Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara

pengunggah

Peran Bahasa dalam Meningkatkan Karakter Berbahasa Generasi Muda di Era 5.0

Peran Bahasa dalam Meningkatkan Karakter Berbahasa Generasi Muda di Era 5.0

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 203/sipers/A6/V/2025

Peran Bahasa dalam Meningkatkan Karakter Berbahasa Generasi Muda di Era 5.0

Jakarta, 8 Mei 2025 – Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menjadi pembicara utama dalam Seminar Kebahasaan yang bertajuk “Peran Bahasa dalam Meningkatkan Karakter Berbahasa di Era 5.0” di ruang auditorium Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Selasa (6/5). Tujuan dari seminar ini ialah untuk menggali pemahaman kritis mahasiswa terhadap dinamika berbahasa dalam kehidupan generasi muda. Seminar diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMANESIA) Universitas Muhamadiyah Jakarta bersama Universitas Muhamadiyah Tangerang.

Peran Bahasa dalam Meningkatkan Karakter Berbahasa Generasi Muda di Era 5.0

Dalam sesi bertajuk “Bahasa yang Digunakan Generasi Muda”, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, mengungkapkan bahwa bahasa gaul yang sering digunakan generasi muda dalam kehidupan sehari-hari telah mewarnai tranformasi bahasa khususnya di kalangan anak muda. Ia menegaskan pentingnya membentuk karakter berbahasa yang santun, kritis, dan inklusif sejak dini, karena banyak dampak positif dan negatif dari ragam bahasa yang berkembang cepat.

Peran dan kedudukan bahasa amatlah penting dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. “Bahasa telah diatur dalam UUD 1945 yang menandakan pentingnya kedudukan bahasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, bahasa juga diatur dalam UU 24 Tahun 2009, PP 57 Tahun 2014 dan penggunaan bahasa Indonesia telah diatur dalam Perpres 63 Tahun 2019,” ujar Hafidz.

Peran Bahasa dalam Meningkatkan Karakter Berbahasa Generasi Muda di Era 5.0

Hafidz juga menjelaskan tentang peran Badan Bahasa dalam upaya pembinaan, pengembangan, dan pelindungan bahasa dan sastra. Salah satu produk layanan yang sering digunakan para mahasiswa adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang saat ini hampir mencapai 300juta pencarian. Selain itu juga memperkenalkan Superaplikasi Halo Bahasa yang memuat produk-produk dan layanan Badan Bahasa dalam satu genggaman secara mudah dan cepat. Guna menguji dan mengetaui tingkat kemahiran berbahasa Indonesia para peserta, Hafidz juga menyarankan seluruh mahasiswa untuk mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).

Ia mengimbau para mahasiswa untuk turut menjaga kedaulatan bahasa Indonesia di lingkungan kampus sebagai objek pengawasan penggunaan bahasa Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti. “Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia, telah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pada 24 Februari 2025 dan telah diluncurkan bersama-sama dengan Menteri Dalam Negeri pada 25 April 2025 di Jakarta sekaligus Pencanangan Komitmen Bersama Menjaga Kedaulatan Bahasa Negara,” tegasnya.

Ia mengajak para mahasiswa agar memahami peran bahasa dalam pembentukan identitas generasi muda di tengah era digital, dimana fenomena penggunaan bahasa gaul merambah di kalangan generasi muda. Perubahan bentuk dan makna bahasa di media sosial menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perkembangan kebahasaan. Seminar ini menjadi ruang refleksi dan edukasi yang baik mengenai praktik berbahasa yang baik dan benar serta kontekstual. Kegiatan seminar semakin bergema saat Kepala Badan Bahasa mengajak seluruh peserta menggaungkan semangat Tri Gatra Bangun Bahasa, Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing.

Peran Bahasa dalam Meningkatkan Karakter Berbahasa Generasi Muda di Era 5.0

Senada dengan hal itu, Aeni Nurhidayati selaku panitia seminar menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai forum diskusi ilmiah dan pembinaan sikap kebahasaan mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa seminar kebahasaan ini memiliki tujuan agar peran bahasa dapat membentuk pola pikir dan perilaku anak muda. “Bahasa dipandang sebagai sarana komunikasi yang adaptif terhadap perubahan zaman dan teknologi, supaya peserta berpikir kritis terhadap penggunaan bahasa yang mereka hadapi setiap hari,” ucap Aeni.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Kepala Badan Bahasa memberikan peserta memahami kebijakan kebahasaan nasional secara komprehensif. “Kegiatan ini diharapkan oleh kalangan mahasiswa sebagai pembentukan generasi muda yang cakap dan berkarakter melalui bahasa semakin optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen FKIP UMT, Luluk Mukaromah, yang menjadi salah seorang pemateri seminar menuturkan bahwa karakter berbahasa juga dibentuk dari keluarga dan lingkungan sekitar tempat tinggal. Sehingga bahasa perlu digunakan sebagaimana mestinya sesuai dengan konteks. “Bahasa adalah sistem komunikasi berupa simbol, bunyi, dan aturan yang disepakati,” tuturnya.

Luluk mengharapkan melalui seminar dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab, peserta diajak menyelami dinamika bahasa generasi muda secara lebih aplikatif. Supaya dapat mengenal istilah-istilah gaul yang kini telah mendapat pengakuan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Peserta juga diingatkan akan pentingnya menjaga kesantunan dan efektivitas dalam berbahasa. “Seminar ini menjadi contoh konkret pendidikan bahasa yang relevan dengan realitas kehidupan kampus dan masyarakat,” pungkasnya.

Peran Bahasa dalam Meningkatkan Karakter Berbahasa Generasi Muda di Era 5.0

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Peran Bahasa dalam Meningkatkan Karakter Berbahasa Generasi Muda di Era 5.0 Read More »

Program Revitalisasi Sekolah Hingga Sosialisasi Kebijakan Hiasi Hardiknas Tahun 2025 di Purbalingga

Program Revitalisasi Sekolah Hingga Sosialisasi Kebijakan Hiasi Hardiknas Tahun 2025 di Purbalingga

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 198/sipers/A6/V/2025

Program Revitalisasi Sekolah Hingga Sosialisasi Kebijakan Hiasi Hardiknas Tahun 2025 di Purbalingga

Purbalingga, 3 Mei 2025 — Mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, hadir di TK Pertiwi I Serang untuk menyosialisasikan peluncuran Program Revitalisasi Sekolah. Salah satu sekolah yang direvitalisasi adalah TK Pertiwi I Serang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Program Revitalisasi Sekolah Hingga Sosialisasi Kebijakan Hiasi Hardiknas Tahun 2025 di Purbalingga

“Pendidikan bermutu hanya bisa tercapai dengan didukung lingkungan belajar yang memadai. Program revitalisasi ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah membangun masa depan bangsa, melalui layanan pendidikan yang adil dan merata,” ujar Hafidz di Purbalingga, Jumat (2/5).

Seremoni di TK Pertiwi I tetap berlangsung khidmat meski diguyur hujan deras. Sebagai penanda simbolis, dilakukan pemakaian helm proyek kepada pihak sekolah. Hafidz juga menyerahkan boneka Bebe dari Badan Bahasa dan buku bacaan anak dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Sementara itu, Direktur PAUD, Nia Nurhasanah, turut memberikan dana bantuan ke TK Pertiwi I dan perlengkapan sekolah berupa tas, alat tulis, dan alat menggambar kepada siswa TK Pertiwi I.

Sosialisasi Kebijakan Kementerian: Penguatan Karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Masih dalam rangkaian peringatan Hardiknas, Hafidz Muksin juga bertugas sebagai pembina upacara di SMA Negeri 1 Bobotsari, menyampaikan pidato Mendikdasmen dan mengajak seluruh peserta upacara memperkuat semangat gotong royong dan pembiasaan hidup sehat. Ia juga menyampaikan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat; sebagai bagian dari kebijakan pendidikan karakter.

“Generasi hebat tidak dibentuk dalam semalam. Ia tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dan berlandaskan nilai-nilai baik,” ujar Hafidz yang kala itu kompak mengenakan busana adat khas Jawa Tengah bersama dengan guru-guru lainnya

Program Revitalisasi Sekolah Hingga Sosialisasi Kebijakan Hiasi Hardiknas Tahun 2025 di Purbalingga

Penguatan Literasi dan Bahasa: Implementasi Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025

Sebagai bagian dari penguatan tata kelola penggunaan bahasa di satuan pendidikan, Hafidz turut menyosialisasikan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 2 Tahun 2025 Tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia, yang telah diluncurkan pada 25 April lalu. Kebijakan ini merupakan wujud pelaksanaan semangat Trigatra Bangun Bahasa, yang mencakup pengutamaan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguasaan bahasa asing.

Program Revitalisasi Sekolah Hingga Sosialisasi Kebijakan Hiasi Hardiknas Tahun 2025 di Purbalingga

“Kita perlu menjaga kedaulatan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, bahasa pemersatu bangsa. Gunakanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam seluruh aktivitas pembelajaran dan administrasi di sekolah,” tegas Hafidz.

Penandatanganan komitmen bersama sebagai implementasi Permendikdasmen dilakukan di tiga sekolah yaitu SMAN 1 Bobotsari, SMPN 1 Purbalingga, dan SMPN 1 Padamara, dengan dukungan langsung dari kepala sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga.

Dalam kesempatan yang sama, Hafidz juga menyerahkan piagam penghargaan Apresiasi Giat UKBI Adaptif Merdeka Tahun 2024 kepada tiga sekolah tersebut. UKBI menjadi salah satu instrumen pengukuran kemahiran berbahasa Indonesia yang disiapkan Badan Bahasa untuk mendukung literasi nasional.

Program Revitalisasi Sekolah Hingga Sosialisasi Kebijakan Hiasi Hardiknas Tahun 2025 di Purbalingga

Hardiknas 2025 sebagai Momentum Kolaborasi dan Pemerataan Pendidikan

Kemendikdasmen melalui peringatan Hardiknas 2025 tidak hanya menggelar upacara secara simbolis, tetapi juga mengirimkan jajaran pejabat eselon I dan II ke berbagai daerah, termasuk wilayah 3T, sebagai bentuk kehadiran negara secara menyeluruh.

Dengan mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, peringatan tahun ini menjadi pengingat bahwa transformasi pendidikan hanya dapat dicapai melalui gotong royong seluruh pihak—pemerintah, sekolah, guru, siswa, orang tua, dan masyarakat.

Program Revitalisasi Sekolah Hingga Sosialisasi Kebijakan Hiasi Hardiknas Tahun 2025 di Purbalingga

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Program Revitalisasi Sekolah Hingga Sosialisasi Kebijakan Hiasi Hardiknas Tahun 2025 di Purbalingga Read More »

Terima Rekomendasi Konsolnas, Mendikdasmen Apresiasi Dedikasi dan Masukan Peserta

Terima Rekomendasi Konsolnas, Mendikdasmen Apresiasi Dedikasi dan Masukan Peserta

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 188/sipers/A6/IV/2025

Terima Rekomendasi Konsolnas, Mendikdasmen Apresiasi Dedikasi dan Masukan Peserta

Depok, 30 April 2025 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, secara resmi menerima hasil rekomendasi dari delapan komisi dalam Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (Konsolnas Dikdasmen) Tahun 2025 yang berlangsung di Depok, Jawa Barat, pada Rabu (30/4).

Dalam sambutannya, Mendikdasmen menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan seluruh peserta selama tiga hari pelaksanaan kegiatan. “Tiga hari kita bersama-sama mencurahkan pikiran, gagasan, dan praktik-praktik baik untuk memajukan pendidikan nasional. Forum Konsolidasi Nasional ini terasa begitu indah karena kita memiliki semangat, visi, dan komitmen yang sama bahwa Indonesia masa depan dan berkemajuan bisa kita wujudkan melalui pendidikan yang bermutu untuk semua,” ujarnya.

Mendikdasmen juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan partisipasi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. “Kami ingin memperkuat bagaimana Pendidikan Bermutu untuk Semua dapat terwujud. Tidak hanya dibutuhkan partisipasi, tetapi juga gerakan yang terkonsolidasi dengan baik. Inilah kunci untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengangkat martabat Indonesia,” lanjutnya.

Mengakhiri sambutannya, Mendikdasmen memberikan apresiasi atas dukungan daerah terhadap penguatan karakter anak bangsa melalui gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan masukan dari seluruh peserta, terutama atas poin-poin kritis yang akan menjadi agenda kita bersama ke depan,” pungkasnya.

Perwakilan Komisi 1, Emy Rosana Saleh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara, menyampaikan bahwa sidang komisi terkait Rancangan Rencana Strategis Kemendikdasmen 2025-2029 telah menghasilkan tiga poin rekomendasi yaitu akses, mutu, dan tata kelola.

“Untuk akses, kami menekankan pada penyediaan akses bagi wilayah tanpa satuan pendidikan, karena di daerah-daerah masih banyak wilayah kecamatan terpencil yang tidak mendapatkan akses. Kedua, rekomendasi kami adalah mengoptimalisasikan pemenuhan dan peningkatan mutu guru hingga strategi pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Lalu dari sisi tata kelola, kita semua harus mensinergikan bagaimana nanti kebijakan terkait dengan pengelolaan dari anak putus sekolah ataupun wajib belajar 13 tahun,” jelasnya.

Perwakilan Komisi 2, Taufiq Mursad dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, menyampaikan rekomendasi penguatan kebijakan terkait program pembangunan dan revitalisasi sekolah. Ia mendorong penggunaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang telah diverifikasi dan divalidasi oleh dinas pendidikan sebagai dasar perencanaan dan sasaran program pembangunan yang akurat.

Perwakilan Komisi 3, Maryam dari Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai, menyampaikan rekomendasi terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Maryam mengatakan agar dilakukan analisis daya tampung oleh pemerintah daerah dalam tahap perencanaan SPMB dan penguncian Dapodik sesuai dengan daya tampung pada saat pengumuman pendaftaran, sebagai upaya transparansi pelaksanaan SPMB. Selain itu, untuk menjawab isu daya tampung, dapat dilakukan pelibatan satuan pendidikan swasta terakdreditasi dan satuan-satuan pendidikan lainnya melalui kerja sama.

Perwakilan Komisi 4, Katman dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyampaikan sejumlah praktik baik pemanfaatan Rapor Pendidikan oleh pemerintah daerah (Pemda) dan satuan pendidikan agar menjadi referensi bagi daerah ataupun satuan pendidikan lainnya. Salah satunya, Kabupaten Lombok Tengah telah melakukan analisis pemetaan mutu pendidikan di wilayahnya menggunakan data Rapor Pendidikan dengan menganalisis kesenjangan kualitas hasil belajar. Berdasarkan hasil analisis tersebut, kemudian dipetakan kecamatan dan satuan pendidikan mana yang perlu diprioritaskan untuk perbaikan.

Perwakilan Komisi 5, Usman dari Dinas Pendidikan Kabupaten Buol, juga menyampaikan sejumlah praktik baik di daerah terkait tata kelola guru dan status kepegawaian guru yang meliputi: 1) 7 SEAMEO Center telah melakukan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru; 2) Asosiasi Guru Matematika Indonesia ikut berperan dalam meningkatkan kompetensi guru matematika; dan 3) Komunitas Guru Belajar Nusantara berkolaborasi dengan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sumatra Utara dan Jawa Timur dalam Program Sesi Belajar.

Perwakilan Komisi 6, Pujianto dari Dinas Pendidikan Kota Sorong, menyampaikan, “Kami merekomendasikan kepada Bapak Menteri dan jajaran agar sekiranya pendidikan jarak jauh dapat menjadi kebijakan di tahun 2026. Hal ini didasari oleh materi pembelajaran yang terstruktur, media komunikasi yang interaktif dan efektif, dukungan teknis dan akademik, penilaian yang komprehensif dan adaptif, guru yang kompeten dalam pembelajaran, serta murid yang mandiri dan termotivasi.”

Perwakilan Komisi 7, Sutarmo dari Dinas Pendidikan Kota Surakarta, menyampaikan bahwa terkait pendidikan karakter perlu adanya percepatan penyusunan peraturan dan kebijakan di tingkat daerah yang mendukung implementasi penguatan pendidikan karakter. Selain itu, perlu juga adanya aktivasi penguatan pendidikan karakter dengan melibatkan empat pusat pendidikan, yaitu satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan media.

Perwakilan Komisi 8, Herawati dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, menyampaikan bahwa terkait peningkatan literasi bahasa dan sastra perlu dilakukan integrasi literasi dalam Asesmen Nasional dan Rapor Pendidikan. Penguatan akses dan pemanfaatan buku bacaan bermutu juga penting untuk dilakukan dengan melibatkan Balai Bahasa dalam fasilitasi, distribusi, pelatihan penggunaan bahan bacaan.

Dengan penyerahan hasil rekomendasi dari delapan sidang komisi, Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah 2025 diharapkan menjadi pijakan strategis dalam merumuskan kebijakan pendidikan ke depan. Seluruh rekomendasi ini akan dibahas lebih lanjut secara mendalam oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama pemangku kepentingan terkait, guna memastikan implementasi yang selaras, tepat sasaran, dan berkelanjutan demi terwujudnya Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Terima Rekomendasi Konsolnas, Mendikdasmen Apresiasi Dedikasi dan Masukan Peserta Read More »

Mendikdasmen Paparkan Program Prioritas Pendidikan di Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2025

Mendikdasmen Paparkan Program Prioritas Pendidikan di Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2025

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 184/sipers/A6/IV/2025

Mendikdasmen Paparkan Program Prioritas Pendidikan di Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2025

Depok, 29 April 2025 – Pada hari kedua Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2025, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memaparkan program prioritas pendidikan di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM), Depok, Jawa Barat (29/4).

Mendikdasmen Paparkan Program Prioritas Pendidikan di Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2025

”Tujuan Konsolnas ini diselenggarakan untuk menyukseskan secara bersama-sama program Asta Cita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran pada poin pertama dan keempat,” ucap Menteri Mu’ti.

Ia menjelaskan bahwa program dan visi Kemendikdasmen, yakni Pendidikan Bermutu untuk Semua, memiliki alasan legal konstitusional dalam membuat kebijakan pendidikan yaitu pembukaan UUD 1945 alinea ke-4; Undang-undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat 1, 2, dan 3; Undang-undang Nomor 2 Tahun 2023 tentang Sistem Pendidikan Nasional, serta beberapa peraturan lain yang terkait pendidikan.

Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, juga menguraikan sejumlah program-program prioritas yang telah dan akan dilaksanakan oleh Kemendikdasmen, meliputi 1) redistribusi guru ASN ke sekolah swasta; 2) pembaruan sistem pengelolaan kinerja guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah; 3) transformasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB); 4) penguatan karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat; 5) pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning); 6) pelajaran coding dan kecerdasan buatan; serta 7) sistem evaluasi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Purwadi Arianto, mengungkapkan bahwa upaya KemenPAN-RB dalam mendukung pendidikan dasar dan menengah sebagai penyusun formasi guru serta ekosistem pembinaan guru yang dilakukan sesuai dengan kebijakan terintegrasi agar dapat membangun sinergitas, konsolidasi, dan kolaborasi bersama supaya menyatukan langkah dan strategi yang mendukung peningkatan kualitas, kompetensi, dan pemerataan guru.

”KemenPAN-RB memiliki peran dan memberikan dukungan terhadap pendidikan dasar dan menengah untuk menyusun kebijakan SDM dan formasi guru serta strategi kebijakan terkait pembinaan guru,” ungkap Wamen Purwadi dalam sesi paparan KemenPAN-RB.

Wamen Purwadi menerangkan bahwa upaya pengaturan jabatan fungsional (JF) guru telah diatur oleh Undang-undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS). ”Upaya dalam membuat kebijakan jabatan fungsional bidang pendidikan yang telah disederhanakan menjadi JF guru sesuai dengan urgensi pada transformasi pendidikan, fleksibilitas dan distribusi pengelolaan JF, dan pembinaan karir melalui penugasan,” terangnya.

Sementara itu, dalam sesi paparan Kementerian Keuangan yang diwakili oleh Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Diah Dwi Utami, menyampaikan bahwa anggaran pendidikan mencapai 20% dari total APBN sejak 2009 secara nominal yang terus meningkat setiap tahunnya. “Dengan total anggaran pendidikan dari 2009-2024 di mana dominan utamanya untuk mendukung pendidikan dasar dan menengah kewenangan pemerintah daerah (termasuk gaji guru),” ucap Direktur Diah.

Direktur Diah menjelaskan bahwa anggaran pendidikan pada tahun 2025 untuk mendukung supply-side dan demand-side bidang pendidikan yang akan difokuskan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) seperti Program Indonesia Pintar (PIP), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Tunjangan Profesi Guru (TPG) Non PNS dan Renovasi Sekolah.

Ia menambahkan bahwa kebijakan anggaran pendidikan tahun 2025 diupayakan untuk peningkatan akses dan kualitas sarana prasarana; peningkatan kualitas lulusan pendidikan; penanaman moderasi beragama; penguatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan; penguatan pendidikan vokasi dengan pasar tenaga kerja (link and match); peningkatan investasi di bidang pendidikan; pembangunan sekolah unggulan terintegrasi dan perbaikan sekolah yang perlu renovasi; serta meningkatkan kualitas pembelajaran dengan pemberian Makan Bergizi Gratis.

Selain itu, dari sisi kebijakan dan strategi standar pelayanan minimal (SPM) bidang pendidikan di daerah, dijelaskan oleh Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah IV, Kementerian Dalam Negeri, Paudah, bahwa dukungan terhadap pendidikan dasar dan menengah melalui kebijakan pelaksanaan SPM berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 dalam program prioritas 9 yakni penataan desentralisasi dan otonomi daerah dengan target nilai 88 dari 83,75.

Ia menekankan bahwa perencanaan dan penanggaran SPM di daerah telah dipedomani dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2024 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2025, sehingga Asta Cita ke-empat Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran dapat tercapai dengan baik. “Dukungan dan komitmen dari pemerintah daerah untuk melaksanakan SPM dan program prioritas Kemendikdasmen untuk mencapai Asta Cita juga sangat dibutuhkan,” pungkas Direktur Paudah.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Mendikdasmen Paparkan Program Prioritas Pendidikan di Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2025 Read More »

Inovasi dan Kebijakan Pembelajaran Dipamerkan di Konsolidasi Nasional 2025

Inovasi dan Kebijakan Pembelajaran Dipamerkan di Konsolidasi Nasional 2025

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 181/sipers/A6/IV/2025

Inovasi dan Kebijakan Pembelajaran Dipamerkan di Konsolidasi Nasional 2025

Depok, 28 April 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan pameran pendidikan sebagai rangkaian dari Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2025, di Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia (PPSDM), Depok, Jawa Barat, mulai dari tanggal 28 s.d. 30 April 2025.

Dalam pembukaan pameran, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menyampaikan bahwa momentum pameran pendidikan ini selain untuk memperlihatkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia juga menunjukkan pendidikan adalah fondasi untuk masa depan Bangsa Indonesia. “Upaya pameran ini harus menghadirkan inovasi dengan memperluas pemerataan akses serta memastikan keadaan bagi seluruh murid tanpa terkecuali,” ucap Wamen Atip saat membuka pameran, Senin (28/4).

Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan pameran ini diharapkan dapat terbangun ruang kolaborasi yang semakin luas serta tercipta jejaring yang kuat antar unit kerja dalam memperkuat layanan pendidikan dasar dan menengah, sehingga dalam tantangan di masa depan yang semakin kompleks ditandai oleh pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Dinamika sosial dalam masyarakat hingga tuntutan dunia kerja global akan menuntut kita untuk terus beradaptasi berinovasi dan membangun karakter murid yang tangguh, sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi mempercepat transformasi dan meneguhkan komitmen kita dalam menghadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal, Suharti, menyampaikan dalam laporannya bahwa tujuan pameran pendidikan ini adalah untuk menampilkan capaian program, inovasi, dan praktik baik dari seluruh unit kerja di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Selain menampilkan capaian, pameran ini juga meningkatkan sinergi antar-unit dalam memperkuat layanan pendidikan dasar dan menengah yang bermutu, merata, dan berkeadilan. Serta memperluas inspirasi dan kolaborasi untuk mendukung transformasi pendidikan nasional yang berkelanjutan,” ucap Suharti.

Harapan dari kegiatan ini, terangnya, agar peserta Konsolnas dapat saling belajar, berbagi pengalaman, memperluas jejaring, serta memperkuat komitmen untuk bersama-sama membangun pendidikan dasar dan menengah yang lebih unggul, adaptif, dan berkelanjutan serta informasi berharga dan inspirasi bagi pengunjung untuk bisa mengadopsi dan mengimplementasikan di daerah masing-masing.

Upaya Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua

Sebagai informasi, pameran ini melibatkan seluruh unit-unit utama di lingkungan Kemendikdasmen, yaitu Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PDM); Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pelatihan Guru (Ditjen GTK & PG); Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (Ditjen Diksi PKLK); Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP); serta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa).

Selain itu, turut berpartisipasi sejumlah satuan kerja lain di bawah Sekretariat Jenderal seperti Pusat Penguatan Karakter, Pusat Prestasi Nasional, Pusat Data dan Teknologi Informasi, serta Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat. Dan partisipasi juga melibatkan satuan pendidikan, lembaga kursus, unit pelaksana teknis (UPT) di lingkungan Kemendikdasmen, dan mitra terkait.

Agaya Nupraba, Guru TIK SMA Plus PGRI Cibinong, yang memamerkan hasil produk karya siswa untuk menunjang pembelajaran yang interaktif, mengungkapkan bahwa dimulai dari aplikasi kimia interaktif yang ditampilkan menggunakan layar interaktif, lalu dengan Virtual Reality (VR) dalam konteks Aritematika, pembelajaran Sejarah juga dapat disampaikan dengan menggunakan teknologi Augmented Reality. ”Pembelajaran menggunakan teknologi seperti Virtual Reality, Augmented Reality, dan lainnya telah diimplementasikan SMA Plus PGRI Cibinong dengan Smart Board,” ungkap Agaya.

Pada pameran pendidikan di stan yang berbeda, implementasi teknologi AI dalam pengawasan Alat Pelindung Diri (APD) juga dipamerkan oleh SMK Mitra Industri MM2100, yang dirancang untuk meningkatkan pengawasan penggunaan APD di tempat kerja. Dalam sistem ini, dapat dijalankan menggunakan perangkat lunak Python dalam platform Anaconda dan Visual Studio sebagai lingkungan pengembangannya.

Menariknya, Alicia Gracia, Murid SMKN 1 Ciomas, mengatakan bahwa dalam pameran ini memberikan kesempatan untuk menunjukkan keberhasilan jurusan produksi film animasi yang dapat membuat kreatifitas anak-anak Indonesia semakin meningkat. Dimulai dari merancang storyboard untuk memvisualisasikan alur cerita, dilanjutkan dengan desain karakter dan lingkungan dengan menggunakan concept art.

”Banyak para alumni SMKN 1 Ciomas yang telah bekerja di rumah produksi film animasi terkenal setelah lulus sekolah, seperti saat ini ada alumni yang membuat animasi dalam film jumbo yang masih ditayangkan pada bioskop di Indonesia,” ujar Alicia.

Di sisi lain, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Bekasi menawarkan keterampilan bagi murid dengan teknik dan cara unik serta kreatif dalam proses rajutan handmade. Lalu Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Sangkuriang juga berkesempatan mengisi stan dengan ”Kopi Langa Bogor” yang dikelola oleh para alumni program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) bidang barista.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Inovasi dan Kebijakan Pembelajaran Dipamerkan di Konsolidasi Nasional 2025 Read More »

Konsolnas Dikdasmen 2025, Wadah Pemangku Kepentingan Perkuat Komitmen Kolektif Bangun Pendidikan

Konsolnas Dikdasmen 2025, Wadah Pemangku Kepentingan Perkuat Komitmen Kolektif Bangun Pendidikan

Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 182/sipers/A6/IV/2025

Konsolnas Dikdasmen 2025, Wadah Pemangku Kepentingan Perkuat Komitmen Kolektif Bangun Pendidikan

Konsolnas Dikdasmen 2025, Wadah Pemangku Kepentingan Perkuat Komitmen Kolektif Bangun Pendidikan

Depok, 28 April 2025 – Dalam rangka mewujudkan pendidikan dasar dan menengah yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan di seluruh Indonesia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (Konsolnas Dikdasmen) Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan wadah penting bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan, baik di tingkat pusat maupun daerah, mitra pembangunan, sektor swasta, hingga komunitas masyarakat bidang pendidikan, untuk menyamakan persepsi, membangun kerangka kerja bersama, serta memperkuat komitmen kolektif dalam mengatasi tantangan pendidikan nasional.

Melanjutkan pembangunan pendidikan Indonesia sebagai upaya bersama yang berkelanjutan, Konsolidasi Nasional tahun ini mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Tema ini menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen bangsa untuk mengakselerasi peningkatan kualitas pendidikan yang merata di berbagai lapisan masyarakat.

Konsolnas Dikdasmen 2025, Wadah Pemangku Kepentingan Perkuat Komitmen Kolektif Bangun Pendidikan

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya dukungan lintas sektor untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. “Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai bagian dari upaya Kemendikdasmen untuk mendorong partisipasi, peran serta, dan dukungan dari seluruh pihak dalam menyukseskan program-program kami untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ujar Mendikdasmen saat membuka acara di Depok, Jawa Barat, Senin (28/4).

“Mudah-mudahan kehadiran Bapak/Ibu menjadi langkah awal kita untuk bersinergi, saling bekerja, dan mendukung visi Pendidikan Bermutu untuk Semua,” tambah Mendikdasmen.

Konsolnas Dikdasmen 2025, Wadah Pemangku Kepentingan Perkuat Komitmen Kolektif Bangun Pendidikan

Senada dengan itu, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, meyakini bahwa keterlibatan seluruh elemen masyarakat secara aktif dan menyeluruh untuk meningkatkan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi semua orang tentunya membutuhkan kerja sama yang erat.

“Membangun sinergi antarpemangku kepentingan pendidikan dalam upaya mencapai target-target pambangunan, khususnya di bidang pendidikan dasar menengah, sangatlah penting untuk menyatukan visi dan strategi,” ucap Hetifah.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan bahwa Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah tahun ini melibatkan dari berbagai latar belakang, baik pemangku kepentingan pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun organisasi masyarakat dan mitra pembangunan. “Melalui perhelatan besar ini, kami berharap nilai gotong royong dalam membangun pendidikan sudah dapat diwujudkan dengan memberikan masukan untuk kebijakan dan program tahun 2025,” ujarnya.

“Terminologi konsolidasi digunakan karena kita akan fokus pada apa yang akan kita kerjakan ke depan, melalui berbagai kebijakan dan program yang sudah direncanakan. amun masih membutuhkan dukungan dari semua untuk kesuksesan pelaksanaannya,” urai Suharti.

Konsolidasi Nasional ini akan membahas berbagai isu strategis dalam bidang pendidikan, antara lain 1) Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan untuk Semua; 2) Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan; 3) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB); 4) Rapor Pendidikan dan Tes Kemampuan Akademik (TKA); 5) Tata Kelola Guru dan Status Kepegawaian Guru; 6) Layanan Pendidikan di Wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T); 7) Layanan Pendidikan Inklusif; 8) Pendidikan Karakter; 9) Kedaulatan Bahasa Indonesia dan Revitalisasi Bahasa Daerah; serta 10) Rancangan Rencana Strategis Kemendikdasmen 2025–2029.

Kegiatan ini akan berlangsung pada 28 s.d. 30 April 2025 di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, dengan rangkaian acara yang meliputi 1) pameran pendidikan; 2) penyampaian kebijakan strategis dari berbagai narasumber di tingkat nasional; dan 3) sidang komisi dengan 8 isu utama pendidikan dasar dan menengah.

Konsolnas Dikdasmen 2025, Wadah Pemangku Kepentingan Perkuat Komitmen Kolektif Bangun Pendidikan

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Konsolnas Dikdasmen 2025, Wadah Pemangku Kepentingan Perkuat Komitmen Kolektif Bangun Pendidikan Read More »