Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara

Artikel

Bangun Minat Kebahasaan dan Kesastraan Generasi Muda melalui Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling

Bangun Minat Kebahasaan dan Kesastraan Generasi Muda melalui Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 546/sipers/A6/IX/2025

Jakarta, 13 September 2025 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), melaksanakan Diseminasi Pengembangan Bahasa: Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling di sejumlah sekolah di Jakarta. Sebagai implementasi atas program prioritas Kemendikdasmen dalam pembangunan kebahasaan dan kesastraan, program ini ini menyasar lima sekolah, yaitu SDN Ragunan 08, SDN Kebagusan 01, SMPN 41 Jakarta, SMPN 103 Jakarta, dan SMAN 38 Jakarta.

Melalui Kamus Masuk Sekolah, siswa diperkenalkan dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai rujukan utama. KBBI kini memasuki edisi keenam dengan total 207.514 entri kosakata dan terus diperbarui dua kali setahun agar selaras dengan perkembangan zaman sehingga menjadi pedoman penting bagi generasi muda untuk berpikir, menulis, dan berbicara dengan baik dan kritis.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan peran sentral KBBI sebagai fondasi literasi kebahasaan bangsa. “KBBI menjadi sumber referensi penting bagi murid untuk mengenal kata baku sekaligus memantik daya kritis dalam mengungkapkan gagasan maupun perasaan. Saya menyambut baik keberlanjutan kegiatan Kamus Masuk Sekolah ini. Saya berharap kegiatan serupa dapat dilakukan oleh seluruh Balai Bahasa di Indonesia agar setiap murid dapat memanfaatkannya dengan baik,” ungkap Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (12/9).

Sementara itu, Bineka Keliling yang merupakan pengembangan layanan dari Laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra (Lab Bineka) menghadirkan keberagaman bahasa dan sastra daerah melalui pameran virtual mini dan media interaktif. Lab Bineka menyajikan hasil kajian kebahasaan dan kesastraan daerah secara digital, audiovisual, dan inovatif. Kehadiran Lab Bineka sangat penting karena Indonesia memiliki 718 bahasa daerah yang telah diidentifikasi dan divalidasi. Melalui Lab Bineka, siswa diajak menyadari bahwa bahasa daerah adalah kekayaan bangsa yang wajib dilestarikan sejak dini.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menekankan pentingnya ketrampilan merujuk serta kesadaran melestarikan bahasa daerah. Menurutnya, sejak dini anak-anak harus dibiasakan untuk memiliki kemampuan merujuk atau reference skill, yakni kebiasaan ilmiah merujuk pada sumber primer, salah satunya KBBI.

“Melalui Lab Bineka, mereka diajak menyadari betapa kaya bahasa dan sastra kita. Indonesia tidak hanya Jawa dan Sumatra, tetapi juga pulau-pulau lain dengan ratusan bahasa daerah. Kesadaran melindungibahasa daerah harus dipahami sebagai tanggung jawab bersama, bahkan bisa dimulai dari lingkungan keluarga,” jelas Dora.

Testimoni Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling: Terobosan Pembelajaran Kebahasaan

Terkait dengan kegiatan Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling yang berlangsung pada 8 s.d. 12 September 2025, Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Sarjoko, menyebut bahwa kegiatan ini sebagai terobosan pembelajaran kebahasaan. “Ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan literasi kita dalam bidang kebahasaan dan kesastraan yang harus dikuasai oleh peserta didik,” tutur Sarjoko.

Menurut Sarjoko, bahasa dan sastra ibarat dua sisi mata uang yang harus kita kuasai bersama. “Program ini menjadi media pembelajaran unik sekaligus catatan penting untukmembekali generasi sejak dini,” imbuhnya.

Dari sisi penerima manfaat program, guru SMPN 41 Jakarta, Yulia, menyampaikan antusiasmenya terhadap program ini. “Kami berharap pengetahuan yang didapat para siswa dari program ini bisa ditularkan kepada teman-teman mereka yang lain sehingga manfaatnya lebih luas,” ujar Yulia.

Selain itu, siswa SMPN 41 Jakarta, Dilan, mengaku mendapatkan inspirasi setelah mengikuti kegiatan. “Saya kagum dengan banyaknya bahasa daerah di Indonesia. Saya jadi lebih sadar bahwa melestarikan bahasa daerah itu penting karena itu bagian dari identitas kita. Semoga bisa ikut kegiatan ini lagi,” ucapnya.

Melalui Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling, Kemendikdasmen tidak hanya memperkenalkan produk kebahasaan, tetapi juga membangun ekosistem literasi yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan. Dengan KBBI sebagai rujukan resmi yang terus berkembang serta Lab Bineka sebagai media inspiratif pelestarian bahasa daerah, program ini memperkuat pembangunan kebahasaan dan kesastraan nasional. Harapannya, bahasa Indonesia semakin kokoh sebagai bahasa persatuan, dan bahasa daerah tetap hidup sebagai kekayaan bangsa.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pe

#PendidkanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Bangun Minat Kebahasaan dan Kesastraan Generasi Muda melalui Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling Read More »

Dukung KIPBIPA XIII 2025, Kemendikdasmen Perkuat Penjaminan Mutu Pembelajaran BIPA

Siaran PersKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 538/sipers/A6/VII/2025

Malang, 11 September 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) terus memperkuat penjaminan mutu pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Hal itu diwujudkan melalui fasilitasi dan kemitraan penyelenggaraan Konferensi Internasional Pengajaran BIPA (KIPBIPA) XIII yang berlangsung di Universitas Negeri Malang pada 11—12 September 2025. Kegiatan yang digelar secara hibrida ini menghadirkan 361 peserta dari dalam dan luar negeri.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam pemaparan materinya menegaskan bahwa penyebaran bahasa Indonesia ke mancanegara harus sejalan dengan pengutamaan bahasa Indonesia di dalam negeri. “Pemartabatan bahasa Indonesia di kancah global tidak boleh mengabaikan fungsi dan kedudukannya di tanah air. Penginternasionalan bahasa Indonesia melalui pembelajaran BIPA menjadi strategi utama dalam membangun kedaulatan bahasa,” ujarnya.

Dalam mewujudkan komitmen Kemendikdasmen untuk menguatkan penjaminan mutu pembelajaran BIPA, Badan Bahasa berperan pada tataran regulasi, koordinasi, dan fasilitasi. Fasilitasi pembelajaran BIPA dilakukan dalam bentuk penyediaan standar dan bahan fasilitasi pembelajaran, pemberdayaan pengajar, penyelenggaraan apresiasi dan kompetisi, serta penyelenggaraan diseminasi seperti pertemuan ilmiah, bimbingan teknis, dan forum ke-BIPA-an.

Hafidz menambahkan, dalam sepuluh tahun terakhir Badan Bahasa telah menugasi 352 pengajar BIPA ke 772 lembaga di 57 negara dan melayani lebih dari 200 ribu pemelajar asing. Sejak 2020, apresiasi bagi pemelajar juga diberikan melalui Festival Handai Indonesia, yang telah melibatkan 1.129 peserta dari 92 negara. “Jejak ini menunjukkan bagaimana bahasa Indonesia semakin diterima dunia melalui pembelajaran dan aktivitas kebahasaan yang berkualitas,” ungkapnya saat menyampaikan materi tentang Fasilitasi Pembelajaran BIPA dalam Kerangka Program Penginternasionalan Bahasa Indonesia.

Konferensi KIPBIPA XIII dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Negeri Malang, Hariyono. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memahami riwayat bahasa Indonesia sebagai pijakan filosofis dalam proses penginternasionalan. “Bahasa Indonesia lahir dari pergulatan sosial dan dimartabatkan melalui pilihan pemuda pada 1928. Dari bahasa persatuan, menjadi bahasa negara, berkembang menjadi bahasa ilmu, dan kini diperjuangkan sebagai bahasa global,” tuturnya.

KIPBIPA XIII terselenggara atas kerja sama Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang dan Afiliasi Pengajar dan Pegiat BIPA (APPBIPA) dengan dukungan penuh Badan Bahasa. Konferensi ini menghadirkan pembicara internasional seperti George Quinn (Australia), Habib Zarbaliyev (Azerbaijan), Koh Young Hun (Korea Selatan), dan Ellen Rafferty (Amerika Serikat). Dari dalam negeri, hadir pula Herry Yogaswara (BRIN), Gatut Susanto (Universitas Negeri Malang), dan Liliana Muliastuti (Universitas Negeri Jakarta). Konferensi ini turut dihadiri Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga, Biyanto.

Melalui penyelenggaraan KIPBIPA XIII 2025, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya dalam memperkuat penjaminan mutu pembelajaran BIPA sebagai strategi penginternasionalan bahasa Indonesia. Konferensi ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi pengajaran bahasa. Kehadiran pakar dari dalam dan luar negeri menghadirkan beragam perspektif yang memperkuat jejaring kerja sama ke-BIPA-an. Dengan demikian, KIPBIPA XIII menjadi momentum penting bagi pemartabatan dan kedaulatan bahasa Indonesia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Dukung KIPBIPA XIII 2025, Kemendikdasmen Perkuat Penjaminan Mutu Pembelajaran BIPA Read More »

Universitas Al-Azhar Kairo Resmi Buka Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia

Universitas Al-Azhar Kairo Resmi Buka Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 499/sipers/A6/VIII/2025

Kairo, Mesir, 29 Agustus 2025 – Majelis Tinggi Universitas Al-Azhar resmi menyetujui pendirian Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas Bahasa dan Terjemah, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Keputusan tersebut diambil dalam sidang Majelis Tinggi Al-Azhar Nomor 343 pada 21 Juli 2025 dan program studi akan mulai berjalan pada tahun akademik 2025/2026 yang dimulai 20 September mendatang. Persetujuan tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah diplomasi budaya Indonesia di Timur Tengah sekaligus menandai pengakuan internasional atas peran strategis bahasa Indonesia.

Pengajaran bahasa Indonesia di Al-Azhar telah dimulai sejak 2016 melalui kerja sama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, Mesir, dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program ini semula hanya berupa kursus Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang diikuti dosen, mahasiswa, dan staf universitas tersebut. Namun, antusiasme pemelajar BIPA terus meningkat, hingga pada 2019 bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa pilihan kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemah, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Status tersebut kemudian menjadi landasan penting dalam pengembangan menuju program studi penuh yang kini telah resmi disahkan.

Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, menyambut baik keputusan Majelis Tinggi Al-Azhar ini sebagai peluang emas untuk mengukuhkan diplomasi lunak. Bahasa Indonesia diharapkan mampu sejajar dengan bahasa-bahasa dunia lainnya di Universitas Al-Azhar. Para alumni prodi ini diharapkan dapat menjembatani budaya dan bahasa. Selain itu, mereka juga berpotensi untuk berkontribusi dalam pusat kajian Islam internasional di Asia Tenggara.

“Pendirian program studi bahasa Indonesia ini tidak hanya menguntungkan dunia akademik, tetapi juga memperkuat posisi strategis Indonesia di dunia internasional, terutama dalam upaya meningkatkan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional,” ucap Hafidz.

Proses pendirian prodi juga melibatkan konsorsium perguruan tinggi Indonesia, yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang. Konsorsium ini mendukung penyusunan kurikulum, penyediaan dosen, hingga pertukaran akademik. Selain itu, KBRI Kairo bersama Badan Bahasa, Kemendikdasmen aktif melakukan koordinasi intensif dengan Al-Azhar sepanjang 2023–2025, termasuk pertemuan dengan Rektor Universitas Al-Azhar dan Grand Syekh Al-Azhar. Sebagai bentuk komitmen, Indonesia dapat mengirim empat dosen pengajar bahasa Indonesia secara berkelanjutan untuk mendukung operasional prodi.

Minat mahasiswa terhadap bahasa Indonesia juga terus meningkat. Pada tahun akademik 2024/2025 tercatat 51 mahasiswa memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua, terdiri atas 28 mahasiswa tingkat II dan 10 mahasiswa tingkat I. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dibukanya program studi resmi. Dengan demikian, bahasa Indonesia kini sejajar dengan bahasa internasional lain yang diajarkan di Al-Azhar, seperti bahasa Inggris, Prancis, Jerman, dan Arab.

Pemerintah Indonesia menilai pendirian prodi ini sebagai langkah strategis dalam penguatan diplomasi budaya. Selain mempererat hubungan bilateral Indonesia–Mesir, dari sisi aspek akademik, pendirian prodi ini juga memiliki nilai strategis untuk memperkuat pemahaman Islam moderat.

Selanjutnya, dengan dukungan yang berkelanjutan dari perguruan tinggi di Indonesia, program ini diharapkan menjadi simbol persahabatan sekaligus kerja sama resiprokal antara Indonesia dan Mesir.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Universitas Al-Azhar Kairo Resmi Buka Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Read More »

Badan Bahasa, Kemendikdasmen, Dukung Penyempurnaan Tafsir Al-Quran

Badan Bahasa, Kemendikdasmen, Dukung Penyempurnaan Tafsir Al-Quran

Badan Bahasa, Kemendikdasmen, Dukung Penyempurnaan Tafsir Al-Quran

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 491/sipers/A6/VIII/2025

Jakarta, 29 Agustus 2025 – Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama melakukan audiensi dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Aula Sasadu, Kantor Badan Bahasa, Jakarta. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara dua lembaga negara yang memiliki mandat berbeda, tetapi saling terkait erat, yaitu dalam pemeliharaan mutu teks terjemahan dan tafsir kitab suci Al-Qur’an yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menyambut positif kehadiran LPMQ. Ia menegaskan bahwa Badan Bahasa memiliki komitmen kuat untuk mendukung penyempurnaan aspek kebahasaan dalam teks-teks keagamaan. “Kami di Badan Bahasa bertugas menjaga standar bahasa Indonesia dan kami melihat bahwa penerjemahan dan penafsiran Al-Qur’an merupakan salah satu ruang yang sangat krusial. Jika bahasa Indonesia digunakan dengan tepat dalam terjemahan dan tafsir mushaf Al-Qur’an, pemahaman masyarakat akan makin baik, dan nilai-nilai Al-Qur’an dapat tersampaikan dengan utuh,” ujar Hafidz pada Senin (25/8).

Hafidz juga menambahkan pentingnya kesinambungan komunikasi antarlembaga agar hasilnya lebih konkret. “Kami berharap audiensi ini bukan hanya berhenti pada diskusi, tetapi juga berlanjut ke bentuk kerja sama nyata, baik berupa penyusunan pedoman, lokakarya bersama, maupun riset kebahasaan dalam teks keagamaan. Dengan demikian, peran Badan Bahasa dapat mendukung misi LPMQ dalam menjaga mutu terjemahan dan tafsir Al-Qur’an,” tambahnya.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menyampaikan bahwa kolaborasi ini tersebut sangat relevan dalam konteks perkembangan kebahasaan di Indonesia. “Bahasa bukan hanya medium komunikasi, melainkan juga sarana menjaga makna dan nilai. Penerjemahan teks suci seperti Al-Qur’an tentu memerlukan perhatian khusus agar tidak hanya tetap sesuai dengan kaidah bahasa, tetapi juga mudah dipahami oleh masyarakat luas,” ungkap Dora.

Dalam arahannya, Kepala LPMQ, Abdul Aziz Sidqi, menekankan bahwa keberadaan LPMQ tidak hanya berfungsi untuk menjaga keautentikan mushaf, tetapi juga memastikan keterbacaan teks terjemahan dan tafsir Al-Qur’an di tengah masyarakat Indonesia. “Kami menyadari bahwa penerjemahan Al-Qur’an adalah amanah besar. Ia harus tetap setia pada makna bahasa Arab, namun pada saat yang sama mampu hadir dalam bahasa Indonesia yang jelas, komunikatif, dan mudah dipahami. Di titik inilah kami memandang kerja sama dengan Badan Bahasa sebagai sesuatu yang sangat penting,” tutur Abdul Aziz.

Lebih lanjut, Abdul Aziz menambahkan bahwa tantangan penerjemahan Al-Qur’an tidak hanya pada aspek teknis bahasa, tetapi juga pada upaya menjaga konsistensi. “Setiap kata dalam Al-Qur’an membawa makna yang mendalam. Jika penerjemahan tidak konsisten, makna bisa bergeser. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa terjemahan yang digunakan benar-benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, sekaligus tidak mengurangi esensi ajaran yang terkandung di dalamnya,” ujarnya menegaskan.

Dalam audiensi tersebut, Kepala LPMQ didampingi oleh Reflita, Pengembang Tafsir Al-Qur’an Ahli Madya. Kehadirannya mencerminkan dukungan teknis dari LPMQ dalam memperkuat diskusi, khususnya terkait aspek kebahasaan dalam mushaf dan terjemahan dan tafsir Al-Qur’annya.

Pertemuan ini menegaskan bahwa kolaborasi antarinstansi pemerintah sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan zaman. Di satu sisi, LPMQ berperan menjaga keaslian dan ketepatan teks suci, sementara di sisi lain Badan Bahasa memiliki mandat menjaga kualitas bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Ketika keduanya bersinergi, hasil yang diharapkan adalah terjemahan Al-Qur’an yang tidak hanya tepat secara teologis, tetapi juga kuat secara kebahasaan.

Sebagai penutup, kedua lembaga menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat komunikasi dan membuka jalan menuju kerja sama yang lebih teknis pada kesempatan berikutnya. Audiensi ini menjadi awal yang baik untuk menghadirkan sinergi strategis, sekaligus menunjukkan bahwa penguatan literasi keagamaan tidak bisa dilepaskan dari mutu kebahasaan. Harapannya, langkah bersama ini dapat memperkaya khazanah kebahasaan bahasa Indonesia serta memastikan bahwa pesan Al-Qur’an tersampaikan dengan lebih jelas, mudah, dan bermakna bagi seluruh lapisan masyarakat.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Badan Bahasa, Kemendikdasmen, Dukung Penyempurnaan Tafsir Al-Quran Read More »

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Terima Penghargaan sebagai Menteri Pendukung Gerakan Zakat

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Terima Penghargaan sebagai Menteri Pendukung Gerakan Zakat

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 490/sipers/A6/VIII/2025

Jakarta, 29 Agustus 2025 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menerima penghargaan spesial “Menteri Pendukung Gerakan Zakat” yang diberikan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam acara Penganugerahan BAZNAS Awards 2025 di Jakarta, Kamis (28/8).

Dengan mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Mendukung Asta Cita”, penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, bersama jajaran pimpinan BAZNAS sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan dukungan nyata Menteri Abdul Mu’ti dalam mendorong penguatan ekosistem zakat di Indonesia, khususnya di tingkat kementerian dan lembaga.

Abdul Mu’ti menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini tidak hanya ditujukan untuk dirinya secara pribadi, melainkan merupakan pengakuan kolektif atas kerja keras seluruh seluruh insan pendidikan yang telah bekerja sama dalam menumbuhkan budaya kepedulian sosial.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS atas penghargaan yang diberikan kepada saya dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam kategori Menteri Pendukung Gerakan Zakat ini,” ungkap Mendikdasmen.

Penghargaan ini menjadi wujud pengakuan atas dukungan aktif Kemendikdasmen dalam mendorong penghimpunan zakat. Dukungan aktif Kemendikdasmen terhadap penguatan gerakan zakat salah satunya ditunjukkan melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan kementerian, yang secara resmi diluncurkan bersama BAZNAS pada Maret 2025 lalu. Sejak saat itu, UPZ Kemendikdasmen telah aktif menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah guna mendukung program sosial dan pendidikan.

“Ini menjadi bagian dari motivasi bagi saya pribadi dan tentu saja semua insan pendidikan di Kemendikdasmen untuk terus lebih aktif lagi menghimpun zakat, infak, sedekah melalui UPZ kami di Kemendikdasmen,” ujar Menteri Abdul Mu’ti.

Kepala BAZNAS RI, Noor Achmad, mengungkapkan bahwa pemberian penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas pengabdian dan kontribusi para penggerak zakat yang telah menjadi bagian tak terlupakan dalam catatan sejarah dan prestasi BAZNAS RI. “Pemberian penghargaan ini adalah upaya kami dalam mengapresiasi kontribusi dan dukungan yang senantiasa diberikan baik oleh kementerian dan lembaga kepada kami di BAZNAS RI,” ujar Noor Achmad.

Melalui penghargaan ini, Kemendikdasmen terus berkomitmen menjadikan zakat bukan hanya sebagai ibadah individu, melainkan juga sebagai instrumen sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pembangunan bangsa. Mendikdasmen juga turut mengajak seluruh pihak untuk terus menanamkan semangat berbagi dan peduli terhadap sesama.

“Semoga semua zakat, infak, dan sedekah kita, diterima Allah SWT dan zakat kita dapat memberdayakan masyarakat dan mencerdaskan bangsa. Mari kita terus tanamkan kebaikan dengan membiasakan berzakat,” tutup Mendikdasmen.

Penganugerahan BAZNAS Awards 2025 menjadi salah satu rangkaian dari acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI yang berlangsung selama 3 hari. BAZNAS RI memberikan penghargaan kepada lebih dari 900 penggerak zakat, termasuk kementerian, lembaga pemerintah pusat dan daerah, serta tokoh perseorangan yang dinilai berjasa dalam meningkatkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pembangunan bangsa.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemdikbud.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikbud.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Terima Penghargaan sebagai Menteri Pendukung Gerakan Zakat Read More »

Gandeng Universitas, Badan Bahasa Perkuat Pengutamaan Pengunaan Bahasa Indonesia di Riau

Gandeng Universitas, Badan Bahasa Perkuat Pengutamaan Pengunaan Bahasa Indonesia di Riau

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 453/sipers/A6/VIII/2025

Pekanbaru, 17 Agustus 2025—Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Balai Bahasa Provinsi Riau menyelenggarakan Penandatanganan Nota Kesepakatan, Perjanjian Kerja Sama, dan Rencana Kerja Sama serta Sosialisasi Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025 dan Praktik Baik Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik Kabupaten Siak di Universitas Negeri Riau.

Kegiatan ini dihadiri oleh pejabat dan perwakilan dari Pemerintah Kota Pekanbaru, Pemerintah Kabupaten Siak, Universitas Riau, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Universitas Islam Riau, Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Abdurrab, Universitas Lancang Kuning, Universitas Sains dan Teknologi Indonesia, Universitas Pahlawan, Politeknik Caltex Riau serta para peserta dari kalangan dosen maupun mahasiswa.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Umi Kulsum menyampaikan acara penandatanganan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam mewujudkan visi pendidikan bermutu bagi semua, serta melestarikan kekayaan bahasa dan sastra Indonesia. Dengan semangat “Bangga, Mahir, dan Maju dengan Bahasa Indonesia,” Balai Bahasa Provinsi Riau optimistis dapat menghadapi tantangan kebahasaan dan kesastraan di era globalisasi ini. “Kami berharap melalui kerja sama ini, program-program Balai Bahasa dan Badan Bahasa terkait pelestarian bahasa daerah, pengutamaan bahasa Indonesia, penginternasionalan Bahasa Indonesia, serta literasi kebahasaan dan kesastraan dapat berjalan lebih optimal,” ujar Umi Kulsum.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, memberikan apresiasi atas dukungan dan kontribusi dari berbagai pihak di Provinsi Riau. Ia menekankan pentingnya menjaga kedaulatan Bahasa Indonesia dan memperkenalkan Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia. “Kami akan melakukan sosialisasi, pemantauan, pendampingan, dan evaluasi penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik, lembaga pemerintah, perguruan tinggi, dan satuan pendidikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hafidz Muksin menyampaikan kebanggaannya atas penetapan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di sidang umum UNESCO. “Ini adalah pengakuan internasional yang luar biasa bagi bahasa kita, kita patut berbangga dan terus berupaya memajukan Bahasa Indonesia di kancah dunia,” tambahnya.

Salah satu poin penting yang disoroti adalah mengenai Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Hafidz Muksin mengajak seluruh pihak untuk menjadikan UKBI sebagai alat ukur kemahiran berbahasa Indonesia. “Saya mengimbau para rektor, pimpinan perguruan tinggi, dan pimpinan daerah untuk menjadikan UKBI sebagai standar pengukuran kemahiran berbahasa Indonesia. Sertifikat UKBI juga menjadi syarat wajib bagi calon penerima beasiswa unggulan Kemendikdasmen,” jelasnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Gandeng Universitas, Badan Bahasa Perkuat Pengutamaan Pengunaan Bahasa Indonesia di Riau Read More »

Kemendikdasmen, Kemenko PMK, dan Komisi Nasional Disabilitas RI Bersinergi Perkuat Literasi

Kemendikdasmen, Kemenko PMK, dan Komisi Nasional Disabilitas RI Bersinergi Perkuat Literasi

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 434/sipers/A6/VIII/2025

Kemendikdasmen, Kemenko PMK, dan Komisi Nasional Disabilitas RI Bersinergi Perkuat Literasi

Jakarta, 13 Agustus 2025— Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), pada Selasa (12/8), melaksanakan pertemuan membahas penguatan literasi, serta peningkatan aksesibilitas bahasa bagi penyandang disabilitas, khususnya komunitas. Acara yang berlangsung di Aula Sasadu, Gedung M. Tabrani, Rawamangun, Jakarta Timur itu, melibatkan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Komisi Nasional Disabilitas RI.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan empat program prioritas Badan Bahasa, yaitu kedaulatan bahasa Indonesia, peningkatan literasi kebahasaan dan kesastraan, pelestarian bahasa daerah, dan penginternasionalan bahasa Indonesia. Keempat program prioritas yang menjadi amanah Badan Bahasa, dikatakan Hafidz merupakan langkah strategis yang selaras dengan kebijakan Kemendikdasmen dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

“Tentu, makna Pendidikan Bermutu untuk Semua merujuk pada semua anak-anak termasuk anak-anak yang memiliki kebutuhan dan perhatian khusus. Badan Bahasa memiliki program penyediaan buku-buku pendukung literasi, baik cetak, digital, atau buku cerita braille. Tahun ini kami sedang menyusun 100 judul buku audio dan video yang bisa diakses semua kalangan,” tutur Hafidz.

Lebih lanjut, Hafidz Muksin, juga membuka peluang kolaborasi dengan Kemenko PMK untuk menghadirkan buku cerita braille, audio, dan video yang ramah disabilitas. Harapannya, literasi dapat diakses semua kalangan, termasuk teman tuli dan tunanetra. Hafidz juga menekankan bahwa bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga alat perjuangan dan pemersatu bangsa.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, menjelaskan, Kemenko PMK mengusung konsep ‘Semua Setara dalam Pembangunan’. Prinsip ini memastikan setiap lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dapat menikmati hasil pembangunan dan memperoleh akses yang setara. Salah satu fokus utama adalah penguatan peran bahasa isyarat sebagai bagian dari bahasa Indonesia, melalui penyelarasan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dalam kegiatan nasional,” jelasnya.

Sesuai amanat Perpres Nomor 12 Tahun 2025, target capaian pada 2029 adalah 71%, dengan membuka peluang seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, agar dapat merasakan manfaat pembangunan. Untuk itu, terdapat dua kegiatan prioritas yang akan dikawal, yakni penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan terhadap hak penyandang disabilitas dan lanjut usia, serta penguatan prinsip dan pendekatan inklusi sosial bagi penyandang disabilitas dan lansia dalam proses pembangunan,” lanjutnya.

Woro juga menegaskan bahwa bahasa isyarat memiliki peran penting bagi komunitas tuli di Indonesia. “Kami ingin memastikan setiap orang, termasuk teman-teman disabilitas, dapat menikmati hasil pembangunan, mendapatkan layanan setara, dan memiliki akses penuh terhadap pendidikan dan literasi,” ujarnya. Menurutnya, perlu ada penyelarasan antara SIBI dan BISINDO, sekaligus mengembangkan kosakata bahasa isyarat sebagaimana kosakata bahasa Indonesia yang terus bertambah. “Harapan kami, bahasa isyarat diakui dan diaplikasikan sebagai bagian dari bahasa nasional,” tambahnya.

Komisioner Komisi Nasional Disabilitas, Rachmita M. Harahap, menekankan pentingnya standardisasi dan penyebaran buku pegangan BISINDO di sekolah luar biasa. Ia mengungkapkan bahwa saat ini masih banyak guru yang belum memahami BISINDO sehingga diperlukan percepatan penerbitan dan distribusi buku, baik dalam bentuk cetak, audio, maupun video. “Bahasa isyarat adalah hak berbahasa bagi teman-teman Tuli yang harus dihargai dan dilestarikan,” ujarnya.

Pertemuan diakhiri dengan komitmen ketiga belah pihak untuk menyelaraskan program literasi serta memperkuat penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa isyarat sebagai kekayaan bahasa nasional. Kesepakatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pemerataan akses literasi di seluruh lapisan masyarakat. Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya kebijakan yang inklusif dan menguatkan persatuan bangsa melalui bahasa.

Badan Bahasa Konten Literasi Ramah Disabilitas Berbasis Animasi dan Audio

Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Iwa Lukmana, menambahkan bahwa Badan Bahasa juga telah memproduksi konten literasi ramah disabilitas berbasis animasi dan audio untuk mempermudah akses bagi komunitas Tuli. “Kami sudah membuat cerita rakyat dan cerita anak yang disertai suara dan animasi, sehingga lebih interaktif,” jelasnya. Produk-produk tersebut dapat diakses melalui situs resmi https://penerjemahan.kemendikdasmen.go.id/.

Sebagai tindak lanjut, Badan Bahasa akan mengadakan uji coba UKBI Adaptif untuk komunitas tuli sebagai bagian dari rangkaian Bulan Bahasa dan Sastra 2025, yang puncaknya akan berlangsung pada 28 Oktober 2025. Kegiatan ini akan diwarnai dengan pentas sastra, lomba mendongeng untuk tunanetra, serta berbagai program literasi inklusif lainnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen, Kemenko PMK, dan Komisi Nasional Disabilitas RI Bersinergi Perkuat Literasi Read More »

Leksikografi dan Kecerdasan Artifisial: Adaptasi Teknologi untuk Kedaulatan BangsaBerkomitmen Perkuat Kedaulatan Bahasa Indonesia di Ruang Pubik

Mendikdasmen dan Pemangku Kepentingan Berkomitmen Perkuat Kedaulatan Bahasa Indonesia di Ruang Pubik

Siaran Pers
Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 406/sipers/A6/VIII/2025

Surabaya, 2 Agustus 2025 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengawasan penggunaan bahasa Indonesia pada kegiatan Konsolidasi Daerah tentang Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia yang digelar di Provinsi Jawa Timur, Jumat (1/8). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kedaulatan bangsa melalui Bahasa Indonesia, sekaligus implementasi atas Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa juga mengingatkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar harus menjadi disiplin kolektif. “Komitmen kita untuk bangga, mahir dan maju dengan bahasa Indonesia harus menjadi komitmen kolektif dari seluruh komponen bangsa terutama dengan kedispilinan menggunakan bahasa Indonesia di ruang-ruang publik,” tegas Abdul Mu’ti dalam arahannya, di Surabaya, Jumat (1/8).

Bahasa Indonesia tidak hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga simbol jati diri dan kedaulatan bangsa. Penguatan kedaulatan bahasa Indonesia di ruang publik harus terus digalakkan bersama. “Kita telah memiliki deklarasi budaya dalam Sumpah Pemuda, deklarasi politik melalui Proklamasi, dan deklarasi wilayah melalui Deklarasi Djuanda. Maka sudah semestinya kita kuatkan juga deklarasi kedaulatan bahasa. Bahasa Indonesia harus menjadi kebanggaan dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, prinsip Trigatra Bangun Bahasa—Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing—disampaikan sebagai dasar kebijakan kebahasaan yang inklusif dan adaptif terhadap dinamika global. Selain pengutamaan bahasa Indonesia, pelindungan bahasa dan sastra daerah juga menjadi prioritas, melalui regulasi, pendidikan, dan revitalisasi budaya lokal.

Mendikdasmen mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bangga, mahir, dan maju bersama bahasa Indonesia. Jawa Timur diharapkan menjadi teladan nasional dalam pelaksanaan kebijakan kebahasaan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berpihak pada penguatan budaya bangsa. “Kita perlu membiasakan diri, termasuk di ruang digital. Karena kebiasaan itulah yang akan meneguhkan bahasa sebagai jati diri dan daya saing bangsa,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kementerian, perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur, lembaga kebahasaan, pendidik dan tenaga pendidikan, organisasi profesi, dan pihak swasta.

Penandatanganan Komitmen Bersama Wujud Partisipasi Semesta Awasi Penggunaan Bahasa Indonesia
Pada kegiatan tersebut, dilakukan penandatanganan komitmen bersama oleh pemerintah daerah dari Kota Madiun, Kabupaten Kediri, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Sumenep, sebagai wujud konkret dukungan terhadap pelaksanaan pengawasan bahasa Indonesia. Selain itu, diserahkan pula draf Surat Keputusan pembentukan Tim Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia yang akan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah dan didukung unit kerja terkait di masing-masing pemerintah provinsi/kabupaten/kota.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menjelaskan bahwa konsolidasi ini bertujuan menyamakan persepsi lintas sektor terhadap pelaksanaan pengawasan penggunaan bahasa Indonesia, baik di ruang publik, dalam dokumen resmi, maupun dalam komunikasi kelembagaan. Ia juga menyampaikan pentingnya dukungan aktif dari pemerintah daerah melalui sosialisasi, pemantauan, pendampingan, dan evaluasi secara berkelanjutan.

Senada dengan itu, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah IV Kemendagri, Paudah, menyatakan bahwa bahasa Indonesia adalah simbol persatuan dan harus mendapat perhatian serius di tingkat daerah. “Bahasa Indonesia adalah identitas nasional. Pengawasannya bukan semata urusan regulasi, tetapi soal keteguhan kita menjaga marwah bangsa,” ujarnya.

Kemendagri mendukung penuh atas upaya Kemendikdasmen dalam mengawal implementasi regulasi pengawasan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan tata naskah dinas di instansi pemerintah dapat berjalan dengan baik. Ia menegaskan agar seluruh pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota segera membentuk tim pengawasan penggunaan bahasa Indonesia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X:x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Mendikdasmen dan Pemangku Kepentingan Berkomitmen Perkuat Kedaulatan Bahasa Indonesia di Ruang Pubik Read More »

Empat Inovasi Kemendikdasmen Tembus Final Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2025

Empat Inovasi Kemendikdasmen Tembus Final Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: /sipers/A6/VII/2025

Empat Inovasi Kemendikdasmen Tembus Final Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2025

Jakarta, 30 Juli 2025 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Empat inovasi pelayanan publik dari lingkungan Kemendikdasmen berhasil melaju ke babak final Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional Tahun 2025. Pencapaian ini menjadi bukti nyata dari komitmen Kemendikdasmen dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan, khususnya di sektor pendidikan dasar dan menengah.

Keempat inovasi tersebut adalah Kareta Sobat dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat, UKBI Adaptif dari Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, SIMFAL dari Balai Besar Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bidang Pertanian, serta Dasbor Verifikasi dan Validasi Anak Tidak Sekolah (ATS). Keberhasilan keempat inovasi ini mencerminkan hasil kerja kolektif seluruh unsur di Kemendikdasmen, serta sinergi yang terbangun dengan ekosistem pendidikan di berbagai daerah.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan masuk ke tahap final kompetisi merupakan bentuk nyata dari semangat perubahan yang selama ini terus digaungkan di dalam kementerian. “Kami sangat mengapresiasi pencapaian ini, yang merupakan bukti nyata dari upaya kolektif kami dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik dan inovatif. Keempat inovasi yang berhasil masuk babak final ini merepresentasikan komitmen kami untuk terus beradaptasi dengan perkembangan organisasi, baik dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan maupun dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital guna menghadirkan pelayanan publik yang relevan dan efektif,” ujar Suharti dalam keterangan resminya.

Kereta Sobat: Inovasi untuk Layanan Pendidikan yang Terintegrasi dan Menjangkau Pelosok

Kareta Sobat merupakan inovasi yang dirancang untuk menjangkau wilayah terpencil dengan membawa layanan pendidikan yang terintegrasi untuk siswa, guru, dan masyarakat, menggunakan kendaraan mobil pendidikan. UKBI Adaptif menawarkan pendekatan baru dalam mengukur kemahiran berbahasa Indonesia secara lisan maupun tulis melalui sistem digital berbasis teknologi adaptif, sehingga lebih efisien dan personal.

Sementara itu, SIMFAL telah dikembangkan sejak 2017 sebagai sistem pendukung pelatihan vokasi di bidang pertanian, dengan pendekatan paperless dan integrasi teknologi komunikasi yang memudahkan interaksi antara pengguna dan sistem. Inovasi terakhir, Dasbor ATS, memanfaatkan data dari sistem Dapodik dan EMIS untuk memetakan anak tidak sekolah secara akurat dan real-time, sehingga memudahkan pemerintah dalam merancang kebijakan intervensi pendidikan yang tepat sasaran dan hemat biaya.

Tentang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional

Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional yang diselenggarakan setiap tahun ini diikuti oleh ribuan inovasi dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta BUMN dan BUMD. Tahun ini, sebanyak 2.378 proposal inovasi masuk dalam sembilan kategori yang dikompetisikan. Setelah melalui serangkaian tahapan penilaian yang ketat, meliputi aspek dampak, kebaruan, keberlanjutan, dan potensi replikasi, hanya sebagian kecil yang dinyatakan layak melaju ke babak final—dan empat di antaranya berasal dari Kemendikdasmen.

Suharti menambahkan, keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran Kemendikdasmen untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat pendidikan. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk senantiasa terlibat aktif dalam mendukung peningkatan kualitas layanan publik di sektor pendidikan.

Para finalis akan memasuki tahap akhir berupa penilaian publik melalui partisipasi masyarakat pengguna layanan. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada bulan Agustus 2025. Kemendikdasmen pun optimistis bahwa langkah inovatif ini akan membuahkan hasil terbaik bagi pendidikan Indonesia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntuksemua
#KemendikdasmenRamah

Empat Inovasi Kemendikdasmen Tembus Final Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2 Read More »

Kemendikdasmen Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor, Cegah Kepunah

Kemendikdasmen Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor, Cegah Kepunahan Bahasa Daerah

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 392/sipers/A6/VII/2025

Kemendikdasmen Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor, Cegah Kepunahan Bahasa Daerah

Jakarta, 27 Juli 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), bekerja sama dengan Wacana Universitas Indonesia serta Universitas Leiden menggelar kuliah umum bertajuk “Keanekaragaman dan Kelestarian Bahasa di Indonesia: Mengeksplorasi Variasi Regional dan Pelindungan Bahasa”.

Acara yang diselenggarakan secara hibrida di Aula Sasadu, Gedung M. Tabrani Badan Bahasa dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Badan Bahasa ini, berhasil menarik partisipasi lebih dari 700 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, mahasiswa, pegiat budaya, hingga masyarakat luas. Melalui acara ini, Kemendikdasmen tekankan kolaborasi menjadi kunci dalam mencegah kepunahan bahasa daerah.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, dan lembaga pendidikan sebagai kunci utama dalam memperkuat upaya pelestarian bahasa dan sastra daerah di Indonesia. “Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini, kolaborasi sangat penting dalam upaya pelestarian bahasa daerah, agar warisan leluhur kita tidak punah,” tegasnya di Jakarta.

Pada kesempatan ini, Hafidz juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas antusiasme peserta serta kehadiran para narasumber, termasuk Nazarudin, akademisi sekaligus pegiat pelestarian bahasa dari Universitas Indonesia, dan Marian Klamer, profesor bahasa rumpun Papua dan Austronesia dari Universitas Leiden. Hal ini menandakan bahwa perhatian dan kepedulian masyarakat kita terhadap upaya pelestarian bahasa daerah telah tumbuh.

Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki keanekaragaman bahasa daerah, tercatat sebanyak 718 bahasa daerah. Bahasa daerah tersebut tidak hanya menjadi alat komunikasi, melainkan juga cerminan kekayaan budaya dan identitas bangsa. Keanekaragaman bahasa ini diibaratkan sebagai ‘taman kota’ yang penuh aneka warna, di mana setiap warna melambangkan karakter unik dari masyarakat di berbagai penjuru nusantara.

Dalam kuliah umum ini, Hafidz juga menekankan peran generasi muda sebagai pilar pelestarian bahasa daerah, yang idealnya berperan aktif melalui berbagai kegiatan budaya, lomba berbahasa daerah, serta pemanfaatan media digital dalam mengembangkan bahasa lokal melalui berbagai wadah ekspresi kekinian.

“Keberagaman bahasa di Indonesia seperti taman kota yang penuh aneka warna, masing-masing warna melambangkan karakter masyarakat dari berbagai penjuru nusantara. Generasi muda adalah kunci utama pelestari bahasa daerah, mereka perlu ditanamkan agar memiliki kecintaan terhadap bahasa ibu melalui aktivitas sehari-hari, ruang kreativitas dan apresiasi, program budaya, dan media digital,” tambahnya.

Peran Strategis Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Pemersatu Bangsa

Pada sesi diskusi menyoroti peran strategis Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa sejak Sumpah Pemuda 1928, serta gerakan “Bangga Berbahasa Indonesia, Mahir Berbahasa Indonesia, dan Maju Bersama Bahasa Indonesia”. Dominasi bahasa nasional ini juga membawa tantangan bagi keberlangsungan bahasa daerah yang mulai tergeser penggunaannya, terutama di ranah formal dan pendidikan.

Salah satu isu penting yang diangkat adalah keterbatasan pembelajaran bahasa daerah di sekolah yang masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan bahasa asing, serta kurangnya sumber daya pengajar yang kompeten di daerah terpencil. Namun, inovasi dan upaya pelestarian terus dilakukan, seperti pengembangan platform digital, permainan edukatif berbasis budaya lokal, dan sistem penerjemah otomatis yang tengah dikembangkan oleh komunitas pemuda di beberapa daerah.

Marian Klamer memaparkan betapa kompleks dan kaya ekologi linguistik Indonesia yang meliputi tidak hanya bahasa daerah dan bahasa Indonesia, melainkan juga lingua franca lokal dan ragam Melayu yang telah berkembang selama berabad-abad. Ia mencontohkan fenomena di Pulau Pantar yang kecil namun memiliki 11 bahasa lokal, menandakan keberagaman yang sangat tinggi meskipun dalam wilayah terbatas.

Selanjutnya, Nazarudin membagikan studi kasus tentang bahasa Oirata di Pulau Kisar, Maluku, yang menghadapi tantangan penurunan jumlah penutur, namun terus dilestarikan melalui inisiatif lokal dan dokumentasi intensif. Kajian dan penelitian yang telah dilakukan bertahun-tahun tersebut, telah memantik semangat dan kreativitas tokoh masyarakat setempat untuk menciptakan kamus bahasa daerah yang ada di wilayahnya agar menjadi dokumentasi penting dan media pembelajaran bagi generasi mereka.

Pada sesi tanya jawab, peserta mengajukan pertanyaan terkait dinamika bahasa di Indonesia, termasuk hubungan bahasa lokal Papua dengan bahasa Australia. Diskusi tentang strategi penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa ibu dalam keluarga multibahasa, serta pengembangan konten digital budaya yang semakin kreatif juga turut diperbincangkannya bersama nara sumber.

Kuliah umum ini dipandu oleh Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia. Di akhir sesi Dora berharap, semangat kolaborasi, inovasi, dan cinta terhadap bahasa ibu maupun bahasa nasional dapat terus dijaga oleh seluruh pemangku kepentingan. “Dengan begitu, bahasa daerah dan bahasa Indonesia tidak hanya terlestarikan tetapi juga berkembang maju sebagai warisan tak ternilai bagi bangsa,” pungkasnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X:x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor, Cegah Kepunahan Bahasa Daerah Read More »