Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara

pengunggah

UKBI Jadi Instrumen Strategis Wujudkan Kemahiran Berbahasa Indonesia yang Terstandar

UKBI Jadi Instrumen Strategis Wujudkan Kemahiran Berbahasa Indonesia yang Terstandar

Siaran PersKementerian Pendidikan Dasar dan Menengahnesia yang Terstandar

Nomor: 310/sipers/A6/VI/2025

Jakarta, 25 Juni 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menggelar Diseminasi Nasional Kemahiran Berbahasa Indonesia di Jakarta. Kegiatan yang diikuti oleh 80 peserta luring dari DKI Jakarta dan 1.000 peserta daring dari berbagai daerah di Indonesia, baik dari kalangan pemerintah, dunia pendidikan, swasta, maupun profesional ini menjadi langkah penting dalam menyosialisasikan pentingnya Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) sebagai instrumen resmi negara untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia seseorang secara objektif dan terstandar.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa kemahiran berbahasa Indonesia tidak hanya sekadar urusan akademik, tetapi juga merupakan bagian dari jati diri nasional dan pilar kedaulatan bangsa. “Bahasa Indonesia dalam konteks ini bukan hanya alat komunikasi, melainkan juga identitas bangsa dan simbol kedaulatan nasional,” ujarnya (25/06).

Ia juga menambahkan bahwa, “UKBI adalah bentuk konkret dari upaya menjaga bahasa Indonesia sebagai identitas bersama. Ke depan, sertifikat UKBI perlu menjadi syarat administratif bagi profesi-profesi strategis, termasuk guru, penerima beasiswa, hingga aparatur sipil negara.”

Atip juga menyampaikan bahwa UKBI tidak hanya berlaku bagi kalangan bahasawan, tetapi juga bagi lintas profesi, mulai dari pendidik hingga jurnalis. Ia menilai bahwa UKBI merupakan bentuk penting upaya pemerintah dalam menjaga bahasa Indonesia sebagai identitas bersama. “Bahasa adalah alat utama untuk menyampaikan pengetahuan. Ketidakfasihan dalam berbahasa dapat menurunkan mutu komunikasi, termasuk di ruang kelas dan media massa,” lanjutnya.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa UKBI telah mengalami transformasi besar sejak 2021 dan telah digunakan oleh lebih dari satu juta peserta uji hingga tahun 2025. “UKBI kini lebih adaptif, inovatif, dan dapat menjangkau lebih banyak kalangan, termasuk penyandang disabilitas,” ujarnya.

Ia juga menginformasikan bahwa UKBI telah digunakan dalam seleksi program Beasiswa Unggulan dan diwajibkan bagi seluruh guru dan siswa pada program SMK Pusat Unggulan. “Bahasa tidak hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga media penting untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemahiran berbahasa menjadi pintu gerbang untuk mengembangkan potensi diri,” jelas Hafidz.

Diseminasi ini juga menjadi momen peluncuran buku Peta Kemahiran Berbahasa Indonesia yang menyajikan data hasil UKBI berdasarkan wilayah, jenjang pendidikan, dan kelompok usia. Berdasarkan data tahun 2024, pelajar SMA dan SMK masih menunjukkan angka kemahiran di bawah standar kemahiran yang ditetapkan. Sementara itu, indeks kemahiran profesi guru berada di angka 75,14. Temuan ini menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan peningkatan kualitas literasi dan bahasa Indonesia ke depan.

Senada dengan itu, Hafidz juga menyampaikan bahwa meskipun saat ini belum ada regulasi nasional yang mewajibkan UKBI bagi guru, tetapi sudah banyak pemerintah daerah yang mendukung implementasi UKBI melalui alokasi anggaran dan kerja sama teknis. “Kami menggandeng 30 balai/kantor bahasa untuk menyelenggarakan UKBI dan pelatihan kebahasaan secara lebih luas,” tambahnya.

Selain sesi peluncuran dan sambutan, kegiatan diisi gelar wicara yang menghadirkan narasumber dari akademisi dan praktisi, serta pemberian penghargaan Apresiasi Giat UKBI kepada sekolah-sekolah pemenang tahun 2024 di wilayah DKI Jakarta.

Dengan terselenggaranya Diseminasi Nasional Kemahiran Berbahasa Indonesia ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran bahasa Indonesia sebagai perekat kebangsaan dan sarana komunikasi yang efektif. Melalui pemanfaatan UKBI secara luas dan berkelanjutan diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat turut serta membangun budaya literasi yang unggul, sekaligus menjadikan kemahiran berbahasa Indonesia sebagai salah satu pilar utama dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berdaya saing, berkarakter, dan beridentitas nasional.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

UKBI Jadi Instrumen Strategis Wujudkan Kemahiran Berbahasa Indonesia yang Terstandar Read More »

Mendikdasmen Dorong Peningkatan Literasi Melalui Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 304/sipers/A6/VI/2025

Mendikdasmen Dorong Peningkatan Literasi Melalui Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Jakarta, 24 Juni 2025—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menyelenggarakan kegiatan bertajuk Pak Menteri Menyapa Guru Bahasa Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan secara hibrida dengan jumlah peserta luring sebanyak 250 orang dan peserta Zoom Webinar sebanyak 4.092 orang.Kegiatan ini menjadi forum dialog Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dengan para guru Bahasa Indonesia serta mahasiswa calon guru Bahasa Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam dialog ini menyampaikan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan literasi anak-anak Indonesia adalah melalui penerapan kebijakan pembelajaran mendalam. Dalam kebijakan ini, pekerjaan rumah (PR) boleh diberlakukan, tetapi bukan untuk mengerjakan soal melainkan tugasnya adalah membaca buku atau menulis. “Nanti murid ditugaskan untuk menuliskan kembali, bisa membuat resume dari apa yang dibacanya atau murid menuliskan kembali isi dari bacaan itu dengan bahasanya sendiri. Bisa juga, murid menulis pengalaman mereka saat liburan ke rumah nenek,” jelas Mendikdasmen.

Menurut Mendikdasmen, permasalahan anak-anak saat ini adalah kurang memiliki ruang untuk mengekspresikan apa yang mereka alami sehingga kegiatan literasi seperti ini penting untuk mulai memperkuat tradisi lisan dan juga tradisi tulis sejak dini. Tradisi tulis itu harus dibangun dari hal-hal yang simpel, bisa melalui kalimat-kalimat sederhana setiap hari. “Mendorong semangat literasi itu bisa kita lakukan dengan cara memberikan mereka penugasan-penugasan membaca yang sederhana saja, tetapi kebisaannya yang kita bangun, bagus jika kemudian kita memberikan kesempatan anak-anak kita ini untuk menulis apa pun yang mereka tulis itu,” jelas Abdul Mu’ti.

Mendikdasmen pun mendorong guru maupun calon guru Bahasa Indonesia untuk dapat menumbuhkan semangat bahasa dan kemampuan berpikir, melalui pembelajaran mendalam, yang ke depannya akan menjadi arah baru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. “Bagaimana kita menjadikan bahasa yang berdaulat dan menjadi bagian dari keadaban bangsa yang dilihatnya dari berbahasanya, itu yang dilihat dari tugas para guru Bahasa Indonesia dan juga para calon guru Bahasa Indonesia,” tutup Mendikdasmen.

Sementara itu, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk menyapa guru Bahasa Indonesia di seluruh Indonesia. Tujuannya tidak lain adalah untuk memberikan apresiasi kepada guru Bahasa Indonesia karena peran penting guru Bahasa Indonesia dalam menjaga kedaulatan bahasa Indonesia. Guru Bahasa Indonesia mempunyai peran aktif dalam meningkatkan literasi di sekolah sehingga aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan literasi di sekolah dapat ditingkatkan. Guru juga dapat menciptakan ruang-ruang kreativitas bagi para siswa sehingga bahasa tidak hanya sekadar sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai alat atau media untuk menjadikan aktivitas memperoleh ilmu pengetahuan yang lebih baik, keadaban, kesantunan berbahasa.

Hafidz mengatakan, “Guru Bahasa Indonesia diharapkan dapat menanamkan keadaban dan kesantunan berbahasa di ruang-ruang satuan pendidikan. Peran guru Bahasa Indonesia, baik yang tergabung dalam Asosiasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia maupun Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia, misalnya, dapat berperan serta dalam rangka menjaga kedaulatan bahasa Indonesia,” tutur Hafidz.

Anggota Komisi X DPR RI, Denny Wahyudi atau lebih dikenal dengan Denny Cagur, menyampaikan dukungannya kepada Kemendikdasmen, khususnya dalam rangka penguatan peran guru Bahasa Indonesia untuk meningkatkan literasi dan minat baca seluruh siswa maupun guru di seluruh Indonesia. “Ini menjadi tanggung jawab kita semua, termasuk saya yang bertugas di Komisi X DPR RI. Kami sampaikan Komisi X DPR RI terus mendukung Kemendikdasmen, terutama dalam hal peningkatan literasi. Sudah banyak buku-buku yang disebar ke sekolah-sekolah di pelosok Indonesia untuk meningkatkan minat baca dan literasi, agar para pelajar dan pengajar bisa cerdas, terdidik, dan berkarakter,” jelas Denny Cagur.

Pak Menteri Menyapa Guru Bahasa Indonesia merupakan komitmen Kemendikdasmen untuk menegaskan bahwa pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia tidak hanya sebatas penguasaan tata bahasa, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter dan penguatan kemampuan berpikir kritis. Karena itu, peran aktif para guru menjadi sangat penting dalam mewujudkan transformasi pendidikan yang berkelanjutan. Lebih dari sekadar forum dialog, Pak Menteri Menyapa Guru Bahasa Indonesia adalah momentum reflektif bersama untuk menyadari kembali pentingnya literasi dan apresiasi terhadap bahasa dan sastra sendiri.

Selain melalui Zoom Webinar, kegiatan Pak menteri Menyapa Guru Bahasa Indonesia disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Kemendikdasmen dan Badan Bahasa. Hingga tulisan ini diturunkan, tayangan di kanal Youtube Kemendikdasmen sudah ditonton hingga 9.636 kali. Semangat yang dibangun dalam forum ini diharapkan dapat terus dijaga dan dikembangkan melalui kebijakan serta praktik baik pembelajaran pada masa mendatang. Bahasa Indonesia yang baik dan benar dan sastra yang berkembang adalah cerminan bangsa yang berpikir jernih, peduli, dan menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Mendikdasmen Dorong Peningkatan Literasi Melalui Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Read More »

Jaga Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Gelar Pelatihan untuk Guru Utama Bahasa Daerah

Nomor: 300/sipers/A6/VI/2025

Siaran PersKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Jaga Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Gelar Pelatihan untuk Guru Utama Bahasa Daerah

Lembang, 22 Juni 2025 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) terus melakukan upaya pelestarian bahasa daerah. Berbagai langkah dan kegiatan dilakukan melalui kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam peningkatan kompetensi tenaga pendidik dalam bidang bahasa daerah.

Guna memotivasi dan memperkuat peran para pegiat bahasa daerah,Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, meninjau langsung pelaksanaan kegiatan Pelatihan Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) jenjang SD dan SMP se-provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Lembang, Jawa Barat, pada Jumat (20/6).

Dalam sambutannya, Hafidz memberikan pesan kuat kepada para peserta pelatihan. “Jangan mengaku orang Sunda kalau tidak bisa berbahasa Sunda. Bahasa daerah adalah jati diri yang harus kita jaga. Indonesia adalah negara dengan jumlah bahasa daerah terbanyak kedua di dunia. Ini kekuatan yang harus kita rawat bersama,” tegas Hafidz di hadapan para guru peserta pelatihan.

Lebih lanjut, Hafidz menekankan bahwa guru memiliki peran penting dalam mengenalkan dan menumbuhkan kemampuan berbahasa daerah sejak usia dini. Lebih dari itu, guru juga diharapkan mampu menciptakan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri dan berprestasi melalui bahasa ibu mereka.

“Ketika mengimbaskan kepada murid, tampilkan karya yang menarik. Anak-anak perlu diberi pilihan, diarahkan, dan dimotivasi agar mencintai bahasa daerahnya. Bahkan, dari sanalah mereka bisa meraih kesempatan pendidikan yang lebih luas,” tambah Hafidz.

Di akhir sambutannya, Hafidz mengingatkan tantangan yang dihadapi saat ini, bahwa di tengah maraknya penggunaan bahasa asing untuk berkomunikasi, Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional serta bahasa daerah sebagai simbol budaya perlu untuk terus dijaga antargenerasi. Data Badan Pusat Statistik (BPS, 2020) menunjukkan persentase penutur bahasa daerah antar pre-boomer ke generasi post Gen Z semakin berkurang.

Terlebih generasi muda semakin jarang menggunakan bahasa daerah karena dianggap kurang relevan dengan kebutuhan atau kurang bergengsi. Bahasa daerah bukan hanya alat komunikasi, melainkan juga warisan budaya yang memuat nilai-nilai karakter, sejarah, dan identitas suatu komunitas. Jika tidak dilakukan langkah konkret guna mencegah kepunahan bahasa daerah, dikhawatirkan banyak bahasa daerah akan punah dalam waktu dekat.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, Hafidz juga menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting untuk menghasilkan guru bahasa daerah. Disampaikan bahwa Universitas Muhammadiyah Kuningan kini telah membuka Program Studi Bahasa Sunda untuk mendukung pembelajaran bahasa daerah secara berkelanjutan.

Pelatihan ini diikuti oleh 108 peserta secara luring dan lebih dari 400 peserta daring dari berbagai daerah di Jawa Barat. Dalam laporannya, Herawati, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat menularkan ilmu yang diperoleh kepada siswa di sekolah masing-masing.

“Kami berharap peserta dapat melaksanakan diseminasi dengan baik. Semoga Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) mendatang dapat berjalan lancar dan menjadi ajang yang menginspirasi,” ujar Hera.

Bahasa yang Ditanam, Akan Tumbuh

Dian, salah satu peserta pelatihan yang berprofesi sebagai guru asal Ciamis menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan panduan praktis dan motivasi untuk terus mengembangkan pembelajaran bahasa daerah di sekolah.

“Saya jadi lebih siap dan percaya diri. Anak-anak ternyata bisa tampil percaya diri lewat bahasa daerah entah dalam cerita, lagu, atau karya digital. Bahasa daerah bukan hal kuno, justru bisa jadi jalan untuk mereka berkembang,” ungkap guru seni ini.

Sebagai penutup kegiatan, para peserta menampilkan komedi tunggal dan nembang dalam Bahasa Sunda yang menunjukkan antusiasme dan potensi besar dari pembelajaran bahasa daerah di sekolah. Kegiatan ini tidak hanya membekali guru dengan materi ajar, melainkan juga mendorong mereka menjadi penggerak di satuan pendidikan masing-masing.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, para guru diharapkan menjadi ujung tombak dalam memperkuat penggunaan bahasa daerah di lingkungan sekolah, agar tetap hidup, digunakan, dan diwariskan lintas generasi. Pada akhirnya generasi peneruslah yang akan memetik dan memanen hasil pembelajaran dengan tunas-tunas muda yang mencintai dan menguasai dan melestarikan bahasa daerah sebagai keunggulan budaya bangsa.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Jaga Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Gelar Pelatihan untuk Guru Utama Bahasa Daerah Read More »

Kemendikdasmen Tegaskan Komitmen Pengutamaan Bahasa Indonesia dan Pelestarian Bahasa Daerah di Kuningan

Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 299/sipers/A6/VI/2025

Kemendikdasmen Tegaskan Komitmen Pengutamaan Bahasa Indonesia dan Pelestarian Bahasa Daerah di Kuningan

Kuningan, 21 Juni 2025 — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, didampingi Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, dan Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Herawati, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Kamis (19/6). Kunjungan kerja ini dilakukan dalam rangka penguatan komitmen terhadap pengutamaan Bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah yang sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.
 
Penegasan komitmen tersebut telah diwujudkan dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia, sebagai acuan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat pelaksanaan pengawasan dan pembinaan secara sistematis dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Bahasa terus melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah penandatanganan komitmen bersama oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
 
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Kuningan, Penjabat (Pj). Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretaris Daerah. Proses penandatangan ini disaksikan oleh Wamendikdasmen, Kepala Badan Bahasa, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Sekretaris Ditjen Pendidikan Vokasi dan PKLK, serta Kepala BPMP Provinsi Jawa Barat.
 
Dalam momen ini, Wamen Fajar menegaskan bahwa bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga sarana pembentukan jati diri, penguatan karakter, pemersatu bangsa, dan wadah ekspresi kebudayaan. Fajar menekankan bahwa keberhasilan program pengutamaan dan pelestarian ini membutuhkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat.
 
Ia mengajak semua pihak untuk menjaga Bahasa Indonesia sebagai simbol pemersatu bangsa sekaligus merawat bahasa daerah sebagai akar budaya yang memperkaya identitas nasional. “Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan kita. Namun, kekayaan bangsa juga terletak pada keragaman bahasa daerah yang hidup di tengah masyarakat. Menjaga keduanya berarti menjaga masa depan kebudayaan kita,” ujar Wamen Fajar.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, berkomitmen untuk mengutamakan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di ruang publik, naskah dinas pemerintahan, dan satuan pendidikan, sekaligus menjaga kelestarian bahasa daerah sebagai warisan dan identitas bangsa.
 
Sementara itu, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengungkapkan bahwa pengutamaan Bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah harus berjalan beriringan melalui program konkret di lapangan. Beberapa langkah konkret Badan Bahasa bersama unit pelaksana teknis Kemendikdasmen di Provinsi Jawa Barat akan mendukung program peningkatan sumber daya manusia di bidang pendidikan di Kabupaten Kuningan. Rencana kerja yang meliputi pelatihan dan peningkatan kompetensi guru dalam penguasaan berbahasa Indonesia yang baik dan benar, pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa indonesia (UKBI) bagi para guru dan siswa, dan pelaksana pelestarian bahasa daerah dalam pembelajaran muatan lokal dan ruang kreativitas di satuan pendidikan.
 
Tidak hanya itu, Badan Bahasa juga merangkul perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Kuningan, dengan menandatangani Perjanjian Kerja Sama bersama Universitas Muhammadiyah Kuningan terkait pengembangan kebahasaan dan kesastraan. Kolaborasi dengan perguruan tinggi di Kuningan ini merupakan upaya perwujudan partisipasi semesta, khususnya lembaga pendidikan tinggi dalam menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas, unggul dan berkarakter.
 
Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan, Wawang Anwarudin, menyatakan saat ini telah dibuka program studi Bahasa Sunda sebagai bentuk nyata komitmennya terhadap pelestarian bahasa daerah di Jawa Barat. Diharapkan dengan adanya program studi tersebut, akan lulusan perguruan tinggi yang memiliki kemampuan dan keunggulan dalam pembelajaran Bahasa Sunda dan menciptakan ruang kreativitas berkarya dalam Bahasa Sunda yang berbasis pada budaya dan kearifan lokal.
 
Hafidz berharap melalui sinergi yang erat antara Badan Bahasa, Pemerintah Kabupaten Kuningan, dan Universitas Muhammadiyah Kuningan, akan terus memperteguh penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar, sekaligus menjaga kelestarian bahasa daerah.
 
Salah satu kegiatan penting dalam kunjungan ini adalah keikutsertaan Wamen Fajar dalam Upacara Seren Taun di Cigugur, sebuah tradisi tahunan masyarakat Sunda yang kaya akan nilai spiritual dan budaya. Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar menekankan pentingnya kearifan lokal sebagai sumber literasi dan pembelajaran karakter. “Pelestarian bahasa daerah adalah bagian tak terpisahkan dari proses edukasi yang berakar pada budaya bangsa,” tutup Wamen Fajar.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
 
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah


 

Kemendikdasmen Tegaskan Komitmen Pengutamaan Bahasa Indonesia dan Pelestarian Bahasa Daerah di Kuningan Read More »

Kepala Badan Bahasa Tinjau Pelaksanaan SPMB di Purwakarta: Pastikan Proses Berjalan Kondusif dan Inklusif

Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 296/sipers/A6/VI/2025

Kepala Badan Bahasa Tinjau Pelaksanaan SPMB di Purwakarta: Pastikan Proses Berjalan Kondusif dan Inklusif

Purwakarta, 21 Juni 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terus mengawal ketat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di berbagai daerah. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, selaku tim pengawas pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), melakukan peninjauan langsung ke SMPN 1 Purwakarta dan SMAN 1 Purwakarta, Jumat (20/6).

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses SPMB di wilayah tersebut berjalan objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, serta tanpa diskriminasi sehingga menjangkau semua kelompok masyarakat.

Dalam keterangannya, Hafidz menegaskan bahwa peninjauan tim pengawas dari Kemendikdasmen turun ke lapangan adalah bagian dari upaya mengawal proses SPMB agar berjalan lancar guna mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

“Kami ingin memastikan bahwa semua jalur penerimaan baik jalur domisili, afirmasi, prestasi dan mutasi dapat dilaksanakan sesuai regulasi,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala SMPN 1 Purwakarta, Patoni, menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB di sekolahnya secara umum berjalan dengan kondusif. “Memang di awal sempat ada kendala teknis pada sistem digital yang digunakan, namun pada hari berikutnya langsung lakukan perbaikan dan pelayanan tetap kami jaga agar proses berjalan lancar,” ungkap Patoni.

Salah satu guru yang juga bertugas sebagai panitia informasi, Cucu Suryani, menyebutkan bahwa masih banyak orang tua yang belum sepenuhnya memahami proses pendaftaran secara daring, sehingga lebih memilih mendaftar secara langsung ke sekolah. “Kami tetap melayani dan mendampingi para orang tua murid serta memastikan semua proses bisa terselesaikan dengan baik,” kata Cucu.

Sementara itu, di SMAN 1 Purwakarta, panitia menyediakan ruangan khusus untuk pelayanan langsung bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya. Proses SPMB di sekolah tersebut berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Salah satu orang tua murid yang mengikuti SPMB dari jalur mutasi, mengungkapkan kepuasannya atas pelayanan dan sistem yang diterapkan. “Saya merasa sangat terbantu dengan adanya jalur mutasi yang difasilitasi oleh sistem SPMB ini. Semua prosedurnya jelas, dan panitia sekolah sangat membantu. Ini membuat saya yakin anak saya bisa mendapatkan pendidikan terbaik meski berpindah kota,” tuturnya saat dijumpai Hafidz dalam proses pendaftaran ulang.

Pada kesempatan tersebut, Hafidz menanggapi aspirasi dari seorang guru yang berharap kuota jalur mutasi untuk anak guru bisa ditambah lebih banyak.

“Kami menerima masukan yang sangat baik ini, karena mempertimbangkan kuota tersebut untuk guru berasal dari berbagai jenjang, bukan hanya guru SMA. Aspirasi ini akan kami diskusikan ke kementerian,” jawab Hafidz.

Dengan pengawasan langsung dari pusat, diharapkan SPMB tahun ini mencerminkan semangat inklusi dan pemerataan akses pendidikan. Hafidz menegaskan bahwa kementerian akan terus mengawal proses ini agar tidak terjadi pelanggaran ataupun ketimpangan, serta bila ada permasalahan dapat segera diselesaikan.

“Pendidikan bermutu harus menjadi hak semua murid dan SPMB yang berkeadilan ini adalah salah satu pintu awal untuk mewujudkan hal itu secara nyata,” pungkas Hafidz.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Kepala Badan Bahasa Tinjau Pelaksanaan SPMB di Purwakarta: Pastikan Proses Berjalan Kondusif dan Inklusif Read More »

Perkuat Pendidikan di Sumatera Utara, Kemendikdasmen dan Komisi X DPR RI Kunjungi Sekolah Dasar di Deliserdang

Perkuat Pendidikan di Sumatera Utara, Kemendikdasmen dan Komisi X DPR RI Kunjungi Sekolah Dasar di Deliserdang

Oleh : Agus Mulia

Deliserdang—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) gandeng Komisi X DPR RI pada Kunjungan Kerja (Kunker) Reses Masa Persidangan Sidang III Tahun Sidang 2024-2025 yang dilaksanakan di Kantor Bupati Deliserdang pada Rabu (28/5). Rapat ini membahas mengenai berbagai kondisi Provinsi Sumatera Utara, terutama mendapatkan data-data faktual bidang pendidikan, kebudayaan, pemuda, olahraga, perpustakaan, riset, dan inovasi serta statistik.

“Kunker (Komisi X DPR RI) tentunya merupakan momen yang sangat penting bagi kami,” ungkap Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan. Asri Ludin menambahkan tercatat di tahun 2024, Kabupaten Deliserdang memiliki jumlah populasi penduduk sebanyak 2.048.480 jiwa dan merupakan kabupaten dengan Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) terbesar ketiga di Sumatera Utara.

Di bidang Pendidikan, Asri menguraikan telah menjalankan program “Guru Senyum” (Guru Sejahtera, Nyaman Mengajar, Berkualitas, dan Membanggakan) yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, guru dapat mengajar dengan nyaman, dan siswa memperoleh pendidikan berkualitas serta meningkatkan kesejahteraan guru. “Kiranya hasil kunjungan ini dapat memperkuat arah pembangunan daerah selaras dengan prioritas nasional,” jelasnya.

Tak ketinggalan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Deliserdang, Mukti Ali Harahap menuturkan salah satu strategi yang telah dilakukan dalam hal mendorong literasi baca masyarakat yaitu lewat program DIBACA (Deliserdang Membaca) yang terus digalakkan oleh Pemda.

“Dengan semakin banyak dibukanya Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Deliserdang, diperlukan dukungan tambahan buku cerita cetak maupun digital terutama untuk anak-anak usia sekolah,” ujar Mukti.

Pada kesempatan itu, Anggota Komisi X DPR-RI selaku Ketua Tim Kunjungan Kerja, Sofyan Tan menyatakan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara lewat Pemerintah Daerah Kabupaten Deliserdang yang telah menyambut baik Kunker.

“Saat ini sebagian besar kementerian/lembaga telah memperoleh atau sedang mengajukan relaksasi anggaran untuk mendukung pelaksanaan program prioritas atau strategis di tengah keterbatasan anggaran,” sebut Sofyan Tan.

Sofyan juga menambahkan Komisi X DPR RI telah membentuk 2 (dua) Panja yaitu Panja Perguruan Tinggi Kementerian dan Lembaga (PTKL), serta Panja Pendidikan di Daerah 3T dan Daerah Marginal. “Lewat kolaborasi bersama Kementerian/Lembaga, khususnya Kemendikdasmen, Komisi X DPR-RI juga sedang melaksanakan proses revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, kiranya lewat Kunker ini, kami mendapat masukan yang sigifikan tentang proses revisi tersebut,” tegasnya.

Ditemui terpisah, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nomor 105334, Tanjungmorawa, salah satu sekolah yang menjadi tujuan Kunker, Lukman Hakim Saragih menceritakan permasalahan tentang sekolah yang dipimpinnya. “Permasalahan tentang kebutuhan air bersih menjadi isu utama di sekolah kami. Selain itu, kami berharap Kemendikdasmen memberikan perhatian kepada beberapa bangunan ruang kelas di sekolah yang rusak,” pungkasnya. 

Selain SDN Nomor 105334, kunjungan juga dilakukan di SDN Nomor 105855 PTPN 2 Tanjungmorawa, dan Komplek Sport Center Sumatera Utara di Deliserdang. Turut hadir mendampingi Anggota Komisi X DPR-RI dalam Kunker, Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK), Kepala Balai Besar Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bangunan dan Listrik (BBPPMPV BBL), dan Kasubbag Umum Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara.

Perkuat Pendidikan di Sumatera Utara, Kemendikdasmen dan Komisi X DPR RI Kunjungi Sekolah Dasar di Deliserdang Read More »

FTBIN 2025, Wujud Komitmen Pelestarian Bahasa Daerah melalui Upaya Kolaboratif Segenap Elemen Bangsa

FTBIN 2025, Wujud Komitmen Pelestarian Bahasa Daerah melalui Upaya Kolaboratif Segenap Elemen Bangsa

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 238/sipers/A6/V/2025

FTBIN 2025, Wujud Komitmen Pelestarian Bahasa Daerah melalui Upaya Kolaboratif Segenap Elemen Bangsa

Depok, 26 Mei 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) Tahun 2025 pada tanggal 25–28 Mei 2025. FTBIN bukan sekadar festival tahunan, tetapi juga instrumen strategis dalam kebijakan pelindungan bahasa yang dilakukan oleh Badan Bahasa.

Revitalisasi Bahasa daerah dilakukan melalui kerja sama yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, guru, komunitas, dan keluarga. Program ini bertujuan agar generasi muda kembali mengenali, menggunakan, dan mencintai bahasa ibunya. Seluruh proses dirancang agar mampu membangun sikap positif terhadap bahasa ibu sebagai bagian dari jati diri bangsa.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu`ti, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya peradaban bangsa Indonesia. Penyelenggaraan acara FTBIN Tahun 2025 merupakan rangkaian acara yang diselenggarakan di seluruh tanah air dalam rangka mewariskan nilai-nilai budaya dan kemahiran berbahasa daerah kepada generasi penerus bangsa.

”Penyelenggaraan FTBIN sebagai upaya dalam rangka mewariskan nilai-nilai budaya dan kemahiran berbahasa daerah kepada anak-anak kita. Ini juga sebagai bagian dari upaya kita bersama-sama untuk menjaga, melestarikan, dan bahkan mengembangkan bahasa daerah,” ujarnya di Gedung Merah Putih, Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM), Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat pada Senin (26/5).

Pengembangan Bahasa Daerah Melalui Dua Jalur

Indonesia memiliki lebih dari 718 bahasa daerah yang tersebar di seluruh wilayah nusantara, menjadikannya salah satu negara dengan keragaman bahasa tertinggi di dunia. Namun, sebagian besar bahasa tersebut kini berada dalam kondisi rentan atau terancam punah. Hilangnya satu bahasa berarti hilangnya satu cara pandang, satu pengetahuan lokal, dan satu identitas budaya. Oleh karena itu, pelestarian bahasa daerah menjadi bagian penting dari upaya memperkuat jati diri bangsa Indonesia.

Mendikdasmen menjelaskan, melalui FTBIN, Kemendikdasmen berkomitmen untuk bahasa daerah dapat dikembangkan melalui dua jalur. Pertama, jalur pendidikan formal dalam bentuk kurikulum muatan lokal yang bisa diberikan pelajaran bahasa daerah di masing-masing daerah. Kedua, penggunaan bahasa daerah dan budaya daerah di dalam maupun di luar sekolah yang diintegrasikan sebagai bagian dari kegiatan kokurikuler atau hidden curriculum yang melekat pada 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) khususnya kebiasaan bermasyarakat.

”Nilai dan kemahiran berbahasa daerah bisa ditanamkan melalui keluarga dan masyarakat yang dengan itu anak-anak kita tetap memiliki kemampuan dan kebanggan berbahasa Indonesia, mampu berbahasa daerah, dan menguasai bahasa asing,” ucap Menteri Mu`ti.

Ditambahkan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mengungkap bahwa faktanya, pembelajaran kelas awal yang dilakukan dengan bahasa daerah, dinilai lebih efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran. ”Dalam rangka melestarikan bahasa daerah, saya mengusulkan dan harus dikuatkan agar bahasa daerah dijadikan sebagai bahasa pengantar di tahun pertama karena penelitian membuktikan, pembelajaran dengan bahasa daerah itu jauh lebih efektif sebagai penguatan,” terangnya pada kesempatan yang sama.

Tentang FTBIN 2025

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin menyampaikan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) menjadi bagian dari perayaan Hari Pendidikan Nasional yang berlangsung setiap Mei. Festival ini merupakan ajang selebrasi nasional bagi para juara dan peserta terbaik Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat provinsi yang berasal dari 38 provinsi. “FTBIN menjadi ajang yang sangat dinantikan dan didambakan oleh para tunas bahasa Ibu, untuk menampilkan kreatiivitas dan prestasi berbahasa daerah yang mereka raih di tingkat provinsi” ujar Hafidz

Sebagai bagian dari keberlanjutan program Revitalisasi Bahasa Daerah, FTBIN 2025 menjadi puncak dari proses pembinaan yang dilaksanakan sepanjang tahun 2024. Sebanyak 114 bahasa daerah/dialek dari 38 provinsi telah direvitalisasi melalui pendekatan berbasis komunitas, pendidikan, dan seni pertunjukan. Dari proses tersebut, terpilih 114 peserta terbaik (siswa SD dan SMP) yang menampilkan pertunjukan dalam bahasa daerah mereka. Mereka yang disebut sebagai “tunas bahasa ibu” menjadi simbol generasi pewaris yang siap menjaga dan menghidupkan kembali warisan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.

Apresiasi Komisi X DPR atas Penyelenggaraan FTBIN

Komisi X DPR RI mengapresiasi program FTBIN yang diselenggarakan Badan Bahasa sebagai bentuk perhatian terhadap pelestarian bahasa daerah yang sebagiannya telah mengalami kepunahan karena tidak ada penuturnya. ”Kami mengapresiasi pemerintah daerah yang telah memasukkan mata pelajaran bahasa daerah di dalam muatan lokal. Kami harap ke depannya, apa yang sudah dirintis oleh Badan Bahasa ini juga diikuti dengan pengadaan guru-guru yang cukup dalam melestarikan bahasa daerah di Indonesia. Kami yakin, keberagaman (bahasa) bukan menjadi penghalang melainkan suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia,” tutur Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

FTBIN 2025, Wujud Komitmen Pelestarian Bahasa Daerah melalui Upaya Kolaboratif Segenap Elemen Bangsa Read More »

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 234/sipres/A6/V/2025

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu

Brunei Darussalam, 25 Mei 2025—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) mengikuti Forum Ketua Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (Mabbim) yang resmi dibuka pada 23 Mei 2025 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Perwakilan MABBIM dari Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia serta pemerhati dari Singapura. Suasana pembukaan forum berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Para delegasi hadir dengan tekad mempererat kerja sama kebahasaan di kawasan serantau.

Ketua Mabbim Indonesia dalam hal ini, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum ini. Ia mengungkapkan bahwa forum ini merupakan keberlanjutan dari Sidang Eksekutif Mabbim ke-59/Forum Ketua Mabbim pertama yang dilaksanakan di Bogor pada September 2023. “Forum Ketua Mabbim menjadi bentuk nyata dari kesungguhan tiga negara dalam memperkuat kerja sama trilateral di bidang bahasa. Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam memartabatkan bahasa Indonesia dan bahasa Melayu,” ungkapnya dalam pembukaan yang berlangsung pada Jumat (23/5).

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu

Hafidz menegaskan pentingnya forum ini sebagai wadah strategis untuk menjaga keharmonisan bahasa dan budaya serumpun. Bahasa Indonesia dan bahasa Melayu adalah warisan budaya bangsa yang harus diutamakan di masing-masing negara dan dikembangkan sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang. Kerja sama trilateral melalui diplomasi bahasa menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan global. “Sinergi kebahasaan di negara anggota Mabbim ini diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang sesuai dengan kebutuhan di era digital,” pungkas Hafidz pada Sabtu (24/5).

Berbagai agenda penting dibahas dalam forum ini. Salah satu agenda utama adalah laporan Musyawarah Sekretariat Mabbim Tahun 2024 dan agenda untuk Pertemuan Tiga Menteri yang menjadi forum koordinasi tingkat tinggi. Pernyataan Bersama Mabbim juga dirancang untuk memperkuat arah kebijakan bersama di bidang kebahasaan di masa depan. Selain itu, Forum ini juga mendiskusikan beberapa program baru seperti Penataran Korpus Leksikografi dan Leksikologi yang bertujuan untuk meningkatkan keahlian dalam pengelolaan korpus dan penyusunan kamus. Hal ini sejalan dengan kebutuhan pengembangan ilmu kebahasaan yang mutakhir.

Mabbim Malaysia turut mempresentasikan pembaruan terhadap Tatakerja Mabbim. Dokumen tersebut dimutakhirkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program. Sementara itu, Mabbim Brunei Darussalam menyampaikan pemutakhiran Panduan Penyelenggaraan Forum Ketua Mabbim. Kedua pembaruan ini diharapkan mempermudah koordinasi antarnegara dan efektivitas implementasi program bersama. Program-program Mabbim dirancang untuk mendukung pemajuan bahasa di kawasan serantau.

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu

Ketua Perwakilan Mabbim Malaysia, Tuan Haji Mohammad Johari bin Hasan, dalam sambutannya menekankan pentingnya mengadakan Pertemuan Menteri antarnegara anggota Mabbim. “Pertemuan ini bukan saja berperan sebagai medan untuk mengukuhkan komitmen serta kerjasama serantau dalam bidang kebahasaan, tapi boleh dimanfaatkan sebagai landasan untuk memberikan penerangan menyeluruh berkenaan visi, tujuan, dan program-program utama Mabbim,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dengan pelibatan Menteri dari tiga negara, dukungan terhadap agenda Mabbim akan lebih kuat dan efektif. Langkah ini diharapkan memperkokoh dasar dan arah kebijakan bahasa yang berpadu serta berteraskan jati diri kawasan.

Lebih lanjut, dalam konteks kemajuan teknologi dan globalisasi, Johari menilai kerja sama kebahasaan yang erat menjadi semakin penting. Malaysia menegaskan kesiapannya untuk terus aktif dalam inisiatif bersama yang memajukan bahasa serumpun di pentas antarabangsa.

Ketua Perwakilan Brunei Darussalam, Tuan Haji Awang Suip bin Abdul Wahab, merasa terhormat menjadi tuan rumah Forum Ketua MABBIM dan menyambut hangat kehadiran semua delegasi. Menurutnya, forum ini sebagai langkah penting dalam memperkuat kembali kerja sama bahasa Melayu dan bahasa Indonesia melalui penjenamaan semula MABBIM. “Forum Ketua Mabbim Pertama telah menghasilkan banyak usulan yang bermanfaat, dan kini diperlukan tindakan yang jelas agar hasilnya nyata. Diskusi kali ini diharapkan melahirkan ide segar dalam semangat persaudaraan dan cinta terhadap bahasa,” ujarnya.

Ketua MABBIM Brunei Darussalam menekankan pentingnya forum ini sebagai wadah memperkukuh budaya serumpun dan memerlukan dukungan kebijakan politik serta masyarakat. Ia juga mengajak semua pihak mengembangkan bahasa Melayu dan bahasa Indonesia ke ranah digital secara strategis agar tetap relevan di era modern. Dengan lebih 40 tahun keterlibatan Brunei dalam MABBIM, banyak keberhasilan yang telah diraih, dan kini saatnya melangkah lebih jauh secara objektif dan inklusif. Forum ini diharapkan mencapai mufakat dan menghasilkan keputusan bersama yang kuat untuk masa depan bahasa di kawasan.

Pemerhati dari Singapura, Dr. Nuraini binti Ismail sangat terkesan dengan semangat kebersamaan yang tumbuh di Mabbim. Bahasa tidak sekadar menjadi media komunikasi, namun telah menjadi alat diplomasi di negara serumpun. “Mabbim dapat mengampil peran penting, dalam upaya pengutamaan bahasa negara khususnya pada generasi muda,” ujarnya.

Pertemuan Tiga Menteri yang Menaungi Urusan Kebahasaan

Pertemuan tiga menteri negara anggota Majelis Bahasa Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia (MABBIM) dalam Sidang Pelindung Mabbim 2025 akan menjadi tonggak penting dalam upaya penguatan kerja sama kebahasaan di kawasan serantau. Para Menteri, yakni Menteri Kebudayaan Brunei Darussalam, Menteri Pendidikan Malaysia, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, akan menandatangani Pernyataan Bersama sebagai bentuk komitmen kolektif dalam memajukan serta menginternasionalkan bahasa Indonesia dan bahasa Melayu. Momen ini amat signifikan karena menjadi yang pertama sejak Komunike Bersama terakhir yang ditandatangani hampir dua dekade lalu, tepatnya pada 31 Juli 2006.

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu

Pertemuan para Menteri sekaligus untuk menggelar Sidang Pelindung Mabbim 2025 direncanakan berlangsung pada bulan Oktober 2025 bertepatan dengan perayaan Bulan Bahasa, sekaligus bersinergi mendukung dengan pencanangan kedaulatan bahasa Indonesia. Selain Sidang Pelindung Mabbim akan dilaksanakan pula Seminar antarbangsa Mabbim. Seminar ini menjadi momentum strategis menegaskan posisi dan peran bahasa serumpun di tingkat regional maupun global.

Dukungan penuh dari negara anggota semakin memperkuat optimisme atas hasil sidang ini. Baik Malaysia maupun Brunei Darussalam telah menyatakan kesediaan untuk mengirimkan delegasi tingkat tinggi dari negara masing-masing. Sementara itu, Singapura juga akan turut berpartisipasi melalui kehadiran pakar-pakar bahasa dalam seminar antarbangsa Mabbim. Bersama-sama, negara-negara tersebut menunjukkan kesungguhan dalam memperkuat kerja sama bahasa yang berlandaskan pada sejarah dan jati diri bersama.

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemdikbud.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikbud.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu Read More »

Kebinekaan Bahasa Daerah “Simalungun”

Kebinekaan Bahasa Daerah “Simalungun”

Oleh : Sahril

Dalam buku The Austronesian languages oleh Robert Blust (2013), pada bagian Daftar Bahasa Austronesia, diterakan adanya “Bahasa Batak, Simalungun” sebagai salah satu bahasa dari rumpun austronesia. Di buku ini, tidak dikatakan bahwa bahasa Simalungun merupakan dialek dari bahasa Batak. Jumlah bahasa daerah berdasarkan daerah, di Kabupaten Simalungun terdapat dua bahasa daerah (Statistik Kebahasaan dan Kesastraan 2021). Pada tahun 2023, jumlah penduduk Simalungun adalah sebanyak 1.035.920 jiwa (2023) (laki-laki sebesar 521.262 jiwa, perempuan sebanyak 514.658 jiwa). Kabupaten ini mayoritas dihuni oleh masyarakat suku asli Batak Simalungun. Selain itu Batak Toba, Karo, Mandailing, Angkola, dan Pakpak, suku pendatang Jawa, Minangkabau, Aceh, Tionghoa, Melayu, Nias, Sunda, dan lainnya. Secara administratif Kabupaten Simalungun terdiri atas 32 kecamatan, 386 desa, 27 kelurahan.


Pada kegiatan pengambilan data kebinekaan bahasa daerah ini, yang menjadi lokusnya adalah Desa Sondi Raya Kecamatan Raya di mana jumlah penduduknya sebanyak 2.279 jiwa (telah dilakukan oleh tim KKLP Molinbasra, yaitu Rosliani, Nurelide, dan Lolabora Tarigan pada tgl 2—5 Mei 2025). Selanjutnya, adalah Desa Sarimatondang Kecamatan Sidamanik dengan jumlah penduduk sebanyak 4.579 jiwa. Yang dilakukan pengambilan datanya pada tanggal 10—13 Mei 2025 oleh Tim KKLP Molinbasra, yaitu Sahril, Nurelide, dan Lolabora Tarigan. Sama dengan pengambilan data sebelumnya pada pengambilan data ini juga mengacu pada daftar tanyaan yang terdiri atas 200 kosakata dasar swadesh. Kemudian ditambah dengan kosakata budaya dasar menurut bidang terdiri atas 52 kosakata bagian tubuh, 11 kata ganti sapaan dan acuan, 25 kosakata sistem kekerabatan, 36 kosakata kehidupan desa dan masyarakat, 48 kosakata rumah dan bagian-bagiannya, 40 kosakata peralatan dan perlengkapan, 52 kosakata makanan dan minuman, 68 kosakata tanah, halaman, dan pepohonan, 88 kosakata binatang, 76 kosakata musim, keadaan alam, dan arah, 36 kosakata penyakit dan pengobatan, 87 kosakata kata sifat dan warna, 20 kosakata mata pencaharian, 28 kosakata pakaian dan perhiasan, 9 kosakata permainan, 98 kosakata gerak dan kerja, 52 kosakata bilangan, dan 25 kosakata kata tugas. Selanjutnya, pada bagian struktur frasa, frasa nominal, verbal, adjektiva, dan adverbial, yang terdiri atas 26 kosakata frasa nominal, 9 kosakata frasa verbal, 58 kosakata frasa adjektiva, dan 16 kosakata frasa adverbial. Sehingga jumlah keseluruhan tanyaan untuk kosakata itu sebanyak 1.191 kosakata.

Empat orang responden dipilih yaitu Bapak Rosul Damanik, Syahrial Damanik, Hokkop Jonson Damanik, dan Wilson Sinaga. Sebelum mengisi tanyaan tersebut, tim menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan peta kebinekaan ini, yaitu untuk pemutakhiran, karena selama ini Bahasa Simalungun masih masuk dalam dialek bahasa Batak. Sementara, banyak tuntutan masyarakat dan penutur, termasuk juga dalam Perda No 8 Tahun 2017 tentang Pengutamaan Bahasa Indonesia, Pelindungan Bahasa Daerah dan Sastra Daerah. Bahasa Simalungun sudah merupakan Bahasa tersediri, bukan lagi bagian bahasa Batak, sebagaimana dalam data peta bahasa Badan Bahasa bahwa Sumatera Utara hanya didaftar tiga bahasa, yaitu Batak, Melayu, dan Nias. Sementara dalam Perda ada 8 bahasa, yaitu Melayu, Batak Toba, Nias, Simalungun, Karo, Pakpak, Angkola/Mandailing, dan Pesisir Sibolga-Tapteng.

Jadi, harapan dan maksud dari kegiatan peta kebinekaan ini adalah untuk pemutakhiran data, apakah mungkin “bahasa Simalungun” ini menjadi bahasa, bukan lagi dialek dari bahasa Batak.
Harapan dan maksud ini hanya tercapai bila data yang diperoleh ketika dibandingkan dengan data bahasa selingkungan menunjukkan perbedaan yang signifikan, atau kalau menurut kajian leksikostatistik harus mencapai 80% tingkat perbedaannya.

Kebinekaan Bahasa Daerah “Simalungun” Read More »

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 213/sipers/A6/V/2025

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

Semarang, 12 Mei 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), menggelar rangkaian kegiatan strategis dalam rangka penguatan literasi dan sastra, serta revitalisasi bahasa daerah di Jawa Tengah.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, hadir dan menyapa langsung para pemenang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan komunitas literasi dan sastra. Para tunas muda sangat antusias serta bahagia mendapatkan kejutan kehadiran Wamen Fajar.

Dalam sambutannya, Fajar menekankan pentingnya pemanfaatan media digital dalam pelestarian bahasa daerah. Bahasa daerah menghadapi tantangan serius di era digital, karena anak-anak lebih akrab dengan bahasa gaul. Bahasa daerah juga sudah tidak lagi banyak digunakan di lingkungan keluarga, karena orang tua berasal dari suku yang berbeda, sehingga menggunakan bahasa Indonesia.

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

“Hal ini juga menjadi peluang, dengan cara manfaatkan media sosial, kemas dalam bentuk menarik. Bicarakan isu anak muda dalam bahasa daerah. Itu bisa menjadi gerakan viral yang menyenangkan,” ujar Wamen Fajar di Semarang, Minggu (11/5).

Wamen Fajar juga menyoroti perlunya penggunaan bahasa daerah sebagai pengantar pembelajaran pada kelas awal. Berdasarkan hasil penelitian dan kajian, pembelajaran menggunakan bahasa daerah di kelas dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi lebih baik. “Penggunaan bahasa daerah yang efektif dalam pembelajaran telah menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam pencapaian peserta didik secara keseluruhan,” tegas Wamen Fajar.

Wamen Fajar juga berharap para tunas muda tidak sekadar sebagai tunas, namun bisa tumbuh subur laksana pohon yang akan berbuah dan bermanfaat bagi masyarakat sebagai agen pelestari bahasa daerah ke generasi selanjutnya. “Kita semua punya peran. Pemerintah, sekolah, keluarga, dan komunitas harus bersinergi,” ujarnya.

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

Acara ini juga menjadi panggung penghargaan bagi 28 pemenang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025. Mereka tampil sangat memukau, sekaligus didokumentasikan untuk kampanye nasional jelang dilaksanakannya Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Nasional (FTBIN) yang akan dilaksanakan di Jakarta pada akhir Mei 2024.

Bantuan Pemerintah bagi Komunitas Pegiat Literasi dan Sastra

Selain temu sapa dengan Wamen Fajar, kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi bantuan pemerintah (Banpem) tahun 2025 untuk komunitas literasi dan komunitas sastra. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kapabilitas komunitas, memperluas jangkauan, memperkuat sinergi, serta memberikan apresiasi kepada komunitas yang aktif dan berdampak.

Kegiatan diikuti oleh perwakilan komunitas literasi dan sastra dari Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Demak, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Purbalingga. Hadir pula Dinas Pendidikan, DPRD Kabupaten Semarang, dan mitra strategis lainnya.

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

Di hadapan para komunitas pegiat literasi dan komunitas sastra, Wamen Fajar menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan dukungan komunitas litarasi dan sastra dalam meningkatkan budaya literasi. “Dengan dukungan dari komunitas literasi dan sastra, maka kerja Kemendikdasmen semakin optimal,” imbuhnya.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa sastra dan literasi adalah kekuatan penting dalam pembangunan karakter bangsa. Sastra membentuk nalar dan nilai serta karakter. Komunitas literasi dan sastra adalah pilar penting dalam peran partisipasi semesta mencerdaskan generasi emas. “Bantuan pemerintah ini adalah bentuk dukungan dan kehadiran pemerintah terhadap partisipasi masyarakat dalam peningkatan literasi dan pengembangan sastra. Untuk itu, pengelolaannya harus efisien, efektif, dan tertib administrasi,” pesan Hafidz.

Lebih lanjut, Hafidz mengungkapkan bahwa tahun ini, sebanyak 100 komunitas pegiat literasi akan menerima bantuan dengan total alokasi 50 juta rupiah. Bagi komunitas sastra akan mendapatkan bantuan pemerintah dengan jumlah maksimal 100 juta rupiah, sedangkan sastrawan dengan pengabdian minimal 40 tahun akan mendapatkan bantuan sebesar 25 juta rupiah, dan minimal 50 tahun akan mendapatkan bantuan 40 juta rupiah.

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

Koordinator FTBM Purbalingga, Parimim, menyambut baik program bantuan bagi komunitas literasi. Ia menyampaikan adanya inisiatif program Menulis Desa yang melibatkan masyarakat untuk menulis kisah tentang kampung halamannya. “Kami berharap banpem tersebut dapat digunakan untuk penerbitan karya hasil dari program Menulis Desa. Ini bukan hanya soal menulis, tapi juga melestarikan identitas lokal dan memperkuat kebanggaan terhadap asal-usul,” ungkapnya.

Sementara itu, Norman seorang pegiat literasi dari Salatiga menyoroti pentingnya mengenalkan anak-anak pada buku digital. “Anak-anak sudah akrab dengan gawai, tapi belum terbiasa mengakses buku digital. Sinergi antara komunitas, sekolah, dan orang tua sangat diperlukan untuk menggerakkan literasi digital,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Semarang, Musyarofah menegaskan dukungan legislatif terhadap kegiatan literasi dan sastra di tengah keterbatasan anggaran. Pihaknya akan terus mendukung program-program kreatif yang memberikan manfaat untuk masyarakat.

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah
Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah
Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah Read More »