Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara

pengunggah

Kemendikdasmen Tegaskan Komitmen Pengutamaan Bahasa Indonesia dan Pelestarian Bahasa Daerah di Kuningan

Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 299/sipers/A6/VI/2025

Kemendikdasmen Tegaskan Komitmen Pengutamaan Bahasa Indonesia dan Pelestarian Bahasa Daerah di Kuningan

Kuningan, 21 Juni 2025 — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, didampingi Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, dan Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Herawati, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Kamis (19/6). Kunjungan kerja ini dilakukan dalam rangka penguatan komitmen terhadap pengutamaan Bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah yang sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.
 
Penegasan komitmen tersebut telah diwujudkan dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia, sebagai acuan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat pelaksanaan pengawasan dan pembinaan secara sistematis dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Bahasa terus melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah penandatanganan komitmen bersama oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
 
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Kuningan, Penjabat (Pj). Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretaris Daerah. Proses penandatangan ini disaksikan oleh Wamendikdasmen, Kepala Badan Bahasa, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Sekretaris Ditjen Pendidikan Vokasi dan PKLK, serta Kepala BPMP Provinsi Jawa Barat.
 
Dalam momen ini, Wamen Fajar menegaskan bahwa bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga sarana pembentukan jati diri, penguatan karakter, pemersatu bangsa, dan wadah ekspresi kebudayaan. Fajar menekankan bahwa keberhasilan program pengutamaan dan pelestarian ini membutuhkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat.
 
Ia mengajak semua pihak untuk menjaga Bahasa Indonesia sebagai simbol pemersatu bangsa sekaligus merawat bahasa daerah sebagai akar budaya yang memperkaya identitas nasional. “Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan kita. Namun, kekayaan bangsa juga terletak pada keragaman bahasa daerah yang hidup di tengah masyarakat. Menjaga keduanya berarti menjaga masa depan kebudayaan kita,” ujar Wamen Fajar.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, berkomitmen untuk mengutamakan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di ruang publik, naskah dinas pemerintahan, dan satuan pendidikan, sekaligus menjaga kelestarian bahasa daerah sebagai warisan dan identitas bangsa.
 
Sementara itu, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengungkapkan bahwa pengutamaan Bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah harus berjalan beriringan melalui program konkret di lapangan. Beberapa langkah konkret Badan Bahasa bersama unit pelaksana teknis Kemendikdasmen di Provinsi Jawa Barat akan mendukung program peningkatan sumber daya manusia di bidang pendidikan di Kabupaten Kuningan. Rencana kerja yang meliputi pelatihan dan peningkatan kompetensi guru dalam penguasaan berbahasa Indonesia yang baik dan benar, pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa indonesia (UKBI) bagi para guru dan siswa, dan pelaksana pelestarian bahasa daerah dalam pembelajaran muatan lokal dan ruang kreativitas di satuan pendidikan.
 
Tidak hanya itu, Badan Bahasa juga merangkul perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Kuningan, dengan menandatangani Perjanjian Kerja Sama bersama Universitas Muhammadiyah Kuningan terkait pengembangan kebahasaan dan kesastraan. Kolaborasi dengan perguruan tinggi di Kuningan ini merupakan upaya perwujudan partisipasi semesta, khususnya lembaga pendidikan tinggi dalam menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas, unggul dan berkarakter.
 
Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan, Wawang Anwarudin, menyatakan saat ini telah dibuka program studi Bahasa Sunda sebagai bentuk nyata komitmennya terhadap pelestarian bahasa daerah di Jawa Barat. Diharapkan dengan adanya program studi tersebut, akan lulusan perguruan tinggi yang memiliki kemampuan dan keunggulan dalam pembelajaran Bahasa Sunda dan menciptakan ruang kreativitas berkarya dalam Bahasa Sunda yang berbasis pada budaya dan kearifan lokal.
 
Hafidz berharap melalui sinergi yang erat antara Badan Bahasa, Pemerintah Kabupaten Kuningan, dan Universitas Muhammadiyah Kuningan, akan terus memperteguh penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar, sekaligus menjaga kelestarian bahasa daerah.
 
Salah satu kegiatan penting dalam kunjungan ini adalah keikutsertaan Wamen Fajar dalam Upacara Seren Taun di Cigugur, sebuah tradisi tahunan masyarakat Sunda yang kaya akan nilai spiritual dan budaya. Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar menekankan pentingnya kearifan lokal sebagai sumber literasi dan pembelajaran karakter. “Pelestarian bahasa daerah adalah bagian tak terpisahkan dari proses edukasi yang berakar pada budaya bangsa,” tutup Wamen Fajar.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
 
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah


 

Kemendikdasmen Tegaskan Komitmen Pengutamaan Bahasa Indonesia dan Pelestarian Bahasa Daerah di Kuningan Read More »

Kepala Badan Bahasa Tinjau Pelaksanaan SPMB di Purwakarta: Pastikan Proses Berjalan Kondusif dan Inklusif

Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 296/sipers/A6/VI/2025

Kepala Badan Bahasa Tinjau Pelaksanaan SPMB di Purwakarta: Pastikan Proses Berjalan Kondusif dan Inklusif

Purwakarta, 21 Juni 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terus mengawal ketat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di berbagai daerah. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, selaku tim pengawas pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), melakukan peninjauan langsung ke SMPN 1 Purwakarta dan SMAN 1 Purwakarta, Jumat (20/6).

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses SPMB di wilayah tersebut berjalan objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, serta tanpa diskriminasi sehingga menjangkau semua kelompok masyarakat.

Dalam keterangannya, Hafidz menegaskan bahwa peninjauan tim pengawas dari Kemendikdasmen turun ke lapangan adalah bagian dari upaya mengawal proses SPMB agar berjalan lancar guna mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

“Kami ingin memastikan bahwa semua jalur penerimaan baik jalur domisili, afirmasi, prestasi dan mutasi dapat dilaksanakan sesuai regulasi,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala SMPN 1 Purwakarta, Patoni, menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB di sekolahnya secara umum berjalan dengan kondusif. “Memang di awal sempat ada kendala teknis pada sistem digital yang digunakan, namun pada hari berikutnya langsung lakukan perbaikan dan pelayanan tetap kami jaga agar proses berjalan lancar,” ungkap Patoni.

Salah satu guru yang juga bertugas sebagai panitia informasi, Cucu Suryani, menyebutkan bahwa masih banyak orang tua yang belum sepenuhnya memahami proses pendaftaran secara daring, sehingga lebih memilih mendaftar secara langsung ke sekolah. “Kami tetap melayani dan mendampingi para orang tua murid serta memastikan semua proses bisa terselesaikan dengan baik,” kata Cucu.

Sementara itu, di SMAN 1 Purwakarta, panitia menyediakan ruangan khusus untuk pelayanan langsung bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya. Proses SPMB di sekolah tersebut berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Salah satu orang tua murid yang mengikuti SPMB dari jalur mutasi, mengungkapkan kepuasannya atas pelayanan dan sistem yang diterapkan. “Saya merasa sangat terbantu dengan adanya jalur mutasi yang difasilitasi oleh sistem SPMB ini. Semua prosedurnya jelas, dan panitia sekolah sangat membantu. Ini membuat saya yakin anak saya bisa mendapatkan pendidikan terbaik meski berpindah kota,” tuturnya saat dijumpai Hafidz dalam proses pendaftaran ulang.

Pada kesempatan tersebut, Hafidz menanggapi aspirasi dari seorang guru yang berharap kuota jalur mutasi untuk anak guru bisa ditambah lebih banyak.

“Kami menerima masukan yang sangat baik ini, karena mempertimbangkan kuota tersebut untuk guru berasal dari berbagai jenjang, bukan hanya guru SMA. Aspirasi ini akan kami diskusikan ke kementerian,” jawab Hafidz.

Dengan pengawasan langsung dari pusat, diharapkan SPMB tahun ini mencerminkan semangat inklusi dan pemerataan akses pendidikan. Hafidz menegaskan bahwa kementerian akan terus mengawal proses ini agar tidak terjadi pelanggaran ataupun ketimpangan, serta bila ada permasalahan dapat segera diselesaikan.

“Pendidikan bermutu harus menjadi hak semua murid dan SPMB yang berkeadilan ini adalah salah satu pintu awal untuk mewujudkan hal itu secara nyata,” pungkas Hafidz.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Kepala Badan Bahasa Tinjau Pelaksanaan SPMB di Purwakarta: Pastikan Proses Berjalan Kondusif dan Inklusif Read More »

Perkuat Pendidikan di Sumatera Utara, Kemendikdasmen dan Komisi X DPR RI Kunjungi Sekolah Dasar di Deliserdang

Perkuat Pendidikan di Sumatera Utara, Kemendikdasmen dan Komisi X DPR RI Kunjungi Sekolah Dasar di Deliserdang

Oleh : Agus Mulia

Deliserdang—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) gandeng Komisi X DPR RI pada Kunjungan Kerja (Kunker) Reses Masa Persidangan Sidang III Tahun Sidang 2024-2025 yang dilaksanakan di Kantor Bupati Deliserdang pada Rabu (28/5). Rapat ini membahas mengenai berbagai kondisi Provinsi Sumatera Utara, terutama mendapatkan data-data faktual bidang pendidikan, kebudayaan, pemuda, olahraga, perpustakaan, riset, dan inovasi serta statistik.

“Kunker (Komisi X DPR RI) tentunya merupakan momen yang sangat penting bagi kami,” ungkap Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan. Asri Ludin menambahkan tercatat di tahun 2024, Kabupaten Deliserdang memiliki jumlah populasi penduduk sebanyak 2.048.480 jiwa dan merupakan kabupaten dengan Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) terbesar ketiga di Sumatera Utara.

Di bidang Pendidikan, Asri menguraikan telah menjalankan program “Guru Senyum” (Guru Sejahtera, Nyaman Mengajar, Berkualitas, dan Membanggakan) yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, guru dapat mengajar dengan nyaman, dan siswa memperoleh pendidikan berkualitas serta meningkatkan kesejahteraan guru. “Kiranya hasil kunjungan ini dapat memperkuat arah pembangunan daerah selaras dengan prioritas nasional,” jelasnya.

Tak ketinggalan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Deliserdang, Mukti Ali Harahap menuturkan salah satu strategi yang telah dilakukan dalam hal mendorong literasi baca masyarakat yaitu lewat program DIBACA (Deliserdang Membaca) yang terus digalakkan oleh Pemda.

“Dengan semakin banyak dibukanya Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Deliserdang, diperlukan dukungan tambahan buku cerita cetak maupun digital terutama untuk anak-anak usia sekolah,” ujar Mukti.

Pada kesempatan itu, Anggota Komisi X DPR-RI selaku Ketua Tim Kunjungan Kerja, Sofyan Tan menyatakan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara lewat Pemerintah Daerah Kabupaten Deliserdang yang telah menyambut baik Kunker.

“Saat ini sebagian besar kementerian/lembaga telah memperoleh atau sedang mengajukan relaksasi anggaran untuk mendukung pelaksanaan program prioritas atau strategis di tengah keterbatasan anggaran,” sebut Sofyan Tan.

Sofyan juga menambahkan Komisi X DPR RI telah membentuk 2 (dua) Panja yaitu Panja Perguruan Tinggi Kementerian dan Lembaga (PTKL), serta Panja Pendidikan di Daerah 3T dan Daerah Marginal. “Lewat kolaborasi bersama Kementerian/Lembaga, khususnya Kemendikdasmen, Komisi X DPR-RI juga sedang melaksanakan proses revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, kiranya lewat Kunker ini, kami mendapat masukan yang sigifikan tentang proses revisi tersebut,” tegasnya.

Ditemui terpisah, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nomor 105334, Tanjungmorawa, salah satu sekolah yang menjadi tujuan Kunker, Lukman Hakim Saragih menceritakan permasalahan tentang sekolah yang dipimpinnya. “Permasalahan tentang kebutuhan air bersih menjadi isu utama di sekolah kami. Selain itu, kami berharap Kemendikdasmen memberikan perhatian kepada beberapa bangunan ruang kelas di sekolah yang rusak,” pungkasnya. 

Selain SDN Nomor 105334, kunjungan juga dilakukan di SDN Nomor 105855 PTPN 2 Tanjungmorawa, dan Komplek Sport Center Sumatera Utara di Deliserdang. Turut hadir mendampingi Anggota Komisi X DPR-RI dalam Kunker, Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK), Kepala Balai Besar Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bangunan dan Listrik (BBPPMPV BBL), dan Kasubbag Umum Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara.

Perkuat Pendidikan di Sumatera Utara, Kemendikdasmen dan Komisi X DPR RI Kunjungi Sekolah Dasar di Deliserdang Read More »

FTBIN 2025, Wujud Komitmen Pelestarian Bahasa Daerah melalui Upaya Kolaboratif Segenap Elemen Bangsa

FTBIN 2025, Wujud Komitmen Pelestarian Bahasa Daerah melalui Upaya Kolaboratif Segenap Elemen Bangsa

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 238/sipers/A6/V/2025

FTBIN 2025, Wujud Komitmen Pelestarian Bahasa Daerah melalui Upaya Kolaboratif Segenap Elemen Bangsa

Depok, 26 Mei 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) Tahun 2025 pada tanggal 25–28 Mei 2025. FTBIN bukan sekadar festival tahunan, tetapi juga instrumen strategis dalam kebijakan pelindungan bahasa yang dilakukan oleh Badan Bahasa.

Revitalisasi Bahasa daerah dilakukan melalui kerja sama yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, guru, komunitas, dan keluarga. Program ini bertujuan agar generasi muda kembali mengenali, menggunakan, dan mencintai bahasa ibunya. Seluruh proses dirancang agar mampu membangun sikap positif terhadap bahasa ibu sebagai bagian dari jati diri bangsa.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu`ti, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya peradaban bangsa Indonesia. Penyelenggaraan acara FTBIN Tahun 2025 merupakan rangkaian acara yang diselenggarakan di seluruh tanah air dalam rangka mewariskan nilai-nilai budaya dan kemahiran berbahasa daerah kepada generasi penerus bangsa.

”Penyelenggaraan FTBIN sebagai upaya dalam rangka mewariskan nilai-nilai budaya dan kemahiran berbahasa daerah kepada anak-anak kita. Ini juga sebagai bagian dari upaya kita bersama-sama untuk menjaga, melestarikan, dan bahkan mengembangkan bahasa daerah,” ujarnya di Gedung Merah Putih, Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM), Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat pada Senin (26/5).

Pengembangan Bahasa Daerah Melalui Dua Jalur

Indonesia memiliki lebih dari 718 bahasa daerah yang tersebar di seluruh wilayah nusantara, menjadikannya salah satu negara dengan keragaman bahasa tertinggi di dunia. Namun, sebagian besar bahasa tersebut kini berada dalam kondisi rentan atau terancam punah. Hilangnya satu bahasa berarti hilangnya satu cara pandang, satu pengetahuan lokal, dan satu identitas budaya. Oleh karena itu, pelestarian bahasa daerah menjadi bagian penting dari upaya memperkuat jati diri bangsa Indonesia.

Mendikdasmen menjelaskan, melalui FTBIN, Kemendikdasmen berkomitmen untuk bahasa daerah dapat dikembangkan melalui dua jalur. Pertama, jalur pendidikan formal dalam bentuk kurikulum muatan lokal yang bisa diberikan pelajaran bahasa daerah di masing-masing daerah. Kedua, penggunaan bahasa daerah dan budaya daerah di dalam maupun di luar sekolah yang diintegrasikan sebagai bagian dari kegiatan kokurikuler atau hidden curriculum yang melekat pada 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) khususnya kebiasaan bermasyarakat.

”Nilai dan kemahiran berbahasa daerah bisa ditanamkan melalui keluarga dan masyarakat yang dengan itu anak-anak kita tetap memiliki kemampuan dan kebanggan berbahasa Indonesia, mampu berbahasa daerah, dan menguasai bahasa asing,” ucap Menteri Mu`ti.

Ditambahkan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mengungkap bahwa faktanya, pembelajaran kelas awal yang dilakukan dengan bahasa daerah, dinilai lebih efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran. ”Dalam rangka melestarikan bahasa daerah, saya mengusulkan dan harus dikuatkan agar bahasa daerah dijadikan sebagai bahasa pengantar di tahun pertama karena penelitian membuktikan, pembelajaran dengan bahasa daerah itu jauh lebih efektif sebagai penguatan,” terangnya pada kesempatan yang sama.

Tentang FTBIN 2025

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin menyampaikan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) menjadi bagian dari perayaan Hari Pendidikan Nasional yang berlangsung setiap Mei. Festival ini merupakan ajang selebrasi nasional bagi para juara dan peserta terbaik Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat provinsi yang berasal dari 38 provinsi. “FTBIN menjadi ajang yang sangat dinantikan dan didambakan oleh para tunas bahasa Ibu, untuk menampilkan kreatiivitas dan prestasi berbahasa daerah yang mereka raih di tingkat provinsi” ujar Hafidz

Sebagai bagian dari keberlanjutan program Revitalisasi Bahasa Daerah, FTBIN 2025 menjadi puncak dari proses pembinaan yang dilaksanakan sepanjang tahun 2024. Sebanyak 114 bahasa daerah/dialek dari 38 provinsi telah direvitalisasi melalui pendekatan berbasis komunitas, pendidikan, dan seni pertunjukan. Dari proses tersebut, terpilih 114 peserta terbaik (siswa SD dan SMP) yang menampilkan pertunjukan dalam bahasa daerah mereka. Mereka yang disebut sebagai “tunas bahasa ibu” menjadi simbol generasi pewaris yang siap menjaga dan menghidupkan kembali warisan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.

Apresiasi Komisi X DPR atas Penyelenggaraan FTBIN

Komisi X DPR RI mengapresiasi program FTBIN yang diselenggarakan Badan Bahasa sebagai bentuk perhatian terhadap pelestarian bahasa daerah yang sebagiannya telah mengalami kepunahan karena tidak ada penuturnya. ”Kami mengapresiasi pemerintah daerah yang telah memasukkan mata pelajaran bahasa daerah di dalam muatan lokal. Kami harap ke depannya, apa yang sudah dirintis oleh Badan Bahasa ini juga diikuti dengan pengadaan guru-guru yang cukup dalam melestarikan bahasa daerah di Indonesia. Kami yakin, keberagaman (bahasa) bukan menjadi penghalang melainkan suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia,” tutur Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

FTBIN 2025, Wujud Komitmen Pelestarian Bahasa Daerah melalui Upaya Kolaboratif Segenap Elemen Bangsa Read More »

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 234/sipres/A6/V/2025

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu

Brunei Darussalam, 25 Mei 2025—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) mengikuti Forum Ketua Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (Mabbim) yang resmi dibuka pada 23 Mei 2025 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Perwakilan MABBIM dari Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia serta pemerhati dari Singapura. Suasana pembukaan forum berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Para delegasi hadir dengan tekad mempererat kerja sama kebahasaan di kawasan serantau.

Ketua Mabbim Indonesia dalam hal ini, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum ini. Ia mengungkapkan bahwa forum ini merupakan keberlanjutan dari Sidang Eksekutif Mabbim ke-59/Forum Ketua Mabbim pertama yang dilaksanakan di Bogor pada September 2023. “Forum Ketua Mabbim menjadi bentuk nyata dari kesungguhan tiga negara dalam memperkuat kerja sama trilateral di bidang bahasa. Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam memartabatkan bahasa Indonesia dan bahasa Melayu,” ungkapnya dalam pembukaan yang berlangsung pada Jumat (23/5).

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu

Hafidz menegaskan pentingnya forum ini sebagai wadah strategis untuk menjaga keharmonisan bahasa dan budaya serumpun. Bahasa Indonesia dan bahasa Melayu adalah warisan budaya bangsa yang harus diutamakan di masing-masing negara dan dikembangkan sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang. Kerja sama trilateral melalui diplomasi bahasa menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan global. “Sinergi kebahasaan di negara anggota Mabbim ini diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang sesuai dengan kebutuhan di era digital,” pungkas Hafidz pada Sabtu (24/5).

Berbagai agenda penting dibahas dalam forum ini. Salah satu agenda utama adalah laporan Musyawarah Sekretariat Mabbim Tahun 2024 dan agenda untuk Pertemuan Tiga Menteri yang menjadi forum koordinasi tingkat tinggi. Pernyataan Bersama Mabbim juga dirancang untuk memperkuat arah kebijakan bersama di bidang kebahasaan di masa depan. Selain itu, Forum ini juga mendiskusikan beberapa program baru seperti Penataran Korpus Leksikografi dan Leksikologi yang bertujuan untuk meningkatkan keahlian dalam pengelolaan korpus dan penyusunan kamus. Hal ini sejalan dengan kebutuhan pengembangan ilmu kebahasaan yang mutakhir.

Mabbim Malaysia turut mempresentasikan pembaruan terhadap Tatakerja Mabbim. Dokumen tersebut dimutakhirkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program. Sementara itu, Mabbim Brunei Darussalam menyampaikan pemutakhiran Panduan Penyelenggaraan Forum Ketua Mabbim. Kedua pembaruan ini diharapkan mempermudah koordinasi antarnegara dan efektivitas implementasi program bersama. Program-program Mabbim dirancang untuk mendukung pemajuan bahasa di kawasan serantau.

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu

Ketua Perwakilan Mabbim Malaysia, Tuan Haji Mohammad Johari bin Hasan, dalam sambutannya menekankan pentingnya mengadakan Pertemuan Menteri antarnegara anggota Mabbim. “Pertemuan ini bukan saja berperan sebagai medan untuk mengukuhkan komitmen serta kerjasama serantau dalam bidang kebahasaan, tapi boleh dimanfaatkan sebagai landasan untuk memberikan penerangan menyeluruh berkenaan visi, tujuan, dan program-program utama Mabbim,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dengan pelibatan Menteri dari tiga negara, dukungan terhadap agenda Mabbim akan lebih kuat dan efektif. Langkah ini diharapkan memperkokoh dasar dan arah kebijakan bahasa yang berpadu serta berteraskan jati diri kawasan.

Lebih lanjut, dalam konteks kemajuan teknologi dan globalisasi, Johari menilai kerja sama kebahasaan yang erat menjadi semakin penting. Malaysia menegaskan kesiapannya untuk terus aktif dalam inisiatif bersama yang memajukan bahasa serumpun di pentas antarabangsa.

Ketua Perwakilan Brunei Darussalam, Tuan Haji Awang Suip bin Abdul Wahab, merasa terhormat menjadi tuan rumah Forum Ketua MABBIM dan menyambut hangat kehadiran semua delegasi. Menurutnya, forum ini sebagai langkah penting dalam memperkuat kembali kerja sama bahasa Melayu dan bahasa Indonesia melalui penjenamaan semula MABBIM. “Forum Ketua Mabbim Pertama telah menghasilkan banyak usulan yang bermanfaat, dan kini diperlukan tindakan yang jelas agar hasilnya nyata. Diskusi kali ini diharapkan melahirkan ide segar dalam semangat persaudaraan dan cinta terhadap bahasa,” ujarnya.

Ketua MABBIM Brunei Darussalam menekankan pentingnya forum ini sebagai wadah memperkukuh budaya serumpun dan memerlukan dukungan kebijakan politik serta masyarakat. Ia juga mengajak semua pihak mengembangkan bahasa Melayu dan bahasa Indonesia ke ranah digital secara strategis agar tetap relevan di era modern. Dengan lebih 40 tahun keterlibatan Brunei dalam MABBIM, banyak keberhasilan yang telah diraih, dan kini saatnya melangkah lebih jauh secara objektif dan inklusif. Forum ini diharapkan mencapai mufakat dan menghasilkan keputusan bersama yang kuat untuk masa depan bahasa di kawasan.

Pemerhati dari Singapura, Dr. Nuraini binti Ismail sangat terkesan dengan semangat kebersamaan yang tumbuh di Mabbim. Bahasa tidak sekadar menjadi media komunikasi, namun telah menjadi alat diplomasi di negara serumpun. “Mabbim dapat mengampil peran penting, dalam upaya pengutamaan bahasa negara khususnya pada generasi muda,” ujarnya.

Pertemuan Tiga Menteri yang Menaungi Urusan Kebahasaan

Pertemuan tiga menteri negara anggota Majelis Bahasa Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia (MABBIM) dalam Sidang Pelindung Mabbim 2025 akan menjadi tonggak penting dalam upaya penguatan kerja sama kebahasaan di kawasan serantau. Para Menteri, yakni Menteri Kebudayaan Brunei Darussalam, Menteri Pendidikan Malaysia, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, akan menandatangani Pernyataan Bersama sebagai bentuk komitmen kolektif dalam memajukan serta menginternasionalkan bahasa Indonesia dan bahasa Melayu. Momen ini amat signifikan karena menjadi yang pertama sejak Komunike Bersama terakhir yang ditandatangani hampir dua dekade lalu, tepatnya pada 31 Juli 2006.

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu

Pertemuan para Menteri sekaligus untuk menggelar Sidang Pelindung Mabbim 2025 direncanakan berlangsung pada bulan Oktober 2025 bertepatan dengan perayaan Bulan Bahasa, sekaligus bersinergi mendukung dengan pencanangan kedaulatan bahasa Indonesia. Selain Sidang Pelindung Mabbim akan dilaksanakan pula Seminar antarbangsa Mabbim. Seminar ini menjadi momentum strategis menegaskan posisi dan peran bahasa serumpun di tingkat regional maupun global.

Dukungan penuh dari negara anggota semakin memperkuat optimisme atas hasil sidang ini. Baik Malaysia maupun Brunei Darussalam telah menyatakan kesediaan untuk mengirimkan delegasi tingkat tinggi dari negara masing-masing. Sementara itu, Singapura juga akan turut berpartisipasi melalui kehadiran pakar-pakar bahasa dalam seminar antarbangsa Mabbim. Bersama-sama, negara-negara tersebut menunjukkan kesungguhan dalam memperkuat kerja sama bahasa yang berlandaskan pada sejarah dan jati diri bersama.

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemdikbud.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikbud.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Forum Ketua Mabbim: Sinergisitas Trilateral untuk Martabat Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu Read More »

Kebinekaan Bahasa Daerah “Simalungun”

Kebinekaan Bahasa Daerah “Simalungun”

Oleh : Sahril

Dalam buku The Austronesian languages oleh Robert Blust (2013), pada bagian Daftar Bahasa Austronesia, diterakan adanya “Bahasa Batak, Simalungun” sebagai salah satu bahasa dari rumpun austronesia. Di buku ini, tidak dikatakan bahwa bahasa Simalungun merupakan dialek dari bahasa Batak. Jumlah bahasa daerah berdasarkan daerah, di Kabupaten Simalungun terdapat dua bahasa daerah (Statistik Kebahasaan dan Kesastraan 2021). Pada tahun 2023, jumlah penduduk Simalungun adalah sebanyak 1.035.920 jiwa (2023) (laki-laki sebesar 521.262 jiwa, perempuan sebanyak 514.658 jiwa). Kabupaten ini mayoritas dihuni oleh masyarakat suku asli Batak Simalungun. Selain itu Batak Toba, Karo, Mandailing, Angkola, dan Pakpak, suku pendatang Jawa, Minangkabau, Aceh, Tionghoa, Melayu, Nias, Sunda, dan lainnya. Secara administratif Kabupaten Simalungun terdiri atas 32 kecamatan, 386 desa, 27 kelurahan.


Pada kegiatan pengambilan data kebinekaan bahasa daerah ini, yang menjadi lokusnya adalah Desa Sondi Raya Kecamatan Raya di mana jumlah penduduknya sebanyak 2.279 jiwa (telah dilakukan oleh tim KKLP Molinbasra, yaitu Rosliani, Nurelide, dan Lolabora Tarigan pada tgl 2—5 Mei 2025). Selanjutnya, adalah Desa Sarimatondang Kecamatan Sidamanik dengan jumlah penduduk sebanyak 4.579 jiwa. Yang dilakukan pengambilan datanya pada tanggal 10—13 Mei 2025 oleh Tim KKLP Molinbasra, yaitu Sahril, Nurelide, dan Lolabora Tarigan. Sama dengan pengambilan data sebelumnya pada pengambilan data ini juga mengacu pada daftar tanyaan yang terdiri atas 200 kosakata dasar swadesh. Kemudian ditambah dengan kosakata budaya dasar menurut bidang terdiri atas 52 kosakata bagian tubuh, 11 kata ganti sapaan dan acuan, 25 kosakata sistem kekerabatan, 36 kosakata kehidupan desa dan masyarakat, 48 kosakata rumah dan bagian-bagiannya, 40 kosakata peralatan dan perlengkapan, 52 kosakata makanan dan minuman, 68 kosakata tanah, halaman, dan pepohonan, 88 kosakata binatang, 76 kosakata musim, keadaan alam, dan arah, 36 kosakata penyakit dan pengobatan, 87 kosakata kata sifat dan warna, 20 kosakata mata pencaharian, 28 kosakata pakaian dan perhiasan, 9 kosakata permainan, 98 kosakata gerak dan kerja, 52 kosakata bilangan, dan 25 kosakata kata tugas. Selanjutnya, pada bagian struktur frasa, frasa nominal, verbal, adjektiva, dan adverbial, yang terdiri atas 26 kosakata frasa nominal, 9 kosakata frasa verbal, 58 kosakata frasa adjektiva, dan 16 kosakata frasa adverbial. Sehingga jumlah keseluruhan tanyaan untuk kosakata itu sebanyak 1.191 kosakata.

Empat orang responden dipilih yaitu Bapak Rosul Damanik, Syahrial Damanik, Hokkop Jonson Damanik, dan Wilson Sinaga. Sebelum mengisi tanyaan tersebut, tim menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan peta kebinekaan ini, yaitu untuk pemutakhiran, karena selama ini Bahasa Simalungun masih masuk dalam dialek bahasa Batak. Sementara, banyak tuntutan masyarakat dan penutur, termasuk juga dalam Perda No 8 Tahun 2017 tentang Pengutamaan Bahasa Indonesia, Pelindungan Bahasa Daerah dan Sastra Daerah. Bahasa Simalungun sudah merupakan Bahasa tersediri, bukan lagi bagian bahasa Batak, sebagaimana dalam data peta bahasa Badan Bahasa bahwa Sumatera Utara hanya didaftar tiga bahasa, yaitu Batak, Melayu, dan Nias. Sementara dalam Perda ada 8 bahasa, yaitu Melayu, Batak Toba, Nias, Simalungun, Karo, Pakpak, Angkola/Mandailing, dan Pesisir Sibolga-Tapteng.

Jadi, harapan dan maksud dari kegiatan peta kebinekaan ini adalah untuk pemutakhiran data, apakah mungkin “bahasa Simalungun” ini menjadi bahasa, bukan lagi dialek dari bahasa Batak.
Harapan dan maksud ini hanya tercapai bila data yang diperoleh ketika dibandingkan dengan data bahasa selingkungan menunjukkan perbedaan yang signifikan, atau kalau menurut kajian leksikostatistik harus mencapai 80% tingkat perbedaannya.

Kebinekaan Bahasa Daerah “Simalungun” Read More »

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 213/sipers/A6/V/2025

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

Semarang, 12 Mei 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), menggelar rangkaian kegiatan strategis dalam rangka penguatan literasi dan sastra, serta revitalisasi bahasa daerah di Jawa Tengah.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, hadir dan menyapa langsung para pemenang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan komunitas literasi dan sastra. Para tunas muda sangat antusias serta bahagia mendapatkan kejutan kehadiran Wamen Fajar.

Dalam sambutannya, Fajar menekankan pentingnya pemanfaatan media digital dalam pelestarian bahasa daerah. Bahasa daerah menghadapi tantangan serius di era digital, karena anak-anak lebih akrab dengan bahasa gaul. Bahasa daerah juga sudah tidak lagi banyak digunakan di lingkungan keluarga, karena orang tua berasal dari suku yang berbeda, sehingga menggunakan bahasa Indonesia.

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

“Hal ini juga menjadi peluang, dengan cara manfaatkan media sosial, kemas dalam bentuk menarik. Bicarakan isu anak muda dalam bahasa daerah. Itu bisa menjadi gerakan viral yang menyenangkan,” ujar Wamen Fajar di Semarang, Minggu (11/5).

Wamen Fajar juga menyoroti perlunya penggunaan bahasa daerah sebagai pengantar pembelajaran pada kelas awal. Berdasarkan hasil penelitian dan kajian, pembelajaran menggunakan bahasa daerah di kelas dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi lebih baik. “Penggunaan bahasa daerah yang efektif dalam pembelajaran telah menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam pencapaian peserta didik secara keseluruhan,” tegas Wamen Fajar.

Wamen Fajar juga berharap para tunas muda tidak sekadar sebagai tunas, namun bisa tumbuh subur laksana pohon yang akan berbuah dan bermanfaat bagi masyarakat sebagai agen pelestari bahasa daerah ke generasi selanjutnya. “Kita semua punya peran. Pemerintah, sekolah, keluarga, dan komunitas harus bersinergi,” ujarnya.

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

Acara ini juga menjadi panggung penghargaan bagi 28 pemenang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025. Mereka tampil sangat memukau, sekaligus didokumentasikan untuk kampanye nasional jelang dilaksanakannya Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Nasional (FTBIN) yang akan dilaksanakan di Jakarta pada akhir Mei 2024.

Bantuan Pemerintah bagi Komunitas Pegiat Literasi dan Sastra

Selain temu sapa dengan Wamen Fajar, kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi bantuan pemerintah (Banpem) tahun 2025 untuk komunitas literasi dan komunitas sastra. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kapabilitas komunitas, memperluas jangkauan, memperkuat sinergi, serta memberikan apresiasi kepada komunitas yang aktif dan berdampak.

Kegiatan diikuti oleh perwakilan komunitas literasi dan sastra dari Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Demak, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Purbalingga. Hadir pula Dinas Pendidikan, DPRD Kabupaten Semarang, dan mitra strategis lainnya.

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

Di hadapan para komunitas pegiat literasi dan komunitas sastra, Wamen Fajar menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan dukungan komunitas litarasi dan sastra dalam meningkatkan budaya literasi. “Dengan dukungan dari komunitas literasi dan sastra, maka kerja Kemendikdasmen semakin optimal,” imbuhnya.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa sastra dan literasi adalah kekuatan penting dalam pembangunan karakter bangsa. Sastra membentuk nalar dan nilai serta karakter. Komunitas literasi dan sastra adalah pilar penting dalam peran partisipasi semesta mencerdaskan generasi emas. “Bantuan pemerintah ini adalah bentuk dukungan dan kehadiran pemerintah terhadap partisipasi masyarakat dalam peningkatan literasi dan pengembangan sastra. Untuk itu, pengelolaannya harus efisien, efektif, dan tertib administrasi,” pesan Hafidz.

Lebih lanjut, Hafidz mengungkapkan bahwa tahun ini, sebanyak 100 komunitas pegiat literasi akan menerima bantuan dengan total alokasi 50 juta rupiah. Bagi komunitas sastra akan mendapatkan bantuan pemerintah dengan jumlah maksimal 100 juta rupiah, sedangkan sastrawan dengan pengabdian minimal 40 tahun akan mendapatkan bantuan sebesar 25 juta rupiah, dan minimal 50 tahun akan mendapatkan bantuan 40 juta rupiah.

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

Koordinator FTBM Purbalingga, Parimim, menyambut baik program bantuan bagi komunitas literasi. Ia menyampaikan adanya inisiatif program Menulis Desa yang melibatkan masyarakat untuk menulis kisah tentang kampung halamannya. “Kami berharap banpem tersebut dapat digunakan untuk penerbitan karya hasil dari program Menulis Desa. Ini bukan hanya soal menulis, tapi juga melestarikan identitas lokal dan memperkuat kebanggaan terhadap asal-usul,” ungkapnya.

Sementara itu, Norman seorang pegiat literasi dari Salatiga menyoroti pentingnya mengenalkan anak-anak pada buku digital. “Anak-anak sudah akrab dengan gawai, tapi belum terbiasa mengakses buku digital. Sinergi antara komunitas, sekolah, dan orang tua sangat diperlukan untuk menggerakkan literasi digital,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Semarang, Musyarofah menegaskan dukungan legislatif terhadap kegiatan literasi dan sastra di tengah keterbatasan anggaran. Pihaknya akan terus mendukung program-program kreatif yang memberikan manfaat untuk masyarakat.

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah
Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah
Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah Read More »

Peran Bahasa dalam Meningkatkan Karakter Berbahasa Generasi Muda di Era 5.0

Peran Bahasa dalam Meningkatkan Karakter Berbahasa Generasi Muda di Era 5.0

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 203/sipers/A6/V/2025

Peran Bahasa dalam Meningkatkan Karakter Berbahasa Generasi Muda di Era 5.0

Jakarta, 8 Mei 2025 – Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menjadi pembicara utama dalam Seminar Kebahasaan yang bertajuk “Peran Bahasa dalam Meningkatkan Karakter Berbahasa di Era 5.0” di ruang auditorium Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Selasa (6/5). Tujuan dari seminar ini ialah untuk menggali pemahaman kritis mahasiswa terhadap dinamika berbahasa dalam kehidupan generasi muda. Seminar diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMANESIA) Universitas Muhamadiyah Jakarta bersama Universitas Muhamadiyah Tangerang.

Peran Bahasa dalam Meningkatkan Karakter Berbahasa Generasi Muda di Era 5.0

Dalam sesi bertajuk “Bahasa yang Digunakan Generasi Muda”, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, mengungkapkan bahwa bahasa gaul yang sering digunakan generasi muda dalam kehidupan sehari-hari telah mewarnai tranformasi bahasa khususnya di kalangan anak muda. Ia menegaskan pentingnya membentuk karakter berbahasa yang santun, kritis, dan inklusif sejak dini, karena banyak dampak positif dan negatif dari ragam bahasa yang berkembang cepat.

Peran dan kedudukan bahasa amatlah penting dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. “Bahasa telah diatur dalam UUD 1945 yang menandakan pentingnya kedudukan bahasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, bahasa juga diatur dalam UU 24 Tahun 2009, PP 57 Tahun 2014 dan penggunaan bahasa Indonesia telah diatur dalam Perpres 63 Tahun 2019,” ujar Hafidz.

Peran Bahasa dalam Meningkatkan Karakter Berbahasa Generasi Muda di Era 5.0

Hafidz juga menjelaskan tentang peran Badan Bahasa dalam upaya pembinaan, pengembangan, dan pelindungan bahasa dan sastra. Salah satu produk layanan yang sering digunakan para mahasiswa adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang saat ini hampir mencapai 300juta pencarian. Selain itu juga memperkenalkan Superaplikasi Halo Bahasa yang memuat produk-produk dan layanan Badan Bahasa dalam satu genggaman secara mudah dan cepat. Guna menguji dan mengetaui tingkat kemahiran berbahasa Indonesia para peserta, Hafidz juga menyarankan seluruh mahasiswa untuk mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).

Ia mengimbau para mahasiswa untuk turut menjaga kedaulatan bahasa Indonesia di lingkungan kampus sebagai objek pengawasan penggunaan bahasa Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti. “Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia, telah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pada 24 Februari 2025 dan telah diluncurkan bersama-sama dengan Menteri Dalam Negeri pada 25 April 2025 di Jakarta sekaligus Pencanangan Komitmen Bersama Menjaga Kedaulatan Bahasa Negara,” tegasnya.

Ia mengajak para mahasiswa agar memahami peran bahasa dalam pembentukan identitas generasi muda di tengah era digital, dimana fenomena penggunaan bahasa gaul merambah di kalangan generasi muda. Perubahan bentuk dan makna bahasa di media sosial menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perkembangan kebahasaan. Seminar ini menjadi ruang refleksi dan edukasi yang baik mengenai praktik berbahasa yang baik dan benar serta kontekstual. Kegiatan seminar semakin bergema saat Kepala Badan Bahasa mengajak seluruh peserta menggaungkan semangat Tri Gatra Bangun Bahasa, Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing.

Peran Bahasa dalam Meningkatkan Karakter Berbahasa Generasi Muda di Era 5.0

Senada dengan hal itu, Aeni Nurhidayati selaku panitia seminar menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai forum diskusi ilmiah dan pembinaan sikap kebahasaan mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa seminar kebahasaan ini memiliki tujuan agar peran bahasa dapat membentuk pola pikir dan perilaku anak muda. “Bahasa dipandang sebagai sarana komunikasi yang adaptif terhadap perubahan zaman dan teknologi, supaya peserta berpikir kritis terhadap penggunaan bahasa yang mereka hadapi setiap hari,” ucap Aeni.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Kepala Badan Bahasa memberikan peserta memahami kebijakan kebahasaan nasional secara komprehensif. “Kegiatan ini diharapkan oleh kalangan mahasiswa sebagai pembentukan generasi muda yang cakap dan berkarakter melalui bahasa semakin optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen FKIP UMT, Luluk Mukaromah, yang menjadi salah seorang pemateri seminar menuturkan bahwa karakter berbahasa juga dibentuk dari keluarga dan lingkungan sekitar tempat tinggal. Sehingga bahasa perlu digunakan sebagaimana mestinya sesuai dengan konteks. “Bahasa adalah sistem komunikasi berupa simbol, bunyi, dan aturan yang disepakati,” tuturnya.

Luluk mengharapkan melalui seminar dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab, peserta diajak menyelami dinamika bahasa generasi muda secara lebih aplikatif. Supaya dapat mengenal istilah-istilah gaul yang kini telah mendapat pengakuan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Peserta juga diingatkan akan pentingnya menjaga kesantunan dan efektivitas dalam berbahasa. “Seminar ini menjadi contoh konkret pendidikan bahasa yang relevan dengan realitas kehidupan kampus dan masyarakat,” pungkasnya.

Peran Bahasa dalam Meningkatkan Karakter Berbahasa Generasi Muda di Era 5.0

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Peran Bahasa dalam Meningkatkan Karakter Berbahasa Generasi Muda di Era 5.0 Read More »

Program Revitalisasi Sekolah Hingga Sosialisasi Kebijakan Hiasi Hardiknas Tahun 2025 di Purbalingga

Program Revitalisasi Sekolah Hingga Sosialisasi Kebijakan Hiasi Hardiknas Tahun 2025 di Purbalingga

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 198/sipers/A6/V/2025

Program Revitalisasi Sekolah Hingga Sosialisasi Kebijakan Hiasi Hardiknas Tahun 2025 di Purbalingga

Purbalingga, 3 Mei 2025 — Mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, hadir di TK Pertiwi I Serang untuk menyosialisasikan peluncuran Program Revitalisasi Sekolah. Salah satu sekolah yang direvitalisasi adalah TK Pertiwi I Serang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Program Revitalisasi Sekolah Hingga Sosialisasi Kebijakan Hiasi Hardiknas Tahun 2025 di Purbalingga

“Pendidikan bermutu hanya bisa tercapai dengan didukung lingkungan belajar yang memadai. Program revitalisasi ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah membangun masa depan bangsa, melalui layanan pendidikan yang adil dan merata,” ujar Hafidz di Purbalingga, Jumat (2/5).

Seremoni di TK Pertiwi I tetap berlangsung khidmat meski diguyur hujan deras. Sebagai penanda simbolis, dilakukan pemakaian helm proyek kepada pihak sekolah. Hafidz juga menyerahkan boneka Bebe dari Badan Bahasa dan buku bacaan anak dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Sementara itu, Direktur PAUD, Nia Nurhasanah, turut memberikan dana bantuan ke TK Pertiwi I dan perlengkapan sekolah berupa tas, alat tulis, dan alat menggambar kepada siswa TK Pertiwi I.

Sosialisasi Kebijakan Kementerian: Penguatan Karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Masih dalam rangkaian peringatan Hardiknas, Hafidz Muksin juga bertugas sebagai pembina upacara di SMA Negeri 1 Bobotsari, menyampaikan pidato Mendikdasmen dan mengajak seluruh peserta upacara memperkuat semangat gotong royong dan pembiasaan hidup sehat. Ia juga menyampaikan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat; sebagai bagian dari kebijakan pendidikan karakter.

“Generasi hebat tidak dibentuk dalam semalam. Ia tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dan berlandaskan nilai-nilai baik,” ujar Hafidz yang kala itu kompak mengenakan busana adat khas Jawa Tengah bersama dengan guru-guru lainnya

Program Revitalisasi Sekolah Hingga Sosialisasi Kebijakan Hiasi Hardiknas Tahun 2025 di Purbalingga

Penguatan Literasi dan Bahasa: Implementasi Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025

Sebagai bagian dari penguatan tata kelola penggunaan bahasa di satuan pendidikan, Hafidz turut menyosialisasikan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 2 Tahun 2025 Tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia, yang telah diluncurkan pada 25 April lalu. Kebijakan ini merupakan wujud pelaksanaan semangat Trigatra Bangun Bahasa, yang mencakup pengutamaan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguasaan bahasa asing.

Program Revitalisasi Sekolah Hingga Sosialisasi Kebijakan Hiasi Hardiknas Tahun 2025 di Purbalingga

“Kita perlu menjaga kedaulatan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, bahasa pemersatu bangsa. Gunakanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam seluruh aktivitas pembelajaran dan administrasi di sekolah,” tegas Hafidz.

Penandatanganan komitmen bersama sebagai implementasi Permendikdasmen dilakukan di tiga sekolah yaitu SMAN 1 Bobotsari, SMPN 1 Purbalingga, dan SMPN 1 Padamara, dengan dukungan langsung dari kepala sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga.

Dalam kesempatan yang sama, Hafidz juga menyerahkan piagam penghargaan Apresiasi Giat UKBI Adaptif Merdeka Tahun 2024 kepada tiga sekolah tersebut. UKBI menjadi salah satu instrumen pengukuran kemahiran berbahasa Indonesia yang disiapkan Badan Bahasa untuk mendukung literasi nasional.

Program Revitalisasi Sekolah Hingga Sosialisasi Kebijakan Hiasi Hardiknas Tahun 2025 di Purbalingga

Hardiknas 2025 sebagai Momentum Kolaborasi dan Pemerataan Pendidikan

Kemendikdasmen melalui peringatan Hardiknas 2025 tidak hanya menggelar upacara secara simbolis, tetapi juga mengirimkan jajaran pejabat eselon I dan II ke berbagai daerah, termasuk wilayah 3T, sebagai bentuk kehadiran negara secara menyeluruh.

Dengan mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, peringatan tahun ini menjadi pengingat bahwa transformasi pendidikan hanya dapat dicapai melalui gotong royong seluruh pihak—pemerintah, sekolah, guru, siswa, orang tua, dan masyarakat.

Program Revitalisasi Sekolah Hingga Sosialisasi Kebijakan Hiasi Hardiknas Tahun 2025 di Purbalingga

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Program Revitalisasi Sekolah Hingga Sosialisasi Kebijakan Hiasi Hardiknas Tahun 2025 di Purbalingga Read More »

Terima Rekomendasi Konsolnas, Mendikdasmen Apresiasi Dedikasi dan Masukan Peserta

Terima Rekomendasi Konsolnas, Mendikdasmen Apresiasi Dedikasi dan Masukan Peserta

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 188/sipers/A6/IV/2025

Terima Rekomendasi Konsolnas, Mendikdasmen Apresiasi Dedikasi dan Masukan Peserta

Depok, 30 April 2025 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, secara resmi menerima hasil rekomendasi dari delapan komisi dalam Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (Konsolnas Dikdasmen) Tahun 2025 yang berlangsung di Depok, Jawa Barat, pada Rabu (30/4).

Dalam sambutannya, Mendikdasmen menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan seluruh peserta selama tiga hari pelaksanaan kegiatan. “Tiga hari kita bersama-sama mencurahkan pikiran, gagasan, dan praktik-praktik baik untuk memajukan pendidikan nasional. Forum Konsolidasi Nasional ini terasa begitu indah karena kita memiliki semangat, visi, dan komitmen yang sama bahwa Indonesia masa depan dan berkemajuan bisa kita wujudkan melalui pendidikan yang bermutu untuk semua,” ujarnya.

Mendikdasmen juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan partisipasi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. “Kami ingin memperkuat bagaimana Pendidikan Bermutu untuk Semua dapat terwujud. Tidak hanya dibutuhkan partisipasi, tetapi juga gerakan yang terkonsolidasi dengan baik. Inilah kunci untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengangkat martabat Indonesia,” lanjutnya.

Mengakhiri sambutannya, Mendikdasmen memberikan apresiasi atas dukungan daerah terhadap penguatan karakter anak bangsa melalui gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan masukan dari seluruh peserta, terutama atas poin-poin kritis yang akan menjadi agenda kita bersama ke depan,” pungkasnya.

Perwakilan Komisi 1, Emy Rosana Saleh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara, menyampaikan bahwa sidang komisi terkait Rancangan Rencana Strategis Kemendikdasmen 2025-2029 telah menghasilkan tiga poin rekomendasi yaitu akses, mutu, dan tata kelola.

“Untuk akses, kami menekankan pada penyediaan akses bagi wilayah tanpa satuan pendidikan, karena di daerah-daerah masih banyak wilayah kecamatan terpencil yang tidak mendapatkan akses. Kedua, rekomendasi kami adalah mengoptimalisasikan pemenuhan dan peningkatan mutu guru hingga strategi pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Lalu dari sisi tata kelola, kita semua harus mensinergikan bagaimana nanti kebijakan terkait dengan pengelolaan dari anak putus sekolah ataupun wajib belajar 13 tahun,” jelasnya.

Perwakilan Komisi 2, Taufiq Mursad dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, menyampaikan rekomendasi penguatan kebijakan terkait program pembangunan dan revitalisasi sekolah. Ia mendorong penggunaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang telah diverifikasi dan divalidasi oleh dinas pendidikan sebagai dasar perencanaan dan sasaran program pembangunan yang akurat.

Perwakilan Komisi 3, Maryam dari Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai, menyampaikan rekomendasi terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Maryam mengatakan agar dilakukan analisis daya tampung oleh pemerintah daerah dalam tahap perencanaan SPMB dan penguncian Dapodik sesuai dengan daya tampung pada saat pengumuman pendaftaran, sebagai upaya transparansi pelaksanaan SPMB. Selain itu, untuk menjawab isu daya tampung, dapat dilakukan pelibatan satuan pendidikan swasta terakdreditasi dan satuan-satuan pendidikan lainnya melalui kerja sama.

Perwakilan Komisi 4, Katman dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyampaikan sejumlah praktik baik pemanfaatan Rapor Pendidikan oleh pemerintah daerah (Pemda) dan satuan pendidikan agar menjadi referensi bagi daerah ataupun satuan pendidikan lainnya. Salah satunya, Kabupaten Lombok Tengah telah melakukan analisis pemetaan mutu pendidikan di wilayahnya menggunakan data Rapor Pendidikan dengan menganalisis kesenjangan kualitas hasil belajar. Berdasarkan hasil analisis tersebut, kemudian dipetakan kecamatan dan satuan pendidikan mana yang perlu diprioritaskan untuk perbaikan.

Perwakilan Komisi 5, Usman dari Dinas Pendidikan Kabupaten Buol, juga menyampaikan sejumlah praktik baik di daerah terkait tata kelola guru dan status kepegawaian guru yang meliputi: 1) 7 SEAMEO Center telah melakukan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru; 2) Asosiasi Guru Matematika Indonesia ikut berperan dalam meningkatkan kompetensi guru matematika; dan 3) Komunitas Guru Belajar Nusantara berkolaborasi dengan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sumatra Utara dan Jawa Timur dalam Program Sesi Belajar.

Perwakilan Komisi 6, Pujianto dari Dinas Pendidikan Kota Sorong, menyampaikan, “Kami merekomendasikan kepada Bapak Menteri dan jajaran agar sekiranya pendidikan jarak jauh dapat menjadi kebijakan di tahun 2026. Hal ini didasari oleh materi pembelajaran yang terstruktur, media komunikasi yang interaktif dan efektif, dukungan teknis dan akademik, penilaian yang komprehensif dan adaptif, guru yang kompeten dalam pembelajaran, serta murid yang mandiri dan termotivasi.”

Perwakilan Komisi 7, Sutarmo dari Dinas Pendidikan Kota Surakarta, menyampaikan bahwa terkait pendidikan karakter perlu adanya percepatan penyusunan peraturan dan kebijakan di tingkat daerah yang mendukung implementasi penguatan pendidikan karakter. Selain itu, perlu juga adanya aktivasi penguatan pendidikan karakter dengan melibatkan empat pusat pendidikan, yaitu satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan media.

Perwakilan Komisi 8, Herawati dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, menyampaikan bahwa terkait peningkatan literasi bahasa dan sastra perlu dilakukan integrasi literasi dalam Asesmen Nasional dan Rapor Pendidikan. Penguatan akses dan pemanfaatan buku bacaan bermutu juga penting untuk dilakukan dengan melibatkan Balai Bahasa dalam fasilitasi, distribusi, pelatihan penggunaan bahan bacaan.

Dengan penyerahan hasil rekomendasi dari delapan sidang komisi, Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah 2025 diharapkan menjadi pijakan strategis dalam merumuskan kebijakan pendidikan ke depan. Seluruh rekomendasi ini akan dibahas lebih lanjut secara mendalam oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama pemangku kepentingan terkait, guna memastikan implementasi yang selaras, tepat sasaran, dan berkelanjutan demi terwujudnya Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Terima Rekomendasi Konsolnas, Mendikdasmen Apresiasi Dedikasi dan Masukan Peserta Read More »