Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara

BBSUTERUSBERGERAK

Kepala Badan Bahasa Dorong Generasi Muda Jaga Bahasa Indonesia

Siaran PersKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 

Nomor: 328/sipers/A6/VII/2025

Jakarta, 8 Juli 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong peran generasi muda di Indonesia dalam meningkatkan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, maupun bahasa asing. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), melalui Kantor Bahasa Provinsi Banten, menggelar Pemilihan Duta Bahasa Tingkat DKI Jakarta Tahun 2025 pada Minggu (6/7) di Balai Kota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemilihan Duta Bahasa tingkat provinsi diselenggarakan di 31 provinsi. Setelah itu, kegiatan akan dilanjutkan ke tingkat nasional di bulan Oktober 2025.

Para finalis Pemilihan Duta Bahasa Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025 menerima pembekalan berbagai materi, seperti Keterampilan Berbicara di Depan Publik, Berbahasa Indonesia yang Baik dan Benar, Dasar-Dasar Pembuatan Konten Kebahasaan dan Kesastraan di Media Sosial, Kesantunan Berbahasa di Ruang Publik, Teknik Penulisan Artikel Kebahasaan dan Kesastraan, serta Upaya Pelestarian Bahasa Daerah bagi Generasi Muda.
 
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa ajang pemilihan duta bahasa tidak sekadar sebagai rutinitas tahunan, tetapi merupakan program penting dalam mengawal upaya pengutamaan bahasa Indonesia. Generasi muda saat ini harus terus diberdayakan agar menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bahasa Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa Duta Bahasa diharapkan menjadi agen untuk melestarikan bahasa daerah sebagai kekayaan budaya bangsa agar tidak punah.
 
“Tentu upaya-upaya tersebut tidak mungkin dapat dilaksanakan oleh Badan Bahasa sendiri sehingga dukungan dan partisipasi nyata dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, terutama dari para duta bahasa, sebagai mitra dengan Badan Bahasa,” tutur Hafidz.
 
Selanjutnya, Hafidz Muksin berpesan kepada para Duta Bahasa agar tidak pernah putus asa jika belum menjadi pemenang pertama. “Karena sejatinya pemenang itu bukan hanya hadir di sini untuk mendapatkan trofi, tetapi dalam implementasi dan aktivitas nyata program krida kebahasaan dan kesastraan berikutnya. Sehingga apresiasi malam hari ini menjadi motivasi untuk terus menginspirasi aktivitas di masa yang akan datang,” lanjutnya.
 
Turut hadir dalam acara ini Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual, Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, Fajar Eko Satrio. Mewakili Gubernur DKI Jakarta, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting dan merupakan kewajiban bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menyukseskan gelaran Malam Penganugerahan Duta Bahasa Tingkat Provinsi DKI Jakarta. “Pemilihan Duta Bahasa Provinsi DKI Jakarta ini diadakan agar generasi muda aktif dalam menjaga dan memajukan bahasa negara dan daerah, sekaligus mengembangkan kebinekaan dan kemampuan global secara nyata dan berkelanjutan, termasuk selain bahasa Indonesia, ada bahasa daerah dan bahasa asing,” ujar Fajar.
 
Fajar juga menjelaskan bahwa usia Jakarta dua tahun lagi akan mencapai 500 tahun. Hal ini bisa menjadi momentum penting bahwa anak muda harus berani tampil, berinovasi, dan mampu menjadi tuan rumah, khususnya di wilayah DKI Jakarta. “Diharapkan nanti adik-adik mampu membawa bangsa ini lebih maju lagi, menjadi kebanggaan dari orang tua dan lingkungan masyarakat, dan Pemprov DKI Jakarta sangat berkepentingan menghasilkan generasi-generasi muda yang penuh semangat dan berprestasi.” Ujarnya
 
Proses Penjurian
Pemilihan Duta Bahasa Tingkat DKI Jakarta Tahun 2025 dilaksanakan dalam bentuk hibrida, dengan tahapan kegiatan yang berlangsung pada  26 April s.d. 11 Mei 2025. Setelah membuka pendaftaran, panitia melaksanakan seleksi administrasi untuk 100 pendaftar dan sebanyak 74 pendaftar lolos dalam seleksi tersebut. Selanjutnya, sebanyak 40 semifinalis dipilih untuk mengikuti seleksi UKBI dan wawancara. Setelah itu, ditetapkan 20 finalis untuk mengikuti penyusunan krida kebahasaan dan kesastraan, pembekalan, dan penilaian. Para finalis tersebut berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Bina Nusantara, Universitas Padjadjaran, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Gajah Mada, Politeknik Ketenagakerjaan, Politeknik Karya Husada, dan MAN 12 Jakarta.
 
Dalam pemilihan ini, ada beberapa tahapan penilaian finalis, yakni teknik wicara publik (pengetahuan umum kebahasaan dan kesastraan), kemampuan berbahasa asing (lisan), serta penampilan seni dan budaya. Beberapa juri yang terlibat dalam penilaian tersebut di antaranya adalah David Rizal, Liliana Muliastuti, Rika Agusmelda, Linda Cahya Wibawa, Singgih Sasongko, Intan Qomariah, dsb.
 
Malam Puncak Duta Bahasa Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025
Dalam puncak acara yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta tersebut, telah terpilih tiga pemenang terbaik dan satu pemenang terfavorit, yaitu (1) Terbaik I Putra: Dimas Cahya Ramadhan dan Terbaik I Putri: Shabrina Yasmin, (2) Terbaik II Putra: Muhammad Dzulfiqar dan Terbaik II Putri: Athallah Farah Putri,  (3) Terbaik III Putra: Gathan Razidy Malik dan Terbaik III Putri: Queena Citra, serta (4) Terfavorit Putra: Sirhan Muhammad Deyha dan Terfavorit Putri: Andi Belva Deany.

Selanjutnya, sejumlah 31 pemenang terbaik I pemilihan duta bahasa tingkat provinsi di Indonesia akan mengikuti seleksi Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2025 yang akan dihelat pada Oktober 2025.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
 
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
 

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Kepala Badan Bahasa Dorong Generasi Muda Jaga Bahasa Indonesia Read More »

Berbahasa Cerdas untuk Generasi Emas sebagai Dukungan Terhadap Pilar Kedaulatan Indonesia

Salah satu pilar kedaulatan Indonesia dikukuhkan melalui bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia mengawal perjalanan bangsa Indonesia menuju masa generasi emas. Kita akan mengisi kemerdekaan dengan capaian-capaian yang membanggakan, baik untuk kesejahteraan bangsa Indonesia maupun kekuatan yang tangguh dalam berdiplomasi di dunia internasional. Tentu hal tersebut tidak akan hadir dan terjadi jika tidak diikhtiarkan dan diperjuangkan. Kondisi akan terjadi sebaliknya jika bangsa ini tidak akan menyadari untuk bangkit dan menjawab tantangan tersebut. Salah satu ikhtiar sebagai penguatan dan pengukuhan kedaulatan itu diusahakan melalui pembangunan bahasa.

Oktober dimaknai sebagai bulan kesadaran dalam membangun tanah air, membangun bangsa, dan menguatkan bahasa persatuan. Kesadaran ini selalu diterjemahkan oleh Badan Pengebangan dan Pembinaan Bahasa melalui berbagai program untuk mengajak masyarakat terlibat dalam pengukuhan bahasa sebagai pilar kedaulatan bernegara. Pengukuhan ini diupayakan dalam berbagai aktivitas masyarakat, yang salah satunya diejawantahkan dalam perayaan Bulan Bahasa dan Sastra 2024.

Semarak Bulan Bahasa 2024 dipenuhi dengan gelaran kegiatan yang bernuansa kolaborasi dan koordinasi antarmitra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Pelibatan masyarakat dalam berbagai aktivitas dilakukan, di antaranya melalui Pemilihan Duta Bahasa, Lomba Mendongeng bagi Penyandang Disabilitas Netra, Lomba Cerdas Mengulas Buku, Penghargaan Sastra, Apresiasi Giat UKBI, Festival Musikalisasi Puisi, Lomba Monolog Pesan Pujangga, Penghargaan Wajah Bahasa, Festival Handai Indonesia, Menjalin Indonesia, Anugerah Tokoh Cermat Berbahasa Indonesia, Festival Film Pendek Berbahasa Daerah, Malam Puncak Bulan Bahasa 2024.

Pada rangkaian Bulan Bahasa 2024 secara internal dilakukan pula Rapat Koordinasi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang diikuti pimpinan unit kerja, Tim Tata Laksana dan Kepegawaian, Tim Perencanaan dan Pelaporan, serta Tim Porseni. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 26–29 Oktober 2024 di Hotel Sultan, Jakarta dengan topik “Mengukuhkan Program dan Organisasi untuk untuk Kedaulatan Bahasa”. Kehadiran narasumber Kepala Badan Bahasa, E. Aminudin Aziz, Deputi Bidang Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan, Bappenas RI, Amich Alhumami, Vivi Andriani, Kepala Biro Perencanaan Kemendikbudristek, Abdulah Faqih, Kepala Biro Ortala Kemendikbudristek, Perwakilan dari Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu, Avviz Elfarij, menyuplai energi, keyakinan, dan komitmen bahwa dinamika perubahan organisasi tidak menyurutkan langkah Badan Bahasa untuk makin menggelorakan kedaulatan bahasa Indonesia dan kelestarian bahasa daerah. Kehadiran Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Kepala BBPSU, Kasubbag Umum, Tim Penyusun Program, Anggaran dan Pelaporan, Tim Hukum dan Tata Laksana, dan Tim Porseni membuktikan bahwa BBPSU siap menyongsong tahun 2025 dengan komitmen meningkatkan layanan kebahasaan melalui program-program kebahasaan yang berkualitas.

Pada 27 Oktober 2024 Badan Bahasa juga menggelar Pekan Olahraga dan Seni 2024 yang diikuti semua satuan kerja di lingkungan Badan Bahasa. Dalam rangkaian kegiatan tersebut Tim Porseni BBPSU juga memberikan kekuatannya dalam berbagai mata lomba, di antaranya gerak jalan, senam aerobik, futsal, catur, tenis meja, bulu tangkis, menulis puisi dan cerpen, dan berkaraoke. Dalam berbagai mata lomba tersebut Tim BBPSU menunjukkan taringnya,  terlihat dari berbagai kontribusi dalam pemenangan cabang gerak jalan santai, catur, dan drama. Semua pegawai BBPSU yang mendukung langsung kegiatan tersebut memberikan kontribusi positif dalam menyukseskan porseni perdana ini.

Tim BBPSU juga memberikan kekuatannya dalam mengikuti upacara hari Sumpah Pemuda di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, mendukung Pameran Kebahasaan dan Kesastraan 2024 dengan memamerkan produk BBPSU dan menjadi petugas dalam pameran itu. Berbagai buku cerita anak terjemahan dan berbagai kamus berbahasa daerah di wilayah Sumatera Utara turut menjadi materi pameran yang dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Pengguntingan pita dilakukan setelah Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2024. Hidayat sebagai petugas membantu memberikan penguatan kepada pengunjung, khususnya siswa-siswa SD, dalam menerima informasi tentang pengiriman buku bacaan bermutu ke seluruh Indonesia dan pemanfaatannya. Anak-anak SD sangat antusias menerima informasi tersebut yang diselingi dengan berbagai permainan dan penguatan konsep literasi. 

Pada Puncak Bulan Bahasa diumumkan produk dan capaian Badan Bahasa, pemenang berbagai lomba kebahasaan dan kesastraan, serta hadirnya Yura Yunita sebagai pemantik gema BBS 2024.

Ayo, gelorakan semangat “Berbahasa Cerdas bagi Generasi Emas”. (yt/hw)

Berbahasa Cerdas untuk Generasi Emas sebagai Dukungan Terhadap Pilar Kedaulatan Indonesia Read More »

SEGARKAN KEMBALI YANG SUDAH LAYU

Kerisauan menyelimuti perasaan guru-guru SMK Negeri 1 Pantai Cermin siang itu. Pasalnya, tuntutan penyelenggaraan program literasi di depan mata, tetapi semangat berliterasi di sekolah ini sudah lama layu. Majalah dinding sudah pernah dibuat, tetapi tidak ada yang melihat. Konten kreatif sudah dijadikan alternatif pembelajaran, tetapi siswa ogah-ogahan. Buku-buku di perpustakaan tersedia, tetapi yang membaca tidak ada. Bagaimana?

“Saat ini rapor pendidikan SMK Negeri 1 Pantai Cermin tentang literasi masih berwarna merah,” ujar Drs. Abdul Malik, M.Pd., Kepala SMK Negeri 1 Pantai Cermin. “Namun, kali ini kita akan mencoba memperbaikinya bersama Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara,” tambahnya.

Untuk menjawab kegelisahan para guru tentang program literasi tersebut, pada Rabu, 7 Agustus 2024, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU) mengirimkan dua narasumber ke SMK Negeri 1 Pantai Cermin. Dua narasumber ini merupakaan Penelaah Teknis Kebijakan BBPSU, Retno Andriani dan Melani Rahmi Siagian. Kedua narasumber ini memberikan penguatan literasi sekaligus pengenalan alat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) kepada 22 orang peserta lokakarya yang terdiri atas guru dan tenaga kependidikan (tendik).

Dalam paparannya, Retno mengajak para guru dan tendik untuk menyegarkan kembali semangat berliterasi di sekolah. Guru dan tendik dapat berkolaborasi dengan siswa untuk membentuk tim literasi sekolah (TLS). TLS dapat membahas program-program yang sekiranya cukup efektif untuk diterapkan di sekolah. “Dengan melibatkan siswa, kita dapat membuat program literasi yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Kalau satu siswa tidak suka menulis, bisa saja ia suka membuat poster atau konten kreatif,” jelas Retno.

Menyambung paparan Retno, Melani juga mengajak peserta lokakarya untuk mengenal UKBI. UKBI dapat mengukur tingkat kemahiran berbahasa Indonesia seseorang. “UKBI mengukur kemampuan sintas, sosial, vokasional, dan akademik penutur bahasa Indonesia,” ungkap Melani. Semakin tinggi predikat yang didapatkan dari UKBI, semakin tinggi pula tingkat literasi orang tersebut. UKBI dapat menjadi langkah awal yang diambil oleh sekolah dalam upaya menyegarkan kembali semangat berliterasi. Para peserta lokakarya cukup antusias dengan paparan dari kedua narasumber. Kepala sekolah berharap kegiatan lokakarya ini bermanfaat dan program literasi di SMK Negeri 1 Pantai Cermin dapat terlaksana dengan baik.

Dokumentasi

SEGARKAN KEMBALI YANG SUDAH LAYU Read More »

Petualangan Sumut pada Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2024

“Bahasa daerah itu keren!” begitulah slogan yang digaungkan oleh para generasi muda pelestari bahasa ibu se-Indonesia. Di tengah arus globalisasi yang kian deras, semangat menjaga keberagaman bahasa daerah menjadi semakin penting. Kekayaan bahasa daerah yang ada di Indonesia merupakan salah satu aset berharga bagi kebinekaan dan martabat bangsa. Sejak 2021, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa telah menginisiasi program Revitalisasi Bahasa Daerah sebagai upaya melawan penurunan sikap positif terhadap bahasa daerah. Melanjutkan ikhtiar ini, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU) berperan aktif dalam revitalisasi bahasa daerah di berbagai kabupaten/kota dengan tahapan berikut: (1) Rapat Koordinasi; (2) Diskusi Kelompok Terpumpun; (3) Pelatihan Guru Master; (4) Pengimbasan dan Pelatihan; (5) Evaluasi dan Pengawasan; (6) Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional.

Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2024 menjadi puncak rangkaian program revitalisasi bahasa daerah di Sumatera Utara tahun 2023. Berdasarkan laporan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, perayaan ini menghadirkan 513 siswa SD dan SMP yang berasal dari 25 provinsi, salah satunya Sumatera Utara. Sebanyak 28 siswa Sumut dari kabupaten/kota Padangsidimpuan, Langkat, Asahan, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Labuhanbatu, Tapanuli Tengah, Padanglawas Utara, dan Humbanghasundutan unjuk kebolehan berbahasa daerah pada panggung FTBIN 2024 yang bertempat di Hotel Sultan, Jakarta.

Kegiatan dilaksanakan mulai Rabu s.d. Minggu, 1—5 Mei 2024. Pada Kamis (2/5) bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, pembukaan FTBIN 2024 dimulai. Acara diawali dengan persembahan lagu “Tanah Air” dan “Laskar Pelangi” dalam 19 bahasa daerah oleh beberapa perwakilan peserta, salah satunya Shafwa Salsabila yang berasal dari Langkat, Sumatera Utara. Shafwa menampilkan nyanyian menggunakan bahasa dan pakaian adat Melayu. Selanjutnya, acara dibuka resmi oleh Bapak Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Melalui sambutannya, Pak Menteri menyampaikan urgensi bahasa daerah yang harus dipertahankan mulai dari lingkungan terdekat. Ia juga mengutarakan rasa bangganya terhadap tunas-tunas muda yang tampil pada kegiatan ini. Pada kesempatan yang sama, Pak Menteri juga memberikan penghargaan kepada beberapa kepala daerah di Indonesia. Dari Sumatera Utara, Pj. Bupati Tapanuli Tengah, Dr. Sugeng Riyanta, M.H., menerima penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap suksesnya penyelenggaraan program Revitalisasi Bahasa Daerah. “Kami selaku pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan ini. Kami juga menganggarkan satu mata anggaran khusus untuk pelestarian bahasa daerah,” ungkap Dr. Sugeng dalam wawancara singkatnya.

Pada Kamis (3/5), perwakilan pemerintah daerah Sumatera Utara melakukan Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah. Turut hadir, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU), Pj. Bupati Tapanuli Tengah, Wakil Bupati Nias, Pj. Bupati Langkat, Kadisdik Langkat, Kadisdik Tapteng, serta beberapa pejabat lain yang mewakili walikota/bupati/pj bupati di daerahnya. Kepala BBPSU mengatakan, “Pada tahun 2024, Sumatera Utara melibatkan 12 provinsi kabupaten/kota dalam merevitalisasi bahasa Batak, Melayu, dan Nias. Kami berharap, setelah rakor ini pemerintah daerah memberikan dukungan yang maksimal sehingga pelaksanaan program revitalisasi bahasa daerah dapat tumbuh baik dan bahasa daerah itu disenangi anak-anak sebagai jati diri mereka, orang Sumatera Utara.”

Puncak penampilan seluruh peserta dilaksanakan pada hari Sabtu (4/5). Sumatera Utara yang tampil pada urutan 17 mempersembahkan pertunjukan berbahasa Melayu dialek Panai, Melayu dialek Sorkam, Melayu dialek Asahan, Melayu dialek Langkat, Batak Toba, dan Angkola. Semangat dari mulai latihan hingga tampil sangat terasa. Pertunjukan dikemas dalam tembang tradisi, dongeng, pidato, komedi tunggal, puisi, pantun, dan cerpen.

Selain tampil, seluruh peserta diajak berwisata sejarah ke Monumen Nasional. Ada banyak cerita heboh dan pengalaman berkesan yang mereka ceritakan selama berada di Jakarta. “Senang sekali rasanya ada acara FTBI karena ini pertama kalinya kami naik pesawat dan bisa ke Jakarta, mauliate,” kata Sry Kawani Sitohang dari Humbang Hasundutan. “Saya juga bangga sekali ikut FTBI. Kalau tidak karena acara ini belum tentu saya bisa ke Monas,” tambah Zidan Aldriansyah dari Asahan. Seluruh siswa yang mewakili Sumatera Utara dalam FTBIN 2024 mengaku bangga bisa memperkenalkan bahasa daerahnya.

Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2024 menorehkan prestasi dan kenangan tak terlupakan bagi seluruh peserta, khususnya anak-anak Sumatera Utara. Dari tampil di panggung megah hingga berwisata sejarah, peserta mendapatkan petualangan berharga tentang pentingnya melestarikan bahasa ibu sebagai bagian dari identitas bangsa. Festival ini tidak hanya menampilkan talenta muda, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk menjaga kekayaan bahasa daerah sejak dini. Dengan semangat dan dukungan yang kuat, bahasa daerah akan terus hidup dan berkembang di hati generasi muda. (Shevilla Mayori)

Dokumentasi

Petualangan Sumut pada Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2024 Read More »

BBPSU Libatkan Pegawai dalam Bimbingan Teknis Pengelolaan Perbendaharaan dan Keuangan

Jakarta, 23 Mei 2024 – Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU) melalui Layanan Administrasi Subbagian Umum mengikutsertakan pegawai dalam Bimbingan Teknis Pengelolaan Perbendaharaan dan Keuangan di Lingkungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang diinisiasi oleh Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kegiatan ini dilaksanakan pada 19—23 Mei 2024 di Harris Hotel & Convention Kelapa Gading, Jalan Boulevard Barat Raya Nomor 13, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Perhelatan ini diikuti oleh unit pelaksana teknis yang tersebar di seluruh Indonesia yang diwakili para Pejabat Pembuat Komitmen dan Bendahara Pengeluaran.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin. Dalam sambutannya Hafidz mengajak kepada semua pengelola keuangan perbendaharaan untuk melaksanakan tugas pengelolaan keuangan sesuai dengan aturan akuntabel dan transparan, serta direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi secara baik dan terstruktur.

Dalam rangkaian kegiatan itu panitia menyampaikan beberapa materi yang relevan melalui para narasumber yang kometen, yang meliputi 1) Bagan Akun Standar, 2) Petunjuk Teknis Penilaian Kinerja Pelaksanaan Anggaran Tahun 2024 berdasarkan PER-5/PB/2024 yang dibawakan oleh Avviz Elfarij/Direktorat Pelaksanaan Anggaran, DJPb Kemenkeu, 3) Sosialisasi PMK Nomor 62 Tahun 2023 tentang Perencanaan Anggaran, Pelaksanaan Anggaran, serta Akuntansi dan Pelaporan Keuangan yang dibawakan oleh Dian Setyo Cahyono/Direktorat PA DJPB Kemenkeu, dan 4) PMK-231/PMK.03/2019 s.t.d.d. PMK-59/PMK.03/2022 tentang Tata Cara Pendaftaran dan Penghapusan NPWP, Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan PKP, serta Pemotongan dan/atau Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak bagi Instansi Pemerintah, 5) Standar Biaya Masukan Tahun 2024 dan Perjalanan Dinas Jabatan yang dibawakan oleh Fuad Bagraff/Direktorat Sistem Perbendaharaan, 6) LPJ dan Pembukuan Bendahara Pengeluaran yang dibawakan oleh Sinta/KPPN Jakarta III DJPb Kemenkeu, 7) Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah yang dibawakan oleh Joko Heratmo, 8) Temuan hasil pemeriksaan Itjen Kemendikbudristek dan tindak lanjutnya yang dibawakan oleh Plt. Inspektur I, Itjen Kemendikbudristek. Hadir pula Prof. Dr. Haryono Umar yang memberi penguatan melalui materi Korupsi Anggaran. Panitia juga menyiapkan berbagai kuis menarik yang berhubungan dengan materi peserta.

Dalam kesempatan ini BBPSU mengikutsertakan Agus Mulia sebagai PPK dan Indah Gustina sebagai Bendahara Pengeluaran. “Kegiatan ini penting dan perlu dilaksanakan untuk meningkatkan akuntabilitas kinerja dan tata kelola administrasi keuangan, memutakhirkan pemahaman terkait dengan berbagai aturan, terutama untuk kepentingan PPK dan Bendahara Pengeluaran. Selain itu, kami dapat menjalin silaturahmi dengan para besties dari semua UPT, “ ujar Indah.

Ayo, kelola keuangan secara akuntabel dan transparan!

-Indah Gustina

Dokumentasi

BBPSU Libatkan Pegawai dalam Bimbingan Teknis Pengelolaan Perbendaharaan dan Keuangan Read More »

Pelatihan Guru Utama Bahasa Batak Dialek Angkola

KKLP Pelindungan dan Pemoderan Bahasa dan Sastra, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara mengadakan Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru Utama Berbahasa Daerah bagi guru untuk bahasa Batak Dialek Angkola. Kegiatan ini diadakan di Hotel Torsibohi, Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan mulai tanggal 23—26 April 2024. Kegiatan ini diikuti sebanyak 51 orang peserta dari tiga wilayah, yaitu dari Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 18 orang guru, Kabupaten Padang Lawas Utara sebanyak 18 orang guru, dan dari Kota Padangsidimpuan sebanyak 15 orang guru.

Kegiatan Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru Utama Berbahasa Daerah bagi guru untuk bahasa Batak Dialek Angkola ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan, Sofyan Adil Siregar didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Daerah Kabupaten Selatan, Arman Pasaribu, dan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara. Dalam sambutan, Sekda mengatakan bahwa “kondisi penggunaan bahasa daerah di tiga wilayah ini memperlihatkan bahwa masyarakat kami cenderung menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi sehari-hari, begitu juga pada dunia pendidikan dan pemerintahan dominan menggunakan bahasa Indonesia, sedangkan bahasa daerah hanya digunakan untuk komunikasi di kampung, dalam keluarga, dan dalam aktivitas adat. oleh sebab itu, saya sangat mendukung adanya program revitalisasi bahasa daerah yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, melalui Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, sekaligus berterima kasih telah memilih Kabupaten Tapanuli Selatan, Padang Lawas Utara, dan Kota Padangsidimpuan sebagai salah satu tujuan pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam sambutannya menyatakan bahwa kondisi penggunaan bahasa daerah di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Padang Lawas Utara, dan Kota Padangsidimpuan ini jika tidak ada upaya untuk melestarikannya, maka dikuatirkan perlahan akan menuju kepunahan. Kondisi ini dikarenakan berbagai faktor, di antaranya kelalaian orangtua untuk mewariskan bahasa kepada anak-anaknya, belum adanya kurikulum muatan lokal di sekolah yang khusus mengajarkan bahasa daerah. Pada kegiatan pelatihan ini disampaikan tujuh materi pembelajaran revitalisasi bahasa daerah, yaitu menulis cerpen,menulis dan membaca puisi, berpidato, mendongeng, menulis dan membaca aksara Batak, nyanyian rakyat, dan stand up comedy. Untuk materi menulis dan membaca aksara Batak disampaikan oleh Budi Hutasuhut, materi pidato disampaikan oleh Sorimuda Harahap, keduanya adalah narasumber dari Kabupaten Tapanuli Selatan. Sedangkan materi lainnya disampaikan oleh para tim KKLP Pelindungan dan Pemodernan Bahasa dan Sastra, yaitu Sahril, Rosliani, Nurelide, Syaifuddin Zuhri Harahap, dan Lolabora Tarigan.

Pada hari Rabu, 24 April 2024 tim KKLP Pelindungan dan Pemodernan Bahasa dan Sastra diwakili oleh Syaifuddin Zuhri Harahap, Sahril, dan Nurelide diundang oleh Bupati Tapanuli Selatan, H. Dolly Putra Parlindungan Pasaribu ke Kantor Bupati Tapanuli Selatan untuk memberikan ucapan terima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara atas pemilihan bahasa Batak Dialek Angkola untuk direvitalisasi mulai dari tahun 2022 dan ucapan terima kasih juga atas pemilihan lokasi pelaksanaan pelatihan. Saat pertemuan tersebut Bupati didampingi oleh Sekda dan Kepala Dinas Pendidikan dan Daerah. Di samping itu, Bupati juga mengucapkan terima kasih atas undangan dari Badan Bahasa untuk menghadiri rapat koordinasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 2—3 Mei 2024 nanti di Jakarta. Bupati Dolly Putra Parlindungan Pasaribu insyaallah akan menghadirinya. Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih atas pemberian penghargaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun 2023 atas perhatian pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan pada kegiatan RBD, beliau mohon maaf saat itu tidak bisa hadir langsung untuk menerimanya, hanya diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Daerah. [Sahril]

Pelatihan Guru Utama Bahasa Batak Dialek Angkola Read More »

Diplomat dan Duta Besar dari Berbagai Negara Ikuti Program Belajar Bahasa Indonesia

Nomor: 29/sipers/A6/II/2024

Jakarta, 21 Februari 2024 – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri akan menyelenggarakan program bahasa Indonesia untuk diplomat negara sahabat pada bulan Maret mendatang. Sebanyak 134 warga asing dari 50 perwakilan negara sahabat dan organisasi internasional akan mengikuti kegiatan tersebut.

Program tersebut merupakan bentuk fasilitasi bahasa Indonesia untuk diplomat negara sahabat yang sedang menjalankan misi di Indonesia, khususnya di Jakarta.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Aminudin Aziz, menyebutkan bahwa program bahasa Indonesia bagi diplomat ini merupakan salah satu cara untuk mengenalkan Indonesia kepada dunia.

“Saya sangat senang dan mengapresiasi keinginan Anda untuk mengikuti program bahasa Indonesia ini. Program ini tidak hanya sekadar belajar bahasa Indonesia, namun lebih daripada itu, ini adalah momentum untuk mengenal Indonesia lebih dalam, baik budaya, wisata, dan kekayaan Indonesia lainnya,” ujar Aminudin kepada para Duta Besar, Diplomat, dan perwakilan organisasi internasional yang hadir saat peresmian program di Jakarta, Selasa (20/2).

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa program ini akan mempererat kolaborasi Indonesia dengan negara sahabat. Saat ini bahasa Indonesia sudah tersebar di 54 negara, dan untuk mendukung diplomasi tersebut pemerintah Indonesia akan menyediakan beasiswa khusus bagi orang asing yang fasih berbahasa Indonesia untuk menjadi guru bahasa Indonesia di negaranya.

“Saya berharap, Anda semua dapat mengikuti dan menikmati proses pembelajaran bahasa Indonesia. Orang Indonesia akan sangat bangga dan sangat terbuka jika Anda menyapa mereka dengan bahasa Indonesia,” ungkap Aminudin.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Duta Besar, Siti Nugraha Mauludiah, menyebut beberapa fakta menarik tentang bahasa Indonesia.

“Ada fakta menarik dari bahasa Indonesia yang harus saya sampaikan, bahwa Wikipedia bahasa Indonesia menempati posisi ke 25 dari 250 wikipedia berbahasa asing di dunia, sekaligus peringkat ketiga di Asia setelah bahasa Jepang dan Mandarin. Selain itu, bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa resmi di sidang umum UNESCO,” jelasnya.

Siti menilai, belajar bahasa Indonesia adalah keputusan yang sangat baik bagi para diplomat. Program ini akan memberikan banyak manfaat. Kemahiran berbahasa Indonesia juga berfungsi sebagai jembatan untuk membina hubungan yang lebih kuat dan saling menghormati antara diplomat dan masyarakat Indonesia.

Hal senada juga diungkapkan oleh Duta Besar Aljazair, Hassane Rabehi, “Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini. Saya pikir bahasa Indonesia sangat penting bagi para diplomat untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal. Saya berharap bisa menulis dan berbicara dalam bahasa Indonesia. Terima kasih atas kolaborasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan Kementerian Luar Negeri dalam menyelenggarakan program ini.”

Dalam momen yang sama, selebgram Kenji atau yang kerap disapa Ken Campur, yang hadir sebagai pewara mengaku bangga bahasa Indonesia dikenalkan kepada para diplomat perwakilan negara sahabat. Pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) asal Jepang ini menilai bahasa Indonesia sangat dibutuhkan terlebih jika memilih tinggal di Indonesia.

“Saya sebagai orang Jepang sangat bangga, para diplomat bisa mengikuti program bahasa Indonesia secara gratis. Hal ini sangat penting jika kita memilih tinggal di Indonesia,” ucapnya.

Kegiatan ini selain dihadiri oleh diplomat perwakilan negara sahabat dan organisasi internasional juga dihadiri oleh para Duta Besar, yakni Duta Besar Argentina, Gustavo Ricardo Coppa; Duta Besar Aljazair, Hassane Rabehi; Duta Besar Armenia, Serob Bejanyan; Duta Besar Belarusia, Raman Ramanouski; Duta Besar Filipina, Gina Alagon Jamoralin; Duta Besar Ukraina, Vasyl Hamianin; dan Duta Besar Kazakhstan, Arnur Tanbay.

Selain pembukaan program, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan tes penempatan yang bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman berbahasa Indonesia. Selanjutnya, para peserta akan mulai mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia pada 4 Maret hingga 30 Agustus 2024 di empat lembaga penyelenggara program BIPA, yaitu Universitas Negeri Jakarta, Universitas Trisakti, Institut Pariwisata Trisakti, dan Lembaga Bahasa LIA.

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

#MerdekaBelajar
#BIPA
#BadanBahasa

Dokumentasi

Lisensi
https://svps17huda.com/
https://christianbundy.com/
https://editorstimes.com/
https://www.sereismistestigos.com/
https://xl.institute/
https://muktobuddhi.com/
https://thehuthotelrwanda.com/
https://casafrankcuba.com/
https://lifemediaproduction.co.za/
https://undangantahetabankkalteng.com/
https://avivcenter.org/
https://heylink.me/bosclarisa
https://heylink.me/skw-slot88

Diplomat dan Duta Besar dari Berbagai Negara Ikuti Program Belajar Bahasa Indonesia Read More »

BERBURU KOSAKATA BUDAYA SIMALUNGUN DAN TOBA

Penyediaan bahan informasi tentang kosakata yang berkaitan dengan budaya merupakan salah satu kegiatan dari Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional Perkamusan dan Peristilahan (KKLP KI) Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU). Tahun ini, produk yang akan dihasilkan berupa bahan bacaan dalam bentuk ensiklopedia budaya. Untuk itu tim KKLP KI melakukan pengambilan data sejak tanggal 1—7 Februari 2024. Perjalanan dimulai dari Kabupaten Simalungun lalu Toba dan Kabupaten Humbanghasundutan.


Kegiatan pengambilan data ini bertujuan untuk menggali informasi dari masyarakat yang berkenaan dengan entri budaya terutama budaya Simalungun dan Toba. Melalui kegiatan ini diharapkan ensiklopedia budaya yang akan disusun berisi informasi yang lebih lengkap dan detail.
Pengambilan data melibatkan beberapa tokoh masyarakat, pemandu acara adat, tokoh budaya, pegiat tradisi adat budaya Simalungun dan Toba. Tim melakukan wawancara dengan para informan berdasarkan instrumen tanyaan yang telah disediakan.

Salah seorang informan, Erikson Simbolon, mengungkapkan bahwa penyusunan ensiklopedia budaya Sumatera Utara sangat diperlukan sebagai upaya pemertahanan tradisi budaya masyarakat Sumatera Utara. Erikson berharap para generasi muda dapat memanfaatkan ensiklopedia  ini sebagai referensi untuk mengenal budaya Sumatera Utara. Di samping itu, Erikson menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Balai Bahasa Provinsi Sumatera dan berharap informasi yang telah diberikan dapat bermanfaat dalam penyusunan ensiklopedia budaya. Pada akhir sesi wawancara, Anharuddin Hutasuhut, mewakili KKLP KI BBPSU berterima kasih kepada para informan yang telah bersedia berdiskusi tentang budaya di Sumatera Utara. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk melestarikan dan tetap menjalankan tradisi budayanya.

BERBURU KOSAKATA BUDAYA SIMALUNGUN DAN TOBA Read More »

[SIARAN PERS] Kongres dan Rapat Kerja Forum Widyabasa Indonesia diselenggarakan di Badan Bahasa

Nomor: 002/sipers/A6/I/2024
Kongres dan Rapat Kerja Forum Widyabasa Indonesia diselenggarakan di Badan Bahasa

Jakarta, 10 Januari 2024 — Forum Widyabasa Indonesia (FWI), sebuah organisasi profesi yang mewadahi para pejabat fungsional Widyabasa di Indonesia, mengadakan Kongres Perdana FWI pada tanggal 10 Januari 2024. Kongres dilanjutkan dengan Rapat Kerja FWI keesokan harinya. Organisasi profesi FWI ini dibentuk sebagai wadah pengembangan dan bertukar pikiran seluruh anggota.

Dideklarasikan pada pada 28 November 2023, organisasi profesi ini siap melayani masyarakat dan menyambut tantangan kebahasaan yang ada di masa depan. Melalui kerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sebagai instansi pembina Widyabasa Indonesia, FWI diharapkan mampu berkontribusi secara optimal dan meningkatkan peran bahasa dan sastra Indonesia dalam meningkatkan literasi Indonesia.

Deklarasi yang telah dilakukan merupakan langkah awal dalam penguatan kegiatan-kegiatan FWI berikutnya, di antaranya adalah kegiatan Kongres dan Rapat Kerja Forum Widyabasa Indonesia yang dilaksanakan untuk menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi, merumuskan program kerja, dan mengesahkan kelengkapan organisasi lainnya yang dilaksanakan pada 10—11 Januari 2024, bertempat di Aula Sasadu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kongres FWI ini merupakan Langkah fundamental untuk mendukung terciptanya ekosistem kebahasaan dan kesastraan yang baik dengan peran aktif Widyabasa Indonesia.

“Widyabasa dapat mengkreasikan pemikiran, bagaimana untuk berperan aktif dalam mengemban tugas yang dinyatakan dalam Keputusan Permenpan RB Nomor 2, Tahun 2022, Tentang Penetapan Jabatan Fungsional Widyabasa. Tugas Widyabasa mengembangkan, membina dan melestarikan bahasa dan sastra. Tingkat literasi masyarakat kita yang selalu merujuk pada nilai rendah menjadi tantangan bagi para Widyabasa. Ini merupakan tanggung jawab besar yang diemban oleh Widyabasa,” ujar Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), E. Aminudin Aziz dalam sambutannya, pada Rabu (10/1).

Amin menambahkan, bahwa Widyabasa diartikan dalam dua makna, yaitu Widya Bahasa dan Sastra. Jabatan Fungsional Widyabasa bisa sampai ke jenjang Ahli Utama. “Saat ini, di lingkungan Badan Bahasa Jabatan Fungsional Widyabasa Ahli Pertama diampu oleh 100 orang, Widyabasa Ahli Muda 129 orang, Widyabasa Ahli Madya 50 orang, dan PPPK 39 orang. Jumlah tersebut masih belum ideal, karena tugas semakin banyak dan tuntutan lingkungan berubah setiap saat. Sementara itu, Widyabasa Ahli Utama belum dimiliki di Badan Bahasa karena sampai hari ini masih menunggu ditetapkannya aturan oleh Menteri,” terangnya.

Lebih lanjut, Amin menyampaikan bahwa peran Pimpinan di Pusat dan Unit Pelaksana Tugas (UPT) diperlukan dalam pembinaan Widyabasa agar dapat berkinerja lebih baik. “Bagaimana menggerakkan potensi Widyabasa yang ada, supaya Widyabasa ini dapat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari gerak roda lembaga ini. Kita tidak mungkin bekerja sendiri, harus saling berkontribusi, tidak lagi I for me, tapi menjadi We for us!,” tutup Amin mengakhiri sambutan.

Widyabasa bukanlah jabatan yang datang secara instan. Orang-orang yang menduduki jabatan ini adalah mereka yang sudah berkecimpung dalam dunia kebahasaan dan kesastraan. Widyabasa dapat menjadi pelengkap dan pemerkuat peran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di setiap instansi, khususnya dalam pendampingan serta penggunaan bahasa yang baik dan benar, baik dalam tata naskah dinas maupun dalam penggunaan bahasa tulis lainnya.

Selain itu, Widyabasa juga bertugas membina penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik, meningkatkan kemahiran berbahasa, pemajuan sastra lisan yang ada di suatu daerah, kodifikasi bahasa dan sastra, dan bidang lain yang dapat menguatkan jabatan lain dalam suatu instansi. Sebagaimana diketahui, Widyabasa kini menjadi salah satu pilihan jabatan fungsional bagi ASN yang akan bekerja, berkiprah, dan berkarier di bidang kebahasaan dan kesastraan. Nomenklatur ini pun melengkapi nomenklatur jabatan fungsional lain di lingkungan Kemendikbudristek.

Secara resmi Widyabasa dikukuhkan sebagai jabatan fungsional oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 2 Tahun 2022 tentang Jabatan Fungsional Widyabasa. Dalam peraturan tersebut tertera bahwa Pejabat Fungsional Widyabasa adalah PNS yang diberi tugas, tanggung jawab, dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra.

Tugas pokok melaksanakan pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra, terdapat tiga unsur, yaitu unsur pengembangan bahasa dan sastra yang meliputi 57 butir kegiatan, unsur pembinaan bahasa dan sastra yang mencakupi 34 butir kegiatan, dan unsur pelindungan bahasa dan sastra yang menaungi 14 butir kegiatan. Secara keseluruhan terdapat 105 butir kegiatan yang dapat dilakukan oleh widyabasa. Pelaksanaan butir kegiatan tersebut dapat disesuaikan dengan tugas dan fungsi lembaga tempat widyabasa bekerja.

Jabatan fungsional widyabasa bersifat terbuka. Oleh karena itu, ASN di luar instansi pembina, yaitu Kemendikbudristek melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi Widyabasa. Kesempatan itu ada jika salah satu tugas dan fungsi lembaga yang menaunginya berkaitan dengan pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra. ASN dapat menjadi pejabat fungsional Widyabasa melalui beberapa jalur, yaitu jalur pengangkatan pertama, perpindahan dari jabatan lain, penyesuaian (inpassing), dan promosi.

Widyabasa merupakan rumpun jabatan keahlian yang terbagi atas jenjang jabatan Widyabasa Ahli Pertama, Widyabasa Ahli Muda, Widyabasa Ahli Madya, dan Widyabasa Ahli Utama. Jumlah Widyabasa pada setiap jenjang akan ditentukan oleh serangkaian analisis yang proses dan contohnya terangkum dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyusunan Kebutuhan Jabatan Fungsional Widyabasa.

Sementara itu, Atikah Solihah, Ketua Umum FWI dalam laporannya menyampaikan bahwa Kongres Widyabasa Indonesia diharapkan dapat menghasilkan kelengkapan organisasi profesi yang diperlukan. “Hasil Kongres I FWI akan ditindaklanjuti dalam bentuk regulasi yang akan lebih mengukuhkan Widyabasa dalam berperan aktif di bidang pengembangan, pembinaan, pelindungan, dan peningkatan fungsi bahasa Indonesia serta akan direalisasikan dalam bentuk kerja kolaboratif antarwidyabasa. Kongres FWI akan membahas tiga agenda penting, yaitu AD/ART, Program Kerja, dan kelengkapan organisasi lainnya,” tuturnya.

“Program kerja FWI akan berfokus pada empat bidang. Bidang Kesekretariatan dan Keorganisasian akan mengusung tema kerja Widyabsa Berpena, Bidang Pengembangan Profesi dan Inovasi akan mengusung tema kerja Widyabasa Berkarya, Bidang Hukum dan Advokasi akan mengusung tema kerja Widyabasa Bermuruah, dan Bidang Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama akan mengusung tema kerja Widyabasa Berjenama. Sebagai organisasi yang baru dibentuk, diharapkan keempat bidang kerja tersebut dapat memperkukuh Forum Widyabasa Indonesia menuju organisasi profesi yang bermartabat dan bermanfaat,” lanjut Atikah.

Kegiatan Kongres dan Rapat Kerja FWI ini dilaksanakan secara hibrida. Turut hadir secara luring dalam kegiatan Kongres dan Rapat Kerja FWI ini Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, serta sejumlah 279 Pejabat Fungsional Widyabasa yang berasal dari 30 Provinsi turut hadir secara luring dan daring. Sementara itu, turut hadir secara luring perwakilan organisasi profesi Asosiasi Widyaprada Indonesia, Muktiono Waspodo, Pamong Budaya, serta rekan media.

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id
#MerdekaBelajar

[SIARAN PERS] Kongres dan Rapat Kerja Forum Widyabasa Indonesia diselenggarakan di Badan Bahasa Read More »

BAHAN BACAAN BERMUTU: CAPAIAN PRODUK PENERJEMAHAN BBPSU

Kelompok Kepakaran Layanan Profesional (KKLP) Penerjemahan, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melaksanakan kegiatan Sosialisasi Produk Penerjemahan di Hotel JW Marriott, Medan pada Senin, 27 November 2023. Kegiatan ini melibatkan 52 peserta yang berasal dari komunitas literasi, guru dan siswa kelas rendah (kelas 1—3) sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah negeri maupun swasta, serta Duta Bahasa Sumatera Utara. Keseluruhan peserta berasal dari Kota Medan, Binjai, dan Deliserdang.

Sosialisasi ini merupakan kegiatan tahap akhir dari beberapa rangkaian kerja yang sudah dimulai sejak awal tahun. Adapun produk yang diluncurkan sebanyak 70 produk yang berasal dari karya 10 orang pemenang Sayembara Menulis Cerita Anak Dwibahasa; hasil Bimtek Penerjemahan Cerita Anak; penerjemahan Naskah Budaya Bahasa Daerah; dan hasil Bimtek Juru Bahasa Isyarat. Produk-produk penerjemahan ini merupakan bagian dari ikhtiar Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara dalam mendukung pemajuan Gerakan Literasi Nasional yang diimplementasikan melalui penerbitan buku bacaan bermutu.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan budaya literasi pada elemen pendidikan yang meliputi keluarga, sekolah, serta masyarakat. Dengan pelibatan seluruh elemen ini, diharapkan dapat mendongkrak daya baca anak bangsa khususnya pada tingkat sekolah dasar. Keseluruhan produk ini merupakan representasi dari kearifan lokal Sumatera Utara, untuk itu diharapkan dapat mendorong penguatan pendidikan karakter sebagai ruh dan fondasi pendidikan.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Hidayat Widiyanto dalam acara pembukaan kegiatan mengharapkan agar produk penerjemahan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kecakapan literasi di lingkungan sekolah dan rumah.

Selain penyampaian materi mengenai Peran BBPSU dalam Meningkatkan Literasi di Sumatera Utara dan Sosialisasi Produk Penerjemahan BBPSU yang masing-masing disampaikan oleh Hidayat Widiyanto, M.Pd. dan Yolferi, M.Hum. untuk penguatan kepada komunitas literasi dan para guru, sosialisasi ini juga melibatkan para siswa secara langsung untuk mempraktikkan membaca nyaring, menceritakan kembali, serta memberi tanggapan terhadap buku-buku yang diluncurkan. Semuanya dikemas dalam konsep “permainan” yang seru agar para siswa dapat bahagia mengikuti kegiatan. Kegiatan diakhiri dengan pembagian buku-buku produk Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara Tahun 2023 untuk menambah koleksi perpustakaan sekolah maupun  komunitas literasi. (Lap. Chai)

BAHAN BACAAN BERMUTU: CAPAIAN PRODUK PENERJEMAHAN BBPSU Read More »