Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU) mendampingi Duta Bahasa Sumatera Utara melaksanakan Program Krida Bahasa; Kampanye Kesadaran Berbahasa Santun di Media Sosial yang diselenggarakan pada Kamis, 20 Juli 2023 yang bertempat di Universitas Prima Indonesia, Medan.
Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta dari wilayah Medan, Binjai, dan Deliserdang. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Universitas Prima Indonesia, Said Rizal, M.A. Dalam sambutannya, Said Rizal berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat menguatkan nilai-nilai positif dalam diri peserta dan menjadi sarana bagi peserta untuk belajar mengedepankan kebijaksanaan dan menjunjung sopan santun dalam berinteraksi di media sosial.
Kegiatan ini juga menghadirkan beberapa narasumber, yakni Kepala BBPSU, Hidayat Widiyanto, M.Pd., yang menjelaskan tentang Kebijakan Penggunaan Bahasa, Ahli Bahasa BBPSU, Juliana, S.S, M.Si., memaparkan tentang Kondisi Penggunaan Bahasa dan Konflik Kebahasaan di Media Sosial, Dekan FKIP UNPRI, Dian Syahfitri, S.S., M.Hum., menjelaskan tentang Kesantunan Berbahasa, dan Muhammad Wahyu Hidayah, S.H. yang menutup rangkaian sesi materi dengan memaparkan materi Berbahasa Santun di Media Sosial ala Anak Muda. Sesi materi ditutup dengan diskusi interaktif antara peserta dan narasmber.
Setelah rangkaian penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan kampanye melalui pembuatan konten “Santun Berbahasa Bijak Bermedia” oleh peserta yang terbagi dalam beberapa kelompok. Konten tersebut selanjutnya diunggah di akun Instagram perwakilan kelompok. Konten ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak muda dalam rangka mengajak mereka untuk sama-sama menjadi anak muda yang bijak, bertutur kata baik, dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk melahirkan karya-karya positif.
Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara melaksanakan kegiatan Bengkel Apresiasi Sastra Pantun Karo (Ndung-Ndungen) yang diikuti oleh siswa SMP negeri dan swasta di Kabupaten Karo pada Rabu—Jumat, 12—14 Juli 2023 yang diadakan di Hotel Sinabung, Berastagi. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas dalam pelestarian bahasa daerah.
Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu unit pelaksana Teknis Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang memiliki tugas untuk mengembangkan, membina, dan melindungi bahasa dan sastra. Dalam hal melaksanakan kegiatan Bengkel Apresiasi Sastra Pantun Karo (Ndung-Ndungen), merupakan salah satu kegiatan prioritas dalam melaksanakan pelindungan bahasa daerah.
Sastra Pantun Karo merupakan salah satu bagian dari Ndung-Ndungen yang memiliki banyak cabang sastra lainnya. Ndung-Ndungen ini, dahulu digunakan dalam memberikan nasihat- nasihat kepada orang lain, dipercaya dengan Ndung-Ndungen ini dapat diterima oleh masyarakat karena penerapan ini sesuai dengan kehidupan sehari-hari masyrakat Karo.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Hidayat Widiyanto, M.Pd., mengatakan bahwa Bengkel Apresiasi Sastra Pantun Karo (Ndung-Ndungen) ini termasuk dalam kegiatan pelindungan bahasa daerah dan peningkatan literasi yang merupakan program prioritas Badan Bahasa tahun ini.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP, Irwan Ganti, S.Pd., M.I.P. yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo. Dalam acara tersebut, Irwan menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan semangat para siswa dalam melestarikan sastra Karo, khususnya pantun Karo (Ndung-Ndungen), yang pada saat ini sudah hampir hilang. Dahulu hal yang serupa pernah ada, yaitu Turi-Turin yang merupakan penyampaian nasihat melalui cerita, seolah-olah cerita yang disampaikan itu nyata sehingga nasihat yang disampaikan mampu diserap oleh orang yang mendengarnya.
Irwan juga menyampaikan harapan semoga Ndung-Ndungen dan Turi-turin ini mampu dilestarikan dan diwariskan ke generasi selanjutnya. Berikutnya, ia juga berterima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara dan bangga atas pelaksanaan kegiatan ini.
Seluruh peserta juga dibekali materi oleh narasumber, yaitu Sahril, Hasan Al Banna, Simpei Sinulingga, dan Jepta Saputra Bangun. Peserta dibekali materi tentang mengenal pantun, kreatif bermain kata dan rima, mengenal pantun Karo, dan memamerkan seni pertunjukan sastra lisan Karo. Kegiatan ini diikuti oleh 32 siswa SMP dan 8 guru pendamping di Kabupaten Karo dengan pemberian pembelajaran dan pengalaman yang menarik bagi para siswa, khususnya dalam melestarikan bahasa Karo. Para siswa juga sangat senang dan bahagia dalam mengikuti acara ini.
MEDAN – Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Sumatera Utara Tahun 2023 telah sukses dilaksanakan. Duta Bahasa Sumut terpilih dan Ikadubas Sumut sedang melaksanakan persiapan menuju Pemilihan Duta Bahasa Nasional (Pildubasnas) yang akan digelar di Jakarta. Salah satu usaha untuk meraih hasil yang maksimal, Duta Bahasa Sumut membutuhkan penguatan oleh pemangku kepentingan, pejabat daerah, dan para mitra.
Sabtu (15/7) pagi di Rumah Dinas Gubernur, Duta Bahasa Sumatera Utara bertemu dengan Gubernur Sumatera Utara, Letjen TNI (Purn) H. Edy Rahmayadi dan Ketua TP PKK Prov. Sumut Hj. Nawal Edy Rahmayadi. Dalam audiensi ini, Gubsu dan istri didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara, Ibu Dwi Endah Purwanti.
Pertemuan yang berlangsung santai dan hangat ini menjadi penguat dan penyemangat Dubas Sumut yang akan mewakili Sumatera Utara. Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Hidayat Widiyanto, yang mendampingi Dubas Sumut mengucapkan terima kasih dan menegaskan dukungan untuk kemajuan program literasi yang dilakukan Provinsi Sumatera Utara.
Sambil bercengkerama dengan keluarga, Gubsu dan istri memberikan penguatan moral yang sangat penting bahwa Dubas Sumut harus membawa dan menjaga nama baik Sumatera Utara. Gubsu juga mengingatkan Dubas Sumut agar menjadi generasi muda yang berpikir cerdas dan bertindak bijak.
Duta Bahasa Utama Sumatera Utara 2023 juga menyampaikan program kerja (krida) yang akan dipresentasikan di Jakarta. Krida yang akan dibawa mengusung tema revitalisasi bahasa daerah (Batak Toba) melalui penguatan literasi. Selain itu, sebagai representasi Sumut, Dubas Sumut juga akan mengenakan pakaian adat Simalungun dalam Pildubasnas nanti.
“Terima kasih banyak atas dukungan dari Pemprovsu untuk perwakilan Sumatera Utara dalam Pildubasnas nanti. Semoga kita bisa memberikan yang terbaik.” Pungkas Hidayat sembari menutup audiensi tersebut. (rzq)
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU), Hidayat Widiyanto, M.Pd., bersama Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) UKBI BBPSU melakukan audiensi dan koordinasi teknis pelaksanaan UKBI Adaptif Merdeka di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Prima Indonesia (Unpri) Medan pada Senin, 10 Juli 2023. Hidayat dan tim disambut baik oleh Dekan FKIP Unpri, Dian Syahfitri, M.Hum., yang didampingi Sartika Sari, M.Hum. dan Esra Perangin-Angin, M.Pd. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan kerja sama Unpri kepada BBPSU terkait dengan pelaksanaan UKBI Adaptif Merdeka secara massal.
Dalam kesempatan ini, Dian menyampaikan maksud kerja sama yang ditawarkan kepada BBPSU, yaitu akan dilaksanakannya UKBI Adaptif Merdeka berbayar yang diikuti sebanyak seribu peserta di Unpri. Seribu peserta tersebut nantinya sebagian besar merupakan mahasiswa FKIP, sedangkan sisanya adalah mahasiswa dari berbagai fakultas di Unpri.
Koordinator KKLP UKBI BBPSU, Imran, M.Hum., menjelaskan mekanisme yang harus dijalani Unpri ketika akan melaksanakan UKBI Adaptif Merdeka massal ini. Pihak Unpri harus mendata peserta dan mengirimkan data tersebut kepada pihak BBPSU untuk mempermudah pendaftaran peuji secara kolektif. Untuk teknis pelaksanaannya, ujian dapat dilangsungkan dalam dua sesi dengan jumlah peserta sebanyak 500 orang per sesi. Sebelum pertemuan diakhiri, Hidayat menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Unpri. Atas nama BBPSU, Hidayat sangat mendukung upaya Unpri dan berharap UKBI Adaptif Merdeka secara massal yang telah direncanakan tersebut dapat terlaksana dengan baik. Pertemuan diakhiri dengan penyerahan cendera mata dan foto bersama.
Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara melaksanakan seminar BIPA pada 5 Juli 2023 di Hotel J.W. Marriott, Medan. Seminar bertopik “Strategi dan Peran Pengajar BIPA dalam Penginternasionalan Bahasa Indonesia”. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas lembaga dalam rangka mengawal regulasi, koordinasi, dan fasilitasi ke-Bipa-an khususnya di wilayah Sumatera Utara. Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu unit pelaksana Teknis Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang memiliki tugas untuk mengembangkan, membina, dan melindungi bahasa dan sastra serta meningkatkan status bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional. Peningkatan status bahasa Indonesia ini menjadi satu dari tiga program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) mempunyai peran penting dan strategis dalam memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional. Berbagai upaya strategis telah dilakukan untuk meningkatkan jati diri dan martabat bangsa Indonesia serta menjadikan bahasa Indonesia sebagai kebanggaan bagi penutur asing di luar negeri. Antusiasme warga dunia untuk mempelajari Bahasa Indonesia semakin terlihat dari Program BIPA.
Sampai akhir tahun 2022, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek telah memfasilitasi lembaga penyelenggara program BIPA sebanyak 185 lembaga di 52 negara dengan total 150.290 pemelajar dan 307 penugasan pengajar. Angka tersebut menjadi bukti bahwa minat warga asing terhadap bahasa Indonesia terus meningkat di berbagai belahan dunia. Capaian tersebut tidak terlepas dari hasil koordinasi antara Badan Bahasa dan berbagai pihak, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Badan Bahasa melalui Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara sebagai unit pelaksana teknis melaksanakan koordinasi penyusunan kebijakan di bidang bahasa dan sastra perlu memastikan adanya partisipasi publik dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Hal tersebut sangat penting karena masyarakat sebagai subjek dan pelaku kebahasaan memiliki pengalaman dan pemahaman yang unik tentang bahasa dan kebutuhan bahasa mereka, termasuk bagaimana bahasa itu dikelola untuk dibawa ke ranah global. Untuk itu, diperlukan berbagai ikhtiar untuk mewujudkannya.
Pelayanan profesional program BIPA bagi lembaga di wilayah Unit Pelaksana Teknis (UPT) balai/kantor bahasa di Indonesia dapat dilaksanakan melalui tiga model kegiatan, yaitu bimbingan teknis, forum ilmiah, dan pemasyarakatan. Pemfokusan layanan profesional program BIPA di wilayah kerja UPT melalui tiga model kegiatan tersebut bertujuan memprioritaskan peran balai/kantor bahasa sebagai pengelola kegiatan koordinasi dan fasilitasi pengembangan program BIPA di dalam negeri. Berdasarkan kondisi yang dipaparkan di atas, perlu adanya forum ilmiah keBIPA-an yang dilaksanakan melalui fasilitasi penyelenggaraan seminar ilmiah ke-BIPA-an di Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan seminar ini merupakan rangkaian kegiatan fasilitasi lembaga penyelenggara BIPA yang diawali bimbingan teknis peningkatan kompetensi pengajar BIPA Sumatera Utara pada tanggal 20—21 Februari 2023. Sebagai tindak lanjut seminar ini akan dilakukan kooordinasi antarlembaga yang melibatkan lembaga penyelenggara BIPA, pegiat dan pengajar BIPA, pemerintah daerah, dan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara.
Seminar BIPA pada hari ini mengangkat topik “Strategi dan Peran Pengajar Bipa dalam Penginternasionalan Bahasa Indonesia” yang diikuti 100 peserta dari perwakilan berbagai lembaga BIPA, kampus perguruan tinggi, pengajar dan pegiat BIPA, para mahasiswa pemelajar BIPA, dan mahasiswa Indonesia yang telah mendapat mata kuliah ke-BIPA-an. Seminar ini menghadirkan narasumber dari berbagai pemangku kepentingan; yaitu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Agus Tripriyono, Koordinator Kerja Sama APPBIPA Pusat, Ibu Paulina Chandrasari Kusuma, M. Hum., dan Pengajar dari UN Migration Indonesia Internasioanl Migration Organization, Ibu Nurul Nayla Azmi Dalimunthe, M.Si.
Diharapkan forum ilmiah ini dapat menjadi pertemuan ilmiah dalam menampung ide dan pikiran baru sebagai upaya untuk mempercepat partisipasi publik dalam penginternasionalan bahasa Indonesia. Misi ini harus diperkuat oleh semua pemangku kepentingan karena telah diamanatkan dalam Pasal 44 UU RI No. 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan “Pemerintah meningkatkan fungsi Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan.
Malam Puncak Pemilihan Duta Bahasa Sumatera Utara 2023 telah berlangsung pada tanggal 9 Juni 2023 mulai pukul 19.30 s.d. 23.30. Malam puncak ini adalah titik akhir dari proses pemilihan Duta Bahasa Sumatera Utara tahun 2023. 20 finalis yang berpartisipasi tentunya akan menjadi bagian penting sebagai mitra Balai Bahasa Sumatera Utara. Duta Bahasa dibentuk dengan tujuan untuk mengajak generasi muda untuk berkiprah di masyarakat dalam pengembangan dan pembinaan bahasa. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini telah diinisiasi sejak tahun 2006 dan telah menghasilkan sejumlah Duta Bahasa yang menjadi mitra masyarakat dalam pengembangan dan pembinaan bahasa di masyarakat, khususnya di Sumatera Utara.
Proses panjang telah dilalui 20 finalis yang tampil di malam puncak sejak pendaftaran sampai malam puncak Pemilihan Duta Bahasa Sumatera Utara Tahun 2023. Tahapan-tahapan tersebut adalah
1. Tahapan Pendaftaran Pildubas 6 Feb–11 Mar 2023 (terhimpun 245 peserta yang mewakili hampir semua kab/kota di Sumut).
2. Tahapan Seleksi
a. Seleksi Administrasi 16 Mar 2023 menghasilkan 198 peserta yang lulus
seleksi.
b. Seleksi Wawancara 27–30 Mar 2023 diikuti 198 peserta untuk menghasilkan
60 peserta yang lulus seleksi.
c. Seleksi Akhir 2–4 Mei 2023 diikuti 60 peserta dan menghasilkan 20 finalis.
3. Pengumuman seleksi akhir 6 Mei 2023 terpilih 20 finalis (10 Putra, 10 Putri)
4. Tahapan Final
a. Taklimat 1, 8 Mei 2023
b. Kelas daring 23–27 Mei 2023
c. Taklimat 2, 2–3 Mei 2023
d. Karantina 5–8 Juni 2023 di Balai Bahasa Sumatera Utara dan Hotel
LePolonia
e. Malam Puncak 9 Juni 2023.
Dalam tahap final yang dimulai dengan masa karantina tanggal 8 Mei 2023 peserta mendapat beberapa tugas krida seperti menyusun proposal dan melaksanakan krida kebahasaan, membuat video iklan kebahasaan, dan membuat video profil para finalis. Pelaksanaan krida dilakukan secara berpasangan dan hasilnya dipresentasikan dihadapan para juru pada masa karantina. Tema krida yang dilaksanakan mengusung tiga program prioritas Badan Bahasa yaitu penguatan literasi, pelestarian bahasa daerah, dan penginternasionalan bahasa Indonesia. Video iklan kebahasaan diunggah di kanal Youtube Balai Bahasa Sumatera Utara, sedangkan video profil diunggah di medsos Balai Bahasa Sumatear Utara.
Selanjutnya finalis juga mendapat materi secara daring dalam balutan kelas daring selama lima hari. Finalis dibekali materi-materi yang merupakan program kerja Badan Bahasa melalui Kelompok Kepakaran Layanan Profesional yang ada di Balai Bahasa Sumatera Utara seperti materi UKBI, BIPA, Literasi, Bahasa dan Hukum, Pelindungan dan Pemodernan Sastra, Kamus dan istilah, dan Penerjemahan. Pada tahapan karantina peserta juga mendapat materi yang menambah pengetahuan dan wawasan peserta berupa wicara publik, kesehatan mental, kelas menulis untuk kepentingan publikasi, mendongeng, membaca nyaring, teknik menjadi pewara, dan kerja sama tim. Yang tak kalah penting materi yang harus mereka kuasai adalah paparan krida duta bahasa yang telah mereka siapkan atau laksanakan. Selain itu, para duta bahasa juga diminta untuk menunjukkan bakat mereka. Oleh karena itu, kami melibatkan pakar, akademisi, praktisi, dan para pemangku kebijakan yang dapat memperlancar kegiatan ini.
Para finalis yang hadir mewakili berbagai universitas di Sumatera Utara, yaitu USU, Unimed, UMA, UMSU, Uinsu, HKBP Nomensen, UIN Syahada Padangsidimpuan, dan ada juga yang telah menjadi ASN. Para finalis mewakili berbagai kota/kabupaten, yaitu Kota Tanjungbalai, Medan, Pematangsiantar, Gunungsitoli, Padangsidimpuan, Kabupaten Langkat, Deliserdang, Mandailingnatal, Padanglawas, Tapanuli Utara, Labuhanbatu Utara.
Pada Malam Puncak Pemilihan Duta Bahasa 2023 dipilih sepasang terbaik 1, 2, 3, 4, Duta Bahasa Berbakat, dan Duta Bahasa Favorit. Duta Bahasa Terbaik 1 akan mewakili Sumatera Utara dalam pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional yang biasanya akan dilaksanakan pada bulan Oktober. Setelah melalui proses pemilihan panjang diperoleh peraih predikat Duta Bahasa Sumatera Utara tahun 2023 sebagai berikut.
Terbaik I: M. Denny Effendy Tambusay (Langkat) dan Windy Niskya Rahmi Harefa (Gunungsitoli)
Terbaik II: Tupa Parulian Siburian (Medan) dan Elisabeth Grace Damanik (Medan)
Terbaik III: Melkisedek Morsa Abadi Nababan (Tapanuli Utara) dan Gita Puspita Sari (Padangsidimpuan)
Terbaik IV: Muhammad Alwi (Medan) dan Seilviani Pasaribu (Labuhanbatu Utara)
Duta Bahasa Berbakat: Junaidi Anggi Syahputra (Tanjungbalai)
Duta Bahasa Favorit: Zahra Salfizah Sinaga (Deliserdang)
Terbaik I: M. Denny Effendy Tambusay (Langkat) dan Windy Niskya Rahmi Harefa (Gunungsitoli
Seluruh rangkaian kegiatan telah terlaksana dengan baik. Kegiatan ini juga dapat dilihat di kanal Youtube Balai Bahasa Sumatera Utara dan pemberitaan di media massa di Sumatera Utara. Setelah malam puncak, 20 finalis akan terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan Balai Bahasa Sumatera Utara. Kesuksesan kegiatan ini tentu saja merupakan kerja sama semua panitia, peserta, penaja, pendukung, dan terutama orang tua dari keduapuluh finalis. Untuk itu panitia mengucapkan terima kasih kepada pemangku kepentingan di Sumatera Utara, seperti perguruan tinggi, dinas terkait, para narasumber, juri, dan panitia Pemilihan Duta Bahasa, serta semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam rangkaian pelaksanaan kegiatan pemilihan Duta Bahasa 2023 di Sumatera Utara.
Kegiatan ini tentu saja semakin meriah karena dukungan dari para penaja yang berpartisipasi, yaitu
1. BSP Gallery, 2. BSP Studio, 3. Emina, 4. MS Glow, 5. Jemari Kilat Photography, 6. Sanggar Ayu Dance, 7. Huta Tinggi , 8. Lajor Café, 9. Boesa Fashion, 10. Nutrihub Medan, 11. Todays 88 Parfume, 12. Manuproject Pro, 13. The Language Access, dan 14. Hancraft.
Proses panjang untuk memilih pemenang sudah selesai, tetapi tugas belum usai. Para finalis sudah siap mengemban amanah menjalankan tugas dan fungsi duta bahasa sebagai mitra Balai Bahasa.
Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara melalui Kelompok Kepakaran Layanan Profesional Pembinaan Bahasa dan Hukum melaksanakan kegiatan Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi Tenaga Profesional dan Calon Profesional di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan pada hari Rabu—Kamis, 10—11 Mei 2023 di Aula Sarasi, Kantor Bupati Tapanuli Selatan. Peserta kegiatan sebanyak 50 orang terdiri atas OPD di jajaran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, guru PAUD, SD, dan SMP negeri dan swasta, serta Lembaga Budaya Tapanuli Selatan.
Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan, Arman Pasaribu, beserta jajarannya, kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati, Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, yang dilanjutkan dengan penyajian materi mengenai Peran Pemerintah Daerah dalam Pemantapan Penggunaan Bahasa Indonesia di Tapanuli Selatan. Dalam paparannya, Dolly memulainya dengan menjelaskan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu negara dan menyampaikan pentingnya peranan bahasa yang termaktub dalam ikrar Sumpah Pemuda 1928 butir ketiga yaitu menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Selain itu juga, Dolly menekankan beberapa landasan hukum yang mengatur tentang penggunaan bahasa Indonesia dan daerah, dan mengimbau agar masyarakat Tapanuli Selatan menerapkannya dalam pola komunikasi sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan undang-undang dan perda yang ada.
Pada sesi berikutnya, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Hidayat Widiyanto, menyampaikan materi tentang Kebijakan Bahasa dengan memaparkan isu kebahasaan yang ada di Indonesia yaitu bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, bahasa nasional, bahasa negara, dan identitas bangsa; bahasa daerah sebagai identitas kedaerahan yang eksistensinya berada di tengah ancaman kepunahan dan upaya pelestariannya; serta pentingnya menguasai bahasa asing dan pemakaiannya oleh masyarakat sebagai bagian dari masyarakat global. Materi tentang isu kebahasaan ini dikemas melalui pentingnya regulasi dalam peraturan perundang-undangan di negara kita.
Pemateri lainnya adalah Penyuluh Bahasa Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Imran, M.Hum. dan Hasan Al Banna, S.Pd. yang masing-masing menyampaikan materi Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar di Ruang Publik, Santun Berbahasa di Tengah Keberagamaan Bahasa di Sumatera Utara dan di Media Sosial, serta Istilah, Bentuk, dan Pilihan Kata.
Pada hari kedua kegiatan berjalan, Bupati Tapanuli Selatan menerima audiensi Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara di ruang kerjanya. Dalam pertemuan yang berlangsung selama satu jam, Kepala Balai menyampaikan program kerja yang dilakukan Balai Bahasa antara lain mengenai pembinaan bahasa dan sastra, revitalisasi bahasa daerah, dan UKBI. Hidayat juga menyampaikan tentang Program Merdeka Belajar yang dapat diterapkan melalui konsep pelestarian bahasa daerah melalui pola bermain sambil belajar dengan senang dan gembira bagi anak-anak agar bahasa daerah tetap eksis keberadaannya dan terus digunakan pewarisnya agar bahasa daerah tidak punah. Pelestarian bahasa daerah dapat juga dilakukan dalam bentuk perlombaan misalnya pidato bahasa daerah, menyanyi lagu daerah, puisi berbahasa daerah dan lain-lain.
Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, dalam pertemuan ini juga menyampaikan program senada yang saat ini diterapkan di Tapanuli Selatan yaitu Metode Gasing yakni suatu metode pembelajaran langkah demi langkah yang membuat anak menguasai materi secara gampang, asyik, dan menyenangkan. Kemudian, Dolly berpendapat bahwa metode ini juga dapat diterapkan dalam hal pembelajaran bahasa yang akhirnya tujuan penguasaan bahasa baik Indonesia, daerah, maupun asing dapat tercapai maksimal. Dengan kata lain, program Balai Bahasa berjalan di daerahnya. Di akhir pertemuan, Bupati Tapanuli Selatan menyampaikan apresiasinya dan sangat mendukung setiap program yang dilakukan Balai Bahasa terutama di wilayah kerjanya dan berharap agar setiap program hendaknya dapat disampaikan melalui pemerintah daerah agar dukungan secara penuh diterima Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ditutup secara resmi oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Hidayat menyampaikan harapannya agar seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Proses pembinaan tidak akan berhenti pada pertemuan penyuluhan namun akan tetap berlanjut melalui pembuatan grup WhatsApp bagi seluruh peserta. Peserta yang tergabung di grup dapat berdiskusi, bertanya, berpendapat mengenai penggunaan bahasa Indonesia, baik dalam dokumen maupun di ruang publik (penulisan papan nama, penunjuk arah, dll). Tujuannya, agar proses pembinaan dapat berjalan maksimal dan mendapatkan hasil terbaik. [Chairani Nasution]
Bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU) gelar Sosialisasi UKBI Adaptif Merdeka bagi Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Gunungsitoli. Kegiatan yang dihadiri sebanyak lima puluh peserta ini dilaksanakan di Hotel Soliga, pada Rabu, 5 April 2023. Selain kepala sekolah, peserta yang hadir juga meliputi operator dan guru bahasa Indonesia.
Didampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Budieli Zebua, S.Pd., Kepala Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, Yafet Krismatius Bu’ulolo. S.S.T.P., M.A.B., membuka secara resmi kegiatan sosialisasi ini. Atas nama pemerintah Kota Gunungsitoli, Yafet menyampaikan apresiasi dan sambutan baik kepada BBPSU. Pemerintah Kota Gunungsitoli akan mendukung secara penuh untuk menggiatkan UKBI Adaptif Merdeka. Menurutnya, program ini merupakan peluang yang berharga bagi masyarakat. Terlebih lagi, beberapa daerah di kecamatan di Kota Gunungsitoli masih banyak yang belum sepenuhnya tersentuh bahasa Indonesia. Beberapa kelompok masayarakat di daerah tersebut hanya menggunakan bahasa Nias dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, UKBI dapat menjadi layanan yang terstandar untuk mengukur kecakapan masyarakat di Kota Gunungsitoli dalam berbahasa Indonesia.
Mengamini hal tersebut, Kepala BBPSU, Hidayat Widiyanto, M.Pd., menjelaskan pentingnya bahasa Indonesia. “Bahasa Indonesia bukan hanya alat komunikasi, melainkan juga jati diri bangsa dan bahasa persatuan,” jelasnya. Untuk itu, Hidayat memohon dukungan berupa komitmen dari para peserta untuk turut menyebarluaskan UKBI Adaptif Merdeka kepada khalayak, khususnya kepada siswa-siswi tingkat SMP di Kota Gunungsitoli. Hidayat berharap target sebanyak dua ribu peserta UKBI Adaptif Merdeka dari Kota Gunungsitoli dapat tercapai tahun ini. Kegiatan dilanjutkan dengan paparan mengenai mekanisme pelaksanaan UKBI Adaptif Merdeka yang disampaikan oleh Koordinator KKLP UKBI BBPSU, Imran, S.S. Setelah itu, peserta langsung melakukan pendaftaran dan melaksanakan UKBI pada pukul 13.00 s.d. selesai. Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata bagi sepuluh peuji dengan skor terbaik, serta penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan peserta.
Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU) memilih Kabupaten Karo menjadi destinasi terakhir pada tahun ini untuk pelaksanaan Sosialisasi Sayembara Menulis Cerita Anak Dwibahasa Tahun 2023.
Dihadiri oleh 30 peserta, kegiatan diadakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, Jalan Veteran No. 54, Lau Cimba, Kecamatan Kabanjahe, Karo pada hari Kamis, 16 Maret 2023.
Seperti pada dua kegiatan sosialisasi sebelumnya, panitia menyampaikan dua materi yaitu teknis sayembara dan teknis penulisan cerita anak. Diskusi panjang terkait kedua hal tersebut menjadi bagian penutup sosialisasi.
Panitia mengucapkan terima kasih kepada peserta yang hadir dan Dinas Pendidikan Kabupaten Karo yang telah membantu pelaksanaan kegiatan ini.
Dalam rangka pengusulan Sanusi Pane sebagai calon pahlawan nasional pada tahun 2023, Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, M.Si. bersama Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Hidayat Widiyanto, M.Pd., berkesempatan memberikan dokumen pengusulan kepada dr. Sofyan Tan, selaku anggota DPR RI Komisi X yang membidangi Pendidikan, Olahraga, dan Sejarah.
Pertemuan ini dilakukan pada 1 April 2023 di Hotel Santika Dyandra, Medan. Melalui pertemuan tersebut, dr. Sofyan Tan mengakui kelayakan dan mendukung penuh pengusulan Sanusi Pane sebagai calon pahlawan nasional penggerak bahasa Indonesia dari Sumatera Utara.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Balai Bahasa Sumatera Utara berterima kasih atas sambutan baik dan dukungan dari dr. Sofyan Tan, semoga pertemuan ini menjadi titik terang untuk menjadikan Sanusi Pane sebagai pahlawan nasional penggerak bahasa Indonesia dari Sumatera Utara.