya Balikpapan, Himpunan Penerjemah Indonesia Pengurus Wilayah Kalimantan Timur, SMAN 11 Samarinda, SMAN 3 Tenggarong, dan SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Komitmen Pemerintah Daerah se-Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dalam Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia Read More »

Apresiasi Sastra Gelar Wicara dan Pagelaran Sastra dalam Semarak Kemerdekaan

Dalam semarak perayaan kemerdekaan Republik Indonesia, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU) bersama Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sukses menggelar kegiatan “Apresiasi Sastra Gelar Wicara dan Pagelaran Sastra dalam Semarak Kemerdekaan.” Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin, 25 Agustus 2025 di Gedung Rektorat UMSU dan disiarkan secara langsung pada kanal YouTube UMSU TV.  Bukan sekadar menjadi ajang pertunjukan seni, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang peran sastra dan bahasa dalam membangun identitas bangsa, khususnya dengan mengenang jasa-jasa tokoh sentral bahasa Indonesia, Sanusi Pane dan Muhammad Tabrani.

Kegiatan dibuka dengan penuh khidmat, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Mubarik Ritonga yang menaungi kegiatan dalam suasana spiritual. Setelah itu, panggung sastra dibuka dengan musikalisasi puisi yang membangkitkan semangat oleh SMA Negeri 2 Binjai. Momen ini menjadi jembatan awal yang menghubungkan hadirin dengan kekayaan ekspresi sastra Indonesia. 

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UMSU, Dr. Rudianto M.Si, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi strategis antara dunia pendidikan dan lembaga kebahasaan. Beliau menyampaikan, “Kegiatan apresiasi sastra ini bukan hanya sebatas perhelatan seni, melainkan komitmen kita untuk terus melestarikan dan mengembangkan bahasa serta sastra Indonesia. Kegiatan ini secara khusus didedikasikan untuk mengenang kontribusi besar Sanusi Pane melalui karyanya yang menginspirasi.”

Dr. Marianto M.Hum dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dalam pidatonya memaparkan peran vital Sanusi Pane dan Muhammad Tabrani dalam menyatukan bangsa melalui bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Dr. Marianto menjelaskan bahwa Sumpah Pemuda 1928, yang mengikat persatuan bahasa, tidak lepas dari gagasan visioner para tokoh tersebut. Sanusi Pane dan Muhammad Tabrani adalah dua pilar penting dalam sejarah bahasa Indonesia. Melalui pemikiran mereka, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga fondasi ideologis yang mempersatukan ratusan suku bangsa. Sumpah Pemuda adalah bukti keberhasilan mereka dalam meyakinkan generasi muda untuk mengakui bahasa persatuan, yaitu Bahasa Indonesia,” jelas Dr. Marianto.

Kepala BBPSU, Dr. Asrif, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBPSU, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, akan terus mendampingi pemerintah daerah dan pihak lain termasuk perguruan tinggi guna memastikan Sanusi Pane, sosok inspiratif, sosok dengan pemikiran kebangsaan yang luar biasa mendapatkan kehormatan sebagai pahlawan nasional. Selanjutnya Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sumatera Utara, Drs. H. Muhammad Subandi, S.T., M.M., membuka kegiatan ini secara resmi dan menyampaikan harapannya agar tiap perpustakaan sekolah dan perpustakaan daerah kita memperbanyak karya-karya Sanusi Pane guna meningkatkan literasi generasi muda, menambah pengetahuan sastra, dan lebih mengenal sastrawan Sumatera Utara, Sanusi Pane.

Gelar wicara ini menghadirkan empat empu yang memaparkan pandangannya terhadap sosok Sanusi Pane, peran dan pemikiran Sanusi Pane, serta alasan kuat yang menjadikan Sanusi Pane sebagai pahlawan nasional. Empat empu tersebut ialah H. Jafar Syahbuddin Ritonga, M.B.A., D.B.A. (Wakil Bupati Tapanuli Selatan), Dr. Maryanto, M.Hum. (Perwakilan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa)  Prof. Dr. Khairil Ansari, M.Pd. (Ketua PKBM UMSU) dan Bersihar Lubis (Sastrawan dan Jurnalis) yang dipandu oleh sastrawan Sumatera Utara, Hasan Al Banna, S.S. 

Kegiatan apresiasi sastra ini juga dihiasi penampilan monolog “Rahasia yang Kita Perjuangkan” oleh Mutiara Pramudya Putri, mahasiswa UMSU dan penampilan Medan Teater bertajuk Menatap Kedalaman Diri dari Muara Sipongi sampai ke Bahasa Persatuan. Sebagai penutup kegiatan ini, BBPSU menyerahkan sertifikat, plakat, dan hadiah kepada pemenang Festival Musikalisasi Puisi Digital tahun 2025, SMA Negeri 2 Binjai (Pemenang 1), SMA Islam Plus Adzkia Medan (Pemenang 2), dan SMA Swasta Santa Maria Kabanjahe (Pemenang 3).

Kegiatan ini ditutup dengan pesan kuat dari pembawa acara yang menekankan pentingnya peran setiap individu dalam melestarikan bahasa dan budaya. Seluruh hadirin diajak untuk terus mengapresiasi dan mencintai sastra sebagai jantung budaya bangsa. Kegiatan ini tidak hanya sukses mengenang masa lalu, tetapi juga menginspirasi langkah-langkah baru dalam mengembangkan sastra Indonesia di masa depan.

#BBPSUTerusBergerak!

#ApresiasiSastra

#SumutBermartabat

Apresiasi Sastra Gelar Wicara dan Pagelaran Sastra dalam Semarak Kemerdekaan Read More »

Wamendikdasmen Atip: Duta Bahasa Nasional Tahun 2025, Generasi Penjaga Martabat Bahasa

Wamendikdasmen Atip: Duta Bahasa Nasional Tahun 2025, Generasi Penjaga Martabat Bahasa

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 524/sipers/A6/IX/2025

Wamendikdasmen Atip: Duta Bahasa Nasional Tahun 2025, Generasi Penjaga Martabat Bahasa

Jakarta, 14 September 2025 — Malam Penganugerahan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2025 menjadi panggung kebanggaan bagi 31 pasang finalis dari seluruh provinsi di Indonesia. Mereka hadir bukan sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai wajah muda bangsa yang membawa misi penting, yaitu menumbuhkan kepedulian, kecintaan, sekaligus kebanggaan pada bahasa dan sastra Indonesia. Acara yang meriah dan sarat makna itu memperlihatkan kepercayaan diri para finalis dalam berbagai bakat seperti wicara publik, penguasaan bahasa asing, hingga kepekaan terhadap isu-isu kebahasaan dan kesastraan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menyampaikan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cermin peradaban bangsa. “Bahasa Indonesia sudah digunakan oleh hampir 280 juta orang dan keberadaannya menjadi representasi peradaban yang makin dewasa. Namun, perkembangan bahasa akan selalu ditentukan oleh capaian kita dalam ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan para Duta Bahasa agar menjadi teladan dalam mengamalkan Trigatra Bangun Bahasa, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. “Kalau itu bisa dilaksanakan dengan baik, bahasa Indonesia akan makin tumbuh, berkembang, dan mendunia,” tambahnya.

Malam penganugerahan ini bukan hanya seleksi untuk memilih sepuluh terbaik dan satu terfavorit, melainkan juga simbol komitmen generasi muda dalam menjaga martabat bahasa. Dengan semangat persatuan dan kebinekaan, para Duta Bahasa Nasional Tahun 2025 diharapkan menjadi wajah baru bagi diplomasi bahasa Indonesia yang mampu menyapa dunia tanpa kehilangan jati diri bangsa serta menebarkan kebanggaan bahwa bahasa Indonesia sanggup menjadi bahasa yang hidup, dinamis, dan berdaya saing. Dari panggung inilah lahir generasi muda yang tidak hanya fasih berbahasa, tetapi juga teguh dalam menjaga kedaulatan bangsa melalui bahasa.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, menegaskan tujuan besar dari ajang ini. “Pemilihan Duta Bahasa Nasional bertujuan untuk memilih generasi yang mampu melaksanakan tugas pemasyarakatan kepedulian, kecintaan, dan kebanggaan pada bahasa serta sastra Indonesia. Mereka juga diharapkan dapat melestarikan bahasa daerah dan meningkatkan perannya sebagai generasi pejuang bangsa,” ujarnya pada acara yang juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube Badan Bahasa, Jumat (12/9).

Ia menambahkan, keberadaan Duta Bahasa tidak hanya berhenti pada seremoni semata, tetapi juga membawa semangat Trigatra Bangun Bahasa dalam pengutamaan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguasaan bahasa asing. “Dengan penampilan para Duta Bahasa, saya yakin dunia tidak hanya berguncang, tetapi juga akan menari dengan kreativitas mereka,” ucap Hafidz dengan penuh optimisme.

Sebelum mencapai malam puncak, para finalis telah melewati rangkaian pembekalan sejak 20—23 Agustus 2025 secara daring, lalu dilanjutkan dengan penilaian luring pada 8—12 September 2025. Dalam proses ini, mereka mendapat arahan langsung dari para pakar kebahasaan, praktisi wicara publik, hingga tokoh sastra. “Kami harapkan mereka mampu meningkatkan jejaring kerja sama karena yang terpilih adalah putra-putri terbaik dari seluruh provinsi. Mereka akan berbagi pengalaman, praktik baik, dan wawasan dalam rangka pembinaan, pelindungan, dan pengembangan bahasa,” tutur Hafidz.

Penilaian dalam Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional mencakup beragam aspek, mulai dari kemampuan berbahasa asing, teknik wicara publik, penyusunan konten, penulisan artikel, penampilan talenta, penyusunan dan presentasi krida kebahasaan dan kesastraan, hingga tes kepribadian dan psikologi. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) turut memberikan pembekalan langsung sebagai bentuk dukungan penuh bagi para peserta. Hadir sebagai dewan juri kehormatan, antara lain Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, Masmidah Abdul Mu’ti, dan Chacha Annisa, Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan. Mereka memberikan sentuhan akhir dalam penilaian yang telah berlangsung sejak awal.

Dari proses panjang tersebut, dipilih sepuluh terbaik dan satu pasangan favorit yang dinobatkan sebagai pemenang dalam Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2025. Dalam malam penganugerahan yang penuh kehangatan, pasangan dari Provinsi Bali berhasil meraih predikat Terbaik I. I Komang Astama Wiguna dan I Gusti Ayu Chintya P. tampil memukau dengan penguasaan bahasa, keanggunan sastra, serta gagasan segar dalam memajukan literasi. Keduanya menjadi representasi generasi muda Bali yang bangga dan cakap dalam berbahasa Indonesia sekaligus berbahasa daerah.

Sementara itu, pasangan Terbaik II diraih oleh Provinsi Jawa Timur melalui Akhdan Muhammad Z. W. dan Nursan’ah Almasta G. Keduanya menginspirasi lewat komitmen dalam memasyarakatkan bahasa Indonesia dan memperkaya jejaring kebahasaan di tingkat nasional. Dengan semangat khas arek Jawa Timur, mereka membuktikan bahwa bahasa mampu menjadi jembatan untuk persatuan. Selanjutnya, predikat Terbaik III diberikan kepada Dimas Cahya Ramadhan dan Shabrina Yasmin dari DKI Jakarta. Penampilan mereka mencerminkan keberagaman ibu kota sekaligus kekuatan anak muda dalam menyampaikan ide-ide inovatif mengenai pelestarian bahasa dan sastra.

Selain tiga besar, berbagai pasangan finalis dari provinsi lain juga menorehkan prestasi membanggakan dengan menampilkan karya dan gagasan yang sarat makna. Seluruh finalis dipandang sebagai Duta Bahasa yang akan terus menggelorakan Trigatra Bangun Bahasa di lingkungannya masing-masing. “Semoga (kegiatan ini) akan menghasilkan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2025 yang membanggakan kita semuanya,” ungkap Hafidz menutup laporannya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Wamendikdasmen Atip: Duta Bahasa Nasional Tahun 2025, Generasi Penjaga Martabat Bahasa Read More »

Duta Bahasa sebagai Motor Penggerak dalam Upaya Pemartabatan Bahasa Indonesia

Duta Bahasa sebagai Motor Penggerak dalam Upaya Pemartabatan Bahasa Indonesia

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 553/sipers/A6/IX/2025

Duta Bahasa sebagai Motor Penggerak dalam Upaya Pemartabatan Bahasa Indonesia

Jakarta, 14 September 2025— Selama hampir dua dekade, Duta Bahasa telah melahirkan ribuan generasi muda yang menjadi garda depan pemartabatan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguatan citra bahasa Indonesia di dunia internasional. Program Duta Bahasa bukan sekadar ajang tahunan, melainkan wadah pembinaan berkelanjutan. Sejumlah alumni terbukti aktif memimpin komunitas literasi, membangun gerakan pelindungan bahasa daerah, hingga menginisiasi kampanye digital untuk bahasa Indonesia.

Di era media sosial, kreativitas Duta Bahasa menjadi motor penggerak lahirnya konten positif yang memperkuat citra bahasa Indonesia sebagai bahasa yang modern, dinamis, sekaligus berwibawa. Melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, menegaskan bahwa kiprah Duta Bahasa sudah nyata memberikan kontribusi.

“Hari ini kita tidak hanya berbicara tentang harapan, melainkan juga melihat aksi. Duta Bahasa di berbagai provinsi telah membuktikan diri dengan karya nyata, mulai dari pendokumentasian bahasa daerah hingga penguatan literasi digital. Mereka adalah mitra sejajar Badan Bahasa dalam memartabatkan bahasa Indonesia di ruang publik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Imam menekankan bahwa keberhasilan pemartabatan bahasa bukan semata tanggung jawab pemerintah, tetapi hasil kolaborasi. Para Duta Bahasa, menurutnya, telah menjadi contoh bagaimana generasi muda mampu membawa isu kebahasaan ke tengah masyarakat. “Perjuangan mereka adalah bukti bahwa bahasa Indonesia tidak hanya hidup di kelas atau peraturan, tetapi juga tumbuh di komunitas, media sosial, bahkan ranah internasional. Bahasa Indonesia kini hadir di ruang yang semakin luas berkat peran generasi muda, Duta Bahasa,” tambahnya.

Dengan capaian yang sudah terbukti, Badan Bahasa optimistis Pemilihan Duta Bahasa Nasional akan terus melahirkan generasi muda yang siap menjadi teladan di ruang publik, pelopor literasi, sekaligus duta bangsa di kancah global. “Kita sudah berada di jalur yang tepat. Duta Bahasa adalah wajah generasi muda Indonesia yang beraksi, bukan sekadar berjanji,” tutup Imam.

Duta Bahasa sebagai Motor Penggerak dalam Upaya Pemartabatan Bahasa Indonesia

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2025 resmi dibuka di Jakarta oleh Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra. Kegiatan yang berlangsung pada 8—13 September 2025 ini menghadirkan 62 finalis dari 31 provinsi, sebagai bukti berlanjutnya tradisi panjang sejak program ini digelar tahun 2006.

Dalam Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2025, finalis tidak hanya bersaing, tetapi juga berbagi praktik baik yang telah dijalankan di daerah masing-masing. Beberapa program unggulan, seperti pelestarian bahasa daerah, lokakarya literasi digital berbahasa Indonesia dan kampanye internasionalisasi bahasa Indonesia, menjadi contoh nyata aksi yang terus berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa pemartabatan bahasa bukan lagi sebatas wacana, melainkan gerakan kolektif yang terus bergaung.

Rangkaian kegiatan tahun ini semakin meneguhkan posisi Duta Bahasa sebagai agen perubahan. Melalui penilaian krida kebahasaan, keterampilan wicara publik, penulisan artikel populer, hingga pembuatan konten digital, finalis dibentuk menjadi sosok yang tidak hanya fasih berbahasa, tetapi juga tangkas memanfaatkan teknologi. Aksi nyata inilah yang diharapkan mempercepat penguatan jati diri bahasa Indonesia sekaligus menjaga kelestarian bahasa daerah.

Selama sepekan, para finalis juga mendapatkan kesempatan mengikuti sesi pembekalan. Materi pembekalan mencakup kebijakan kebahasaan, teknik penulisan artikel populer, kreativitas konten digital, serta sejarah Duta Bahasa. Selain itu, peserta akan diajak berdiskusi dengan para pakar, praktisi, dan akademisi di bidang kebahasaan. Diskusi ini diharapkan menambah wawasan sekaligus memperkaya perspektif peserta. Dengan demikian, finalis diharapkan mampu merumuskan strategi nyata untuk mengembangkan program bahasa di daerahnya.

Dalam ajang pemilihan Duta Bahasa Nasional tahun ini, akan dipilih enam pemenang utama, empat pemenang harapan, dan dua pemenang favorit. Pemenang favorit ditentukan melalui kombinasi penilaian media sosial, sesama finalis, dan observasi panitia, sehingga seluruh peserta termotivasi untuk unggul baik di panggung maupun ruang digital.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Duta Bahasa sebagai Motor Penggerak dalam Upaya Pemartabatan Bahasa Indonesia Read More »

Bangun Minat Kebahasaan dan Kesastraan Generasi Muda melalui Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling

Bangun Minat Kebahasaan dan Kesastraan Generasi Muda melalui Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 546/sipers/A6/IX/2025

Jakarta, 13 September 2025 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), melaksanakan Diseminasi Pengembangan Bahasa: Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling di sejumlah sekolah di Jakarta. Sebagai implementasi atas program prioritas Kemendikdasmen dalam pembangunan kebahasaan dan kesastraan, program ini ini menyasar lima sekolah, yaitu SDN Ragunan 08, SDN Kebagusan 01, SMPN 41 Jakarta, SMPN 103 Jakarta, dan SMAN 38 Jakarta.

Melalui Kamus Masuk Sekolah, siswa diperkenalkan dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai rujukan utama. KBBI kini memasuki edisi keenam dengan total 207.514 entri kosakata dan terus diperbarui dua kali setahun agar selaras dengan perkembangan zaman sehingga menjadi pedoman penting bagi generasi muda untuk berpikir, menulis, dan berbicara dengan baik dan kritis.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan peran sentral KBBI sebagai fondasi literasi kebahasaan bangsa. “KBBI menjadi sumber referensi penting bagi murid untuk mengenal kata baku sekaligus memantik daya kritis dalam mengungkapkan gagasan maupun perasaan. Saya menyambut baik keberlanjutan kegiatan Kamus Masuk Sekolah ini. Saya berharap kegiatan serupa dapat dilakukan oleh seluruh Balai Bahasa di Indonesia agar setiap murid dapat memanfaatkannya dengan baik,” ungkap Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (12/9).

Sementara itu, Bineka Keliling yang merupakan pengembangan layanan dari Laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra (Lab Bineka) menghadirkan keberagaman bahasa dan sastra daerah melalui pameran virtual mini dan media interaktif. Lab Bineka menyajikan hasil kajian kebahasaan dan kesastraan daerah secara digital, audiovisual, dan inovatif. Kehadiran Lab Bineka sangat penting karena Indonesia memiliki 718 bahasa daerah yang telah diidentifikasi dan divalidasi. Melalui Lab Bineka, siswa diajak menyadari bahwa bahasa daerah adalah kekayaan bangsa yang wajib dilestarikan sejak dini.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menekankan pentingnya ketrampilan merujuk serta kesadaran melestarikan bahasa daerah. Menurutnya, sejak dini anak-anak harus dibiasakan untuk memiliki kemampuan merujuk atau reference skill, yakni kebiasaan ilmiah merujuk pada sumber primer, salah satunya KBBI.

“Melalui Lab Bineka, mereka diajak menyadari betapa kaya bahasa dan sastra kita. Indonesia tidak hanya Jawa dan Sumatra, tetapi juga pulau-pulau lain dengan ratusan bahasa daerah. Kesadaran melindungibahasa daerah harus dipahami sebagai tanggung jawab bersama, bahkan bisa dimulai dari lingkungan keluarga,” jelas Dora.

Testimoni Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling: Terobosan Pembelajaran Kebahasaan

Terkait dengan kegiatan Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling yang berlangsung pada 8 s.d. 12 September 2025, Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Sarjoko, menyebut bahwa kegiatan ini sebagai terobosan pembelajaran kebahasaan. “Ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan literasi kita dalam bidang kebahasaan dan kesastraan yang harus dikuasai oleh peserta didik,” tutur Sarjoko.

Menurut Sarjoko, bahasa dan sastra ibarat dua sisi mata uang yang harus kita kuasai bersama. “Program ini menjadi media pembelajaran unik sekaligus catatan penting untukmembekali generasi sejak dini,” imbuhnya.

Dari sisi penerima manfaat program, guru SMPN 41 Jakarta, Yulia, menyampaikan antusiasmenya terhadap program ini. “Kami berharap pengetahuan yang didapat para siswa dari program ini bisa ditularkan kepada teman-teman mereka yang lain sehingga manfaatnya lebih luas,” ujar Yulia.

Selain itu, siswa SMPN 41 Jakarta, Dilan, mengaku mendapatkan inspirasi setelah mengikuti kegiatan. “Saya kagum dengan banyaknya bahasa daerah di Indonesia. Saya jadi lebih sadar bahwa melestarikan bahasa daerah itu penting karena itu bagian dari identitas kita. Semoga bisa ikut kegiatan ini lagi,” ucapnya.

Melalui Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling, Kemendikdasmen tidak hanya memperkenalkan produk kebahasaan, tetapi juga membangun ekosistem literasi yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan. Dengan KBBI sebagai rujukan resmi yang terus berkembang serta Lab Bineka sebagai media inspiratif pelestarian bahasa daerah, program ini memperkuat pembangunan kebahasaan dan kesastraan nasional. Harapannya, bahasa Indonesia semakin kokoh sebagai bahasa persatuan, dan bahasa daerah tetap hidup sebagai kekayaan bangsa.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pe

#PendidkanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Bangun Minat Kebahasaan dan Kesastraan Generasi Muda melalui Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling Read More »

Dukung KIPBIPA XIII 2025, Kemendikdasmen Perkuat Penjaminan Mutu Pembelajaran BIPA

Siaran PersKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 538/sipers/A6/VII/2025

Malang, 11 September 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) terus memperkuat penjaminan mutu pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Hal itu diwujudkan melalui fasilitasi dan kemitraan penyelenggaraan Konferensi Internasional Pengajaran BIPA (KIPBIPA) XIII yang berlangsung di Universitas Negeri Malang pada 11—12 September 2025. Kegiatan yang digelar secara hibrida ini menghadirkan 361 peserta dari dalam dan luar negeri.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam pemaparan materinya menegaskan bahwa penyebaran bahasa Indonesia ke mancanegara harus sejalan dengan pengutamaan bahasa Indonesia di dalam negeri. “Pemartabatan bahasa Indonesia di kancah global tidak boleh mengabaikan fungsi dan kedudukannya di tanah air. Penginternasionalan bahasa Indonesia melalui pembelajaran BIPA menjadi strategi utama dalam membangun kedaulatan bahasa,” ujarnya.

Dalam mewujudkan komitmen Kemendikdasmen untuk menguatkan penjaminan mutu pembelajaran BIPA, Badan Bahasa berperan pada tataran regulasi, koordinasi, dan fasilitasi. Fasilitasi pembelajaran BIPA dilakukan dalam bentuk penyediaan standar dan bahan fasilitasi pembelajaran, pemberdayaan pengajar, penyelenggaraan apresiasi dan kompetisi, serta penyelenggaraan diseminasi seperti pertemuan ilmiah, bimbingan teknis, dan forum ke-BIPA-an.

Hafidz menambahkan, dalam sepuluh tahun terakhir Badan Bahasa telah menugasi 352 pengajar BIPA ke 772 lembaga di 57 negara dan melayani lebih dari 200 ribu pemelajar asing. Sejak 2020, apresiasi bagi pemelajar juga diberikan melalui Festival Handai Indonesia, yang telah melibatkan 1.129 peserta dari 92 negara. “Jejak ini menunjukkan bagaimana bahasa Indonesia semakin diterima dunia melalui pembelajaran dan aktivitas kebahasaan yang berkualitas,” ungkapnya saat menyampaikan materi tentang Fasilitasi Pembelajaran BIPA dalam Kerangka Program Penginternasionalan Bahasa Indonesia.

Konferensi KIPBIPA XIII dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Negeri Malang, Hariyono. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memahami riwayat bahasa Indonesia sebagai pijakan filosofis dalam proses penginternasionalan. “Bahasa Indonesia lahir dari pergulatan sosial dan dimartabatkan melalui pilihan pemuda pada 1928. Dari bahasa persatuan, menjadi bahasa negara, berkembang menjadi bahasa ilmu, dan kini diperjuangkan sebagai bahasa global,” tuturnya.

KIPBIPA XIII terselenggara atas kerja sama Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang dan Afiliasi Pengajar dan Pegiat BIPA (APPBIPA) dengan dukungan penuh Badan Bahasa. Konferensi ini menghadirkan pembicara internasional seperti George Quinn (Australia), Habib Zarbaliyev (Azerbaijan), Koh Young Hun (Korea Selatan), dan Ellen Rafferty (Amerika Serikat). Dari dalam negeri, hadir pula Herry Yogaswara (BRIN), Gatut Susanto (Universitas Negeri Malang), dan Liliana Muliastuti (Universitas Negeri Jakarta). Konferensi ini turut dihadiri Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga, Biyanto.

Melalui penyelenggaraan KIPBIPA XIII 2025, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya dalam memperkuat penjaminan mutu pembelajaran BIPA sebagai strategi penginternasionalan bahasa Indonesia. Konferensi ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi pengajaran bahasa. Kehadiran pakar dari dalam dan luar negeri menghadirkan beragam perspektif yang memperkuat jejaring kerja sama ke-BIPA-an. Dengan demikian, KIPBIPA XIII menjadi momentum penting bagi pemartabatan dan kedaulatan bahasa Indonesia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Dukung KIPBIPA XIII 2025, Kemendikdasmen Perkuat Penjaminan Mutu Pembelajaran BIPA Read More »

Universitas Al-Azhar Kairo Resmi Buka Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia

Universitas Al-Azhar Kairo Resmi Buka Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 499/sipers/A6/VIII/2025

Kairo, Mesir, 29 Agustus 2025 – Majelis Tinggi Universitas Al-Azhar resmi menyetujui pendirian Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas Bahasa dan Terjemah, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Keputusan tersebut diambil dalam sidang Majelis Tinggi Al-Azhar Nomor 343 pada 21 Juli 2025 dan program studi akan mulai berjalan pada tahun akademik 2025/2026 yang dimulai 20 September mendatang. Persetujuan tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah diplomasi budaya Indonesia di Timur Tengah sekaligus menandai pengakuan internasional atas peran strategis bahasa Indonesia.

Pengajaran bahasa Indonesia di Al-Azhar telah dimulai sejak 2016 melalui kerja sama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, Mesir, dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program ini semula hanya berupa kursus Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang diikuti dosen, mahasiswa, dan staf universitas tersebut. Namun, antusiasme pemelajar BIPA terus meningkat, hingga pada 2019 bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa pilihan kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemah, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Status tersebut kemudian menjadi landasan penting dalam pengembangan menuju program studi penuh yang kini telah resmi disahkan.

Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, menyambut baik keputusan Majelis Tinggi Al-Azhar ini sebagai peluang emas untuk mengukuhkan diplomasi lunak. Bahasa Indonesia diharapkan mampu sejajar dengan bahasa-bahasa dunia lainnya di Universitas Al-Azhar. Para alumni prodi ini diharapkan dapat menjembatani budaya dan bahasa. Selain itu, mereka juga berpotensi untuk berkontribusi dalam pusat kajian Islam internasional di Asia Tenggara.

“Pendirian program studi bahasa Indonesia ini tidak hanya menguntungkan dunia akademik, tetapi juga memperkuat posisi strategis Indonesia di dunia internasional, terutama dalam upaya meningkatkan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional,” ucap Hafidz.

Proses pendirian prodi juga melibatkan konsorsium perguruan tinggi Indonesia, yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang. Konsorsium ini mendukung penyusunan kurikulum, penyediaan dosen, hingga pertukaran akademik. Selain itu, KBRI Kairo bersama Badan Bahasa, Kemendikdasmen aktif melakukan koordinasi intensif dengan Al-Azhar sepanjang 2023–2025, termasuk pertemuan dengan Rektor Universitas Al-Azhar dan Grand Syekh Al-Azhar. Sebagai bentuk komitmen, Indonesia dapat mengirim empat dosen pengajar bahasa Indonesia secara berkelanjutan untuk mendukung operasional prodi.

Minat mahasiswa terhadap bahasa Indonesia juga terus meningkat. Pada tahun akademik 2024/2025 tercatat 51 mahasiswa memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua, terdiri atas 28 mahasiswa tingkat II dan 10 mahasiswa tingkat I. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dibukanya program studi resmi. Dengan demikian, bahasa Indonesia kini sejajar dengan bahasa internasional lain yang diajarkan di Al-Azhar, seperti bahasa Inggris, Prancis, Jerman, dan Arab.

Pemerintah Indonesia menilai pendirian prodi ini sebagai langkah strategis dalam penguatan diplomasi budaya. Selain mempererat hubungan bilateral Indonesia–Mesir, dari sisi aspek akademik, pendirian prodi ini juga memiliki nilai strategis untuk memperkuat pemahaman Islam moderat.

Selanjutnya, dengan dukungan yang berkelanjutan dari perguruan tinggi di Indonesia, program ini diharapkan menjadi simbol persahabatan sekaligus kerja sama resiprokal antara Indonesia dan Mesir.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Universitas Al-Azhar Kairo Resmi Buka Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Read More »