Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara

admin

INDUSTRI KREATIF: SARANA PERWUJUDAN INTERNASIONALISASI BAHASA INDONESIA

Oleh: Agus Salam dan Fatimah Raudatul Fadhilah

“Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.” Butir ketiga Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928, lahir dari proses panjang para pahlawan dalam memperjuangkan bahasa negara. Semangat yang tak pernah luntur kala itu membuat kita sebagai generasi muda harus dapat mengapresiasinya dengan banyak cara, salah satunya dengan bangga menggunakan bahasa Indonesia, terlebih pada era global saat ini.

Peran bahasa sebagai alat komunikasi dalam era global ini menjadi semakin penting. Di antara sekian banyak bahasa di dunia, bahasa Indonesia dengan penuturnya yang lebih dari 270 juta orang memiliki potensi besar untuk tampil di panggung internasional. Harapan ini terwujud pada 20 November 2023 lalu dengan ditetapkannya bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi sidang umum UNESCO. Lalu, bagaimana cara kita memasyarakatkan bahasa Indonesia di kancah dunia? 

Beberapa negara di seluruh dunia menunjukkan minat mereka terhadap Indonesia dengan mempelajari budaya dan bahasa Indonesia untuk alasan pendidikan, ekonomi, wisata, dan politik (Ida Widia, 2020). Beberapa alasan orang asing ingin belajar bahasa Indonesia, yaitu lokasi geografis yang strategis, destinasi wisata menarik, kekayaan alam yang melimpah, keanekaragaman budaya dan bahasa, serta perusahaan asing yang menetap dan berinvestasi di Indonesia. Pada era digital saat ini, terdapat banyak kemudahan yang membantu kita untuk mendapatkan atau menyebarkan informasi dengan cepat sehingga proses untuk memperkenalkan budaya jauh lebih mudah. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui industri kreatif.

Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara maju dan berkembang semakin tertarik pada industri kreatif. Industri kreatif adalah industri yang didasarkan pada keterampilan individu, yang dapat berasal dari bakat atau pelatihan jangka panjang (Poerwanto, 2020). Industri ini menghasilkan pemanfaatan kreativitas, keterampilan, dan bakat individu untuk menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan melalui pemanfaatan sumber daya kreatif. Industri kreatif merupakan bagian integral dari ekonomi kreatif.

Konsep ekonomi kreatif mengeklaim bahwa kreativitas dan pengetahuan adalah kekuatan ekonomi yang paling penting. Jumlah negara yang menerapkan industri kreatif telah meningkat secara signifikan dan memberikan stabilitas yang lebih besar untuk masa depan. Ide-ide industri kreatif telah masuk ke dalam agenda kebijakan, baik di negara maju maupun berkembang. Sumber daya yang digunakan tidak hanya mutakhir, tetapi juga tak terbatas, seperti ide, talenta, dan kreativitas adalah tujuan utama ekonomi kreatif. Film dan musik merupakan bentuk ekonomi kreatif yang dapat digunakan sebagai media perluasan penggunaan bahasa Indonesia secara global.

Film dan musik, sebagai bentuk seni yang memiliki daya tarik universal, menawarkan jalur potensial untuk mengenalkan bahasa dan budaya Indonesia ke dunia internasional. Penggunaan bahasa Indonesia dalam perfilman dan musik/lagu yang dirilis secara internasional memiliki dampak yang signifikan, meskipun masih dalam tahap pengembangan. Beberapa tahun terakhir, terdapat peningkatan dalam pengakuan dan apresiasi masyarakat dunia terhadap karya-karya kreatif dari Indonesia, khususnya film dan musik/lagu. Hal ini menunjukkan bahwa karya kreatif yang menggunakan bahasa Indonesia dapat menjangkau audiens lebih luas dan harus diakui sebagai upaya percepatan internasionalisasi bahasa Indonesia. 

Patut diketahui bahwa sejumlah film Indonesia telah mendapatkan perhatian internasional dan bahkan penghargaan di berbagai festival film bergengsi. Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak dan The Raid adalah contoh karya yang berhasil menembus pasar internasional. Penggunaan bahasa Indonesia dalam film-film ini tidak hanya memperkenalkan budaya dan cerita lokal kepada penonton global, tetapi juga memperlihatkan kekayaan linguistik milik Indonesia. Dialog dalam bahasa Indonesia memberikan nuansa autentik dan membantu penonton merasakan keaslian budaya Indonesia.

Selain itu, kehadiran film-film Indonesia di platform siaran langsung internasional seperti Netflix juga memperluas jangkauan penonton di seluruh dunia. Adanya sulih teks dalam berbagai bahasa tanpa menghilangkan esensi dari penggunaan bahasa Indonesia, film-film ini dapat dinikmati oleh penonton dari berbagai belahan dunia. Hal tersebut memperlihatkan bahwa bahasa Indonesia dapat diakses dan dipahami oleh audiens internasional.

Di dunia musik, artis-artis Indonesia juga mulai merambah pasar internasional dengan lagu-lagu yang dirilis dalam bahasa Indonesia. Misalnya, Rich Brian, penyanyi dan rapper Indonesia, yang telah meraih popularitas di kancah musik global, sering menyisipkan lirik bahasa Indonesia dalam lagunya. Hal ini membantu memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada para penggemarnya yang berasal dari berbagai negara. Selain itu, kolaborasi antara musisi Indonesia dengan artis internasional semakin memperkuat potensi bahasa Indonesia di industri musik global. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari banyaknya platform musik baru yang menawarkan kepada musisi kesempatan untuk menghasilkan karya mereka. Menurut Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia 2023/2024, peningkatan jumlah siaran langsung musik di berbagai platform sejumlah 90,6% dari pendapatan subsektor musik mencapai 75,4 juta dolar.

Lagu-lagu berbahasa Indonesia yang dirilis di platform musik digital, seperti Spotify dan Apple Music dapat diakses oleh pendengar dari seluruh dunia. Hadirnya fitur lirik dan terjemahan membuat pendengar dapat memahami makna lagu tersebut. Meskipun tidak fasih berbahasa Indonesia, banyak di antara mereka yang menyanyikan lagu berbahasa Indonesia. Hal tersebut memungkinkan bahasa Indonesia untuk menyentuh hati dan pikiran pendengar dari latar belakang budaya yang berbeda. Menariknya lagi, subsektor musik juga diprediksi terus berlanjut sepanjang 2024. Pasalnya, banyak musisi dari berbagai daerah di Indonesia kembali merilis musik menggunakan bahasa Indonesia, bahkan menggunakan bahasa-bahasa daerah yang dapat menjadi daya tarik dan keunikan tersendiri.

Selain itu, promosi bahasa Indonesia ini juga dilakukan dari luar Indonesia, misalnya Korea Selatan. Dunia harus mengakui bahwa industri hiburan Korea Selatan saat ini berkembang sangat pesat dan memiliki arti yang sangat penting. Penggunaan bahasa Indonesia sebagai sulih teks dalam beberapa film atau drama populernya juga menjadi nilai tambah bagi bahasa Indonesia. Selain itu, guna menarik pasar Indonesia yang sangat potensial, terdapat tren penyanyi Korea yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bagian dari lirik lagu mereka. Tren ini tentunya juga akan mempercepat gerakan internasionalisasi bahasa Indonesia.

Tantangan terbesar dalam penyebaran bahasa Indonesia pada industri kreatif saat ini adalah sumber daya manusia (SDM). Harus diakui bahwa masih banyak generasi muda kurang mengapresiasi film dan lagu berbahasa Indonesia. Pada umumnya, masyarakat menganggap film/musik yang berbahasa Indonesia kampungan dan ketinggalan zaman. Perspektif ini tentunya sungguh sangat menyedihkan. Mereka cenderung mengidolakan film/musik yang menggunakan bahasa asing, misalnya Korea. Demam K-Pop terjadi di mana-mana, para remaja bahkan memiliki idola para artis K-Pop dan sangat mengelu-elukannya. Tidak jarang, mereka bertengkar karena saling membanggakan idolanya masing-masing sehingga menghujat idola yang lain. Kebiasaan ini tentu saja akan mengganggu hubungan sosial di antara mereka. Selain itu, fenomena ini tentu dapat mengurangi rasa cinta dan bangga pada produk dalam negeri, termasuk kebanggaan dan kecintaan pada bahasa sebagai alat komunikasi yang digunakan di film dan musik.

Minimnya kebijakan dan program pemerintah yang secara khusus mendorong internasionalisasi bahasa Indonesia melalui industri kreatif juga menjadi tantangan tersendiri. Kurangnya dukungan infrastruktur yang memadai, baik secara teknologi maupun pendanaan juga menghambat para seniman bisa berkreasi di industri kreatif saat ini. Kolaborasi antara pemerintah, industriawan, akademisi, dan masyarakat untuk mewujudkan ekosistem kondusif bagi internasionalisasi bahasa Indonesia sangat diperlukan. Hal ini bisa menjadi harapan baru bagi penginternasionalan bahasa kita.

Langkah kecil yang dapat kami lakukan sebagai Duta Bahasa adalah mengapresiasi karya-karya terbaik bangsa dalam dunia film maupun musik dengan selalu mempromosikan, menonton, dan mendengarkan sebagai bentuk rasa bangga terhadap karya yang telah dibuat. Kami juga selalu memanfaatkan media sosial sebagai platform untuk mendukung ekonomi kreatif dengan selalu memakai lagu berbahasa Indonesia di setiap unggahan cerita sebagai pelengkap dari kegiatan yang kami lakukan. Bagi generasi muda, sudah saatnya kita bergerak dengan langkah kecil yang pasti untuk menjadi pelopor penginternasionalan bahasa Indonesia menuju kancah internasional dengan membuat konten berbahasa Indonesia, membuat komunitas bahasa di kampus-kampus, mengikuti pertukaran pelajar ke luar negeri, dan tidak lupa selalu menggunakan dunia digital dan aplikasi untuk memperkenalkannya kepada banyak orang. Dengan demikian, bahasa Indonesia akan semakin dikenal oleh penutur asing.

Secara keseluruhan, meskipun masih banyak tantangan, penggunaan bahasa Indonesia dalam dunia perfilman dan lagu internasional menunjukkan bahwa bahasa ini memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dalam komunikasi global. Melalui karya-karya kreatif, bahasa Indonesia tidak hanya mempromosikan identitas dan budaya Indonesia, tetapi juga memperkaya keragaman linguistik di dunia internasional. Hal ini merupakan langkah positif dalam meningkatkan apresiasi terhadap bahasa Indonesia dan memperkuat posisi Indonesia di peta budaya global.

“Seribu orang tua bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia.” Presiden pertama, Ir. Soekarno, pernah dengan membara menyampaikan hal itu. Begitu yakin Soekarno terhadap kekuatan pemuda sehingga kita sebagai generasi penerusnya harus lebih menggelora dalam menginternasionalkan bahasa persatuan kita, bahasa Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Ida Widia, H. F., 2020. Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing: Minat Penutur Asing dan Komunikasi Antarbudaya. Seminar Internasional Riksa Bahasa XIV.

Poerwanto, Y. S., 2020. Revolusi Industri 4.0: Googelisasi Industri Pariwisata dan Industri Kreatif. Journal of Tourism and Creativity.

INDUSTRI KREATIF: SARANA PERWUJUDAN INTERNASIONALISASI BAHASA INDONESIA Read More »

SEGARKAN KEMBALI YANG SUDAH LAYU

Kerisauan menyelimuti perasaan guru-guru SMK Negeri 1 Pantai Cermin siang itu. Pasalnya, tuntutan penyelenggaraan program literasi di depan mata, tetapi semangat berliterasi di sekolah ini sudah lama layu. Majalah dinding sudah pernah dibuat, tetapi tidak ada yang melihat. Konten kreatif sudah dijadikan alternatif pembelajaran, tetapi siswa ogah-ogahan. Buku-buku di perpustakaan tersedia, tetapi yang membaca tidak ada. Bagaimana?

“Saat ini rapor pendidikan SMK Negeri 1 Pantai Cermin tentang literasi masih berwarna merah,” ujar Drs. Abdul Malik, M.Pd., Kepala SMK Negeri 1 Pantai Cermin. “Namun, kali ini kita akan mencoba memperbaikinya bersama Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara,” tambahnya.

Untuk menjawab kegelisahan para guru tentang program literasi tersebut, pada Rabu, 7 Agustus 2024, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU) mengirimkan dua narasumber ke SMK Negeri 1 Pantai Cermin. Dua narasumber ini merupakaan Penelaah Teknis Kebijakan BBPSU, Retno Andriani dan Melani Rahmi Siagian. Kedua narasumber ini memberikan penguatan literasi sekaligus pengenalan alat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) kepada 22 orang peserta lokakarya yang terdiri atas guru dan tenaga kependidikan (tendik).

Dalam paparannya, Retno mengajak para guru dan tendik untuk menyegarkan kembali semangat berliterasi di sekolah. Guru dan tendik dapat berkolaborasi dengan siswa untuk membentuk tim literasi sekolah (TLS). TLS dapat membahas program-program yang sekiranya cukup efektif untuk diterapkan di sekolah. “Dengan melibatkan siswa, kita dapat membuat program literasi yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Kalau satu siswa tidak suka menulis, bisa saja ia suka membuat poster atau konten kreatif,” jelas Retno.

Menyambung paparan Retno, Melani juga mengajak peserta lokakarya untuk mengenal UKBI. UKBI dapat mengukur tingkat kemahiran berbahasa Indonesia seseorang. “UKBI mengukur kemampuan sintas, sosial, vokasional, dan akademik penutur bahasa Indonesia,” ungkap Melani. Semakin tinggi predikat yang didapatkan dari UKBI, semakin tinggi pula tingkat literasi orang tersebut. UKBI dapat menjadi langkah awal yang diambil oleh sekolah dalam upaya menyegarkan kembali semangat berliterasi. Para peserta lokakarya cukup antusias dengan paparan dari kedua narasumber. Kepala sekolah berharap kegiatan lokakarya ini bermanfaat dan program literasi di SMK Negeri 1 Pantai Cermin dapat terlaksana dengan baik.

Dokumentasi

SEGARKAN KEMBALI YANG SUDAH LAYU Read More »

Petualangan Sumut pada Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2024

“Bahasa daerah itu keren!” begitulah slogan yang digaungkan oleh para generasi muda pelestari bahasa ibu se-Indonesia. Di tengah arus globalisasi yang kian deras, semangat menjaga keberagaman bahasa daerah menjadi semakin penting. Kekayaan bahasa daerah yang ada di Indonesia merupakan salah satu aset berharga bagi kebinekaan dan martabat bangsa. Sejak 2021, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa telah menginisiasi program Revitalisasi Bahasa Daerah sebagai upaya melawan penurunan sikap positif terhadap bahasa daerah. Melanjutkan ikhtiar ini, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU) berperan aktif dalam revitalisasi bahasa daerah di berbagai kabupaten/kota dengan tahapan berikut: (1) Rapat Koordinasi; (2) Diskusi Kelompok Terpumpun; (3) Pelatihan Guru Master; (4) Pengimbasan dan Pelatihan; (5) Evaluasi dan Pengawasan; (6) Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional.

Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2024 menjadi puncak rangkaian program revitalisasi bahasa daerah di Sumatera Utara tahun 2023. Berdasarkan laporan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, perayaan ini menghadirkan 513 siswa SD dan SMP yang berasal dari 25 provinsi, salah satunya Sumatera Utara. Sebanyak 28 siswa Sumut dari kabupaten/kota Padangsidimpuan, Langkat, Asahan, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Labuhanbatu, Tapanuli Tengah, Padanglawas Utara, dan Humbanghasundutan unjuk kebolehan berbahasa daerah pada panggung FTBIN 2024 yang bertempat di Hotel Sultan, Jakarta.

Kegiatan dilaksanakan mulai Rabu s.d. Minggu, 1—5 Mei 2024. Pada Kamis (2/5) bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, pembukaan FTBIN 2024 dimulai. Acara diawali dengan persembahan lagu “Tanah Air” dan “Laskar Pelangi” dalam 19 bahasa daerah oleh beberapa perwakilan peserta, salah satunya Shafwa Salsabila yang berasal dari Langkat, Sumatera Utara. Shafwa menampilkan nyanyian menggunakan bahasa dan pakaian adat Melayu. Selanjutnya, acara dibuka resmi oleh Bapak Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Melalui sambutannya, Pak Menteri menyampaikan urgensi bahasa daerah yang harus dipertahankan mulai dari lingkungan terdekat. Ia juga mengutarakan rasa bangganya terhadap tunas-tunas muda yang tampil pada kegiatan ini. Pada kesempatan yang sama, Pak Menteri juga memberikan penghargaan kepada beberapa kepala daerah di Indonesia. Dari Sumatera Utara, Pj. Bupati Tapanuli Tengah, Dr. Sugeng Riyanta, M.H., menerima penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap suksesnya penyelenggaraan program Revitalisasi Bahasa Daerah. “Kami selaku pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan ini. Kami juga menganggarkan satu mata anggaran khusus untuk pelestarian bahasa daerah,” ungkap Dr. Sugeng dalam wawancara singkatnya.

Pada Kamis (3/5), perwakilan pemerintah daerah Sumatera Utara melakukan Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah. Turut hadir, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU), Pj. Bupati Tapanuli Tengah, Wakil Bupati Nias, Pj. Bupati Langkat, Kadisdik Langkat, Kadisdik Tapteng, serta beberapa pejabat lain yang mewakili walikota/bupati/pj bupati di daerahnya. Kepala BBPSU mengatakan, “Pada tahun 2024, Sumatera Utara melibatkan 12 provinsi kabupaten/kota dalam merevitalisasi bahasa Batak, Melayu, dan Nias. Kami berharap, setelah rakor ini pemerintah daerah memberikan dukungan yang maksimal sehingga pelaksanaan program revitalisasi bahasa daerah dapat tumbuh baik dan bahasa daerah itu disenangi anak-anak sebagai jati diri mereka, orang Sumatera Utara.”

Puncak penampilan seluruh peserta dilaksanakan pada hari Sabtu (4/5). Sumatera Utara yang tampil pada urutan 17 mempersembahkan pertunjukan berbahasa Melayu dialek Panai, Melayu dialek Sorkam, Melayu dialek Asahan, Melayu dialek Langkat, Batak Toba, dan Angkola. Semangat dari mulai latihan hingga tampil sangat terasa. Pertunjukan dikemas dalam tembang tradisi, dongeng, pidato, komedi tunggal, puisi, pantun, dan cerpen.

Selain tampil, seluruh peserta diajak berwisata sejarah ke Monumen Nasional. Ada banyak cerita heboh dan pengalaman berkesan yang mereka ceritakan selama berada di Jakarta. “Senang sekali rasanya ada acara FTBI karena ini pertama kalinya kami naik pesawat dan bisa ke Jakarta, mauliate,” kata Sry Kawani Sitohang dari Humbang Hasundutan. “Saya juga bangga sekali ikut FTBI. Kalau tidak karena acara ini belum tentu saya bisa ke Monas,” tambah Zidan Aldriansyah dari Asahan. Seluruh siswa yang mewakili Sumatera Utara dalam FTBIN 2024 mengaku bangga bisa memperkenalkan bahasa daerahnya.

Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2024 menorehkan prestasi dan kenangan tak terlupakan bagi seluruh peserta, khususnya anak-anak Sumatera Utara. Dari tampil di panggung megah hingga berwisata sejarah, peserta mendapatkan petualangan berharga tentang pentingnya melestarikan bahasa ibu sebagai bagian dari identitas bangsa. Festival ini tidak hanya menampilkan talenta muda, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk menjaga kekayaan bahasa daerah sejak dini. Dengan semangat dan dukungan yang kuat, bahasa daerah akan terus hidup dan berkembang di hati generasi muda. (Shevilla Mayori)

Dokumentasi

Petualangan Sumut pada Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2024 Read More »

BBPSU Libatkan Pegawai dalam Bimbingan Teknis Pengelolaan Perbendaharaan dan Keuangan

Jakarta, 23 Mei 2024 – Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU) melalui Layanan Administrasi Subbagian Umum mengikutsertakan pegawai dalam Bimbingan Teknis Pengelolaan Perbendaharaan dan Keuangan di Lingkungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang diinisiasi oleh Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kegiatan ini dilaksanakan pada 19—23 Mei 2024 di Harris Hotel & Convention Kelapa Gading, Jalan Boulevard Barat Raya Nomor 13, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Perhelatan ini diikuti oleh unit pelaksana teknis yang tersebar di seluruh Indonesia yang diwakili para Pejabat Pembuat Komitmen dan Bendahara Pengeluaran.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin. Dalam sambutannya Hafidz mengajak kepada semua pengelola keuangan perbendaharaan untuk melaksanakan tugas pengelolaan keuangan sesuai dengan aturan akuntabel dan transparan, serta direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi secara baik dan terstruktur.

Dalam rangkaian kegiatan itu panitia menyampaikan beberapa materi yang relevan melalui para narasumber yang kometen, yang meliputi 1) Bagan Akun Standar, 2) Petunjuk Teknis Penilaian Kinerja Pelaksanaan Anggaran Tahun 2024 berdasarkan PER-5/PB/2024 yang dibawakan oleh Avviz Elfarij/Direktorat Pelaksanaan Anggaran, DJPb Kemenkeu, 3) Sosialisasi PMK Nomor 62 Tahun 2023 tentang Perencanaan Anggaran, Pelaksanaan Anggaran, serta Akuntansi dan Pelaporan Keuangan yang dibawakan oleh Dian Setyo Cahyono/Direktorat PA DJPB Kemenkeu, dan 4) PMK-231/PMK.03/2019 s.t.d.d. PMK-59/PMK.03/2022 tentang Tata Cara Pendaftaran dan Penghapusan NPWP, Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan PKP, serta Pemotongan dan/atau Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak bagi Instansi Pemerintah, 5) Standar Biaya Masukan Tahun 2024 dan Perjalanan Dinas Jabatan yang dibawakan oleh Fuad Bagraff/Direktorat Sistem Perbendaharaan, 6) LPJ dan Pembukuan Bendahara Pengeluaran yang dibawakan oleh Sinta/KPPN Jakarta III DJPb Kemenkeu, 7) Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah yang dibawakan oleh Joko Heratmo, 8) Temuan hasil pemeriksaan Itjen Kemendikbudristek dan tindak lanjutnya yang dibawakan oleh Plt. Inspektur I, Itjen Kemendikbudristek. Hadir pula Prof. Dr. Haryono Umar yang memberi penguatan melalui materi Korupsi Anggaran. Panitia juga menyiapkan berbagai kuis menarik yang berhubungan dengan materi peserta.

Dalam kesempatan ini BBPSU mengikutsertakan Agus Mulia sebagai PPK dan Indah Gustina sebagai Bendahara Pengeluaran. “Kegiatan ini penting dan perlu dilaksanakan untuk meningkatkan akuntabilitas kinerja dan tata kelola administrasi keuangan, memutakhirkan pemahaman terkait dengan berbagai aturan, terutama untuk kepentingan PPK dan Bendahara Pengeluaran. Selain itu, kami dapat menjalin silaturahmi dengan para besties dari semua UPT, “ ujar Indah.

Ayo, kelola keuangan secara akuntabel dan transparan!

-Indah Gustina

Dokumentasi

BBPSU Libatkan Pegawai dalam Bimbingan Teknis Pengelolaan Perbendaharaan dan Keuangan Read More »

Pelatihan Guru Utama Bahasa Batak Dialek Angkola

KKLP Pelindungan dan Pemoderan Bahasa dan Sastra, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara mengadakan Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru Utama Berbahasa Daerah bagi guru untuk bahasa Batak Dialek Angkola. Kegiatan ini diadakan di Hotel Torsibohi, Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan mulai tanggal 23—26 April 2024. Kegiatan ini diikuti sebanyak 51 orang peserta dari tiga wilayah, yaitu dari Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 18 orang guru, Kabupaten Padang Lawas Utara sebanyak 18 orang guru, dan dari Kota Padangsidimpuan sebanyak 15 orang guru.

Kegiatan Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru Utama Berbahasa Daerah bagi guru untuk bahasa Batak Dialek Angkola ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan, Sofyan Adil Siregar didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Daerah Kabupaten Selatan, Arman Pasaribu, dan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara. Dalam sambutan, Sekda mengatakan bahwa “kondisi penggunaan bahasa daerah di tiga wilayah ini memperlihatkan bahwa masyarakat kami cenderung menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi sehari-hari, begitu juga pada dunia pendidikan dan pemerintahan dominan menggunakan bahasa Indonesia, sedangkan bahasa daerah hanya digunakan untuk komunikasi di kampung, dalam keluarga, dan dalam aktivitas adat. oleh sebab itu, saya sangat mendukung adanya program revitalisasi bahasa daerah yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, melalui Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, sekaligus berterima kasih telah memilih Kabupaten Tapanuli Selatan, Padang Lawas Utara, dan Kota Padangsidimpuan sebagai salah satu tujuan pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam sambutannya menyatakan bahwa kondisi penggunaan bahasa daerah di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Padang Lawas Utara, dan Kota Padangsidimpuan ini jika tidak ada upaya untuk melestarikannya, maka dikuatirkan perlahan akan menuju kepunahan. Kondisi ini dikarenakan berbagai faktor, di antaranya kelalaian orangtua untuk mewariskan bahasa kepada anak-anaknya, belum adanya kurikulum muatan lokal di sekolah yang khusus mengajarkan bahasa daerah. Pada kegiatan pelatihan ini disampaikan tujuh materi pembelajaran revitalisasi bahasa daerah, yaitu menulis cerpen,menulis dan membaca puisi, berpidato, mendongeng, menulis dan membaca aksara Batak, nyanyian rakyat, dan stand up comedy. Untuk materi menulis dan membaca aksara Batak disampaikan oleh Budi Hutasuhut, materi pidato disampaikan oleh Sorimuda Harahap, keduanya adalah narasumber dari Kabupaten Tapanuli Selatan. Sedangkan materi lainnya disampaikan oleh para tim KKLP Pelindungan dan Pemodernan Bahasa dan Sastra, yaitu Sahril, Rosliani, Nurelide, Syaifuddin Zuhri Harahap, dan Lolabora Tarigan.

Pada hari Rabu, 24 April 2024 tim KKLP Pelindungan dan Pemodernan Bahasa dan Sastra diwakili oleh Syaifuddin Zuhri Harahap, Sahril, dan Nurelide diundang oleh Bupati Tapanuli Selatan, H. Dolly Putra Parlindungan Pasaribu ke Kantor Bupati Tapanuli Selatan untuk memberikan ucapan terima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara atas pemilihan bahasa Batak Dialek Angkola untuk direvitalisasi mulai dari tahun 2022 dan ucapan terima kasih juga atas pemilihan lokasi pelaksanaan pelatihan. Saat pertemuan tersebut Bupati didampingi oleh Sekda dan Kepala Dinas Pendidikan dan Daerah. Di samping itu, Bupati juga mengucapkan terima kasih atas undangan dari Badan Bahasa untuk menghadiri rapat koordinasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 2—3 Mei 2024 nanti di Jakarta. Bupati Dolly Putra Parlindungan Pasaribu insyaallah akan menghadirinya. Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih atas pemberian penghargaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun 2023 atas perhatian pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan pada kegiatan RBD, beliau mohon maaf saat itu tidak bisa hadir langsung untuk menerimanya, hanya diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Daerah. [Sahril]

Pelatihan Guru Utama Bahasa Batak Dialek Angkola Read More »

Diplomat dan Duta Besar dari Berbagai Negara Ikuti Program Belajar Bahasa Indonesia

Nomor: 29/sipers/A6/II/2024

Jakarta, 21 Februari 2024 – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri akan menyelenggarakan program bahasa Indonesia untuk diplomat negara sahabat pada bulan Maret mendatang. Sebanyak 134 warga asing dari 50 perwakilan negara sahabat dan organisasi internasional akan mengikuti kegiatan tersebut.

Program tersebut merupakan bentuk fasilitasi bahasa Indonesia untuk diplomat negara sahabat yang sedang menjalankan misi di Indonesia, khususnya di Jakarta.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Aminudin Aziz, menyebutkan bahwa program bahasa Indonesia bagi diplomat ini merupakan salah satu cara untuk mengenalkan Indonesia kepada dunia.

“Saya sangat senang dan mengapresiasi keinginan Anda untuk mengikuti program bahasa Indonesia ini. Program ini tidak hanya sekadar belajar bahasa Indonesia, namun lebih daripada itu, ini adalah momentum untuk mengenal Indonesia lebih dalam, baik budaya, wisata, dan kekayaan Indonesia lainnya,” ujar Aminudin kepada para Duta Besar, Diplomat, dan perwakilan organisasi internasional yang hadir saat peresmian program di Jakarta, Selasa (20/2).

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa program ini akan mempererat kolaborasi Indonesia dengan negara sahabat. Saat ini bahasa Indonesia sudah tersebar di 54 negara, dan untuk mendukung diplomasi tersebut pemerintah Indonesia akan menyediakan beasiswa khusus bagi orang asing yang fasih berbahasa Indonesia untuk menjadi guru bahasa Indonesia di negaranya.

“Saya berharap, Anda semua dapat mengikuti dan menikmati proses pembelajaran bahasa Indonesia. Orang Indonesia akan sangat bangga dan sangat terbuka jika Anda menyapa mereka dengan bahasa Indonesia,” ungkap Aminudin.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Duta Besar, Siti Nugraha Mauludiah, menyebut beberapa fakta menarik tentang bahasa Indonesia.

“Ada fakta menarik dari bahasa Indonesia yang harus saya sampaikan, bahwa Wikipedia bahasa Indonesia menempati posisi ke 25 dari 250 wikipedia berbahasa asing di dunia, sekaligus peringkat ketiga di Asia setelah bahasa Jepang dan Mandarin. Selain itu, bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa resmi di sidang umum UNESCO,” jelasnya.

Siti menilai, belajar bahasa Indonesia adalah keputusan yang sangat baik bagi para diplomat. Program ini akan memberikan banyak manfaat. Kemahiran berbahasa Indonesia juga berfungsi sebagai jembatan untuk membina hubungan yang lebih kuat dan saling menghormati antara diplomat dan masyarakat Indonesia.

Hal senada juga diungkapkan oleh Duta Besar Aljazair, Hassane Rabehi, “Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini. Saya pikir bahasa Indonesia sangat penting bagi para diplomat untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal. Saya berharap bisa menulis dan berbicara dalam bahasa Indonesia. Terima kasih atas kolaborasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan Kementerian Luar Negeri dalam menyelenggarakan program ini.”

Dalam momen yang sama, selebgram Kenji atau yang kerap disapa Ken Campur, yang hadir sebagai pewara mengaku bangga bahasa Indonesia dikenalkan kepada para diplomat perwakilan negara sahabat. Pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) asal Jepang ini menilai bahasa Indonesia sangat dibutuhkan terlebih jika memilih tinggal di Indonesia.

“Saya sebagai orang Jepang sangat bangga, para diplomat bisa mengikuti program bahasa Indonesia secara gratis. Hal ini sangat penting jika kita memilih tinggal di Indonesia,” ucapnya.

Kegiatan ini selain dihadiri oleh diplomat perwakilan negara sahabat dan organisasi internasional juga dihadiri oleh para Duta Besar, yakni Duta Besar Argentina, Gustavo Ricardo Coppa; Duta Besar Aljazair, Hassane Rabehi; Duta Besar Armenia, Serob Bejanyan; Duta Besar Belarusia, Raman Ramanouski; Duta Besar Filipina, Gina Alagon Jamoralin; Duta Besar Ukraina, Vasyl Hamianin; dan Duta Besar Kazakhstan, Arnur Tanbay.

Selain pembukaan program, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan tes penempatan yang bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman berbahasa Indonesia. Selanjutnya, para peserta akan mulai mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia pada 4 Maret hingga 30 Agustus 2024 di empat lembaga penyelenggara program BIPA, yaitu Universitas Negeri Jakarta, Universitas Trisakti, Institut Pariwisata Trisakti, dan Lembaga Bahasa LIA.

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

#MerdekaBelajar
#BIPA
#BadanBahasa

Dokumentasi

Lisensi
https://svps17huda.com/
https://christianbundy.com/
https://editorstimes.com/
https://www.sereismistestigos.com/
https://xl.institute/
https://muktobuddhi.com/
https://thehuthotelrwanda.com/
https://casafrankcuba.com/
https://lifemediaproduction.co.za/
https://undangantahetabankkalteng.com/
https://avivcenter.org/
https://heylink.me/bosclarisa
https://heylink.me/skw-slot88

Diplomat dan Duta Besar dari Berbagai Negara Ikuti Program Belajar Bahasa Indonesia Read More »

BERBURU KOSAKATA BUDAYA SIMALUNGUN DAN TOBA

Penyediaan bahan informasi tentang kosakata yang berkaitan dengan budaya merupakan salah satu kegiatan dari Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional Perkamusan dan Peristilahan (KKLP KI) Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU). Tahun ini, produk yang akan dihasilkan berupa bahan bacaan dalam bentuk ensiklopedia budaya. Untuk itu tim KKLP KI melakukan pengambilan data sejak tanggal 1—7 Februari 2024. Perjalanan dimulai dari Kabupaten Simalungun lalu Toba dan Kabupaten Humbanghasundutan.


Kegiatan pengambilan data ini bertujuan untuk menggali informasi dari masyarakat yang berkenaan dengan entri budaya terutama budaya Simalungun dan Toba. Melalui kegiatan ini diharapkan ensiklopedia budaya yang akan disusun berisi informasi yang lebih lengkap dan detail.
Pengambilan data melibatkan beberapa tokoh masyarakat, pemandu acara adat, tokoh budaya, pegiat tradisi adat budaya Simalungun dan Toba. Tim melakukan wawancara dengan para informan berdasarkan instrumen tanyaan yang telah disediakan.

Salah seorang informan, Erikson Simbolon, mengungkapkan bahwa penyusunan ensiklopedia budaya Sumatera Utara sangat diperlukan sebagai upaya pemertahanan tradisi budaya masyarakat Sumatera Utara. Erikson berharap para generasi muda dapat memanfaatkan ensiklopedia  ini sebagai referensi untuk mengenal budaya Sumatera Utara. Di samping itu, Erikson menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Balai Bahasa Provinsi Sumatera dan berharap informasi yang telah diberikan dapat bermanfaat dalam penyusunan ensiklopedia budaya. Pada akhir sesi wawancara, Anharuddin Hutasuhut, mewakili KKLP KI BBPSU berterima kasih kepada para informan yang telah bersedia berdiskusi tentang budaya di Sumatera Utara. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk melestarikan dan tetap menjalankan tradisi budayanya.

BERBURU KOSAKATA BUDAYA SIMALUNGUN DAN TOBA Read More »

[SIARAN PERS] Kongres dan Rapat Kerja Forum Widyabasa Indonesia diselenggarakan di Badan Bahasa

Nomor: 002/sipers/A6/I/2024
Kongres dan Rapat Kerja Forum Widyabasa Indonesia diselenggarakan di Badan Bahasa

Jakarta, 10 Januari 2024 — Forum Widyabasa Indonesia (FWI), sebuah organisasi profesi yang mewadahi para pejabat fungsional Widyabasa di Indonesia, mengadakan Kongres Perdana FWI pada tanggal 10 Januari 2024. Kongres dilanjutkan dengan Rapat Kerja FWI keesokan harinya. Organisasi profesi FWI ini dibentuk sebagai wadah pengembangan dan bertukar pikiran seluruh anggota.

Dideklarasikan pada pada 28 November 2023, organisasi profesi ini siap melayani masyarakat dan menyambut tantangan kebahasaan yang ada di masa depan. Melalui kerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sebagai instansi pembina Widyabasa Indonesia, FWI diharapkan mampu berkontribusi secara optimal dan meningkatkan peran bahasa dan sastra Indonesia dalam meningkatkan literasi Indonesia.

Deklarasi yang telah dilakukan merupakan langkah awal dalam penguatan kegiatan-kegiatan FWI berikutnya, di antaranya adalah kegiatan Kongres dan Rapat Kerja Forum Widyabasa Indonesia yang dilaksanakan untuk menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi, merumuskan program kerja, dan mengesahkan kelengkapan organisasi lainnya yang dilaksanakan pada 10—11 Januari 2024, bertempat di Aula Sasadu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kongres FWI ini merupakan Langkah fundamental untuk mendukung terciptanya ekosistem kebahasaan dan kesastraan yang baik dengan peran aktif Widyabasa Indonesia.

“Widyabasa dapat mengkreasikan pemikiran, bagaimana untuk berperan aktif dalam mengemban tugas yang dinyatakan dalam Keputusan Permenpan RB Nomor 2, Tahun 2022, Tentang Penetapan Jabatan Fungsional Widyabasa. Tugas Widyabasa mengembangkan, membina dan melestarikan bahasa dan sastra. Tingkat literasi masyarakat kita yang selalu merujuk pada nilai rendah menjadi tantangan bagi para Widyabasa. Ini merupakan tanggung jawab besar yang diemban oleh Widyabasa,” ujar Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), E. Aminudin Aziz dalam sambutannya, pada Rabu (10/1).

Amin menambahkan, bahwa Widyabasa diartikan dalam dua makna, yaitu Widya Bahasa dan Sastra. Jabatan Fungsional Widyabasa bisa sampai ke jenjang Ahli Utama. “Saat ini, di lingkungan Badan Bahasa Jabatan Fungsional Widyabasa Ahli Pertama diampu oleh 100 orang, Widyabasa Ahli Muda 129 orang, Widyabasa Ahli Madya 50 orang, dan PPPK 39 orang. Jumlah tersebut masih belum ideal, karena tugas semakin banyak dan tuntutan lingkungan berubah setiap saat. Sementara itu, Widyabasa Ahli Utama belum dimiliki di Badan Bahasa karena sampai hari ini masih menunggu ditetapkannya aturan oleh Menteri,” terangnya.

Lebih lanjut, Amin menyampaikan bahwa peran Pimpinan di Pusat dan Unit Pelaksana Tugas (UPT) diperlukan dalam pembinaan Widyabasa agar dapat berkinerja lebih baik. “Bagaimana menggerakkan potensi Widyabasa yang ada, supaya Widyabasa ini dapat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari gerak roda lembaga ini. Kita tidak mungkin bekerja sendiri, harus saling berkontribusi, tidak lagi I for me, tapi menjadi We for us!,” tutup Amin mengakhiri sambutan.

Widyabasa bukanlah jabatan yang datang secara instan. Orang-orang yang menduduki jabatan ini adalah mereka yang sudah berkecimpung dalam dunia kebahasaan dan kesastraan. Widyabasa dapat menjadi pelengkap dan pemerkuat peran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di setiap instansi, khususnya dalam pendampingan serta penggunaan bahasa yang baik dan benar, baik dalam tata naskah dinas maupun dalam penggunaan bahasa tulis lainnya.

Selain itu, Widyabasa juga bertugas membina penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik, meningkatkan kemahiran berbahasa, pemajuan sastra lisan yang ada di suatu daerah, kodifikasi bahasa dan sastra, dan bidang lain yang dapat menguatkan jabatan lain dalam suatu instansi. Sebagaimana diketahui, Widyabasa kini menjadi salah satu pilihan jabatan fungsional bagi ASN yang akan bekerja, berkiprah, dan berkarier di bidang kebahasaan dan kesastraan. Nomenklatur ini pun melengkapi nomenklatur jabatan fungsional lain di lingkungan Kemendikbudristek.

Secara resmi Widyabasa dikukuhkan sebagai jabatan fungsional oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 2 Tahun 2022 tentang Jabatan Fungsional Widyabasa. Dalam peraturan tersebut tertera bahwa Pejabat Fungsional Widyabasa adalah PNS yang diberi tugas, tanggung jawab, dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra.

Tugas pokok melaksanakan pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra, terdapat tiga unsur, yaitu unsur pengembangan bahasa dan sastra yang meliputi 57 butir kegiatan, unsur pembinaan bahasa dan sastra yang mencakupi 34 butir kegiatan, dan unsur pelindungan bahasa dan sastra yang menaungi 14 butir kegiatan. Secara keseluruhan terdapat 105 butir kegiatan yang dapat dilakukan oleh widyabasa. Pelaksanaan butir kegiatan tersebut dapat disesuaikan dengan tugas dan fungsi lembaga tempat widyabasa bekerja.

Jabatan fungsional widyabasa bersifat terbuka. Oleh karena itu, ASN di luar instansi pembina, yaitu Kemendikbudristek melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi Widyabasa. Kesempatan itu ada jika salah satu tugas dan fungsi lembaga yang menaunginya berkaitan dengan pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra. ASN dapat menjadi pejabat fungsional Widyabasa melalui beberapa jalur, yaitu jalur pengangkatan pertama, perpindahan dari jabatan lain, penyesuaian (inpassing), dan promosi.

Widyabasa merupakan rumpun jabatan keahlian yang terbagi atas jenjang jabatan Widyabasa Ahli Pertama, Widyabasa Ahli Muda, Widyabasa Ahli Madya, dan Widyabasa Ahli Utama. Jumlah Widyabasa pada setiap jenjang akan ditentukan oleh serangkaian analisis yang proses dan contohnya terangkum dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyusunan Kebutuhan Jabatan Fungsional Widyabasa.

Sementara itu, Atikah Solihah, Ketua Umum FWI dalam laporannya menyampaikan bahwa Kongres Widyabasa Indonesia diharapkan dapat menghasilkan kelengkapan organisasi profesi yang diperlukan. “Hasil Kongres I FWI akan ditindaklanjuti dalam bentuk regulasi yang akan lebih mengukuhkan Widyabasa dalam berperan aktif di bidang pengembangan, pembinaan, pelindungan, dan peningkatan fungsi bahasa Indonesia serta akan direalisasikan dalam bentuk kerja kolaboratif antarwidyabasa. Kongres FWI akan membahas tiga agenda penting, yaitu AD/ART, Program Kerja, dan kelengkapan organisasi lainnya,” tuturnya.

“Program kerja FWI akan berfokus pada empat bidang. Bidang Kesekretariatan dan Keorganisasian akan mengusung tema kerja Widyabsa Berpena, Bidang Pengembangan Profesi dan Inovasi akan mengusung tema kerja Widyabasa Berkarya, Bidang Hukum dan Advokasi akan mengusung tema kerja Widyabasa Bermuruah, dan Bidang Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama akan mengusung tema kerja Widyabasa Berjenama. Sebagai organisasi yang baru dibentuk, diharapkan keempat bidang kerja tersebut dapat memperkukuh Forum Widyabasa Indonesia menuju organisasi profesi yang bermartabat dan bermanfaat,” lanjut Atikah.

Kegiatan Kongres dan Rapat Kerja FWI ini dilaksanakan secara hibrida. Turut hadir secara luring dalam kegiatan Kongres dan Rapat Kerja FWI ini Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, serta sejumlah 279 Pejabat Fungsional Widyabasa yang berasal dari 30 Provinsi turut hadir secara luring dan daring. Sementara itu, turut hadir secara luring perwakilan organisasi profesi Asosiasi Widyaprada Indonesia, Muktiono Waspodo, Pamong Budaya, serta rekan media.

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id
#MerdekaBelajar

[SIARAN PERS] Kongres dan Rapat Kerja Forum Widyabasa Indonesia diselenggarakan di Badan Bahasa Read More »

BAHAN BACAAN BERMUTU: CAPAIAN PRODUK PENERJEMAHAN BBPSU

Kelompok Kepakaran Layanan Profesional (KKLP) Penerjemahan, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melaksanakan kegiatan Sosialisasi Produk Penerjemahan di Hotel JW Marriott, Medan pada Senin, 27 November 2023. Kegiatan ini melibatkan 52 peserta yang berasal dari komunitas literasi, guru dan siswa kelas rendah (kelas 1—3) sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah negeri maupun swasta, serta Duta Bahasa Sumatera Utara. Keseluruhan peserta berasal dari Kota Medan, Binjai, dan Deliserdang.

Sosialisasi ini merupakan kegiatan tahap akhir dari beberapa rangkaian kerja yang sudah dimulai sejak awal tahun. Adapun produk yang diluncurkan sebanyak 70 produk yang berasal dari karya 10 orang pemenang Sayembara Menulis Cerita Anak Dwibahasa; hasil Bimtek Penerjemahan Cerita Anak; penerjemahan Naskah Budaya Bahasa Daerah; dan hasil Bimtek Juru Bahasa Isyarat. Produk-produk penerjemahan ini merupakan bagian dari ikhtiar Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara dalam mendukung pemajuan Gerakan Literasi Nasional yang diimplementasikan melalui penerbitan buku bacaan bermutu.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan budaya literasi pada elemen pendidikan yang meliputi keluarga, sekolah, serta masyarakat. Dengan pelibatan seluruh elemen ini, diharapkan dapat mendongkrak daya baca anak bangsa khususnya pada tingkat sekolah dasar. Keseluruhan produk ini merupakan representasi dari kearifan lokal Sumatera Utara, untuk itu diharapkan dapat mendorong penguatan pendidikan karakter sebagai ruh dan fondasi pendidikan.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Hidayat Widiyanto dalam acara pembukaan kegiatan mengharapkan agar produk penerjemahan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kecakapan literasi di lingkungan sekolah dan rumah.

Selain penyampaian materi mengenai Peran BBPSU dalam Meningkatkan Literasi di Sumatera Utara dan Sosialisasi Produk Penerjemahan BBPSU yang masing-masing disampaikan oleh Hidayat Widiyanto, M.Pd. dan Yolferi, M.Hum. untuk penguatan kepada komunitas literasi dan para guru, sosialisasi ini juga melibatkan para siswa secara langsung untuk mempraktikkan membaca nyaring, menceritakan kembali, serta memberi tanggapan terhadap buku-buku yang diluncurkan. Semuanya dikemas dalam konsep “permainan” yang seru agar para siswa dapat bahagia mengikuti kegiatan. Kegiatan diakhiri dengan pembagian buku-buku produk Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara Tahun 2023 untuk menambah koleksi perpustakaan sekolah maupun  komunitas literasi. (Lap. Chai)

BAHAN BACAAN BERMUTU: CAPAIAN PRODUK PENERJEMAHAN BBPSU Read More »

FESTIVAL TUNAS BAHASA IBU TINGKAT PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2023

Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Sumatera Utara pada Selasa—Kamis, 14—16 November 2023 di Asrama Haji Medan.

Festival ini diikuti oleh 140 pelajar tingkat SD dan SMP sederajat dari 10 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Seluruh siswa menampilkan kepiawaiannya dalam berbahasa daerah dengan 7 jenis metari, yaitu membaca dan menulis aksara daerah, menulis dan membaca cerpen, membaca dan menulis puisi/sajak, mendongeng, berpidato, bernyanyi/tembang tradisi, dan berkomedi tunggal dengan berbahasa daerah Melayu dialek Panai, Melayu dialek Asahan, Melayu dialek Langkat, Batak dialek Angkola, serta Batak dialek Toba.

Kepala BBPSU, Hidayat Widiyanto, M.Pd. dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, dan provinsi. Sebelum sampai pada tahap ini, seluruh peserta telah mengikuti FTBI tingkat kabupaten.

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbudristek, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Kakanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara, Kepala Dinas Pendidikan dari 9 kabupaten/kota, budayawan, tokoh adat, sastrawan, hingga masyarakat.

Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Kemdikbudristek, Dr. Muhammad Abdul Khak menyampaikan bahwa lingkungan keluarga (rumah tangga) adalah tempat bahasa daerah hidup. “Jika rumah tangga sudah tidak menggunakan bahasa daerah, maka dikhawatirkan bahasa daerah dapat tergerus”, tuturnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Kabid Pembinaan SMK, Dr. Suhendri M.A. menyampaikan bahwa FTBI ini sangat baik untuk kelangsungan hidup bahasa daerah karena bahasa merupakan suatu kekayaan yang harus tetap dijaga. “Semoga kegiatan FTBI tingkat Provinsi Sumatera Utara ini memberikan manfaat yang luar biasa dan kecintaan anak-anak terhadap bahasa ibunya tetap terjaga dari masa ke masa”, pungkasnya.

Festival Tunas Bahasa Ibu menjadi momen bahagia bagi anak-anak untuk menunjukkan kecintaan mereka terhadap bahasa daerahnya dan sebagai upaya merawat bahasa daerah melalui cara-cara yang kreatif dengan konsep merdeka belajar.

FESTIVAL TUNAS BAHASA IBU TINGKAT PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2023 Read More »